Anda di halaman 1dari 12

DISUSUN OLEH:

Nama : 1. Putri Utami


2. Ahmad Nursalem
3. Erwanto
4. Imam Ali Murtadho
5. Siti Rofiah
Kelas : XB
Mata Pelajaran : Biologi
Guru Mata Pelajaran : Komarudin, S.Pd.

YAYASAN PENDIDIKAN MAMBAUL ULUM


MA. MAMBAUL ULUM MARGOMULYO
Alamat: Jl. Raya Desa Margomulyo Kec. Belitang II
TAHUN AJARAN 2016/2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kingdom Protista”.
Shalawat serta salam kami curahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah berjasa
dalam mengajarkan dan menyebarkan agama islam serta pengetahuan umum lainnya.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam penyusunan makalah ini, terutama kepada Bpk. Komarudin, S.Pd.
selaku gur Mata Pelajaran Biologi.
Kami menyadari bahwa makalah ini bukanlah hasil karya yang sempurna, baik dari
segi penulisan maupun bahasanya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun, guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi kami untuk
lebih baik dimasa yang akan datang.

Margomulyo Makmur, Fabruari 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Halaman
Halaman Judul .......................................................................................................... i
Kata Pengantar .......................................................................................................... ii
Daftar Isi ................................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1


1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................. 1
1.3 Tujuan Penulisan ............................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 2


2.1 Pengertian Protista ............................................................................................. 2
2.2 Ciri-Ciri Kingdom Protista ................................................................................ 2
2.3 Klasifikasi Protista ............................................................................................ 2
2.4 Peran Protista Bagi Kehidupan .......................................................................... 4

BAB III PENUTUP ................................................................................................ 8


3.1 Kesimpulan ........................................................................................................ 8
3.2 Saran .................................................................................................................. 8

DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Banyak sekali organisme mikroskopis yang dalam hidup tidak pernah melalui
stadium multi sel. Tubuh organisme semacam ini merupakan suatu masa protoplasma
tunggal yang berupa sel saja, hanya terbagi menjadi sitoplasma dan nucleus.
Organisme-organisme ini disebut organisme uniseluler, yaitu sel tunggal yang hidup
sendiri dengan bebas. Organisme ini bisa berupa tumbuhan maupun hewan.
Adakalanya organisme tertentu sulit digolongkan. Organisme tersebut kemudian
disepakati disebut Protista. Beberapa Protista mendekati sifat hewan, beberapa
mendekati sifat tumbuhan.
Protista merupakan suatu takson yang anggotanya sangat beragam. Anggotanya
bukan hewan, bukan tumbuhan, bukan jamur, dan bukan prokariot. Semua anggota
kingdom Protista merupakan eukariotik, mempunyai inti yang jelas dan organel yeng
dikelilingi membrane. Respirasi terjadi secara aerobic. Hidup bebas di laut atau air
tawar, atau parasit di cairan tubuh atau jaringan mahluk hidup lain.
Kingdom ini terdiri dari organisme tingkat rendah: protozoa, jamur lender, dan
jamur air (dulu masuk ke dalam kingdom fungi), dan ganggang. Pada beberapa
klasifikasi kingdom Protista terdiri dari semua organisme uniseluler tapi ini
mengakibatkan kelompok ganggang terbelah karena ada ganggang multiseluler. Pada
dasarnya kingdom ini mempunyai kesamaan struktur yang sederhana walaupun daur
hidup, organisasi sel, dan pembelahan selnya sangat beragam. Anggotanya sebagaian
uniseluler dan organisme multiseluler yang sel-selnya belum terdiferensiasi.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalah dalam
penulisan makalah ini adalah:
1. Apa itu Protista?
2. Bagaimanakah klasifikasi Protista?
3. Apakah Manfaat/Kerugian bagi kelangsungan hidup manusia?

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui ciri-ciri kingdom Protista
2. Mengetahui klasifikasi organisme Protista.
3. Mengetahui manfaat/kerugian organisme Protista bagi manusia.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Protista


Protista (Yunani, Protos = Pertama) merupakan organisme eukariot pertama
atau paling sederhana. Sebagai organisme eukariotik, protista memiliki membrane inti
sel. Kajian evolusi menyatakan bahwa protista merupakan organisme eukariotik yang
paling awal (tertua). Protista pertama kali muncul di permukaan bumi sekitar 1,5 juta
tahun yang lalu. Saat ini tercatat 60.000 spesies protista yang telah dikenal orang
(termasuk dari catatan fosil).
Protista adalah makhluk hidup eukariotik sederhana yang tidak dapat
diklasifikasikan sebagai hewan, tumbuhan, atau jamur. Jika dibandingkan dengan
prokariotik monera, maka struktur tubuh protista sudah lebih kompleks. Selama
perkembangannya dari generasi ke generasi, protista telah memiliki nukleus yang
sejati, mitokondria, kompleks, retikulum endoplasma, kompleks golgi, flagel, dan
silia.nukleusnya sudah dapat membelah melalui proses mitosis dan meiosis.

2.2 Ciri-Ciri Kingdom Protista


Organisme yang termasuk dalam Kingdom Protista mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
1. Bersel satu ( uniseluler / monoseluler ) atau bersel banyak ( multiseluler ) yang
masih belum terdiferensiasi
2. Sel termasuk tipe eukariotik ( memiliki dinding / membrane inti sel )
3. Ada yang dapat membuat makanan sendiri ( autotrof , terutama fotoautotrof )
maupun tak dapat membuat makanan sendiri ( heterotrof, baik ada yang sebagai
parasit , maupun ada juga yang sebagai saprofit )
4. Umumnya ditemukan di tempat yang lembab dan lingkungan berair. Beberapa di
antaranya hidup diperairan air tawar maupun air laut.
5. Berkembang biak ( pada umumnya ) secara aseksual ( vegetatif ) dengan cara
pembelahan sel, fragmentasi ( pada yang hidup berkoloni ). Dan secara seksual (
generatif ) dengan cara konjugasi, peleburan gamet sederhana.

2.3 Klasifikasi Protista


Protista dikelompokan menjadi tiga kelompok, yakni, Protista mirip jamur
(jamur lender), Protista mirip tumbuhan (alga), dan Protista mirip hewan (protozoa).
1. Protista Mirip Jamur (Jamur Lendir)
Protista mirip jamur disebut juga jamur lender. Protista ini dikatakan mirip
jamur karena kemiripannya dalam hal morfologi dan sifatnya, yang saprofit.
Perbedaannya dengan jamur terletak pada susunan sel, cara reproduksi, dan siklus
hidupnya. Pada jamur, zigotnya tidak dapat bergerak (imotil) karena tidak memliki
flagela. Adapun pada jamur lendir, zigotnya dapat bergerak (motil) karena memiliki
flagel.
Protista mirip jamur terdiri atas tiga filum, yakni Myxomycota,
Acrasiomycota, dan Oomycota (Abdurahman, 2006).
a. Myxomycota
Filum Myxomycota terdiri atas jamur lendir.
Anggota Myxomycota biasanya memiliki pigmen

2
kuning atau oranye dan bersifat heterotrof. Myxomycota memiliki fase ameobid,
berinti banyak, dan tidak dibatasi dinding kuat yang disebut plasmodium yang
dapat dijumpai dalam siklus hidupnya. Plasmodium dapat bergerak seperti
amoeba di atas substrat dan mencerna makanan secara fagositosis, menelan
partikel atau sel secara langsung. Contoh spesies Myxomycota adalah Physarium
sp.
b. Acrasiomycota
Acrasiomycota berbeda dengan
Myxomycota. Acrasiomycota tetap mempertahankan
identitasnya sebagai satu sel. Acrasiomycota
merupakan individu utuh yang dipisahkan oleh
membran, terutama pada saat membentuk agregat di
salah satu tahap siklus hidupnya. Acrasiomycota
merupakan organisme haploid, sedangkan pada Myxomycota didominasi oleh
fase diploid. Acrasiomycota memiliki tubuh buah yang berfungsi sebagai alat
reproduksi aseksual dan umumnya tidak memiliki fase berflagel.
c. Oomycota
Oomycota dikenal sebagai jamur air (water
molds), karat putih ( white rust), dan jamur berbulu
halus (downy mildew). Organisme ini terdiri atas
hifa (filamen atau benang halus yang membentuk
bagian vegetatif jamur) yang terlihat seperti jamur
pada umumnya. Oomycota memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Pada
umumnya, jamur air merupakan pengurai yang tumbuh pada alga atau hewan
mati. Beberapa lagi merupakan parasit pada ikan. Contoh jamur air adalah
Saprolegnia.

2. Protista Mirip Tumbuhan


Protista mirip tumbuhan uniseluler, sering disebut juga sebagai fitoplankton.
Sedangkan Protista mirip tumbuhan multiseluler sering disebut alga. Protista
fotosintetik ini tersebar secara luas di lautan dan danau-danau. Walaupun sebagaian
termasuk organisme mikroskopik. Organisme ini memiliki peran yang sangat
penting. Fitoplankton di lautan menyumbangkan sekitar 70% dari semua aktivitas
fotosintesis yang ada di muka bumi ini, yaitu menyerap karbondoksida, mengisi
atmosfer dengan oksigen, dan menyokong siklus kehidupan dalam kehidupan air.
Protista mirip tumbuhan, dibagi menjadi 7 filum, yaitu Euglenophyta,
Cryshophyta, Bacillariophyta (Diatomae), Pyrrophyta (Dinoflagellata),
Rhodophyta, Phacophyta, dan Chlorophyta.
a. Euglenophyta
Euglenophyta merupakan organisme uniseluler
yang memiliki flagella, vakuola, kontraktil, stigma yang
dapat menangkap cahaya, dan kloroplas. Euglenophyta
dapat hidup secara autotrof atau heterotrof. Contoh
Euglenophyta yang melimpah di alam adalah Euglena.
Beberapa jenis Euglena autotrof dapat menjadi heterotrof
ketika tingkat cahaya rendah (Abdurahman, 2006).

3
b. Chrysophyta
Alga cokelat-keemasan memiliki variasi struktur dan bentuk. Sebagaian
tidak memiliki dinding sel dan dapat merayap seperti Amoeba. Sebagaian lagi
memiliki dinding sel pectin, memiliki dua flagel.
Alga cokelat-keemasan memiliki klorofil a, klorofil b, pigmen karoten,
dan pigmen fukosantia yang merupakan sumber warna keemasan. Cryshophyta
kebanyakan hidup di air tawar dan hanya beberapa di laut. Contoh spesies
anggota Cryshophyta dalah Synura dan Mischococcus.

Synura Mischococcus

c. Bacillariophyta (Diatom)
Filum ini memiliki anggota yang paling banyak, yaitu sekitar 10.000
spesies. Diatom termasuk alga uniseluler dan merupakan penyusun fitoplankton,
baik di perairan tawar maupun di lautan.
Bentuk Diatom sangat khas dengan dinding tubuhnya yang terdiri atas kotak
(hipoteka) dan tutup (epiteka). Antara kotak dan tutup tersebut terdapat celah
yang disebut rafc. Dinding selnya mengandung pectin dan silikat. Apabila mati,
cangkangnya akan bertumpuk membentuk tanah diatom, tanah ini bernilai
ekonomis tinggi karena dapat digunakan sebagai bahan penggosok, penyuling
gasoline, bahan pembuatan jalan, sampai bahan dinamit. Diatom sering tampak
bergerak maju mundur dan berputar.

Macam-macam bentuk Diatom


d. Pyrophyta (Dinoflagellata)
Dinoflagellata diberi nama demikian karena pergerakannya dibantu dua
flagella mirip cambuk (dalam bahasa latin, dino artinya pasaran air). Beberapa
Dinoflagellata ditutup oleh membrane sel, sedangkan yang lainnya ada yang
ditutupi oleh dinding selulosa, seperti halnya sel pada tumbuhan. Walaupun
beberapa jenis Dinoflagellata hidup di air tawar, umumnya Dinoflagellata hidup
di lautan, contohnya Ceratium sp.

Ceratium sp
e. Rhodophyta (Alga Merah)

4
Rhodophyta atau alga merah merupakan phylum yang memiliki pigmen
dominan fikoeritrin atau merah. Phylum ini memiliki anggota yang banyak, yaitu
sekitar 4.000 spesies. Rhodophyta habitatnya sebagaian besar di laut. Akan
tetapi, ada pula yang hidup di perairan tawar. Perkembangbiakan Rhodophyta
terjadi secara aseksual dan seksual. Secara aseksual, Rhodohyta membentuk
tetraspora yang akn menjadi gamet membentuk gamet jantan dan gamet betina.
Adapun secara seksual, flagella dan disebut spermatium. Adapun gamet
betinanya berflagela.

Alga Merah (Rhodopyta)


f. Phaeophyta (Alga Cokelat)
Phylum Phaelophyta adalah alga yang memiliki anggota cukup banyak,
yaitu sekitar 1.500 spesies. Hampir semua anggotanya adalah multiseluler dan
sebagian besar hidupnya di laut. Hanya beberapa jenis saja yang hidup di
perairan tawar. Pigmen yang paling dominant pada Phaeophyta adalah
fukosantin atau warna cokelat.
Perkembangbiakan Phaeophyta dapat terjadi secara aseksual dan seksual.
Secara aseksual, Phaeophyta berkembang biak dengan membentuk zoospore.
Untuk perkembangbiakan secara seksual, Phaeophyta menghasilkan gamet jantan
dan gamet betina. Contoh dari laga cokelat adalah Sargassum, Fucus, dan
Turbinaria.

Sargassum Fucus Turbinaria.

g. Chlorophyta (ganggang hijau)


Ganggang hijau atau Chlorophyta memiliki pigmen dominant berupa
klorofil dengan jenis klorofil a dan klorofil b. Klorofil b tidak dimiliki oleh jenis
ganggang lain. Selain klorofil, ganggang hijau ada yang uniseluler dan ada yang
multiseluler. Ganggang hijau uniseluler ada yang memilik flagellum sehingga
dapat bergerak. Ganggang hijau memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa
dengan cadangan makanan berupa amilum. Sebagain besar ganggang hijau hidup
di air tawar, misalnya kolam dan genangan air, serta di tempat-tempat lembab.
Jenis ganggang lainnya hidup di laut dangkal , contohnya Ulva. Ganggang hijau
berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri, pembentukan spora,

5
dan fragmentasi. Ganggang hijau berkembang biak secara isogami, anisogami,
atau oogami. Ganggang hijau diperkirakan berjumlah 7.000 spesies.

3. Protista Mirip Hewan


Sekitar 65 ribu jenis protista yang menyerupai hewan atau lebih dikenal
dengan istilah protozoa. Protista yang menerupai hewan karena uniseluler,
heterotrofik, dan merupakan cikal bakal hewan yang lebih kompleks.
Protozoa yang sudah teridentifikasi berjumlah lebih dari 60 ribu jenis
spesies. Jenis Protozoa yang sangat beragam tersebut dapat dibedakan menjadi
empat kelas berdasarkan alat geraknya, yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagellata, dan
Sporozoa.
a. Rhizopoda
Bergerak dengan penjuluran sitoplasma selnya yang membentuk
pseudopodia (kaki semu). Bentuk pseudopodia sangat bergam, ada yang tebal
membulat dan ada yang tipis meruncing.pseudopodia berfungsi sebagai alat
gerak dan memangsa makanan. Hewan ini ada yang bercangkang, contohnya
Globigerina dan ada yang telanjang, contohnya Amoeba proteu. Rhizopoda
berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan biner. Pada kondis
lingkungan yang tidak menguntungkan, misalnya kekeringan, Rhizopoda tertentu
dapat beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dengan membentuk kista.

Struktur Amoeba

Rhizopoda umumnya hidup bebas di tanah yang lembab dan lingkungan


berair, baik di darat maupun di laut. Rhizopoda bersifat heterotrof dengan
memangsa alga uniseluler, bakteri, atau protozoa lainnya.
b. Ciliata (Ciliophora)
Bergerak dengan menggunakan silia (rambut getar). Selain berfungsi
untuk bergerak silia juga merupakan alat Bantu untuk makan. Silia membantu
pergerakan makanan ke sitostoma. Makanan yang terkumpul di sitostoma akan
dilanjutkan ke dalam sitofaring (kerongkongan sel). Apabila telah penuh,
makanan akan masuk ke sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.
Sel CIliata memiliki cirri khusus lain, yaitu memiliki dua inti, yaitu
makronukleus dan mikronukleus. Ciliata hidup bebas di lingkungan berair, baik
air tawar maupun laut, Ciliata juga hidup di dalam tubuh hewan lain secara
simbiosis maupun parasit.

6
Ciliata melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi
aseksual, yaitu dengan pembelahan biner membujur (transversal). Reproduksi
seksual dilakukan dengan konjungasi.
c. Flagellata (Mastigophora)
Bergerak dengan menggunakan bulu cambuk atau flagellum. Sebagian
besar Flagellata memiliki dua flagellum ada yang di bagian belakang sel
(posterior) sehingga saat bergerak seperti mendorong sel. Letak flagellum juga
ada yang di bagian depan sel (anterior) sehingga saat bergerak seperti menarik
sel.
Flagellata berkembeng biak secara aseksual dengan pembelahan biner
membujur, misalnya pada Trypanosoma. Flagellata ada yang hidup bebas di
lingkungan berair, baik air tawar maupun laut, hidup bersimbiosis, atau parasit
dalam tubuh hewan.

d. Sporozoa (Apicomplexa)
Sporozoa tidak meiliki alat gerak, seluruh jenis Sporozoa hidup sebagai
parasit pada hewan atau manusia. Sporozoa melakukan reproduksi secara
aseksual dan seksual. Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya kompleks,
dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang.
Reproduksi aseksual dilakukan dengan cara pembelahan biner. Reproduksi
seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan
gamet jantan dan betina.

2.4 Peran Protista Bagi Kehidupan


Protista memiliki peranan bagi kehidupan. Peran tersebut dapat
menguntungkan dan juga dapat merugikan. Berikut akan diuraikan mengenai peranan
protista bagi kehidupan.
1. Peran Protista yang Merugikan
Anggota Protista ada yang merugikan, contohnya pada Protozoa.
Sebagaian besar anggota Protozoa merupakan pathogen pada manusia dan hewan,
contohnya phylum Rhizopoda. Pernahkah anda mengalami diesntri? Disentri
merupakan suatu penyakit dengan gejala buang air besar bercampur lender.
Penyebabnya adalah Entamoeba dysentriae. Contoh lainnya, yaitu Entamoeba
histolitica yang menyebabkan amebiasis.
Phylum lainnya adalah Zoomastigophora. Anggota phylum ini umumnya
pathogen. Contoh dari phylum Zoomastigophora adalah Trichomonas vaginalis
yang menyebabkan penyakit kelamin pada wanita. Leishmania tropica, penyebab
penyakit kulit dan Trypanosoma gambiense, penyebab penyakit tidur
(Abdurahman, 2006)

2. Peran Protista yang Menguntungkan


Selain dapat merugikan, Protista ada yang menguntungkan. Umumnya dari
kelompok alga. Sebagai Protista yang mirip tumbuhan, alga merupakan produsen
bagi organisme lain di suatu ekosistem, khususnya di ekosistem perairan.
Selain itu, alga juga memilik peran yang bermanfaat bagi organisme lain.
Contohnya, sebagai bahan pangan, bahan obat-obatan, dan bahan dasar kosmetika,
selain itu, alga juga dapat dibudidayakan menjadi bahan dasar berbagai macam
produk, seperti makanan dan bahan-bahan kosmetik.

7
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Protista di golongkan menjadi 3, yaitu Protista mirip hewan atau biasa di sebut
Protozoa, Protista mirip tumbuhan atau alga, dan Protista mirip jamur.
Digolongkan mirip hewan karena ciri-cirinya hampir sama seperti hewan,
diantaranya bergerak. Di golongkan mirip tumbuhan karena ciri-cirinya hampir sama
seperti tumbuhan, diantaranya memiliki klorofil. Di golongkan mirip jamur karena ciri-
cirinya tidak mirip hewan maupun tumbuhan. Tidak bergerak, juga tidak memiliki
klorofil.

3.2 Saran
Diharapkan makalah ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca tentang
materi kingdom protista.

8
DAFTAR PUSTAKA

http://acangla93.blogspot.co.id/2014/12/tugas-makalah-biologi-protista-nama.html diakses
tanggal 4 Februari 2017

https://www.academia.edu/11885573/Makalah_Biologi_Protista diakses tanggal 4 Februari


2017

http://makalahpenting.blogspot.co.id/2014/05/kingdom-protista.html diakses tanggal 4


Februari 2017

http://gudangarticel.blogspot.co.id/2013/04/makalah-protista.html diakses tanggal 4


Februari 2017

http://naomiwahe.blogspot.co.id/2012/11/makalah-biologi-tentang-protista.html diakses
tanggal 4 Februari 2017

http://rabiatuladawiahbandjar.blogspot.co.id/2015/08/makalah-protista.html diakses tanggal


4 Februari 2017