Anda di halaman 1dari 12

POTENSI DESTINASI WISATA PULAU BAWEAN SEBAGAI UPAYA

PEMBANGUNAN EKONOMI DAERAH KABUPATEN GRESIK


Tamara Aisyah Purnomo
NIM: 041711133176
tamaraaisyah@ymail.com

ABSTRAK
Pulau Bawean merupakan sebuah pulau kecil yang memiliki keindahan alam yang luar biasa.
Pulau Bawean berada di sebelah utara Pulau Jawa, Lokasinya berada di tengah Laut Jawa yang
berada di ujung utara 81 mil laut dari kota Gresik. Gresik terletak pada posisi wilayah 112° – 113°
Bujur Timur dan 7° – 8° Lintang Selatan. Pulau ini termasuk wilayah Kabupaten Gresik. Pulau
Bawean memiliki potensi wisata alam yang sangat melimpah. Akan tetapi, wisata alam di Pulau
Bawean masih cenderung belum terlalu terkenal di seluruh masyarakat Indonesia. Contoh wisata
alam di Pulau Bawean yaitu underwater, pantai, tanjung, air terjun, air panas, taman mangrove,
danau, teluk, bukit, dan gunung dan sebagainya. Oleh karena itu penulis membuat suatu rumusan
masalah tentang “Bagaimana strategi mengembangkan potensi wisata alam di Pulau Bawean
Kabupaten Gresik?”. Bedasarkan rumusan masalah tersebut, penulisan penelitian ini bertujuan
untuk mengembangkan potensi pariwisata terutama wisata alam. Wisata alam yaitu tempat tujuan
rekreasi dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, agar obyek pariwisata di Pulau Bawean
dapat meningkatkan jumlah wisatawan hingga terkenal di Indonesia bahkan hingga luar negri
karena kekayaan alam yang dimiliki Pulau Bawean sebagai tempat wisata sangat indah dan
melimpah. Potensi pariwisata perlu dikembangkan sebagai tujuan wisata adalah dengan
melakukan kegiatan promosi lewat media sosial atau cetak agar seluruh masyarakat Indonesia
mengetahui berbagai macam wisata di Pulau Bawean, serta memperbaiki sarana prasarana
penunjang wisata dan mendukung fasilitas penunjang wisata agar dapat memberikan kenyamanan
bagi para wisatawan.

Kata kunci : Pulau Bawean, pariwisata, wisatawan, strategi

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan paper tentang
…………………….. ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya
berterima kasih pada bapak/ibu …………………..selaku Dosen mata kuliah ……………………
Fakultas …………………. Universitas ………………… yang telah memberikan tugas ini kepada
saya.
Saya berharap paper ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai ………………….... Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
paper ini terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan paper yang telah saya buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun. Sekiranya paper yang telah disusun ini dapat berguna
bagi saya sendiri maupun orang yang membacanya.

Surabaya , 23 Mei 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.............................................................................. i
KATA PENGANTAR .......................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ..........................................................................................1
1.2 Tujuan ..........................................................................................................1
1.3 Manfaat ........................................................................................ 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................... 2
2.1 .......................................................................................................................2
2.2 .......................................................................................................................4
BAB III METODE PENULISAN ........................................................ 6
3.1 Teknik Penulisan .......................................................................... 6
3.2 Teknik Pengumpulan dan Jenis Data ............................................................. 6
3.3 Metode Analisis dan Sintesis ......................................................................... 6
BAB IV PEMBAHASAN........................................................................................ 7
4.1 Manajemen Agroekosistem Apel Sistem Pertanian Ramah Lingkungan ....... 7
4.2 Kualitas Agroekosistem Apel Sistem Pertanian Ramah Lingkungan ............ 7
BAB V PENUTUP ..................................................................................................9
5.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 9
5.2 Saran ............................................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan keindahan alamnya . Indonesia
memiliki potensi alam, keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan sejarah, dan seni dan budaya
adalah semua sumber daya dan modal besar untuk pengembangan dan peningkatan pariwisata.
Bahkan, keindahan nya yang melebihi pemandangan-pemandangan alam di dunia. Hal itulah yang
menyebabkan pariwisata di Indonesia semakin terkenal di mancanegara. Sehingga, sektor
pariwisata menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan perekonomian Indonesia. Salah
satu daerah yang memiliki potensi wisata alam yang sangat melimpah yaitu Kabupaten Gresik.
Kabupaten Gresik terletak berdekatan dengan ibu kota Provinsi Jawa Timur yaitu Kota Surabaya
sehingga memiliki posisi yang strategis untuk pengembangan wisata.
Salah satu destinasi wisata yang dimiliki Kabupaten Gresik ialah Pulau Bawean. Bawean
adalah sebuah pulau kecil yang terletak disebelah utara Pulau Jawa Pulau ini termasuk wilayah
Kabupaten Gresik yang berjarak 80 mil dari pusat pemerintahan Kabupaten Gresik. Pulau Bawean
memiliki potensi wisata alam yang sangat melimpah, berupa danau, pantai, perairan dan
pegunungan. Sejumlah obyek wisata alam yang ada antara lain Pantai Ria Gili Barat, kampung
nelayan yang indah dan bersih, Danau Kastoba, Pantai Selayar, hamparan pasir putih, sumber air
panas, serta air terjun yang memiliki daya tarik tersendiri. Masih ada empat pantai lainnya di
gugusan kepulauan ini yaitu pantai Tinggen dan makam panjang. Di ujung pantai Tinggen terdapat
makam Sembodo yang biasa di sebut makam panjang dengan panjang 11 meter dan lebar 2 meter.
Di pantai ini ombak sangat tenang sehingga memungkinkan wisatawan untuk berlayar dengan
perahu sampan atau rakit sambil memancing. Pantai Labuhan yang juga berombak tenang dan
masih banyak lainnya. Melihat potensi wisata yang ada tersebut maka Pulau Bawean layak
dikembangkan sebagai destinasi wisata bagi wisatawan lokal dan mancanegara sebagai upaya
pembangunan ekonomi daerah Kabupaten Gresik.
1.2 Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut dapat diambil suatu rumusan masalah yaitu Bagaimana
strategi yang efektif untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata dan memperkenalkan wisata
alam di Pulau Bawean sehingga dapat meningkatkan pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten
Gresik?

1
1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, adapun tujuan dari penulisan paper ini yaitu:
1. Untuk mengetahui strategi yang efektif untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata
dan memperkenalkan wisata alam di Pulau Bawean
2. Untuk memperoleh informasi tentang wisata alam di Pulau Bawean.
1.4 Manfaat
Manfaat dari penulisan paper ini ialah teridentifikasinya strategi untuk mengembangkan
potensi wisata di Pulau Bawean sehingga dapat menjadi bahan referensi atau acuan bagi
pemerintah daerah untuk menjalankannya.

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pariwisata
2.2 Pembangunan Ekonomi
2.3 Gambaran Umum Wisata di Pulau Bawean
2.4 Pengembangan Destinasi Wisata

3
BAB III
METODE PENULISAN
3.1 Teknik Penulisan
Teknik penulisan ialah deskriptif, yaitu dengan menguraikan, menjabarkan, dan merangkai
variabel-variabel yang dibahas menjadi sebuah pembahasannya yang runtut dan sistematis melalui
pendekatan kualitatif.
3.2 Teknik Pengumpulan dan Jenis Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan studi pustaka (library research).
Sumber pustaka studi yang didapatkan berasal dari membaca, menganalis, dan mengkaitkan
informasi dari sumber bacaan dengan topik yang diangkat. Studi pustaka ini meliputi buku, surat
kabar cetak, dan jurnal penelitian yang relevan dengan pembahasan. Jenis data yang digunakan
dalam penulisan ini ialah data sekunder atau data pendukung yang merupakan data penelitian yang
diperoleh secara tidak langsung, atau melalui media perantara jurnal online.
3.3 Metode Analisis dan Sintesis
Proses analisis dilakukan pada data-data yang terkumpul yang kemudian dipaparkan dalam
pembahasan. Sintesis dilakukan dengan menggunakan studi silang (cross link) antara data yang
terkumpul dengan teori dan konsep yang relevan kemudian dapat diambil titik utama yang
kemudian diolah menjadi beberapa kesimpulan. Kesimpulan tersebut diperkuat dengan saran dan
rekomendasi yang terkait.

4
Bab 4
Pembahasan

4.1 faktor penyebab Pulau Bawean kurang dipilih sebagai alternatif wisata

Akses yang kurang memadai

Bawean merupakan pulau kecil di antara Pulau Jawa dan Kalimantan. Untuk mencapai Pulau ini
hanya bisa melalui jalur laut dengan menggunakan kapal. Sayangnya, kapal yang berlayar hanya
sekali dalam sehari. Jadwal dari Gresik ke Bawean hanya pada hari Minggu-Selasa-Kamis.
Sementara dari Bawean ke Gresik pada hari Sabtu-Senin-Rabu. Rendahnya frekuensi
penyeberangan membuat akses menuju pulau ini tidak bisa dilakukan kapan saja bagi wisatawan
yang ingin berkunjung. Mereka harus menyesuaikan waktu liburannya dengan jadwal kapal. Tentu
saja jika tidak ada kecocokan, calon wisatawan akan mengalihkan tujuan wisatanya ke tempat lain
yang lebih mudah dijangkau. Apalagi jika gelombang laut tinggi, praktis tidak ada pelayaran sama
sekali.

Untuk mempermudah akses, pemerintah daerah kabupaten Gresik membangun sarana lapangan
terbang yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Pulau Bawean.
Namun, menurut hemat penulis, keberadaan lapangan terbang hanya akan sedikit mengerek jumlah
wisatawan. Pesawat merupakan kendaraan yang masih eksklusif bagi sebagian masyarakat. Tarif
naik pesawat tidak lebih murah dari alat transportasi lainnya, dan tentunya hanya kalangan tertentu
yang bisa memanfaatkan fasilitas ini. Selain itu, penerbangan juga sangat bergantung pada kondisi
cuaca yang bagus.

Salah satu akses alternatif yang paling mudah dan murah adalah melalui jalur darat. Yang artinya,
perlu adanya jembatan yang menghubungkan antara Pulau Bawean dengan kota Gresik.
Keberadaan jembatan akan lebih mempermudah akses mobilitas menuju pulau bawean dan
sebaliknya, tanpa perlu adanya pengaturan jadwal serta ketergantungan faktor cuaca.

Sarana Infrastrukutur yang kurang memadai

Sarana infrastrukutur yang baik akan memberi kenyamanan bagi wisatawan yang mengunjungi
Pulau Bawean. Tentunya, itu menjadi nilai kepuasan para wisatawan. Tingkat kepuasan bisa
mendorong laju peningkatan kunjungan wisata lebih tinggi. Karena, seorang wisatawan yang
merasa puas dengan kunjungannya ada kemungkinan untuk berkunjung kembali. Juga, mereka
dengan senang hati akan menceritakan pengalamannya pada kolega lain, yang tentunya menjadi
media promosi gratis yang sangat potensial. Sayangnya, sarana infrastruktur di Pulau Bawean
belum di benahi secara serius. Banyak jalan-jalan yang rusak, termasuk jalan lingkar utara yang
merupakan jalur utama. Begitu juga dengan listrik yang harus mengalami pemadaman pada jam
tertentu. Tentu mengurangi kenyamanan bagi para wisatawan.

Minimnya Fasilitas bagi Wisatawan

5
Fasilitas pendukung seperti tempat makan, tempat istirahat/berteduh, penyewaan alat menyelam,
penjualan souvenir sangat minim di obyek-obyek wisata Pulau Bawean.

Beberapa pulau yang tidak berpenghuni dengan potensi daya tariknya yang tinggi, belum
dilengkapi dengan fasilitas pendukung tersebut. Sehingga para wisatawan harus membawa bekal
makanan sendiri, atau membeli ikan dari nelayan yang kebetulan mereka temui dan mengolah
makanannya sendiri. Begitu juga bagi wisatawan yang ingin snorkeling atau diving, mereka harus
membawa peralatan sendiri karena belum ada tempat penyewaan.

Selain itu, masalah pengelolahan sampah juga kurang mendapat perhatian. Lemahnya kesadaran
dari wisatawan sendiri untuk tidak meninggalkan sampah, justru kurang ditanggapi oleh
pemerintah daerah dengan menyediakan fasilitas tempat pembuangan sampah. Bahkan warga
setempat pun cenderung membuang sampah di sembarang tempat, di sekitar pemukiman, termasuk
di belakang obyek pemandian air panas.

Rumah sakit, sebagai fasilitas sarana kesehatan masyarakat hingga kini belum dimiliki Pulau
Bawean. Bagi masyarakat Bawean, mereka biasa berobat pada dukun atau menunggu
menyeberang terlebih dahulu ke Pulau Jawa. Kurangnya berbagai fasilitas pendukung tersebut
dapat mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung, karena membayangkan segala kerepotan
yang tentunya mengurangi kenyamanannya.

Kurangnya Kesadaran Masyarakat Bawean untuk Menjaga Kelestarian Daerahnya

Potensi besar, namun masyarakatnya sendiri tidak menyadari nilainya. Itulah gambaran sebagian
kecil masyarakat Bawean yang melakukan pengerusakan alam daerahnya demi memenuhi
kebutuhan ekonomi. Sebagai pulau kecil dengan kekayaan pesisir, Pulau Bawean memiliki
kualitas pasir yang bagus sebagai bahan bangunan. Hal ini mendorong beberapa orang penduduk
untuk melakukan pengerukan dan penggalian pasir-pasir Bawean, baik untuk memenuhi
kebutuhan lokal maupun dijual ke tempat lain. Tidak hanya merusak membuat daerah obyek
wisata kehilangan daya tarik, namun juga berimbas pada rusaknya ekosistem area sekitar.

4.2 Pengembangan Wisata Pulau Bawean

Sarana dan prasarana wisata merupakan elemen penting demi terciptanya kegiatan wisata. Sarana
dan prasarana tersebut meliputi transportasi, komunikasi serta akomodasi.
Paket wisata diperlukan sebagai penawaran bagi calon pengunjung yang nantinya bisa dijadikan
daya saing terhadap produk wisata lain dan menjadi daya tarik bagi calon pengunjung. Paket ini
bisa menggabungkan berbagai unsur wisata di bawean seperti sejarah, alam, pendidikan dan
petualangan. Mengingat waktu kunjungan tidak bisa dilakukan setiap hari melainkan
menyesuaikan dengan jadwal kapal, maka pembuatan paket harus disesuaikan dengan jumlah hari
keberangkatan kapal. Jika berangkat dari Gresik hari Sabtu dan kembali ke Gresik hari Selasa,
maka paket yang disediakan 4 hari.
Interpretasi merupakan suatu alat bantu yang dapat menterjemahkan keindahan dan keunikan
sumberdaya manusia dan alam sehingga bisa dinikmati secara utuh oleh pengunjung atau
wisatawan. Pulau Bawean dengan berbagai keunikan dan keindahan sumberdaya alam dan
manusianya sangat membutuhkan adanya interpretasi. Tujuannya adalah memberikan

6
pengetahuan lebih kepada wisatawan agar ketika datang ke suatu objek ada nilai lebih yang
diperoleh, baik secara ilmiah maupun tidak. Interpretasi juga dijadikan sebagai media promosi
bagi calon wisatawan.
Rencana kegiatan wisata di Pulau Bawean merupakan kegiatan yang mengakomodir segala potensi
yang ada baik alam dan budaya. Kegiatan tersebut antara lain: menyaksikan tradisi maulid nabi,
treking menelusuri jalan setapak, naik turun bukit di lingkungan yang alami, menyaksikan kegiatan
pertanian, menyaksikan pembuatan kerajinan batu onix, menyaksikan pembuatan tikar anyaman,
menyaksikan pembuatan gula aren dan cara pengambilan getahnya, menaiki jukung, treking
mengelilingi Pulau Slayar, mandi air panas, snorkling, diving, melihat burung air dan melihat
burung migran.
Kegiatan wisata di Pulau Bawean selama ini didukung oleh pemerintah maupun swasta. Di
Bawean tersedia beberapa fasilitas seperti penginapan, shelter, tempat ibadah, transportasi dan
komunikasi. Selain fasilitas utama, diperlukan juga pembangunan fasilitas pendukung.
dampak pengembangan wisata pulau bawean
Wisata di pulau bawean ini hanya ditempuh dengan transportasi laut, namun sekarang sudah ada
pembangunan jalan dan lapangan terbang. Apabila di pantai dalegan jalan raya menuju tempat
wisata saat ini semakin bagus karena sudah di aspal, banyak perbaikan infrastruktur, sarana dan
prasarana dan juga di tambah dengan adanya lampu penerangan jalan
4.2 promosi wisata bawean
Dilakukan nya kegiatan promosi mengenai wisata-wisata alam di pulau bawean.
Promosi dapat dilakukan melalui media online, media cetak maupun media social.di jaman
sekarang teknologi semakin canggih dan banyak berbagai cara untuk memperkenalkan wisata alam
di pulau bawean agar menjadi tempat destinasi wisatawan Indonesia maupun manca negara.
(jurnal)

7
Bab 5
Penutup

Bawean Sebagai pulau yang memiliki keberagaman suku dan keindahan wisata alam yang luar
biasa. Bawean memiliki berbagai jenis objek wisata yang salah satunya karena akulturasi budaya
yang berasal dari berbagai suku. faktor penyebab Pulau Bawean kurang dipilih sebagai alternatif
wisata adalah akses yang kurang memadai, Sarana Infrastrukutur yang kurang memadai,
Minimnya Fasilitas bagi Wisatawan, dan Kurangnya Kesadaran Masyarakat Bawean untuk
Menjaga Kelestarian Daerahnya. Sehingga strategi pengembangan yang dilakukan adalah
memperbaiki sarana prasarana wisata, Melengkapi obyek wisata dengan fasilitas pendukung yang
memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, sehingga mereka merasa puas dengan kunjungan
wisatanya, dan Melakukan promosi lewat media baik media cetak,online maupun social. Agar
wisata di pulau Bawean dapat terkenal di Indonesia bahkan di mancanegara sehingga dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Saran

Proses pengembangan suatu wilayah terkadang mengalami gesekan baik dengan alam maupun
dengan manusia itu sendiri. Maka dari itu dalam usaha pengembangan wisata bawean harus tetap
memper-hatikan aspek lingkungan. Selain itu, masyarakat harus terlibat aktif dalam mengontrol
semua upaya yang dapat merusak lingkungan dengan menjaga dan merawat lingkungan sekitar.
Pengembangan objek wisata bawean harus mengacu pada kebijakan yang ada. Perlu perhatian
lebih dari pemerintah daerah untuk mengembangkan objek wisata Pulau Bawean selain untuk
mengangkat perekonomian lokal, juga untuk mengurangi ancaman terhadap sumberdaya alam
bawean.

8
Data