Anda di halaman 1dari 13

Klasifikasi Mikroorganisme (Bakteri)

Klasifikasi Mikroorganisme (Bakteri)


Ciri-ciri bakteri
· mikroorganisme uniseluler prokariotik
· Organisme uniselluler
· Umumnya tidak memiliki klorofil
· ukuran tubuh rata-rata 1 s/d 5 mikron
· Hidup bebas atau parasit
· hidupnya kosmopolit
· Soliter
· Dinding sel tersusun dari senyawa hemiselulosa(C22H56O76), peptidoglikan
· Pigmen pada alga hijau biru : Crizopyta dan betakaroten(merah)
· Perkembangbiakan dengan spora dan membelah diri
· Tempat hidup : metanogenik, halogenik, asidofil, thermofil
Berikut ini akan diutarakan ciri-ciri pengenal yang utama untuk setiap kelompok bakteri
sebagaimana diatur dalam Berge’s Manual.

Kelompok 1. Bakteri fototrofik


Bakteri fototrofik ialah organisme yang berbeda secara morfologis dan semuanya mengandung
pigmen seperti klorofil, yakni bakterioklorofil. Jasad renik ini melakukan fotosintesis. Pada
bakteri, donor elektronnya bukan air. Mereka lebih banyak terdapat di lingkungan akuatik.
Bentuk sel bulat, batang, vibrio, atau spiral. Perkembangan dengan pembelahan biner. Bergerak
dengan flagela atau nonmotil. Fotosintetik, proses terjadi dalam keadaan anaerobiotik, dan tidak
terbentuk oksigen. Bakterioklorofil, suatu pigmen fotosintetik, terdapat dalam semua sel.
Berpigmen ungu-lembayung, ungu, merah, coklat-jingga, hijau.

Kelompok 2. Bakteri luncur


Kelompok ini diwakili oleh beberapa tipe morfologi yang tidak umum. Satu macam,
Myxobacteriales, juga dinamakan miksobakter, menghasilkan apa yang disebut tubuh buah
(struktur yang membentuk spora) terdiri dari lendir dan sel. Tubuh buah ini seringkali berwarna
cerah dan dapat tumbuh sampai mencapai dimensi makroskopik. Sel-sel individu dapat meluncur
pada permukaan padat tetapi tidak mempunyai flagela. Mekanisme yang menghasilkan gerak ini
belum diketahui. Bentuk sel batang, bola, atau filamen. Gram negatif. Motil karena gerak luncur
perlahan pada permukaan ; tak ada organel lokomotor. Sel-sel dapat terbenam dalam lendir.
Beberapa membentuk tubuh buah. Habitat tanah, bahan tumbuhan membusuk, lingkungan
akuatik.

Kelompok 3. Bakteri berselongsong


Kelompok in bercirikan sel-sel berbentuk batang yang dikelilingi selongsong, sehingga sel-sel
individu tampaknya terkemas dalam tabung. Bahan yang menjadi selongsong itu berbeda-beda
diantara spesies. Bakteri ini terdapat dalam air, limbah, dan air buangan industri. Sebagaimana
bakteri hancur, banyak yang belum diketahui tentang organisme ini. Ciri-cirinya sel terbungkus
dalam selongsong yang terbuat dari deposit senyawa-senyawa besi dan mangan yang tak larut.
Bentuk sel batang atau seperti filamen. Motil karena flagela atau nonmotil. Beberapa membentuk
pelekap (dasar penghisap) yang dipergunakan untuk menempelkan diri pada permukaan. Gram
negatif. Habitat lingkungan akuatik, lumpur.

Kelompok 4. Bakteri kuncup dan atau bakteri berapendiks


Bakteri dalam kelompok ini mempunyai beberapa ciri struktur yang khas. Beberapa membentuk
tonjolan berbentuk filamen yang disebut prosteka dari tubuh selnya. Perbanyakan dengan tunas
(kuncup) terjadi pada ujung-ujung beberapa prosteka. Bakteri lain dalam kelompok ini
membentuk pelekap. Struktur ini muncul pada satu ujung sel dan terdiri dari bahan dinding sel
dan membran dengan bahan adhesif pada ujungnya. Alat ini memungkinkan bakteri ini
melengketkan dirinya pada permukaan. Ciri-cirinya sel dengan prosteka atau pelekap.
Perbanyakan dengan berkuncup dan membelah. Beberapa spesies motil karena flagela kutub,
spesies lain nonmotil. Bentuk sel bola, oval, ginjal, batang dengan ujung meruncing ; beberapa
menunjukan pertumbuhan seperti hifa (filamen). Habitat tanah, lingkungan akuatik.

Kelompok 5. Spiroket
Bakteri ini bercirikan sel-sel langsing, lentur, terpilin-pilin. Berbagai spesies mempunyai ukuran
panjang yang berkisar antara 3 sampai 500 mikrometer. Dapat bergerak dengan berbagai cara.
Beberapa adalah saprofit dan yang lain parasit. Penyebab penyakit sifilis. Treponema pillidium,
termasuk kelompok ini. Treponema pallidium adalah parasit obligat yang hanya tumbuh pada
jaringan hidup. Ciri-cirinya dinding sel lentur (tidak kaku). Morfologi sel langsing, terpilin
(spiral) ; ukuran, berbentuk ujung dan derajat pilinnya merupakan ciri pembeda. Perbanyakan
dengan pembelahan melintang. Motil karena rotasi cepat sepanjang sumbu panjang spiralnya
ataupun karena lenturan sel-selnya ; gerak obeng. Banyak spesies gram negatif. Habitat tanah
dan lingkungan akuatik ; setiap jaringan atau organ vaskular pada tubuh, termasuk daerah genital
(alat kelamin) dan sistem saraf pusat pada manusia dan binatang lain. Patogenesitas beberapa
spesies patogenik terhadap manusia dan binatang lain.

Kelompok 6. Bakteri spiral dan lengkung


Bakteri ini, sebagaimana spiroket, terpilin-pilin, tetapi tidak lentur melainkan kaku. Beberapa
spesies, vibrio, mempunyai bentuk seperti koma. Beberapa hidup bebas dalam lingkungan
akuatik. Yang lainnya saprofit atau parasit. Campylobacter fetus, satu spesies dalam kelompok
ini, adalah penyebab keguguran pada hewan ternak atau hewan lain dan dapat pula menjangkiti
manusia. Ciri-cirinya adalah dinding sel kaku, bentuk sel batang terpilin-pilin, beberapa dengan
satu atau lebih putaran lengkap. Motil karena flagela. Gram negatif. Habitat lingkungan akuatik,
organ-organ reproduktif, saluran pencernaan, dan rongga mulut hewan (termasuk manusia).
Patogenesitas, beberapa spesies patogenik bagi binatang (termasuk manusia).

Kelompok 7. Batang dan kokus aerobik gram negatif


Kelompok ini terdiri dari banyak sekali bakteri yang serupa dalam morfologi dan dalam reaksi
gram serta aerobik namun sangat berlainan dalam ciri-ciri metaboliknya. Dari segi morfologi,
mereka dapat dianggap mewakili sel-bakteri yang khas ; yaitu sel-selnya tampak satu-satu dan
berdimensi sekitar 0,5-1 x 1,5-4, 0 mikrometer. Karena banyak spesies dalam kelompok ini
morfologinya demikian serupa, maka perlu digunakan sifat-sifat biokimiawi untuk
pembendaannya.
Beberapa spesies bersifat patogenik. Secara Brucella menyebabkan keguguran pada hewan dan
dapat juga menginfeksi manusia. Francisella tularensis, penyebab penyakit tularemia (demam
kelinci) termasuk kelompok ini. Tularemia, terutama merupakan penyakit pada binatang
pengerat (roden), dapat ditularkan pada manusia dari kelinci, msalnya jika darah kelinci masuk
ke dalam luka iris atau luka gores. Ciri-ciri morfologi sel berbentuk batang, lonjong, bola,
dimensi khas untuk bakteri, yaitu 0,5-1,0 mikrometer. Motil karena flagela atau nonmotil.
Aerobik. Gram negatif. Ciri-ciri metabolik khusus pada berbagai spesies, beberapa dapat
menambat nitrogen dari udara ; beberapa dapat mengoksidasi senyawa-senyawa berkarbon satu,
misalnya metan atau metanol ; beberapa dapat menghancurkan berbagai macam senyawa.
Habitat tanah dan lingkungan akuatik, air asin. Patogenesitas, beberapa spesies patogenik bagi
manusia dan binatang lain.

Kelompok 8. Batang anaerobik fakultatif gram negatif


Banyak di antara bakteri yang sangat umum termasuk ke dalam kelompok yang secara fisiologis
sangat berlainan ini. Karena banyak benar di antara spesies di dalam kelompok ini serupa
morfologinya, maka perlu digunakan banyak sekali uji tambahan (biokimia, fisiologi, dan atau
serologi) untuk mengidentifikasi spesies. Banyak skema uji laboratorium yang seteliti-telitinya
secara khusus dikembangkan untuk mencirikan dan mengidentifikasi bakteri dalam kelompok
ini.
Salah satu spesies bakteri yang diteliti secara teramat luas ialah Escherichia coli, anggota
kelompok. Bakteri ini, karena merupakan penghuni normal dalam saluran pencernaan manusia
dan hewan, maka digunakan secara luas sebagai indikator pencemaran.
Bakteri dalam kelompok ini juga mengakibatkan banyak infeksi pada saluran pencernaan
makanan (enterik) manusia dan hewan, juga penyebab penyakit pada beberapa tanaman.
Beberapa contoh ialah Shigella spp. yang menyebabkan disentri ; Salmonella spp. yang
menyebabkan demam tifoid dan infeksi-infeksi enterik lainnya ; Yersinia pestis, yang
menyebabkan pes ; dan Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera. Spesies dari genus Erwinia
menyebabkan banyak penyakit tumbuhan. Ciri-cirinya, morfologi sel batang pendek (0,5-1,0 x
1,0-3,0 nanometer), banyak sekali kesamaan morfologi pada sel-sel di antara taksa. Motil, sel-
selnya peritrikus (yakni flagela secara merata tersebar di seluruh permukaan sel) atau nonmotil.
Ciri-ciri biokimiawi banyak sekali terjadi perubahan pada substrat, dan keterangan ini
memberikan cara-cara dasar untuk pembedaan dan identifikasi spesies. Anaerobik fakultatif.
Gram negatif. Habitat lingkungan akuatik, tanah, makanan, air seni, tinja. Patogenesitas, banyak
spesies patogenik bagi manusia dan hewan ; beberapa patogenik bagi tumbuhan.

Kelompok 9. Batang gram negatif anaerobik


Sel-sel bakteri dalam kelompok ini rupa-rupanya muncul dalam banyak bentuk (pleomorfik).
Juga mereka itu anaerob obligat. Berbagai spesies diisolasi dari pelbagai sumber, misalnya
rongga mulut manusia, saluran pencernaan makanan (mereka di sini predominan) dan tinja
manusia serta hewan, rumen (ruang dalam perut) hewan ternak biri-biri, juga dalam jaringan
terinfeksi. Bakteri-bakteri ini, sebagai kelompok, belum dicirikan secara terperinci seperti halnya
kelompok-kelompok lain. Data biokimiawi yang luas mengenai suatu biakan diperlukan untuk
mengidentifikasi spesies yang tergolong kelompok ini. Ciri-cirinya, morfologi bentuk batang,
lurus atau lengkung, memperlihatkan banyak sekali pleomorfisme (adanya berbagai bentuk
dalam spesies yang sama). Motilitas, sel-selnya peritrikus atau monotrikus (satu flagelum) ;
beberapa spesies nonmotil. Ciri-ciri biokimiawi banyak sekali produk dihasilkan dari fermentasi
gllukose. Anaerob obligat, beberapa spesies sangat peka terhadap oksigen bebas. Habitat rongga-
rongga alamiah pada manusia dan hewan ; juga saluran pencernaan serangga. Patogenesitas,
beberapa spesies patogenik bagi manusia dan hewan lain.

Kelompok 10. Kokobasilus dan kokus gram negatif


Kelompok ini relatif kecil, dengan dua spesies patogenik yang umum, yaitu Neisseria
gonorrhoeae, penyebab penyakit gonorea, dan Neisseria meningitidis penyebab penyakit
meningitis (radang selaput otak). Reaksi gram dan morfologi sel merupakan ciri-ciri penting
untuk mengidentifikasi bakteri-bakteri ini. Sebagai contoh, jika preparat gram yang dibuat dari
kotoran saluran kemih menampakkan diplokokus gram negatif, maka hal ini merupakan bukti
yang baik adanya infeksi oleh gonokokus. Genus lain dalam kelompok ini, Moraxella, dikaitkan
dengan infeksi mata. Beberapa spesies adalah saprofit dan yang lain parasit. Ciri-ciri morfologi
sel, kokus, berpasangan (diplokokus) dan dalam masa ; beberapa kokobasili (batang-batang
pendek), terdapat tunggal dan berpasangan. Nonmotil, gram negatif, aerobik. Ciri-ciri
biokimiawi, kemampuan yang terbatas untuk merombak berbagai senyawa (karbohidrat, protein,
dan sebagainya). Habitat, pada selaput lendir manusia dan hewan. Patogenesis, beberapa spesies
patogenik untuk manusia, terutama Neisseria gonorrhoeae dan Neisseria meningitidis.

Kelompok 11. Kokus anaerobik gram negatif


Kelompok bakteri ini memperlihatkan banyak keragaman dalam hal ukuran. Diameter sel untuk
berbagi spesies berkisar antara 0,3 sampai 2,5 mikrometer. Dianggap sebagai parasit pada
manusia dan hewan, di situ terdapat dalam jumlah besar pada saluran-saluran pernafasan dan
pencernaan makanan. Penetapan spesies di dalam kelompok ini terutama didasarkan pada ciri-
ciri biokimiawi biakan. Bakteri-bakteri ini tidak dianggap sebagai patogen. Ciri-ciri morfologi
sel, sangat kecil (0,3-0,5 mikrometer) sampai sel-sel bulat yang lebih besar (2,5 mikrometer)
berpasangan, dalam massa, atau rantai, nonmotil, anaerobik. Ciri-ciri biokimiawi, merombak
karbohidrat dan asam-asam lemak, habitat, saluran pernafasan dan saluran pencernaan manusia
dan hewan. Parasitik.

Kelompok 12. Bakteri kemolitotrofik gram negatif


Ciri-ciri khusus yang umum dalam kelompok bakteri ini ialah kemampuannya menghasilkan
energi dari oksidasi zat-zat kimia anorganik. Mereka disebut kemolitotrofik. Bakteri ini
semuanya gram negatif, tetapi mnorfologinya beragam. Bentuk sel berbagai spesies dapat seperti
batang, bola atau spiral. Beberapa motil dan yang lain nonmotil. Mereka terdapat dalam tanah
dan lingkungan akuatik secara luas serta teramat penting karena melakukan perubahan-
perubahan biokimiawi dalam lingkungan-lingkungan tersebut. Mereka tidak patogenik. Ciri-ciri
autotrofik (energi diperoleh dari oksidasi senyawa-senyawa anorganik, misalnya amonia dan
nitrit, belerang dan senyawa-senyawa belerang tereduksi, atau besi dan mangan). Morfologi sel,
bulat, batang, spiral, membran berlapis banyak pada beberapa spesies; bakteri pengoksidasi
belerang dapat menyimpan butir-butir belerang motil karena flagela atau nonmotil, gram negatif.
Habitat, tanah, limbah, lingkungan akuatik; lingkungan-lingkungan alamiah yang banyak
mengandung belerang, besi, atau mangan, misalnya air tambang asam dan sumber air panas
belerang.

Kelompok 13. Bakteri penghasil metan (metanogenik)


Ciri pemersatu dalam kelompok ini ialah kemampuannya menghasilkan metan. Gas ini dibentuk
dalam keadaan anaerobik. Dari segi morfologi, bakteri metanogenik ini sangat bermacam-
macam. Tersebar luas di alam, dijumpai dalam lingkungan akuatik, terutama endapan berlumpur
pada perairan alamiah dan pencerna limbah. Juga terdapat dalam jumlah besar dalam rumen
hewan ternak. Ciri-ciri autotrofik atau heterottrofik, energi dihasilkan dari oksidasi hidrogen atau
format atau asetat dengan pembentukan metan dan CO2, morfologi sel, bola, batang, spiral.
Motil karena flagelankutub atau nonmotil. Gram positif atau gram negatif. Anaerobik. Beberapa
spesies termofilik. Habitat, saluran gastrointestinal pada binatang, endapan pada lingkungan, dan
limbah.

Kelompok 14. Kokus gram positif


Dalam kelompok ini terkumpul banyak spesies patogenik yang penting bagi manusia dan hewan.
Semuanya berupa kokus gram positif, tetapi menunjukan perbedaan dalam penetaan sel-selnya.
Pemeriksaan mikroskopik preparat gram dari spesimen klinis dapat berguna untuk identifikasi
bakteri yang menjadi penyebab suatu infeksi. Patogen-patogen utama dalam kelompok ini ialah
berbagai stafilokokus dan streptokokus. Banyak spesies adalah saprofit. Beberapa spesies
penting dalam industri makanan dan persusuan. Ciri-ciri morfologi sel, kokus terdapat tunggal
atau berpasangan, dalam rantai, paket, atau gerombol. Nonmotil. Gram positif. Anaerobik
fakultatif atau mikroaerofilik. Hetetrofik, persyaratan nutrien berkisar luas. Habitat, tanah, air
tawar; kulit dan selaput lendir pada binatang berdarah panas, termasuk manusia. Patogenisitas,
beberapa spesies merupakan patogen penting pada hewan (termasuk manusia); banyak yang
saprofitik.

Kelompok 15. Batang dan kokus pembentuk endosprora


Ciri pembeda yang meninjol pada bakteri ini ialah kemampuannya membentuk endospora.
Kebanyakan spesies berbentuk batang. Beberapa spesies aerobik (genus Bacillus) dan yang
lainnya anaerobik (genus clostrodium). Beberapa spesies menyebabkan infeksi pada manusia dan
hewan, termasuk serangga. Ciri-ciri morfologi sel, batang, kecuali satu spesies mempunyai sel-
sel bulat dan dalam bentuk paket. Motil karena flagela atau nonmotil. Reaksi gram, kebanyakan
spesies gram-positif. Aerobik, anaerobik fakultatif, anaerobik, atau mikroaerofilik.
Endospora: dibentuk oleh semua spesies.
Habitat : tanah air, lingkungan aquatik, saluran pencernaan hewan (termasuk manusia)
Patogenisitas : beberapa patogen bagi hewan (termasuk manusia. Banyak peracunan makanan.

Kelompok 16. Bakteri batang gram positip tak membentuk spora


Kelompok ini hampir seluruhnya terdiri dari laktobasilius, yaitu berbentuk batang dak
membentuk spora yang erat hubungannya dengan susu dan produk susu. Mereka mampu
memfermentasi gula susu (laktose) menjadi asam ;laktat dan asam-asam lain. Dapat dijumpai
dalam hewan yang melakukan fermentasi dan produk tumbuhan serta dalam rongga mulut,
vagina dan saluran pencernaan manusia dan hewan. Mereka tidak dianggap patogenik.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel : basilus terdapat tunggal atau dalam rantai
Nonmotil
Gram positif
Anaerobikatau anaerobik fakultatif
Ciri-ciri metabolik : asam laktat merupakan produk akhir yang khas dari fermentasi
Habitat : produk persusuan, produk-produk dari daging dan butiran (grain), air, limbah, serta
produk fermentasi,; rongga mulut, vagina, serta saluran pencernaan makanan hewan (termasuk
manusia).
Kelompok 17. Aktinomisetes dan organisme yang sekerabat
Kelompok bakteri ini besar lagi amat beragam. Ciri pemersatu ialah pleomorfisme sel-selnya dan
kecenderungan membentuk filamen (hifa) bercsbsng. Pada beberapa kelompok taksonomi
(famili) hifa-hifa itu bersatu membentuk miselium. Banyak spesies patogenik terdapat dalam
kelompok ini, termasuk Corynebacterium diphteriae, mycobacterium tubercolosis, dan
Actinomyces israelii. Yang terakhir ini adalah penyebab penyakit aktinomikosis pada manusia
dan hewan-hewan lain.
Ciri-ciri terpilih
Ciri-ciri morfologi sel: sangat bergam dan pleomorfik, bentuk batang tak beraturan, filamen, dan
filamen bercabang; struktur miselium. Nonmotil.gram positip. Aerobik, anaerobik, fakultatif,
atau anaerobik.
Habitat: tanah, lingkungan akuatik, air dan binatang (termasuk manusia)
Patogenitas: banyak patogen penting bagi hewan (termasuk manusia) dan tumbuhan.

Kelompok 18. Priketsia


Priketsia termasuk bakteri yang paling kecil, ukuran berkisar dari 0,3-0,7 ohm (lebar) dan 1,0-2
ohm (panjang) riktesia termasuk gram negatif dan nonmotil. Ciri-ciri khususnya dalah obligat
dan hubungannya dengan antropoda, penghisap darah seperti, caplak, kutu, dan tungau-tungau,
parasit lainnya. Riketsia hanya tumbuh pada sel tubuh hdup lain dan serangga, mereka itu adalah
parasit obligat intraseluler, riketsia adalah penyebab berbagai penyakit yaitu : demam typus,
demam bercak rokimon montain.
Pada umumnya ditularkan pada penghisap darah, serangga yang terinfeksi, yang menghisap
darah dari individu sehat, menjangkiti individu tersebut secara langsung dengan bagian mulutnya
sewaktu menembus kulit atau lewat kotorannya yang masuk melalui lapisan kuliat yang robek.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel : batang pendek atau lonjong, sering kali pleomorfik, beberapa berbentuk tubuh
kokoit atau tubuh erlementer, yang berkembang menjadi tubuh yang lebih berkembang dari daur
hidup yang khas. Termasuk gram negatif dan nonmotil
Parasit obligat intraseluler atau (kultifasi labolatoris dalam sisitem kultur jaringan atau hewan)
Habitat: serangga pembawa, burung, dan mamalia(termasuk manusia)
Patonesitas: banyak patogen penting pada manusia dan hewan

Kelompok 19. Mikoplasma


Ciri khusus mikoplasma ialah tidak adanya dindingsel sejati. Sel-selnya dibungkus oleh suatu
membran, tetapi membran ini tidak mengandung satuan struktural yaitu asm muramat dan asam
diaminopimelat yang terdapat dalam dinding sel lainnya yang memberikan kekekuan dari
dinding sel. Ukuran sel berukuran antara bola sangat kecil(125-150 nm) atau benda agak lonjong
sampai kepada mikropilamen ramping dengan panjang antara sampai 100 mm. Mereka sangat
pleomorfik.
Ciri-ciri terpilih
Morfologi sel: tidak ada dinding sel sejati, kandungan sel terbungkus oleh membran sel berlapis
tiga yang tak kaku. Bebrapa sel sangat kecil dan sangat pleomorfik. Biasanya nonmotil, termsuk
gram negatif dan bersifat anaeorobik fakultatif.
Habitat: selaput lendir, saluran pernafasan, dan saluran alat kelmin bawah.
Patogenisitas : parasit dan patogen pada banyak mamlia dan burung, beberapa mungkin termasuk
pada tumbuhan.

Klasifikasi Bakteri
Berdasarkan cara hidupnya

1. Heterotrof
Heterotrof adalah tidak bisa membuat makanan sendiri, dibagi menjadi parasit (Hidup pada
inang), dan saprofit (Menguraikan sampah organik).

2. Autotrof
Autotrof adalah jenis bakteri yang mampu membuat makana sendiri, terbagi menjadi fotoautotrof
(Membuat makanan dengan bantuan cahaya), dan kemoautotrof (Membuat makanan dengna
bantuan senyawa kimia).

Berdasarkan kebutuhan oksigennya

1. Aerob
Aerob adalah membutuhkan oksigen, terbagi menjadi obligat (Sangat membutuhkan oksigen),
dan fakultatif (Bisa hidup tanpa oksigen atau ada oksigen).

2. Anaerob
Anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen
Berdasarkan bentuknya

1. Kokus
Kokus adalah bakteri berbentuk bulat. Kokos terbagi lagi diantaranya monokokus, diplokokus,
streptokokus, stafilokokus.

2. Basilus
Basilus yaitu bakteri berbentuk batang. Basilus terbagi menjadi beberapa bentuk diantaranya
monobasil, diplobasil, streptobasil.

3. Koma
Koma yaitu bakteri yang berbentuk koma.

4. Spirilum
Spirilum yaitu bakteri berbentuk spiral.
Sel Bakteri Gram-Positif dengan Gram-Negatif

Pewarnaan Gram dilakukan untuk identifikasi bakteri. Warna ungu untuk Gram positif dan
warna merah untuk Gram negatif.
Pada bakteri Gram positif, kandungan peptidoglikan dinding selnya lebih banyak daripada lipid.
Sebaliknya pada bakteri Gram negatif, kandungan lipid-nya lebih banyak daripada peptidoglikan.
Pada bakteri Gram negatif terdapat tiga lapis pembungkus sel, yaitu membran bagian luar (Outer
membrane), lapisan tengah yang merupakan dinding sel atau lapisan murein, dan membran
plasma dalam. Bakteri Gram negatif kebanyakan dapat menyebabkan penyakit.

Hans Christian Gram, dokter asal Denmark pada tahun 1884. Menemukan dan
mengembangkan sebuah cara untuk membedakan jenis bakteri berdasarkan ketebalan lapisan
peptidoglikan pada dindingnya. Sehingga muncullah dua klasifikasi yang umumnya digunakan
dalam dunia medis untuk mempermudah memilih antibiotik yang tepat, yaitu bakteri gram
positif dan bakteri gram negatif.
1. Bakteri Gram positif
Bakteri gram positif adalah bakteri yang dindingnya peptidoglikannya tebal. Ketika dilakukan
pewarnaan bakteri dengan cara gram staining, bakteri ini menyerap warna violet, sehingga
ketika dilihat dibawah mikroskop. Akan tampak bakteri berwarna ungu.

Gram staining adalah sebuah metode pewarnaan bakteri, dengan melumuri kristal violet pada
bakteri, kemudian dibilas dengan air setelah 1 menit, selanjutnya bakteri dilumuri dengan lugol
dan dibilas lagi. Kemudian bakteri dilumuri dengan alkohol dan dibilas, yang terakhir bakteri
diberikan pewarnaan dengan safranin dan dibilas. Setelah itu pengamatan bakteri dilakukan
dibawah mikroskop dengan pembesaran 1000x.
Bakteri gram positif terbagi menjadi dua, yaitu:

1a. Kokus
Katalase positif : Staphylococcus, bakteri ini sering menyebabkan penyakit pada kulit seperti
bisul, follicullitis, impetigo, juga pada telinga dapat menjadi penyebab awal dari otitis media
supuratif kronis atau yang biasa dikenal dengan congekan.Staphylococcus aureus juga menjadi
bakteri yang sering menyebabkan penyakit pada saluran pernafasan.
Katalase negatif : Streptococcus, Leuconostoc, dan Pediococcus. Streptococcussering
menginfeksi saluran pernafasan, seperti penyakit sinusitis, pneumonia.
1b. Basil
 Anaerobik/fakultatif anaerobik :C. Botulinum, Lactobacillus, Propionic bacterium.
Contohnya seperticlostridium tetanipenyebab penyakit tetanus. Juga penyakit gas gangrene
dan botulismus. Ada juga bakterP. Acnesyang menyebabkan jerawat.
 Aerobik :Bacillus, sepertiBacillus anthracisyang menyebabkan penyakit antraks.Bacillus
cereusmenjadi penyebab keracunan makanan.

2. Bakteri Gram negatif


Bakteri gram negatif adalah bakteri yang memiliki dinding peptidoglikan yang tipis. Lapisan
peptidoglikan ini terletak diantara membran plasma dan membran luar yang disebut dengan
ruang periplasmik. Sehingga bakteri ini akan menyerap warna merah dari safranin ketika
dilakukan gram staining.

2a. Kokus
Contonhnya seperti Neisseria meningitides yang sering menyebabkan meningitis (radang selaput
otak), ada juga kokobasilus seperti haemophilus dan bordetellayang sering menyebabkan infeksi
saluran nafas. Ada juga bakteri yang menular dari hewan ke manusia (zoonosis)
seperti brucella dan pasteurella

2b. Basil
Termasuk familu bakteri fakultatis seperti enterobacteriaceae yang menjadi flora normal pada
manusia dan hewan. Contoh lainnya adalah salmonella sepertisalmonella tyhpii penyebab
penyakit demam tifus yang didapat dari feses pengidap tifus yang dibawa oleh lalat dan
disebarkan melalui makanan. Shigella sebagai penyebab diare berdarah atau disentri, ada juga
bakteri proteus dan yersinia.
Bakteri spiral gram negatif yaitu helicobacter, contohnya seperti helicobacter pyloriyang bisa
menginfeksi lambung dan membentuk ulkus (luka) dilambung dan duodenum (usus halus), dan
juga dapat berakhir menjadi kanker lambung. Contoh lainnya adalah campylobacter sp penyebab
diare akut (diare yang terjadi selama kurang dari 2 minggu)

Berdasarkan lingkungan hidupnya, bakteri dibedakan menjadi dua:


1. Bakteri aerob
Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidupnya, dengan
kata lain, jika tidak ada oksigen, bakteri tersebut akan mati. Sumber energi bakteri aerob
digunakan dari zat-zat seperti glukosa dan etanol, yang kemudian dioksidasi oleh bakteri tersebut
menjadi H2O dan CO2. Berikut adalah reaksi yang terjadi:

Conroh dari baktreri aerob adalah : Nitrosomas, Nitrobacter,Acetobacter, Thiobacillus


Thiooxidan, dan bakteri yang menginfeksi paru (karena paru merupakan lingkungan yang
beroksigen) seperti Nocardiaasteroides.

2. Bakteri Anaerob
Bakteri anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen untuk kelangsungan hidupnya,
bakteri anaerob terbagi dua, yaitu:

2a. Bakteri anaerob fakultatif


Bakteri ini dapat hidup dengan oksigen, maupun tanpa oksigen. Contoh dari bakteri ini
adalah Aerobacter aerogenes, E. Coli (flora normal saluran cerna), Lactobacillus,
Streptococcus (penyebab infeksi pada kulit, telinga, dan saluran
pernafasan),Staphylococcus (penyebab bisul dan infeksi pada kulit)

2b. Bakteri anaerob obligat


Bakteri yang tidak dapat hidup dalam lingkungan beroksigen, jika di lingkungan sekitarnya
terdapat oksigen, maka bakteri tersebut akan mati. Contoh bakteri ini adalah
1. Methanobacterium : bakteri ini menghasilkan gas metana
2. Bacteroides Fragilis : bakteri ini menyebabkan abses (terbentuknya nanah) di usus
3. Pevotella melaninogenica : bakteri ini menyebabkan terbentuknya abses pada rongga mulut
dan faring
4. Peptostreptococcus : bakteri ini menyebabkan terbentuknya abses pada otak dan genitalia
wanita
5. Clostridium Tetani : bakteri ini penyebab penyakit tetanus, yang biasa terjadi akibat tertusuk
paku, karena itu paku yang masuk melewati kulit akan membuat sebuah ruang antara jaringan
dan paku tersebut, sehingga menciptakan keadaan anaerob (tidak ada oksigen), dan disitulah
menjadi lingkungan yang ideal untuk bakteri tumbuh.
Berdasarkan cara bakteri meperoleh makanan, yaitu :

1. Bakteri Autotrof
Bakteri autotrof (auto : sendiri, trophein : makanan) adalah bakteri yang membuat makanan
sendiri dengan bantuan energi. Sumber energi ini dapat berasal dari cahaya maupun kimia.

1a. Kemoautotrof
Kemoautotrof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia untuk membuat makanannya
sendiri, energi kimia ini berasal dari reaksi oksidasi senyawa organik. Misalnya
bakteri Nitrosoccus yang menggunakan amonia (NH3), Thiobacillus thiooxidan yang
mengoksidasi belerang (S), bakteri Nitrobacter yang menggunakan nitrit
(HNO2), Hydrogenomonas yang mengoksidasi gas hidrogen, Methanomonasyang mengoksidasi
metana.

1b. Fotoautotrof
Fotoautotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis
dengan bantuan cahaya matahari. Contohnya
sepertiRhodopseudomonas dan Rhodospirilium (mempunyai pigmen merah dan tidak
menghasilkan belerang, Chlorobium (berwarna hijau, menghasilkan belerang dan bereaksi bila
ada hidrogen sulfida), dan juga Thiocystis dan Thiospirillum (berwarna ungu dan kemerahan dan
menghasilkan belerang).

2. Bakteri Heterotrof
Heterotrof berasal dari kata (hetero : yang lain, trophein : makanan), yaitu bakteri yang
mendapatkan makanan dari senyawa organik dan organisme lainya. Klasifikasinya adalah:

2a. Bakteri pengurai (saproba)


Bakteri ini mengurai organisme yang sudah mati, seperti tumbuhan dan juga sampah. Contohnya
adalah E. Coli yang mengurai sisa makanan di usus, Cellvibrio dan Cellfacicula yang mengurai
selulosa ditanah. Clostridium Botulinum yang mengurai makanan basi, dan makanan kaleng.

2b. Bakteri Parasit


Bakteri ini mendapatkan makanan dari organisme lain yang ditumpangi oleh bakteri ini.
Contohnya adalah Bordetella Pertussis penyebab batuk rejan,Mycobacterium Leprae penyebab
penyakit kusta, M. Tuberculosis penyebab TBC,M. Bovis parasit pada lembu,
dan Corynebacterium diphtheriae penyebab penyakit difteri.

2c. Bakteri simbiosis multualisme


Bakteri ini menguntungkan organisme yang ditumpanginya, dan saling memberikan keuntungan.
Bakteri ini merupakan flora normal (bakteri normal) yang tidak bersifat patogen terhadap tubuh,
kecuali dalam keadaan tertentu ketika keadaan fisiologis tubuh tidak baik dan juga dalam
keadaan imun yang rendah. Contohnya adalah P. Acnes bakteri ini hidup normal didalam
kelenjar minyak di tubuh manusia, akan tetapi jika pori-pori tersumbat oleh minyak yang banyak
dan lapisan keratin, maka akan menciptakan keadaan anaerob dan membuat bakteri ini patogen.
Kemudian ada bakteri E. Coli yang hidup normal disaluran pencernaan.