Anda di halaman 1dari 5

USUL PENELITIAN MAHASISWA

PROGRAM PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Judul : Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui


Model Quantum Teaching pada Subtema Pentingnya
Menjaga Asupan Makanan Sehat di Kelas V SD Negeri 91
Palembang
Nama : Winarni Jhon
NIM : 06131281520127
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
Pembimbing : : 1. Dra. Linda Puspita, M.Pd
2. Dra.Siti Hawa, M.Pd

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

SD Negeri 91 Palembang merupakan salah satu Sekolah Dasar di kota


Palembang yang telah menerapkan kurikulum 2013 dalam kegiatan belajar-
mengajar di kelas. Ibnu (2013: 13) menyatakan bahwa Kurikulum 2013 (tematik)
merupakan pembelajaran tematik integratif, yaitu suatu pembelajaran yang
mengintegrasikan berbagai mata pelajaran ke dalam satu tema sehingga dapat
memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena
dalam pembelajaran terpadu siswa memahami konsep-konsep yang mereka
pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkan dengan konsep-
konsep lain yang sudah mereka pahami dalam setiap tema yang siswa pelajari
(Asep, 2011: 15).Tema merupakan sesuatu yang dapat merujuk kepada konsep
atau objek nyata (Montgomery,dikutip Sundayana,2014:14). Tema harus memiliki
bahasan yang luas, sehingga dapat mempermudah dalam memilih dan memilah
tema anak tema atau subtema untuk dijadikan dalam pembelajaran menggunakan
Kurikulum 2013. Dalam satu tema terdapat empat subtema dan dalam satu
subtema terdapat enam pembelajaran yang masing-masing pembelajaran untuk
satu hari.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti di SD Negeri 91 Palembang,
pelaksanaan kegiatan pembelajaran kurikulum 2013 (tematik) Palembang belum
terlaksana secara sepenuhnya. Pembelajaran tematik yang seharusnya memadukan
mata pelajaran ke sebuah tema namun dalam realitaya guru masih mengajar mata
pelajaran secara parsial. Guru masih fokus mengajar satu pelajaran tertentu dan
tidak mengintegrasikan berbagai mata pelajaran di tema yang dipelajari. Hal ini
mengakibatkan rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas.
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada subtema 3
Pentingnya Menjaga Asupan Makanan masih kurang maksimal kelas V SD
Negeri 91 Palembang masih tergolong rendah. Hal ini dapat diketahui dari hasil
pengambilan data awal pada siswa yang telah mempelajari subtema tersebut yang
menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mendapat nilai dibawah KKM. Hasil
dari pengambilan data awal menunjukkan bahwa sebanyak 22 siswa dari 33 siswa
memiliki skor di bawah KKM (75), dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah
45. Artinya, lebih dari 66 % siswa yang tidak tuntas.
Setelah dilakukan identifikasi masalah, diketahui bahwa sebagian besar
siswa mudah merasa bosan dan dan tidak memperhatikan guru yang sedang
menyampaikan materi. Hal ini menyebabkan aktivitas belajar siswa dalam belajar
mejadi pasif dan siswa tidak dapat memahami materi pelajaran dengan baik.
Setelah dilakukan analisis masalah, guru masih menggunakan model
pembelajaran yang konvensional dan monoton saat proses pelaksanaan
pembelajaran di kelas. Guru cenderung menjelaskan materi lalu langsung
memberi tugas sesuai dengan yang ada di buku siswa. Akibatnya, guru sangat
dominan dan aktif dibandingkan dengan siswanya.
Berdasarkan hasil temuan peneliti di atas, maka diperlukan suatu tindakan
untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Salah satu upaya yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa adalah dengan
menggunakan model quantum teaching. Bobbi De Porter (2012: 33)
mengungkapkan bahwa quantum teaching mencakup petunjuk spesifik untuk
menciptakan lingkungan belajar yang efektif serta menyingkirkan hambatan yang
menghalangi proses kegiatan belajar dengan cara sengaja menyusun bahan
pengajaran yang sesuai pengajaran yang efektif dan banyak mengaktifkan siswa.
Tahapan dalam model quantum teaching terangkum dalam akronim TANDUR
(tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan). Tumbuhkan
yaitu menumbuhkan minat dengan memuaskan “Apa manfaatnya bagiku”
(AMBAK ) dan memanfaatkan kehidupan siswa. Alami yaitu mendatangkan
pengalaman umum yang dapat dimengerti semua siswa. Namai yaitu pemberian
makna atas pengalaman yang dialami sebelumnya. Demonstrasikan yaitu
memberikan kesempatan bagi siswa untuk “menunjukkan bahwa mereka tahu”.
Ulangi yaitu menunjukkan siswa cara mengulang materi, dan rayakan yaitu
pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan
(DePotterr, 2010:39). Menurut DePorter & Hernacki (2015: 8), tujuan utama
model quantum teaching adalah untuk meningkatkan partisipasi, motivasi dan
minat belajar siswa dengan cara yang mudah diikuti, nyaman, dan menyenangkan.
Selain itu, manfaat quantum teaching bagi guru yaitu dapat mendorong guru
menjadi terampil dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif.
Gagne (dalam Mariana, 1999:25) menyatakan bahwa untuk terjadinya
belajar pada siswa diperlukan kondisi belajar yang efektif, baik kondisi internal
maupun kondisi eksternal. Kondisi internal merupakan peningkatan memori siswa
sebagai hasil belajar terdahulu. Sedangkan kondisi eksternal meliputi aspek yang
dirancang dalam suatu pembelajaran.Gagne lebih lanjut menekankan bahwa
kondisi internal dan kondisi eksternal dalam suatu pembelajaran memiliki peranan
penting agar siswa aktif dalam belajar dan memperoleh hasil belajar yang
diharapkan. Dalam kaitannya dengan model pembelajaran, keterampilan guru
dalam merancang dan melaksanakan model pembelajaran sangat diperlukan
dalam kegiatan belajar mengajar sehingga hasil belajar yang dicapai oleh siswa
menunjukkan hasil yang baik. Oleh karena itu, penggunaan model pembelajaran
quantum teaching diharapkan dapat menciptakan pemahaman pada siswa, serta
dapat membuat siswa tertarik dan terlibat aktif pada pembelajaran tematik
subtema Pentingnya Menjaga Asupan Makanan sehingga hasil belajar yang
dicapai oleh siswa tentang materi tersebut akan menjadi maksimal.
Pada penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Wiji Astutik (2017),
diketahui bahwa terdapat peningkatan aktivitas dan hasil belajar pecahan pada
siswa kelas V di sekolah dasar tersebut dengan mengggunakan model
pembelajaran quantum teaching. Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya
hasil belajar siswa pada siklus I 56% dengan siswa yang tuntas sebanyak 14
orang, dan siklus II 84% dengan siswa yang tuntas sebanyak 21 orang. Hal ini
menunjukkan adanya peningkatan dalam proses, aktivitas, dan hasil belajar siswa
melalui model pembelajaran quantum teaching. Saran yang dikemukan oleh Wiji
Astutik kepada peneliti lain yaitu agar lebih mengintensifkan lagi penelitian
tentang penerapan model quantum teaching karena model pembelajaran tersebut
memiliki kontribusi yang besar bagi pengembangan potensi belajar siswa. Oleh
karena itu, peneliti berencana untuk melakukan penelitian dengan model yang
sama yaitu quantum teaching dan materi yang berbeda.
Berdasarkan uraian di atas, hal itu mendorong peneliti untuk melakukan
penelitian dengan judul “Peningkatan Aktiviitas dan Hasil Belajar Siswa Melalui
Model Quantum Teaching pada Subtema Pentingnya Menjaga Asupan Makanan
di Kelas V SD Negeri 91 Palembang”.

1.3 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah di tulis oleh peneliti, maka masalah
yang diteliti yaitu:
1. Bagaimanakah meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan
menggunakan model quantum teaching subtema 3 pentingnya menjaga
asupan makanan di siswa kelas V SD Negeri 91 Palembang?
2. Bagaimanakah meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan
model quantum teaching pada subtema 3 Pentingnya Menjaga Asupan
Makanan di kelas V SD Negeri 91 Palembang ?

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dilakukannya penelitian ini, yaitu:
1. Untuk mendeskripsikan penerapan model quantum teaching dalam
meningkatkan aktivitas belajar siswa pada subtema 3 Pentingnya
Menjaga Asupan Makanan di kelas V SD Negeri 91 Palembang.
2. Untuk mendeskripsikan penerapan model quantum teaching dalam
meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran pada subtema 3
Pentingnya Menjaga Asupan Makanan di kelas V SD Negeri 91
Palembang.

1.4 Manfaat Penelitian


Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Bagi siswa, diharapkan siswa menjadi aktif dalam kegiatan pembelajaran
dan hasil belajar siswa meningkat.
2. Bagi guru Sekolah Dasar, diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan
sebagai bahan pertimbangan dalam rangka menentukan model
pembelajaran di kelas untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar
siswa.
3. Bagi sekolah, diharapkan dapat memberi masukan untuk membuat
kebijakan dalam memilih model pembelajaran serta bahan pertimbangan
dalam menentukan kebijakan mengenai peningkatan kualitas
pembelajaran
4. Bagi peneliti, diharapkan melalui penelitian ini dapat memperluas
wawasan atau pengetahuan dengan mempraktikkan berbagai teori yang
telah didapatkan dan dalam penulisan karya ilmiah selanjutnya.