Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH TIK PEMBELAJARAN DI SD

“INTEGRASI TIK DALAM LINGKUP SD”

Dosen Pengampu:

Rosita Putri Rahmi, S.Pd, M.Pd

Disusun oleh :

Maghfirah Izza Maulani

16051155130

PGSD C 2016

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

UNIVERSITAS MULAWARMAN

2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami sebagai penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa

karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penyusun dapat

menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Dalam makalah penyusun yang

mengenai tentang “INTEGRASI TIK DALAM LINGKUP SD”.

Penyusun pada kesempatan ini mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya

kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat sehat sehingga penyusun dapat

membuat makalah ini dengan baik, kepada ibu Rosita Putri Rahmi, S.Pd, M.Pd selaku

Dosen pengampu dan yang telah memberi tugas makalah ini serta Teman-teman yang

memberikan semangat dan dukungan bagi penyusun yang menyelesaikan ini.

Penyusun yakin makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Untuk itu penyusun

mengharapkan saran yang bersifat membangun guna menyempurnakan makalah ini.

Dengan segala kerendahan hati, penyusun berharap semoga makalah ini dapat

bermanfaat dalam upaya meningkatkan prestasi.

Akhir kata, semoga makalah ini dapat menjadi amal ibadah penyudun dalam

mengemban amanah Tuhan Yang Maha Esa dan berguna bagi teman-teman semua.

Penyusun

DAFTAR ISI

2
Halaman

KATA PENGANTAR.........................................................................................2

DAFTAR ISI.......................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..................................................................................4
B. Rumusan Masalah..............................................................................4
C. Tujuan................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

A. Gambaran Integrasi TIK....................................................................6

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan.....................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………….13

BAB I
PENDAHULUAN

3
A. Latar Belakang

Perkembangan TIK telah mengubah dunia secara drastis, dan perubahan ini
keluar membawa pengaruh signifikan terhadap pranata sosial dan
dunia kerja TIK telah mengubah berbagai pola kehidupan masyarakat,
pekerjaan dan cara mereka berinteraksi dengan yang lainnya. Negara yang secara
efektif mengembangkan dan menggunakan TIK akan menjadi masyarakat yang
berpengetahuan, yang sudah barang tentu masyarakat baru ini akan menciptakan,
membagi dan mengkomunikasikan pengetahuan tersebut untuk
kemakmuran.Kemajuan suatu bangsa dalam era global sangat tergantung pada
kemam- puan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan untuk meningkatkan
produktivitas. Masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis
pengetahuan (knowledge-based society). Siapa yang menguasai pengetahuan maka ia
akan mampu bersaing dalam era global. Dryden & Voss dalam Utomo (2008) “Dunia
telah berubah. Dewasa ini kita hidup dalam era informasi/global. Dalam era
informasi, kecanggihan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah memungkinkan
terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh batas ruang dan
waktu”.
Indonesia perlu segera mengurangi kesenjangan digital ini dengan mengintegrasikan
TIK secara sistemik untuk semua sektor pemerintahan seperti perdagangan/bisnis,
administrasi publik, pertahanan dan keamanan, kesehatan dan termasuk pendidikan.

B. Rumusan Masalah
1.Bagaimana mengintegrasikan TIK ke dalam pembelajaran?
2. Hambatan apa sajakah yang terdapat dalam proses mengintegrasikan
TIK ke dalam pembelajaran dan bagaimana solusi pemecahannya?

4
C. Tujuan
1.Mengetahui bagaimana mengintegrasikan TIK ke dalam pembelajaran
2. Mengetahui hambatan apa yang terdapat dalam proses mengintegrasi-
kan TIK ke dalam pembelajaran dan solusi pemecahannya

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Gambaran Integrasi TIK


Melalui era Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sekarang ini sangat
dirasakan kebutuhan dan pentingnya penggunaan TIK dalam kegiatan pembelajaran
untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang diharapkan. Setiap kegiatan
pembelajaran selalu melibatkan dua pelaku aktif, yaitu guru dan siswa. Guru adalah
pencipta kondisi belajar siswa yang didesain secara sengaja, menantang, sistematis
dan berkesinambungan. Sedangkan siswa sebagai peserta didik merupakan pihak
yang menikmati kondisi belajar yang diciptakan guru.
Perpaduan dari kedua unsure manusiawi ini melahirkan interaksi edukatif
dalam memanfaatkan TIK sebagai mediumnya. Pada kegiatan pembelajaran, guru dan
siswa saling memengaruhi dan memberi masukan. Karena itulah kegiatan
pembelajaran harus menjadi aktivitas yang hidup, sarat nilai, dan senantiasa memiliki
tujuan yang jelas.
Dalam pelaksanaan pembelajaran TIK di mana peserta didik memanfaatkan
teknologi multimedia dan computer untuk mengakses materi pelajaran, berinteraksi
dengan pendidik dan peserta didik lainnya, dan memperoleh beberapa bentuk bantuan
(tutorial) yang tersedia bagi peserta didik, sekaligus membantu mengembangkan ilmu
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi peserta didik. Penyesuaian keilmuan
terhadap perkembangan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang
sangat pesat dengan tuntutan untuk menciptakan sumber daya manusia yang
berkualitas merupakan kebutuhan dan keniscayaan. Guru harus mampu
mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam kegiatan pembelajaran.
Hal itu harus terus dilakukan agar kualitas proses dan hasil pembelajaran lebih baik,
sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran dengan

6
menggunakan TIK lebih baik dibandingkan dengan pembelajaran tradisional atau
konvensional (Rusman:2013).

Proses Mengintegrasikan TIK ke dalam Pembelajaran


Fryer dalam (Utomo:2008) menyebutkan dua pendekatan yang dapat dilakukan guru
ketika merencanakan pembelajaran yang mengintegrasikan TIK, yaitu: 1) pendekatan
topik (theme-centered approach); dan 2) pendekatan software (software-centered
approach).
1. Pendekatan Topik (Theme-Centered Approach); Pada pendekatan ini, topik atau
satuan pembelajaran dijadikan sebagai acuan. Secara sederhana langkah yang
dilakukan adalah: a) menentukan topik; b) menentukan tujuan pembe- lajaran yang
ingin dicapai; dan c) menentukan aktifitas pembelajaran dan soft -ware (seperti
modul. LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan bela- jar online di
internet, dll) yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
2. Pendekatan Software (Software-centered Approach); Menganut langkah yang
sebaliknya. Langkah pertama dimulai dengan mengidentifikasi software (se- perti
buku, modul, LKS, program audio, VCD/DVD, CD-ROM, bahan belajar online di
internet, dll) yang ada atau dimiliki terlebih dahulu. Kemudian me- nyesuaikan
dengan topik dan tujuan pembelajaran yang relevan dengan soft- ware yang ada
tersebut. Sebagai contoh, karena di sekolah hanya ada beberapa VCD atau mungkin
CD-ROM tertentu yang relevan untuk suatu topik tertentu, maka guru merencanakan
pengintegrasian software tersebut untuk mengajar hanya topik tertentu tersebut. Topik
yang lainnya terpaksa dilaksanakan de- ngan cara konvensional. Sedangkan dari sisi
strategi pembelajaran, ada be- berapa pendekatan yang disarankan untuk membangun
keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, diantaranya adalah: a) resource-based
learning; b) case-based learning; c) problem-based learning; d) simulation-based
learning; dan e) collaborative-based learning (http://www.microlessons.com).
a. Resources-based learning memiliki karakteristik dimana siswa dibe-

7
rikan/disediakan berbagai ragam dan jenis bahan belajar baik cetak (buku, modul,
LKS, dll) maupun non cetak (CD/DVD, CD-ROM, bahan belajar online) atau sumber
belajar lain (orang, alat, dll) yang relevan untuk men- capai suatu tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian siswa di- berikan tugas untuk melakukan
aktifitas belajar tertentu dimana semua sumber belajar yang mereka butuhkan telah
disediakan. Sebagai contoh, tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah siswa
dapat memban- dingkan beberapa teori penciptaan alam semesta. Untuk dapat
mencapai tujuan pembelajaran tersebut, guru telah mengidentifikasi dan menyi-
apkan berbagai bentuk dan jenis sumber belajar yang berisi informasi ten- tang teori
penciptaan alam semesta berupa buku, VCD, CD-ROM, alamat situs di internet dan
mungkin seorang narasumber ahli astronomi yang di- undang khusus ke kelas.
Kemudian siswa ditugaskan untuk mencari mini- mal dua teori tentang penciptaan
alam semesta secara individu atau ke- lompok baik dari buku, VCD, maupun internet
sesuai dengan seleranya. Siswa juga diminta untuk menganalisis perbedaan dari
berbagai segi ten- tang teori-teori tersebut dan membuat laporannya dalam MSWord
yang kemudian dikirim ke guru dan teman lainnya melalui e-mail.
b. Case-based learning memiliki karakteristik dimana siswa diberikan suatu
permasalahan terstruktur untuk dipecahkan. Dengan case-based learning solusi
pemecahan masalahnya sudah tertentu karena skenario sudah dibuat dengan jelas.
c. Problem-based learning kemungkinan solusi pemecahan masalahnya akan berbeda.
Misal, dua orang siswa diberikan satu permasalahan dengan pen- dekatan problem-
based learning. Maka solusi yang diberikan oleh siswa yang satu dengan siswa yang
lain mungkin berbeda.
d. Simulation-based learning memiliki karakteristik dimana siswa diminta untuk
mengalami suatu peristiwa yang sedang dipelajarinya. Sebagai con- toh, siswa
diharapkan dapat membedakan perubahan percampuran warna-warna dasar. Maka,
melalui suatu software tertentu (misal virtual lab) sis- wa dapat melakukan berbagai
percampuran warna dan melihat perubahan-perubahannya. Dan ia dapat mencatat
laporannya dalam bentuk tabel dengan menggunakan MSExcell atau MSWord. Atau

8
kalau perlu mem- presentasikan hasilnya dengan menggunakan MSPowerpoint.
e. Colaborative-based learning memiliki karakteristik dimana siswa dibagi ke dalam
beberapa kelompok, melakukan tugas yang berbeda untuk meng- hasilkan satu tujuan
yang sama. Sebagai contoh, untuk mencapai tujuan pembelajaran dimana siswa dapat
membedakan beberapa teori penciptaan alam semesta, siswa dibagi ke dalam tiga
kelompok. Masing-masing ke- lompok ditugaskan mencari satu teori penciptaan alam
semesta. Kemudian ketiga kelompok tersebut berkumpul kembali untuk
mendiskusikan per- bedaan teori tersebut dari berbagai segi dan membuat laporannya
secara kolektif. Salah seorang siswa dapat ditunjuk untuk menyajikan hasilnya.

C. Hambatan yang Terdapat dalam Proses Mengintegrasikan TIK ke dalam


Pembelajaran dan Solusi Pemecahannya
Ada beberapa hambatan yang perlu digaris bawahi berkaitan dengan pe- manfaatan
TIK untuk pembelajaran. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya adalah: a)
penolakan/keengganan untuk berubah khususnya dari Kepala Sekolah dan guru; b)
kesiapan SDM (ICT literacy dan kompetensi guru); c) ketersedian fasilitas TIK; d)
ketersediaan bahan belajar berbasis aneka sumber; dan) keber- langsungan
(sustainability) karena keterbatasan dana (Utomo:2008).
Beberapa hal berikut untuk dipecahkan secara sistemik dan simultan (Utomo:2008):
a. Dukungan Kebijakan; sekolah mengeluarkan kebijakan untuk mengedepankan
pengintegrasian TIK untuk pembelajaran. Misalnya melalui pencanangan visi, misi,
peraturan dan rencana induk/rencana strategis sekolah ke depan.
b. e-Leadership; Kepala sekolah dan atau beberapa guru panutan di sekolah me-
nyadari penuh pentingnya peran TIK untuk pembelajaran dan berupaya untuk terus
mempelajari dan menerapkannya di sekolah.
c. Penyiapan SDM; sekolah mengembangkan ICT literacy para guru dan kom-
petensi guru dalam mengintegrasikan TIK ke dalam pembelajaran (termasuk berbagai
strategi/metode pembelajaran yang efektif). Bila perlu guru meng-
adopsi atau mengadaptasi strategi pembelajaran yang telah terbukti efektif dan

9
mengkomunikasikannya dengan kolega. Bila perlu mengembangkan sendiri. Hal ini
dapat dilakukan melalui pelatihan, pengiriman mengikuti loka karya atau seminar,
terlibat aktif dalam komunitas jaringan sekolah dan lain-lain. Di samping itu, sekolah
juga harus menyiapkan tenaga teknis dalam bidang TIK untuk pembelajaran.
d. Penyiapan fasilitas; sekolah menyiapkan fasilitas yang kondusif agar terjadinya
belajar berbasis aneka sumber dengan menyiapkan beberapa fasilitas seperti
perpustakaan (cetak dan non-cetak), komputer yang terhubung dengan LAN, koneksi
internet, VCD/DVD player plus televisi, serta komposisi ruang kelas.
e. Penyediaan software pembelajaran; penyediaan software pembelajaran seperti
buku, modul, LKS, program audio cassette, VCD/DVD, CD-ROM interaktif, dan
lain-lain dapat dilakukan dengan cara membeli produk yang telah ada di pasar atau
memproduksi sendiri.
f. Penyiapan tenaga teknis; fasilitas TIK yang ada di sekolah hendaknya didukung
oleh beberapa tenaga teknis yang memiliki keahlian atau keterampilan dalam
mengelola dan memelihara peralatan tersebut.

10
BAB III
PENUTUP

Pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk


mengajarkan suatu disiplin ilmu serta ada sekelompok orang yang yang membu-
tuhkannya sehingga ada imbal balik antara keduanya.
Teknologi Informasi dan komunikasi adalah sebuah media atau alat bantu dalam
memperoleh pengetahuan antara seseorang kepada orang lain.
Globalisasi merupakan suatu proses yang mencakup keseluruhan dalam
berbagai bidang kehidupan sehingga tidak tampak lagi adanya batas-batas yang
mengikat secara nyata, sehingga sulit untuk disaring atau dikontrol.
Cara untuk mengintegrasikan TIK ke dalam proses pembelajaran dapat dilakukan
dengan beberapa cara, yaitu:
a. Pendekatan Topik (Theme-Centered Approach)
b. Pendekatan Software (Software-Centered Approach)
1. Resources-based learning
2. Case-based
3. Simulation-based learning
4. Colaborative-based learning
Hambatan yang terdapat dalam proses mengintegrasikan TIK ke dalam pembelajaran,
yaitu :
a. Penolakan/keengganan untuk berubah (resistancy to change)
b. Kesiapan SDM (ICT literacy dan kompetensi guru)
c. Ketersedian fasilitas TIK
d. Ketersediaan bahan belajar berbasis aneka sumber
Adapun solusi pemecahannya adalah.
a. Adanya dukungan Kebijakan dari kepala sekolah.

11
b. e-Leadership.
c. Penyiapan SDM.
d. Mengkomunikasikannya dengan kolega.
e. Mengadakan penyiapan fasilitas.
f. Penyediaan software pembelajaran.
g. Memproduksi sendiri.
h. Penyiapan tenaga teknis.
Manfaat Media Teknologi Pendidikan.
a. Meningkatkan mutu pendidikan.
b. Memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual.
c. Memberi dasar pengajaran yang lebih ilmiah.
d. Pengajaran dapat dilakukan secara mantap.
e. Meningkatnya terwujudnya ’immediacy of learning’.
f. Memberikan penyajian pendidikan lebih luas.

12
DAFTAR PUSTAKA

Rusman dkk. (2013). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta:
PT RajaGrafindo Persada

13

Anda mungkin juga menyukai