Anda di halaman 1dari 15

SAMBUTAN MENTERI KESEHATAN

PADA ACARA
PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN DAN SEMILOKA NASIONAL
AKREDITASI RUMAH SAKIT KE-IV (PITSELNAS IV)

Nila Farid Moeloek


Jakarta, 27 Agustus 2017
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Kesehatan sebagai Input Pembangunan


Berkelanjutan

3.8 Mencapai
8.5 Pada Tahun 1.1 Pada 2030, 10.1 Pada 2030, secara progresif
UNIVERSAL HEALTH
2030, mencapai mengentaskan kemiskinan mencapai & mempertahankan
COVERAGE,
kondisi pekerja pada semua orang, dimana pertumbuhan pendapatan dari 40%
termasuk
tetap produktif dan pun , saat ini ukurannya populasi terbawah pada tingkatan
perlindungan risiko
pekerjaan yang adalah orang-orang yg yang lebih tinggi dari rata-rata
keuangan, akses
layak untuk semua penghidupannya kurang nasional
kepada pelayanan
wanita dan laki-laki dari USD 1,25/hari
kesehatan dasar
termasuk untuk 10.2 Pada 2030, memberdayakan
berkualitas dan akses
orang-orang muda 1.2 Pada 2030, & mempromodikan inklusi sosial,
kepada obat-obatan
dan penyandang mengurangi setidaknya ekonomi & politik dari semua, tanpa
dan vaksin dasar yang
cacat, dan upah setengah jumlah laki-laki, memandangusia, jenis kelamin,
aman, efektif dan
yang sama untuk perempuan dan anak-anak disabilitas, ras, etnis, asak, agama
berkualitas bagi
pekerjaan yang di segala usia yang hidap atau status ekonomi atau lainnya
semua orang
sama nilainya dalam kemiskinan
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA Jalan menuju
Universal Health Coverage
Universal health coverage merupakan sistem kesehatan yang memastikan setiap warga
dalam populasi memiliki akses yang adil terhadap pelayanan kesehatan
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu dengan biaya terjangkau. ( WHO)

3 Dimensi UHC:
1. Prosentase/cakupan penduduk yang dijamin
2. Lingkup pelayanan yang dijamin
3. Proporsi cost sharing oleh penduduk

Pentahapan cakupan universal sangat


dipengaruhioleh dukungan politik, komitmen
penduduk, dan kemampuan keuangan suatu
negara.
MENTERI KESEHATAN

Perkembangan
REPUBLIK INDONESIA

Cakupan Penduduk yang


dijamin
Juta Jiwa 199.133.927 Proporsi Peserta JKN
187.982.949
berdasarkan Usia
171.939.324
156.790.317

133.423.753 40 % 11% 12%

10%
13% 18%

14%
46%

17%
16%

0-10 Tahun 11-20 tahun 21-30 tahun


31-40 tahun 41-50 tahun 51-60 tahun
Perkembangan Fasilitas
Kesehatan dalam
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

Fasilitas Kesehatan Tingkat Fasilitas Kesehatan Rujukan


Pertama Tingkat Lanjut

2015 2016 2017 Juli 2018


Fasilitas Apotik dan Optikal
2.813 2.921 2.937 2.681
Pada konteks global,

 Upaya peningkatan mutu sejalan dengan strategi mencapai Universal


Health Coverage
 Peningkatan mutu merupakan tantangan baik di negara maju maupun
negara berkembang
 Di negara berkembang, peningkatan mutu pelayanan bersama dengan
pemanfaatan sumber daya yang optimal dan peningkatan cakupan
pelayanan masih merupakan tantangan
 Universal Health Coverage tidak dapat dicapai tanpa pelayanan
kesehatan yang bermutu.
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT MENDUKUNG


UNIVERSAL HEALTH COVERAGE (UHC)
Mutu Pelayanan Kesehatan sangat penting untuk
meraih universal health coverage (UHC)yang efektif*

WHO Keberhasilan dan nilai UHC tergantung pada


kemampuan sistem untuk menyediakan pelayanan
kesehatan yang aman, efisien dan bermutu kepada
semua orang, dimanapun*

*Sumber : www.who.int/servicedeliverysafety/areas/qhc/en/
UU No 36/2009 ttg Kesehatan
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
UU No 44/ 2009 ttg Rumah Sakit
Peraturan Presiden No 12/2013 tentang Jaminan Kesehatan
PerMenkes No. 28/2014: Pedoman Pelaksanaan JKN
Permenkes 99/2015 Revisi Permenkes 71/2013: Pelayanan Kesehatan Pada JKN

REGULASI
PerMenkes No.1438/2010: Standar Pelayanan Kedokteran
MUTU
PELAYANAN Permenkes No 56/2014 : Klasifikasi dan Perizinan RS
KESEHATAN Permenkes No 34/2017 : Akreditasi RS
SK Menkes No 407/2015 : Penetapan Lembaga Independen Pelaksana
Akreditasi

Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit


Akreditasi Rumah Sakit sebagai upaya
peningkatan mutu pelayanan
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

PERMENKES 34 TAHUN 2017 : AKREDITASI RUMAH SAKIT

Akreditasi rumah sakit merupakan pengakuan


terhadap mutu pelayanan ru,ah sakit , setelah
dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah
memenuhi standar akreditasi
Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit
PASKA SURVEY Mempertahankan PRA SURVEY
Implementasi • pencapaian indikator mutu
Budaya Mutu dan • Telusur Internal
Keselamatan Pasien

Survey Persiapan
Verifikasi Akreditasi
Tindaklanjut • Pemenuhan Standar
Perencanaan • Implementasi Standar
perbaikan strategis • Self Assesment
(PPS)

Survey
Penilaian Kepatuhan RS
terhadap Standar Akreditasi
Survey Simulasi
Penilaian Persiapan
Akreditasi
MENTERI KESEHATAN
Apa yang harus dipersiapkan RS
dalam menghadapi UHC ?
REPUBLIK INDONESIA

• Clinical Pathway •Akreditasi


• Manajemen Rujukan •Teamwork klinsi & manajemen
• Penerapan Kendali Mutu dan •Peningkatan Sistem Informasi
Kendali Biaya ASPEK ASPEK •Budaya Anti Fraud
MANAJEMEN BUDAYA &
KLINIS ORGANISASI
EFISIEN EFEKTIF

ASPEK ASPEK
MANAJEMEN MANAJEMEN
KEUANGAN SDM
• RS mulai menghitung Unit Cost • Remunerasi
• Pemetaan Kompetensi dan Rasio
• Melakukan Analisa Tenaga
Utilisasi/Klaim
INDIKATOR RPJMN KEMENKES

JUMLAH KABUPATEN/KOTA YANG MEMILIKI MINIMAL 1 RSUD YANG TERSERTIFIKASI AKREDITASI


NASIONAL

97
97 481*) Pemerataan
384*) pelayanan
97 287*)
2019
kesehatan
190*)
96 2017 2018 rujukan yang
94*) 2016 bermutu
2015
*Jumlah Kumulatif
JENIS RUMAH SAKIT DAN STATUS AKREDITASI

JUMLAH RUMAH SAKIT DI INDONESIA


56,05% RS Tersertifikasi
SWASTA 1231
Akreditasi Nasional
SWASTA NON PROFIT 613

PEMDA KABUPATEN 513


693, 43% 673, 42%
PEMDA PROVINSI 140 PERDANA

TNI 126 RS Kelas A 71 DASAR


PEMDA KOTA 90 RS Kelas B 405 1.607
MADYA
BUMN 56
RS Kelas C 1413
POLRI 45 UTAMA
RS Kelas D 748
KEMENKES 33
120, 8% 38, 2% PARIPURNA
KEMENTERIAN LAIN
Non Kelas 230
20
83, 5%

TOTAL : 2.867
RUMAH SAKIT
Sumber: RS Online 21 Agustus 2018 Sumber: Website KARS 21 Agustus 2018
MUTU PELAYANAN KESEHATAN
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA
ADALAH TANGGUNG JAWAB BERSAMA

KARS Asosiasi Organisasi


Pemerintah Rumah Sakit Organisasi Profesi
• Peningkatan Masyarakat
mendukung, Pemahaman RS • Pembinaan • Pembinaan pada
memotivasi, • Penilaian kepada RS Memberikan RS sesuai dengan
masukan- bidang masing-
mendorong, Akreditasi • Mendorong RS
masing
patuh terhadap masukan guna
memperlancar Rumah Sakit • Mendorong RS
standar pelayanan
proses • Pemantauan dan manajemen meningkatkan patuh terhadap
pelaksanaan mutu pelayanan standar pelayanan
kesehatan di RS dan manajemen
Akreditasi
MENTERI KESEHATAN
REPUBLIK INDONESIA

MENINGKATKAN
KUALITAS HIDUP
MANUSIA INDONESIA

PROGRAM INDONESIA SEHAT

PENGUATAN
PARADIGMA YANKES
SEHAT Jaminan
Kesehatan
TERIMA KASIH Nasional