Anda di halaman 1dari 7

PENDIDIKAN AGAMA DI SEKOUH

Pengembangan Kurikulum
Pendidikan Agama Islam
Oleh M. Hajar Dewantoro
Dosen FIAI Ull Yogyakarta

Kurikulum Pendidikan Agama together. What each of these terms


Islam (PAi) mempunyai kedudukan convers concerning man and his
sentrai daiam seluruh proses society and environment in relation to
pendidikan, sebagai arah segaia god is related to the other, and together
aktivitas pendidikan demi tercapainya they represent the scope of education
tujuan. Selain itu, juga sebagai suatu in islam, both formal and non formal
rencana pendidikan, kurikulum (Muhammad Naqib AlAtas, 1978:157).
merupakan pedoman dan pegangan Daiam konferensi tersebut
tentang jenis, lingkup, dan urutan isi disepakati bahwa pendidikan Islam
serta strategi proses pendidikan. mencakup pengertian tarbiyah, ta'lim
Fungsi iainnya adaiah menjadi sumber dan ta'dib. Ketlga istiiah itu, teiah
konsep dan landasan teoritis bagi banyak menimbuikan perdebatan di
pengembangan kurikulum daiam kalangan ahli pendidikan islam,
institusi pendidikan. mengenai istiiah mana yang paling
Namun kurikulum PAI masih tepat digunakan untuk menunjuk
menyimpai berbagai persoalan. kegiatan pendidikan Islam tersebut.
Misalnya saja, bahwa kurikulum PAi Namun istiiah yang dipopulerkan oleh
banyak yang tumpang tindih, repitikai, para pembaharu pendidikan islam
dogmatis, dan pada bagian tertentu, adaiah tarbiyah, karena kata ta'lim
konsep keagamaan yang diajarkan lebih tepat ditujukan sebagai istiiah
tidak ada relevansinya dengan pengajaran yang hanya terbatas pada
kehidupan zaman modern ini. kegiatan transfer of knowleage.dan
Bahasan dibawah ini mencoba lebih sempit dari istiiah pendidikan.
mencari tahu bagaimana seharusnya Dengan kata lain ta'lim hanya sebaglan
kurikulum PAI dikembangan ka ke dari kegiatan pendidikan.
depan. Begitu juga kata ta'dib lebih tepat
ditujukan untuk istiiah pendidikan
Pengertian PAI akhiak semata, jadi sasarannya hanya
Daiam Konferensi Pendidikan pada hati dan tingkah laku (budi
Islam se Dunia {World Conference of pekerti). Sedangkan kata tarbiyah
Islamic Education) pada tahun 1977 mempunyai pengertian yang labih luas
dirumuskan bahwa Tfie meaning of dari pada ta'lim dan ta'dib, bahkan
education in its totality in the context of mencakup keduanya.
Islam is inherent in the conotation of the Pendidikan agama Islam diartikan
term tarbiyah, ta'lim, and ta'dib taken sebagai suatu proses, upaya dan cara

JPI FIAI Jurusan Tarbiyah Volume IX Tahun VI Desember2003 49


M. Hajar dewantoro, Pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam

mendidikkan ajaran agama Islam agar pendidikan, PAI secara global dapat
menjadi anutan dan pandangan hidup dibagi menjadi tiga bagian yaitu; Iman
bagi seorang muslim (Tim Dosen IAIN (Aqidah), Islam (Syariah), dan Ihsan
Sunan Ampel, 198:2). Dalam UUSPN (Akhlak). Materi PAI tersebut secara
no. 2 tahun 1989 pasal 39 ayat 2 rinci dijabarkan dalam kurikulum PAI
tentang pendidikan agama dijelaskan dan kurikulum merupakan IntI
sebagal upaya untuk memperkuat pesan/messege kelslaman yang
Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang digunakan sekoiah untuk mencapal
Maha Esa sesual agama yang dianut tujuan dan oleh karena itu, menjadi
siswa dengan memperhatikan dan pedoman bagi guru dalam pelaksana-
menghormatl agama lain untuk an pendidikannya.
mewujudkan persatuan naslonal.
Dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 Pengertlan Kurikulum PAI
tentang SIsdIknas, pendidikan agama Kurikulum dapat dllbaratkan
menjadi kontroverslyang mengheboh- seperti jarak yang harus ditempuh
kan dl pentas naslonal. Pada pasal 12 dalam suatu perlombaan lari. Dalam
ayat satu dinyatakan bahwa peserta perlombaan lari, start dimulai dari
didik berhak mendapatkan pendidikan suatu tempat yang menunjuk titik awal
agama sesual dengan agama yang dan berakhir pada garis finish sebagal
dianutnya dan dl ajarkan oleh guru titik akhir. Dalam bahasa latin disebut
yang seagama. Dengan demlklan jelas curicula yang berarti suatu jalan yang
bahwa Pendidikan agama Islam ditempuh dalam suatu perlombaan.
merupakan upaya sadar untuk Kurikulum, dalam bahasa YunanI,
mencetak manusia muslim melaiui merupakan suatu konsep yang
proses pendidikan dan pengajaran digunakan dalam olah raga. Curere
secarateratur. berarti jarak yang harus ditempuh atau
PAI tidak lepas darl komponen tempat berpacu. Curir berarti pelari.
pendidikan, yaitu: Tujuan pendidikan •Kurikulum berarti jarak yang harus
Islam, guru agama, subyek didlk, aiat ditempuh oleh pelarl (Nana Sujana,
dan metode. DIsamping Itu juga catur 1991:4 dan Subandijah, 1996:1).
pusat pendidikan Islam yang meliputi: Sebagal istilah pendidikan, kurikulum
sekoiah, keluarga, masyarakat dan baru popular pada tahun 1955 yang
masjid. Lembaga pendidikan sebagal dalam kamus Webster diartikan mata
InstltusI yang menyelenggarakan pelajaran: a course, espicially a
proses pendidikan tentu sangat besar specified fixed course of study, as in a
pengaruhnya terhadap pertumbuhan school or college, as one leading to a
dan perkembangan anak dIdik. degree.
Lembaga pendidikan didlrikan untuk Dalam American Book Company
membantu orangtua dalam mendldik (1959:197), kurikulum diartikan
anak-anaknya. sebagal : The whole body of course
Adapun Isl kurikulum Pendidikan offered in an educational institution, or
Agama Islam munurut Surat Luqman by a department there of, the usual
ayat 13-19 adalah meliputi tauhid (ayat sense. Atau seperti definisi Ralph
13), syariah (ayat 17), dan akhlak (ayat Taylor, (1965:247), yaitu a course of
14,18 dan 19). Sebagal materl study: or all the course of study diven in

50 JPIFIAIJurusan Tarbiyah VolumeIXTahun VIDesember2003


PENDIDIKANAGAMA di Sekolah

aneducational institution Romine Staphen (1954:14) juga


Dengan demikian,- definisi menggambarkan kurikulum yang
kurikulum adalah sejumlah mata sangat luas. dengan mengatakan:
pelajaran yang harus ditempuh oleh Curriculum Is Interpreted to mean all of
murid untuk memperoleh ijazah; atau the organized courses, activities and
juga diartikan sebagai suatu perangkat experiences which pupils have under
pelbagai mata pelajaran yang harus the direction of the school, whether In
dipelajari siswa (iswahyudi dan the class room or not.
Usman, 1988:3). Alice Miel (1946:10) mengatakan
Dal am perkembangannya, bahwa kurikulum meliputi keadaan
kurikulum tidak hanya berarti gedung, suasana sekolah, keinginan,
kegiatan/mata pelajaran yang keyakinan, pengetahuan, dan sikap
direncanakan, tetapi juga keglatan orang-orang yang melayani dan
belajar mengajar yang dibawah dilayani sekolah, yaknl anak didik,
naungan sekolah. Taylor and masyarakat, para pendidik dan
Alexander (1960:4) member! definisi " personalia.
The school curriculum Is the total effort Dari pengertian itu, maka muncul
of the school to bring about desired konsep intra kurikuler, ko-kurikuler,
outcome in school and in out-of-school ekstra kurikuler dan hidden kurikulum.
situation. Inshort, the curriculum is the Intrakurikuler yaitu keglatan yang
schooPs program for leavers. diselenggarakan di sekolah dengan
Winarno Surachmad mengklasifi- jatah waktu tertentu yang tercantun
kasi definisi kurikulum pada dua dalam struktur program. Kurikulum
kelompok. Kelompok pertama yang mewadahi intrakurikuler Ini
memandang kurikulum sebagai suatu disebut kurikulum formal yang
rencana /bahan pelajaran tertulis yang meliputi:
dapat dijadikan pedoman bag! 1. Tujuan pelajaran, umum dan
pelaksana di sekolah. kedua spesifik,
memandangnya sebagai program 2. Bahan pelajaran tersusun
yang direncanakan dan dllaksanakan sistematis,
dalam situasi yang nyata di sekolah. Ini 3. Strategi belajar serta kegiatannya,
berarti bahwa kurikuium dinyatakan 4. SIstem evaluasi untuk mengetahui
langsung dalam bentuk komponen hingga sejauh rnana tujuan
kurikulum seperti tujuan, pengalaman tercapai (Nasutlon, 1989:5).
belajar, alat belajar, dan tidak dalam Selanjutnya, ko-kurlkuler yaltu
bentuk umum/verbal. kegiatan yang diselenggarakan oleh
Pada kelompok .kedua ini sekolah di luar jam pelajaran yang
mengartikan kurikulum lebih rinci yang tercantum dalam struktur program
menggambarkan: dengan maksud untuk menambah
1. Pendidlkan merupakan suatu pemahaman siswa terhadap kegiatan
usahayang bertujuan, intrakurikuler.
2. Kegiatan pendidikan direncana Ekstra-kurrikuler yaitu kegiatan
kan secarateratur, yang diselenggarkan oleh sekolah di
3. Rencana itu dilaksanakan sesuai luar jam pelajaran yang tercantum
rencana (Surachmad, 1977:5-6). dalam program baik dalam maupun di

JPIFIAI Jurusan Tarbiyah Volume IX Tahurt VI Desember2003 51


M. Hajar Dewantoro, Pengembangan Kurikulum Pendidikan agama Islam

guru agama' yang mempunyal hidup yang pernah ditemukan


•kompetansi profesional, personal, manusia) untuk dl didlk :pada
' sosial - dan spiritual. ' Tarblyah subyek didik. Namun perlu digaris
dituntut'menyiapkan SDM yang bawahi bahwa yang dlwariskan
' profesional dan mumpuni dalam bukan bentuk budayanya tetapl
' menyelesaikan masalah ' PAI dl nllai:nilai "yang terkandung dl
• - lapangan; mampu mencerna dan dalamnya. Nilai-nilai fundamental
• ;merigolah kurikulum*"sehingga Itulah' yang perlu dilestarlkan,
siswa dapat mempelajarinya sementara .nilal instrumentalnya
dengan mudah. dapat saja' berubah .sesuai
"Perlu diketahui bahwa output • berubahnyazaman.
pendidikan' akan'' dimanfaatkan Misalnya, ajaran jual beli
oleh- masyarakat; Kurikulum memang dibenarkan sejak
harus'relevan dengan kebutuhan lahlrnya Islam, tetapl transaksi jual
user. Jangan sampai kualitas SDM - bell dapat berkembang. seiring
tenaga guru PAI'menghawatirkan dengan perkembangan sosial.
peserta didlk, atau hasil yang ada Jadl instrumen budaya dapat
tidak sesual lagi dengan tuntutan berubah-ubah sesuai zamannya,
pasar, atau out putnya tidak dapat tetapl tetap berlandaskan pada
dimanfaatkan. Dalam hal inl perlu • nilal fundarnentalnya..
adanya " kerja sama 'sekolah Dengan demi'kian,
• dengan .masyarakat untuk pendidikan itu mengemban mlsi
•''rhempersiapkan SDM yang dalam menjaga kontinuitas nilal
• dlinginkan, yang sudah tentu fundamental, balk dlperoleh dari
masalah kurikulum jadi salah satu ' agama maupun dari budaya.
pertimbangannya; Bila kurikulum Walaupun sifatnya konservatif,
tidak sesuai dengan kebutuhan tetapl aspek pengembangan nilal
pasar, maka masyarakat boleh llahi dan'insani rhenjadi
melakukan kritik dan memberikan kebutuhan masa depan anak.
• solus! pada plhak sekolah untuk .Proses internalisasi yang
menyempurnakan muatan dibutuhkan untuk melahirkan
- kurikulumnya. generasi yang dapat menjaga nilai
fundamental dan mengembang-
2. >Dilihat darl Peranan Kurikulum kannya adalah dengan cara
Kurikulum mempunyal tiga • proses penyadaranterusmenerus
peran utama' pendidikan, yaitu: dalam hidup dan penghidupan-
peranan kohservatif;' peranan nya.
• k'reatif; peranan kritis'dan evaluatif Makna peranan konservatif
'•(Isk'andardanUsman, 1988:7). dalam kurikulum ' PAI adalah
. • Peran konservatif maksudnya kurikulum berperan untuk
adalah bahwa kurikulum PAI menyimpan dan mewariskan nilai-
•berperah -untuk mewarlskan nilai islami, baik Itu diperoleh dari
budaya. 'Kurikulum' memuat' nilai- Ai.-'Quran Hadits maupun
nilal ilahiyah (agama Islam) dan diperoleh dari budaya Islam.
' nilai-nilai" insaniyah (kearifan Pendidikan menjaga kontinuitas

54 JPIFIAIJurusan Tarbiyah Volume IXTahun VIDesember2003


PendidikanAgama di Sekolah

nilai-nilai tersebut dengan cara lizamanin ghaira zamaanikum.


mensosialisasikan pada peserta Dalam manajemen disebut
didik meialui lembaga pendidikan. Kurikulum dalam perspektif
Kurikulum PAI harus mampu inovasi dan pengembangan.
mengembangkan kreatlvitas Kurikulum PAI dapat memacu
siswa. Peran kreatif ini harus siswa untuk kritis dan seialu
ditonjolkan dalam pendidikan. melakukan evaluatif terhadap
Walaupun di atas ada peran kehidupan sekitar. Fungsi amar
konservatif yang sepertinya ma'ruf nahi munkar sangat
berlawanan dengan peran kreatif, dibutuhkan. Siswa perlu
tetapi pada hahekatnya saling mumayyis, bisa membedakan
melengkapi untuk menjadi satu dan mengklasifikasi yang balk dan
kekuatan hidup anak. Pertama yang jelek. Selanjutnya
untuk menjaga kontinuitas nilai, mempunyai keberanian moral
kedua untuk terus melakukan untuk memilih yang balk dan
perubahan bentuk yang lebih menghindarl yang tidak balk.
efektif dan efisien dalam Alhafdiu bi qadimis shalih wal
menangani kehidupan ini. akhdu bi jadidii ashiah. Kurikulum
Pendidikan perlu mengem juga sebagai kontrol sosial, kritik
bangkan nilai-nilai instrumental nilai secara konstruktif, evaluasi
yang terus menerus agar selaiu up nilai yang sedang berkembang,
to date sesuai anak zamannya sportif untuk membangun masa
atau mendidik siswa sesuai depan. Dengan harapan agar
zamannya. Inovasi-inovasi siswa dapat mengikuti dinamika
pendidikan modern sangat kehidupan sehingga dapat
menguntungkan dan memper- memerankan dirinya sebagai
mudah siswa dalam memahami developer, bukan distroyer sosial.
pelajaran. Makna peranan kritis-
Peranan kreatif dalam evaluatif dalam kurikulm PAI
kurikulum PAI adalah mengem adalah bahwa sekolah, selain
bangkan pengalaman belajar berperan sebagai pusat sosial-
yang bersumber dari realltas budaya, juga bertugas
sosial. Dalam hal ini kurikulum mewariskan nilai-nilai budaya
harus mampu melakukan yang sekiranya bermanfaat bagi
kegiatan yang kreatif, dan yang siswa. Oleh karena itu, kurikulum
mampu mengembangkan berperan aktif sebagai kontrol
kreatlvitas siswa dengan tetap sosial dan menekankan pada
menjaga kontinuitas nilai-nilai. berfikir kritis, dimana nilai-nilai
Upaya ini untuk membantu sosial yang tidak sesuai dengan
mengembangkan potensi dinamika Islami perlu disisihkan.
kreatlvitas siswa sehingga dapat Sebaliknya yang sesuai atau
membantu memecahkan problem mendukung perkembangan Islam
sosial secara kreatif. Hadits Nabi perlu disusun dan diorganisasi-
menyatakan: Allimuuaulaadakum, kan menjadi program
fainnahum makhluuquuna pengalaman belajar yang mampu

JPIFIAI Jurusan Tarbiyah Volume IX Tahun VI Desember2003 55


M. Hajar Dewantoro, Pengembangan Kurikulum PendidikanAgama Islam

mengembangkan sikap kritis oleh suatu jenis sekolah tertentu


siswa. (Nasution, 1985 :22). Untuk
Dalam pandangan yang mencapal tujuan-tujuan di atas,
demlklan, maka kurikulum kurikulum bertugas untuk merinci
merupakan alat untuk menllai lebih ianjut materi apa saja yang
sekaligus memperbalkl nllal yang perlu diperslapkan untuk
sedang berkembang dl tengah menggapai tujuan di atas.
masyarakat untuk membangun Seperti dijelaskan di atas
masa depan yang leblh balk. bahwa tujuan pendidikan
Dalam manajemen disebut mengandung arti bahwa output
Kurikulum dalam perspektif yang Ingin dihasllkan adalah
inovasi dan pengembangan. manusia yang mempunyai sikap
dan nilai hidup yang
3. Dilihat darl Isi Kurikulum tergambarkan dalam muatan
Isi kurikulum berhubungan kurikulum. Sikap siswa dilihat dari
dengan: tujuan pendidikan; sikap jangkauan kurikulum meliputi
siswa; proses pendidikan aspek kognitif, afektif dan konatif
(Iskandar dan Usman, 1988:57). siswa. Bila tidak, maka kurikulum
Kedudukan kurikulum PAI dalam tersebut tidak dapat membantu
proses pendidikan adalah tercapainya tujuan pendidikan di
sebagal pengemban pencapaian atas. Di siniiah peran pentingnya
tujuan. Setelah tujuan pendidikan kurikulum dalam proses
secara naslonal ditetapkan, maka pendidikan.
tujuan instltusional, tujuan Kurikulum mengatur jalannya
kurlkuier, dan tujuan umum proses pendidikan secara teratur
pembelajaran, semuanya perlu dan sistematis, terencana dan
dirumuskan secara baik dalam terukur. Oleh karena itu, kurikulum
kurikulum. dan proses pendidikan harus ada
Menurut Nasution, tujuan reievansinya, jangan sampai apa
pendidikan naslonal adalah yang dllakukan dl lapangan
membentuk manusia pembang- bertentangan dengan apa yang
unan yang berpancaslla dan teiah ditetapkan dalam
membentuk manusia sehat kurikulum.***
jasmani dan rohani, memiiiki
pengetahuan, dapat mengem Kepustakaan
bangkan kreativitas dan
tanggungjawab, dapat menyubur- B. Suryo Subroto, Dinasti Dimensi
Administrasi Penididkan di
kan sikap demokrasi, dapat
mengembangkan sikap tenggang Sekolah, Jakarta: Bina Aksara,
1988.
rasa dan mengem-bangakan
kecerdasan yang tinggi serta Departeman Agama Rl, Kurikulum
berbudi- pekerti luhur, mencintai Pendidikan Dasar, Jakarta:
bangsa dan sesama manusia. Depag Rl, 1997.
Adapun tujuan Institusional
adalah tujuan yang harus dicapai

56 JPIFIAIJurusan Tarbiyah Volume iXTahun VIDesember2003


PendidikanAgama di Sekolah

— Kurikulum Pendidikan Dasar MasdukI (editor). Modernisasi


Bercirikan Agama Islam, Pendidikan dan Pengajaran
Jakarta: Depag Rl, 1994/1995. Agama Islam di Indonesia,
Yogyakarta: Penltl Refressing
, Landasan Program dan
Course GA, 1964.
Pengembangan Kurikulum
Madrasah Tsanawiyah, Jakarta: Mudhofir, Teknologi Instruksional,
Depag Rl Dirjen Bimbaga Islam; Bandung: PT Remaja
1993/1994. Rosdakarya, 1994.

^ Kurikulum Madrasah Aliyah Muhammad Zein. Azas dan


Keagamaan, Jakarta: Depag Rl Pengembangan Kurikulum,
Dirjen Bimbaga Islam, 1994. Yogyakarta: Sumbangslh, 1985.

Departemen Pendidikan dan Nana Sujana. Pembinaan dan


Kebudayaan, Petunjuk Pengembangan Kurikulum di
Palaksanaan Kegiatan Belajar Sekolah. Bandung: CV Sinar
Mengajar PAI di SD, Jakarta: Baru Bandung dan IKIP
Depdlkbud, 1994/1995 Bandung,1991.

WInarno Surachmad (Edt.).


Djamll Latif, Himpunan Peraturan-
Pembinaan dan Pengambangan
Peraturan Tentang Pendidikan
Kurikulum, Jakarta: Derjen
Agama, Jakarta: Direktorat
DIkdasmen Depdlkbud, 1977.
Pemb. PAI pada Sekolah Umum
Negerl, 1983. Subandljah. Pengembangan dan
Inovasi Kuhkulum, Jakarta: PT
S. Nasutlon. Azas Azas Kurikulum,
Raja Grafindo Persada, 1996.
Bandung: Jemmars, 1990.
YusufhadI Miarso, Teknologi
—. Kurikulum dan Pengajaran,
KomunlkasI Pendidikan
Jakarta: PTBInaAksara, 1984.
Pengertian dan Penerapannya
, Teknologi Pendidikan, dl Indonesia, Jakarta: CV
Bandung: CVJemmars, 1982. Rajawall, 1986.

Iskadar WIryokusumu dan Usman


Mulyadl. Dasar Dasar
Pengembangan Kurikulum,
Jakarta: PT BinaAksara, 1988.

JPIFIAI Jurusan Taibiyah Volume IX Tahun VI Desember2003 57