Anda di halaman 1dari 1

TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA)

Masyarakat di Indonesia telah mengenal dan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat


sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan, jauh sebelum obat modern
dikenal.

Pemanfaatan tanaman obat tersebut merupakan warisan budaya bangsa berdasarkan


pengetahuan dan pengalaman yang diwariskan secara turun – temurun hingga ke generasi
sekarang. Hal ini menciptakan berbagai ramuan tumbuhan obat sebagai ciri khas pengobatan
tradisional Indonesia. Pemanfaatan tumbuhan perlu dikembangkan terus bagi kepentingan
masyarakat dan bangsa.

Pada Hari Kesehatan Nasional ke – 34 tahun 1998, pemerintah Indonesia mulai serius
mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA) sesuai anjuran WHO. Diharapkan penyebab
timbulnya penyakit dapat diminimalkan, sementara penyakit ringan dapat disembuhkan.

Sudah banyak jenis TOGA yang dianjurkan kementerian Kesehatan RI yang dapat
dibudayakan di pekarangan rumah, seperti jeruk nipis, bawang merah, laos, serai, belimbing
wuluh, cabai, pepaya, kunyit, temulawak, kencur, pisang, sirih, jambu biji dan lain – lain. Apa
saja kit

Sekalipun TOGA relatif aman, ternyata masih ada masyarakat Indonesia yang
menggunakan TOGA tanpa konsultasi dengan dokter atau tenaga farmasi. Mereka
beranggapan bahwa obat alami pasti aman untuk dikonsumsi. Padahal, menurut penelitian
ditemukan beberapa jenis TOGA yang cukup berbahaya bila dikonsumsi tidak sesuai dengan
anjuran pemakaian, dan tidak sesuai dengan masalah kesehatan yang diderita.

Apa saja jenis tanaman obat keluarga (TOGA) yang dikembangkan di rumah?
Bagaimana cara menggunakannya secara aman? Apa saja kiat praktis dalam memelihara
TOGA?