Anda di halaman 1dari 11

PENTINGNYA PANCASILA BAGI WNI UNTUK

TIDAK TERJADI KONFLIK SOSIAL

Disusun oleh :

KELOMPOK 14

1. LIA MURDANINGSIH (P1337420618017)


2. AISYAH IFFATU ZAHRO (P1337420618080)
3. MAHARDIKA ROSADIN N. (P1337420618081)
4. RINA SAFITRI (P1337420618083)

S1 TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

TAHUN AJARAN 2018/2019


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pancasila merupakan warisan bangsa dari para pendahulu yang
wajib dijaga dan diterapkan pada kehidupan bangsa saat ini maupun
untuk masa yang akan datang. Pancasila yang digali dan dirumuskan
para pendiri bangsa adalah sebuah rasionalitas bangsa yang beragam,
meliputi agama, bahasa, budaya, dan ras yang terdapat dalam
semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila digali dari pandangan hidup
bangsa Indonesia, yang merupakan jiwa dan kepribadian bangsa
Indonesia. Secara yuridis-konstitusional karena Pancasila adalah dasar
negara yang dipergunakan sebagai dasar mengatur atau
menyelenggarakan pemerintahan negara, tidak setiap orang boleh
memberikan pengertian atau tafsiran mengenai Pancasila.
Fungsi pancasila sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara, karena salah satu fungsi Pancasila adalah sebagai
pemersatu bangsa Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia harus
memahami makna Pancasila, fungsi Pancasila dan bertindak sesuai
dengan nilai Pancasila. Dengan menjalankan ketiga aspek tersebut,
maka kehidupan bangsa indonesia akan menjadi bangsa yang bermoral
tinggi, berkeadilan dan persatuan bangsa akan terjaga. Setiap warga
Negara Indonesia sangat berperan penting dalam pengamalan
Pancasila. Setiap warga negara Indonesia terikat dalam cita-cita yang
terkandung di dalamnya untuk diterapkan dalam kehidupan agar tercipta
keadaan yang harmonis dan sesuai Bhineka tunggal Ika Ika.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa makna dan arti pancasila?
2. Apa konflik sosial yang terjadi akibat penyimpangan pancasia?

1.3 Tujuan Penulisan


1. Mengetahui makna dan arti pancasila
2. Mengetahui konflik sosial yang terjadi akibat penyimpangan
pancasila
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pancasila

Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Nama ini


terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti
prinsip atau asas. Jadi pancasila adalah 5 asas Negara Republik
Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada
abad XIV, yaitu terdapat dalam buku Nagarakertagama karangan
Prapanca dan buku Sutasoma karangan Tantular. Dalam buku
Sutasoma istilah Pancasila mempunyai arti berbatu sendi yang kelima.

Dalam ketetapan MPR No. II/MPR/1979, maka Pancasila itu adalah jiwa
seluruh rakyat Indonesia, pandangan hidup bangsa Indonesia dan dasar
negara. Pancasila mengandung konsep dasar mengenai kehidupan
yang dicita-citakan oleh suatu bangsa. Pancasila juga berdasar pada
Bhineka Tunggal Ika yang merupakan asas pemersatu bangsa. Dengan
menggunakan Pancasila sebagai petunjuk hidup sehari-hari, maka akan
tercapai kesejahteraan dan keharmonisan.

2.2 Fungsi dan Peranan Pancasila

1. Pancasila sebagai Ideologi Negara


Ideologi Negara adalah kesatuan gagasan-gagasan dasar yang
sistematis dan menyeluruh tentang manusia mencakup nilai-nilai
yang menjadi dasar serta pedoman negara dan kehidupannya.
Selain berkedudukan sebagai dasar Negara Kesatuan Republik
Indonesia, Pancasila juga berkedudukan sebagai ideologi nasional
Indonesia. Sebagai ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila
sebagai ikatan budaya (Cultural Bond) yang berkembangan secara
alami dan mendarah daging dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Sebuah ideologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan
masyarakat tergantung daya tahan dari ideologi itu.
2.3 Makna Sila-Sila Pancasila
1. Arti dan Makna Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
a. Mengandung arti pengakuan adanya kuasa prima (sebab
pertama) yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
b. Menjamin penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan
beribadah menurut agamanya.
c. Bertoleransi dalam beragama, dalam hal ini toleransi ditekankan
dalam beribadah menurut agamanya masing-masing.
d. Negara memberi fasilitator bagi tumbuh kembangnya agama dan
iman warga negara dan mediator ketika terjadi konflik agama.
2. Arti dan Makna Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
a. Menempatkan manusia sesuai dengan hakikatnya sebagai
makhluk Tuhan
b. Menjunjung tinggi kemerdekaan sebagai hak segala bangsa.
c. Mewujudnya keadilan dan peradaban yang tidak lemah.
3. Arti dan Makna Sila Persatuan Indonesia
a. Nasionalisme
b. Cinta bangsa dan tanah air.
c. Menggalang persatuan dan kesatuan atau kekusaan, keturunan
dan perbedaaan warna kulit.
d. Menumbuhkan rasa senasib dan sepenaggungan.
4. Arti dan Makna Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan
a. Hakikat sila ini adalah demokrasi.
b. Permusyawaratan, artinya mengusahakan putusan bersama
secara bulat, baru sesudah itu diadakan tindakan bersama.
c. Dalam melaksanakan keputusan diperlukan kejujuran bersama.
5. Arti dan Makna Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat dalam arti dinamis
dan meningkat.
b. Seluruh kekayaan alam dan sebagainya dipergunakan bagi
kebahagiaan bersama menurut potensi masing-masing.
c. Melindungi yang lemah agar kelompok warga masyarakat dapat
bekerja sesuai dengan bidangnya.
2.4 Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila
a. Nilai Ketuhanan
Nilai ketuhanan Yang Maha Esa Mengandung arti adanya
pengakuan dan keyakinan bangsa terhadap adanya Tuhan sebagai
pancipta alam semesta. Nilai ketuhanan juga memilik arti adanya
pengakuan akan kebebasan untuk memeluk agama, menghormati
kemerdekaan beragama, tidak ada paksaan serta tidak berlaku
diskriminatif antarumat beragama.
b. Nilai Kemanusiaan
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab mengandung arti
kesadaran sikap dan perilaku sesuai dengan nilai-nilai moral dalam
hidup bersama atas dasar tuntutan hati nurani dengan
memperlakukan sesuatu hal sebagaimana mestinya.
c. Nilai Persatuan
Nilai persatuan indonesia mengandung makna bersatu dan
menghargai sepenuhnya terhadap keanekaragaman yang dimiliki
bangsa indonesia.
d. Nilai Kerakyatan
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan mengandung makna suatu
pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat dengan cara
musyawarah mufakat melalui lembaga-lembaga perwakilan.
e. Nilai Keadilan
Nilai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia mengandung
makna sebagai dasar sekaligus tujuan, yaitu tercapainya masyarakat
Indonesia Yang Adil dan Makmur secara lahiriah atauun batiniah.
Nilai-nilai dasar itu sifatnya abstrak dan normatif.
Nilai-nilai Pancasila telah diyakini kebenarannya oleh bangsa
Indonesia. Oleh karena itu, mengamalkan Pancasila merupakan suatu
keharusan bagi bangsa Indonesia.
Contoh sikap mengamalkan pancasila adalah sebagai berikut:
1. Menghormati orang yang lebih tua
2. Tidak membeda-bedakan teman
3. Membiasakan musyawarah untuk mufakat
BAB III
PEMBAHASAN

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang sah, di dalam


pancasila terkandung lima sila yang merupakan hal terpenting bagi Indonesia
karena sesuai dengan kepribadian Indonesia dan sudah mencakup cita-cita
Bangsa Indonesia. Bahkan pancasila juga dijadikan sebagai dasar hukum
sehingga hukum yang dibuat di Indonesia ini berpatokan dengan pancasila.
Sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu saja kita juga harus menaati
dan menghormati Pancasila sebagai landasan hukum. Namun sangat
disayangkan beberapa masyarakat justru “melanggar” beberapa sila yang
sudah tercantum di Pancasila.

1. Sila pertama
Pada sila pertama yang ada di dalam Pancasila berbunyi “KeTuhanan
yang Maha Esa”. Bunyi sila pertama yang ada di dalam pancasila ini
bertujuan supaya setiap individu masyarakat Indonesia bisa bebas
memeluk agama sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing.

Contoh konflik sosial akibat penyimpangn sila pertama

1. aksi terorisme yang terkenal yang terjadi pada tahun 2002 di Bali.
Aksi terorisme yang dijadikan sebagai peristiwa terorisme terbesar
sepanjang sejarah di Indonesia ini terjadi pada 3 peristiwa
sekaligus. Membunuh sekitar ratusan orang yang kebanyakan
merupakan warga asing yang sedang berlibur, dan bom bali itu
didasarkan pada agama sehingga menyalahi pancasila. Aksi
terorisme tidak sesuai dengan pancasila karena mengancam
kerukunan antar umat beragama.
2. Sila kedua
Makna pancasila sebagai ideolgi negara harus kita pahami dengan
baik. Selanjutnya kita akan membahas pada sila kedua yang berbunyi
“Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Pada sila kedua ini diharapkan
masyarakat bisa hidup dengan adil dan sesuai dengan hakikat manusia.
Contoh konflik sosial akibat penyimpangan sila kedua
1. Perbudakan adalah salah satu contoh penyipangan sila kedua.
Banyak pegawai rumah tangga dan buruh yang diberlakukan tidak
sesuai dengan harkat dan martabat sebagai manusia. Contoh
perbudakan yang dilakukan adalah tidak membayarkan upah susuai
yang disepakati dan memperlakukan pekerja secara tidak manusiawi.
3. Sila ketiga
Sila ketiga adalah sila berbunyi “Persatuan Indonesia” yang memiliki
makna penting yaitu mengutamakan persatuan seluruh bangsa
Indoenesia yang berbeda dari suku, agama, ras, dan budayanya.

Contoh konflik sosial akibat penyimpangan sila ketiga :

1. Perang antar suku merupakan contoh penyimpangan sila ketiga.


Perang antar suku yang pernah terjadi di Indonesia adalah perang
Sampit. Perang tersebut terjadi karena konflik antara suku Madura
dan suku Dayak.
4. Sila keempat
Pada sila keempat memiliki makna yang lebih mengutamakan
kepentingan masyarakat dan juga negara.

Contoh konflik sosial akibat penyimpangan sila keempat:

1. Korupsi yang dilakuan oleh dewan perwakilan rakyat merupakan


penyimpangan sila keempat. Hal tersebut dikarenakan mereka
melanggar hak rakyat yang sudah memilih mereka dan
mementingkan kepentingan sendiri dibanding kepentingan
bersama.

5. Sila kelima
sila kelima memiliki makna jika semua masyarakat Indonesia harus
bisa berlaku dan diberlakukan secara adil. Namun nyatanya sampai
saat ini masih banyak sekali hal dilanggar.
Contoh konflik sosial akibat tidak dilaksanakannya sila kelima
1. pembangunan di wilayah papua sangat berbeda dengan wiayah
Jakarta. Di Jakartaapembangunan infrastruktur baik dan merata
sedangkan di wilayah Papua pembangunan infrastruktur terhambat
dan tiddak merata. Walaupun masih satu wilayah NKRI pembangunan
diwilayah tersebut berbeda dan hal tersebut tidak sesuai dengan sila
kelima yaitu “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Inddonesia”
IV
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari penjelasan diatas didapatkan kesimpulan sebagai berikut :

1. Pancasila merupakan lima dasar atau aturan yang harus ditaati dan
dilaksanakan oleh seluruh warga Negara Indonesia.
2. Kedudukan dan fungsi Pancasila bagi Negara Indonesia adalah :
a. Sebagai dasar negara ,
b. Sebagai ideologi negara ,
c. Sebagai sumber dari segala sumber hokum,
d. Sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia,
e. Sebagai jiwa bangsa Indonesia,
f. Sebagai kepribadian bangsa Indonesia,
g. Sebagai cita-cita dan tujuan nasional ,
h. Sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia.
3. Pengamalan butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
meliputi :
a. Sila Pertama Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.
b. Sila Kedua Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan
kewajiban asasi setiap manusia.,
c. Sila Ketiga Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar
Bhinneka Tunggal Ika.
d. Sila Keempat Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama.
e. Sila Kelima Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
4. Nilai Yang Terkandung Dalam Pancasila
a. Nilai Ketuhanan,
b. Nilai Kemanusiaan,
c. Nilai Persatuan,
d. Nilai Kerakyatan,
e. Nilai Keadilan
5. Sikap positif terhadap nilai-nilai pancasila
a. Menghormati orang yang lebih tua,
b. Tidak membeda-bedakan teman,
c. Membiasakan musyawarah untuk mufakat,

3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

Kaelan.2001. Pendidikan Pancasila .Yogyakarta : Penerbit Paradigma.


Soeprapto,M.Ed. 1996. Pancasila sebagai Ideologi Terbuka dalam

Menghadapi Liberalisasi Perdagangan Internasional. Jakarta: PT. Citraluhur


Tata.
Darmodiharjo Darji, dan Dekker Nyoman. 1984. SANTIAJI PANCASILA.
Surabaya : Usaha Nasional
Taniredja H. Tukiran, Afandi Muhammad, dan Faridli Efi Miftah. 2012.
PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK MAHASISWA. Bandung : ALFABETA, cv
http://dokumen.tips/documents/pengertian-pancasila-secara-etimologis-
historis-dan-terminologis.html