Anda di halaman 1dari 35

MOTIVASI KERJA

Seminar Manajemen
Kelompok 7

BAB I
PENDAHULUAN

Setiap perilakunya manusia mempunyai tujuan yang

hendak dicapai, demikianlah pada umumnya para pakar berteori.

Keberadaan tujuan tersebut, menjadi tumpuan sinergi dengan

para ahli teori motivasi yang berusaha berfikir dan mencari cara

agar manusia dapat didorong berkontribusi memenuhi

kebutuhan dan keinginan organisasi. Tenaga kerja penting

dimotivasi untuk mencapai tujuan organisasi. Tanpa motivasi

mereka bekerja dalam keadaan sakit hati yang menjurus pada

ketiadaan kontribusi bahkan terbuka peluang kontribusi yang

merugikan.

Menurut Maslow manusia bekerja dimotivasi oleh

kebutuhan yang sesuai dengan waktu, keadaan serta

pengalamannya. Tenaga kerja termotivasi oleh kebutuhan yang

belum terpenuhi dimana tingkat kebutuhan yang lebih tinggi

muncul setelah tingkatan sebelumnya. Masing-masing tingkatan

kebutuhan tersebut, tidak lain: kebutuhan fisiologis, rasa aman,

sosial, penghargaan, perwujudan diri. Dari fisiologis bergerak ke

tingkat kebutuhan tertinggi, yaitu, perwujudan diri secara

bertahap. Terlepas menerima atau tidak kebutuhan berhierarkhi,

Hal .1
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

mengetahui jenis-jenisnya adalah memberikan kontribusi silang

saling memenuhi.

Seperti seseorang berusaha keras mencari pekerjaan yang

tidak lain mengimplementasikan kemampuannya untuk

memenuhi kebutuhan fisiologis. Lantas bagaimana dengan fakta

bayi yang baru dilahirkan adalah bukan langsung makan tetapi

dia menangis yang tidak lain kebutuhan sosial. Juga masih

tentang bayi, beberapa penelitian membuktikan bayi menangis

jika ingin disusui oleh ibunya. Yang paling tidak lucu tampak

kejadian banyak perusahaan merekrut tenaga penjualan

langsung dengan syarat memiliki kendaraan beroda empat

(Mobil)

Secara umum diketahui Frederick Herbertg berteori dua

situasi yang mempengaruhi tenaga kerja saat bekerja. Situasi

pertama,yaitu, pemuasan yang berarti sumber kepuasan kerja

seperti:prestasi, pengukuhan hasil kerja, daya tarik pekerjaan,

dan tanggung jawab serta kemajuan. Situasi kedua tidak lain

ketidak puasan yang bersumber dari: kebijakan, supervisi, uang,

status, rasa aman, hubungan antar manusia, dan kondisi kerja.

Dalam hal ini, jika situasi pertama tidak ada tidak menimbulkan

ketidak puasan berlebihan. Karena ketidakpuasan muncul dari

tidak memperhatikan situasi kedua. Perhatian terhadap indikator

situasi pertama menjadi motivasi tenaga kerja dalam bekerja.

Hal .2
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Tampak berbasis teori ini jika ingin tenaga kerja termotivasi

maka mesti memberikan situasi pertama.

Kemudian Mc Gregor terkenal dengan teori X dan teori Y.

Teori X memberikan petuah manajer harus memberikan

pengawasan yang ketat, tugas-tugas yang jelas, dan

menetapkan imbalan atau hukuman. Hal tersebut, karena

manusia lebih suka diawasi daripada bebas, segan bertanggung

jawab, malas dan ingin aman saja, motivasi utamanya

memperoleh uang dan takut sanksi. Sebaliknya teori Y

mengarahkan manajer mesti terbuka dan mendorong inisiatif

kompetensi tenaga kerja. Teori Y berasumsi manusia suka kerja,

sebab bekerja tidak lain aktifitas alami. Pengawasan sendiri

bersifat esensial. Dengan demikian, teori X kurang baik dan teori

Y adalah baik. Tidak ..tidak demikian melainkan secara bijak teori

X dan Y digunakan sesuai keadaan. Terkadang mesti egois, dan

terkadang juga demokratis.

Intensitas motif seseorang melakukan sesuatu adalah

fungsi nilai setiap hasil yang mungkin dicapai dengan persepsi

kegunaannya. Motivasi sama dengan hasil dikali nilai terus hasil

perhitungannya dikalikan kembali dengan ekspektasi. Akan

tetapi hal tersebut, bersyarat manusia meletakkan nilai kepada

sesuatu yang diharapkannya dan mempertimbangkan keyakinan

memberi sumbangan terhadap tujuan. Lantas kemampuan

Hal .3
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

bekerja dan persepsi yang akurat tentang peranannya dalam

organisasi diperlukan. Demikian itu, merupakan teori motivasi

harapan dimana Vroom ialah orang yang menelurkannya.

Sedangkan Porter dan Lawler memberikan peringatan persepsi

usahayang dilatarbelakangi kemampuan dan peranan kerjanya

menghasilkan cara kerja yang efektif untuk mencapai prestasi

baik inisiatif sendiri maupun bukan inisiatif sendiri sehingga

memperoleh imbalan yang layak dan kepuasan.

Teori motivasi prestasi menegaskan manusia bekerja

didorong oleh kebutuhan prestasi, afiliasi, dan kekuasaan.

Kebutuhan prestasi tercermin dari keinginan seseorang

mengambil tugas secara konsisten bertanggung jawab dimana

untuk mencapai tujuannya ia berani mengahdapi risiko serta

memperhatikan feedback. Kebutuhan afiliasi ditunjukan oleh

keinginan bersahabat, memperhatikan aspek antar pribadi,

bekerja sama, empati, dan efektif dalam bekerja. Sedangkan

kebutuhan kekuasaan tampak pada seseorang yang mau untuk

berpengaruh terhadap orang lain, cepat tanggap terhadap

masalah, aktif menjalankan kebijakan organisasi, senang

membantu orang ldengan mengesankan dan selalu menjaga

prestasi, reputasi serta posisinya.

Sekarang kita coba integrasikan teori-teori yang telah

dikemukakan dengan basis pendekatan integratif. Kombinasi dari

Hal .4
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

dua arah gejala harapan dan kebutuhan sebagai usaha

memotivasi. Berbasis pendekatan demikian, maka kita kenal tiga

hal tentang motivasi kerja. Pertama, kebutuhan individu yang

terpenting adalah pencapaian, kekuasaan, afiliasi, perhitungan,

ketergantungan, perluasan. Kedua, motivasi kerja berkembang

pada kekuatan yang diubah dalam pola kebutuhan dan

kepercayaan untuk bekerja dalam organisasi. Ketiga, hasil akhir

psikologis orang bekerja tidak lain kepuasan yang diperoleh dari

kerja dan peranannya. Pendek kata memotivasi dilakukan

dengan cara memenuhi kebutuhan dan kepuasan tenaga kerja

dimana organisasi dapat menetukan sendiri pola kebutuhan dan

kepuasannya tanpa mengabaikan tenaga kerja.

Hal .5
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Ada banyak sekali teori tentang motivasi kerja, namun

dalam makalah ini hanya akan menyajikan beberapa saja

sebagaimana yang telah penulis temukan dan jadikan sebagai

rujukan dalam penulisan makalah ini.

Gibson, et. al., 1995, berpendapat bahwa motivasi adalah

kekuatan yang mendorong seseorang karyawan yang

menimbulkan dan mengarahkan perilaku. Motivasi kerja sebagai

pendorong timbulnya semangat atau dorongan kerja. Kuat dan

lemahnya motivasi kerja seseorang berpengaruh terhadap besar

kecilnya prestasi yang diraih. Lebih jauh dijelaskan, bahwa dalam

kehidupan sehari-hari seseorang selalu mengadakan berbagai

aktivitas. Salah satu aktivitas tersebut diwujudkan dalam

gerakan-gerakan yang dinamakan kerja. Bekerja mengandung

arti melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya

yang dapat dinikmati oleh orang yang bersangkutan.

Terkait dengan motivasi kerja tersebut, Robbins, (1998)

berpendapat bahwa motivasi adalah kesediaan untuk

mengeluarkan tingkat upaya yang tinggi untuk tujuan organisasi,

yang dikondisikan oleh kemampuan upaya untuk memenuhi

Hal .6
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

sesuatu kebutuhan individu. Senada dengan pendapat tersebut,

Munandar, (2001), mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu

proses dimana kebutuhan- kebutuhan mendorong seseorang

untuk melakukan serangkaian kegiatan yang mengarah ke

tercapainya tujuan tertentu. Bila kebutuhan telah terpenuhi

maka akan dicapai suatu kepuasan. Sekelompok kebutuhan yang

belum terpuaskan akan menimbulkan ketegangan, sehingga

perlu dilakukan serangkaian kegiatan untuk mencari pencapaian

tujuan khusus yang dapat memuaskan sekelompok kebutuhan

tadi, agar ketegangan menjadi berkurang.

Pinder, (1998) berpendapat bahwa motivasi kerja

merupakan seperangkat kekuatan baik yang berasal dari dalam

diri maupun dari luar diri seseorang yang mendorong untuk

memulai berperilaku kerja, sesuai dengan format, arah,

intensitas dan jangka waktu tertentu.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli tersebut dapat

disimpulkan, bahwa motivasi kerja adalah dorongan yang

tumbuh dalam diri seseorang, baik yang berasal dari dalam dan

luar dirinya untuk melakukan suatu pekerjaan dengan semangat

tinggi menggunakan semua kemampuan dan ketrampilan yang

dimilikinya.

Hal .7
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Banyaknya teori-teori motivasi kerja disamping yang telah

kami sebutkan di atas tadi ada beberapa lagi yang relevan untuk

kita jadikan bahasan dalam makalah ini sehingga untuk

mendalaminya akan kita bahas lebih lanjut dalam bab-bab

selanjutnya.

Hal .8
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

BAB III

PERUMUSAN MASALAH

Dalam setiap perusahaan atau organisasi sosial baik yang

dimiliki oleh swasta maupun pemerintah sebagai pelayan publik

banyak sekali kasus yang dapat kita lihat bagaimana tujuan-

tujuan perusahaan, organisasi swasta dan pemerintah yang tidak

tercapai atau terganggu dikarenakan rendahnya motivasi kerja

yang ada dalam lingkungan tersebut. Rendahnya motivasi

dialami bukan hanya oleh mereka yang notabene sebagai

bawahan tetapi acap kali para bos atau atasan juga

mengalaminya.

Penyebabnya tentu bisa muncul dari berbagai hal, mulai

dari lingkungan kerja yang tidak sehat, jalanan macet, masalah

pribadi dan urusan rumah tangga hingga promosi jabatan yang

tidak sesui dengan keinginan. Akhir-akhir ini, terutama yang

dialami oleh organisasi pemerintah sebagai pelayan publik dan

perusahaan pemerintah di bawah payung BUMN banyak sekali

disorot oleh media dan masyarakat karena rendahnya kualitas

pelayanan mereka dan kegemaran mereka melaporkan kerugian

dengan alasan subsidi kepada masyarakat padahal tidak jarang

Hal .9
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

mereka punya hak imun dengan menjadi monopoli sebuah

produk tertentu.

Mari kita petakan masalah yang sesungguhnya kita hadapi

bersama ini menjadi tiga hal yang mendasari motivasi kerja

dengan harapan kita dapat menemukan jawab atas rendahnya

kualitas pelayanan publik tersebut;

1. Masalah Pengharapan

Dalam masalah pengharapan ini mengatakan bahwa

orang akan termotivasi kerja bila ada peluang untuk

mendapatkan insentif, remunerisasi dan atau nilai lebih dari

apa yang telah didapat selama ini.

Hal ini menemukan kebenarannya dalam realita di

lapangan, artinya begini, seorang oknum pegawai negeri

sipil hanya mau mengerjakan sebuah pekerjaan yang

sebenarnya sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai

pelayan masyarakat bila mereka mendapatkan imbalan,

yang itu berarti peluang untuk melakukan korupsi dan itu

bukan berita yang baik.

Hal ini telah terbukti, seorang oknum pegawai Dirjen

Pajak yang telah mendapatkan remunerisasi yang lebih dari

pegawai negeri biasa ternyata juga masih melakukan

korupsi untuk mengemplang uang rakyat.

Hal .10
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Apakah itu berarti masalah ini menemukan

kebenarannya atau bahkan kenyataan telah membantah

habis kebenaran tesis ini?

2. Masalah Kesamaan atau Keseimbangan

Orang cenderung akan membandingkan insentif atau

reward yang deperolehnya dengan insentif yang diterima

oleh orang lain yang mempunyai beban kerja yang serupa.

Bila besarnya insentif antara dua orang itu sama, maka akan

muncul motivasi kerja. Bila lebih kecil maka akan timbul

rasa kecewa yang kemudian mengurangi motivasinya untuk

bekerja dengan baik. Bila salah seorang menerima lebih

banyak, maka dia akan termotivasi lebih kuat.

Masalah keseimbangan ini menyatakan bahwa orang

cenderung untuk selalu melihat rasio antara beban kerja

(effort) dengan penghargaan yang diterimanya. Bila

seimbang antara keduanya maka orang akan merasa puas,

bila sebaliknya akan merasa tidak puas atau kecewa. Akibat

selanjutnya adalah menurunnya motivasi kerja.

Kekecewaan itu akan menimbulkan ketegangan batin.

Begitu kita konfrontasikan masalah keseimbangan ini

dengan realita, maka kita hanya akan melihat lebarnya

jurang pemisah antara misalnya seorang prajurit yang

Hal .11
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

menjaga kedaulatan bangsa di pulau-pulau terluar dengan

oknum pegawai pajak tadi, yang pertama dengan taruhan

nyawa, perbekalan yang seadanya dan kondisi lingkungan

yang tidak bersahabat sementara harus mempertaruhkan

harga diri bangsa karena di pundak mereka wajah kekuatan

kita dibaca oleh negara-negara tetangga kita. Di lain pihak

oknum pegawai pajak yang bergelimang dengan uang

mendapatkan segala fasilitas hanya karena terlalu seringnya

mereka bersinggungan dengan uang negara yang

menggoda hasrat untuk melakukan korupsi, entoh dengan

itu semua mereka tetap saja korup.

Tidak adanya keseimbangan telah terbukti menjadikan

motivasi kerja seseorang terganggu yang ujung-ujungnya

akan mempengaruhi tujuan makro dari perusahaan atau

organisasi dalam menggapai tujuan terutama yang

memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Namun,

masih ada satu masalah lagi yang perlu kita kaji.

3. Masalah Penentuan Tujuan

Orang termotivasi untuk mencapai tujuan yang jelas;

sebaliknya orang akan bermotivasi kerja rendah bila tujuan

dari pekerjaannya tidak jelas.

Hal .12
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Mengapa berbagai permainan (games) sangat memoti-

vasi banyak orang untuk ikut melakukan karena tujuan yang

harus dicapai ada, jelas dan menarik. (Main sepakbola

misalnya).

Orang yang tugasnya jelas tujuannya dan lebih

“menantang” lebih menunjukkan motivasi kerja yang lebih

besar daripada orang yang tujuan tu-gasnya kabur atau

terlalu mudah untuk mencapainya.

Memberi tujuan tugas yang jelas akan lebih me-

motivasi daripada hanya sekedar mengatakan “Kerjakan

dengan sebaik-baiknya”, padahal tu-juan yang harus dicapai

tidak jelas.

Dalam hal organisasi negara dalam memotivasi

pegawai-pegawai mereka sebagai pelayan rakyat tentu

salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan kembali

nasionalisme dan kerelaan berkorban untuk negara dan

bangsanya. Bahasa yang lebih lugas, jangan pernah

meminta rakyat untuk punya nasionalisme yang tinggi (kita

dpat melihat dalam media massa saudara-saudara kita yang

berada di perbatasan yang hampir tidak pernah tersentuh

pembagunan sering kali tergoda untuk menjadi warga

negara tetangga karena fasilitas yang kan mereka terima

Hal .13
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

jauh dari apa yang telah diberikan negara ini terhadap

mereka) jika penyelenggara negara tidak punya empati,

bahkan tega menggondol uang rakyat, kongkalikong

menguras harta negara demi memperkaya diri sendiri. Mana

yang lebih pantas disebut pengkhianat negara? Rakyat di

perbatasan yang rela berbalik arah menjadi laskar negara

lain demi memenuhi kebutuhan pokok mereka atau para

penyelenggara negara yang korup dan mengemplang uang

negara demi memperkaya diri sendiri?

Sebuah organisasi besar harus terus menjelaskan

tujuannya kepada semua pihak yang berkepentingan dan

terus memperjelasnya kepada para pelaku organisasi

sehingga seiring berlalunya waktu, perbedaan kepentingan

tidak menghalangi mencapai tujuan. Satu lagi tantangan

besar yang harus dihadapi bersama juga bisa menjadi

motivator besar guna mensukseskan tujuan.

Hal .14
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

BAB IV

PEMBAHASAN

A. Pengertian Motivasi Kerja

Menurut arti katanya, motivasi atau motivation

berarti motif, penimbulan motif atau hal yang

menimbulkan dorongan. Dalam kamus administrasi, Drs.

The Liang Gie CS, memberikan perumusan akan motivating

atau pendorong kegiatan sebagai berikut: “Pekerjaan yang

dilakukan oleh seorang manajer dalam memberikan

insprasi, semangat dan dorongan kepada orang lain, dalam

hal ini karyawannya untuk mengambil tindakan-tindakan”.

Pemberian dorongan ini bertujuan untuk menggiatkan

orang-orang atau karyawan agar mereka besemangat dan

dapat mencapai hasil sebagaimana dikehendaki dari

orang-orang tersebut.

Di bawah ini tercantum beberapa definisi atau

pengertian motivasi kerja dari sejumlah penulis sebagai

berikut:

o George R. Terry berpendapat “motivasi kerja adalah

suatu keinginan dalam diri seseorang yang

mendorongnya untuk bertindak sesuatu”.

Hal .15
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

o Dr. Sondan P. Siagian, MPA berpendapat bahwa:

“Motivasi kerja merupakan keseluruhan proses

pemberian motiv berkerja para bawahan sedemikian

rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas demi

tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan

ekonomis.

o Wahjosumadjo menyatakan, “motivasi kerja merupakan

suatu proses psikologis yang mencerminkan interaksi

antara sikap kebutuhan persepsi dan kepuasan yang

terjadi pada diri seseorang.

o G. Terry mengemukakan bahwa “Motivasi diartikan

sebagai mengusahakan supaya seseorang dapat

menyelesaikan mempekerjaan dengan semangat

karena ia ingin melaksanakannya”.

o M. Manullang memberikan pengertian motivasi sebagai

pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer

memberikan inspirasi, semangat dan dorongan kepada

orang lain, dalam hal ini karyawan untuk mengambil

tindakan-tindakan. Pemberian dorongan ini bertujuan

untuk menggiatkan orang-orang karyawan agar mereka

bersemangat dan dapat mencapai hasil sebagaimana

dikehendaki dari orang-orang tersebut.

Hal .16
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

B. Dasar-dasar Pokok Motivasi Kerja

Pada dasarnya motivasi dapat mamacu karyawan

untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan

mereka. Hal ini akan meningkatkan produkitvitas kerja

karyawan sehingga berpengaruh pada pencapaian tujuan

perusahaaan, sumber motivasi ada tiga faktor, yakni (1).

Kemungkinan untuk berkembang, (2). Jenis pekerjaan ,dan

(3). Apakah mereka dapat merasa bagga menjadi bagian

dari perusahaan tempat mereka bekerja. Di samping itu

terdapat beberapa aspek yang terpengaruh terhadap

motivasi kerja karyawan, yakni: rasa aman dalam bekerja,

mendapatkan gaji yang adil dan kompetitif. Lingkungan

kerja yang menyengangkan, penghargaan atas prestasi

kerja dan perlakuan yang adil dari manajemen. Dengan

melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan,

pekerjaan yang menarik menantang, kelompok dan rekan-

rekan kerja yang menyenangkan, kejelasan akan standar

keberhasilan, output yang diharapkan serta, bangga

terhadap pekerjaan dan perusahaan dapat menjadi faktor

pemicu kerja karyawan.

Pada dasarnya proses dapat digambarkan jika

seseorang tidak puas akan mengakibatkan ketegangan,

yang pada akhirnya akan mencapai jalan atau tindakan

Hal .17
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

untuk memenuhi dan terus mencari kepuasan yang

menurut ukurannya sendiri sudah sesuai dan harus

terpenuhi. Sebagai contohnya, beberapa karyawan secara

regular menghabiskan sebagian besar waktunya untuk

berbicara atau mendiskusikan sesuatu di kantor, yang

sebenarnya hanya untk memuaskan kebutuhan sosialnya.

Langkah ini sebagai suat usaha yang bagus, namun tidak

produktif dapat mewujudkan hasil kerja atau target kerja.

Hal .18
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

C. Teori-teori Motivasi Kerja

1. Teori A. H. Maslow

Teori motivasi yang sangat terkenal adalah

toeri kebutuan yang dikemukakan oleh Abraham

Maslow. Menurut Maslow bahwa pada setiap diri

manusia itu terdiri atas lima kebutuhan, yaitu:

kebutuhan secara fisiologis, rasa aman, social,

penghargan dan aktualisasi diri.

• Aktualisasi diri

Kebutuhan untuk menggunakan , skill, potensi,

kebutuhan untuk berpendapat dengan

mengemukakan ide-ide, memberikan penilaian dan

kritik terhadap Sesuatu.

• Penghargaan diri

Kebutuhan akan harga diri, kebutuhan dihormati

dan dihargai orang lain.

• Kepemilikan sosial

Kebutuhan merasa memiliki, kebutuhan untuk

diterima dalam kelompok, berafiliasi, berinteraksi

dan kebutuhan untuk mencintai dan dicintai.

• Rasa aman

Hal .19
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Kebutuhan rasa aman, kebutuhan perlindungan dari

ancaman, bahaya, pertentangan dan lingkungan

hidup.

Hal .20
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

• Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan fisiologis, kebutuhan makan, minum,

perlindungan fisik, seksual, sebagai kebutuhan

terendah.

Semakin ke atas kebutuhan seseorang

semakin sedikit jumlah atau kuantitas manusia yang

memiliki kriteria kebutuhannya, contohnya kebutuhan

kategori self actualization/kebutuhan kebebasan diri

untuk merealisasikan cita-cita/harapan individu untuk

mengembangkan bakat yang dimilikinya. Jika dilihat

dari struktur dan keadaan masyarakat Indonesia,

sumber daya manusia kita masih banyak pada

peringkat kebutuhan fisiologis.

2. Teori David Mc Uelland

David Mc Clelland direktur pusat penelitian

kepribadian di universitas Harvard menganalisis

tentang tiga kebutuhan manusia yang sangat penting di

dalam organisasi tentang motivasi mereka. Mc Clelland

theory of needs memfokuskan kepada tiga hal, yaitu:

• Kebutuhan dalam mencapai kesuksesan (Need for a

chievement); kemampuan untuk mencapai

hubungan kepada standart perusahaan yang telah

Hal .21
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

ditentukan juga perjuangan karyawan untuk menuju

keberhasilan.

• Kebutuhan dalam kekuasaan/ororitas kerja (need for

power), kebutuhan untuk membuat orang

berperilaku dalam keadaan yang wajar dan

bijaksana dalam tugasnya masing-masing.

• Kebutuhan untk berafiliasi (need for affiliation);

hasrat untuk bersahabat dan mengenal lebik dekat

rekan kerja dalam organisasi.

3. Teori Mc Gregor

Dogles Mc Gregor mengajukan dua

pandangan yang berbeda tentang manusia; negative

dengan tanda x dan positif dengan tanda Y. Setelah

melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang

manajer dan karyawan, Mc. Gregor merumuskan

asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi

sebagai berikut:

Teori X (negative) merumuskan asumsi

seperti:

• Manusia sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada

kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-

malasan dalam bekerja.

Hal .22
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

• Semenjak manusia tidak menyukai pekerjaannya,

mereka harus dia tur dan di kontrol bahkan mungkin

ditakuti untuk menerima sanksi hukum jika tidak

bekerja dengan sungguh-sungguh.

• Manusia akan menghindari tanggung jawabnya dan

mencari tujuan formal sebisa mungkin.

• Kebanyakan manusia menempatkan keamanan dan

di atas faktor lainnya yang berhubungan erat

dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya

dengan sedikit ambisi.

Sebaliknya teori Y (positif) memiliki asumsi-

asumsi sebagai berikut:

• manusia dapat memandang pekerjaan sebagai

sesuatu yang wajar, lumrah dan alamiah.

• Manusia akan melatih tujuan pribadi dan

pengontrakan diri sendiri jika mereka melakukan

komitmen yang sangat objektif.

• Kemampuan untuk melakukan keputusan yang

cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas

diberbagai kalangan tidak hanya dari kalangan top

manajement/dewan direksi jadi teori MC.

Hal .23
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Gregor ini lebih memihak kepada asumsi-

asusmi Y dari perilaku sumber daya manusia di dalam

organisasi. Boleh jadi, ide-ide secara partisipasi

manusia dalam kepuasan kerjanya.

4. Teori M. Scott Myers

M. Scott Myers dari Texas menelaah 5

kelompok karyawan yaitu: ilmuwan, insinyur, penyelia

pembuatan, teknis, pria yang dibayar berdasarkan jam,

dan perakitan. Myers menerangkan 2 tipe karyawan:

pencari motivasi adalah karyawan yang dimotivasi oleh

keberhasilan pelaksanaan, tanggung jawab,

pertumbuhan, pengembangan, pekerjaan itu sendiri

dan pengakuan, sedangkan pengelak motivasi biasanya

terlalu memikirkan/merasa tidak puas dengan faktor-

faktor seperti upah dan tunjangannya. Karena itu

manajer yang ingin memotivasi karyawan harus

menentukan orientasi kelompok dan sesudah itu

menerapkan langkah-langkah perbaikan yang layak.

5. Teori Frederick Herzberg

Menurut teori Herzberg, faktor-faktor yang

berperan sebagai motivator terhadap pegawai, yakni

Hal .24
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

yang mampu memuaskan dan mendorong orang untuk

bekerja baik terjadi dari:

• Achievement (keberhasilan pelaksanaan)

Agar seorang bawahan dapat berhasil

dalam pekerjaannya, maka pemimpin harus

mempelajari bawahannya dan pekerjaannya dengan

memberikan kesempatan agar bawahan dapat

berusaha mencapai hasil. Selanjutnya agar

pemimpin memberi semangat pada para

pegawainya sehingga pegawai telah berhasil

mengerjakan pekerjaannya, pemimpin harus

menyatakan keberhasilan itu.

Hal .25
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

• Recognition (pengakuan)

Pengakuan terhadap keberhasilan

pegawai dapat dilakukan berbagai cara, yaitu:

a. Memberi surat penghargaan

b. Memberi hadiah berupa uang tunai

c. Memberi medali, surat penghargaan, dan hadiah

uang tunai

d. Memberi kenaikan gaji dan promosi

• The work it self (pekerjaan itu sendiri)

Pemimpin membuat usaha-usaha yang

riil dan meyakinkan, sehingga pegawai mengerti

akan pentingnya pekerjaan yang dilakukannya dan

berusaha menghindarkan kebosanan dalam

pekerjaan pegawai serta mengusahakan agar

pegawai sudah tepat dalam pekerjaannya.

• Responsibilities (tanggung jawab)

Agar responsibilities benar-benar

menjadi motivator bagi pegawai, pemimpin harus

menghindari supervise yang ketat, dengan

memberikan pegawai bekerja sendiri sepanjang

pekerjaan itu memungkinkan dan menerapkan

prinsip partisipasi.

Hal .26
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Hal .27
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

• Advancement (pengembangan)

Agar faktor ini benar-benar berfungsi

sebagai motivator maka pemimpin dapat

memulainya dengan melatih bawahannya untuk

pekerjaan yang lebih bertanggung jawab.

Selanjutnya pemimpin memberi rekomendasi

tentang pegawai yang siap untuk mengembangkan,

untuk menaikkan pangkatnya atau dikirim

mengikuti pendidikan atau latihan lanjutan.

D. Motivasi Bersifat Positif

Setiap pemimpin harus mempelajari setiap

perilaku karyawan agar bisa menggunakan motivasi

yang tepat dan cocok.

• Penghargaan terhadap pekerjaan

Kebanyakan manusia senang

menerima pengakuan terhadap pekerjaan yang

diselesaikannya dengan baik, berdiam diri saja tidak

cukup. Terutama apabila pekerjaan baik dihargai

tanpa, komentar, sementara pekerjaan jelek selalu

diberikan teguran. Bagaimana penghargaan

terhadap pekerjaan yang teselesaikan dengan baik

akan menyenangkan hati itu.

Hal .28
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

• Komunikasi dan informasi

Pemberian informasi yang jelas akan

sangat berguna untuk menghindari adanya gosip,

desas-desus dan sebagainya harus ada informasi

dan komunikasi kepada karyawan dengan baik, jelas

dan terperinci. Hasilnya, setelah diberikan

penjelasan atau informasi, mereka akan

bersemangat atau termotivasi dalam bekerja.

• Persaingan, partisipasi dan kebanggaan

Pada umumnya, setiap orang sering

bersaing secara sehat dan jujur. Sikap dasar ini bisa

di manfaatkan oleh para pemimpin dengan

memberikan motivasi persaingan yang sehat dalam

menjalankan tugasnya. Pemberian hadiah untuk

yang menang merupakan bentuk motivasi postif.

Dengan dijalankannya partisipasi ini bisa di peroleh

manfaat, seperti bisa dibuatnya keputusan yang

lebih baik karena banyak sumbangan pikiran,

adanya penerimaan yang lebih besar terhadap

perintah yang diberikan dan adanya perasaan

diperlukan. Kebanggan disini sebagai alat motivasi

dengan persaingan dan pemberian penghargaan.

Hal .29
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

E. Pandangan Motivasi Kerja dalam Organisasi

1. Model tradisional

Model motivas tradisional dihubungkan dengan tokoh

Fredrick Taylor untuk memberikan dorongan kepada

karyawan agar melakukan tugas mereka dengan berhasil,

para manajer menggunakan sistem upah. Semakin banyak

mereka menghasilkan/mencapai hasil kerja yang

sempurna, semakin besar penghasilan mereka.

2. Model hubungan manusiawi

Elton Maya dan peniliti tentang hubungan manusia

lainnya menemukan bahwa kontak sosial yang dialami

mereka, dan kebosanan serta rutinitas pekerjaan

merupakan hal-hal yang mengurangi motivasi dalam

bekerja. Sehingga mereka menganjurkan para manajer

bisa memotivasi karyawan dengan mengakui kebutuhan

sosial dan membuat mereka merasa penting dan berguna.

Perusahaan mencoba untuk mengakui kebutuhan sosial

karyawan dan mencoba memotivasi mereka dengan

meningkatkan kepuasan kerja. Para karyawan diberi lebih

banyak waktu kebebasan untuk mengambil keputusan

dalam pekerjaannya. Dalam model atasan mereka

Hal .30
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

memperlakukan dengan baik dan tenggang rasa juga

penuh perhatian atas kebutuhan mereka.

3. Model sumber daya manusia

Tugas manajer dalam model ini, bukanlah menyuap

para karyawan dengan upah atau uang saja tetapi juga

untuk mengembangkan rasa tanggung jawab bersama

dalam mencapai tujuan organisasi dan anggotanya,

dimana setiap karyawan menyumbangkan sesuai dengan

kepentingan dan kemampuannya masing-masing.

Hal .31
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Di semua lingkungan kerja, dimanapun dan siapapun

dengan jabatan yang boleh berbeda-beda pasti pernah

mengalami kehilangan semangat dalam bekerja.

Penyebabnya boleh beragam, mulai dari masalah pribadi

sampai kecemburuan diantara sesama pekerja. Disinilah

motivasi kerja itu diperlukan.

Banyaknya teori yang telah disampaikan oleh para

tokoh tentang motivasi kerja, masing-masing

mengetengahkan argumen yang berbeda dengan sudut

pandang yang berbeda pula. Kiranya boleh diringkas ada

tiga faktor yang bisa memotivasi seseorang untuk semangat

kembali memasuki lingkungan kerja.

Memberi mereka pengharapan adalah yang pertama,

seperti memberikan reward jika mereka mampu memenuhi

target. Yang kedua adalah dengan berlaku adil, seimbang

dan atau sama terhadap semua pekerja, dan yang terakhir

adalah terus menerus menentukan tujuan yang jelas bagi

para pelaku.

Hal .32
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Ketiga hal ini tentu bukan nilai konstan, tapi masing-

masing dari ketiganya bisa menciptakan variabel baru

sesuai dengan tuntutan masa dan nilai yang dianut oleh

personalitas pelaku kerja itu sendiri.

B. Saran

Sebuah organisasi atau perusahaan yang bergerak di

bidang apapun terutama bidang pelayanan publik, semisal

penyelenggara negara, sangat memerlukan motivasi kerja

bagi para pegawainya. Motivasi di sini bukan hanya ketika

mereka kehilangan semangat dalam berkarya dalam

pelayanan tapi juga bermakna penyadaran kembali bahwa

keberadaan mereka adalah sebagai pelayan masyarakat

atau klien.

Pentingnya motivasi dan penyadaran ini makin tampak

akhir-akhir ini ketika nyata-nyata pemerintah sebagai

pelayan publik dituntut profesionalismenya dan

meningkatkan kinerjanya demi efisiensi, kenyamanan

pelayanan dan juga good governance, begitu juga

perusahaan-perusahaan pemerintah dibawah payung BUMN,

sebagian dari mereka yang bahkan punya hak monopoli

sering kali merugi dengan alasan subsidi kepada rakyat,

Hal .33
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

padahal rakyat sebagai konsumen juga tidak pernah

merasakan pelayanan yang memadai.

Kritik dan saran sudah terlalu sering dilakukan, para

pakar pun telah banyak membaut rumusan, hanya dalam

aplikasi di lapangan saja yang menurut hemat kami masih

sangat jauh panggang dari api. Oleh karenanya sekali lagi,

motivasi dan penyadaran kembali akan arti penting

keberadaan mereka sebagai pelayan publik dan juga

penggerak roda pemerintahan dengan tingkat tekanan yang

sangat tinggi teramat sangat diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA

M.Manullah, Manajemen Personalia, Yogyakarta, Gadjah Mada


University Press, 2001.

Veithzal Rivai, Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan,


Jakarta, PT. Raja Grafindo , 2006

M.Ma’ruf Abdullah, Manajemen Sumber Daya Manusia,


Banjarmasin, Antasari Press, 2007

Bary Dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia, Indonesia, PT


Indeks Gremadia, 2005

Burhanuddin, Analisis Motivasi kerja, (Malang : Bumi Aksara, 1994).

I.Nyoman Bertha, Filsafat dan Teori Pendidikan, (Bandung : FIP IKIP Bandung,
1983).

Maman Ukas, Manajemen Konsep, Prinsip, dan Aplikasi, (Bandung : Ossa


Promo, 1999).

Hal .34
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010
MOTIVASI KERJA
Seminar Manajemen
Kelompok 7

Nanang Fattah, Landasan Manajemen Pendidikan, (Bandung : Rosdakarya, 1996).

http://www.e-iman.uni.cc

http://wangmuba.com/2009/03/05/pengertian-motivasi-kerja

Hal .35
Fak. Ekonomi Universitas Muria Kudus -2010