Anda di halaman 1dari 5

ALAT DAN BAHAN

ALAT BAHAN

1. Botol vial (flacon) 1. Tissue


2. Centrifuge 2. Asam cuka glasial
3. Penangas air 3. Asam asetat anhidrida
4. Batang kaca pengaduk 4. Asam sulfat pekat
5. Pipet 5. Akuades
6. Kaca benda 6. Natrium chlorat
7. Kaca penutup 7. HCl
8. Mikroskop 8. Gliserin jelly
9. Neraca 9. Safranin
10. Lap pembersih 10. Alkohol 50%
11. Alkohol 70%
12. Alkohol 80%
13. Alkohol 96%
14. Alkohol absolut
15. Alkohol : Xylol = 3 : 1
16. Alkohol : Xylol = 2 : 2
17. Alkohol : Xylol = 1 : 3
18. Xylol
19. Entelan
20. Spora pada Adiantum
21. Spora pada Platycerium (Paku
tanduk rusa
22. Spora pada Pteris
23. Spora pada Pyrrosia (Sisik naga)
24. Polen pada Bunga Palem
25. Polen pada Bunga Kacang
26. Polen pada Bunga Sepatu
27. Polen pada Bunga Zinnia elgans
28. Polen pada Bunga Sikat botol
29. Polen pada Bunga Kemuning
30. Polen pada Bunga Lili
31. Polen pada Bunga Lamtoro
CARA KERJA

 TAHAP PERSIAPAN

Disiapkan sporofil tumbuhan paku yang telah jelas mempunyai sorus

Disiapkan anthera bunga yang telah masak, sehingga polennya mudah dilepaskan dari
kotak sari

Dimasukkan kedalamnya anthera atau bagian yang mengandung spora ke dalam botol vial
berisi asam cuka glasial

Dibiarkan sedikitnya 24 jam

 TAHAP PEMROSESAN SEDIAAN MIKROSKOPIS SPORA/POLEN


DENGAN GLISERIN JELLY

Dipindahkan isi vial yang berupa rendaman anthera dan spora dalam asam cuka glasial
tersebut, ke dalam tabung centrifuge.

Kemudian dipusing, hingga adanya endapan

Dibuang cairannya, dengan serpihan-serpihan yang besar menggunakan pinset

Dituangkan campuran asetat anhirida dan asam sulfat pekat dengan perbandingan 9 :1 ke
dalam tabung centrifuge yang telah berisis polen/spora

Dipanaskan tabung centrifuge dengan memakai penangas air, mulai suhu kamar sampai
mendidih, setiap kali dikocok atau diaduk dengan menggunakan batang kaca

Dihentikan pemanasan bila sudah mendidih

Dikeluarkan tabung dari penangas air dan dibiarkan hingga dingin selama 15 menit
Dipusing dan dibuang cairannya, lalu diganti dengan akuades kemudian dikocok.

Diganti dengan akuades selama beberapa kali, tetapi setiap kali akan membuang akuades
harus dipusing terlebih dahulu

Kemudian dicek dibawah mikroskop, bila masih nampak terlalu gelap harus dilakukan
bleaching dengan menambahkan ke dalamnya 2 ml asam cuka glasial + 2-3 tetes Natrium
Khlorat + 2-3 tetes HCl pekat.

Dicuci dengan aquades beberapa kali, setiap kali mengganti cairan harus dipusing dengan
centrifuge.

Dibuang aqudes, diganti dengan gliserin jelly yang telah dipanaskan serta sudah
ditambahkan ke dalamnya zat warna safranin.

Diambil gliserin jelly dalam keadaan cair dengan menggunakan batang kaca

Diletakkan diatas kaca benda dan segera ditutup dengan kaca penutup

 TAHAP PEMROSESAN SEDIAAN MIKROSKOPIS SPORA/POLEN


DENGAN MEDIUM ENTELAN
Dipindahkan isi vial yang berupa rendaman anthera dan spora dalam asam cuka glasial
tersebut, ke dalam tabung centrifuge.

Kemudian dipusing, hingga adanya endapan

Dibuang cairannya, dengan serpihan-serpihan yang besar menggunakan pinset

Dituangkan campuran asetat anhirida dan asam sulfat pekat dengan perbandingan 9 :1 ke
dalam tabung centrifuge yang telah berisis polen/spora

Dipanaskan tabung centrifuge dengan memakai penangas air, mulai suhu kamar sampai
mendidih, setiap kali dikocok atau diaduk dengan menggunakan batang kaca
Dihentikan pemanasan bila sudah mendidih

Dikeluarkan tabung dari penangas air dan dibiarkan hingga dingin selama 15 menit

Dipusing dan dibuang cairannya, lalu diganti dengan akuades kemudian dikocok.

Diganti dengan akuades selama beberapa kali, tetapi setiap kali akan membuang akuades
harus dipusing terlebih dahulu

Kemudian dicek dibawah mikroskop, bila masih nampak terlalu gelap harus dilakukan
bleaching dengan menambahkan ke dalamnya 2 ml asam cuka glasial + 2-3 tetes Natrium
Khlorat + 2-3 tetes HCl pekat.

Dicuci dengan aquades beberapa kali, setiap kali mengganti cairan harus dipusing dengan
centrifuge.

Dibuang akuadesnya dan diganti dengan larutan safranin dalam akuades 1%, lalu dibiarkan
selama kurang lebih 5 menit

Selanjutnya diganti berturut-turut dengan interval waktu masing-masing 2-5 menit dengan,

 Alkohol 70%
 Alkohol 80%
 Alkohol 96%
 Alkohol absolut
 Campuran alkohol : xylol = 3 :1
 Campuran alkohol : xylol = 2 : 2
 Campuran alkohol : xylol = 1 : 3
 Xylol murni
Setiap pergantian larutan hendaknya di pusing dengan centrifuge terlebih dulu
Diganti dengan xylol murni lagi (xylol kedua )

Diamati dengan mikroskop hasil pembuatan preparat, apabila ditemukan pollen dan spora
yang sesuai lalu ditandai

Ditambahkan 1-2 tetes entelan. Ditutup yang rapat dan diberi label.