Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN RANCANGAN AKTUALISASI

IMPLEMENTASI SISTEM DATABASE


PEMASYARAKATAN (SDP) PADA
BALAI PEMASYARAKATAN KLAS II METRO

DISUSUN OLEH :
NAMA : GUSTI ADIKARA DAHANA P. J
NIP : 19990106 201712 1 001

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH


PEMERINTAH PROVINSI LAMPUNG
PELATIHAN DASAR CPNS GOLONGAN II ANGKATAN II
KEMENTRIAN HUKUM DAN HAM LAMPUNG
TAHUN 2018
LEMBAR PERSETUJUAN

JUDUL : IMPLEMENTASI PENGAPLIKASIAN SISTEM


DATABASE PEMASYARAKATAN (SDP) PADA
BALAI PEMASYARAKATAN KLAS II METRO

NAMA : GUSTI ADIKARA DAHANA P. J


NIP : 19990106 201712 1 001
INSTANSI : KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM LAMPUNG

LOKUS PRAKTIK : RUMAH TAHANAN KELAS II B MENGGALA

Telah disetujui berdasarkan hasil seminar rancangan aktualisasi hari


Kamis 31 Mei 2018

Widyaiswara Pembimbing Mentor

Drs. Agus Triono,M.Pd Ade Hari Setiawan, A.Md.I.P.,S.H.


NIP 19631029 198901 1 002 NIP 19871222 200801 1 001

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan YME yang telah melipahkan rahmat dan
karunia-Nya, serta bimbinganNya dalam kehidupan ini sehingga penulis dapat
menyelesaikan Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar CASN/ Calon Aparatur
Sipil Negara.
Penyusunan laporan rancangan ini dapat terselesaikan karena adanya
bimbingan, saran, dan nasehat dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi- tingginya kepada:
1. Bapak Drs. Agus Triono,M.Pd selaku coach penulis yang telah
menyediakan waktu dan tenaga untuk memberi saran dan motivasi
kepada penulis dalam proses penyelesaian rancangan aktualisasi ini;
2. Bapak Giyanto,S.IP.,M.Si selaku mentor penulis yang telah membantu
dan membimbing penulis dalam penerapan rancangan aktualisasi ini;
3. Tim Widyaiswara yang telah dengan sabar membimbing kami
selama melaksanakan masa on campus pada pelatihan dasar (Latsar)
CASN;
4. Keluarga tercinta yang selalu mendoakan dan mendukung penulis;
5. Rekan-rekan Latsar Kemenkumham Golongan II khususnya Angkatan II
yang saling membantu dalam menjalankan Latsar.
Rancangan aktualisasi ini menyajikan tentang kegiatan yang akan
dilakukan oleh penulis di Subbag Bimbingan Klien Pemasyarakatan pada Balai
Pemasyarakatan Klas II Metro, dengan mengaktualisasikan Nilai-Nilai Dasar
ASN, yakni Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi (ANEKA).
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kasih dan semoga apa yang
penulis susun dalam rancangan aktualisasi ini bermanfaat bagi kita semua.

Bandar Lampung, Mei 2018


Penulis
DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................. ii
DAFTAR ISI ........................................................................................ iii

BAB I. PENDAHULUAN................................................................... 1
A. Deskripsi Unit Kerja........................................................ 1
B. Konsep Pokok Mata Pelatihan ………………………….. 9
C. Penetapan Inisiatif Pemecahan Core Issue …………… 15

BAB II. RENCANA AKTUALISASI.................................................... 17


A. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan…………………. 17
B. Kontribusi Hasil Kegiatan terhadap
Visi-Misi Organisasi …………………………………….... 20
C. Kontribusi terhadap penguatan
nilai-nilai Organisasi……………………………………..... 22

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Deskripsi Unit Kerja

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur


Sipil Negara (selanjutnya disebut UU ASN) menyebutkan bahwa yang
dimaksud dengan ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil (PNS)
dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada
instansi pemerintahan. Dalam menjalankan perannya sebagai pelaksana
kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa, maka
untuk melaksanakan peran tersebut dibutuhkan seorang PNS yang
profesional, yaitu PNS yang mampu memenuhi standar kompetensi
jabatannya sehingga mampu melaksanakan tugas jabatannya secara efektif
dan efisien.

PNS sebagai salah satu Pegawai ASN melalui perekrutannya harus


mengikuti Pelatihan Dasar Calon PNS dalam rangka pembentukan karakter
PNS dan membentuk kemampuan bersikap dan bertindak profesional
mengelola tantangan dan masalah keragaman sosial kultural dengan
menggunakan perspektif whole of government atau one government yang
didasari nilai-nilai dasar PNS berdasarkan kedudukan dan peran PNS dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada setiap pelaksanaan
tugas jabatannya sebagai pelayan masyarakat sebagai wujud nyata bela
negara seorang PNS.

Tugas dan peranan ASN yang begitu penting tersebut menjadi alasan
utama untuk meningkatkan kinerja ASN lebih optimal dan berorientasi pada
kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan Peraturan Kepala LAN No. 15
Tahun 2015 disebutkan bahwa pembentukan karakter PNS yang
profesional dapat terwujud dengan adanya pembentukan karakter melalui
jalur pendidikan dan pelatihan prajabatan (diklat prajabatan) yang

1
didasarkan pada nilai-nilai dasar profesi PNS. Terdapat dua tahapan dalam
pelatihan dasar tersebut, yaitu tahap internalisasi nilai- nilai dasar PNS dan
aktualisasi nilai-nilai dasar PNS. Pada tahap internalisasi PNS dibekali mata
diklat Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi, yang selanjutnya diakronimkan menjadi ANEKA. Tahap aktualisasi,
yaitu penerapan nilai-nilai dasar profesi PNS di tempat kerja sesuai dengan
formasi jabatan.

Dewasa ini kualitas dan kuantitas pelayan publik yang diberikan oleh
aparatur pemerintah banyak dipertanyakan kualitasnya, Banyak media masa
maupun keluhan langsung dari masyarakat tentang mutu pelayanan publik
yang masih jauh dari kata layak. Banyaknya masalah yang timbul
diakibatkan kurangnya dan turunnya kesadaran dan kepedulian ASN dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya seperti birokrasi terlalu rumit,
maladministrasi, dan indikasi adanya praktik KKN telah menjadi isu yang
lumrah dalam masyarakat.

Sejalan dengan diterapkannya UU ASN, penyelenggaraan diklat


bertujuan agar para calon PNS (CPNS) mampu menginternalisasi nilai- nilai
profesi ASN dengan cara mengalami sendiri dalam penerapan aktualisasi di
tempat kerja sehingga CPNS dapat merasakannya secara langsung.

Rumah Tahanan Kelas II B Menggala pada khususnya bertekad untuk


merubah sistem pelayanan yang buruk menjadi lebih baik, menjadikan
Rumah Tahanan Kelas II B Menggala sebagai wadah bagi para narapidana
mendapatkan pelayanan pembimbingan, pengawasan dan setral penelitian
kemasyarakatan yang mumpuni, berkualitas dan berintegritas. Rumah
Tahanan Kelas II B Menggala berupaya untuk meningkatkan juga kualitas
para pegawai aparaturnya, yang menjalankan tugas, peran dan fungsinya
dengan berlandaskan nilai-nilai dasar ANEKA demi pelayanan
kemasyarakatan yang lebih baik lagi.

2
Balai Pemasyarakatan Metro merupakan instansi baru dibawah naungan
Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Lampung yang berdiri di
Metro dan beralamat di Jalan Sutrisno (Belakang Polrest Metro) Kelurahan
Imopuro Kecamatan Metro Pusat Kota Madya metro. Balai Pemasyarakatan
Metro mulai dioperasionalkan sejak tanggal 01 April 2004 dengan tugas
pokok melaksanakan Penelitian Kemasyarakatan, Pendampingan,
Bimbingan dan Pengawasan terhadap pelanggar hukum (Klien) di luar
lembaga (Non Institusi Services) dan sampai sekarang telah menjalankan
kegiatannya.

Disamping itu Balai Pemasyarakatan (Bapas) juga melaksanakan


Bimbingan dan Konsultasi terhadap keluarga yang mempunyai anak dan
remaja yang telah terlanjur melaksanakan penyimpangan tingkah laku
(kenakalan / kejahatan) / Juvenile Delikuensi. Secara operational Balai
Pemasyarakatan tidak saja bersifat Freventif (pencegahan) tapi juga
rehabilitatif dan curatif (menyembuhkan / mengembalikan) terhadap
pelanggar hukum maupun Pembimbingan terhadap anak-anak nakal agar
tidak terjadinya pengulangan kenakalan kejahatan-kajahatan lebih luas lagi.

Maka dengan adanya Balai Pemasyarakatan (Bapas) khususnya di Metro


diharapkan minimal tindakan yang melanggar hukum dapat dikurangi,
walaupun tidak dapat diatasi secara maksimal serta program rehabilitasi
dan resosialisasi bekas-bekas narapidana (hukuman) dapat terwujud,
seperti apa yang kita harapkan.

A.1 Dasar Hukum Organisasi


1. UU RI No. 12 Th. 1995 tentang Pemasyarakatan.
2. UU RI No. 3 Th. 1947 tentang Pengadilan Anak.
3. Keputusan Menteri Kehakiman RI No.M.02.PR.07.03 Th.1987
tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Bimbingan
Kemasyarakatan dan Pengentasan Anak.
4. Keputusan Menteri Kehakiman RI No.M.01.PR.07.03 Th. 1997

3
tentang Perubahan Keputusan Menteri Kehakiman RI
No.M.02.PR.07.03 Th. 1987 tentang Organisasi dan Tata Kerja
Balai Pemasyarakatan.
5. Keputusan Menteri Kehakiman dan HAM RI No.M.07.PR.07.03 Th
2003 Tanggal 16 April 2003 tentang Pembentukan Balai
Pemasyarakatan: Sibolga, Bukit Tinggi, Tanjung Pinang, Lahat,
Muara Bungo, Metro, Wonosari, Muara Tiweh, Palopo, Bau-Bau,
Karang Asem, Sumbawa Besar, Sorong, Merauke, Waikabubak,
Pangkal Pinang, Serang dan Gorontalo.

A.2 Visi, Misi, Motto dan Nilai-nilai Organisasi


Visi Balai Pemasyarakatan Klas II Metro adalah :
“Mewujudkan dan memulihkan kesatuan hubungan hidup, kehidupan
dan penghidupan klien pemasyarakatan”

Misi Balai Pemasyarakatan Klas II Metro adalah :


1. Mewujudkan litmas yang objektif, akurat dan tepat waktu
2. Melaksanakan program pembimbingan secara berdayaguna, tepat
sasaran dan memiliki prospek kedepan
3. Mewujudkan Independensi Pembimbingan Kemasyarakatan dalam
rangka penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan
kejahatan serta perlindungan hak
4. Pendampingan Klien anak yang berhadapan dengan hukum

Motto Balai Pemasyarakatan Klas II Metro adalah :


“Bapas Klas IIB Metro Citra “Cepat – Inspiratif – Transparan –
Responsif dan Akuntabel”

4
Nilai-Nilai Organisasi
Bapas Klas II Metro melayani berdasarkan pada nilai PASTI SMART
yakni “Profesional – Akuntabel – Sinergi – Transparan dan Inovatif juga
Serious – Minded – Active – Responsive dan Talk”

A.3 Struktur Organisasi

KEPALA BAPAS

KAUR TATA USAHA

KASUBSI BKD KASUBSI BKA BENDAHARA URS. URS RT &


PERLENGKAPAN
KEPEGAWAIAN

PEMBIMBINGAN PEMBIMBING PEMBIMBINGAN PEMBIMBING


KEMASYARAKATAN MENTAL & ROHANI KEMASYARAKATAN MENTAL & ROHANI

Gambar 1. Struktur Organisasi Bapas Klas II Metro

A.4 Profil Singkat Pembimbing Kemasyarakatan

Sejak berdirinya Lembaga Reklasering di Indonesia pada zaman


Pemerintahan Belanda, petugas yang menjadi garda terdepan dalam
pelayanan hukum kepada masyarakat saat itu dikenal dengan sebutan
Ambtenaar der Reclassering disebut juga Bijzondere Ambtenaar (Pegawai
Negeri Istimewa) atau dalam bahasa Inggris disebut Probation Officer,
Pekerja Sosial Kehakiman dan mulai 1968 petugas tersebut dikenal dengan
sebutan Pembimbing Kemasyarakatan. Tugas dan tanggungjawabnya telah
diatur dalam Wetboek van strafrecht sampai dengan Undang-Undang nomor
11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

5
Pembimbing Kemasyarakatan mempunyai tugas khusus dalam proses
penegakan hukum. Pembimbing Kemasyarakatan merupakan salah satu
bagian dari sistem tata peradilan pidana, seperti halnya Polisi, Jaksa,
Hakim, dan Pengacara. Dalam Keputusan Menteri Kehakiman RI No : M.01-
PK.04.10 Tahun 1998 tentang Tugas, Kewajiban, dan Syarat-syarat bagi
Pembimbing Kemasyarakatan disebutkan bahwa Pembimbing
Kemasyarakatan adalah pegawai/petugas Pemasyarakatan pada Balai
Pemasyarakatan yang ditunjuk dan atau diangkat menjadi Pembimbing
Kemasyarakatan serta dapat diberhentikan oleh Menteri sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang mengaturnya. Pembimbing
Kemasyarakatan bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas dan kewajiban
kepada Kepala Balai Pemasyarakatan. Undang-undang Nomor 11 Tahun
2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menyebutkan bahwa
Pembimbing Kemasyarakatan adalah pejabat fungsional penegak hukum
yang melaksanakan penelitian kemasyarakatan, pembimbingan,
pengawasan, dan pendampingan terhadap Anak di dalam dan di luar proses
peradilan pidana.

Pada Tahun 2018, Balai Pemasyarakatan Klas II Metro memiliki pegawai


sebanyak 34 (tiga puluh empat) orang yang terdiri dari 26 orang berstatus
Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan 8 orang berstatus Calon Pegawai Negeri
Sipi. Pegawai merupakan unsur terpenting dalam suatu organisasi.
Keberhasilan suatu organisasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya
sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh
organisasi tersebut. Sehubungan dengan hal tersebut, Balai Pemasyarakatan
Klas II Metro dalam melaksanakan tugas pokoknya didukung dengan sumber
daya manusia sebagai berikut:
Tabel 1. PNS Bapas Klas II Metro berdasarkan Kualifikasi Pendidikan

No Pendidikan Jumlah ASN Persentase


1. Pasca Sarjana/S2 2 orang 5,9
2. Sarjana/S1 27 orang 79,4

6
No Pendidikan Jumlah ASN Persentase
3. Diploma/D3 0 orang 0
4. SLTA 5 orang 14,7
JUMLAH 34 Orang 100,0
Sumber Data: Balai Pemasyarakatan Klas II Metro

Jumlah pegawai Balai Pemasyarakatan Klas II Metro yang cukup besar yaitu
sebanyak 34 orang, dapat berdampak positif pada kinerja Balai
Pemasyarakatan Klas II Metro. Selain berdampak positif, hal ini juga dapat
dipandang sebagai tantangan yang besar seperti semakin sulitnya
koordinasi antar individu dan antar bidang yang kemudian akan berdampak
pada belum optimalnya produk perencanaan yang dihasilkan oleh Balai
Pemasyarakatan Klas II Metro.

PNS Balai Pemasyarakatan Klas II Metro didominasi oleh jenjang


pendidikan Sarjana/S1 sebanyak 27 orang dan Pasca Sarjana 2 orang,
sedangkan paling sedikit adalah tamatan tingkat pendidikan SLTA sebanyak
5 orang.

Tingkat pendidikan yang belum merata dan masih cukup banyaknya PNS
yang berpendidikan di bawah Sarjana Strata 1 (S1) dapat memicu terjadinya
kesalahpahaman dan koordinasi yang tidak baik yang selanjutnya dapat
berdampak pada belum optimalnya produk pelayanan kemasyarakatan yang
dihasilkan oleh Balai Pemasyarakatan Klas II Metro. Hal ini didukung pula
dengan pemahaman pegawai yang masih rendah terkait Standard
Operational Procedure (SOP) dan dasar hukum tentang pelayanan
kemasyarakatan.

Berdasarkan deskripsi di atas maka dapat diambil beberapa isu yang perlu
ditindaklanjuti dalam upaya pencapaian visi dan misi kepala daerah, yaitu:

7
1. Penerapan input Sistem Database
Pemasyarakatan yang diabaikan pegawai Balai Pemasyarakatan
Klas II Metro;
2. Alur penerimaan klien bimbingan yang
tidak sistematis;
3. Kurang Tertibnya Pelayanan terpadu
Pembimbing Kemasyarakatan Pada klien Pemasyarakatan.

Isu di atas kemudian dianalisis menggunakan teknik USG (Urgency,


Seriousness, and Growth) dengan skala Likert untuk menetapkan isu
prioritas. Analisis tersebut secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2. Analisis Identifikasi Isu Menggunakan Teknik USG


SCORE
No IDENTIFIKASI ISU TOTAL RANGKING
U S G
1 Implementasi system database 4 5 5 14 III
pemasyarakatan (SDP) pada
Balai Pemasyarakatan Klas II
Metro
2 Tidak maksimalnya pengawasan 3 4 4 11 II
bimbingan klien
3 Optimalisasi prosedur guna 3 3 4 10 I
meningkatkan mutu litmas

Keterangan Keterangan Seriousness : Keterangan


Urgency : 5 : Sangat Berpengaruh Growth :
5 : Sangat Mendesak 4 : Berpengaruh 5 : Sangat Berdampak
4 : Mendesak 3 : Cukup Berpengaruh 4 : Berdampak
3 : Cukup Mendesak 2 : Tidak Berpengaruh 3 : Cukup Berdampak
2 : Tidak Mendesak 1 : Sangat Tidak 2 : Tidak Berdampak
1 : Sangat Tidak berpengaruh 1 : Sangat Tidak
Mendesak Berdampak

Berdasarkan identifikasi isu di atas, maka isu yang ditetapkan adalah


“Kurang tertibnya pelayanan terpadu pembimbing kemasyarakatan pada
klien pemasyarakatan”. Isu ini ditetapkan karena berdasarkan analisis
menggunakan teknik USG. Dianggap sangat mendesak karena dengan

8
tertibnya pelayanan terpadu dapat mempengaruhi tingkat kualitas
keberhasilan dari pelayanan yang diberikan oleh pembimbing
kemasyarakatan kepada klien pemasyarakatan. Hal ini didasarkan pada
analisis kriteria isu sebagai berikut :

1. Aktual
Adanya pelayanan sistem administrasi data klien bimbingan
pemasyarakatan yang belum maksimal sehingga dalam
pelayanan yang diberikan masih dinilai lambat dan kurang baik.

2. Kekhalayakan
Baik atau buruknya Pelayanan sistem administrasi kepada klien
pemasyarakatan sangat berdampak terhadap proses bimbingan
yang kurang cepat dan tanggap sebagai objek pelayanan;

3. Problematik
Pelayanan sistem administrasi data klien pemasyarakatan yang
tidak tersusun secara sistematis merupakan salah satu gambaran
yang dijadikan tolak ukur untuk menilai berhasil atau tidaknya
suatu bentuk pelayanan yang diberikan pembimbing
kemasyarakatan kepada klien pemasyarakatan. Apabila
pelayanan administrasi yang diberikan tidak maksimal maka
dalam peroses pengurusan berkas yang diajukan klien bimbingan
akan terhambat dan tidak selesai tepat waktu.

4. Kelayakan
Pelaksanaan pelayanan sistem administrasi data klien
pemasyarakatan dapat dijalankan karena sesuai dengan tupoksi
dari pembimbing kemasyarakatan dan kesesuaian latar belakang
pendidikan pembimbing kemasyarakatan dengan jenis kerja yang
diemban.

B. Konsep Pokok Mata Pelatihan

1. Akuntabilitas

9
Akuntabilitas seringkali disalah artikan sebagai responsibilitas karena
dua kata itu memiliki pemahaman yang hampir sama. Akan tetapi dari
kedua kata tersebut, terdapat perbedaan tentang bagaimana cara
mencapainya dan konsep yang mendasari pengertian akuntabilitas dan
responsibilitas. Menurut modul Akuntabilitas, responsibilitas adalah
kewajiban untuk bertanggung jawab, sedangkan akuntabilitas adalah
kewajiban pertanggungjawaban yang harus dicapai. Akuntabilitas
merujuk pada kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya.

Dari penjelasan dan definisi akuntabilitas di atas, maka dapat


disimpulkan bahwa Akuntabilitas diperlukan seorang PNS dalam
mengambil keputusan, sehingga terhindar dari konflik kepentingan. Hal
lain yang harus diperhatikan adalah PNS diharapkan melayani
masyarakat dengan konsisten dan adil.

2. Nasionalisme
Nasionalisme merupakan suatu sikap yang dari masyarakat, bangsa
dan negara yang mempunyai kesamaan kebudayaan, wilayah dan cita-
cita serta kesamaan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu negara
menumbuhkan rasa cinta terhadap bangsa. Dari pengertian tersebut,
nasionalisme tidak bisa dipahami secara sempit, karena rasa cinta yang
berlebihan terhadap bangsa sendiri membuat perasaan merendahkan
bangsa lain, karena merasa bangsanya yang paling hebat
(chauvinisme). Sikap yang harus kita kembangkan adalah sikap
menghargai dan menumbuhkan sikap kerjasama dengan bangsa lain.
Dalam arti luas, Nasionalisme bisa dipahami sebagai rasa cinta yang
wajar terhadap bangsanya serta menghormati bangsa lain.

Nasionalisme Pancasila merupakan pandangan atau paham kecintaan


manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila. Prinsip nasionalisme bangsa

10
Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa
Indonesia senantiasa menempatkan persatuan kesatuan, kepentingan
dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau
kepentingan golongan; menunjukkan sikap rela berkorban demi
kepentingan bangsa dan negara; bangga sebagai bangsa Indonesia
dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri; mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama
manusia dan sesama bangsa; menumbuhkan sikap saling mencintai
sesama manusia; mengembangkan sikap tenggang rasa.

Dari penjelasan di atas, maka PNS yang baik adalah yang senantiasa
menjunjung tinggi martabatnya serta mengutamakan kepentingan
negara daripada kepentingan diri sendiri, seseorang dan golongan.
Seorang PNS wajib menjaga persatuan dan kesatuan agar keutuhan
bangsa dapat terjaga.

3. Etika Publik
Etika dipahami sebagai refleksi atas baik/buruk, benar/salah yang harus
dilakukan atau bagaimana melakukan yang baik atau benar, sedangkan
moral mengacu pada kewajiban untuk melakukan yang baik atau apa
yang seharusnya dilakukan. Apabila dikaitkan dengan tugas dan
tanggung jawab pelayanan publik adalah refleksi tentang standar/norma
yang menentukan baik/buruk dalam rangka menjalankan tanggung
jawab pelayanan publik. ntegritas publik ini menuntut pemimpin dan
pejabat publik untuk memiliki komitmen moral dengan
mempertimbangkan keseimbangan antara penilaian kelembagaan,
dimensi-dimensi pribadi, dan kebijaksanaan didalam pelayanan publik.

Dalam melaksanakan etika publik, seorang pemimpin/pelayan publik


juga harus mengetahui aturan-aturan yang mengatur tingkah laku
mereka atau disebut dengan kode etik. Kode etik ini adalah aturan-
aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus, sudut

11
pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk-bentuk
ketentuan tertulis. Adapun kode etik profesi dimaksudkan untuk
mengatur tingkah laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat
melalui ketentuan-ketentuan tertulis yang diharapkan dapat dipegang
teguh oleh sekelompok professional tertentu.
4. Komitmen Mutu
Penyelenggaraan pemerintahan yang bagus dan bersih (good and
clean governance) sudah menjadi kepastian di era reformasi saat ini.
Banyak upaya sudah dilakukan untuk mewujudkannya akan tetapi
implementasinya belum sesuai dengan harapan. Untuk mengatasi
masalah-masalah pelayanan publik yang sering dihadapi oleh
masyarakat, maka seorang ASN harus memiliki pemikiran kritis tentang
konsep efektivitas, efisiensi, inovasi dan mutu.

5. Anti Korupsi
Berdasarkan etimologinya, kata korupsi berasal dari Bahasa latin yaitu
Corruptio yang berarti kerusakan, kebobrokan dan kebusukan. Sejalan
dengan arti kata asalnya, korupsi sering dikatakan sebagai kejahatan
luar biasa, salah satu alasannya adalah karena dampaknya yang luar
biasa menyebabkan kerusakan, baaik dalam ruang lingkup pribadi,
keluarga, msyarakat dan kehidupan yang luas.

6. Whole of Government
Whole of Government (WoG) menurut United States Institute of Peace
(USIP) adalah sebuah pendekatan yang mengintegrasikan upaya
kolaboratif dari instansi pemerintah untuk menjadi kesatuan menuju
tujuan bersama, juga dikenal dengan kolaborasi, kerjasama antar
instansi, actor pelayanan dalam menyelesaikan suatu masalah
pelayanan. Dengan kata lain, WoG menekankan pelayanan yang
berintegrasi sehingga prinsip kolaborasi, kebersamaan, kesatuan dalam
melayani permintaan masyarakat dapat selesai dengan waktu yang

12
singkat. WoG menekankan adanya penyatuan keseluruhan (whole)
elemen pemerintahan, sementara konsep-konsep tadi lebih banyak
menekankan pada pencapaian tujuan proses integrasi institusi, proses
kebijakan dan lainnya sehingga penyatuan yang terjadi hanya berlaku
pad sektor-sektor tertentu saja yang dipandang relevan.

WoG didorong oleh sejumlah faktor-faktor pendorong internal maupun


eksternal. problems) abad 21. Guncangan globalisasi yang
menghadirkan berbagai kontradiksi (paradoks) di berbagai sektor
kehidupan seperti korupsi, kemiskinan, dominasi pasar bebas di sektor
ekonomi dan lain-lain yang sulit diatasi dengan cara dan pendekatan
biasa (in the box) membuat WoG menjadi keniscayaan yang tidak
terhindarkan. Salah satu bentuk penerapan WoG di sektor pelayanan
publik adalah e-government. E-government adalah salah satu faktor
pendorong strategis (strategic enabler) yang memungkinkan WoG dapat
dilaksanakan, karena peran dan fungsi e-government adalah
menciptakan jejaring kerja (network) kolaboratif sehingga fungsi
integrasi intra dan inter agensi/instansi dapat dilaksanakan. Keberadaan
jejaring kerja yang ditopang oleh e-government berpotensi menjadi tuas
pengungkit (leverage) bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi,
sosial dan lingkungan, termasuk didalamnya pelayanan publik.
Berdasarkan hal itu, maka e-government harus dilaksanakan di
berbagai level pelayanan publik.

Pada dasarnya pendekatan WoG mencoba menjawab pertanyaan klasik


mengenai koordinasi yang sulit terjadi di antara sektor atau
kelembagaan sebagai akibat dari adanya fragmentasi sektor maupun
eskalasi regulasi ditingkat sektor. Sehingga WoG sering kali dipandang
sebagai perspektif baru dalam menerapkan dalam memahami
koordinasi antar sektor.

7. Pelayanan Publik

13
Pelayanan Publik di seluruh daerah provinsi serta kabupaten/kota di
Indonesia dan telah memperoleh landasan konstitusional, yaitu diatur
dalam Pasal 18A UUD NRI Tahun 1945. Ketentuan Pasal 18A tersebut
selanjutnya di implementasikan melalui UU Pelayanan Publik. Dalam
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,
Pasal 1 Angka 1 dirumuskan: “Pelayanan Publik adalah kegiatan atau
rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau pelayanan
administrasi yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik”.
Dengan demikian tugas utama dari setiap instansi pemerintahan adalah
memberikan pelayanan atau menyelenggarakan pelayanan publik
(public service) dan kesejahteraan bagi rakyatnya (public welfare)
berdasarkan peraturan perundang-undangan.

8. Manajemen ASN
Untuk mewujudkan birokrasi yang profesional dalam menghadapi
tantangan-tantangan perlu dibangun Aparatur Sipil Negara yang
memiliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, kemampuan
menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat, kemampuan
menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan
bangsa berdasarkan Pancasila dan UUD Tahun 1945. Untuk
menjalankan kedudukannya berdasarkan Pasal 10 Undang-Undang No.
5 tahun 2014, Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan
publik, pelayan publik, perekat dan pemersatu bangsa. Tugas Pegawai
ASN menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 Pasal 11 mengatakan
bahwa tugas dari ASN adalah melaksanakan kebijakan publik yang
dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan, memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan

14
bangsa. Peran ASN terdapat dalam pasal 12 Undang-Undang No. 5
Tahun 2014, yaitu sebagai perencana, pelaksana dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan
nasional melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang
profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari praktik
korupsi, kolusi dan nepotisme. Dari pernyataan diatas jelaslah bahwa
ASN dibentuk untuk profesional dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat.

C. Penetapan Inisiatif Pemecahan Core Issue


Berdasarkan isu yang telah ditetapkan diatas, yaitu: “Implementasi system
database pemasyarakatan (SDP) pada Balai Pemasyarakatan Klas II Metro”
maka diperlukan komitmen dari berbagai pihak yang terlibat untuk
menerapkan nilai-nilai dasar Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai berikut:
1. Akuntabilitas;
Seluruh Pembimbing Kemasyarakatan wajib melaksanakan
pelayanan dengan cara bertanggungjawab, responsive, dan penuh
integritas.
2. Nasionalisme;
Seluruh Pembimbing Kemasyarakatan wajib melaksanakan
pelayanan dengan mengutamakan kepentingan publik, bersikap
netral dan adil.
3. Etika Publik;
Seluruh Pembimbing Kemasyarakatan wajib melaksanakan
pelayanan dengan baik dan benar, ramah, sopan santun dan
menjunjung tinggi etika publik.
4. Komitmen Mutu;
Seluruh Pembimbing Kemasyarakatan wajib melaksanakan
pelayanan dengan efektif, efisien dan berorientasi pada hasil.
5. Anti Korupsi;

15
Seluruh Pembimbing Kemasyarakatan wajib melaksanakan
pelayanan dengan jujur, tidak menerima gratifikasi, serta
penyalahgunaan wewenang.

Upaya penetapan inisiatif pemecahan isu tersebut kemudian dituangkan


kedalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Kegiatan membantu kelengkapan registrasi awal data klien
pemasyarakatan;
2. Kegiatan membantu pendataan klien pemasyarakatan yang lengkap;
3. Kegiatan membantu penyimpanan database klien pemasyarakatan;
4. Kegiatan membantu pengklasifikasian sesuai jenis pelayanan
bimbingan klien pemasyarakatan;
5. Kegiatan membantu melakukan pengurutan pelayanan bimbingan
klien pemasyarakatan;
6. Kegiatan Membantu membuat surat pengantar pengakhiran
bimbingan klien pemasyarakatan;
7. Membantu penginputan data klien ke Sistem Database
Pemasyarakatan;

16
BAB II
RANCANGAN KEGIATAN

A. Keterkaitan Substansi Mata Pelatihan


Dalam memecahkan isu yang telah ditetapkan yaitu “Implementasi
pelayanan terpadu pembimbing kemasyarakatan pada klien di Balai
Pemasyarakatan Klas II Metro” maka diuraikan ke dalam 7 (tujuh) kegiatan
sebagai berikut:

a. Kegiatan membantu kelengkapan registrasi awal klien data klien


pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan cermat dan
bertanggung jawab (A), dengan memperhatikan rasa keadilan dan
bersikap netral (N), komunikatif, sopan, ramah (E), efektif dan efisien
serta akurat dalam pelaksanaan pelayanan dengan disisipkan inovasi
dalam pelaksanaannya jika dirasa perlu (K) serta tidak menerima
gratifikasi dan pungutan liar dalam pelaksanaan layanan (AK).
Substansi aktualisasi tersebut diatas diterapkan pada bebarapa tahapan
kegiatan. Tahapannya adalah sebagai berikut:
a. Meminta izin dengan sopan pada kepala Balai Pemasyarakatan
untuk mendata semua permintaan klien bimbingan
b. Menerima surat masuk klien bimbingan sesuai permintaan dari
polres/polsek maupun Lapas.
c. Pendistribusian isi surat masuk permintaan bimbingan klien
d. Mengklasifikasikan sesuai jenis tindak pidana
e. Penentuan disposisi kepada PK (Pembimbing Kemasyarakatan);

b. Kegiatan membantu pendataan klien pemasyarakatan yang


lengkap; Kegiatan ini dilakukan dengan cermat dan bertanggung jawab

17
(A), dengan memperhatikan rasa keadilan dan bersikap netral (N),
komunikatif, sopan, ramah (E), efektif dan efisien serta akurat dalam
pelaksanaan pelayanan dengan disisipkan inovasi dalam
pelaksanaannya jika dirasa perlu (K) serta tidak menerima gratifikasi
dan pungutan liar dalam pelaksanaan layanan (AK). Substansi
aktualisasi tersebut diatas diterapkan pada bebarapa tahapan kegiatan.
Tahapannya adalah sebagai berikut:

a. Melakukan pendataan klien yang mengajukan asimilasi,


CB,PB,CMK

b. Membuat jadwal ekpirasi klien pemasyarakatan

c. Melakukan kelengkapan pengumpulan data keluarga dan penjamin


klien

c. Kegiatan membantu penyimpanan data klien pemasyarakatan;


Kegiatan ini dilakukan dengan cermat dan bertanggung jawab (A),
dengan memperhatikan rasa keadilan dan bersikap netral (N),
komunikatif, sopan, ramah (E), efektif dan efisien serta akurat dalam
pelaksanaan pelayanan dengan disisipkan inovasi dalam
pelaksanaannya jika dirasa perlu (K) serta tidak menerima gratifikasi
dan pungutan liar dalam pelaksanaan layanan (AK). Substansi
aktualisasi tersebut diatas diterapkan pada bebarapa tahapan kegiatan.
Tahapannya adalah sebagai berikut:

a. Melakukan pennyimpanan data pada klien pamasyarakatan

b. Melakukan Labeling registrasi data klien pemasyarakatan

c. Pengklasifikasian sesuai dengan Lapas/Rutan klien


pemasyarakatan

d. Penyimpanan berkas sesuai dengan nama PK (Pembimbing


Kemasyarakatan)

e. Membuat aplikasi data klien pemasyarakatan

18
d. Kegiatan membantu pengklasifikasian sesuai jenis pelayanan bimbingan
klien pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan cermat dan
bertanggung jawab (A), dengan memperhatikan rasa keadilan dan
bersikap netral (N), komunikatif, sopan, ramah (E), efektif dan efisien
serta akurat dalam pelaksanaan pelayanan dengan disisipkan inovasi
dalam pelaksanaannya jika dirasa perlu (K) serta tidak menerima
gratifikasi dan pungutan liar dalam pelaksanaan layanan (AK).
Substansi aktualisasi tersebut diatas diterapkan pada bebarapa tahapan
kegiatan. Tahapannya adalah sebagai berikut:

a. Memilah berkas sesuai no urut registrasi

b. Mengklasifikasikan sesuai dengan jenis pelayanan CB, PB,Diversi,


CMK

e. Kegiatan membantu melakukan pengurutan pelayanan bimbingan klien


pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan cermat dan
bertanggung jawab (A), dengan memperhatikan rasa keadilan dan
bersikap netral (N), komunikatif, sopan, ramah (E), efektif dan efisien
serta akurat dalam pelaksanaan pelayanan dengan disisipkan inovasi
dalam pelaksanaannya jika dirasa perlu (K) serta tidak menerima
gratifikasi dan pungutan liar dalam pelaksanaan layanan (AK).
Substansi aktualisasi tersebut diatas diterapkan pada bebarapa tahapan
kegiatan. Tahapannya adalah sebagai berikut:

a. Menyusun draft atau jadwal sesuai dengan masa ekspirasi (2/3


masa hukuman)

b. Mengurutkan berkas pelayanan mulai dari tersingkat masa


bimbingan hingga terlama masa bimbingan klien pemasyarakatan

f. Kegiatan Membantu membuat surat pengantar pengakhiran bimbingan


klien pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan cermat dan
bertanggung jawab (A), dengan memperhatikan rasa keadilan dan
bersikap netral (N), komunikatif, sopan, ramah (E), efektif dan efisien
serta akurat dalam pelaksanaan pelayanan dengan disisipkan inovasi

19
dalam pelaksanaannya jika dirasa perlu (K) serta tidak menerima
gratifikasi dan pungutan liar dalam pelaksanaan layanan (AK).
Substansi aktualisasi tersebut diatas diterapkan pada bebarapa tahapan
kegiatan. Tahapannya adalah sebagai berikut:

a. Melakukan pengecekan pengantar pengakhiran kehadiran


bimbingan klien pemasyarakatan

b. Membuat draft surat pengantar pengakhiran yang akan


ditandatangani oleh atasan langsung

c. Melakukan penandatangan yang dilakukan oleh klien


pemasyarakatan disurat pengantar pengakhiran

d. Penyerahan surat pengantar pengakhiran sebagai bukti berakhirnya


bimbingan klien pemasyarakatan

g. Membantu penginputan data klien ke sistem Database


Pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan cermat dan
bertanggung jawab (A), dengan memperhatikan rasa keadilan dan
bersikap netral (N), komunikatif, sopan, ramah (E), efektif dan efisien
serta akurat dalam pelaksanaan pelayanan dengan disisipkan inovasi
dalam pelaksanaannya jika dirasa perlu (K) serta tidak menerima
gratifikasi dan pungutan liar dalam pelaksanaan layanan (AK).
Substansi aktualisasi tersebut diatas diterapkan pada bebarapa tahapan
kegiatan. Tahapannya adalah sebagai berikut:
a. Meregistrasi klien yang sudah berakhir masa bimbingan
b. Memilah berkas klien pemasyarakatan untuk dipindahkan ke system
database klien pemasyarakatan
c. Membuat pengarsipan dengan katalog.

B. Kontribusi Hasil Kegiatan terhadap Visi-Misi Organisasi


Berikut adalah kontribusi hasil kegiatan terhadap visi-misi organisasi
dari kegiatan yang telah dipilih:

20
a. Kegiatan membantu kelengkapan registrasi awal klien data klien
pemasyarakatan; Dengan melakukan kegiatan ini, telah
terkontribusinya misi organisasi yaitu mewujudkan indepedensi
pembimbing kemasyarakatan sebagai penegak hukum, pencegah
dan penanggulangan kejahatan serta perlindungan hak.
b. Kegiatan membantu pendataan klien pemasyarakatan yang lengkap;
Dengan melakukan kegiatan ini, telah terkontribusinya misi organisasi
yaitu untuk melaksanakan litmas yang berkualitas, objektif, dan
akurat.
c. Kegiatan membantu penyimpanan data klien pemasyarakatan;
Dengan melakukan kegiatan ini, telah terkontribusinya visi organisasi
yaitu untuk memulihkan kesatuan hubungan hidup, kehidupan dan
penghidupan klien pemasyarakatan untuk dapat kembali hidup
bermasyarakat dengan bijak. Serta misi pendampingan klien anak
yang berhubungan dengan hukum.
d. Kegiatan membantu pengklasifikasian sesuai jenis pelayanan
bimbingan klien pemasyarakatan; Dengan melakukan kegiatan ini,
telah terkontribusinya visi dan misi organisasi yaitu untuk
mewujudkan dan meulihkan kehidupan klien dan indepedensi
pembimbing kemasyarakatan dalam penegakan hukum. Serta misi
pendampingan klien anak yang berhubungan dengan hukum.
e. Kegiatan membantu melakukan pengurutan pelayanan bimbingan
klien pemasyarakatan; Dengan melakukan kegiatan ini, telah
terkontribusinya visi organisasi yaitu untuk memulihkan kesatuan
hubungan hidup, kehidupan dan penghidupan klien pemasyarakatan
untuk dapat kembali hidup bermasyarakat dengan bijak.
f. Kegiatan Membantu membuat surat pengantar pengakhiran
bimbingan klien pemasyarakatan; Dengan melakukan kegiatan ini,
telah terkontribusinya misi organisasi yaitu untuk melaksanakan
litmas yang berkualitas, objektif, dan akurat.

21
g. Membantu penginputan data klien ke sistem Database
Pemasyarakatan; Dengan melakukan kegiatan ini, telah
terkontribusinya visi dan misi organisasi yaitu untuk mewujudkan dan
meulihkan kehidupan klien dan indepedensi pembimbing
kemasyarakatan dalam penegakan hukum.

C. Kontribusi terhadap penguatan nilai-nilai Organisasi

Berikut adalah kontribusi terhadap penguatan nilai-nilai Organisasi dari


kegiatan yang telah dipilih:
a. Kegiatan membantu kelengkapan registrasi awal klien data klien
pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan menjunjung tinggi
nilai-nilai professional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif.
b. Kegiatan membantu pendataan klien pemasyarakatan yang lengkap;
Kegiatan ini dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
professional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif.
c. Kegiatan membantu penyimpanan data klien pemasyarakatan;
Kegiatan ini dilakukan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
professional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif.
d. Kegiatan membantu pengklasifikasian sesuai jenis pelayanan
bimbingan klien pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan
menjunjung tinggi nilai-nilai professional, akuntabel, sinergi,
transparan dan inovatif.
e. Kegiatan membantu melakukan pengurutan pelayanan bimbingan
klien pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan menjunjung
tinggi nilai-nilai professional, akuntabel, sinergi, transparan dan
inovatif.
f. Kegiatan Membantu membuat surat pengantar pengakhiran
bimbingan klien pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan
menjunjung tinggi nilai-nilai professional, akuntabel, sinergi,
transparan dan inovatif.

22
g. Membantu penginputan data klien ke sistem Database
Pemasyarakatan; Kegiatan ini dilakukan dengan menjunjung tinggi
nilai-nilai professional, akuntabel, sinergi, transparan dan inovatif.

23
Unit Kerja : Balai Pemasyarakatan Klas II Metro

Identifikasi Isu : 1. Hak hukum klien yang tidak terpenuhi dalam pelayanan administrasi system database pemasyarakatan
(SDP)
Dampak bila isu tidak dipecahkan:
a. Akan timbul penyimpangan dalam pelayanan system administrasi.
b. Bila mutu pelayanan administrasi system database pemasyarakatan (SDP) kurang baik maka
dapat berpengaruh pada bimbingan klien pemasyarakatan akan terhambat dan tidak selesai tepat
waktu.
c. Bila mutu pelayanan administrasi system database pemasyarakatan (SDP) kurang baik maka
dapat berpengaruh pada pendampingan klien pemasyarakatan akan terhambat dan tidak selesai
tepat waktu.
d. Bila mutu pelayanan administrasi system database pemasyarakatan (SDP) kurang baik maka
dapat berpengaruh pada pengawasan klien pemasyarakatan akan terhambat dan tidak selesai
tepat waktu.
e. Bila mutu pelayanan administrasi system database pemasyarakatan (SDP) tidak baik dan buruk
maka kedepannya akan berdampak kepada pemenuhan hak-hak klien.

2. Belum sistematisnya pelayanan bimbingan bagi klien pemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan


Dampak bila isu tidak dipecahkan:
a. Penurunan pelayanan bimbingan bagi klien pemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan Klas II
Metro.
b. Tidak tertibnya proses pelayanan bimbingan klien pemasyarakatan di Balai Pemasyarakatan Klas
II Metro.

3. Pengarsipan surat menyurat, data dan dokumen yang belum optimal


Dampak bila isu tidak dipecahkan:
a. Surat yang masuk dan keluar, data dan dokumen sulit untuk dicari karena tidak terarsipkan
dengan baik.
b. Surat yang masuk dan keluar, data dan dokumen tidak dapat ditindaklanjuti dengan baik karena
luput diarsipkan.

Isu yang diangkat : Pelaksanaan prosedur dalam penelitian kemasyarakatan bagi klien dewasa yang belum optimal

Gagasan Pemecahan Isu : 1. Kegiatan membantu kelengkapan registrasi awal klien data klien pemasyarakatan
a. Manajemen ASN
Melakukan sesuai tugas dan fungsi serta SOP sesuai dengan peraturan berlaku.
b. Pelayanan Publik
Melakukan komunikasi yang jelas, transparan dan sopan dalam pelayanan administrasi dengan
klien pemasyarakatan.
c. Whole of Government (WoG)
Melakukan koordinasi yang baik dengan pihak Lapas/Rutan yang mengajukan permintaan
Penelitian Kemasyarakatan.
2. Kegiatan membantu pendataan klien pemasyarakatan yang lengkap

a. Manajemen ASN
Melakukan sesuai tugas dan fungsi serta SOP sesuai dengan peraturan berlaku.
b. Pelayanan Publik
Melakukan komunikasi yang jelas, transparan dan sopan dalam pelayanan administrasi dengan
klien pemasyarakatan.
c. Whole of Government (WoG)
Melakukan koordinasi yang baik dengan Lapas/Rutan yang mengajukan permintaan Penelitian
Kemasyarakatan.
3. Kegiatan membantu penyimpanan data klien pemasyarakatan

a. Manajemen ASN
Melakukan sesuai tugas dan fungsi serta SOP sesuai dengan peraturan berlaku.
b. Pelayanan Publik
Melakukan komunikasi yang jelas, transparan dan sopan dalam pelayanan administrasi dengan
klien pemasyarakatan.
c. Whole of Government (WoG)
Melakukan koordinasi yang baik dengan klien dan pihak Lapas/Rutan yang akan dilakukan
Penelitian Kemasyarakatan.

4. Kegiatan membantu pengklasifikasian sesuai jenis pelayanan bimbingan klien pemasyarakatan


a. Manajemen ASN
Melakukan sesuai tugas dan fungsi serta SOP sesuai dengan peraturan berlaku.
b. Pelayanan Publik
Melakukan komunikasi yang jelas, transparan dan sopan dengan pihak Penjamin klien bimbingan
untuk mendapatkan informasi yang real agar terwujudnya pelayanan administrasi yang sesuai
dengan database pemasyarakatan (SDP).
c. Whole of Government (WoG)
Melakukan koordinasi yang baik dengan aparatur desa seperti Lurah, RT, RW dan atau kepala
kampung di domisili penjamin klien bimbingan.

5. Kegiatan membantu melakukan pengurutan pelayanan bimbingan klien pemasyarakatan


a. Manajemen ASN
Melakukan sesuai tugas dan fungsi serta SOP sesuai dengan peraturan berlaku.
b. Pelayanan Publik
Melakukan komunikasi yang jelas, transparan dan sopan dengan bidang di Balai Pemasyarakatan
Klas II Metro agar terwujud pelayanan administrasi yang baik.
c. Whole of Government (WoG)
Melakukan koordinasi yang baik dengan seluruh bidang di Balai Pemasyarakatan.

6. Kegiatan Membantu membuat surat pengantar pengakhiran bimbingan klien pemasyarakatan


a. Manajemen ASN
Melakukan sesuai tugas dan fungsi serta SOP sesuai dengan peraturan berlaku.
b. Pelayanan Publik
Melakukan komunikasi yang jelas, transparan dan sopan dengan bidang di Balai Pemasyarakatan
Klas II Metro agar terwujud pelayanan administrasi yang baik.
c. Whole of Government (WoG)
Melakukan koordinasi yang baik dengan seluruh Balai Pemasyarakatan.

7. Membantu penginputan data klien ke sistem Database Pemasyarakatan


a. Manajemen ASN
Melakukan sesuai tugas dan fungsi serta SOP sesuai dengan peraturan berlaku.
b. Pelayanan Publik
Melakukan komunikasi yang jelas, transparan dan sopan dengan agar terwujud pelayanan
administrasi yang baik.
c. Whole of Government (WoG)
Melakukan koordinasi yang baik dengan seluruh Tim Pengamat Pemasyarakatan dan penegak
hukum lainnya.

Kontribusi Penguatan
Output/Hasil Terhadap Nilai-nilai
No Kegiatan Tahapan Kegiatan Nilai-nilai Dasar
Kegiatan Visi-Misi Organisasi
Organisasi
1 2 3 4 5 6 7
1. Melakukan 1. Meminta izin Mendapatkan Akuntabilitas Dari kegiatan Kegiatan yang
kelengkapan dengan sopan draf permintaan Mendapatkan hasil data pengarsipan dilakukan
registrasi awal pada kepala Balai klien bimbingan klien pemasyarakatan yang sesuai dengan
data klien Pemasyarakatan yang yang valid dan bisa tersistematis nilai-nilai
pemasyarakatan untuk mendata berkualitas dan dipertanggungjawabkan mengenai data organisasi
semua permintaan sesuai dengan Nasionalisme klien bimbingan, yaitu
klien bimbingan data dilapangan Tidak diskriminatif nantinya akan profesionalitas,
2. Menerima surat ataupun pilih-pilih terwujud misi akuntabel,
masuk klien terhadap permintaan Bapas kelas II sinergi,
bimbingan sesuai bimbingan klien Metro yaitu transparan,
permintaan dari pemasyarakatan pelayanan yang serta inovatif
polres/polsek Etika Publik baik, akurat, dan
maupun Lapas. Meminta ijin dengan tepat waktu
3. Pendistribusian isi sopan kepada Kepala
surat masuk Balai Pemasyarakatan
permintaan klas II metro untuk
bimbingan klien mendata semua
4. Mengklasifikasika permintaan bimbingan
n sesuai jenis klien pemasyarakatan
tindak pidana Komitmen Mutu
5. Penentuan Mendapatkan draf yang
disposisi kepada berkualitas dan sesuai
PK (Pembimbing dengan data yang ada
Kemasyarakatan) Anti Korupsi
Melayani permintaan
bimbingan klien
pemasyarakatan tanpa
meminta/menerima
uang tambahan dari
polsek/polres maupun
Lapas
2. Melakukan 1. Melakukan Mendapatkan Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan ini
pendataan klien pendataan klien data yang real Data bimbingan klien pengarsipan dilakukan
pemasyarakatan yang mengajukan dari klien pemasyarakatan yang data klien dengan
yang lengkap asimilasi, pemasyarakatan transparan dan bisa bimbingan menjunjung
CB,PB,CMK dipertanggungjawabkan merupakan tinggi nilai-nilai
2. Membuat jadwal Nasionalisme upaya organisasi
ekpirasi klien Adanya kelengkapan mewujudkan yaitu
pemasyarakatan dalam pengumpulan pelayanan profesionalitas,
3. Melakukan data keluarga dan kemasyarakatan akuntabel,
kelengkapan penjamin klien yang baik, sinergi,
pengumpulan data pemasyarakatan akurat, dan transparan dan
keluarga dan Etika Publik tepat waktu inovatif
penjamin klien Bersikap sopan saat
klien pemasyarakatan
melakukan pendaataan
bimbingan
Komitmen Mutu
Dalam pendataan
terhadap klien
pemasyarakatan
memiliki kualitas mutu
pelayanan baik dan
selesai tepat waktu
Anti Korupsi
Bekerja keras dan jujur
saat melakukan
pendataan saat klien
bimbingan
3. Melakukan 1. Melakukan Pelaksanaan Akuntabilitas Pelaksanaan Kegiatan ini
penyimpanan pennyimpanan pengarsipan Pelaksanaan pendataan kegiatan dilakukan
data klien data pada klien data klien terhadap bimbingan pengarsipan dengan
pemasyarakatan pamasyarakatan pemasyarakatan klien dilakukan secara data klien menjunjung
2. Melakukan sesuai dengan konsisten hingga masa bimbingan ini tinggi nilai-nilai
Labeling registrasi penelitian bimbingan selesai mewujudkan organisasi
data klien kemasyarakatan Nasionalisme pelayanan yang yaitu
pemasyarakatan Rela bekorban tepat sasaran profesionalitas,
3. Pengklasifikasian memantau klien selama dan memiliki akuntabel,
sesuai dengan masa bimbingan pelayanan yang sinergi,
Lapas/Rutan klien Etika Publik lebih baik ke transparan dan
pemasyarakatan Dalam pelaksanaan depannya inovatif
4. Penyimpanan program bimbingan
berkas sesuai Pembimbing
dengan nama PK Kemasyarakatan
(Pembimbing bersikap tegas dan
Kemasyarakatan) tetap sopan terhadap
5. Membuat aplikasi klien.
data klien Komitmen Mutu
pemasyarakatan Dalam pengarsipan
data bimbingan klien
harus dilakukan
labeling agar
memudahkan
pelayanan
Anti Korupsi
Berani menegur atau
menasihati klien agar
dalam pendataan
memberikan data yang
valid
4. Melakukan 1. Memilah berkas Laporan Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan ini
pengklasifikasia sesuai no urut evaluasi Dalam pengarsipan evaluasi dilakukan
n sesuai jenis registrasi bimbingan klien laporan data klien pengarsipan dengan
pelayanan 2. Mengklasifikasika pemasyarakatan pemasyarakatan sesuai data klien menjunjung
bimbingan klien n sesuai dengan sesuai dengan dengan fakta bimbingan tinggi nilai-nilai
pemasyarakatan jenis pelayanan jenis pelayanan dilapangan sesuai dengan organisasi
CB, PB,Diversi, Nasionalisme visi organisasi yaitu
CMK Pelaksanaan pelayanan yaitu profesionalitas,
terhadap bimbingan mewujudkan akuntabel,
klien pemasyarakatan dan memulihkan sinergi,
tidak ada unsur kesatuan transparan dan
diskriminatif hubungan inovatif
Etika Publik hidup,
Bersikap santun saat kehidupan, dan
pelayanan terhadap penghidupan
klien pemasyarakatan klien
Komitmen Mutu pemasyarakatan
Laporan evaluasi
selasai tepat waktu
Anti Korupsi
Adil dan berani saat
penyampaian hasil
evaluasi pengarsipan
bimbingan klien
pemasyarakatan

5. Melakukan 1. Menyusun draft Memberi Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan ini


pengurutan atau jadwal sesuai kemudahan Adanya kejelasan pengurutan dilakukan
pelayanan dengan masa Kegiatan mengenai pelayanan dalam dengan
bimbingan klien ekspirasi (2/3 pengarsipan masa bimbingan klien pengarsipan menjunjung
pemasyarakatan masa hukuman) dalam dari yang tersingkat untuk tinggi nilai-nilai
2. Mengurutkan meningkatkan hingga terlama masa memberikan organisasi
berkas pelayanan pelayanan bimbingan berakhir kemudahan yaitu
mulai dari terhadap klien Nasionalisme dalam profesionalitas,
tersingkat masa pemasyarakatan Cermat dan disiplin pelayanan akuntabel,
bimbingan hingga saat memberikan terhadap klien sinergi,
terlama masa pelayanan bimbingan mewujudkan transparan dan
bimbingan klien terhadap klien misi organisasi inovatif
pemasyarakatan pemasyarakatan yaitu
Etika Publik independensi
Memberikan penjelasan Pembimbing
dengan ramah, tegas, Kemasyarakatan
dan sopan dalam
Komitmen Mutu penegakan
Menciptakan pelayanan hukum,
yang berkualitas dan pencegahan dan
cepat dalam melayani penanggulanga
bimbingan klien n kejahatan
Anti Korupsi serta
Bekerja cepat, tepat, perlindungan
dan ikhlas dalam hak
pelayanan bimbingan
klien pemasyarakatan
6. Membuat surat 1. Melakukan Mempermudah Akuntabilitas Kegiatan Kegiatan ini
pengantar pengecekan untuk Pelayanan yang baik pelayanan dilakukan
pengakhiran pengantar mengetahui dan cepat melayani terhadap dengan
bimbingan klien pengakhiran data klien klien pemasyrakatan pengakhiran menjunjung
pemasyarakatan kehadiran pemasyarakatan Nasionalisme bimbingan klien tinggi nilai-nilai
bimbingan klien yang telah Tidak diskriminatif ini sesuai organisasi
pemasyarakatan berakhir masa terhadap klien dengan misi yaitu
2. Membuat draft bimbingan pemasyarakatan dalam organisasi yaitu profesionalitas,
surat pengantar memberikan pelayanan terlaksananya akuntabel,
pengakhiran yang bimbingan program sinergi,
akan Etika Publik pembimbingan transparan dan
ditandatangani Menghormati klien secara inovatif
oleh atasan sebagai individu yang berdayaguna,
langsung unik, memiliki karakter tepat sasaran
3. Melakukan yang berbeda-beda dan memiliki
penandatangan Komitmen Mutu prospek ke
yang dilakukan Memberikan pelayanan depan yang
oleh klien pengakhiran yang cepat lebih baik dalam
pemasyarakatan terhadap klien pelayanan
disurat pengantar pemasyarakatan
pengakhiran Anti Korupsi
4. Penyerahan surat Sederhana dalam
pengantar membimbing klien, dan
pengakhiran tidak mengharapkan
sebagai bukti sesuatu
berakhirnya
bimbingan klien
pemasyarakatan

7. Membantu 1. Meregistrasi klien Pemisahan Akuntabel Kegiatan dalam Kegiatan ini


pengimputan yang sudah pengarsipan Kegiatan pengarsipan mendata dilakukan
data klien ke berakhir masa data klien yang ini dapat pengakhiran dengan
system database bimbingan telah berakhir dipertanggungjawabkan masa bimbingan menjunjung
pemasyarakatan 2. Memilah berkas masa kepada atasan maupun ini sesuai tinggi nilai-nilai
klien bimbingan keluarga klien dan dengan misi organisasi
pemasyarakatan penjamin klien organisasi yaitu yaitu
untuk dipindahkan Nasionalisme terlaksananya profesionalitas,
ke system Adanya kerjasama yang program akuntabel,
database klien positip dari keluarga pembimbingan sinergi,
pemasyarakatan klien dan penjamin secara transparan dan
3. Membuat klien berdayaguna, inovatif
pengarsipan Etika Publik tepat sasaran
dengan katalog Penyampaian maksud dan memiliki
dan tujuan kepada prospek ke
keluarga klien dan depan yang
penjamin klien dengan lebih baik dalam
ramah dan sopan pelayanan
Komitmen Mutu
Dengan adanya
pelayanan pengakhiran
masa bimbingan
diharapkan klien tidak
melakukan kembali
tindak pidana
Anti Korupsi
Dengan pengakhiran
masa bimbingan klien
akan lebih bisa menjadi
lebih baik lagi
kedepannya dalam
kehidupannya.