Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS KRITIS

KELOMPOK 3

KARBOHIDRAT
Suatu karbohidrat tersusun atas atom C,H, dan O. Karbohidrat yang mempunyai 5
atom C disebut pentosa, 6 atom C disebut hexosa adalah karbohidrat-karbohidrat yang
penting untuk fungsi sel. Karbohidrat yang tersusun atas banyak unit disebut polisakarida.
Polisakarida berperan sebagai sumber energi cadangan dan sebagai komponen yang
menyusun permukaan luar membran sel. Karbohidrat yang berikatan dengan protein
(glikoprotein) dan yang berikatan dengan lemak (glikolipid) merupakan struktur penting dari
membran sel.

Gambar 1. Struktur dan Letak Karbohidrat pada membran sel. (Sumber: Lodish,2010.Pp.158)
Gambar 2. Karbohidrat pada membran sel yang berikatan dengan protein (glikoprotein) yang
ditunjukkan dengan warna hijau. Karbohidrat sebagai glikoprotein tersebut akan
memiliki banyak fungsi pada berbagai hormon. (Sumber: Lodish,2010. Pp.159).

Gambar 2 menunjukkan keberadaan karbohidrat pada rantai glykoprotein dan


glikolipid yang terdapat pada membran plasma pada sisi bagian luar (cairan ekstra sel), akan
tersedia untuk berinteraksi dengan komponen dalam matrik ekstraseluler. Interaksi tersebut
seperti terdapat pada lektin, hormon pertumbuhan, dan antibodi (Lodish,2010.pp.156). Peran
karbohidrat pada membran sel terutama adalah dalam pengenalan sel dengan sel bertetangga,
yang bersifat krusial bagi fungsi organisme. Misalnya, penting untuk memilah-milah sel
menjadi berbagai jaringan dan organ dalam embrio hewan. Pengenalan sel dengan sel juga
menjadi dasar penolakan sel asing (penolakan organ cangkokan atau transplantasi) oleh
sistem kekebalan. Karbohidrat pada membran biasanya merupakan rantai pendek bercabang
yang tersusun kurang dari 15 unit gula sebagjan diantaranya berikatan kovalen dengan lipid,
membentuk molekul yang disebut glikolipid (glycolipid ). Akan tetapi sebagian besar
karbohidrat berikatan kovalen dengan protein, membentuk glikoprotein.
Karbohidrat pada membran hampir selalu terdapat dalam bentuk kombinasi dengan
protein atau lipid sebagai molekul glikoprotein dan glikolipid. Pada kenyataannya, sebagian
besar protein integral adalah glikoprotein dan kira-kira sepersepuluh molekul-molekul lipid
membran adalah glikolipid. Gugus "Gliko" dari molekul tersebut hampir selalu menonjol
keluar dari sel dan teruntai bebas ke arah luar permukaan sel. Jadi seluruh permukaan luar sel
tersebut seringkali dilapisi oleh suatu selubung karbohidrat longgar yang disebut glikokaliks.
Bagian karbohidrat yang melekat di permukaan luar sel mempunyai beberapa fungsi
penting, yaitu :
1. Banyak karbohidrat tersebut bermuatan listrik negatif, yang menyebabkan sebagian besar
sel bermuatan negatif pada keseluruhan permukaan sel sehingga dapat menolak benda-
benda bermuatan negatif lain.
2. Glikokaliks beberapa sel dapat melekat pada glikokaliks sel yang lain, sehingga sel dapat
saling melekat satu sama lain.
3. Banyak karbohidrat yang berperan sebagai resptor untuk mengikat hormon, seperti insulin;
begitu insulin terikat pada reseptor tersebut, maka protein internal yang terdapat di sel
menjadi aktif dan selanjutnya mengaktivasi serangkain enzim intrasel.

Bentuk Karbohidrat (Glukosa) penyusun membran sel


a. Glukosa bersenyawa dengan Protein (Glikoprotein)
Merupakan modifikasi protein dengan penambahan karbohidrat. Karbohidrat pada
membran terdiri rantai pendek yang bercabang kurang dari 15 unit gula. Karbohidrat
pada sisi ekstraseluler membran plasma bervariasi antar spesies, antar individu yang
berbeda dari spesies yang sama, dan bahkan antar tipe sel yang berbeda pada satu
individu. Keanekaragaman jenis dan lokasi membran pada permukaan sel
memungkinkan karbohidrat membran berfungsi sebagai penanda yang membedakan satu
sel dengan sel yang lain.
b. Glukosa bersenyawa dengan Lipid (Glikolipid)
Merupakan modifikasi lipid membran dengan adanya penambahan karbohidrat
(monosakarida atau oligosakarida). Karbohidrat pada membran terdiri rantai pendek yang
bercabang kurang dari 15 unit gula. Contoh dari glikolipid adalah Serebrosida
(glukoserebrosida dan galaktoserebrosida) yang mempunyai rangka karbon sfingosin
(bukan gliserol).
Perbedaan susunan lipid pada membran penting dipahami karena masing-masing lipid
mempunyai karakter fisik yang berbeda, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan
kemampuan sel dengan lingkungannya. Seperti yang kita tahu, ada sel yang mampu hidup
di tempat sangat dingin dan ada pula sel di tempat yang bersuhu tinggi namun tidak
mengalami denaturasi. Organisme yang hidup di daerah dingin memiliki komposisi lipid
yang ekor hidrofobiknya pendek, ikatan rangkapnya banyak (tak jenuh), dan muatan ujung
kepala lipid meningkat. Sedangkan organisme yang hidup pada temperatur tinggi
menyesuaikan diri dengan susunan lipid yang ekor hidrofobiknya panjang, ikatan
rangkanya sedikit (jenuh), dan muatan ujung kepala lipid lebih kecil. Hewan-hewan
poikiloterm, yang hidup pada temperatur yang berubah-ubah juga menyesuaikan diri
dengan perubahan komposisi lipid membran secara tepat.

Daftar Pustaka

Lodish H., et al., 2010. Molecular Cell Biology. New York, Scientific American Books, Inc.