Anda di halaman 1dari 12

Dosen

Waktu
Materi
: Tri Siswati
: Selasa, 26 Mei 2009
: Epidemiologi Anemia Ibu Hamil
13
Hoers : tichan, aziz, dika, ida

… Bismillahirrohmanirrohiim …

Epid. Anemia Ibu Hamil


A. ANEMIA GIZI BESI
 Anemia  Anemia Gizi  Anemia Gizi Besi (AGB)
 Keadaan darah tidak normal
 Kadar Hb < nilai normal
Nilai Cut of Points Kategori Anemia Anemia didefinisikan sebagai keadaan di
Kelompok umur Nilai (g/dL)mana level Hb rendah karena kondisi
Anak usia 6 bln-5 thn 11,0 patologis. Sementara defisiensi Fe
Anak usia 5-11 thn 11,5 menunjukkan terjadinya kondisi penipisan
Anak usia 12-13 thn 12,0 cadangan Fe dalam tubuh yang dibuktikan
Wanita dewasa 12,0 adanya penurunan level serum ferritin.
Wanita hamil 11,0 Pengurangan cadangan Fe tidak selalu
Laki-laki 13,0 dihubungkan dengan kejadian anemia.
Defisiensi Fe tanpa anemia terjadi saat
Sumber: Indicators for Asessing Iron Deficiency and Strategies
for Its Prevention, WHO/ UNICEF, UNU deplesi Fe cukup tinggi sehingga
mempengaruhi kemampuan produksi Hb.
Meskipun konsentrasi Hb di atas cut off point kategori anemia, namun terjadi pengurangan transferring
saturasi yaitu jumlah suplai Fe ke sumsum tulang tidak cukup, meningkatnya konsentrasi eritrosit
protoporfirin karena kekurangan Fe untuk membentuk Hb. Di akhir tahapan defisiensi Fe, anemia ditandai
dengan konsentrasi Hb atau hematokrit di bawah range normal.

B. FAKTA DI LAPANGAN

Prevalensi Anemia masih tinggi PREVALENSI ANEMIA IBU HAMIL DI


Lokasi Prevalensi (%) Penderita
INDONESIA
Dunia * 40 2 Milyar
America ** 94 Juta SKRT 1995 51.30
Europe ** 27 Juta SKRT 1992 63.50
Afrika ** 206 Juta
W.Pasific &China ** 106 Juta SKRT 1986 73.70
Asia Tenggara ** 79 + 616 Juta Kodyat, dkk, 1995 63.50
Indonesia (Ibu hamil) ^ 50,9
DIY (Ibu hamil) ^ 73,9 Ridwan, dkk, 1996 62.20
Indonesia 40.1 **
schultink, dkk, 1993 42.00
Keterangan : * WHO, 1991., ** Soekirman, 1999., ^ SKRT 1995, ** : SKRT 2001 Suharno, dkk, 1992 49.20

1
C. PENYEBAB
Mengapa prevalensi anemia pada bumil sangat tinggi ??
1. Bagaimana Hubungannya (baca: kejadian anemia pd bumil) dengan KONSUMSI TTD?
Anemia pada umumnya terjadi di seluruh dunia, terutama di negara berkembang dan pada
kelompok sosio-ekonomi rendah. Di Indonesia angka kejadian anemia khususnya ibu hamil tergolong
tinggi. Suplementasi besi merupakan intervensi yang paling banyak dilaksanakan untuk menurunkan
anemia di berbagai Negara. Namun demikian, ternyata anemia masih merupakan masalah kurang gizi
yang prevalensinya paling tinggi. Masih banyak yang belum diketahui tentang efektivitas suplementasi
besi tersebut dalam menurunkan anemia. Penyebab utama ketidakberhasilan suplementasi besi adalah
rendahnya kepatuhan populasi target dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD)  Kepatuhan ±
55,8 %

Stool Test
KEPATUHAN MINUM PIL BESI (%)

70 90 88
62.2
60 54.3
80

50 70
60
40 36
30 29.2 28 50
30 % responden
40
20 23
30
10 20
0 10
Schulting Ridwan Ridwan Kodyat Jamil Susilo
(1993) (1996) (1996) (1995) (2001) (2004) 0
Positif Negatif

 Alasan tidak patuh: lupa (53,8%), malas (23,1%), mual (15,1%), dan bosan (3,08%)
 Peran motivator terhadap % kepatuhan: suami 88% dan bidan 80%
 Peran Anggota Keluarga  41 % suami mengingatkan BUMIL
 Peran Iklan  kesehatan, produk zat besi,
 Penanggulangan anemia  penekanan masih pada zat besi

2. Bagaimana Hubungannya (baca: kejadian anemia pd bumil) dengan POLA KONSUMSI Bumil ???
 Konsumsi zat besi, vit. C, protein, vit. B6, vit. B12, asam folat <<<<  padahal zat2 ini berperan
sebagai ENHANCER
 Konsumsi zat Inhibitor (kalsium, tanin, fitat, oksalat) >>>
 Kebiasaan konsumsi teh, kopi, jamu, sayuran, kacang2an >>>
 Konsumsi protein NABATI >>>, sedangkan HEWANI <<<

KECUKUPAN ENERGI PERHARI KECUKUPAN PROTEIN PERHARI


50 50 50
2500 50
2200
45
1900
2000 40
1800
35
1500 30
Energi / hari Protein / 25
(kkal) hari(gl) 17
1000 20 17 17
15
500 300 300 10
100 5
0 0
16-18 19-29 30-49 TS-1 TS-2 TS-3 16-18 19-29 30-49 TS-1 TS-2 TS-3
Umur (tahun) Hamil Umur (tahun) Hamil

2
VITAMIN PERHARI
MINERAL PERHARI
VITAMIN UMUR (TAHUN) HAMIL
MINERAL UMUR (tahun) MENYUSUI (bulan)
16-18 19-29 30-49 TS-1 TS-2 TS-3
Vit A (RE) 600 500 500 300 300 300 16-18 19-29 30-49 0-6 7-12 13-24
Vit D (mcg) 5 5 5 0 0 0 Kalsium (mg) 1000 800 800 150 150 150
Vit E (mg) 15 15 15 0 0 0 Fosfor (mg) 1000 600 600 0 0 0
Vit K (mcg) 55 55 55 0 0 0 Magnesium (mg) 240 240 270 30 30 30
Thiamin / B1 (mg) 1,1 1 1 0,3 0,3 0,2
Besi (mg) 26 26 26 0 9 13
Riboflavin (mg) 1 1,1 1,1 0,3 0,3 0,3
Yodium (mcg) 150 150 150 50 50 50
Niacin (mg) 14 14 14 4 4 4
Asam Folat (mcg) 400 400 400 200 200 200
Seng (mg) 14 9,3 9,8 1,7 4,2 9
Piridoksin (mg) 1,2 1.3 1,3 0,4 0,4 0,4 Selenium (mcg) 30 30 30 5 5 5
Vit B12 (mcg) 2,4 2,4 2,4 0,2 0,2 0,2 Mang’an (mg) 1,8 1,8 1,8 0,2 0,2 0,2
Vit C (mg) 75 75 75 10 10 10 Fluor (mg) 2,5 2,5 2,7 0,2 0,2 0,2

 Kecukupan energi & protein perhari


 Sumber energi : Karbohidrat, Lemak.
 Energi Tambahan : Tmt 1 = 100 kkal/hr, Tmt 2 = 300 kkal/hr, Tmt 3 = 300 kkal/hr.
 FAKTA...?

KECUKUPAN ZAT GIZI (% KGA) % IBU HAMIL MINUM :


250 208 80

200 70
60
150 99 50

100 75 40
60 30
50 31 20
10
0
0
The Kopi Jamu
Energi Protein Vit. C Kalsium Fe

3. Bagaimana hubungannya dengan PENGETAHUAN BUMIL ??


Berikut ini merup. hasil penelitian : pengetahuan bumil terhadap TTD dan pojok gizi.

PENGETAHUAN IBU HAMIL IBU HAMIL DAN POJOK GIZI


60 56 56
49 51
50 44 44

7% 6%
40

% responden 30

20

10

0
Manfaat Cara kons Mkn sumber 87% Tdk tahu / Tdk dengar
Tahu TTD Dengan - tdk tahu
Tdk Tahu Pemahaman ttg Fe Dengar - tahu

3
4
5
4. Bagaimana hubungannya dengan INFEKSI CACING DAN MALARIA ??
a. KECACINGAN
 Infeksi cacing penyebab anemi ibu hamil
44 juta (50-80%) bumil diseluruh dunia terinfeksi cacing. 32 % anemi ibu hamil terjadi karena
infeksi cacing. Adanya cacing tambang mengakibatkan 3.4 mg/hr zat besi hilang sehinggs kadar
Hb-nya lebih rendah.
 Obat cacing dan kadar Hb ibu hamil
 Ibu hamil yang mendapat Fe + obat cacing mempunyai kadar Hb 2.5 gr/dl lebih tinggi
dibandingkan ibu hamil yang mendapat Fe saja
 WHO merekomendasikan pemberian obat cacing pada ibu hamil setelah trimester I (WHO,
1994)
 Apabila prev cacingan lebih dari 20 % obat cacing seharusnya menjadi bagian integral
strategi penanggulangan anemi bumil
 Prevalensi cacingan pada ibu hamil lebih dari 50 %
 Infeksi cacing kremi (Trichuris trichiuria) menyebabkan kehilangan darah kronis/menahun
dengan gejala klinik yg khas : anemi berat (Hb < 3 g/dl), diare campur darah, sakit perut,
mual, muntah, BB menurun
 Di Liberia, (Jackson, 1987) :
 Prevalensi bumil 78 %  30 % nya menderita cacing tambang dan 62 % bumil terkena
infeksi cacing kremi.
 Ibu hamil yang terinfeksi cacing tambang HB-nya lebih rendah dibanding bumil yg tidak
terinfeksi cacing tambang

b. MALARIA PENYEBAB ANEMI IBU HAMIL


 Parasit malaria merusak sel darah merah indungnya dan menyebabkan malaria
 84 % ibu hamil anemia di Zambia menderita malaria P falciparum
 Di populasi dimana M P falciparum itu prevalen, maka malaria merupakan kontributor penting
prev anemia
 Studi “Kontribusi Penyakit Malaria Terhadap Prevalensi Anemia IbuHamil Di Daerah Endemis
Kab. Jayapura, Irianjaya (2001)”
 Cross Sectional Study
 Var Bebas : infeksi malaria, infeksi cacing, konsumsi protein, besi, vitamin C dan
kepatuhan minum pil besi
 Var terikat : Anemia bumil
 Populasi : 165 bumil
 Jmlh bumil di Kab. Jayapura  1998 : 3371, 1999 : 4605 (Profil Kesehatan, 1999)
 Ibu hamil yang tinggal di daerah endemik malaria tinggi maupun rendah umumnya anemis
( Kalter, 1997, Fatimah, 1979)
 Bumil yang menderita malaria tropika akan menderita anemi, bahkan kadar Hb dapat
mencapai kurang dari 4 g/dl  mengancam bayi dan ibu (Fleming, 1989)
 Parasit rate : 16.64 %. (Setyowireni, 1999)
 Dinkes Prop Irja, 1998  Kasus malaria :87192, 35381 diantaranya malaria krn Pl
falciparum
 Prev Kecacingan 5.2 %, Cakupan distribusi FE – 3 : 49.5 %, Parasit rate malaria 50.2 %
(Dinkes Prop Irja, 1999)
 Di Jayapura  parasit rate malaria : 54.58 %, malaria tropika 7451, prev kecacingan 3.6 %
(Dinkes Kab Jayapura, 1999)

6
7
8
c. KESIMPULAN
 Ada hubungan yang bermakna antara kecacingan dengan anemi
 Ada hubungnan yang bermakna antara malaria dengan anemi

5. Anemi pada ibu hamil dengan ROFILAKSIS KLOROKUIN, hubungannya dengan kejadian MALARIA
 Ada 3 faktor penyebab anemi di daerah Malawi : malaria, def. Fe + folat, & asupan yg rendah
 Risiko anemi meningkat 2 kali lebih besar bila disertai parasit malaria dalam darah
 Murray  yang defisiensi Fe tidak ditemukan infeksi, tetapi yang besinya normal terjadi
peningkatan infeksi
 Profilaksis klorokuin dan pemberian tablet besi + folat meningkatkan kadar Hb selama kehamilan
(Ndyomugyenyi dan Magnussen)
 Pemberian pengobatan tablet besi mempunyai hubungan dg kambuhnya infeksi secara tiba-tiba,
terutama malaria
 Hub antara anemi def. Fe dan kerentanan terhadap malaria diperdebatkan (tergantung fungsi
imun)
 Kab TTU, NTT  AMI cukup tinggi : 159.6 %0 (2000)
 Insidens malaria pada kelompok tanpa anemi (24 %) lebih tinggi dibanding pada kelompok dengan
anemi (20.8 %)
 Kebiasaan menggunakan kelambu merupakan faktor protektif (RR : 0.34)
 Status gizi kurang merupakan faktor risiko terjadinya malaria (RR : 3.45)
 Primigravida dan primipara mempunyai faktor risiko terkena malaria lebih tinggi ( RR : 1.17 dan
RR : 1.32)

6. ANEMI DI WILAYAH GAKY


a. Studi ” Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Anemi Pada Ibu Hamil Di Daerah Endemik
GAKY Kab Magelang”
 Prev anemi bumil : 63.5 %
 Asupan Energi 2239 kkal, prot 58.77 gr, Vit C 69.14 mg, Fe 9.58 gr
 Asupan tanin, fitat, oksalat : 17.58 g, 0.98 gr. 2.19 gr
 Bumil dengn Kapsul Iod : 58.8 %, Kecacingan : 62.75 %
 Asupan Iodium, konsumsi tanin dan kecacingan berpengaruh signifikan terhadap anemi bumil
di wilayah endemik GAKY

b. Studi di Afrika  “The Interaction of Iron and Iodine Deficiencies In African Children”
 Di wilayah defisiensi iodium  multiple nutritional and environmental factors mempengaruhi
PCM  memperburuk IDD
 Defisiensi Fe  mempengaruhi IDD dan mengurangi efikasi penggunaan garam beriodium
 Defisiensi sering terjadi (di wilayah Timur dan Utara Africa) : 20 – 35 % anak usia sekolah
menderita goiter dan IDA (wuaduh,,,nama salah satu hoter disebut-sebut,,, jadi ga’ uenak ni….)
 Defisiensi Fe, dengan atau tanpa anemia melemahkan metabolisme tiroid
 Diet Defisiensi Fe mempunyai efek yang signifikan terhadap penurunan serum T3 dan T4 (20 –
60 %) dibanding diet cukup Fe
 Defisiensi Fe mempengaruhi metabolisme tiroid.
 Beard et al,  wanita dengan IDA ringan (Hb 11 g/dl) mengalami penurunan serum T3 dan
T4 secara signifikan dan TSH meningkat pada kelompok yang anemis. Suplementasi Fe pada
wanita defisiensi fe meningkatkan konsentrasi serum T3.
 Mekanisme defisiensi fe thd metabolisme tiroid tidak begitu jelas.

9
 Tiroid metabolisme dapat mempengaruhi defisiensi fe melalui anemia, shg mengurangi
transport oksigen ke tubuh
 Mekanisme yang lain kemungkinan mempengaruhi TPO (tiroperoksidase)
 Sintesis hormon tiroid dipengaruhi oleh heme - depedent TPO.
 Defisiensi Fe dapat mengurangi aktivitas tiroperoksidase dan mempengaruhi sintesa
hormon tiroid.
 Aktivitas TPO berpengaruh signifikan terhadap pengurangan IDA
 Defisiensi Fe mengurangi aktivitas TPO dan penurunan aktivitas TPO mempunyai kontribusi
terhadap pengaruh IDA pada metabolisme tiroid

c. Clinical Trial Of Iodine And Iron


 Tujuan Studi :
1) Mengetahui apakah goitrous children jg menderita IDA mempunyai respon normal thd oral
iodine suplemention
2) Apakah Fe suplementatison pada goitrous children dg IDA akan meningkatkan respon
kapsul minyak iodium dan garam beriodium
3) Apakah penambahan Fe pada garam beriodium akan meningkakan efikasi iodium pada
goitrous children dengan IDA
 Studi :
 Responden dikelompokkan dalam group anemi dan non anemi, dengan intervensi 200 mg
Iod selama 30 mgg.
 Pengukuran dilakukan terhadap status iodium dan tyroid
 Hasil pengukuran : ada perbedaan signifikan pd peningkatan fs tiroid antara anak non
anemi dan anak anemi
 Diduga bahwa perbaikan fungsi tiroid pada responden kemungkinan karena ada perbaikan
kadar Hb

7. PENYEBAB Anemi Ibu Hamil yang Lain


 Defisiensi vitamin A
 Suplementasi pada anak mempunyai pengaruh signifikan terhadap peningkatan kadar
haemoglobin
 Pada wanita dewasa, kombinasi Fe, Vit A, Vitamin C dan asam folat mempunyai pengaruh
signifikan terhadap kadar Hb dibandingkan suplementasi Fe saja
 Penelitian efek suplementasi vit A terhadap status besi ibu hamil belum banyak dilakukan
 Strategi penanggulangan anemia ibu hamil di Indonesia perlu mempertimbangkan suplementasi
vitamin A

D. UPAYA MENCEGAH AGB


1. Meningkatkan konsumsi besi dari sumber alami terutama sumber hewani, sumber vitamin C dan
vitamin A.
2. Fortifikasi bahan makanan.
3. Suplementasi besi-folat secara rutin
 dapat meningkatkan kadar Hb secara cepat.

10
WUS, pekerja wanita dan calon Pemberian 1 tablet / minggu (60 mg elemen Fe dan 0,25 mg asam folat)
pengantin. selama 16 minggu.
Kemudian dianjurkan selalu minum 1 tablet Fe setiap hari selama masa
haid (menstruasi).
Wanita hamil sampai masa nifas Dianjurkan utk minum tablet Fe setiap hari 1 tablet (60 mg elemen Fe
dan 0,25 asam folat berturut-turut selama minimal 90 hari masa
kehamilan sampai 42 hari setelah melahirkan.

Mulai pemberian pada waktu pertama bumil datang periksa


kehamilannya (K1) sampai kunjungan ke-4 (K4).

Rekomendasi Suplementasi Tablet Fe


Kelompok sasaran Ibu hamil s/d nifas Remaja putri
Waktu pemberian Setiap hari (Min 90 hr) 1 kl / mgg (Selama 16 mgg)
Dosis pencegahan 1 x 1 tablet 1 x1 (Sendok takar)
Dosis pengobatan 3 x 1 tablet 1 x 1 (Sendok takar)

E. UPAYA PENANGGULANGAN YANG ADA


1. Suplementasi besi folat selama 3 bulan  Hasilnya prevalensi masih tinggi
2. Penyuluhan kesehatan - gizi
 Lebih menekankan konsumsi Fe
 Zat gizi lain? Inhibitor & enhanacer
 Metode  kajian : media & cara
3. Peran motivator : Suami dan Tenaga kesehatan

F. KAJIAN
1. Untuk Penentu Kebijakan
a. Suplementasi Fe  Tablet, sirup, dll  krn Fe mkn <<<
b. Fortifikasi Fe dlm bahan mkn  a.l. tepung terigu, dll
2. Untuk WUS Memperhatikan :
a. Pemenuhan Fe (+ Prot, B6, B12, Biotin, As.folat)
b. Pemenuhan Enhancer (>>> vit C)
c. Membatasi Inhibitor (a.l. pd teh, jamu,kopi, Kalsium, dll)
d. Melakukan pengaturan waktu makan
3. Untuk Praktisi Kesehatan
a. Penyuluhan komprehensi
 Zat besi dan tata cara mengkonsumsinya
 Metode “Interpersonal Group Disscussion (IGD)”  Kajian
 Optimalisasi “Pojok Gizi”
b. Pendidikan Gizi, bagi : “spt PMO”
 Supervisor internal >>> a.l. suami
 Supervisor eksternal (tenaga kesh)
c. Media penyuluhan
 perlu penyesuaian (materi, teknis)  a.l. mini leaflet, poster
4. Praktisi Periklanan - Multi media
 Materi iklan : Isi & tata cara
 Tokoh / public figure
5. Peran Lintas Sektor – Lintas program >>>
Sekolah / Pendidikan, PKK, Agama, dll

11
G. KAJIAN SOLUSI – HASIL PENELITIAN

“Bottom- up” needs ???


a.l. Tahu, Mau, Perhatian, Safety, Lovely

Peningkatan Peran Motivator / lembaga yang ada / program yang ada

- “PMO”
- Agent of change

Internal : Suami, Angg. Klrg lain


Eksternal : provider

… Alhamdulillah …
Info HO epid !!! langsung dari HOers,,lho…
Segera dapatkan!!
HO Epid. Gizi Edisi Terbaru!! After Mid!!
Tersedia 7 bendel alias 7 edisi (dari edisi 7 – 13)

Edisi 7  Hospital Malnutrition
Edisi 8  Epid. Def. Zink
Edisi 9  Epid. Malnutrisi Pd BUMIL
Edisi 10  Epid. Def. Asam Folat
Edisi 11  Epid. GAKY
Edisi 12  Epid. Food Borne Disease
Edisi 13  Epid. Anemia pd Bumil

So,,,buruan hubungi HOers Epid Gizi…

   go !!!

Met, ujian Saudaraku…


Semoga ilmu yang sudah kita dapatkan selama
±3 tahun ini,, tidak enjadi sia-sia
***
Kami (Tichan, Dika, Aziz, dan Ida),
sebagai team hoters epid. gizi,,,
mohon ma’af jika dalam pembuatan HO ini banyak
kekurangannya.
… See You ….

12