Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

Kombinatorial pada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor

Kota Yogyakarta

MATA KULIAH MATEMATIKA DISKRET

Dosen pengampu : Drs. Muhammad Fauzan M.Sc.St

Disusun oleh :

Krisna Nugraha ( 16305141072 )

Matematika S-1

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSIITAS NEGERI YOGYAKARTA


Abstrak

Makalah ini membahas mengenai aplikasi dari teori kombinatorial yang


dimanfaatkan pada kombinasi plat nomor kendaraan bermotor. Teori yang akan
digunakan untuk membahas aplikasi ini adalah teori kombinatorial.
Kombinatorial merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika yang
mempelajari keteraturan dari sesuatu hal. Solusi yang ingin diperoleh dengan teori
kombinatorial ini adalah jumlah cara pengaturan objek-objek tertentu di dalam
himpunannya. Apabila dikaitkan dengan permasalahan ini, kita dapat
memperhitungkan berapa banyaknya kombinasi yang diperoleh dari Tanda Nomor
Kendaraan Bermotor.

Dalam makalah ini, subyek pengamatan adalah bagian dari TNKB meliputi
kode wilayah, nomor polisi, dan seri yang dirancang dalam bentuk slot. Penggunaan
teori kombinatorial untuk memastikan angka yang diletakkan di setiap slot. Bahan
penelitian ini adalah kumpulan dari berbagai sumber data yang mengulas Tanda
Nomer Kendaraan Bermotor.

Dari hasil perhitungan kombinatorial, saya dapat mendapatkan angka yang


cukup besar. Untuk kombinasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dapat 6.759.324
kombinasi.
BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Teori Kombinatorial adalah salah satu materi bahasan dari mata kuliah
Struktur Diskrit yang sudah lama dikenal, dan telah berkembang aplikasinya,
dalam hal ini banyak digunakan aplikasinya di segala bidang..

Banyak sekali contoh permasalahan yang bisa dicari solusinya menggunakan


teori kombinatorial, salah satunya adalah permasalahan yang agak sesuai dengan
topik kali ini, misalkan, nomor plat motor di negara Indonesia terdiri atas 4 angka-
angka dan diikuti dengan 2 huruf belakang dengan 1 kode wilayah. Angka pertama
tidak boleh angka 0 (nol). Berapa banyak nomor platmobil yang dapat dibuat?

maka kemungkinan jawabannya akan seperti berikut :

AB 1111 XY

AB 2222 EX

AB 3333 CE

.....

dan seterusnya hingga AB 9999 ZZ

Disini peran kombinatorial, yang merupakan seni berhitung,menyelesaikan


persoalan semacam ini dengan cepat. Kombinatorial dapat digunakan untuk
menjawab persoalan semacam ini tanpa kita perlu mengenumerasi semua
kemungkinan jawabannya.Dengan kaidah dasar menghitung pada kombinatorial
ini, berbagai macam persoalan menghitung untuk mengetahui jumlah
kemungkinan cara pengaturan objek objek dapat dilakukan, termasuk menghitung
banyaknya kombinasi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor.
2. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang mendasari pembuatan makalah ini, antara lain :

a) Apa teori untuk mencari kombinasi dalam tanda nomor kendaraan


bermotor?
b) Berapa banyak kombinasi yang tercipta untuk TNKB kota
Yogyakarta?

3. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :

1. Mengetahui teori kombinatorial dalam kombinatorial tanda nomor


kendaraan bermotor.
2. Untuk mengetahui berapa banyak kombinasi yang tercipta untuk TNKB
kota Yogyakarta
3. Makalah ini disusun dengan maksud untuk memberikan
tambahan pengetahuan sekaligus sebagai tugas matakuliah
Matematika Diskret Semester Khusus 2017/2018.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Kombinatorial

Kombinatorial adalah cabang matematika yang mempelajari pengaturan


susunan objek objek. Pengaturan di sini adalah bagaimana objek objek dapat
dikombinasikan dalam berbagai susunan atau urutan yang menghasilkan urutan
yang berbeda. Kombinatorial, dengan banyaknya kemungkinan pengaturan
sejumlah objek dalam himpunannya dapat diperoleh tanpa harus mencacah setiap
kemungkinan jawaban satu per satu.

Kombinatorial didasarkan pada hasil yang diperoleh dari suatu percobaan,


dimana percobaan itu sendiri adalah proses fisik yang hasilnya dapat diamati.
Beberapa contoh persoalan yang dapat dipecahkan dengan kombinatorial adalah
menghitung kemungkinan sandi (password) yang bisa dicoba untuk menyusup
masuk sebuah sistem computer dan menghitung peluang terjadinya suatu kejadian.

B. Kaidah Dasar Menghitung pada Kombinatorial

Dalam kombinatorial, harus menghitung semua kemungkinan engaturan


objek. Dua kaidah dasar yang digunakan sebaga teknik menghitung dalam
kombinatorial adalah kaidah perkalian (rule of product)dan kaidah
penjumlahan(rule of sume). Kedua kaidah ini dapat digunakan untuk memecahkan
banyak masalah persoalan menghitung.

a) Kaidah perkalian (rule of product)

Misalkan percobaan 1 mempunyai p hasil percobaan, dan percobaan 2


mempunyai q hasil, maka bila percobaan 1 dan percobaan 2 dilakukan kan
terdapat p × q hasil percobaan.
b) Kaidah penjumlahan (rule of sum)

Misalkan percobaan 1 mempunyai p hasil percobaan, dan percobaan 2


mempunyai q hasil, maka bila percobaan 1 atau percobaan 2 dilakukan (hanya
salah satu percobaan saja yang dilakukan) akan terdapat p + q hasil percobaan.

C. Permutasi

Permutasi adalah jumlah urutan berbeda dari pengaturan objek objek. Permutasi
merupakan bentuk khusus dari aplikasi aturan perkalian. Misalkan jumlah objek
adalah n, maka :
 urutan pertama dipilih dari n objek
 urutan kedua dipilih dari (n-1) objek
 urutan ketiga dipilih dari (n-2) objek
 urutan keempat dipilih dari (n-3) objek
 urutan kelima dipilih dari (n-4) objek
dan seterusnya hingga urutan terakhir dipilih dari 1 objek yang tersisa.
Menurut kaidah perkalian (rule of product), permutasi dari n objek adalah:
n(n –1) (n –2) ... (2) (1) = n!
Permutasi rdari n objek adalah jumlah kemungkinan urutan r buah objek yang
dipilih dari n buah objek, dengan r ≤ n, yang dalam hal ini, tidak ada objek
yang sama pada setiap kemungkinan jawaban.

Jika r = n, maka :
D. Kombinasi

Bentuk khusus dari permutasi adalah kombinasi. Jika pada permutasi urutan
kemunculan diperhitungkan, maka pada kombinasi, urutan kemunculan diabaikan.

Rumus kombinasi-r adalah

Interpretasi kombinasi

a. C(n,r) = banyaknya himpunan bagian yang terdiri atas r elemen yang dapat
dibentuk dari himpunan dengan n elemen.
b. C(n,r) = cara memilih r buah elemen dari n elemen yang ada, tetapi urutan
elemen di dalam susunan hasil pemilihan tidak penting.

E. Tanda Nomor Kendaraan Bermotor(TNKB)

Tanda Nomor Kendaraan Bermotor(TNKB), atau sering kali disebut plat


nomor atau nomor polisi, adalah plat aluminium tanda kendaraan bermotor di
Indonesia yang telah didaftarkan pada kantor bersama samsat. Pengguna tanda
nomor kendaraan bermotor di Indonesia, terutama di pulau jawa merupakan
warisan sejak zaman Hindia Belanda, yang menggunkan kode wilayah berdasarkan
pembagian wilayah keresidenan.

Tanda nomor kendaraan bermotor berbentuk plat aluminium dengan cetakan tulisan
dua baris.

1. Baris pertama menunjukkan : kode wilayah (huruf), nomor polisi (angka),


dan kode/seri akhir wilayah (huruf).
2. Baris kedua menunjukkan bulan dan tahun masa berlaku.

Bahan baku TNKB adalah alumunium dengan ketebalan 1mm/ ukuran TNKB
adalah aluminium untuk kendaraan bermotor roda 2 dan roda 3 adalah 250x105
mm, sedangkan untuk kendaraan bermotor roda 4 atau lebih adalah 395x135mm.
Pada sudut kanan atas dan sudut kiri bawah terdapat tanda khusus(security mark)
cetakan lambing polisi lalu lintas, sedangkan pada sisi sebelah kanan dan sisi
sebelah kiri ada tanda khusu cetakan “DITLANTAS POLRI” (Direktorat Lalu
Lintas Kepolisian RI) yang merupakan hak paten pembuatan TNKB oleh Polri dan
TNI.

Warna tanda nomor kendaraan bermotor ditetapkan sebagai berikut :

1. Kendaraan bermotor bukan mum dan kendaraan bermotor sewa : warna


dasar hitam dengan tulisan berwarna putih.
2. Kendaraan bermotor umum : warna dasar kuning dengan tulisan berwarna
hitam.
3. Kendaraan bermotor milik pemerintah : warna dasar merah dengan tulisan
berwarna putih.
4. Kendaraan bermotor Corps Diplomatik Negara Asing : warna dasar putih
dengan tulisan berwarna hitam.
5. Kendaraan bermotor Staff Operasional Corps Diplomatik Negara Asing :
warna dasar hitam dengan tulisan berwarna putih dan terdiri dari lima angka
dan kode angka Negara dicetak lebih kecil dengan format sub-bagian.
6. Kendaraan bermotor untuk transportasi dealer (pengiriman dari perakitan ke
dealer, atau dealer ke dealer) : warna dasar putih dengan tulisan berwarna
merah.

Nomor polisi diberikan sesuai dengan urutan pendaftaran kendaraan bermotor.


Nomor urutan tersebut terdiri dari 1-4 angka, dan ditempatkan setelah kode wilayah
pendaftaran.

1. 1 – 299, 8000 – 8999 dialokasikan untuk kendaraan penumpang.


2. 3000 – 6999, dialokasikan untuk sepeda motor.
3. 7000 – 7999, dialokasikan untuk bus.
4. 9000 – 9999, dialokasikan untuk kendaraan beban.
Apabila nomor urut pendaftaran yang telah dialokasikan habis digunakan, maka
nomor urut pendaftaran berikutnya kembali ke nomor awal yang telah dialokasikan
dengan diberi tanda pengenal huruf seri A – Z di belakang angka pendaftaran.
Apabila huruf dibelakang angka sebagi tanda pengenal kelipatan telah sampai pada
huruf Z, maka penomoran dapat menggunakan 2 huruf seri di belakang angka
pendaftaran.

F. Analisi Kasus

Kasus yang penulis angkat dalam makalah ini adalah Kombinas dari Tanda
Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di Indonesia khususnya kota Yogyakarta.

Telah diketahui bahwa untuk Tanda Nomor Kendaraan Bermotor untuk kota kota
terdiri dari 3 bagian, yaitu :

a. 1 atau 2 digit huruf kode wilayah.


b. 2.1 sampai 4 digt angka kendaraan nomor polisi yang sesuai dengan urutan
pendaftaran.
c. 3.2 digit huruf, dengan digit pertama merupakan huruf pembeda, dan digit
keduanya merupakan huruf yang menyatakan pembagian wilayah yang
lebih spesifik.
Setelah itu, isi slot – slot tersebut dengan kemungkinan – kemungkinan yang
membuat objek di atas sesuai dengan plat nomor yang sesungguhnya sesuai teori.
Berikut adalah table dari assignment :

Slot Kemungkinan Kombinasi Assignment

1 Kode untuk wilayah kota Yogyakarta : AB 1

1 digit = 9

2 digit : 9x10= 90

3 digit : 9x10x10=900

4 digit : 9x10x10x10=9000

2a – 2d Maka total 9+90+900+9000=9999 9999

3a A,B,C,D,…, Z 26

3b A,B,C,D,…, Z 26
Hasil dari assignment slot adalah berikut :

1 9999 26 26

Setelah itu, tinggal kita kalikan angka – angka yang terdapat didalam slot tersebut
dengan menggunakan Kaidah Perkalian sehingga menghasilkan satu output yang
merupakan jumlah kombinasi dari Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) di
kota Yogyakarta yaitu :

Kombinasi TNKB di Yogyakarta :

Slot 1 x slot 2 x slot 3a x slot 3b = 1 x 9999 x 26 x 26 = 6.759.324


BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Ada 2 kesimpulan yang dapat ditarik dari penulisan makalah ini,yaitu :

a. Dengan menggunakan teori kombinatorial, kita dapat menghitung


secara pasti berapa kombinasi dari Tanda Nomor Kendaraan
Bermotor (TNKB) di Indonesia, yang dalam makalah ini dibahas
adalah TNKB di kota Yogyakarta.
b. Setelah melalui perhitungan dan analisis kasus, didapat banyaknya
kombinasi dari Tanda Nomor Kendaraan Bermotor di Indonesia
khususnya kota Yogyakarta, yaitu sebesar 6.759.324 kombinasi
plat nomor yang dapat dibuat untuk menandai tiap satuan
kendaraan bermotor di kota Yogyakarta.

B. Saran

a. Perlu dikaji pemanfaatan TNKB yang sudah tak terpakai, apakah


dapat digunakan kembali.
b. Perlunya kajian dalam mencari system pengelolaan
(management) serta teknologipenerapan TNKB di masa
mendatang.Mempertimbangkan jumlah angka sebanyak 10
kemungkinan {0,..9} dan huruf{A, B, ....Z} 26 kemungkinan.
DAFTAR PUSTAKA

Munir, Rinaldi, “Diktat Kuliah IF2091 Struktur Diskrit”, Edisi Keempat, Program
Studi Teknik Informatika, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut
Teknologi Bandung, 2008.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia,Nomor 42 Tahun 1993,tentang
Pemeriksaan Kendaraan Bermotor Di Jalan, Presiden Republik Indonesia.
Jumlah Kendaraan BermotorUnit’<https://data.go.id/dataset/jumlah-kendaraan-
bermotor-unit>,,[diakses 15-Agustus 2018 jam 20.10].