Anda di halaman 1dari 9

“KETRAMPILAN MENJELASKAN ATAU PENGUATAN”

MAKALAH

Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Kemampuan Dasar Mengajar


Yang dibina oleh Drs. Triastono Imam Prasetyo, M.Pd,
dan Deny Setiawan, S.Pd, M,Pd

Disusun oleh :
Kelompok 5/Offering BB 2016

Alifia Rosidatuz Zulfa NIM: 160341606005


Teny Yasinta Kusumadewi NIM: 160341606052

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PRODI S1 PENDIDIKAN BIOLOGI
September 2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pendidik dikenal dengan berbagai macam sebutan, salah satunya adalah
julukan “Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa”. Julukan atau sebutan yang
diberikan ini menunjukkan betapa besar jasa seorang pendidik untuk kemajuan
seseorang bahkan untuk kemajuan suatu bangsa. Menurut Kunandar, 2007 Guru
merupakan seorang pendidik profesional yang memiliki tugas utama untuk
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, jalur pendidikan
formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Seorang guru dianggap
bertanggung jawab kepada peserta didiknya baik saat pelajaran masih
berlangsung, maupun saat pembelajaran tidak berlangsung.
Seiring dengan kemajuan teknologi yang terjadi seorang pendidik tidak
hanya dituntut sebagai sumber informasi, tetapi juga dituntut sebagai pembimbing
dan fasilitator bagi peserta didik. Oleh sebab itu, pendidik harus memiliki
pengetahuan yang memadai atau dengan kata lain guru harus menguasai materi
yang sedang dipelajari oleh peserta didik. Sedangkan pendidik berperan sebagai
seorang fasilitator bagi peserta didik yaitu dengan menyediakan seluruh fasilitas
yang diperlukan oleh peserta didik guna menunjang proses belajar mengajar.
Penyelenggaraan pembelajaran merupakan salah satu tugas utama
pendidik dimana pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu konsep yang lebih
menekankan pada pengalaman belajar, dimana pembelajar (learner) membangun
diri sendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya melalui
interaksi dengan linngkungannya.
Dengan demikian, pembelajaran (instruction) merupakan akumulasi dari
konsep mengajar (teachinng) dan konsep belajar (learning). Penekanannya pada
perpaduan antara keduanya, yakni kepada penumbuhan aktivitas subjek didik.
Konsep tersebut dapat dipandang sebagai suatu sistem, dimana dalam
pembelajaran terdapat sejumlah komponen-komponen yang terkait satu sama lain.
Dalam proses pembelajaran pendidik dan peserta didik menjadi pelaku
terlaksananya tujuan pembelajaran. Pendidik dituntut memiliki dasar-dasar
ketrampilan mengajar untuk dan mendukung terciptanya pembelajaran yang
berkualitas. Salah satu caa yang digunakan untuk menciptakan suasana yang
menyenangkan yakni dengan memberikan penguatan atau reinforcement terhadap
peserta didik. Penguatan merupakan salah satu penciptaan suasana belajar yang
menyenangkan. Reinforcement diberikan pada peserta didik dengan tujuan utama
agar frekuensi tingkah laku positif peserta didik dapat meningkat. Hal ini sesuai
dengan teori belajar Skinner yang menyatakan bahwa tingkah laku peserta didik
dapat dikondisikan dengan memberikan penguatan (reinforcement) (Suryabrata,
(2006). Akan tetapi, juga perlu diperhatikan bahwa penerapan keterampilan
penguatan yang dilakukan secara terus-menerus dan tidak bervariasi akan
membawa dampak kejenuhan atau kebosanan bagi peserta didik.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka kami akan mengkaji mengenai
keterampilan menjelaskan atau penguatan yang harus dimiliki oleh seorang
pendidik guna menunjang proses pembelajaran (proses belajar mengajar).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah pengertian keterampilan menjelaskan?
2. Apa saja macam-macam teknik dalam menjelaskan?
3. Apa saja prinsip-prinsip yang terdapat dalam keterampilan
menjelaskan?
4. Apakah pengertian keterampilan memberikan penguatan?
5. Apa saja prinsip-prinsip dalam keterampilan memberikan
penguatan?
6. Apa saja jenis-jenis pemberian penguatan?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Keterampilan Menjelaskan
Keterampilan berasal dari kata terampil yang berarti cakap, mampu, dan
cekatan. Keterampilan membutuhkan pelatihan dan kemampuan dasar dari
masing-masing individu. Sedangkan yang dimaksud dengan menjelaskan yaitu
membuat sesuatu menjadi lebih jelas. Menjelaskan berarti menyajikan informasi
lisan yang diorganisasikan secara sistematis dengan tujuan menunjukkan
hubungan. Keterampilan menjelaskan berarti suatu kemampuan untuk menyajikan
informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematis dengan tujuan
menunjukkan hubungan. Ciri utama dari menjelaskan adalah informasi yang
diberikan terencana dengan baik dan berurutan.
2.2 Tujuan Keterampilan Menjelaskan
Menurut Udin Syaefudin Saud (2010) tujuan dari keterampilan menjelaskan
yaitu:

1. Membimbing peserta didik untuk memahami materi yang seddang


dipelajari saat proses pembelajaran berlangsung.

2. Melibatkan peserta didik untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran


dengan mengajak peserta didik untuk berpikir dalam memecahkan masalah-
masalah.

3. Membimbing peserta didik untuk benar-benar memahami proses


pembelajaran dengan menggunakan bukti-bukti untuk memecahkan suatu
permasalahan.

4. Membantu peserta didik untuk memahami dan mengetahui hukum, dalil,


prinsip-prinsip dalam materi yang sedang dipelajari secara objektif dan
bernalar.

Dalam kegiatan menjelaskan guru menekankan pemahaman kepada peserta


didik, agar peserta didik dapat berpikir rasional. Guru harus menguasai materi
yang sedang dibelajarkan kepada peserta didik, serta wawasan mengenai materi
yang sedang dibelajarkan tersebut.

2.3 Macam-macam Teknik Menjelaskan


1) Bertanya
Guru dapat memulai pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan kepada
peserta didik. Pertanyaan yang diajukan harus sesuia dengan materi yang sedang
dibahas dalam proses belajar mengajar tersebut.
2) Penjelasan
Guru harus menjelaskan dengan memberikan keterangan sejelas-jelasnya
sebab tidak sepenuhnya pertanyaan dari guru dapat terjawab oleh peserta didik.
Sehingga dengan penjelasan yang diberikan oleh guru diharapkan dapat membuat
peserta didik terpancing untuk menjawab pertanyaan yang diberikan.
3) Memberikan contoh
Pemahaman peserta didik terhadap konsep baru dapat ditingkatkan melalui
pemberian contoh yang jelas dan nyata contohnya yang berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari. Contoh yang diberikan diharapkan diharapkan dapat
menambah pemahaman peserta didik terhadap materi yang dibelajarkan.
2.4 Prinsip-prinsip Keterampilan Menjelaskan
Menurut J.J. Hasibuan (2009) terdapat prinsip-prinsip dalam menjelaskan,
antara lain:
a. Penjelasan dapat diberikan di awal, di tengah, atau di akhir pembelajaran.
Hal tersebut disesuaikan dengan keperluan dan kondisi pada saat itu.

b. Penjelasan yang diberikan oleh pendidik dapat diselingi dengan tanya


jawab.

c. Penjelasan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

d. Penjelasan dapat diberikan bila ada pertanyaan dari peserta didik atau
direncanakan oleh guru.

e. Materi pelajaran yang disampaikan harus bermakna (bermanfaat) bagi


peserta didik.
f. Penjelasan yang diberikan harus sesuai dengan kemampuan peserta didik.
2.5 Pengertian Keterampilan Memberi Penguatan (Reinforcement Skills)
Penguatan adalah respon positif dalam pembelajaran terhadap stimulus
(segala sesuatu yang diberikan guru terhadap peserta didik) yang bertujuan
mempertahankan dan meningkatkan perilaku tersebut (Barnawi dan Arifin, 2012).

2.6 Tujuan Pemberian Penguatan (Reinforcement)


Penguatan mempunyai pengaruh berupa sikap positif terhadap proses
belajar dan memiliki tujuan sebagai berikut (Usman, 2013);
1) Meningkatkan focus perhatian siswa terhadap pelajaran.
2) Merangsang dan meningkatkan motivasi belajar siswa.
3) Membina tingkah laku siswa yang produktif.
2.7 Prinsip – Prinsip Penggunaan Penguatan (Reinforcement)
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan guru saat memberikan penguatan
adalah sebagai berikut:
1) Kehangatan
Prinsip kehangatan merupakan hal penting dalam pemberian penguatan.
Kehangatan dapat diaplikasikan melalui tersenyum, suara, gerak mimik, dan cara
bersikap. Kehangatan dapat mempererat hubungan antar siswa dan guru serta
dapat memupuk rasa saling mempercayai satu sama lain sehingga penguatan dari
guru akan diterima dengan positif oleh peserta didik.
2) Antusiasme
Prinsip antusiasme merupakan stimulus (segala sesuatu yang diberikan
guru pada siswa) untuk meningkatkan perhatian dan motivasi peserta didik.
Penguatan yang bersifat antusias menimbulkan kesan sungguh-sungguh pada
peserta didik. Misalnya, guru memberikan penguatan dengan suara tegas dan
lantang serta tatapan mata yang tajam pada siswa sekaligus dengan memberikan
senyum yang ceria.
3) Kebermaknaan
Prinsip kebermaknaan memiliki makna yakni peserta didik tahu bahwa
dirinya memang layak mendapat penguatan karena tingkah laku yang telah
dilakukan sehingga penguatan tersebut dapat bermakna baginya. Jangan sampai
guru memberikan penguatan yang tidak relevan dengan konteksnya. Misalnya,
jawaban yang salah, sebaiknya guru memberi pernyataan “Kali ini jawabanmu
belum tepat, saya percaya dengan belajar yang lebih rajin kamu akan dapat
menjawab dengan benar”. Contoh penguatan yang relevan misalnya, jika anak
menjawab pertanyaan dengan benar, guru dapat mengatakan, “Tepat sekali
jawabanmu”. Penguatan menjadi bermakna apabila terdapat kesesuaian antara
pernyataan dengan keadaan siswa.
4) Menghindari penggunaan respon negatif
Respon negatif bernada hinaan, sindiran, dan ejekan harus dihindari oleh
guru karena dapat mematahkan semangat belajar peserta didik. Apabila peserta
didik memberikan jawaban yang salah, guru tidak boleh mengatakan, “Jawaban
kamu salah!” Namun, sebaiknya guru memberikan pernyataan “Barangkali ada
yang dapat membantu?”. Dengan cara ini, peserta didik tidak merasa tersinggung.
2.8 Jenis-jenis Pemberian Penguatan
Penguatan dibagi menjadi 2 jenis antara lain; (Djamarah, 2010)
a. Penguatan Verbal merupakan penguatan berupa komentar, pujian, dan
dukungan. Penguatan verbal dapat dilakukan dengan cara:
a) pemberian kata-kata, contohnya; bagus, baik, benar, dan pintar.
b) pemberian kalimat, contohnya; pekerjaanmu baik sekali,
pemikiranmu kritis sekali, argumentasimu sangat logis.
b. Penguatan Non Verbal merupakan penguatan berupa tindakan. Penguatan non
verbal dapat dilakukan dengan cara:
a) mimik dan gerakan anggota badan, contohnya; pemberian
senyuman, tepuk tangan, dan acungan jempol.
b) Sentuhan, contohnya; mengangkat tangan siswa yang menang,
menjabat tangan siswa, dan membelai kepala siswa.
c) Mendekati, contohnya; berdiri di samping siswa atau kelompok
diskusi.
d) pemberian tanda/simbol, contohnya; memberikan tanda centang,
bintang, atau pemberian benda seperti pensil, buku, dan pin.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
1. Keterampilan menjelaskan berarti suatu kemampuan untuk menyajikan
informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematis dengan tujuan
menunjukkan hubungan.
2. Macam-macam teknik dalam menjelaskan yakni 1)Bertanya; Pertanyaan
yang diajukan harus sesuia dengan materi yang sedang dibahas dalam proses
belajar mengajar tersebut. 2) Penjelasan; Guru harus menjelaskan dengan
memberikan keterangan sejelas-jelasnya sebab tidak sepenuhnya pertanyaan
dari guru dapat terjawab oleh siswa. 3) Memberikan contoh; Pemahaman siswa
terhadap konsep baru dapat ditingkatkan melalui pemberian contoh yang jelas
dan nyata contohnya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
3. Prinsip-prinsip dalam menjelaskan, antara lain: 1) Penjelasan dapat
diberikan di awal, ditengah, atau diakhir jam pelajaran, tergantung pada
keperluan dan kondisi. 2) Penjelasan dapat diselingi tanya-jawab. 3) Penjelasan
harus relevan dengan tujuan pelajaran. 4) Penjelasan dapat diberikan bila ada
pertanyaan dari siswa atau direncanakan oleh guru. 5) Materi pelajaran harus
bermakna bagi siswa. 6) Penjelasan harus sesuai dengan kemampuan siswa.
4. Penguatan adalah respon positif dalam pembelajaran yang diberikan guru
terhadap perilaku peserta didik yang positif dengan tujuan mempertahankan
dan meningkatkan perilaku tersebut.
5. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan guru saat memberikan penguatan
adalah sebagai berikut: 1) Kehangatan, 2) Antusiasme, 3) Kebermaknaan, 4)
Menghindari penggunaan respon yang negatif .
6. Penguatan terdiri dari 2 jenis antara lain; a) Penguatan Verbal, merupakan
penguatan yang ditunjukkan dengan komentar, pujian, atau dukungan. b)
Penguatan Non Verbal, merupakan penguatan yang ditunjukkan dengan
tindakan.
7.
8.

DAFTAR RUJUKAN
Arifin dan Barnawi. 2012. Etika dan Profesi Kependidikan. Jogjakarta: Ar-ruzz
media.
Darmadi, Hamid. 2010. Kemampuan Dasar Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Hasibuan , Malayu S.P. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi
Aksara.
Hasibuan, J.J. 2009. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Kunandar. 2007. Guru Profesional : Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta:
Rajagrafindo Persada.
Suryabrata, Sumadi. 2006. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada.
Udin S. 2010. Pengembangan Profesi Guru. Bandung: Alfabeta.
Wulidyawati, Tutik. 2013. Variasi Dan Fungsi Pemberian Penguatan Dalam
Pembelajaran Bahasa Jawa Kelas V Sekolah Dasar Se-Kecamatan
Ngampel Kabupaten Kendal. Semarang; UNNES Press.