Anda di halaman 1dari 13

PROFIL DESA

PROFIL DESA

Bagian ini memuat data dan informasi mengenai sejarah desa, kondisi umum desa, kondisi pemerintahan desa selama kurun
waktu waktu 6 (enam) Tahun yang akan dijadikan dasar dalam pembuatan RPJMDesa Cibeureum Tahun 2017–2023 dan
isu strategis berbagai potensi yang dimiliki oleh Desa Cibeureum serta permasalahan yang ada pada situasi dan kondisi saat
ini, yang diharapkan pada 6 (enam) tahun yang akan datang dapat sesuai dengan yang sesungguhnya.

2.1. SEJARAH DESA


2.1.1. Legenda Desa (Sasakala)
Desa Cibeureum pada awalnya merupakan pemekaran dari Desa Nengkelan Kecamatan Pacet pada tahun 1952, hal ini
disebabkan karena cakupan Desa Nengkelan yang sudah terlalu luas dan padat serta untuk memudahkan dalam pengaturan
Pemerintah,Ekonomi dan sebagainya. Maka berdasarkan Surat Keputusan Bupati Bandung, maka Desa Nengkelan
dimekarkan menjadi 2 (dua) Desa yaitu Desa Cibeureum dan Desa Sukapura.

2.1.2. Kepala Desa Cibeureum

Desa Cibeureum sejak mengalami pemekaran dari Desa Nengkelan telah mengalami beberapa kali pergantian Kepala Desa,
sebagaimana terlihat dalam tabel.

Tabel 1
Urutan Pejabat Kepala Desa
Sampai dengan Tahun 2017

No Nama Jabatan Periode Keterangan


1 Moch. Toha Kepala Desa 1952-1968
2 Atun Mastur Kepala Desa 1968-1984
3 Asep Masrio Kepala Desa 1984-1993
4 Didi Supendi Kepala Desa 1993-2001 Meningal Maret 2018
5 Makmur Muljadi Kepala Desa 2001-2005 Meninggal tahun 2003
6 Efi Nur Taufik Hidayat, A. Md Kepala Desa 2005-2011
7 Atep Ahmad SH,S.Pd,i Kepala Desa 2011-2017
8 Efi Nur Taufik Hidayat, A. Md Kepala Desa 2017-2023

2.1.3. Sejarah Pembangunan Desa

Tabel 2
Sejarah Pembangunan Desa
Tahun Kejadian yang baik (Positif) Kejadian yang buruk (Negatif)
Gedung kantor Desa Cibeureum terletak di komplek
1952
Pasar Cibeureum, bersebelahan dengan gedung KUD
Kantor Desa Cibeureum berpindah ke Kp. Lapangsari
1993
(alamat sekarang)
Runtuhnya bangunan kantor Desa akibat gempa
2009
- bumi Tasikmalaya, September 2009
2011 Pembangunan Kantor Desa pasa gempa Tasik 2009
2016 Peresmian gedung baru Kantor Desa Cibeureum

2.2. KONDISI UMUM DESA


2.2.1. Demogafi
2.2.1.1. Letak Geografis
Desa Cibeureum luas wilayahnya 2.030,658 Ha, terdiri dari 29 RW, 118 RT dan 5 Dusun, dengan batas-batas wilayah
sebagai berikut:
Batas Desa Kecamatan Kabupaten
Sebelah Utara Sukapura Kertasari Bandung
Sebelah Selatan Tarumajaya Kertasari Bandung
Sebelah Timur Cihawuk Kertasari Bandung
Sebelah Barat - Pangalengan Bandung

Jarak dari Desa Cibeureum ke ibu kota Kecamatan Kertasari 0,5 Km, jarak ke ibu kota Kabupaten Bandung 47
Km, jarak ke ibu kota Provinsi di Bandung 57 Km dan jarak ke ibu kota Negara di Jakarta ……… Km.
Secara Visualisasi, wilayah administratif dapat dilihat dalam Peta Wilayah Desa Cibeureum Sebagai berikut:

PETA DESA CIBEUREUM


2.2.1.2. Topografi
Desa Cibeureum merupakan desa yang berada di daerah dataran tinggi dengan ketinggian ± 1500 meter di atas permukaan
laut (mdpl). Sebagian besar wilayah desa adalah lahan pertanian/sawah/tegalan dengan permukaan tanah datar 25 %,
berbukit-bukit 40 % dan lereng 35 %. Suhu rata-rata harian mencapai 20-28oC dan curah hujan rata-rata 600 - 700
Mm/tahun.

2.2.1.3. Hidrologi dan Klimatologi


Sumber air yang ada di Desa Cibeureum meliputi air permukaan dan air tanah.Air permukaan berupa sungai. Sesuai dengan
kebijakan penyediaan air baku untuk irigasi, maka di Desa Cibeureum mendapat pasokan pelayanan irigasi berasal dari
selokan Sedangkan untuk kebutuhan rumah tangga, masyarakat sebagian menggunaan air bersih dari mata air dan sebagian
yang lain dari sumur gali dan sumur pompa/bor.

2.2.1.4. Luas dan Sebaran Penggunaan Lahan


Pada umumnya lahan yang berada atau terdapat di Desa Cibeureum digunakan secara produktif, karena merupakan lahan
yang subur terutama untuk lahan pertanian, jadi hanya sebagian kecil saja yang tidak dimanfaatkan oleh warga, hal ini pula
menunjukan bahwa kawasan Desa Cibeureum adalah daerah yang memiliki sumber daya alam yang memadai. Luas lahan
wilayah menurut penggunaan sebagaimana terlihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 3
Luas Wilayah Menurut Penggunaannya
Sawah (Ha) Darat (Ha)
Tadah Pasang Pertanian/
½ Teknis Pemukiman Perkantoran Pekuburan Carik
Hujan Surut Perkebunan
- - - 767 1.528,778 5 0,5 27
Sumber: Data Profil Desa Cibeureum

2.2.2. Keadaan Sosial


2.2.2.1. Kependudukan
Penduduk Desa Cibeureum berdasarkan data terakhir hasil sensus Penduduk Tahun 2017 tercatat sebanyak 22.755 jiwa
(berdasarkan database Dinas kependudukan dan atatan Sipil Kab. Bandung), Tahun 2016 sebanyak 18.991 Jiwa, dan Tahun
2015 sebanyak 16.672 Jiwa, Sehingga mengenai penduduk Desa Cibeureum mengalami kenaikan untuk setiap tahunnya
dengan rata-rata 10 %, untuk lebih jelasnya sebagaimana kita lihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 4
Jumlah Penduduk

Jumlah Penduduk
No. Tahun Lk Pr Jumlah Jumlah KK Laju Pertumbuhan
1 2015 8405 8267 16.672
2 2016 9515 9476 18.991
3 2017 10975 11780 22.755
Sumber:Data Desa Cibeureum
Tabel 5
Jumlah Rumah Tangga dan Penduduk tiap Dusun
Desa Cibeureum Tahun 2017

Penduduk
No. Dusun
Laki-laki Perempuan Jumlah
1 1 Cirawa
2 2 Neglasari
3 3 Cibeureum
4 4 Lebaksari
5 5 Cihalimun
Jumlah
Sumber:Data Penduduk Desa Cibeureum
Proyeksi Jumlah penduduk di Desa Cibeureum Tahun 2017 berjumlah 22.755 Jiwa, Tahun 2018 diperkirakan bertambah
berjumlah ± 200 – 250 jiwa.

2.2.2.2. Indeks Pembangunan Manusia


Perkembangan Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung
2015 s.d 2017 dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 6
Indeks Pembangunan Manusia

No. Uraian 2015 2016 2017


1 Indeks Pendidikan
2 Indeks Kesehatan
3 Indeks Daya Beli
Target IPM Kec. Kertasari
Target IPM Kab. Bandung
Realisasi IPM
Sumber :

2.2.2.3.Kesehatan

Tenaga Kesehatan Di Desa Cibeureum Pada Tahun 2017 terdiri dari Medis/Dokter 3 Orang, Perawat 8 Orang, Bidan Desa
3 Orang, Untuk Lebih Jelasnya dapat dilihat dari Tabel berikut ini:

Tabel 7
Jumlah Tenaga Kesehatan dan Partisipasi Masyarakat
di Desa Cibeureum Tahun 2017

No. Tenaga Kesehatan Jumlah Ket


Doktor Umum 3
1 Medis
Dokter Spesialis -
Bidan 8
2 Perawat
Perawat 3
Dukun Bayi 3
Posyandu 29
3 Partisipasi Masyarakat Poskesdes 0
Desa Siaga 1
Kader 9
Jumlah
Sumber:Data Desa,Posyandu dan Desa Siaga Desa Cibeureum

Jumlah Kelahiran Bayi (Persalinan) Pada tahun 2017 adalah sebanyak 437 Jiwa, yang terdiri dari bayi Lahir hidup 436
Orang dan Bayi lahir Mati 1 Jiwa, Untuk Lebih Jelasnya dapat dilihat dalam Tabel berikut ini:

Tabel 8
Jumlah Kelahiran Hidup dan Kematian Bayi
Desa Cibeureum Tahun 2015 – 2017

No Uraian 2015 2016 2017 Rata-rata


1 Bayi lahir Hidup 436
2 Jumlah Kematian Bayi 1
Jumlah 437

2.2.2.4. Pendidikan
Pendidikan merupakan salah satu modal dasar pembangunan, sehingga Pendidikan adalah sebuah investasi (modal) di masa
yang akan datang. Di Desa Cibeureum Jumlah Guru untuk Tahun 2017 berjumlah 213 Orang. Adapun Rincian mengenai
Jumlah Murid dan Guru tersebar sebagaimana bisa kita lihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 9
Data Pendidikan/Sekolah Formal dan Non Formal
di Desa Cibeureum Tahun 2017

Jumlah
No. Nama Sekolah Lokasi
Guru Murid

1 PAUD / TK 45 339 Dusun 1, 3, 4


2 SD / MI 78 2289 Dusun 1, 2, 3, 4, 5
3 SMP / MTs 40 515 Dusun 2, 3, 4
4 SMA / MA 50 628 Dusun 3, 4
Sumber: Data Desa Cibeureum dan Dinas Pendidikan Kecamatan Kertasari
2.2.2.5. Kesejahteraan Sosial (Masyarakat).
Tantangan yang dihadapi dalam pembangunan kesejahteraan sosial meliputi proses globalisasi dan indrustrialisasi serta
kritis ekonomi dan politik yang berkepanjangan. Dampak yang dirasakan diantaranya semakin berkembang dan meluasnya
bobot, jumlah dan kompleksitas berbagai permasalahan sosial. Keadaan ini bisa dilihat dan diamati dari data tabel 10
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di bawah ini:
Tabel 10
Kondisi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)
Di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Tahun 2017

No. Masalah Kesejahteraan Sosial Jumlah Keterangan


1 Anak Terlantar 0
2 Anak Nakal 0
3 Anak Balita Terlantar 0
4 Anak Jalanan 0
5 Lansia Terlantar 0
6 Pengemis 0
7 Gelandangan 0
8 Korban NAPZA 0
9 PSK 0
10 Eks Narapidana 10
11 Penyandang Cacat 15
12 Penyandang Cacat Eks Kronis
13 Keluarga Miskin Sosial 1830 Kk
14 Keluarga Bermasalah Sosial Psikologis
15 Keluarga Rumah Tak Layak Huni 145 kk
16 Wanita Rawan Sosial Ekonomi
17 Pemulung 5
18 Janda Pensiunan 10
19 Korban Bencana
20 Masyarakat Tinggal Di Rawan bencana 20 Kk
21 Komunitas adat terpencil 0
22 Lain-lain

2.2.2.6. Ketenagakerjaan
Berkaitan dengan perkembangan situasi dan kondisi ketenagakerjaan di Desa Cibeureum sampai akhir tahun 2017 masih
menunjukan keadaan kondusif, walaupun di pihak lain masih dihadapkan pada keterbatasan lapangan kerja dan jumlah
pencari kerja yang cukup banyak. Keadaan banyaknya pencari kerja di Desa Cibeureum adalah sebagai akibat penambahan
angkatan kerja baru, Kondisi ini terus berlangsung di berbagi lapisan dan tingkatan sektor-sektor usaha strategis yang
banyak menyerap tenaga kerja. Keadaan seperti ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap jumlah pencari kerja yang
tidak terproyeksikan sebelumnya.
Jumlah angkatan kerja pada tahun 2017 sebanyak ± 500 orang, Jumlah pencari kerja yang dapat tersalurkan dan
ditempatkan diperusahaan-perusahaan maupun jenis pekerjaan lainnya sebanyak 100 orang, sedangkan sisanya sebesar 400
orang belum mendapatkan pekerjaan.
Untuk tahun 2017 jumlah pencari kerja laki-laki sebanyak ± 350 orang sedangkan pencari kerja perempuan ± 150 orang,
sedangkan pencari kerja perempuan lebih banyak tersalurkan karena dari perusahaan-perusahaan terutama pabrik-pabrik
lebih memprioritaskan tenaga kerja perempuan.
Dari segi Pendidikan, lulusan SLTA menempati urutan tertinggi dari jumlah prosentase pencari kerja yang berhasil
ditempatkan terhadap total pencari kerja, yaitu menurut tingkat pendidikan mencapai angka 35 %.
Dalam hal penyerapan tenaga kerja, jumlah tenaga kerja yang ditempatkan mengalami kenaikan dibandingkan dengan
tahun sebelumnya, sementara jumlah pencari kerja yang terdaftar mengalami penurunan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat
dalam tabel 11 dibawah ini:

Tabel 11
Jumlah Tenaga Kerja, Pencari Kerja, dan LowonganKerja
Di Desa Cibeureum Tahun 2017

NO. YANG TERDAFTAR JUMLAH KETERANGAN


1 Pencari Kerja
2 Yang Ditempatkan
3 Lowongan Kerja
4 Sisa Pencari kerja
Jumlah
Sumber: Data Desa Cibeureum
Dari Tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa pada tahun 2017 pencari kerja mengalami kenaikan, begitu pula pada lowongan
kerja. Akan tetapi masih terdapat ketimpangan antara pencari kerja dengan lowongan pekerjaan itu sendiri, sehingga
jumlah pencari kerja masih banyak yang tidak tertampung pada lowongan kerja yang dari segi kuantitasnya lebih sedikit
dari pada pencari kerja.
Faktor lain yang menjadi pengaruh adalah tingkat Skill dan Pendidikan yang ada di Desa Cibeureum masih kalah dengan
desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Kertasari sedangkan perusahaan lebih memprioritaskan yang bersekolah
tinggi (Sarjana), meskipun sedikit demi sedikit di Desa Cibeureum sudah mulai bermunculan para Sarjana-sarjana Muda
yang berpotensi.

2.2.2.7. Pemuda dan Olahraga


Dalam hal kepemudaan, pada tahun 2017 tidak terlepas dari aktifitas dan eksistensi pordes Cibeureum, Karang Taruna,
baik level Desa maupun level RW, sedangkan jumlah anggota karang taruna aktif untuk level Desa meskipun telah
dibentuk sampai saat ini belum memperlihatkan eksistensinya, jadi hampir seluruh usia karang taruna terlibat aktif di
kepengurusan Tingkat RW, baik pengurus aktif maupun yang tidak aktif.
Sedangkan organisasi keolahragaan yang ada di Desa Cibeureum cukup variatif, maupun semua organisasi tersebut masih
dikelola secara amatir, dan hanya penyaluran kegemaran saja. Untuk lebih jelasnya data organisasi keolahragaan dapat
dilihat dalam tabel 12 di bawah ini:
Tabel 12
Data Klub/Perkumpulan Olahraga
Di Desa Cibeureum Tahun 2017

No. Klub Olahraga Jumlah Keterangan


1 Klub Sepakbola 18
2 Klub Bola Volly 7
3 Klub Bulu Tangkis 10
4 Klub Tenis Meja 18 Sekolah
5 Klub Senam Sehat 29 RW
6 Klub Jantung Sehat 29 RW
7 Klub Pencak Silat 1 RW
8 Klub Futsal
Sumber:Data Desa Cibeureum

Dari Klub olahraga di atas, telah banyak melahirkan atlet-altet berbakat dan ikut serta dalam kegiatan mewakili Desa untuk
kontingen tingkat Kecamatan bahkan untuk tingkat Kabupaten Bandung, sedangkan dalam ajang kegiatan kompetisi atlet-
atlet tersebut kebanyakan hanya mengikuti kegiatan di tingkat lokal saja.

2.2.2.8. Kebudayaan
Kebudayaan yang ada di Desa Cibeureum merupakan modal dasar pembangunan yang melandasi pembangunan yang akan
dilaksanakan, warisan budaya yang bernilai luhur merupakan dasar dalam rangka pengembangan pariwisata budaya yang
dijiwai oleh mayoritas keluhuran nilai agama Islam.
Pemerintah terus membina kelompok dan organisasi kesenian yang ada, walupun dengan keterbatasan dana yang
dialokasikan, namun semangat para pewaris kebudayaan di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung,
terus merawat dan melestarikannya dengan akhir-akhir ini membentuk Ikatan Olah raga dan Seni mulai dari tingkat Desa
sampai ke tingkat Kabupaten Bandung.
Beberapa kelompok Kesenian yang ada di Desa Cibeureum yang masih eksis dan terawat dapat dilihat pada tabel berikut
ini:
Tabel 13
Data Kelompok Budaya dan Kesenian
di Desa Cibeureum Tahun 2017

Jumlah
No. Jenis Kelompok Kesenian Status
Group

Sumber:Data Desa …………….


Di bidang Pariwisata, Desa Cibeureum terdapat beberapa tempat wisata yang berpotensi untuk bisa diandalkan, Pemerintah
Desa Cibeureum bersama masyarakatnya terus melestarikan dan berencana membangun sarana wisata yang bisa diandalkan
di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, di samping itu pula masih banyak budaya-budaya yang ada
di Desa Cibeureum yang dulu sempat ada dan tenggelam untuk dikembalikan lagi atau eksis lagi, sehingga nantinya anak
cucu di Desa Cibeureum akan teringat kembali akan semua hal-hal yang pernah ada pada leluhur di Desanya.
2.2.2.9. Tempat Peribadatan
Tabel 14
Tempat Peribadatan
di Desa Cibeureum Tahun 2017

No. Tempat Ibadah Jumlah Keterangan


I Masjid 37
2 Mushola 15
3 Gereja 0
Sumber: Data Desa Cibeureum
Tabel 15
Data Nama Masjid dan DKM
Di Desa Cibeureum Tahun 2017
KONDISI
NAMA
BAIK RUSAK BERAT RUSAK SEDANG RUSAK RINGAN
Masjid Jamie Al-Karomah √
Masjid Jamie Baitul Fallah √
Masjid Jamie Miftahul Khoer √
Masjid Jamie Nurul Iman √
Masjid Jamie Baitul Huda √
Masjid Jamie Nurul Huda √
Masjid Jamie At-Taqwa √
Masjid Jamie Baitul Umar √
Masjid Jamie Baittus Sallam √
Masjid Jamie Al-Barokah √
Masjid Jamie Al-Umar √
Masjid Jamie Al-Amin √
Masjid Jamie Ar-Rohman √
Masjid Jamie Al-Fallah √
Masjid Jamie Nurul Huda √
Masjid Jamie Nurul Falah √
Masjid Jamie Al-Ikhlas √
Masjid Jamie Al-Barokah √
Masjid Jamie Al-Hidayah √
Masjid Jamie Ath-Thohiriyah √
Masjid Jamie Al-Mutaqin √
Masjid Jamie At-Takwa √
Masjid Jamie Al-Falah √
Masjid Jamie Al-Hikmah √
Masjid Jamie Al-Mujahirin √
Masjid Jamie Al-Fadilah √
Masjid Jamie Ar-Rohman √
Masjid Jamie Al-Suhaidah √
Masjid Jamie Al-Kosim √
Masjid Jamie Al-Hidayah √
Masjid Jamie Al-Hidayah √
Masjid Jamie Dinushafa √
Masjid Jamie Al-Amanah √
Masjid Jamie Nurul Huda √
Masjid Jamie Bani Anas √
Masjid Jamie Tsalatsatul Hidayah √
Masjid Jamie Nurul Muhajirin √
Sumber: Data Desa Cibeureum

2.2.3.Keadaan Ekonomi

2.2.3.1. Pajak dan Retribusi Desa

Pajak dan Retribusi Desa di Desa Cibeureum tahun 2017 mengalami kenaikan dari tahun 2016 akan tetapi mengalami
penurunan apabila dibandingkan dengan tahun sebelum 2015. Adapun pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Desa
Cibeureum mengalami fluktuasi yang sangat signifikan menganai kenaikan dan penurunannya, ini dikarenakan adanya
kenaikan NJOP Tanah yang tidak sesuai denagn lokasi tanah tersebut sehingga ada keengganan dari masyarakat iru sendiri
untuk sadar membayar PBB karena kenaikan tersebut dan imbasnya ada penurunan realisasi untuk PBB itu tersebut, untuk
lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel pendapatan PBB dari tahun ke tahun di bawah ini:
Tabel 16
Realisasi Pendapatan Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB)
Desa Cibeureum Tahun 2017

Jumlah Target Realisasi Sisa


No Periode Prosentase
WP (Rp) (Rp) (Rp)
1 2 3 4 5 6 7
1 2017
Sumber: Data Desa Cibeureum

2.2.3.2. Alokasi Dana Desa

Alokasi Dana Desa (ADD) pada dasarnya adalah merupakan dana yang bersumber dari Pemerintah Pusat yang
penyalurannya melalui Pemerintah Kabupaten Bandung, dan merupakan dana hak bagi setiap desa yang berada di bumi
nusantara ini, adapun besarannya bervariasi disesuaikan dengan situasi dan kondisi desa tersebut, karena merupakan
konsekuensi pembagian tugas antar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa yang dimaksudkan untuk membiayai program
Pemerintahan Desa dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, sebagimana
diatur dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah.

Alokasi Dana Desa tersebut merupakan Sumber Pendapatan Desa dan ada juga sumber pendapatan desa lainnya, di
antaranya:

a. Pendapatan Asli Desa, terdiri dari hasil usaha desa, hasil kekayaan desa,hasil swadaya dan partisipasi,hasil gotong
royong dan lain-lain pendapatan asli desa yang sah.
b. Bagi hasil pajak daerah Kabupaten minimal 10% (sepuluh persen) untuk desa dan dari retribusi Kabupaten sebagian
diperuntukan bagi desa;
c. Bagian dari Dana Perimbangan Keuangan pusat dan Daerah yang diterima oleh Kabupaten untuk desa minimal 10%
(sepuluh persen), yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional;
d. Bantuan keuangan dari pemerintah, pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dalam rangka pelaksanaan
urusan pemerintahan;
e. Hibah dan Sumbangan dari pihak ketiga yang tidak mengikat.
ADD minimal adalah dana minimal yang diterima oleh masing-masing desa dan dibagikan dengan jumlah yang sama
menurut asas mereka, dimana besaran ADD Minimal (ADDM) sebagaimana dimaksud sebesar 60% (enam puluh persen)
dari besaran Total Alokasi Dana Desa dan besaran ADD Proporsional adalah 40% (empat puluh persen) dari besaran
Alokasi Dana Desa, dimana ADD Proporsional diterima suatu desa ditentukan berdasarkan perkalian total dana variabel
yang ditetapkan dalam APBD dengan porsi desa yang bersangkutan menurut asas keadilan, porsi desa sebagaimana
dimaksud merupakan bobot desa yang bersangkutan terhadap jumlah bobot semua desa di Kabupaten Bandung.

2.2.3.4. Prasarana dan Sarana Sosial Ekonomi


Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Cibeureum berupa usaha perdagangan, terutama warung
kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang berskala kecil. Adapun yang menjadi primadona atau usaha prioritas di desa
Cibeureum adalah dari sektor pertanian dan peternakan yang menjadi sektor ekonomi andalan bagi masyarakat Desa
Cibeureum di mana jumlah Petani/buruh tani dan Peternak hampir 65 % dari Jumlah Penduduk yang ada di Desa
Cibeureum yang berpenghasilan dari sektor pertanian dan peternakan. Mengenai sektor yang lainnya seperti pedagang,
warung, toko, waserda yang merupakan sektor lain bagi masyarakat Desa Cibeureum yang jumlahnya hanya sebagian kecil
dari jumlah penduduk yang ada di Desa Cibeureum.

2.2.3.5. Transportasi dan Perhubungan


Panjang Jalan Desa Cibeureum pada Tahun 2017 ini untuk Jalan Desanya+ 5 Km ( 5000 M), Jalan Kabupaten 7 Km serta
Jalan Lingkungan 12.000 Km.

2.2.3.6. Telekomunikasi dan Informasi


Penggunaan jaringan Komunikasi di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, telah ada sejak tahun
1990-an berupa telekomunikasi Telkom, Telepon jalur dan Pesawat Interkom serta telekomunikasi lewat surat menyurat
melalui kantor Pos. Sedangkan mulai tahun 2000-an jaringan Telekomunikasi lainnya mulai masuk daerah Kecamatan
Kertasari khususnya Desa Cibeureum seperti jaringan Hand Phone (HP), Telkomsel, Indosat, dan Provider lainnya bahkan
jaringan Internet sudah masuk.
Sedangkan Listrik Negara (PLN) itu sendiri ke Desa Cibeureum sudah masuk sejak Tahun 1980-an, meskipun baru
sebagian kecil yang memasang Listrik sebagianya lagi masih menggunakan penerangan Lampu dan lainnya.
Tabel 19
Data Jaringan Tower
di Desa Cibeureum Tahun 2017

No. Nama Jaringan Tahun Berdiri Ketarangan

Ket.: Tower merupakan Jaringan Penguat Sinyal HP Sumber:Data Desa ……………………….

2.2.3.7. Pengairan dan Keirigasian


Penanganan Keirigasian/Pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi Kebutuhan Para Petani, terutama petani yang untuk
tahun 2017 ini hanya terfokus di saluran irgigasi yang melintasi wilayah bercocok tanam padi sedangkan RW-RW yang
lainnya sudah beralih fungsi ke pertanian bentuk lain dikarenakan debit air yang masuk ke daerah tersebut sudah berkurang
sedikit demi sedikit, terutama pada musim kemarau masyarakat lebih menfaatkan air tersebut hanya untuk kebutuhan
sehari-hari saja.
Adapun Irigasi atau Saluran air yang masih bisa dimanfaatkan oleh masyarakat diantaranya sebagaimana terlihat dalam
tabel berikut ini:
Tabel 20
Data Irigasi/Selokan Pengairan
di Desa Cibeureum Tahun 2017

No Nama Irigasi Sasaran Pengguna Keterangan


1 Cirawa 1
2 Ciseke
3 Cikukuk
4 Cianjing
5
Sumber:Data Desa ………………………

2.2.3.8. Drainase
Sistem Drainase merupakan sistem pengaliran air hujan terdiri dari 2 (dua) macam sistem, yaitu sistem drainase melalui
sungai, selokan atau saluran sekunder itulah yang disebut Drainase makro dan ini menjadi sistem yang hampir seluruhnya
digunakan di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung serta sistem yang melaui saluran-saluran
lingkungan atau disebut juga Drainase Mikro.

2.2.3.9. Air Bersih


Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya seperti minum, mandi,
memasak, mencuci dan sebagainya. Untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, saat ini penduduk Desa Cibeureum
Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung sebagian besar masih menggunakan mata air konvensional (Non PAM), ada
juga yang menggunakan Pompa Air dan Sumur gali bahkan ada pula yang menggunakan pemanfaatan Air Hujan.

Tabel 21
Data Sumber Air Bersih
Desa Cibeureum Tahun 2017

Jumlah Pemamfaat Kondisi


No Jenis
(Unit ) (KK) Baik/Rusak
1 Mata Air 15 2500
2 Sumur Gali 250 500
3 Sumur Pompa -
4 Hidran Umum 10 50
5 PAM -
6 Depot isi Ulang 5 1000
7 Sumber lain -

2.2.3.10.Air Limbah
Jenis limbah yang terdapat di Desa Cibeureum dibedakan menjadi 2 (dua) macam yaitu limbah domestik dan limbah non
domestik. Limbah Domestik merupakan Limbah hasil buangan rumah tangga seperti dari kegiatan mandi, cuci dan kakus,
sedangkan limbah non domestik adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan non rumah tangga, seperti limbah
penggilingan padi, limbah ternak, limbah industri rumah tangga dan sebagainya.
Sistem pembuangan limbah di Desa Cibeureum selain menggunakan jamban keluarga (Septictank), juga memanfaatkan
sungai dan kolam pembuangan langsung ke saluran drainase yang ada, Namun kesadaran warga di Tahun 2017 ini sudah
mulai terlihat dengan hampir semua warga membuang Limbah dengan membuat Septictank.

2.2.3.11. Energi
Pada Umumnya masyarakat Desa Cibeureum sudah hampir 75 % tersambung aliran Listrik, mengingat jaringan Listrik
sudah masuk ke daerah RW terpencil sekalipun, meskipun masih ada warga yang belum memasang standar Listrik
dikarenakan masalah ekonomi, akan tetapi berkat rasa kekeluargaan serta kerukunan yang lekat antar keluarga, dimana
keluarga yang belum bisa memasang Standar Listrik bisa menggunakan Listrik dengan menyambung dari tetangganya yang
sudah pasang listrik, jadi untuk warga seluruh yang ada di Desa Cibeureum sudah bisa menggunakan listrik.

2.2.3.12. Musim
Di Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung terdapat dua musim setiap Tahunnya yaitu Musim Hujan
dan Musim Kemarau, di musim hujan dan kemarau dimanfaatkan oleh masyarakat dengan bercocok tanam khusus bagi
warga yang hanya mengandalkan tadah hujan untuk kegiatan bercocok tanamnya, ada pula yang beralih Profesi dengan
kegiatan lainnya yang bisa dimanfaatkan di musim kemarau seperti menanam palawija yang lebih tahan lama apabila
kekurangan air.

2.3. KONDISI PEMERINTAHAN DESA


2.3.1. Pembagian Wilayah Desa
2.3.1.1. Luas Wilayah Desa Cibeureum
Pemukiman : 767 Ha
Carik Desa : 26 Ha
Luas Perkebunan : 1.528,778 Ha
Pekuburan : 0,5 Ha
Perkantoran : 5 Ha
Jumlah : 2030,656 Ha

Desa Cibeureum Terdiri dari: 5 Dusun, 29 RW dan 118 RT


1. Dusun 1 Cirawa terdiri dari 6 RW dan 21 RT:
- RW 01 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 02 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 03 terdiri dari 3 (tiga) RT;
- RW 21 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 26 terdiri dari 3 (tiga ) RT;
- RW 27 terdiri dari 3 (tiga) RT;
2. Dusun 2 Neglasari terdiri dari 5 RW dan 21 RT:
- RW 07 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 09 terdiri dari 5 (empat ) RT;
- RW 17 terdiri dari 2 (dua) RT;
- RW 20 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 23 terdiri dari 6 (enam ) RT;
3. Dusun 3 Cibeureum terdiri dari 8 RW dan 34 RT:
- RW 10 terdiri dari 5 (lima ) RT;
- RW 11 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 12 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 13 terdiri dari 5 (lima ) RT;
- RW 14 terdiri dari 5 (lima ) RT;
- RW 25 terdiri dari 3 (tiga) RT;
- RW 28 terdiri dari 3 (tiga) RT;
- RW 29 terdiri dari 5 (lima) RT
4. Dusun 4 Lebaksari terdiri dari 5 RW dan 23 RT:
- RW 08 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 15 terdiri dari 5 (empat ) RT;
- RW 16 terdiri dari 6 (enam) RT;
- RW 18 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 24 terdiri dari 4 (empat ) RT;
5. Dusun 5 Cihalimun terdiri dari 5 RW dan 19 RT:
- RW 04 terdiri dari 5 (empat ) RT;
- RW 05 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 06 terdiri dari 3 (tiga) RT;
- RW 19 terdiri dari 4 (empat ) RT;
- RW 22 terdiri dari 3 (tiga ) RT;
2.3.2. Struktur Organisasi Pemerintahan Desa
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 11 Tahun 2016 tentang Tugas dan Fungsi Pemerintah Desa
bahwa Pemerintahan Desa adalah Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat dalam
sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah Desa terdiri dari:
• Kepala Desa
• Perangkat Desa

Perangkat Desa, terdiri dari Sekretariat Desa, Pelaksana Kewilayahan, dan Pelaksana Teknis, antara lain:
• Sekretariat Desa, terdiri dari Sekretaris Desa membawahi Kepala Urusan Umum, Kepala Urusan Keuangan dan Kepala
Urusan Perencanaan dan Bendahara Desa.

• Pelaksana Teknis, terdiri dari:


 Kepala Seksi Pemerintahan,
 Kepala Seksi Pelayanan dan
 Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat.
 Pelaksana Kewilayahan/Kepala Dusun.