Anda di halaman 1dari 2

NAMA : DINI PRANSISKA

KELAS : VIII-4

BUDIDAYA UDANG TAMBAK

A. Media Budidaya Udang Tambak


Sebelum anda membuat media budidaya
sama halnya dengan Cara Budidaya Ikan Black
Molly, hal pertama yang harus anda perhatikan
terlebih dahulu yaitu mengenai lokasinya. Untuk
lokasi anda bisa memilih lokasi yang dekat
dengan pantai dan pemukiman untuk
mempermudah anda dalam mengatur kebutuhan
air, pakan, listrik dan beberapa kebutuhan
lainnya.
Setelah itu berikut langkah mempersiapkan media budidaya yang baik :
 Untuk pengairan, adapun persyaratan air yang baik yaitu air payau dengan suhu berkisar
antara 260c hingga 300c dan usahakan salinitas air mencapai 33 ppt.
 Usahakan juga bahwa kondisi media lahan yang akan anda gunakan bersih dan bebas dari
limbah berbahaya.
 Setelah anda memastikan kebersihannya, anda bisa mulai untuk membuat media berupa
tambak- tambak kecil ataupun besar. Usahakan jumlahnya lebih dari satu agar anda bisa
memanen lebih banyak dalam setahun.
 Lalu lakukanlah pembalikan atau penggemburan tanah menggunakan cangkul sembari
mengukur pH tanah. Jika pH terlalu asam, anda bisa melakukan pengapuran hingga pH
tanah netral.
 Setelah tanah siap, biarkan terlebih dahulu selama
kurang lebih 3 hari hingga tanah gersang dan
pecah- pecah.
 Berikan pupuk organik seperti pupuk kandang
kering setebal 5 cm hingga 10 cm untuk
mengembalikan kesuburan tanah dan setelah tanah
dibiarkan selama 3 hari, anda sudah bisa
memasukkan air ke tambak.
 Untuk pertama kali memasukkan air, masukkan air dengan ketinggian 10 cm hingga 25
cm dan biarkan selama 4 hingga 7 hari untuk menumbuhkan plankton yang merupakan
makanan alami udang tambak. Anda bisa memasukkan air lagi hingga mencapai
ketinggian 80 cm pada media tambak.

B. Benur Udang Tambak


Langkah selanjutnya dalam cara budidaya udang tambak yaitu menyiapkan benur udang
tambak, atau biasanya disebut bibit. Untuk mendapatkannya sangatlah mudah hampir sama
dengan Cara Budidaya Ikan Cupang, anda bisa langsung membelinya di toko bibit ataupun
koperasi perikanan. Adapun ciri dari benur yang baik yaitu berwarna tegas dalam artian tidak
pucat, aktif, sehat, dan tidak cacat.
Dan berikut merupakan langkah dalam menebar benur yang baik :
 Agar anda lebih mudah dalam memilih benur udang tambak, anda bisa melakukan uji
kelayakan budidaya pada benur.
 Adapun caranya yaitu dengan meletakkan sejumlah benur pada wadah yang diisi air
hingga agak penuh. Kemudian aduklah air dalam wadah ataupun menggoyangkannya
hingga air bergejolak. Perhatikan benur, jika benur dapat bertahan hingga gejolak air
berhenti dan benur masih dapat bergerak aktif, ini merupakan ciri dari benur yang layak
budidaya.
 Setelah anda benar- benar mendapatkan benur yang baik, langkah selanjutnya yaitu
menebar benur. Untuk menebarnya cukup sederhana dan mudah.
 Anda hanya perlu merendam wadah plastik pembungkus benur di tambak terlebih dahulu
selama 30 menit agar benur dapat menyesuaikan suhu di tambak dan air di plastik
memiliki suhu yang sama dengan air tambak.
 Selain merendamnya, anda juga diharuskan memercikkan sedikit air ke dalam wadah
plastic agar benur dapat menyesuaikan kadar garam yang ada selama 10 menit.
 Setelah itu goyangkan sedikit wadah plastik agar benur dapat keluar dengan sendirinya
menuju dasar tambak.

C. Pemeliharaan Dan Panen Udang Tambak


Langkah penting dalam cara budidaya udang tambak berbeda dengan Cara Budidaya Ikan
Angelfish, yaitu pemeliharaan udang tambak. Untuk proses pemeliharaannya anda hanya perlu
memberi pakan secara teratur, memperhatikan sanitasi air serta mengatasi penyakit yang
menyerang udang tambak. Hal ini anda lakukan hingga masa panen tiba.
Berikut penjelasannya :
 Untuk mempermudah proses pemberian pakan, anda bisa memasang hapa dengan luas
sesuai dengan perkembangan udang tambak.
 Untuk air, anda bisa menambahkan air disaat air mulai menguap. Proses penambahan
harus dilakukan dengan hati- hati dan perlahan agar udang tidak stress.
 Sembari menambah air, anda juga bisa menambahkan pupuk kandang untuk
menyuburkan plankton sebagai makanan alami udang tambak.
 Selanjutnya jangan lupa untuk memberikan pakan udang anda, untuk memberi pakan
usahakan anda selalu tepat waktu dan rutin. Ini sangatlah penting karena udang tambak
memiliki sifat kanibalisme yang tinggi.
 Anda juga bisa memberikan pakan berupa cincangan siput sawah, anak serangga, dan
pellet khusus udang tambak.
 Untuk pellet pastikan anda menggunakan pellet yang memiliki kandungan lengkap
berupa protein, karbohidrat, lemak, mineral, dan vitamin.
 Perhatikan juga penyakit ataupun hama yang menyerang, anda bisa memberikan obat-
obatan tertentu terkait dengan penyakit dan
hama yang menyerang.
 Udang bisa mulai anda panen ketika memasuki
usia 120 hari setelah masa tebar benur.
 Anda dapat memanennya di malam hari agar
udang dapat bertahan lama kesegarannya,
setelah memanen anda juga harus segera
mengemasnya ataupun mengawetkannya dalam
kotak es.