Anda di halaman 1dari 17

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA N 1 Batam


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas / Semester : X / Ganjil
Waktu :

Standar Kompetensi : 1.Memahami Struktur atom, Sifat Periodik Unsur dan ikatan
kimia
Kompetensi Dasar
1.1 Memahami struktur atom,berdasarkan teori atom bohr ,sifat-sifat Unsur ,massa atom relative dan sifat
periodic Unsur dalam table periodic serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi
electron(C2/ A3)

Indikator
1 Menjelaskan perkembangan teori atom Dalton hingga teori atom Bohr(C2)
2 Mendiskripsikan sejarah penemuan partikel atom(C2)
3 Menghitung jumlah proton ,electron dan neutron dari suatu Unsur jika diketahui nomor atom dan
nomor massanya ( C2/A2)
4 Menjelaskan pengertian isotop,isobar dan isoton dengan contoh-contoh( C2/A1)
5 Menjelaskan perkembangan system periodic setelah studi kepustakaan ( C2)
6 Menuliskan konfigurasi electron suatu Unsur jika diketahui nomor atomnya (C1)
7 Menentukan golongan Unsur-Unsur dalam table periodic berdasarkan konfigurasi electron (C3)
8 Menentukan electron valensi Unsur dari konfigurasi elektronnya atau berdasarkan letaknya pada table
periodic(C!/A1)
9 Menghitung kelimpahan isotop dialam (C3/A2)
10 Menentukan sifat fisika Unsur –Unsur dari table periodic berdasarkan letaknya (C3/A3)
11 Menyimpulkan sifat- sifat keperiodikan Unsur –Unsur berdasarkan table atau grafik (C2/A3)

1. Discuss about development of atomic models, from Dalton theory until Bohr theory.
2. To determine the quantity of proton, electron and neutron of a substance if mass number and its
atom number known.
3. To write down electron configuration from an atom.
4. To determine valence electron base on electron configuration of an atom
5. To determine group and period of elements in periodic table.
6. Differentiate isotope, isobar and isoton
7. To calculate the available of isotope in ecosystem.
8. To determine the features of elements physic.
9. To analyze table and graphic properties of elements (atomic radius , ionization energy, electron
affinities, and electro negative ness.) in periodic table
10. To explain the developing of periodic system after studying in a library.
11. To explain the trend of a substance to reach stableness by bounding with other substance.
12. To compare valance electron formation metal noble and its gas valence non noble gas.

Tujuan Pembelajaran
1 Mempelajari perkembangan teori atom dimulai dari teori atom Dalton hingga Bohr
2 Menjelaskan sejarah penemuan partikel atom
3 Menghitung partikel penyusun materi seperti proton , electron dan neutron
4 Menjelaskan adanya isotop,isobar dan isoton di alam
5 Menjelaskan sifat Unsur dan sifat periodic Unsur-Unsur sekaligus memahami perkembangan system
periodic setelah studi kepustakaan
6 Menentukan letak suatu Unsur dalam system periodic setelah paham menuliskan konfigurasi electron

1. Study the development atomic theory from Dalton to Bohr theory


2. Explain discovery of atomic particle
3. Determine particle of matter, such as proton, electron and neutron
4. Explain definition of isotop, isobar and isoton
5. Explain the properties of element in periodic table
6. Determine of element in periodic table base on electron configuration
Plain the occurring of hydrogen atom line spectrum.

Materi Pelajaran
1.Perkembangan Model atom
 Model atom Dalton
 Model atom Thomson
 Model atom Rutherford
 Model atom Bohr
 Model atom modern

2.Partikel partikel sub atom


 Penemuan electron oleh Sir William Crookes
 Percobaan tetes minyak Millikan
 Penemuan proton oleh Eugen Goldstein and Rutherford
 Penemuan neutron oleh Ernest Rutherford and Cadwick
 Nomor atom dan nomor massa serta hubungannya dengan proto,electron dan neutron
 Isotop,isobar dan isoton
 Massa atom relative dan massa molekul relatif
 Kelimpahan isotop dialam

3. Perkembangan system periodic


 Triade Doberiner
 Oktaf newlands
 Table periodic Mandeleyef
 Table periodic bentuk panjang

3. Struktur Atom dan system periodik


 Konfigurasi Elektron dan electron valensi
 Menentukan periode dan golongan
 Sifat –sifat Unsur dalam system periodic
 Sifat periodic Unsur( jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas electron, keelektronegatifan)

Metode Pembelajaran : Diskusi imformasi, studi kepustakaan

Kegiatan pembelajaran

Pertemuan 1 : 2 x 45 mnt
Kegiatan awal
Prasyarat pengetahuan
Ada berapakah jumlah Unsur saat ini?
Bagian yang terkecil dari suatu Unsur disebut apa ?

Motivasi
Partikel apakah yang menyusun atom? Untuk itu mari kita mempelajari perkembangan model atom

Kegiatan inti
Diskusi imformasi tentang :
Model atom Dalton
 Atom-atom setiap Unsur adalah sama dan identik, tetapi berbeda dengan atom Unsur yang lain
 Atom dari Unsur yang berbeda dapat bergabung untuk membentuk zat yang lebih kompleks
 Atom of each element are all identical to one another, but different from the atoms of all other
element
 Atom of different elements can combine to form more complex substances.

Model atom Thomson


 Atom seperti bola bermuatan positif yang memuat beberapa partikel bermuatan negative yang
disebut electron. Elektron tersebut tersebar pada bola seperti kismis dalam roti
 Thomson described atom as a positively charged sphere containing several negatively charged
particles called electrons. The electrons are scattered in the sphere like raisins in a plum pudding

Model atom Rutherford


 Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif. Inti atom yang mengandung hampir seluruh
massa atom dan dikelilingi oleh electron yang bermuatan negative seperti model tata surya
 The atom consists of atomic nuclei which is positively charged. The nucleus contains almost entire
mass of the atom and it is surrounded by electrons which are negatively charged as in solar system
model
 Secara keseluruhan atom bersifat netral karena jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan
negative
 Entirely, the atom has neutral characteristic because the sum of positive charges are equal to the
sum of negative charges.
 Selama mengelilingi inti, gaya sentripetal pada electron terbentuk dari gaya tarik menarik antara
electron dengan gaya inti atom
 During devolving the nucleus, the centripetal force on the electrons is formed from the attractive
force among electrons and nucleus Coulomb’s force)

Kelemahan Teori Atom Rutherford ( the weakness of Rutherford atomic theory)


 Bertentangan dengan teori gelombang elektromagnetik Maxwell
 ( The opposes of the Maxwell’s electromagnetic waves theory). Menurut Teori Gelombang
Elektromagnetik Maxwell, partikel-partikel bermuatan listrik yang bergerak dengan percepatan
seperti electron yang mengelilingi inti atom akan memancarkan energi dalam bentuk radiasi
gelombang elektromagnetik. sehingga electron akan kehilangan energi dan akhirnya jatuh keinti,
tapi kenyataannya electron tidak pernah jatuh ke inti

 Sesuai dengan teori gelombang elektromagnetik, selama mengelilingi inti, electron akan
memancarkan energi secara terus menerus dalam bentuk radiasi sinar tampak(spectrum
continue),tapi spectrum unsur berbentuk spectrum garis. According with
electromagnetic waves theory, during revolving the nucleus, electron will emit electromagnetic
waves (light) continually, but element’s spectrums are line spectrum
 Selain itu teori Rutherford tidak mampu menjelaskan spectrum garis atom hydrogen
Beside that Rutherford’s atomic theory is inability to ex Plain the occurring (terjadinya) of
hydrogen atom line spectrum.

Model atom Bohr (Bohr atomic models)


Sebagai penyempurnaan teori atom Rutherford
 Electron-elektron pada atom mengelilingi inti pada lintasan tertentu yang disebut lintasan
stasioner. Pada lintasan ini electron tidak menyerap dan memancarkan energi
The electrons of an atom revolve the nuleus in a certain path (lintasan) called stationary path. At
this path electrons do not absorb or release energy.
 Electron akan memancarkan energi berupa foton jika electron berpindah dari tingkat energi yang
lebih tinggi ketingkat yang lebih rendah dan akan menyerap energi jika pindah dari tingkat energi
yang rendah ketingkat energi yang lebih tinggi
Electron will radiate of energy in the form of photon when the electron move from higher level
of energy to lower energy level and will be absorb of energy when the electron move from lower
level energy to higher level energy
 Teori atom Bohr ini melahirkan konsep bilangan kwantum ( dalam hal ini bilangan kwantum
utama dengan symbol n yang fungsinya menyatakan lintasan electron dalam atom.

Kelemahan teori atom Bohr ( The weakness of Bohr theory)


1. Hanya mampu menjelaskan spectrum atom hydrogen dan tidak mampu menjelaskan
spectrum electron yang berelektron banyak Only can explain hydrogen atom spectrum
and can’t explain that element with many electrons.
2. Tidak dapat menjelaskan efek zeeman ( can’t explain Zeeman effect)

Model atom Modern (Modern atomic model)


Merupakan penyempurnaan teori atom Bohr yang disempurnakan oleh beberapa ahli seperti Louis de
Broglie, Wolfgang Pauli, Erwin Schrodinger dan Werner Heisenberg.
In this case, modern atomic theory is repair and develop Bohr’s atomic theory built by some scientists likes
L. De Broglie, W. Pauli, Erwin Shrodinger and Werner Heisenberg.

Kegiatan penutup (post activity)


1 Please explain the Dalton atomic model, Thomson, Rutherford, Bohr and modernatomic models.
2 What is the weakness of Rutherford atomic theory?

What is the weakness of Bohr atomic theory? The Rutherford Model

In 1909 Ernest Rutherford conducted what is now a famous experiment where


he bombarded gold foil with alpha particles (Helium nuclei). A source which
undergoes alpha decay is placed in a lead box with a small hole in it. Any of
the alpha particles which hit the inside of the box are simply stopped by the
box. Only those which pass through the opening are allowed to escape, and
they follow a straight line to the gold foil. The animation below shows the
experiment in action.
Observations

 Most of the alpha particles pass straight through the gold foil.
 Some of the alpha particles get deflected by very small amounts.
 A very few get deflected greatly.
 Even fewer get bounced of the foil and back to the left.

Conclusions

 The atom is 99.99% empty space.


 The nucleus contains a positive charge and most of the mass of the atom.

 The nucleus is approximately 100,000 times smaller than the atom.

The deflection of the alpha particle through large angles and even bouncing off
the gold foil is best described by the animation below. Keep in mind that the
gold nuclei have a charge of +79 and the alpha particle has a charge of +2.
(remember your electrostatics) These two positive charges repel each other.
The closer they get, the greater the force. The greater the force, the greater the
amount of deflection.

©1999 Science Joy Wagon

The Cloud Model

Erwin Schrödinger built upon the thoughts of Bohr yet took them in a new
direction. He developed the probability function for the Hydrogen atom (and a
few others). The probability function basically describes a cloud-like region
where the electron is likely to be found. It can not say with any certainty,
where the electron actually is at any point in time, yet can describe where it
ought to be. Clarity through fuzziness, is one way to describe the idea. The
model based on this probability equation can best be described as
the cloud model.

The cloud model represents a sort of history of where the electron


has probably been and where it is likely to be going. The red dot in
the middle represents the nucleus while the red dot around the
outside represents an instance of the electron. Imagine, as the electron moves it
leaves a trace of where it was. This collection of traces quickly begins to
resemble a cloud. The probable locations of the electron predicted by
Schrödinger's equation happen to coincide with the locations specified in
Bohr's model.

PERTEMUAN 2

Kegiatan awal
Prasyarat pengetahuan
Mulai dari teori atom Dalton sampai dengan teori atom modern (mekanika kwantum), partikel apa sajakah
yang menyusun atom?

motivasi
who are discovered those particle ? For that We will study sub atomic particle. Siapakah ahli-ahli yang
telah menemukan partikel tersebut ? untuk itu kita akan mempelajari partikel-partikel sub atom dan
penemunya

The discovery of Electron


By Sir William Crookes with His experiment using a cathode rays tube. this tube consist of cathode and
anode. Near the anode is layered by flouresence substance (suppose ZnS). When the electrodes in the
Crookes tube are being connected with a high voltage source, then the cathode will emit an invisible stream
of rays directed to anode which indicated by the glowing of fluoresense screen near the anode.(yang tidak
tampak menuju anode yang ditunjukan dengan berpendarnya layar fluoresensi dekat anode)
dengan percobaan tabung sinar katode
Tabung ini terdiri dari dua elektroda yakni katoda dan anoda, dekat elektrode anoda dilapisi dengan
flouresensi seperti ZnS. Jika tabung dihubungkan dengan tegangan tinggi, maka dari katoda akan terpancar
seberkas sinar yang tidak sampai keanoda tapi dibelokkan ke kutub positif , maka disimpulkan sinar ini
bermuatan negative yang oleh G.J Stoney diberi nama electron
Belakangan electron diketahui memiliki massa 0 dan bermuatan -1 dengan symbol -1e0 oleh JJ. Thomson.

The discovery of proton


By Goldstein melalui percobaan sinar terusan, Goldstein membuat lubang-lubang pada katode dalam
tabung sinar katode (tab Crookes) bertekanan rendah yang berisi gas hydrogen . Setelah elektroda tabung
Crookes dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi ,maka dibelakang katoda terbentuk seberkas sinar
yang disebut sinar terusan atau sinar positif dan akhirnya disebut sinar proton dengan symbol p dan
dibuktikan oleh Rutherford yaitu 1p1

Penemuan neutron
Oleh Geiger, Marsden dan Rutherford melalui percobaan penghamburan sinar alfa ( alpha scattering)
dengan symbol 0n1

(Atomic number and mass number)


Example
A
Z X Z = Atomic number, A = mass number

Atomic number show number of proton in atomic nucleus, atom has a neutral properties because proton
number same with electron number. Then mass number show number of mass, consist of proton and
neutron.
Nomor atom menunjukan jumlah proton dalam inti atom, pada atom netral jumlah proton sama dengan
jumlah electron. Nomor massa menunjukan jumlah massa yang terpusat pada inti atom, terdiri dari proton
dan neutron
1
For instance (example): H proton = 1 = electron and neutron = 1-1 =0
1
23
Na
11 proton = 11 = electron
Neutron = 23-11 =12

Isotop,Isobar dan Isoton


Atoms are same in atomic number and different in mass number
Isotop : atom-atom yang mempunyai nomor atom sama tapi nomor massa berbeda
Such as : 16 O 17
O
8 8

Isobar : Atoms are same in number of mass but different in atomic number
Atom-atom yang mempunyai nomor massa sama tapi berbeda nomor atom
14 14 24
Contoh: C and N, Na and 24Mg
6 7 11 12

Isoton : Atoms which come from different element but having same the number of neutron
Atom-atom dari Unsur yang berbeda tetapi mempunyai jumlah neutron yang sama

example : 32S 31
P , 13
C and 14N
15 6 7
16

question:
classify the following atoms into isotop, isobar and isoton!
16
O ,15N, 14N, 14C, 18O, 16C
8 7 7 6 8 6

History of periodic table development


Because of the elements in nature are planty (sangat banyak), hence (maka) to facilitate us to study and
identify a given element, the scientists try to group the elements in a given group based on their similar
properties.

For beginning the elements are grouped on their metallic properties base only, those are became the
metallic elements, non metallic elements and metalloid elements(semi metallic). However , then elements
grouped in periodic table base on atomic number and mass number of that elements. The following are
explanations about history of element grouping development since early until present.

1.Triade by douberiner
In 1829 Dobereiner tried to classify the element based on their atomic mass, He had succeeded to observe
that certain elements with closely similar properties occur in a group of element called triads

According to dobereiner , if a triad consist of elements A , B, C , so the average sum of atomic mass of A
and C is equal to the atomic mass of B. In this case, A, B and C are similar in properties.
Ex. Chlorine, bromine and Iodine: 35Cl, 80Br , 127I
Calcium , strontium and barium

2.Octav by Newlands
In 1864 , Newlands listed the element in the other base on the increase of atomic weight and He noted that
a given properties of the elements in the list, recurs at every eighth element. He called Law of Octaves

Pada th 1864, Newlands mendaftar unsure-unsur berdasarkan urutan peningkatan berat atom dan ia
memberi catatan bahwa sifat-sifat tertentu unsure dalam daftar, terulang pada tiap unsure kedelapan, ini
disebut hukum oktav

1H 2 Li 3 Be 4B 5C 6N 7O
8F 9 Na 10 Mg 11 Al 12 Si 13 P 14 S
15Cl 16 K 17 Ca 18 Ti 19 Cr 20 Mn 21 Fe
22 Co &Ni 23 Cu 24 Zn 25 Y 26 In 27 As 28 Se

Mendeleev
In 1870, Mendeleev clssify 66 elements based on the increase of their atomic mass, but 1871 he revised his
periodic table, that is by give a place elements having similar properties in a column called group
Please open your book page 26

Group I Group II Group III Group Group V Group Group Group


IV VI VII VIII
1 H
2 Li Be B C N O F
3 Na Mg Al Si P S Cl
4 K Ca Ti V Cr Mn Fe,Co
Ni, Cu
5 (Cu) Zn As Sc Br
6 Rb Sr Yt Zr Nb Mo Ru, Rh
Pd, Ag
7 (Ag) Cd In Sn Sb Tc I
8 Cs Ba
9 Os, Ir
Pt, Au
10 La, Ta W
11 (Au) Hg Tl Pb Bi
12 Th U

Short Form Periodic table


In 1930 the cientists developed the new periodic table which is the development (pengembangan) of
Mendeleyev’s periodic table. The periodic table is recognized as the short-form periodic table. Open your
book page 28

Modern Periodic table ( Long form periodic table/periodic table bentuk panjang)

In 1914, Henry Moseley found that the properties of element are periodic function of the atomic number.
Base on that case , so the sort form periodic table developed become the long form periodic table, then this
periodic table completed become the modern periodic table ratified (disahkan) its use by IUPAC in 1923

Batam, 2 Agustus 2010


provided Chemistry’s Teacher
by principle

Dra. Hj.Lely Suriati HJ.SulfiaNetti.ss


Nip.196009221986032009 NIP. 196211081988032005
LESSON PLAN 2
School Name : SMA N 1 Batam
Subject : Chemistry
Class / semesters : X / Odd semesters
Time :

Standar Competensy: 1.To understand about atomic structure, Periodical


properties of element and Chemical bonds

Memahami Struktur atom, Sifat Periodik Unsur dan ikatan kimia

Base copetency / Kompetensi Dasar


1.1 To understand atomic structure base on Bohr atomic theory , the properties of
elements, relative atomic mass and periodical properties of element with study of
electron configuration

Memahami struktur atom,berdasarkan teori atom bohr ,sifat-sifat Unsur


,massa atom relative dan sifat periodic Unsur dalam table periodic serta
Menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi electron

Indicators
1. Menuliskan konfigurasi electron suatu Unsur jika diketahui nomor atomnya
2. Menentukan electron valensi Unsur dari konfigurasi elektronnya atau
berdasarkan letaknya pada table periodic
3. Menentukan letak Unsur-Unsur dalam table periodic berdasarkan
konfigurasi elektron
4. Menghitung kelimpahan isotop dialam
5. Menentukan sifat fisika Unsur –Unsur
6. Menyimpulkan sifat- sifat keperiodikan Unsur –Unsur berdasarkan table
atau grafik (C2/A3)

 To write down electron configuration an atom base on atomic number


 To determine valence electron base on electron configuration of an atom
 To determine group and period of elements in periodic table.
 To calculate the available of isotope in ecosystem.
 To determine the elements physic properties.
 Conclusions the properties of element base on table and graphic properties of elements
(atomic radius , ionization energy, electron affinities, and electro negative ness.)
 To explain the trend of a substance to reach stableness by bounding with other substance.
 To compare valance electron formation metal noble and its gas valence non noble gas.

Time allocation (Alokasi Waktu) :

Objectives Tujuan Pembelajaran

7 Menentukan letak suatu Unsur dalam system periodic setelah paham


menuliskan konfigurasi electron
8 Menjelaskan sifat Unsur dan sifat periodic Unsur-Unsur sekaligus memahami
perkembangan system periodic setelah studi kepustakaan

7. Determine of element in periodic table based on electron configuration


8. Explain the properties of element in periodic table
Main material (Materi Pelajaran)
Atomic structure and periodic system
 Electronic structure/ electron configuration and periodic table
 Determine group and period of element
 The properties of element in periodic table ( radius of atomic, ionization
energy, electronic affinitas)

3. Struktur Atom dan system periodik


 Konfigurasi Elektron dan electron valensi
 Menentukan periode dan golongan
 Sifat –sifat Unsur dalam system periodic
 Sifat periodic Unsur( jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas electron,
keelektronegatifan)

Metode Pembelajaran : Diskusi imformasi, studi kepustakaan


Kegiatan pembelajaran

Pertemuan 1 : 2 x 45 mnt
Kegiatan awal
Prasyarat pengetahuan
Jelaskan atom menurut teori atom Bohr dan modern!

Motivasi
Bagaimanakah elektron tersusun dalam suatu atom?
Untuk itu kita akan mempelajari konfigurasi elektron dan hubungannya dengan
letak unsur dalam tabel periodik

Kegiatan inti
Diskusi imformasi tentang konfigurasi elektron:
Aturan pengisian elektron pada kulit atom sesuai dengan rumus 2n2, dimana n
adalah kulit atom

Contoh: Tuliskan konfigurasi elektron dari unsur-unsur dibawah ini


Write down electron configuration of elements below!

Elements Atomic shell Valence Group Period


electrons
K L M N O P Q

1H 1 1 IA 1
11 Na 2 8 1 1 IA 3
55 Cs 2 8 18 18 8 1 1 IA 6
38 Sr 2 8 18 8 2 2 IIA 5
17 Cl 2 8 7 7 VIIA 3
53 I 2 8 18 18 7 7 VIIA 5
86 Rn 2 8 18 32 18 8 8 VIIIA 6

Correlation electron configuration with the possession of elements in periodic table


 Group of elements according with valence electron
 Period of elements according with total of shell which a place of electron
SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR

Sifat yang berubah secara beraturan menurut kenaikan nomor atom dari kiri ke kanan
dalam satu periode dan dari atas ke bawah dalam satu golongan disebut sifat periodik.
Sifat periodik meliputi jari-jari atom, energi ionisasi, afinitas electron dan
keelektronegatifan.

Jari-jari Atom

Jari-jari atom adalah jarak dari inti atom hingga kulit terluar. Jari-jari atom sulit untuk
ditentukan apabila unsur berdiri sendiri tanpa bersenyawa dengan unsur lain. Jari-jari
atom secara lazim ditentukan dengan mengukur jarak dua inti atom yang identik yang
terikat secara kovalen. Pada penentuan jari-jari atom ini, jari- jari kovalen adalah
setengah jarak antara inti dua atom identik yang terikat secara kovalen.

Penentuan jari-jari atom

Hubungan jari-jari atom gengan nomor atom

Kurva hubungan jari-jari atom dengan nomor atom memperlihatkan bahwa jari-jari atom
dalam satu golongan akan semakin besar dari atas ke bawah. Hal ini terjadi karena dari
atas ke bawah jumlah kulit bertambah sehingga jari-jari atom juga bertambah.
Jari-jari atom unsur

Unsur-unsur dalam satu periode (dari kiri ke kanan) berjumlah kulit sama tetapi jumlah
proton bertambah sehingga jari-jari atom juga berubah. Karena jumlah proton bertambah
maka muatan inti juga bertambah yang mengakibatkan gaya tarik menarik antara inti
dengan elektron pada kulit terluar semakin kuat. Kekuatan gaya tarik yang semakin
meningkat menyebabkan jari-jari atom semakin kecil. Sehingga untuk unsur dalam satu
periode, jari-jari atom semakin kecil dari kiri ke kanan.

Jari-jari ion digambarkan sebagai berikut:

Perbandingan jari-jari atom dengan jari-jari ion

Energi Ionisasi

Energi minimum yang dibutuhkan untuk melepas elektron atom netral dalam wujud gas
pada kulit terluar dan terikat paling lemah disebut energi ionisasi. Nomor atom dan jari-
jari atom mempengaruhi besarnya energi ionisasi. Semakin besar jari-jari atom maka
gaya tarik antara inti dengan elektron pada kulit terluar semakin lemah. Hal ini berarti
elektron pada kulit terluar semakin mudah lepas dan energi yang dibutuhkan untuk
melepaskan elektron tersebut semakin kecil. Akibatnya, dalam satu golongan, energi
ionisasi semakin kecil dari atas ke bawah. Sedagkan dalam satu periode, energi ionisasi
semakin besar dari kiri ke kanan. Hal ini disebabkan dari kiri ke kanan muatan iti
semakin besar yang mengakibatkan gaya tarik antara inti dengan elektron terluar semakin
besar sehingga dibutuhkan energi yang besar pula untuk melepaskan elektron pada kulit
terluar.
Energi ionisasi

Hubungan energi ionisasi dengan nomor atom

Kurva tersebut menunjukkan unsur golongan 8A berada di puncak grafik yang


mengindikasikan bahwa energi ionisasinya besar. Hal sebaliknya terjadi untuk unsur
golongan 1A yang berada di dasar kurva yang menunjukkan bahwa energi ionisasinya
kecil. Atom suatu unsur dapat melepaskan elektronnya lebih dari satu buah. Energi yang
dibutuhkan untuk melepaskan elektron keua disebut energi ionisasi kedua dan tentu saja
diperlukan energi yang lebih besar. Energi ionisasi semakin besar apabila makin banyak
elektron yang dilepaskan oleh suatu atom.

Afinitas Elektron

Afinitas elektron merupakan enegi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam
bentuk gas apabila terjadi penangkapan satu elektron yang ditempatkan pada kulit
terluarnya dan atom menjadi ion negatif. Afinitas elektron dapat berharga positif dan
negatif. Afinitas elektron berharga negatif apabila dalam proses penangkapan satu
elektron, energi dilepaskan. Ion negatif yang terbentuk akibat proses tersebut bersifat
stabil. Hal sebaliknya terjadi apabila dalam proses penangkapan satu elektron, energi
diserap. Penyerapan energi menyebabkan ion yang terbentuk bersifat tidak stabil.
Semakin negatif harga afinitas lektron suatu atom unsur maka ion yang ter bentuk
semakin stabil.
Afinitas elektron golongan 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7

Gambar menunjukkan bahwa atom unsur golongan 2A dan 8A mempunyai afinitas


elektron yang berharga positif. Hal ini mengindikasikan bahwa unsur golongan 2A dan
8A sulit menerima elektron. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh unsur golongan
halogen karena unsur golongan ini paling mudah menangkap elektron. Jadi secara umum
dapat dikatakan bahwa afinitas elektron, dalam satu periode, dari kiri ke kanan semakin
negatif dan dalam satu golongan dari atas ke bawah, semakin positif.

Keelektronegatifan

Keelektronegatifan ada-lah skala yang dapat menjelaskan kecenderungan atom suatu


unsur untuk menarik elektron menuju kepadanya dalam suatu ikatan. Keelektronegatifan
secara umum, dalam satu periode, dari kiri ke kanan semakin bertambah dan dalam satu
golongan, dari atas ke bawah keelekrnegatifan semakin berkurang. Hal ini dapat
dimengerti karena dalam satu periode, dari kiri ke kanan, muatan inti atom semakin
bertambah yang mengakibatkan gaya tarik antara inti atom dengan elektron terluar juga
semakin bertambah. Fenomena ini menyebabkan jari-jari atom semakin kecil, energi
ionisasi semakin besar, afinitas elektron makin besar dan makin negatif dan akibatnya
kecenderungan untuk menarik elektron semakin besar.

Elektronegatifitas

a
Keelektronegatifan skala Pauling

Terlihat dari gambar bahwa untuk unsur gas mulia tidak mempunyai harga
keelektronegatifan karena konfigurasi elektronnya yang stabil. Stabilitas gas mulia
menyebabkan gas mulia sukar untuk menarik dan melepas elektron. Keelektronegatifan
skala pauling memberikan nilai keelektronegatifan untuk gas mulia sebesar nol.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(LESSON PLAN)

Identity
School : Senior High School 1 Batam
Subject : Chemistry
Class/Semester: X / 1

Competence Standard 1
To understand atomic structure ( atomic formation), the characteristics of periodic
table , and chemical bounding

Base Competence
1.1To understand the atomic structure based on Bohr atomic theory, properties of
element, atomic relative mass and characteristic of periodic table and to study
the
systematically by understanding electron configuration

indicators
1. To compare the development of atomic theory
2. To determine the quantity of atomic particle (proton, electron and neutron) if
atomic number and atomic mass known
3. To explain the different between isotope, isobar and isotones
4. To write down electron configuration of element
5. To determine the electron valence based on electron configuration or base on
element position in periodic table
6. To determine group of element in periodic table
7. To determine isotope, isobar and isotones from of an elements
8. To calculate the available of isotope in earth
9. Explain physical properties of element
10. To analyze table and graph to determine the periodical properties of the
elements
11. Explain the development of periodic table

Time allocation : 14 x 45’

Objectives
1. Explain the development of atomic theory to indicate its excess and weakness
2. Compare the development of periodic table to identify it’s excess and
weakness
3. Explain the base of element grouping in the periodic table
4. Determine the electron configuration and valence electron and also the
relative atomic mass based on the periodic table
5. Classify the elements based on their properties
6. Analyze table and graph to determine the periodical properties of the
elements

Main Matters
Atomic Structure
Development of atomic theory
Electron configuration

Periodic table
Development of periodic table
The properties of elements
The periodical properties

Method
Study literature
Discussion
Giving task
Discovery Inquiry
Procedures
The 1’st meeting :2 x45’
Pre-activities
Apperception
To ask the students about definition of atomic

Main activities
1. Discuss about development of atomic models
a. Dalton’s atomic Model
b. Thomson’s atomic model
c. Rutherford’s Atomic model
d. Bohr’s Atomic Model
e. Modern Atomic Model
2. Discuss about discovery particle of matter’s
a. The Discovery of electron by sir William Crookes
b. The Discovery of electron charge by Millikan’s with Oil Drop
experiment
c. Discovery of proton by Goldstein
d. Discovery of neutron by Rutherford with His experiment to shooting
the alpha particle
3. Discuss about the different of isotope, isobar and isotones

Post activities
1. The teacher and the students making the conclusion about the development
of atomic theory
2. The Teacher and the Students making the conclusion about the particle of
matters
3. exercise about isotope , isobar and isotones

The 2’nd meeting : 3 x45’


Pre-activities
Apperception
Ask the student about particle of matters

Main activities
1. Discuss about History of periodic table development
a. Dobereiner Triads
b. Newlands Octave
c. Mendeleyev’s Periodic table
d. Long-Form Periodic table ( Modern Periodic Table )
2. Discuss about Period and Group

Post activities
Exercise :
1 The Teacher asks to the Students about development of periodic table for
conclusion
2.To determine group and period in periodic table

The 3’rd meeting : 2 x 45’


Pre-activities
Apperception
The Students determine group and period in periodic table

Main activities
1.Discuss about the electron configuration and valence electron
2.Discuss about possession of elements in periodic table based on electron
configuration and valence electron, which the elements can divide to be
a.The main group (IA . . . VIIIA): alkaline metals, alkaline earth metals, boron
aluminum, carbon silicone, nitrogen, oxygen, halogen, Nobel gases
b.Transition metals (IIIB . . .VIIIB and IB and IIB)
2.Discuss about classify of element based on their properties

3.Discuss about properties of elements in periodic table


a. Radius of atom
b.Ionization energy
c.Electron affinity
d.Electronegativity

Post activities
 The Teacher and student making the conclusion about electron configuration
of elements and the connecting with their possession in periodic table
 Student can mention the properties of elements in periodic table

Literature /sumber belajar


Internet
Hand books
Library

Assessment
Cognitive
Affective

Batam, October 20,2008

Provide by
Principle Chemistry Teachers

Dra.Hj.Lely Suriati Hj.Sulfia Netti.SS


NIP.196009221986032009 NIP.196211081988032005