Anda di halaman 1dari 10

DESAIN ELEMEN STRUKTUR BAJA

KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

Oleh :

Bagas Yoga Pratama 10111610000059

Fachri Syahrazad 10111610000060


PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah merupakan kata yang pantas untuk diucapkan kepada Tuhan
Yang Maha Esa. karena bimbingan-Nya maka kami dapat menyelesaikan sebuah tugas yang
telah diberikan kepada kami yaitu laporan tentang komponen struktur tarik desain elemen
struktur baja
Laporan ini dibuat dengan berbagai perhitungan, pemikiran, serta desain yang kami
lakukan tentang komponen struktur tekan tersebut, sehingga menghasilkan sebuah laporan
yang dapat kami pertanggung jawabkan
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar dalam laporan ini.
Oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat kami
harapkan.
Terimakasih dan Semoga Laporan Ini dapat memberikan sumbangan positif bagi kita
semua.

Surabaya, 3 Februari 2018

Penyusun
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. TUJUAN
 Agar mahasiswa dapat mencari tahu komponen struktur tekan pada profil baja
 Agar mahasiswa dapat mencari tahanan tekan rencana
 Agar mahasiswa dapat mencari bahaya tekuk lokal
 Agar mahasiswa dapat mencari elemen dan gaya batang

1.2. RUMUSAN MASALAH


1.2.1. LATIHAN KASUS B

9m
Suatu portal bergoyang terdiri dari kolom WF 200.200.8.12 dan balok WF
250.125.6.9 mutu baja BJ 37. Tiap batang disusun sedemikian rupa sehingga
lentur terjadi dalam arah sumbu kuat. Asumsikan ky = 1,0
Hitunglah besar kx untuk kolom-kolom portal tersebut dengan menggunakan
nomogram yang ada.
Hitunglah pula tahanan tekan rencana dari kolom tersebut.

1.2.2. P4.4

Periksalah bahaya tekuk lokal dari masing-masing


komponen struktur tekan dalam soal P 4.1 berikut.

550 cm
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

1.2.3. LATIHAN KASUS 5

1.2.3.1 LATIHAN KASUS 5.1


Hitung gaya gaya elemen akibat beban terpusat Pu

1.2.3.2 LATIHAN KASUS 5.2


Apabila Pu = 500 kg

1.2.3.3 LATIHAN KASUS 5.3.


Berapa besar gaya batang AB dan AC.

1.2.3.4 LATIHAN KASUS 5.4.


Berapa besar gaya batang AD
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

BAB II
PENYELESAIAN

2.1. PENYELESAIAN KASUS B


2.1.1 MENCARI KX
2.1.1.1 MUTU BAJA
Dilihat dari mutu baja yang digunakan

Untuk fu = 370, fy = 240

2.1.1.2 ELEMEN AB & CD

Diketahui : Batang WF 200.200.8.12

4720 𝑐𝑚4
I/L = 450 𝑐𝑚

= 10,489 cm3

I = 4.720 cm4 L = 4,5 m


= 4.500 mm
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2.1.1.3. ELEMEN BC

Diketahui : Batang WF 250.125.6.9

4050 𝑐𝑚4
I/L = 900 𝑐𝑚

= 4,5 cm3

2.1.1.4.
I = 4.050 cm4 L=9m
= 900 cm

MENGHITUNG KX DENGAN
NOMOGRAM
Join G Keterangan
A:- 10 Sendi
B : (I/L)AB/(I/L)BC 10,489/4,5 = 2,33
C : (I/L)CD/(I/L)BC 10,489/4,5 = 2,33
D:- 10 Sendi
Maka :

Join GA GB Kx
AB : - 10 2,33 2,2
CD : - 10 2,33 2,2
J
adi, Kx = 2,2 ; Ky = 1,0
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2.1.2. MENCARI TAHANAN TEKAN RENCANA


2.1.2.1. ARAH SUMBU X (ELEMEN AB & CD)
𝐾.𝐿𝑥 (2,2∙4.500)𝑚𝑚
lx = 𝑟𝑥𝑘𝑜𝑙𝑜𝑚 = = 114,849
86,2𝑚𝑚
𝑙x 𝐹𝑦
lcx = √
𝜋 𝐸

114,849 240
= ∙ √200.000
3,14
= 1,26
Karena lcx = 1,26 maka :

𝜔 = lcx2 ∙ 1,25
= 1,262 ∙ 1,25
= 1,98
𝐴𝑔∙𝐹𝑦 63,53∙240
Nn = = = 7.700,606 T
𝜔 1,98

2.1.2.2. ARAH SUMBU Y (ELEMEN BC)


𝐾∙Ly 2,2 ×4.500
ly = =
𝑟𝑦 50,2
= 197,211
𝑙y 𝐹𝑦
lcy = √
𝜋 𝐸

197,211 240
= ∙ √200.000
3,14
= 2,17
Karena lcx = 2,17 maka :

𝜔 = lcy2
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

∙ 1,25
=2,172 x 1,25
= 5,886
𝐴𝑔∙𝐹𝑦 63,53∙240
Nn = = = 2.590,418 T
𝜔 5,886

2.2. P4.4
2.2.1. DATA PROFIL
2.2.1.1 MUTU BAJA

2.2.1.2 TABEL PROFIL

2
.
2
.
2. PERIKSA TERHADAP BATASAN lr
2.2.2.1. DATA PENAMPANG PROFIL WF 400.400.13.21

h= d – 2(tf + r0)
= 400 mm – 2(21 + 22) mm
= 314 mm
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

B tf h tw
400mm 21mm 314mm 13mm
2.2.2.2.

PERHITUNGAN
KELANGSINGAN PENAMPANG

PENAMPANG TAK KOMPAK

2.2.2.3. KONTROL KELANGSINGAN ARAH SUMBU X


𝑘𝑐 . 𝐿 𝑘 1,0 . 5500 𝑚𝑚
𝜆𝑥 = = = 31,43
𝑟𝑥 175 𝑚𝑚

𝜆𝑥 𝑓𝑦 31,43 240 𝑁/𝑚𝑚2


𝜆𝑐𝑥 = .√𝐸 = . √2.105 𝑁/𝑚𝑚2 = 0,35
𝜋 3,14

1,43 1,43
𝜔𝑥 = 1,6−0,67.𝜆 = 1,6−0,67.0,35 = 1,05
𝑐𝑥

Flange (sayap) Webb (badan)


𝑏 ⁄ 2 400 𝑚𝑚 ⁄ 2 ℎ 314 𝑚𝑚
= = 9,52 = = 24,15
𝑡𝑓 21 𝑚𝑚 𝑡𝑤 13 𝑚𝑚
250 250 665 665
𝜆𝑟 = = 𝜆𝑟 = =
√𝑓𝑦 √240 𝑁/𝑚𝑚2 √𝑓𝑦 √240 𝑁/𝑚𝑚2
= 16,14 = 42,93
PROGRAM STUDI DIV DEPARTEMEN TEKNIK INFRASTRUKTUR SIPIL
FAKULTAS VOKASI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA

2.2.2.4. KONTROL KELANGSINGAN ARAH SUMBU Y


𝑘𝑐 . 𝐿 𝑘 1,0 . 5500 𝑚𝑚
𝜆𝑦 = = = 54,46
𝑟𝑦 101 𝑚𝑚

𝜆𝑦 𝑓𝑦 240 𝑁/𝑚𝑚2
𝜆𝑐𝑦 = . √ 𝐸 = 54,46. √2.105 𝑁/𝑚𝑚2 = 1,89
𝜋

𝜔𝑦 = 1,25 . 𝜆𝑐² = 1,25 . 1,89² = 4,47

2.3.

Anda mungkin juga menyukai