Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM TRAPPING

( Pitfall trap,Yellow pan trap, Sticky trap warna kuning dan warna hijau)

Disusun oleh :

1. Alya Salsabila
2. Anida Fitria
3. Arnandha Desya
4. Shinta Desvasari
5. Siti Nurkholizah
6. Yoga Pratama

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG

FAKULTAS PERTANIAN

AGROTEKNOLOGI

2017
A. Latar belakang

Serangga merupakan kelompok hewan yang dominan di muka bumi dengan


jumlah spesies hampir 80% dari jumlah hewan yang ada di permukaan bumi. Dengan
demikian sangatlah beralasan bahwa serangga berhasil dalam mempertahankan
keberlangsungan hidupnya pada habitat yang bervariasi, dengan kapasitas reproduksi
yang tinggi, jenis makanan yang bervariasi dan kemampuan adaptasi yang tinggi.
Serangga dapat hidup dalam sebuah ekosistem pertanian secara berkelanjutan, karena
pada ekosistem ini serangga dapat memperolah makanan yang cukup. Ekosistem
menurut Andrewartha dan Birch(1961) adalah sistem yang terbentuk oleh interaksi
dinamik antara komponenkomponen abiotik dan biotik. Dengan demikian, maka
ekosistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang rumit dan interaktatif yang
tersusun oleh semua organisme yang hidup pada suatu daerah dengan lingkungannya.
Atas dasar pengertian tentang penjenjangan sistem kehidupan tersebut, maka untuk
pengelolaan hama diperlukan analisis interaksi sistem sampai pada aras ekosistem.
Penggunaan media trapping berwarna merupakan suatu upaya pengendalian serangga
hama secara alternatif. Ketertarikan serangga terhadap warna adalah salah satu cara
adaptasi serangga di alam. Adaptasi ini dapat terjadi pada serangga dengan tujuan
melindungi dirinya dari gangguan predator. Ketertarikan serangga terhadap warna
dapat dijadikan acuan untuk usaha pengendalian, penggunaan perangkap trapping
merupakan salah satu cara untuk monitoring serangga di lapangan, sehingga
memudahkan dalam melakukan identifikasi. Dari beberapa literatur menyebutkan
bahwa ketertarikan serangga terhadap warna merupakan perilaku serangga di alam.
Pendekatan terhadap perilaku serangga dapat dijadikan acuan dasar penelitian.
Banyak cara yang dapat dilakukan untuk memberi daya tarik serangga terhadap
warna. Salah satunya adalah dengan memasang pitfall trap, yellow pan trap, sticky
trap warna kuning, sticky trap warna hijau yang diberikan lem serangga dan alkohol.
Warna media yang digunakan harus dapat memberi pantulan cahaya atau adanya zat
penarik.

 Yellow pan trap

terbuat dari gelas plastik yang digunakan untuk pitfall trap yang kemudian dicat
menggunakan cat warna kuning. Coleoptera yang tertarik warna kuning akan mendatangi
perangkap ini. Gelas diisi dengan larutan deterjen terlebih dahulu untuk mengurangi
tegangan permukaan, sehingga Coleoptera yang terjebak akan tenggelam dan mati. Setiap 20
meter sekali dipasang satu yellow pan trap dan dibiarkan selama 24 jam. Serangga yang
tertangkap dibersihkan dan langsung dimasukkan ke dalam botol film yang telah berisi
alkohol 70%.

 Pit fall Trap

Jenis perangkat yang cukup sederhana namun efektif dan sangat berguna untuk menjerat
serangga. Terdiri dari piring atau baskom kecil, kaleng atau bak kecil. Perangkat jebakan
dibenamkan di dalam tanah dimana permukaan tanah sejajar dengan ujung atas bibir
kaleng/bak yang berisi cairan alkohol atau etilen glikol sebagai agen pembunuh. Etilon glikol
lebih banyak digunakan oleh kolektor karena tidak menguap seperti alkohol. bagian atas
perangkat jebakan harusditutup dengan sebuah cover atau pelindung lainnya untuk mencegah
masuknya air hujan maupun vertebrata kecil jatuh ke sumur jebakan.
 Sticky trap
Bentuk dari sticky trap ini yaitu silindir atau segiempat. Warna dari sticky trap
disesuaikan dengan warna yang akan diamati. Dengan adanya trap ini kita akan mengetahui
warna apa yang disukai oleh hama serangga dan apakah serangga membedakan warna-warna
pada trap ini.

B. Tujuan

1. Mengenal berbagai teknik trapping beserta alatnya


2. Mampu mengidentifikasi serangga hama hasil trapping
3. Mampu menganilisis indeks keragaman dan kesamaanya
4. Mampu menganilisis perbedaan indeks keanekaragaman
5. Mampu menganilis indeks kesamaan ordo serangga

C. Alat dan bahan


Alat dan Bahan untuk Pitfall Trap
 Alat :
 Wadah plastik (6 buah)
 Seng ukuran 20x13cm (1 buah)
 Plastik bening (1 buah)
 Bahan:
 Alkohol
 Larutan kloroform

Alat dan Bahan untuk Sticky Trap


 Alat :
 Papan kuning berukuran 25x10cm (3 buah)
 Papan hijau berukuran 25x10cm (3 buah)
 Plastik berukuran 52x10cm (3 buah)
 Pelubang kertas (1 buah)
 Ajir (6 buah)
 Tali raffia (1 buah)
 Klip (6 buah)
 Bahan:
 Lem tikus (1 buah)

Alat dan Bahan untuk Yellow Pan Trap

 Alat:
 Wadah berwarna kuning (6 buah)
 Plastik bening (6 buah)
 Bahan:
 Alkohol
 Larutan kloroform

D. Metode dan Cara kerja


 Metode
Praktikum ini dilakukan pada tanggal 06 Desember 2017, di lahan sawah dan
perkebunan sayur-sayuran di bintang alam. Percobaan menggunakan pit fall trap,
yellow pan trap, dan sticky strap berwarna kuning dan hijau sebagai alat perangkap
serangga.
 Cara kerja
1. Yellow pan trap
a. Siapkan mangkuk atau wadah yang berwarna kuning
b. Isi wadah dengan menuangkan beberapa mL larutan alkohol
c. Taruh wadah yang berisi cairan dipinggiran sekitar petakan sawah
d. Biarkan selama semalaman agar ada serangga yang terperangkap
e. Lalu amati serangga apa saja yang terperangkap didalamnya

2. Pit fall trap


a. Menyiapkan gelas plastik
b. Membuat lubang didalam tanah seukuran dengan gelas plastik, kemudian
masukkan gelas plastik kedalam lubang sedemikian rupa sehingga permukaan
gelas rata dengan tanah dan tidak ada celah antara lubang tanah dengan gelas
plastik.
c. Memotong styrofoam berukuran 20 x 20 cm, kemudian pasak tusuk satai pada
keempat sudutnya.
d. Memasang styrofoam tersebut diatas lubang perangkap sehingga dapat
melindungi perangkap tersebut dari kotoran maupun air hujan.
e. Mengisi gelas plastik dengan sedikit air yang sudah dicampur sabun air.
f. Pada keesokan harinya ambil gelas perangkap tersebut dan amati serangga
yang terperangkap.
g. Mengidentifikasi serangga hama sampai pada tingkat ordo.
3. Sticky trap
a. Menyiapkan plastik tebal berwarna kuning, pink dan bening.
b. Memotong dengan ukuran 7,5 x 12,5 cm kemudian olesi dengan petrouleum
jelly/lem tikus bening.
c. Memasang sticky trap dekat dengan pertanaman menggunakan bila bambu.
d. Membiarkan perangkap selama semalam.
e. Pada keesokan harinya ambilah perangkap tersebut dan amati serangga yang
terperangkap.
f. Kemudian identifikasi serangga hama tersebut sampai tingkat ordo.
E. Hasil dan Pembahasan
Pada teknik trapping serangga hama ini ada 3 macam perangkap yang
digunakan dalam menangkap serangga yang ada dilingkungan sekitar tanaman.
Berdasarkan praktikum teknik traping hama serangga dapat dilakukan dengan tiga
cara yaitu sebagai berikut :
1. Yellow pan trap
Berdasarkan praktikum yang dilakukan pada teknik trapping ini ada beberapa
serangga yang terperangkap dikomoditi padi diantaranya ordo
collembola,hymenoptera (formicidae), coleoptera (cocinelidae), dan dermaptera
(forficulidae) berjumlah keseluruhannya yaitu 164. Sedangkan pada komoditi sayur-
sayuran yaitu ordo collembola,hymenoptera (formicidae), coleoptera (cocinelidae)
berjumlah keseluruhannya yaitu 69. Jadi pada perangkap ini jumlah terbanyak di
komoditi padi dari pada komoditi sayur-sayuran.
2. Pit fall trap
Berdasarkan praktikum yang dilakukan pada teknik trapping ini ada beberapa
serangga yang terperangkap dikomoditi padi diantaranya ordo collembola, coleoptera,
hymenoptera (formicidae) berjumlah keseluruhannya yaitu 183. Sedangkan pada
komoditi sayur-sayuran yaitu ordo collembola, coleoptera (staphynilidae,cocinelidae),
hymenoptera (formicidae), hemiptera (pseudococidae) berjumlah keseluruhannya
yaitu 97. Pada perangkap ini jumlah terbesar serangga hama yang terkena
terperangkap di bagian komoditi padi.
.
3. Sticky trap
Berdasarkan praktikum yang dilakukan pada teknik trapping ini ada beberapa
serangga yang terperangkap di komoditi padi diantaranya ordo hymenoptera, diptera,
hemiptera, coleoptera, lepidoptera berjumlah keseluruhannya yaitu 73. Sedangkan
komoditi sayur-sayuran yaitu ordo hemiptera, diptera, lepidoptera, collembola,
coleoptera, hymenoptera berjumlah keseluruhannya yaitu 49. Pada perangkap ini
jumlah terbesar serangga hama yang terkena terperangkap di bagian komoditi padi
dari pada komoditi sayur-sayuran.

Tabel 1. Data Perangkap Pada Komoditi Padi

No Ordo Family Jumlah Keterangan


Collembola Collembola 178 Pit fall Trap
Coleoptera 1
Hymenoptera Formicidae 4
Collembola Collembola 162 Yellow Pan
Trap
Coleoptera Coccinolidae 1
Dermaptera Forficulidae 1
Diptera Muscidae 9 Sticky Trap
(Kuning)
Tipulidae 6
Hemiptera Apididae 15
Hymenoptera Formicidae 1
Pompilidae 20
Lepidoptera Noctuidae 1
Hymenoptera Formicidae 1 Sticky Trap
(Hijau)
Diptera Tipulidae 5
Muscidae 2
Tepthritidae 5
Hemiptera Apididae 4
Alydidae 1
Coleoptera Staphylinidae 2
Lepidoptera Noctuidae 1

Tabel 2 Data Perangkap Pada Komoditi Sayuran

No Ordo Family Jumlah Keterangan


Collembola Collembola 91 Pit fall Trap
Coleoptera Staphynilidae 1
Coccinelidae 3
Hymenoptera Formicidae 1
Hemiptera Pseudococidae 1
Collembola Collembola 43 Yellow Pan
Trap
Hymenoptera Formicidae 21
Coleoptera Coccinelidae 5
Hemiptera Alydidae 1 Sticky Trap
(Kuning)
Cicadelidae 1
Diptera Tipulidae 2
Muscidae 6
Tephritidae 5
Lepidoptera Noctuidae 1
Collembola Collembola 2
Coleoptera Staphynilidae 1
Hymenoptera Formicidae 1
Hemiptera Pentatomidaae 9 Sticky Trap
(Hijau)
Cicadelidae 8
Coleoptera Coccinelidae 1
Staphynilidae 1
Diptera Muscidae 2
Tipulidae 8

Perbandingan Perangkap Serangga Pada


Komoditi Padi
200
180
160
140
120
100
Jumlah
80
60
40
20
0
Pit fall trap Yellow pan trap Sticky trap (Kuning) Sticky trap (hijau)

Perbandingan Perangkap Serangga Pada


Komoditi Padi
120

100

80

60
Jumlah

40

20

0
Pit fall Trap Yellow pan trap Sticky trap (kuning) Sticky trap (hijau)
Sticky
trap Perbandingan Perangkap Serangga Pada
(hijau)
5%
Komoditi Padi

Sticky trap (kuning)


12%

Pit fall trap


44%
Yellow pan trap
39%

Perbandingan Perangkap Serangga Pada


Sticky trap
(hijau)
Komoditi Sayuran
10%

Sticky trap (kuning)


10%

Pit fall trap


47%
Yellow pan trap
33%
F. Kesimpulan
Dari acara teknik trapping serangga hama kita dapat berbagai teknik trapping yaitu yellow
pan trap, pit fall trap, dan sticky trap. Untuk penangkapan serangga hama yang terbang kita
dapat menggunakan perangkap sticky trap dengan menggunakan ketertarikan warna pada
serangga, sedangkan serangga hama yang berada di bawah tanah kita dapat menggunakan pit
fall trap. Selain itu kita dapat mengidentifikasi beberapa jenis hama berdasarkan ordo dan
famili nya. Ada pengaruh perangkap sticky trap yang bewarna kuning dan hijau terhadap
kehadiran serangga pada komoditi padi dan sayur-sayuran. Warna kuning yang
paling disukai serangga.
DAFTAR PUSTAKA

Jurnal Agro Vol. III, No. 2, Desember 2016 (Diakses pada tanggal 18 Desember
2017)