Anda di halaman 1dari 2

Persiapan untuk PPRA ( Pengendalian Pencegahan Resistensi Antimikroba)

Sebenarnya masing-masing RS yang akan dinilai sudah diundang Lokakarya di Bandung Desember awal
tahun 2009, dan disana sudah dibagikan CD yang memuat penilaian serta cara membentuk PPRA.
Namun ini ada sedikit tips utk dr Suryadi Sp A yang akan diskusi dengan direktur, semoga berguna dan
bermanfaat.

1. Penilaian akan mengamati kegiatan 4 pilar yaitu :


a. Mikrobiologi Klinik :
i. Peta medan kuman secara rutin di up date
ii. Konsultasi klinik ( Mikrobiologi Klinik secara rutin datang ke bangsal diskusi
bersama dengan farmasi dan klinisi.
b. Farmasi dan Terapi :
i. Pedoman Penggunaan AB ( PPAB) yang sahih
ii. Formularium

c. Pengendalian Pencegahan Infeksi (PPI) dulu dikenal Inos :


i. Melakukan surveilans secara konsisten dan melakukan sosialisasi kepada pihak
terkait.
ii. Pencegahan Infeksi RS melalui kewaspadaan baku
iii. Melengkapi, merevisi pedoman dan SOP
d. Farmasi Klinik :
i. Menerapkan 10 langkah kegiatan penggunaan AB ( orang farmasi lebih
mengerti)
ii. Konsultasi Klnik di bangsal
iii. Audit kuantitas antibiotik
2. Key performance PPRA :
a. Penurunan penggunaan antibiotik( secara kuantitas )
b. Peningkatan penggunaan antibiotik ( secara kualitas) , menggunanakn metode Gysen (
lihat di CD yang sudah dibagikan )
c. Perbaikan kepekaan antibiotik terhadap mikroba pathogen di RS
d. Perbaikan kinerja keperawatan ( morbiditas menurun, mortalitas menurun,nosokomial
infeksi menurun, penanganan kasus multi disiplin)

3. Program Jangka Pendek PPRA, RS bisa menunjuk beberapa bangsal / bagian sebagai pilot
project untuk aplikasi PPRA. Karena kalau semua bangsal maka kita akan mendem/ pingsan.
Seperti di RS Kariadi yang diambil hanya dibangsal anak ( cluster infeksi, bangsal Bedah, bangsal
Obsgyn ).
4. Program Jangka Panjang , bisa perluasan ke semua bangsal di RS. Akhirnya PPRA menjadi
pelayanan yang menyatu dalam pelayanan rutin kepada pasien dan merupakan bagian dari
pasien safety.
5. Langkah Program Implementasi PPRA :
a. Membentuk Tim PPRA RS dan Tim Pokja PPRA di masing SMF / Instalasi
b. Menyusun dan mengevaluasi Pedoman Penggunaan AB ( PPAB) di RS
c. Sosialisasi PPAB di SMF / Instalasi di RS
d. Pengumpulan data dasar kuantitas dan kualitas RS
e. Implementasi PPAB
f. Pengumpulan data setelah implementasi PPAB serta diskusi ( 4 pilar)
g. Menganalisis data dan menyajikan di SMF, selanjutnya di tingkat manajemen RS
h. Melakukan poeninjauan PPAB secara berkala ( sesuai perubahan EBM dan peta medan
kuman )
i. Melakukan monitoring secara berkesinambungan
6. Jadi kalau peran kita (Klinisi) terutama dalam hal :
a. Segera menyusun PPAB , meminta dari masing-masing divisi yang mengampu infeksi (
mis neurologi, respirologi, gastroenetrologi dan kita sendiri infeksi tropis) untuk
membuat PPAB yang terkini, up date, terpercaya dan bombastis …..lho kok keterusan
kayak Tukul niih……
b. Membuat protap utk pelayanan bersama dengan mikroboiologi klinis, farmasi utk visiter
bersama-sama memecahkan masalah pada pasien-pasien infeksi.
c. Ada Rekaman Pemberian Antibiotik yang dilampirkan pada setiap pasien yang
menggunakan AB, dan ditanda tangani oleh perawat, farmasi dan doketr yang merawat.
( saya lampirkan juga di attachment dengan nama RPA)
Saya kira itu sedikit tips utk dr Suryadi, semoga bermanfaat, dan kapan-kapan jika menginginkan
sesuatu tentang PPRA yang bisa saya bantu, saya siap.

Salam ( hapsari)