Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PENGAMATAN

ANATOMI TUMBUHAN

SEL TUMBUHAN

NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

1. Wardha Maulidya P. (16030244006)


2. Ni Made Aninda Nirastiti (16030244015)
3. Ghea Dionita Sanora (16030244026)
4. Wahyu Krisminanti P. (16030244031)

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2017

I. Judul Praktikum : Sel Tumbuhan


II. Tanggal Pelaksanaan : 16 dan 23 Februari 2017
III. Tujuan Praktikum :1.Mempertajam kecermatan mengamati dan
mengidentifikasi.
2.Meningkatkan kemampuan analisis dan menyimpulkan.
3.Merumuskan permasalahan dan menyelesaikan masalah
secara ilmiah.
IV. Hasil Praktikum
Kelompok spesimen A :
 Daun Ficus

Dinding Sel Spons

Epidermis

Palisade

Secara anatomi, penampang melintang daun terdiri dari epidermis atas, mesofil, dan
epidermis bawah. Daun tersusun atas tiga tipe sistem jaringan, yaitu sistem dermal, sistem
jaringan pembuluh, dan sistem jaringan dasar. Sistem dermal meliputi epidermis dan
periderm yang menggantikan epidermis pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan
sekunder. Sistem jaringan pembuluh terdiri dari xilem dan floem. Sistem jaringan dasar
mencakup jaringan yang membentuk dasar pada tumbuhan dan menunjukkan spesialisasi
(Syafitri, 2014).
Pada permukaan daun-daunan dari golongan Ficus, permukaannya tampak keras dan
kaku, hal ini disebabkan oleh adanya zat-zat karbonat dan kersik pada sel epidermis
tumbuhan tersebut. Epidermis pada Ficus terdiri dari beberapa lapis sel sebagai hasil
pembelahan periknal (pembelahan sejajar dengan permukaan) protoderm. Dinding selnya
mengalami penebalan tidak merata, dinding sel yang menghadap ke luar umumnya lebih
tebal (Syafitri, 2014). Selain epidermis dan dinding sel, struktur anatomi daun Ficus juga
terdiri dari jaringan tiang (palisade) dan jaringan bunga karang (spons).
 Daun Elodea

Kloroplas

Sitoplasma
Dinding Sel

Struktur sel daun Elodea terdiri dari dinding sel, sitoplasma, dan kloroplas.
Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau karena pigmen yang dominan adalah klorofil
(Mulyani, 2006).
 Cabai Besar Merah

Kromoplass Sitoplasma
Dinding Sel

Struktur anatomi sel cabai merah terdiri dari dinding sel, sitoplasma, dan kromoplas.
Kromoplas merupakan plastida yang berwarna kuning, oranye, atau merah karena adanya
pigmen karotenoid. Kromoplas ini biasanya ditemukan pada mahkota bunga, buah yang telah
masak, dan beberapa akar (Mulyani, 2006).

 Cabai Besar Hijau

Dinding Sel Kloroplas Sitoplasma


Struktur anatomi sel cabai besar hijau terdiri dari dinding sel, sitoplasma, dan
kloroplas. Kloroplas merupakan plastida berwarna hijau karena pigmen yang dominan adalah
klorofil (Mulyani, 2006). Oleh karena itu, permukaan cabai besar ini berwarna hijau.
Kelompok Spesimen B :
 Umbi Lapis Bawang Merah

Inti Sel

Sitoplasma Vakuola
Dinding Sel
Sel lapisan epidermis pada umbi lapis bawang merah bersifat homogen dengan bentuk
sel tersusun rapat dan dinding selnya tipis. Terdapat vakuola yang berwarna ungu dengan
cairan sitoplasma yang berwarna putih pada ujungnya. Pada gambar sel hasil pengamatan di
atas juga terdapat inti sel (Respati & Indrawati, 2010).
 Daun Rhoeo discolor

Pigmen
Dinding Sel Sitoplasma Antosianin
Struktur Rhoeo discolor terdiri dari dinding sel, pigmen antosianin, dan sitoplasma.
Pigmen antosianin pada daun Rhoeo discolor ini yang menyebabkan daun menjadi berwarna
ungu. Dinding sel berfungsi sebagai penyokong dan pelindung selaput plasma serta
memelihara keseimbangan sel dari tekanan. Pigmen antosianin menjadi penyebab warna
merah, violet, dan biru pada daun. Sitoplasma merupakan sumber bahan kimia penting bagi
sel dan tempat terjadinya reaksi metabolisme (Nazarilla, 2013).
Kelompok Spesimen C :
 Umbi Kentang

Sitoplasma

Dinding Sel Butiran


Amilum
Struktur anatomi pada umbi kentang terdiri dari sitoplasma, dinding sel, dan butiran
amilum. Amilum merupakan salah satu bagian dari sel yang bersifat nonprotoplasmik yang
ada dalam plastida. Benda-benda nonprotoplasmik yang bersifat padat umumnya berbentuk
butiran atau kristal. Butiran atau kristal ini terbentuk sebagai hasil akhir dari proses
metabolisme dalam tubuh tumbuhan. Butiran atau kristal kalsium oksalat banyak dijumpai
dalam sel korteks atau pada parenkim (Sumarsono dan Samiyarsih, tanpa tahun).
 Umbi Ketela Pohon

Sitoplasma

Butiran
Dinding Sel Amilum

Anatomi umbi ketela pohon terdiri dari dinding sel, butiran amilum, dan sitoplasma.
Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan. Sitoplasma adalah cairan yang berada di
dalam sel yang sering disebut sitosol sebagai tempat berlangsunya reaksi kimia atau
metabolisme (Pratiwi, tanpa tahun).
Kelompok spesimen D :
 Rhizome jahe

amilum

Minyak atsiri

 Amilum atau yang biasa disebut dengan pati. Amilum adalah karbohidrat komplek yang
tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih tawar, dan tidak berbau. Amilum atau pati
merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan
glukosa dalam jangka panjang.
 Minyak atsiri adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental pada
suhu ruang namun mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak atsiri
bersifat mudah menguap karena titik uapnya rendah.
 Kulit buah jeruk

Minyak atsiri

Kelompok spesimen E :
 Tangkai daun bayam
kambium

epidermis
xilem
floem
korteks

 Klorofil atau zat hijau daun adalah pigmen yang dimiliki oleh berbagai organisme dan
menjadi salah satu molekul yang berperan untuk menyerap cahaya dan mentransfer
melalui tumbuhan selama fotosintesis. Klorofil dalam tumbuhan ditemukan di tilakoid
pada kloroplas.
 Tangkai daun Begonia

Stomata

Epidermis

 Stomata pada daun digunakan sebagai respirasi, transpirasi, mengatur proses


fotosintesis, dll.
 Epidermis adalah lapisan jaringan paling luar tumbuhan yang terbentuk dari protoderm
dan umumnya terdiri selapis, sebagian tumbuhan mempunyai epidermis. Jaringan
epidermis disebut juga jaringan pelindung.
Kelompok spesimen F :
 Pinus

korteks

Empulur

Xilem

Floem

Batang pohon Pinus (Pinus merkusii) memiliki struktur anatomi yaitu floem, xilem, korteks,
empulur.
 Floem merupakan alat transportasi zat hara hasil fotosintesis ke arah bawah dan ke bagian
tumbuhan yang membutuhkan.
 Xilem adalah jaringan yang berfungsi sebagai pengangkut air dan zat-zat mineral dari
dalam tanah menuju organ fotosintesis.
 Empulur adalah bagian dalam dari batang tumbuhan berpembuluh. Empulur tersusun dari
sel-sel parenkim. Jaringan empulur muda biasanya berwarna putih atau coklat pucat, dan
menjadi gelap seiring dengan bertambah dewasanya jaringan.
 Korteks adalah bagian terluar dari batang atau akar tumbuhan yang dibatasi di bagian luar
oleh epidermis dan di bagian dalam endodermis. Fungsinya adalah dalam transportasi hara
dari epidermis ke dalam teras akar. Selain itu, pada beberapa spesies tumbuhan, korteks
juga menjadi bagian penyimpan cadangan energi dalam bentuk pati.
 Tempurung Kelapa

Dinding sel

Noktah

 Dinding sel merupakan bagian sel paling luar yang berfungsi sebagai penguat dan
pelindung.
 Noktah adalah bagian batang tempat menempelnya daun.
Daftar Pustaka

Fathyaa, Aurora. Tanpa Tahun. Keberagaman Morfologi dan Anatomi Begonia di Twa
Telaga Warna. (dokumen.tips/documents/keragaman-morfologi- dan-
anatomi-begonia-di-twa-telaga.html) diakses tanggal 1 Maret 2017

Sumarsono, dkk. Tanpa Tahun. Struktur Morfologi Tumbuhan dan Struktur Sel.
(repository.ut.ac.id) diakses tanggal 1 Maret 2017

Pratiwi, Annisa. Tanpa tahun. Pengamatan Sel Gabus dalam Singkong.


(www.academia.edu/17250016/pengamatan_sel_gab
us_pada_batang_singkong) diakses tanggal 1 Maret 2017

Nazarilia, Syafira. Tanpa Tahun. Laporan Pratikum Sel Tumbuhan.


(www.academia.edu/8913263/LAPORAN_PRAKTI
KUM_SEL_TUMBUHAN) diakses tanggal 1 Maret 2017

Syafitri, Pharamitha. 2014. Identifikasi Struktur Anatomi Daun Tanaman beringin (Ficus
spp) Serta Implementasinya pada Pembelajaran IPA Biologi Di SMPN 1
Curup. (online) diakses tanggal 1 Maret

Mulyani, Sri. 2006. Anatomi Tumbuhan. Daerah Istimewa Yogyakarta : PT. Kanisius