Anda di halaman 1dari 9

MAY

26

Makalah Pemasaran

MAKALAH PEMASARAN

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemasaran adalah konsep sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa
yang mereka butuhkan serta inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai
dengan orang lain. Sedangkan pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, instuisi, prosedur dan
hubungan sosial dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga untuk orang – orang dengan imbalan
uang. Pemasaran memang dapat dikatakan sebagai pasar, namun pemasaran adalah cara bangaimana
pengusaha untuk menjual produk atau memperkenalkan produk agar pangsa pasar tertarik dan
membelinya. Banyak sekali pengusaha yang gulung tikar hanya karena mereka salah dalam melakukan
pemasaran. Pemasaran yang baik adalah pemasaran yang terlebih dahulu telah mengenal konsumen dan
mengetahui bagaimana perkembangan konsep pemasaran.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka dapat ditentukan rumusan masalah dalam makalah ini
adalah seperti :

1. Bagaimana peluang usaha baru untuk mendapatkan pangsa pasarnya?


2. Kendala – kendala apakah yang sering terjadi pada pemasaran?

3. Untuk menarik perhatian konsumen, trik apakah yang harus ada dalam pemasaran?

C. Tujuan

1. Mengetahui bagaimana kendala yang dihadapi oleh pengusaha.

2. Memberikan solusi-solusi yang mungkin dapat meningkatakan pemasaran.

3. Mengetahui target pasar yang cocok dalam melakukan pemasaran.

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Defenisi Pemasaran

Banyak orang yang mengartikan bahwa pemasaran adalah penjualan. Persepsi seseorang akan arti
pemasaran seperti itu tidaklah salah, namun perlu di ingat bahwa pengertian pemasaran sebenarnya
lebih luas dari kegiatan penjualan, karena penjualan merupakan sebagian dari pemasaran. Defenisi
pemasaran sebenarnya tidaklah netral, pemasaran dapat didefinisikan tergantung pada pihak-pihak yang
berada didalamnya. Beberapa defenisi pemasaran sebagai berikut: WY. Stanton, bahwa pemasaran
adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan
menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa
memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. H. Nystrom mendefenisikan pemasaran
sebagai suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Philip
dan Duncan menjelaskan pemasaran adalah sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau
dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen. Menurut Asosiasi
Pemasaran Amerika Serikat / AmericanMerketing Associationmenjelaskan bahwa pemasaran adalah
pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke
konsumen. Kesimpulan yang dapat kita ambil bahwa pemasaran adalah konsep sosial dan manajerial
yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan serta inginkan lewat
penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
B. Konsep Inti (Dasar) Pemasaran

Berkaitan dengan definisi pemasaran yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu, kiranya perlu
ditelaah beberapa konsep-konsep inti/dasar dan pemasaran. Gambar berikut menunjukkan konsep-
konsep inti pemasaran serta hubungannya satu sama lain.

Kebutuhan

Konsep utama yang paling mendasari pemasaran adalah kebutuhan manusia.Kebutuhan adalah suatu
keadaan yang dirasakan tidak ada dalam diri seseorang. Manusia memiliki kebutuhan yang kompleks dan
bertingkat seperti yang dikemukakan oleh Abraham Maslow yaitu; kebutuhan fisik, keamanan dan
keselamatan, sosial, penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.

Keinginan

Keinginan merupakan kebutuhan manusia yang dihentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Akibat
perbedaan corak budaya yang beraneka ragam maka keinginan seseorang akan dipengaruhi oleh
lingkungan sosial budayanya. Keinginan manusia bersifat tak terhatas, sedangkan sumber-sumber untuk
memenuhi keingian tersebut bersifat terbatas. Permasalahannya bagaimana manusia mengatasi atau
menyesuaikan keinginan yang tak terbatas tersebut dengan sumberdaya yang tersedia.

Permintaan

Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli. Jika tidak didukung daya beli keinginan akan
tetap hanya herupa angan-angan saja. Keinginan manusia yang sifatnya tidak terbatas tidak semuanya
bisa diwujudkan menjadi permintaan, oleh karena itu ia harus menyesuaikan din dengan daya beli dan
sumber daya yang tersedia.

Produk

Pada umumnya produk dibedakan atas produk yang berupa barang (berwujud) dan berupa jasa (tak
berwujud), dan sarana lain yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Kata produk ini
juga sering juga distilahkan dengan pemuas, sumber daya, dan tawaran. Konsumen mempunyai
kecenderungan memilih produk yang manfaatnya sama dengan produk sejenis tetapi dengan harga yang
lebih murah atau harga yang sama tetapi kualitas yang lebih baik.

Nilai dan Kepuasan

Konsep yang menuntun konsumen untuk memilih produk mana yang akan Ia pilih diantara berbagai
produk yang ditawarkan adalah nilai (pelanggan). Konsumen pada umumnya akan memilih suatu produk
yang memberikan manfaat terbesar dengan biaya yang minimal atau terjangkau.

Transaksi
Transaksi adalah perdagangan nilai antara antara dua pihak. Transaksi merupakan satuan ukuran dan
pertukaran. Salah satu bentuk satuan ukuran tersebut adalah uang, tetapi tidak semua transaksi
melibatkan uang. Kadang-kadang transaksi terjadi antara barang dengan barang (misalnya antara
pesawat terbang produk IPTN dengan mobil sedan Proton Saga dan Malaysia), atau antara barang
dengan jasa (misalnya jasa seorang dokter di daerah pedesaan yang ditukar dengan seekor ayam.

Hubungan

Pemasaran yang baik bekerja tidak saja untuk mempertukarkan produknya semata, tetapi secara jangka
panjang mampu membina hubungan dengan pelanggan, distributor, dealer, atau pemasok. Masa
sekarang pemasaran cenderung berubah dari usaha memaksimumkan laba atas tiap transaksi individual
ke memaksimumkan hubungan yang saling menguntungkan dengan pelanggan atau pihak-pihak lainnya.
Salah satu upaya kongkrit dan konsep ini misalnya dibentuknya bagian humas atau public relation di
lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta

Pasar

Pasar terdiri dan semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau
dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tersebut.

Pemasaran

Pemasaran adalah proses sosial atau manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan
dn keinginan mereka dengan menciptakan penawaran produk yang bernilai satu sama lain.

C. Perkembangan Falsafah Manajemen

Sesuai dengan perkembangannya dan waktu ke waktu terdapat lima konsep pemasaran yang mendasari
cara organisasi melakukan kegiatan pemasarannya. Adapun perkembangan konsep-konsep tersebut dari
awal hingga sekarang akan diuraikan berikut ini:

Keterangan :

1. Konsep produksi: adalah anggapan pemasar yang berorientasi pada proses produksi, bahwa
konsumen akan akan membeli produk dengan harga murah. Konsep produksi memfokuskan denagn
menekan biaya produksi. Dengan kata lain, harga murah adalah dasar pertimbanagn utama pembelian.

2. Konsep produk: adalah anggapan bahwa konsumen akan lebih menyukai produk-produk yang
berkualitas. Maka perusahaan akan meningkatkan pengembangan produk.

3. Konsep penjualan: anggapan pemasar yang berorientasi pada tingkat penjualan, bahwa konsumen
perlu dipengaruhi agar mendapatkan keuntungan yang maksimal. Dalam hal ini, marketing harus
meningkatkan promosi yang intensif agar mampu mempengaruhi konsumen.
4. Konsep pemasaran: anggapan pemasar akan berorientasi kepada pelanggan eksternal, bahwa
konsumen akan membeli produk yang mampu memenuhi kebutuhannya saja. Perusahaan akn lebih
memfokuskan untuk memenuhi kepuasan pelanggan, maka jika konsumen merasa puas terhadap produk
kebutuhannya, mereka akan membeli pembelian ulang terhadap produk tersebut.

5. Konsep sosial: adalah anggapan pemasar hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu
memenuhi kesejahteraan lingkungan sosial konsumen. Dalam hal ini, konsep sosial dan pemasaran
sama-sama mencari kepuasan pelanggan agar konsumen akan membeli ulang produk tersebut.

6. Konsep pasar: adalah anggapan berorientasi kepada pelanggan dan pesaing-pesaing perusahaan.
Maka produsen harus mengungguli pasar pesaing untuk merebut dan mempertahankan kepuasan
pelanggan.

BAB III

PEMBAHASAN

A. Analisis Lingkungan Pemasaran

1. Lingkungan Eksternal

Pada umumnya, lingkungan eksternal dipandang sebagai hal yang tidak dapatdikendalikan oleh
wiraswastawan. Akan tetapi, dalam pembuatan rencana pemasaran wiraswastawan hendaknya
menyadari perubahan pada bidang-bidang berikut.

· Lingkungan Perekonomian

Wiraswastawan harus mempert imbangkan perubahan dalam GNP (pendapatan nasional bruto),
pengangguran menurut daerah geografis, pendapatan siap konsumsi, dan lain-lain.

· Lingkungan Kebudayaan

Evaluasi perubahan kebudayaan mungkin mempertimbangkan pergeseran pada populasi menurut


demografi (contohnya, dampak ledakan penduduk atau pertumbuhan para manula dalam komposisi
penduduk), perubahan sikap (seperti cintailah produk buatan dalam negeri), kecenderungan dalam
kecelakaan kerja, tuntutan upah minimum, kesehatan, dan nutrisi. Semuanya mungkin mempunyai
implementasi perencanaan. Pada beberapa kasus, ketersediaan para ahli tertentu mungkin tidak bisa
dikendalikan (misalnya kelangkaan tipe manajer teknis). Wiraswastawan harus membangun tim
manajemen efektif dan memberikan tanggung jawab kepada mereka untuk mengimplementasikan
rencana pemasaran.

· Lingkungan Teknologi

Kemajuan teknologi sulit diprediksi. Akan tetapi, wiraswastawan hendaknya mempertimbangkan


perkembangan teknologi potensial yang ditentukan dari sumber daya yang terlibat dalam industri besar
atau pemerintah.Berada di pasar yang berubah dengan cepat karena perkembangan teknologi akan
menuntut wiraswastawan untuk membuat keputusan pemasaran jangka pendek secara hati-hati
maupun bersiap-siap dengan rencana kontingensi bagi perubahan teknologi tertentu yang mungkin
mempengaruhi produk atau jasanya.

· Lingkungan Permintaan Konsumen

Sebagian besar produk mengikuti daur hidup. Selama berbagai tahap dari daur hidup, pertumbuhan
permintaan, penurunan, atau stabilisasi mungkin bisa terjadi. Perencanaan pasar akan mempersiapkan
wiraswastawan terhadap adanya perubahan tersebut dan memberikan cara persiapan terhadap
perubahan permintaan yang memerlukan tindakan tertentu pada produk/jasa, saluran distribusi, harga
atau promosi. Penting juga mengetahui daur hidup potensial dari produk/jasa tertentu. Informasi ini
akan membantu keputusan perencanaan pasar maupun keputusan pengembangan produk bagi
wiraswastawan.

· Lingkungan hukum

Terdapat banyak per soa lan hukum da lam memula i us aha baru. Wiraswastawan hendaknya bersiap-
siap dengan adanya perubahan peraturan hukum dari pemerintah yang mungkin akan mempengaruhi
produk/jasa, saluran distribusi, strategi promosi atau harga, hambatan pada periklanan media (larangan
minuman keras, iklan rokok, dan lain-lain) dan peraturan keamanan produk yang mempengaruhi produk
dan kemasan adalah contoh yang bisa mempengaruhi program pemasaran.

· Lingkungan Persaingan

Sebagian besar wiraswastawan umumnya menghadapi ancaman potensial dari perusahaan yang lebih
besar. Wiraswastawan harus bersiap-siap dengan ancaman tersebut dan hendaknya membuat rencana
pemasaran yang menguraikan strategi paling efektif dalam lingkungan persaingan.

· Lingkungan Bahan Mentah

Juga cukup sulit untuk meramalkan kekurangan bahan mentah. Adalah gagasan baik bagi wiraswastawan
untuk membentuk hubungan kuat dengan pemasok dan sensitif terhadap ancaman adanya kelangkaan
bahan mentah. Jika terdapat kelangkaan bahan mentah, wiraswastawan harus membuat perencanaan
sumber alternatif dari bahan mentah tersebut. Banyak usaha pemula berakhir karena kelangkaan bahan
mentah. Mungkin sangat sulit mendapatkan sumber alternatif yang mapan. Akan tetapi, kesadaran akan
resiko akan menyelamatkan wiraswastawan dalam mempertahankan usahanya dan memungkinkan
mereka mendiversifikasi usahanya atau menutup usaha sebelum mengalami kerugian besar.

2. Lingkungan Internal Faktor internal merupakan variabel di mana wiraswastawan mempunyai suatu
kendali atas variabel tersebut.

· Sumber daya finansial

Rencana finansial hendaknya menguraikan kebutuhan finansial dari usaha baru tersebut.

· Manajemen

Sangat penting bagi suatu organisasi untuk memberikan tanggung jawab 5 dampak dalam perencanaan
pasar dari wiraswastawan.

· Pemasok

Pemasok yang digunakan umumnya didasarkan pada sejumlah faktor, seperti harga, waktu penyerahan,
kualitas, bantuan manajemen, dan lain-lain. Pada beberapa kasus, di mana bahan mentah langka atau
hanya ada beberapa pemasok bahan mentah atau suku cadang tertentu, wiraswastawan mempunyai
kendali yang kecil atas keputusan. Karena harga pasokan, waktu penyerahan, dan lain-lain mempunyai
dampak pada banyak keputusan pemasaran, penting sekali memasukkan faktor-faktor tersebut dalam
rencana pemasaran.

· Sasaran dan Tujuan

Setiap usaha baru hendaknya menetapkan sasaran dan tujuan yang akan menuntun perusahaan melalui
pembuatan keputusan jangka panjang. Tujuan atau sasaran tersebut berisi pernyataan yang melibatkan
manajemen dan program pemasaran pada arah yang terbatas. Sasaran atau tujuan tersebut mudah
mengalami perubahan oleh wiraswastawan dan dianggap bisa dikendalikan. Akan tetapi, harus
dipahami bahwa tujuan dan sasaran adalah berarti garis pedoman jangka panjang dan perubahan
konstan akan menunjukkan ketidakstabilan dan ketidakamanan bagian manajemen.

B. Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem
pemasaran perusahan.

Meliputi :

· Produk
Suatu sifat yang komplek baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga,
prestasi perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima pembeli untuk
memuaskan keinginan atau kebutuhan.

· Saluran Distribusi

Saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan dari produsen ke konsumen atau pemebeli
industri.

· Harga

Sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapakan sejumlah kombinasi dari barang beserta
pelayanannya.

· Promosi

Arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi
kepada tindakan untuk melakukan pertukaran/pembelian.

C. Bauran Komunikasi Pemasaran

1. Periklanan

Semua bentuk penyajian dan promosi non personal atas ide , barang atau jasa oleh perusahaan.

2. Promosi penjualan Berbagai intensif jangka pendek untuk mendorong keinginan mencoba atau
membeli suatu produk atau jasa.

3. Hubungan masyarakat dan publisitas Berbagai program untuk mempromosikan dan atau melindungi
citra perusahaan untuk masing-masing produknya.

4. Penjualan pribadi Interaksi langsung dengan satu calon pembeli atau lebih guna melakukan
presentasi, menjawab pertanyaan dan menerima pesan.

5. Pemasaran langsung Penggunaan surat, faximil, e-mail, dan alat penghubung non personal lain untuk
berkomunikasi secara langsung dengan atau mendapatkan tanggapan langsung dari pelanggan dan calon
pelanggan tertentu.

BAB IV

MASALAH DAN SOLUSI


Dalam Usaha kecil merupakan kegiatan ekonomi yang mendominasi lebih dari 95 % struktur
perekonomian Indonesia. Sektor ini memiliki peran yang strategis baik secara ekonomi maupun social
politis. Fungsi ekonomi sector ini antara lain menyediakan barang dan jasa bagi konsumen berdaya beli
rendah sampai sedang; menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi serta kontributif dalam
perolehan devisa Negara. Permasalahan mendasar yang sering dihadapi pemilikUsaha Kecil adalah
lemahnya penetrasi pasar dan kurang luasnya jangkauan wilayah pemasaran. Karena itu untuk
memajukan usaha kecil yang memiliki daya saing yang kuat adalah dengan membangun strategi
pemasaran yang baik dan tepat sasaran. Pemasaran merupakan upaya mengatur strategi dan cara agar
konsumen mau mengeluarkan uang yang mereka miliki untuk menggunakan produk atau jasa yang
dimiliki sebuah perusahaan, dalam hal ini usaha kecil dan menengah. Dengan strategi pemasaran yang
baik posisi usaha kecil dan menengah menjadi kuat dan patut diperhitungkan dalam kegiatan ekonomi
nasional yang akhirnya membawa keuntungan bagi usaha tersebut. Strategi pemasaran berkaitan
dengan bagaimana cara meyakinkan pembeli/pelanggan terhadap produk yang akan dijual.Untuk dapat
meyakinkan pembeli si penjual harus memiliki keyakinan bahwa produk yang dijual memang patut dibeli.
Karena itu perlu dipertimbangkan beberapa aspek dalam menentukan strategi pemasaran yang akan
dijalankan.