Anda di halaman 1dari 33

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-
Nya maka penulis dapat mengikuti kegiatan pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil
Golongan II Gelombang IV Angkatan XIII dapat menyusun rancangan aktualisasi nilai-nilai
dasar Pegawai Negeri Sipil tepat pada waktunya. Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar
Pegawai Negeri Sipil dibuat dengan maksud untuk merancang kegiatan-kegiatan yang akan di
aktualisasikan berdasarkan materi nilai-nilai dasar yang telah dipelajari selama pelatihan on-
campus.

Rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar PNS ini memuat kegiatan-kegiatan yang rencananya
akan dilaksanakan di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Labuhan Deli selama pelatihan
dasar off-campus.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terimakasih yang setulusnya kepada:
1. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Utara
2. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara.
3. Bapak Nimrot Sihotang, Amd. IP.SH.MH selaku Kepala Rumah Tahanan Negara
Kelas II B Labuhan Deli
4. Panitia Pelaksana Pelatihan Dasar Golongan II Gelombang IV Angkatan XIII Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara
5. Widyaiswara Pelatihan Dasar Golongan II Gelombang IV Angkatan XIII Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sumatera Utara
6. Bapak WASITO M.Si selaku coach dan Widyaiswara
yang telah banyak memberi arahan, bimbingan dan masukan dalam proses
penyusunan rancangan
aktualisasi ini
7. Seluruh peserta pelatihan nilai-nilai dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II
Gelombang IV Angkatan XIII.
Rancangan aktualisasi ini masih jauh dari sempurna dan mengharapkan kritik dan
saran yang membangun ASN yang memiliki dan mengimplementasikan nilai-nilai dasar
ASN yaitu: Akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.
Semoga rancangan aktualisasi ini dapat bermanfaat bagi kita.

Medan, 07 Juli 2018


Peserta Diklat

Erwin Saputra Siboro

1
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI PELATIHAN DASAR CPNS
DI RUMAH TAHANAN KLAS II B LABUHAN DELI

NAMA : ERWIN SAPUTRA SIBORO

NIP : 199804272017121010

PANGKAT/GOL : PENGATUR MUDA / II A

JABATAN : PENJAGA TAHANAN

INSTANSI : RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS IIB LABUHAN


DELI
GELOMBANG/ANGKATAN : IV / 13

Telahdiseminarkanpadahari Sabtu, 07 Juli 2018 di hadapan CoachdanPenguji di


BadanPengembangan Sumber Daya ManusiaProvinsi Sumatera Utara.

Medan, 07 Juli2018

Coach, Peserta Diklat,

WASITO S.Sos,M.Si ERWIN S SIBORO

PEMBINA TINGKAT I / IV B PENGATUR MUDA / II A


NIP.196604041986021001 NIP. 199804272017121010

Mengetahui :
a.n Kepala Kantor Wilayah
Kementerian Hukum dan HAM RI
Sekretaris Pelatihan Dasar CPNS Gol II-III T.A 2018

ALEX COSNAS PINEM, S.H, M.Si


NIP. 196807011993031001

2
DAFTAR ISI

BAB I. ...................................................................................................... Error! Bookmark not defined.


PENDAHULUAN .................................................................................... Error! Bookmark not defined.

1.1. Latar Belakang ......................................................................... Error! Bookmark not defined.


1.2. Deskripsi Singkat .................................................................... Error! Bookmark not defined.
1.3. Permasalahan ........................................................................... Error! Bookmark not defined.

BAB II ...................................................................................................... Error! Bookmark not defined.


IDENTIFIKASI DAN ANALISIS MASALAH ...................................... Error! Bookmark not defined.

2.1. Identikasi Isu ............................................................................ Error! Bookmark not defined.


2.2. Analisis Isu dan Dampaknya ........................................................ Error! Bookmark not defined.
2.3. Penetapan Isu................................................................................ Error! Bookmark not defined.
2.3. Penetapan Gagasan Kegiatan ....................................................... Error! Bookmark not defined.

BAB III ..................................................................................................... Error! Bookmark not defined.


RANCANGAN AKTULISASI ................................................................ Error! Bookmark not defined.

3.1. Nilai-Nilai Dasar PNS ................................................................... Error! Bookmark not defined.


3.2. Keddudukan dan peran PNS dalam NKRI .................................... Error! Bookmark not defined.
3.2. Rancangan Aktualisasi .................................................................. Error! Bookmark not defined.

DAFTAR PUSTAKA............................................................................... Error! Bookmark not defined.

3
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam rangka pelaksanaan cita-cita bangsa dan mewujudkan tujuan negara


sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945 perlunya dibangun karakter aparatur sipil negara yang memiliki
integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
kolusi, dan nepotisme, serta mampu menyelenggarakan pelayanan publik bagi masyarakat
dan mampu menjalankan peran sebagai unsur perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Maka,
dibentuklah UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Menurut Undang-Undang No.43 Tahun 1999 tentang pokok-pokok kepegawaian, yang


dimaksud dengan Pegawai Negeri Sipil adalah mereka atau seseorang yang telah memenuhi
syarat-syarat yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, diangkat
oleh pejabat yang berwenang dan diberikan tugas dalam jabatan negeri atau disertai tugas-
tugas negeri lainnya yang ditetapkan berdasarkan suatu peraturan perundang-undangan
serta digaji menurut peraturan yang berlaku. Aparatur Sipil Negara dibutuhkan dalam
mengelola keanekaragaman yang melimpah tersebut, sehingga harus memiliki sikap yang
profesional, integritas, netral, dan bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi,
kolusi dan nepotisme.

Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai Negeri Sipil dan pegawai
pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah, pengertian
tersebut sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2014. Pegawai ASN melaksanakan kebijakan publik
yang dibuat oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai degan ketentuan peraturan perundang-
undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional, berkualitas, dan mempererat
persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pembentukan ASN yang profesional diawali dengan Pendidikan dan Pelatihan Jabatan
Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ditegaskan dalam Peraturan Kepala LAN Nomor24 Tahun
2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri sipil untuk
membentuk PNS yang profesional yaitu karakternya dibentuk oleh nilai-nilai dasar profesi
PNS sehingga mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai pelayan
publik.
4
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan
Jabatan Pegawai Negeri Sipil (PNS), ditetapkan bahwa salah satu jenis Diklat yang strategis
untuk mewujudkan PNS sebagai bagian dari ASN menjadi profesional seperti tersebut di atas
adalah Diklat Latihan Dasar CPNS. Diklat ini dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-
nilai dasar profesi PNS. Kompetensi inilah yang kemudian berperan dalam membentuk
karakter PNS yang kuat, yaitu PNS yang mampu bersikap dan bertindak profesional dalam
melayani masyarakat.

Untuk membentuk PNS profesional, dibutuhkan pembaharuan atas pola


penyelenggaraan diklat yang ada saat ini dan yang didukung oleh semua pihak. Praktik
penyelenggaraan Diklat Latihan Dasar CPNS dengan pola pembelajaran klasikal yang
didominasi dengan metode ceramah, menunjukkan bahwa tidak mudah untuk membentuk
nilai-nilai dasar profesi PNS, terutama proses internalisasi pada diri masing-masing peserta.
Salah satu bentuk penugasan dalam Diklat Pelatihan Dasar ini adalah menyusun
dokumen atau rancangan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN yang terdapat pada
beberapa kegiatan yang dilaksanakan di tempat kerja masing-masing . Pelaksanaan kegiatan
ini bertujuan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi ASN, yaitu akuntabilitas,
nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi. Kelima nilai dasar profesi ASN
tersebut sebelumnya dipelajari dan dipahami oleh para peserta Diklat Latihan Dasar CPNS
melalui proses pembelajaran dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi
Sumatera Utara.
Berdasarkan uraian di atas, penulis saat ini ditempatkan sebagai Penjaga Tahanan di
Rumah Tahanan Klas IIB Labuhan Deli akan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi
ASN berdasarkan kegiatan yang sudah direncanakan sesuai tugas pokok dan tugas.

1.2 Deskripsi Singkat

1.2.1 Profil Rutan Klas IIB Labuhan Deli


Bangunan gedung Rumah Tahanan Klas IIb Labuhan Deli merupakan peninggalan
Belanda yang dibangun tahun ± 1887. Setelah Kemerdekaan Republik Indonesia diberi nama
menjadi Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Deli, pada tahun 1991 berubah nama menjadi
Cabang Rumah Tahanan Negara Lubuk Pakam di Labuhan Deli selanjutnya pada tahun 2003
berubah kembali menjadi Rumah Tahanan Negara Klas IIb Labuhan Deli sampai saat ini.
Alamat Rumah Tahanan Klas IIB Labuhan Deli di Jln. Titi Pahlawan SD 34/35
Labuhan Deli Kec. Medan Labuhan ( 20251). Rumah Tahanan Klas IIB Labuhan Deli

5
dibangun dengan Lahan seluas 6.650 m2. Ada batasan-batasan Rumah Tahanan Klas IIB
Labuhan Deli yaitu :
 Sebelah Utara : Jln. Titi Pahlawan
 Sebelah Selatan : Perumahan Penduduk
 Sebelah Barat : Sungai Deli
 Sebelah Timur : Kantor Cabang Pengadilan Lubuk Pakam di Labuhan Deli

1.2.2 Visi Rutan Klas IIB Labuhan Deli

Dalam Undang - Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan


Pembangunan Nasional disebutkan bahwa visi adalah rumusan umum mengenai keadaan
yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Visi merupakan kondisi yang inspirasional
sehingga mendorong harapan dan impian, memfokuskan kepada masa depan lebih baik serta
menyatakan hasil – hasil yang positif.
Visi Rutan Klas II B Labuhan Deli adalah Terwujudnya Rumah Tahanan Negara Klas
II B Labuhan Deli yang unggul dalam perawatan tahanan, prima dalam pelayanan dan
tangguh dalam pengamanan.

1.2.3 Misi Rutan Klas IIB Labuhan Deli

Misi dari Rutan Klas II B Labuhan Deli adalah Melaksanakan pembinaan narapidana
dan perawatan tahanan dalam rangka penegakan hukum, pencegahan dan penaggulangan
kejahatan serta pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia dengan tujuan:
 Membentuk warga binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya,
menyadari kesalahan memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga
dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam
pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung
jawab.
 Memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan dirumah tahanan
negara,dan cabang rumah tahanan Negara dalam rangka memperlancar proses
penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan.
 Memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan / para pihak yang berpekara
serta keselamatan dan keamanan benda-benda yang disita untuk keperluan barang
bukti pada tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan

6
serta benda-benda yang dinyatakan dirampas untuk negara berdasarkan putusan
pengadilan.
 Terlayaninya kebutuhan warga binaan, masyarakat ( publik ), hak petugas dengan
cepat, tepat, mudah dan bertanggung jawab.
 Terbangunnya manajemen kepegawaian yang transparan, akuntabel, proporsional dan
profesional menuju pelayanan yang prima.
 Terlaksananya penegakan dan perlindungan hukum dan HAM dalam tugas
pemasyarakatan.
1.2.4 Nilai-Nilai Organisasi

Nilai dasar merupakan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh petugas dan yang
memandu petugas dalam memilih berbagai alternatif yang diperlukan untuk menuju
masa depan. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan telah menetapkan nilai-nilai dasar
yang dapat dijadikan sebagai pedoman oleh setiap petugas pemasyarakatan dalam
menetapkan keputusan berkaitan dengan upaya pencapaian visi dan misi Direktorat
Jenderal Pemasyarakatan. Niali-nilai dasar tersebut adalah sebagai berikut :
 Profesional
Aparatur Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah aparat yang bekerja
keras untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasan bidang tugasnya,
menjunjung tinggi etika dan integirtas profesi;
 Akuntabel
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dapat
dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau peraturan
yang berlaku;
 Sinergi
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang produktif
serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan untuk
menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat, dan berkualitas;
 Transparan
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjamin akses atau kebebasan bagi
setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan,
yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan pelaksanaannya
 Inovatif

7
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mendukung kreatifitas dan
mengembagkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelengaraan tugas dan fungsinya.
1.2.5 Struktur Organisasi

Rutan Klas IIB Labuhan Deli

8
1.2.6 Tugas dan Fungsi (Tupoksi)

Tupoksi merupakan tugas pokok dan fungsi yang ditetapkan Rumah Tahanan Negara
Kelas II B Labuhan Deli adalah sebagai berikut :
1. Membentuk warga binaan pemasyarakatan agar menjadi manusi seutuhnya, menyadari
kesalahan memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingg dapat diterima
kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat
hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab

2. Memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan yang ditahan dirumah tahanan
negara dan cabang rumah tahanan negara dalam rangka memperlancar proses penyidikan,
penuntutan dan pemeriksaan barang

3. Memberikan jaminan perlindungan hak asasi tahanan / para pihak yang berpekara serta
keselamatan dan keamanan benda-benda yang disita untuk keperluan barang bukti pada
tingkat penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan disidang pengadilan serta benda-benda
yang dinyatakan dirampas untuk negara berdasarkan putusan pengadilan

4. Terlayaninya kebutuhan warga binaan masyarakat (publik), hak petugas dengan cepat,
tepat, mudah dan tanggung jawab

5. Terbangunnya manajemen kepegawaian yang transparan, akuntabel, proporsional dan


profesiojal menuju pelayanan yang prima

6. Terlaksananya penegakan dan perlindungan hukum dan hak asasi manusia dalam tugas
pemasyarakatan

7. Terintegrasinya hidup dan penghidupan warga binaan yang sehat lahir batin dalam ranah
masyarakat sekarang maupun berikutnya, berkreasi dan aktif dalam hidup bermasyarakat

8. Terbangun potensi dan kompetensi sumber daya petugas secara optimal dan handal.

1.3 Permasalahan

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi di Rutan Klas IIB Labuhan Deli ada ditemukan
beberapa permasalahan yang dapat menghambat pekerjaan.Adapun beberapa permasalahan
tersebut adalah :

1. Kurangnya kesadaran kebersihan WBP di blok hunian dan kamar mandi


umum WBP.
2. Tidak teraturnya waktu tidur malam pada WBP.
3. Tidak tertibnya WBP saat pengambilan air minum dan jatah makan.

9
4. Maraknya penyakit gatal-gatal dan bisul pada WBP
5. Pengunjung yang masih membawa handphone dan berpakaian kurang sopan.
Oleh karena itu,rencana kerja dan strategi kerja di Rutan Klas IIB Labuhan Deli
diharapkan mampu menjadikan petugas yang lebih baik,berintegritas serta lebih bertanggung
jawab dalam melaksanakan tugas.

10
BAB II

IDENTIFIKASI ANALISIS MASALAH

2.1 Identifikasi Isu


Dalam menyelesaikan permasalahan ditempat kerja,tahap pertama yang dilakukan
adalah mengindentifikasi isu. Pengertian isu menurut Regester dan Larkin bahwa sebuah
isu mempersentasikan suatu kesejangan antara praktek koorporat dengan harapan harapan
para stake holdernya.Dengan kata lain,sebuah isu yang timbul kepermukaan adalah suatu
kondisi atau peristiwa ,baik di dalam maupun di luar organisasi ,yang jika di biarkan akan
menjadi efek yang signifikan pada fungsi atau kinerja organisasi tersebut di masa
mendatang.Isu bias meliputi masalah ,perubahan,peristiwa,situasi, kebijakan, atau nilai
yang tengah berlangsung dalam kehidupan masyarakat.
Penetapan kualitas isu sebaiknya menggunakan alat bantu penetapan kriteria kualitas
isu .Alat bantu penetapan kriteria isu adalah :
1. Actual artinya benar benar terjadi dan sedang hangat di bicarakan dalam masyarakat.
2. Kekhlayakan artinya isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problematic artinya isu memiliki dimensi masalah yang kompleks sehingga perlu di
carikan segera solusinya.
4. Kelayakan artinya yang masuk akal dan realistis serta relevan untuk di munculkan
inisiatif pemecahaan masalahnya.
Alat bantu lainnya dengan menggunakan kriteria analisis USG dengan menetapkan
rentang penilaian (1-5) dari mulai sangat USG atau tidak sangat USG.
1. Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu harus di bahas,dianalisis dan
ditindaklanjuti.
2. Seriousness artinya seberapa serius suatu isu harus di bahas dikaitkan dengan akibat
yang ditimbulkannya.
3. Growth yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak
ditangani segera.
Setelah menentukan isu ,maka langkah selanjutnya adalah merumuskan isu.
Berdasakan permasalahan-permasalahan sebagaimana yang telah diuraikan pada bab
sebelumnya telah dilakukan pengidentifikasian isu yang akan diangkat di dalam
rancangan aktualisasi ini, antar lain :
1. Kurangnya kesadaran kebersihan WBP di blok hunian dan kamar mandi
umum WBP.

11
2. Tidak teraturnya waktu tidur malam pada WBP.
3. Tidak tertibnya WBP saat pengambilan air minum dan jatah makan.
4. Maraknya penyakit gatal-gatal dan bisul pada WBP.
5. Pengunjung yang masih membawa handphone dan berpakaian kurang sopan.

2.2 Analisis Isu dan Dampaknya


Dari beberapa isu yang diangkat akan dilakukan analisis. Adapun analisis isu dan
dampak yang dapat disajikan dalam penulisan rancangan aktualisasi ini adalah :

Tabel 2.2.1. Dampak Isu


No Permasalahan Dampak
Kurangnya kesadaran WBP untuk
Kurangnya kesadaran kebersihan
menjaga kebersihan dan kesehatan di
1 WBP di blok hunian dan kamar
blok hunian dan kamar mandi umum
mandi umum WBP.
WBP.
Masih banyak WBP yang melakukan
Tidak teraturnya waktu tidur malam aktivitas dan keributan di jam tidur
2
pada WBP. yang mengganggu waktu beristirahat
WBP lain.
Kerakusan WBP pada saat
Tidak tertibnya WBP saat pengambilan air minum dan jatah
3 pengambilan air minum dan jatah makan,sehingga sebagian WBP
makan. kekurangan jatah makan dan
menimbulkan keributan.
Kurangnya kesadaran WBP untuk
Maraknya penyakit gatal-gatal dan
saling menjaga kebersihan,sehingga
4 bisul pada WBP.
penyakit menular pada WBP yang
lain.
Masih banyak pengunjung yang
Pengunjung yang masih membawa
membawa handphone ke dalam
5 handphone dan berpakaian kurang
Rutan dengan cara memasukkan
sopan.
handphone ke dalam nasi bungkus.

12
2.3 Penetapan Isu
Dari beberapa isu yang telah dijelaskan sebelumnya akan ditetapkan isu berdasarkan
skala prioritas dengan tekhnik USG (Urgensi, Seriousness, Growth) dan skala likert
sebagaimana yang tercantum pada didalam table berikut :

Tabel 2.3.1. Penetapan Isu


No Permaslahan U S G Total
Kurangnya kesadaran kebersihan
1 WBP di blok hunian dan kamar 5 5 5 15
mandi umum WBP.
Tidak teraturnya waktu tidur malam
2 3 3 2 8
pada WBP.
Tidak tertibnya WBP saat
3 pengambilan air minum dan jatah 4 4 4 12
makan.
Maraknya penyakit gatal-gatal dan
4 bisul pada WBP. 4 4 4 12

Pengunjung yang masih membawa


5 handphone dan berpakaian kurang 4 4 4 12
sopan.

Keterangan :
 U (Urgensi) : Seberapa mendesak isu perlu dibahas dikaitkan dengan waktu.
 S (Seriousness) : Seberapa besar isu perlu dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan (masalah lain).
 G (Growth) : Seberapa besar isu tersebut berkembang jika dibiarkan.
Skala USG : 1 – 5 (skala likert)
5 = Sangat Besar/Sangat Tinggi
4 = Besar/Tinggi
3 = Sedang/Cukup
2 = Kecil/Rendah
1 = Sangat Kecil/Sangat Rendah

13
Berdasarkan tekhnik USG yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan isu yang
akan diangkat didalam rancangan aktualisasi ini adalah :
1. Kurangnya kesadaran kebersihan WBP di blok hunian dan kamar mandi umum WBP.
2. Tidak tertibnya WBP saat pengambilan jatah air panas dan makan.
3. Pengunjung yang masih membawa handphone dan berpakaian kurang sopan.
4. Maraknya penyakit gatal-gatal dan bisul pada WBP.

2.4 Penetapan Gagasan Kegiatan


Dari isu yang telah ditetapkan sebagaimana mana maksud diatas,akan di tetapkan
gagasan kegiatan dalam memberikan solusi terhadap isu yang telah di tetapkan .Adapun
gagasan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Pemecahan isu Kurangnya kesadaran kebersihan WBP di blok hunian dan
kamar mandi umum WBP.:
 Membuat jadwal kebersihan kamar hunianWBP
 Melaksanakan peningkatan pengawasan Kebersihan Blok hunian dan saluran
pembuangan air.
 Membuat dan mengawasi jadwal kebersihan bak mandi umum.
 Mensosialisasikan dan mengawasi WBP untuk tidak meletakkan barang milik
WBP di pentilasi udara.
2. Pemecahan isu Tidak tertibnya WBP saat pengambilan air minum dan jatah
makan :
 Membuat jadwal bagi WBP yang mengambil air minum dan jatah makan.
 Mengawasi pembagian jatah makan WBP
3. Pemecahan isu Pengunjung yang masih membawa handphone dan berpakaian
kurang sopan.
 Membuat papan pengumuman peraturan pengunjung.
 Membatasi barang bawaan pengunjung yang berlebihan.

14
BAB III
RANCANGAN AKTUALISASI

3.1 Nilai Dasar ASN


Aparatur Sipil Negara (ASN) pada saati ini dituntut untuk mampu bekerja
secara profesional, yaitu mampu memenuhi standar kompetensi jabatannya sehingga dalam
melaksanakan tugas jabatannya mampu bertindak secara efektif dan efisien. Standar
kompetensi yang harus dipenuhi meliputi aktualisasi nilai-nilai dasar profesi ASN itu sendiri,
yakni akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi.

A. AKUNTABILITAS

1. Pengertian Akuntabilitas
Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok atau institusi untuk
memenuhi tanggung jawab yang menjadi amanahnya. Amanah seorng ASN adalah menjamin
terwujudnya nilai-nilsi public tersebut dalah :
a. Mampu mengambil pilihan ang tepat dan benar ketika terjadi konflik kepentingan,
antara kepentingan public dengan kepentingan sector, kelompok, dan pribadi.
b. Memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menghindari dan mencegah keterlibatan
ASN dalam politik praktis.
c. Memeperlakukan warga secara sama dan adil dalam penyelenggaraan pemerintahan
dan pelayanan publik.
d. Menunjukkan sikap dan perilaku yang konsisten dan dapat diandalkan sebagai
penyelenggara pemerintahan.

2. Aspek Akuntabilitas
Terdapat 5 (lima) aspek penting dalam akuntabilitas yaitu, Akuntabilitas adalah
hubungan, Akuntabilitas berorientasi pada hasil, Akuntabilitas membutuhkan adanya laporan,
Akuntabilitas memerlukan konsekuensi dan Akuntabilitas memperbaiki kinerja.

3. Pentingnya Akuntabilitas
Akuntabilitas memiliki 3 (tiga) fungsi utama yaitu : control demokrasi , mencegah
korupsi dan penyalahgunaan wewenang , untuk menungkatkan efisiensi dan efektifitas.

15
4. Tingakatan akuntabilitas
Akuntabilitas memiliki 5 tingkatan yang berbeda yaitu : akuntabilitas personal,
akuntabilitas individu, akuntabilitas kelompok, akuntabilitas organisasi dan akuntabilitas
stakeholder.

3. Mekanisme Akuntabilitas
1. Mekanisme Akuntabilitas Birokrasi Indonesia
Di Indonesia alat akuntabilitas alat akuntabilitas antara lain adalah : perencanaan
strategis, kontrak kinerja , laporan kinerja.
2. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Akuntabel adalah : Kepemimpinan,
Transparansi , integritas , tanggungjawab, keadilan, kepercayaan, keseimbangan,
kejelasan, dan konsistensi.
3. Frame Work Akuntabilitas
Berikut adalah 5 langkah dalam membuat Frame work Akuntabilitas :
Menentukan tujuan, melakukan perencanaan, pelaksanaan, memberikan laporan
dan melakukan evaluasi.

B. Nasionalisme
Fungsi ASN sebagai perekat dan pemersatu bangsa dan Negara yaitu setiap pegawai
ASN harus memiliki jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan yang kuat, memiliki
kesadaran sebagai penjaga kedaulatan Negara, menjadi perekat bangsa dan mengupayakan
situasi damai di seluruh wilayah Indonesia, dan menjaga keutuhan NKRI.
Maka Indikator Nasionalisme yang harus dimiliki aparatur sipil Negara adalah,
sebagai berikut :
a. Berwawasan Kebangsaan yang Kuat
b. Memahami pluralitas
c. Berorientasi kepublikan yang kuat
d. Mementingkan kepentingan nasional di atas segalanya

C. Etika Publik
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar norma , yang menentukan baik buruk,
benar salah perilaku , tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan public dalam
rangka menjalankan tanggung jawab pelayan publik. Adapun Indikator etika publik adalah:

16
1. Memahami kode Etik dan perilaku pejabat public:
a. adalah aturan – aturan yang mengatur kelompok dalam bentuk ketentuan –
ketentuan tertulis.
b. Dimensi Etika Publik Terdiri dari: dimensi pelayan kualitas public, dimensi
modalitas dan dimensi tindakan integritas publik.
2. Memahami bentuk – bentuk kode etik dan implikasinya sehingga ASN
memiliki pemahaman tentang :
a. Pentingnya Etika dalam pelayanan public
b. Penggunaan kekuasaan legimitasi kebijakan
c. Konflik kepentingan
d. Sumber – sumber kode etik bagi ASN
e. Implikasi kode etik dalam pelayanan public
3. Mampu Mengaktualisasikan nilai – nilai etika bukan hanya posisinya sebagai ASN tetapi
juga sebagai warga Negara.
D. Komitmen Mutu
Komitmen mutu mengacu kepada ukuran baik buruk yang dipersepikan oleh individu
terhadap nilai suatu produk atau pun jasa. Dalam peyelenggaraan pemerintahan, mutu sering
dikaitkan dengan pelayanan kepada masyarakat. Adapun indicator komitmen mutu dapat di :
a. Mampu memahai tindakan yang menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja
brorienasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
b. Mununjukkan sikap perilaku kinerja kreatif dan inovatif yang berorientasi mtu dalam
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.
c. Mengaktualisasi komitmen mutu dalam menjalankan tugas ASN.
E. Anti Korupsi
Menanamkan sikap sadar anti korupsi merupakan salah satu cara untuk menjauhkan
diri kita dari korupsi. Salah satu cara menanamkan sikap anti korupsi adalah menanamkan
nilai intregritas jujur, mandiri, adil, kerja keras, peduli, tanggung jawab, disiplin,
sederhana,dan berani. Indikator anti korupsi adalah :
a. Menyadari damapak perilaku dan tindak pidana korupsi bagi kehidupan diri pribadi,
keluarga, masyarakat, dan bangsa.
b. Mampu menjelaskan cara-cara menghindari perilaku dan tindak pidana korupsi.
c. Menjelaskan pembangunan system intregritas untuk mencegah terjadinya korupsi
dilingkungannya ( kesediaan, isentifiksi dan internalisasi)

17
d. Mengaktualisasikan nilai dasar anti korupsi bagi kehidupan diri pribadi, keluarga,
masyarakat, dan bangsa.

3.2 Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI

Kedudukan dan peranan Pegawai Negeri Sipil sangatlah penting dalam penyelenggaraan
kegiatan pemerintahan hal ini disebabkan karena pegawai negeri merupakan unsur utama
sumber daya manusia yang menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan.
menyadari pentingnya peranan peagawai negeri tersebut pemerintah telah banyak melakukan
kegiatan untuk memberdayakan pegawai negeri sehingga memiliki kemampuan dan kinerja
yang optimal dalam upaya pencapaian tujuan nasional. Berlakunya Undang-Undang No 43
Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian yang dalam penjelasannya menyatakan
bahwa kelancaran penyelenggaraan tugas pemerintahan sangat tergantung pada
kesempurnaan apartur negara khususnya pegawai negeri.1 Oleh sebab itu maka sumber daya
manusia yang ada dalam suatu instansi khususnya instansi pemerintahan perlu dikelola secara
profesional agar terwujud keseimbangan antara kebutuhan dengan tuntutan. Keseimbangan
tersebut merupakan kunci utama instansi agar dapat berkembang suatu budaya organisasi
yang baik.

1. Whole Of Government (WOG)


Whole of Government adalah sebuah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan
yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif pemerintahan dari keseluruhan sektor
dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna mencapai tujuan-tujuan
pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik. WoG juga
dikenal sebagai pendekatan interagency, yaitu pendekatan yang melibatkan sejumlah
kelembagaan yang terkait dengan urusan-urusan yang relevan.

Pada dasarnya pendekatan WoG mencoba menjawab pertanyaan klasik mengenai


koordinasi yang sulit terjadi di antara sektor atau kelembagaan sebagai akibat dari
adanya fragmentasi sektor maupun eskalasi regulasi di tingkat sektor, sehingga WoG

18
sering kali dipandang sebagai perspektif baru dalam menerapkan dan memahami
koordinasi antar sektor.

Pendekatan WoG dapat beroperasi dalam tataran kelembagaan nasional maupun


daerah. Penataan kelembagaan menjadi sebuah keharusan ketika pendekatan ini
diperkenalkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Whole of Government (WoG) adalah:

1) Faktor Eksternal

Seperti dorongan publik dalam mewujudkan integrasi kebijakan, program


pembangunan dan pelayanan agar tercipta penyelenggaraan pemerintahan yang
lebih baik Selain itu, perkembangan teknologi informasi, situasi dan dinamika
kebijakan yang lebih kompleks juga mendorong pentingnya WoG dalam
menyatukan institusi pemerintah sebagai penyelenggara kebijakan dan layanan
publik.

2) Faktor Internal

Adanya fenomena ketimpangan kapastitas sektoral sebagai akibat dari adanya


nuansa kompetensi antar sektor dalam pembangunan. Satu sektor bisa menjadi
sangat superior terhadap sektor lain, atau masing-masing sektor tumbuh namun
tidak berjalan beriringan, melainkan justru kontraproduktif atau ‘saling
membunuh’. Masing-masing sektor menganggap bahwa sektornya lebih penting
dari yang lainnya.

3) Keberagaman

Keberagaman latar belakang, nilai, budaya, adat istiadat, serta bentuk latar
belakang lainnya mendorong adanya potensi disintegrasi bangsa. Pemerintah
sebagai institusi formal berkewajiban untuk mendorong tumbuhnya nilai-nilai
perekat kebangsaan yang akan menjamin bersatunya elemen-elemen kebangsaan
ini dalam satu frame NKRI

Dalam hal ini WoG menjadi penting, karena diperlukan sebuah upaya untuk
memahami pentingnya kebersamaan dari seluruh sektor guna mencapai tujuan
bersama. Sikap, perilaku, dan nilai yang berorientasi sektor harus dicairkan dan

19
dibangun dalam fondasi kebangsaan yang lebih mendasar, yang mendorong
adanya semangat persatuan dan kesatuan.

2. Manajemen ASN
a. Kedudukan ASN

Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan Pegawai ASN


yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik,
bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme. Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu
tersedia sumber daya aparatur sipil negara yang unggul selaras dengan
perkembangan jaman.
Berdasarkan jenisnya, Pegawai ASN terdiri dari atas:
1) Pegawai Negeri Sipil (PNS); dan
2) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

b. Peran ASN

Peran dari Pegawai ASN adalah sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas
penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional melalui
pelaksanaan kebijakan dan pelayanan publik yang profesional, bebas dari
intervensi politik, serta bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk melaksanakan kebijakan yang dibuat
oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan. Untuk itu, ASN harus mengutamakan kepentingan publik dan
masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan tugasnya tersebut.
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk memberikan pelayanan publik yang
profesional dan berkualitas dengan tujuan kepuasan pelanggan.
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk mempererat persatuan dan kesatuan
Negara Kesatuan Republik Indonesia. ASN senantiasa dan taat sepenuhnya
kepada Pancasila, UUD 1945, Negara dan Pemerintah. ASN senantiasai
menjunjung tinggi martabat ASN serta senantiasa mengutamakan kepentingan
Negara daripada kepentingan diri sendiri.

c. Hak dan Kewajiban ASN

20
Hak adalah suatu kewenangan atau kekuasaan yang diberikan oleh hukum,
suatu kepentingan yang dilindungi oleh hukum, baik pribadi maupun umum.
Dapat diartikan bahwa hak adalah sesuatu yang patut atau layak diterima. Agar
dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik dapat
meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel, maka
setiap ASN diberikan hak. Berdasarkan pasal 70 UU ASN disebutkan bahwa
Setiap Pegawai ASN memiliki hak dan kesempatan untuk mengembangkan
kompetensi. Berdasarkan Pasal 92 UU ASN Pemerintah juga wajib memberikan
perlindungan berupa:
1) Jaminan kesehatan;
2) Jaminan kecelakaan kerja;
3) Jaminan kematian; dan
4) Bantuan hukum.
Sedangkan kewajiban adalah suatu beban atau tanggungan yang bersifat
kontraktual. Dengan kata lain, kewajiban adalah sesuatu yang sepatutnya
diberikan. Kewajiban pegawai ASN yang disebutkan dalam UU ASN adalah:
1) Setia dan taat pada Pancasila, Undang-undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan pemerintah
yang sah;
2) Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa;
3) Melaksanakan kebijakan yang dirumuskan pejabat pemerintah yang
berwenang;
4) Menaati ketentuan peraturan perundang-undangan;
5) Melaksanakan tugas kedinasan dengan penuh pengabdian, kejujuran,
kesadaran, dan tanggung jawab;
6) Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan
tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan;
7) Menyimpan rahasia jabatan dan hanya dapat mengemukakan rahasia jabatan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dan
8) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

d. Kode Etik dan Kode Perilaku ASN

Kode etik dan kode perilaku yang di atur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara menjadi acuan bagi para ASN dalam penyelenggaraan

21
birokrasi pemerintah. Fungsi kode etik dan kode perilaku ini sangat penting dalam
birokrasi dalam menyelenggarakan pemerintah. Fungsi tersebut, antara lain:
1) Sebagai pedoman, panduan birokrasi publik/ aparatur sipil negara dalam
menjalankan tugas dan kewenangan agar tindakannya dinilai baik.
2) Sebagai standar penilaian sifat, perilaku, dan tindakan birokrasi publik/
aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas dan kewenangannya.

3. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah “Sebagai segala bentuk kegiatan pelayanan umum
yang dilaksanakan oleh Instansi Pemerintahan di Pusat dan Daerah, dan lingkungan
BUMN/BUMD dalam bentuk barang dan jasa, baik dalam pemenuhan kebutuhan
masyarakat. (Lembaga Administrasi Negara: 1998).

Prinsip pelayanan publik yang baik untuk mewujudkan pelayanan prima adalah:

1) Partisipatif

2) Transparan

3) Responsif

4) Tidak Diskriminatif

5) Mudah dan Murah


6) Efektif dan efisien
7) Aksesibel
8) Akuntabel
9) Berkeadilan
Prinsip-prinsip pelayan prima antara lain:
1) Responsif terhadap pelanggan/ memahami pelanggan.
2) Membangun visi dan misi pelayanan.
3) Menetapkan standar pelayanan dan ukuran kinerja pelayanan, sebagai dasar
pemberian pelayanan.
4) Pemberian pelatihan dan pengembangan pegawai terkait bagaimana
memberikan pelayanan yang baik, serta pemahaman tugas dan fungsi organisasi.
5) Memberikan apresiasi kepada pegawai yang telah melaksanakan tugas
pelayanannya dengan baik.

Sikap pelayanan dapat digambarkan melalui 7 P sebagai berikut:


22
1) Pasionate (Sangat bergairah = Bersemangat, Antusias)
2) Progressive (Memakai cara yang terbaik = termaju)
3) Proaktive (Antisipatif, proaktif dan tidak menunggu)
4) Prompt (Positif = tanpa curiga dan kekhawatiran)
5) Patience (Penuh rasa kesabaran)
6) Proporsional (Tidak mengada-ada)
7) Punctional (Tepat waktu)

3.3 Rancangan Aktualisasi

Sesuai dengan nilai dasar ASN serta kedudukan dan peran PNS dalam NKRI di atas,
para peserta Pelatihan Dasar CPNS Golongan II Gelombang III Angkatan 8 Tahun 2018
diharapkan dapat membuat rancangan aktualisasi berdasarkan tupoksinya pada masing-
masing SKPD, tugas tambahan dari disposisi atasan/pimpinan dan tugas kreatif yang dibuat.

23
3.3.1 RANCAGAN AKTUALISASI PEMECAHAN ISU
Unit Kerja : Rumah Tahanan Klas IIB Labuhan Deli
Isu yang di Angkat : Kurangnya kesadaran kebersihan WBP di blok hunian dan kamar mandi umum WBP
Gagasan Pemecahan ISU : - Membuat jadwal kebersihan kamar hunianWBP.
- Melaksanakan peningkatan pengawasan Kebersihan Blok hunian dan saluran pembuangan air.
- Membuat dan mengawasi jadwal kebersihan bak mandi umum.
- Mensosialisasikan WBP untuk tidak meletakkan barang milik WBP di pentilasi udara.

Kontribusi terhadap Penguatan terhadap


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Out Put/ Hasil Kegiatan Nilai-Nilai Dasar
visi,misi Organisasi Nilai-nilai Organisasi

1 Membuat jadwal -Mohon ijin kepada -Saya dapat menjaga -.Etika Publik Kegiatan ini dapat Dengan membuat jadwal
kebersihan kamar pimpinan untuk mengajukan hubungan baik dengan (Komunikasi dengan mendukung misi Kementrian untuk petugas
hunianWBP pembuatan jadwal kebersihan pimpinan dan menjaga pimpinan, sosialisasi Hukum dan Hak Asasi kebersihan WBP maka
kamar WBP. etika saya saat dengan WBP) Manusia yaitu, mewujudkan misi kementrian untuk
menyampaikan usulan. layanan manajemen Mewujudkan apartur
-Mengawasi pembuatan -.Akuntabilitas administrasi Kementrian kemetrian hokum dan
jadwal kebersihan dan -Ketelitian dan terancang (ketelitian dalam Hukum dan Hak Asasi ham yang professional
menempelkan jadwal baik dalam membuat menyusun daftar Manusia dan juga dapat dan berintegritas, dapat
kebersihan di setiap kamar jadwal kebersihan WBP. nama, memberi Mewujudkan aparatur diperkuat.
hunian. kejelasan informasi kementrian Hukum dan Hak
-Keakuratan dan kejelasan kepada warga binaan Asasi Manusia yang
-Menempelkan daftar jadwal informasi terhadap WBP. dan memastikan Profesional dan berintegritas.
kebersihan WBP. jadwal berjalan Dengan menyediakan
-Adanya interaksi yang dengan baik). pelayanan yang berkualitas
-Mensosialisaikan kepada baik antara petugas kepada Warga Binaan dalam
seluruh WBP jadwal pemasyarakatan dengan -.Anti Korupsi memenuhi hak nya untuk
kebersihan setiap kamar agar WBP. (Disiplin, dalam mendapatkan pelayanan
dipatuhi dan dilaksanakan. menata lembaga dalam bidang kesehatan,
pemasyarakatan yang maka kegiatan ini dapat
lebih baik) menunjang terciptanya
lingkungan Lembaga

24
-.Nasionalisme Pemasyarakatan yang bersih
(Membangun rasa dan sehat.
saling menghargai
antar warga binaan)

2 -Melaksanakan -Membuat titik-titik tempat -Membantu menciptakan -.Akuntabilitas Kegiatan ini dapat Dengan membuat titik-
peningkatan sampah untuk mengurangi lingkungan Lapas yang (membuat titik mendukung misi Kementrian titik tempat sampah yang
pengawasan pembuangan sampah secara bersih dari sampah. penempatan tempat Hukum dan Hak Asasi strategis,akan
Kebersihan Blok sembarangan. sampah yang sesuai Manusia yaitu, mewujudkan menumbuhkan rasa
hunian dan saluran - Adanya interaksi positif dengan tingkat layanan manajemen nasionalisme WBP utk
pembuangan air. -Mensosialisasikan dan yang terjadi antara petugas kemudahan yang administrasi Kementrian menjaga kebersihan
mengingatkan kepada pemasyarakatan dengan ada). Hukum dan Hak Asasi demi kepentingan
seluruh kepala kamar hunian warga binaan, sehingga Manusia dan juga dapat bersama, maka misi
untuk selalu mengingatkan lebih mudah untuk -.Nasionalisme Mewujudkan aparatur kementrian untuk
WBP untuk membuang memahami dan mentaati (Membangun rasa kementrian Hukum dan Hak Mewujudkan apartur
sampah di tempat yang telah aturan yang telah dibuat. peduli antar warga Asasi Manusia yang kemetrian hokum dan
di sediakan. binaan bahwa Profesional dan berintegritas. ham yang professional
-Menciptakan aliran kebersihan adalah Dengan menyediakan dan berintegritas, dapat
-Mengawasi tamping pembuangan air yang tidak tanggungjawab pelayanan yang berkualitas diperkuat.
kebersihan untuk tersumbat dengan sampah bersama) kepada Warga Binaan dalam
membersihkan saluran dan tidak adanya air-air memenuhi hak nya untuk
pembuangan air setiap sore. yang tergenang. mendapatkan pelayanan
- Komitmen Mutu dalam bidang kesehatan,
(Memberikan maka kegiatan ini dapat
pelayanan berupa menunjang terciptanya
kebersihan hidup, lingkungan Lembaga
yang bermanfaat Pemasyarakatan yang bersih
pada kesehatan WBP) dan sehat.

25
3 -Membuat dan -Mengusulkan pada -Saya dapat menjaga -.Etika Publik Kegiatan ini dapat Dengan membuat jadwal
mengawasi jadwal pimpinan untuk membuat hubungan dan komunikasi (Komunikasi dengan mendukung misi Kementrian untuk petugas
kebersihan bak jadwal kebersihan bak mandi yang baik dengan pimpinan, sosialisasi Hukum dan Hak Asasi kebersihan dan
mandi umum. umum. pimpinan. dengan WBP) Manusia yaitu, mewujudkan mengawasi WBP, maka
layanan manajemen misi kementrian untuk
-Mengawasi pembuatan -Ketelitian dalam -.Akuntabilitas administrasi Kementrian Mewujudkan apartur
jadwal kebersihan bak mandi pembuatan jadwal (ketelitian dalam Hukum dan Hak Asasi kemetrian hokum dan
umum. kebersihan kamar secara menyusun daftar Manusia dan juga dapat ham yang professional
adil. nama, memberi Mewujudkan aparatur dan berintegritas, dapat
- Menempelkan daftar jadwal kejelasan informasi kementrian Hukum dan Hak diperkuat.
kebersihan bak mandi umum -Memberikan informasi kepada warga binaan Asasi Manusia yang
di tempat-tempat yang muda yang akurat dan mudah dan memastikan Profesional dan berintegritas.
di baca WBP. dipahami oleh WBP. jadwal berjalan Dengan menyediakan
dengan baik). pelayanan yang berkualitas
-Mensosialisasikan dan -Adanya hubunga kepada Warga Binaan dalam
mengawasi WBP untuk komunikasi yang baik -.Anti Korupsi memenuhi hak nya untuk
melaksanakan jadwal antara petugas (Disiplin, dalam mendapatkan pelayanan
kebersihan bak mandi umum pemasyarakatan dan WBP. menata Rumah dalam bidang kesehatan,
minimal 1 kali seminggu. Tahanan yang lebih maka kegiatan ini dapat
baik) menunjang terciptanya
lingkungan Rumah Tahanan
-.Nasionalisme yang bersih dan sehat.
(Membangun rasa
saling menghargai
antar warga binaan)

4 -Mensosialisasikan -Mengkoordinasikan kepada - Saya dapat memelihara


-Etika Publik Kegiatan ini dapat Profesional dalam hal
WBP untuk tidak atasan untuk melakukan hubungan baik dengan
(Komunikasi dengan mendukung misi Kementrian menjadikan WBP yang
meletakkan barang kebersihan dan penataan pimpinan dan menjaga
pimpinan,menghorma Hukum dan Hak Asasi beretika dan memahami
milik WBP di barang yang ada di etika saya dalam
ti hak tiap-tiap WBP Manusia yaitu, Mewujudkna betapa pentingnya
pentilasi udara. pentilasi(lubang udara) menyampaikan usulan.
untuk melaksanakan aparatur kementrian Hukum kesehatan ,dan
kamar hunian WBP. kegiatan tanpa adanya dan Hak Asasi Manusia yang menyediakan pelayanan
-Menjaga kesehatan WBP gangguan) Profesional dan berintegritas. yang berkualitas sesuai
-Mengawasi pemebersihan agar keluar masuknya Dan mewujudkan layanan dengan misi dari

26
dan pemindahan barang milik sirkulasi udara yang baik -Akuntabilitas manajemen administrasi Kementrian Hukum dan
WBP yang berada di dan bersih. (Keadaan dan tempat Kementrian Hukum dan Hak HAM yakni,
pentilasi udara. yang bersih serta Asasi Manusia Dengan mewujudkan layanan
-Menjaga WBP agar tidak terciptanya kesehatan terciptanya kamar hunian dan manajemen administrasi
-Melakukan penataan barang mudah terserang penyakit. yang terjaga) tempat yang bersih dan udara Kementrian Hukum dan
milik WBP untuk di susun yang bersih maka akan Hak Asasi Manusia.
secara rapi didalam kamar - Komitmen Mutu memastikan WBP
hunian. (Memberikan mendapatkan hak nya atas
pelayanan berupa kesehatan.
kebersihan hidup,
yang bermanfaat
pada kesehatan WBP)

27
Unit Kerja : Rumah Tahanan Klas IIB Labuhan Deli
Isu yang di Angkat :Membuat jadwal bagi WBP yang mengambil air minum dan jatah makan
Gagasan Pemecahan ISU : - Membuat jadwal dan mengawasi pembagian jatah air panas WBP..
- Mengawasi pembagian jatah makan WBP.

Nilai-Nilai Kontribusi terhadap Penguatan terhadap


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Out Put/ Hasil Kegiatan
Dasar visi,misi Organisasi Nilai-nilai Organisasi

1 -Membuat jadwal -.Berkoordinasi dan -Saya dapat memelihara -Etika Publik Kegiatan ini dapat Profesional dalam hal
dan mengawasi menyampaikan usulan kepada hubungan baik dengan (Komunikasi mendukung misi menjadikan WBP
pembagian jatah pimpinan untuk membuat pimpinan dan menjaga dengan Kementrian Hukum yang beretika dan
air panas WBP. pembatasan jatah air panas etika saya dalam pimpinan, dan Hak Asasi Manusia menghargai WBP
bagi WBP. berkomunikasi menghormati yaitu, Mewujudkna lainnya dalam
menyampaikan usulan. hak tiap-tiap aparatur kementrian memenuhi hak
- Mengawasi pelaksanaan WBP untuk Hukum dan Hak Asasi masing-masing.
pembatasan pembagian air -Menjaga keamanan WBP melaksanakan Manusia yang
panas untuk tiap-tiap kamar. agar tak terjadi kerusuhan. kegiatan tanpa Profesional dan Dan menyediakan
adanya berintegritas. Dan pelayanan yang
- Mengawasi agar tak terjadi -Menciptakan suasana gangguan) mewujudkan layanan berkualitas sesuai
keributan dan berjalannya tertib dan aman manajemen dengan misi dari
usulan tersebut. dilingkungan lapas. -Akuntabilitas administrasi Kementrian Hukum
(Keadaan tertib Kementrian Hukum dan dan HAM yakni,
-Menjadikan WBP yang yang tercipta, Hak Asasi Manusia mewujudkan layanan
saling menghargai satu keamanan tiap- Dengan terciptanya manajemen
sama lain. tiap WBP yang keadaan yang saling administrasi
terjaga saat menghargai diantara Kementrian Hukum
pembagian WBP dan memastikan dan Hak Asasi
jatah air panas) WBP mendapatkan hak Manusia.
nya atas air panas.
- Komitmen
Mutu
(Memastikan
seluruh kamar

28
mendapatkan
jatah air panas
dengan adil)

2 -Mengawasi -Mengkoordinasikan kepada -Saya dapat memelihara -Etika Publik Kegiatan ini dapat Profesional dalam hal
pembagian jatah atasan/pimpinan untuk hubungan baik dengan (Komunikasi mendukung misi menjadikan WBP
makan WBP. membuat daftar pembagian pimpinan dan menjaga yang baik dan Kementrian Hukum yang beretika dan
jatah makanan WBP per blok etika saya dalam sopan dengan dan Hak Asasi Manusia menghargai WBP
hunian. berkomunikasi pimpinan,menj yaitu, Mewujudkna lainnya dalam
menyampaikan usulan. aga hubungan aparatur kementrian memenuhi hak
-Mengawasai tamping dapur baik antara Hukum dan Hak Asasi masing-masing.
dalam pengisian makanan dan -Menjaga dan petugas Manusia yang
pembagian jumlah kotak nasi menciptakan suasana pemasyarakata Profesional dan Dan menyediakan
per blok. keamanan dan ketertiban n dengan berintegritas. Dan pelayanan yang
sesamaWBP agar tak WBP) mewujudkan layanan berkualitas sesuai
-Mengawasi WBP dan terjadi kerusuhan manajemen dengan misi dari
mengingatkan WBP untuk dilingkungan lapas. -Akuntabilitas administrasi Kementrian Hukum
tidak mengambil makanan (Keadaan tertib Kementrian Hukum dan dan HAM yakni,
dari kotak makan saat -Terjaganya kondisi yang yang tercipta, Hak Asasi Manusia mewujudkan layanan
tamping dapur mengantar kondusif dan tercapainya keamanan tiap- Dengan terciptanya manajemen
jatah makan menggunkan hak jatah makan seluruh tiap WBP yang keadaan yang saling administrasi
gerobak sorong. WBP secara adil dan terjaga saat menghargai diantara Kementrian Hukum
merata. pembagian WBP dan memastikan dan Hak Asasi
jatah makan) WBP mendapatkan hak Manusia.
-Menjadikan WBP nya atas kebutuhan
menjadi taat aturan,saling - Komitmen hidup WBP.
menghargai dan peduli Mutu
atas hak-hak sesama WBP. (Memastikan
seluruh WBP
mendapatkan
jatah makan
dengan adil)

29
-.Nasionalisme
(Membangun
rasa taat aturan
dan saling
menghargai
antar warga
binaan
pemasyarakata
n)

30
Unit Kerja : Lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Rantauprapat
Isu yang di Angkat : Pengunjung yang masih membawa handphone dan berpakaian kurang sopan.
Gagasan Pemecahan ISU : - Membuat papan pengumuman peraturan pengunjung.
- Membatasi barang bawaan pengunjung yang berlebihan.

Nilai-Nilai Kontribusi terhadap Penguatan terhadap


No Kegiatan Tahapan Kegiatan Out Put/ Hasil Kegiatan
Dasar visi,misi Organisasi Nilai-nilai Organisasi

1 Membuat papan - Berkoordinasi dan -Saya dapat memelihara -Etika Publik Kegiatan ini dapat Misi dari kementrian
pengumuman menyampaikan usulan kepada hubungan baik dengan (Komunikasi mendukung misi hukum dan HAM
peraturan pimpinan untuk membuat pimpinan dan menjaga dengan Kementrian Hukum dan yakni mewujudkan
pengunjung. banner/papan pengumuman etika saya dalam pimpinan, Hak Asasi Manusia aparatur yang
tata aturan pengunjung. menyampaikan usulan. komunikasi yaitu, Mewujudkna professional dan
dengan WBP aparatur kementrian berintegritas akan
- Mengawasi pembuatan isi -Menciptakan lingkungan dan keluarga) Hukum dan Hak Asasi tercapai dengan
penulisan banner/papan Lapas yang aman dan Manusia yang pelayanan public yang
pengumuman sesuai aturan. tertib. -Akuntabilitas Profesional dan ditingkatkan. Dan
-Mengarahkan pengunjung (Keadaan tertib berintegritas. Dan menyediakan
untuk membaca banner/papan -Menciptakan keadaan yang tercipta mewujudkan layanan pelayanan yang
pengumuman yang telah yang lebih tertib,nyaman saat bertamu) manajemen berkualitas sesuai
disediakan. dan sopan antara administrasi dengan misi dari
pengunjung dan petugas - Komitmen Kementrian Hukum dan Kementrian Hukum
-Memastikan para pemasyarakatan. Mutu Hak Asasi Manusia dan HAM yakni,
pengunjung untuk mengerti (Memberikan Dengan membuat mewujudkan layanan
dan memahami peratutran -Adanya interaksi antara pelayanan banner/papan manajemen
yang tertera. petugas pemasyarakatan yang lebih baik pengumuman untuk administrasi
dengan keluarga WBP. kepada publik, aturan pengunjung ke Kementrian Hukum
baik itu Lembaga dan Hak Asasi
petugas Pemasyarakatan maka Manusia.
pemasyarakata akan tercapainya
n,pengunjung pelayanan Publik yang
dan WBP) baik.

31
2 -Membatasi - Menyampaikan usulan -Saya dapat menjaga -Etika Publik Kegiatan ini dapat Dengan membuat
barang bawaan kepada pimpinan untuk hubungan dan komunikasi (Terjalin mendukung misi peraturan batasan
pengunjung yang membuat papan pengumuman yang baik dengan komunikasi Kementrian Hukum dan barang bawaan
berlebihan. perturan batas jumlah barang pimpinan. yang baik Hak Asasi Manusia pengunjung,maka
bawaan pengunjung. kepada yaitu, Mewujudkna akan membantu
-Mempermudah dan pimpinan dan aparatur kementrian terciptanya Misi
-Mensosialisasikan kepada mempercepat petugas keluarga Hukum dan Hak Asasi Lembaga
pengunjung untuk pemasyarakatan dalam WBP) Manusia yang Pemasyarakatan Klas
memindahkan isi barang memeriksa barang bawaan Profesional dan IIA Rantauprapat
bawaan kemasan yang tidak pengunjung. -Akuntabilitas berintegritas. Dan adalah Melaksanakan
terlihat ke kantong plastik (Keadaan tertib mewujudkan layanan pembinaan warga
yang transparan sebelum di -Menteralisir masuknya yang dan manajemen binaan
bawa kedalam Lapas. barang-barang terlarang nyaman antara administrasi pemasyarakatan,
yang di bawa ke dalam petugas Kementrian Hukum dan Pencegahan dan
Lapas seperti Handphone. pemasyarakan Hak Asasi Manusia penanggulangan
dan Dengan terciptanya kejahatan serta
pengunjung) keadaan tertib,aman dan pemajuan dan
- Komitmen nyaman dalam proses perlindungan Hak
Mutu layanan kunjungan dan Asasi Manusia.agar
(Memberikan pemeriksaan terciptanya Lapas
pelayanan pengunjung yang lebih yang bebas
yang lebih baik baik. handphone.
dan cepat).

32
DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2014, Modul Diklat Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti
Korupsi, Jakarta : Lembaga Administrasi Negara (LAN).

http://wiarajp.blogspot.com/2016/02/rancangan-laporan-aktualisasi-nilai.html?_escaped_fragment_#

Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017

http://www.aidiabsor.com/2018/05/contoh-rancangan-aktualisasi-latsar-kemenkumham.html

post_04.html?m%3D1&hl=id-ID

Anonim, 2014, PERKALAN No 38 th 2014 – Pedoman Penyelenggaraan Diklat Prajabatan CPNS


Golongan III, Jakarta.

Anonim, 2014, UU No. 5 th 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, Jakarta.

Anonim, 1975, Peraturan Penjagaan Lembaga Pemasyarakatam, Jakarta

33