Anda di halaman 1dari 7

TUGAS 1

METALURGI LAS

SRI RAMAYANTI TEKNIK METALURGI DAN MATERIAL


UNIVERSITAS INDONESIA

1706990445
Tugas - 01

1. Berilah penjelasan mengenai definisi pengelasan yang saudara ketahui. Point terpenting apa saja
yang ditekankan dari definisi tersebut. Serta jelaskan perbedaan antara pengelasan dengan brazing
/ soldering.
Jawab :
• Pengelasan adalah Penyambungan dari logam atau non-logam yang dihasilkan dengan
memanaskan material hingga temperature las, dengan atau tanpa menggunakan tekanan
(pressure), atau hanya tekanan, dengan atau tanpa menggunakan logam pengisi. (AWS
1989 Welding Handbook Vol.18th ed.)
• Pengelasan adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam paduan yang dilakukan dalam
keaddan lumer atau cair. (Deuscth Industrie Normen (DIN) dalam Harsono dkk )
• Pengelasan adalah penyambungan antara dua/lebih material dalam keadaan plastis atau cair
dengan menggunakan panas (heat) atau tekanan (pressure) atau keduanya. Logam pengisi
(filler metal) dengan temperature lebur yang sama dengan temperature lebur yang sama
degnan titik lebur dari logam induk dapat atau tanpa digunakan dalam proses
penyambungan tersebut. (British Standards Institution 1983 : BS 449; Part 1)

Poin terpenting dari pengelasan adalah :

• menyambung dua bagian logam atau lebih


• menggunakan energy panas.
• Dapat dilakukan dengan atau tanpa mencairkan logam
Perbedaan Pengelasan dan Brazing

Welding Brazing
- Logam yang akan digunakan - Komposisi paduan brazing sangat
untuk pengelasan harus sama berbeda dengan logam induk (base
dengan logam yang akan dilas metal)

- Titih leleh logam induk dan - Titik leleh logam induk lebih tinggi
logam pengisi hampir sama dari pada logam pengisi,
menyebabkan base metal tidak
- Kekuatan antara base metal dan
meleleh
logam pengisi hampir sama
- Kekuatan logam pengisi sedikit
- Ikatan sambungan tidak
lebih rendah dari logam induk
membutuhkan aksi kapiler yang
harus mengalir dan masuk ke - Ikatan sambungan membutuhkan
celah aksi kapiler yg harus mengalir dan
masuk ke celah

Perbedaan Soldering dan Brazing

Soldering Brazing

Titik lebur logam pengisi < 450 C. Titik lebur logam pengisi > 450 C.
→ sehingga temperatur proses lebih → sehingga temperatur proses
rendah dibandingkan brazing dan dapat penyambungan lebih tinggi
menyambung material dengan titik lebur dibandingkan soldering dan dapat
rendah. menyambung material yang titik
leburnya lebih tinggi dibandingkan
material/logam dasar pada soldering.

Umumnya bereaksi dengan komponen Kebanyakan braze membentuk solid


yang disambung membentuk fasa solution.
intermetalik.
Temperatur proses lebih rendah. Temperatur proses lebih tinggi.
→ karena titik lebur logam pengisi lebih
rendah.
→karena titik lebur logam pengisi lebih
tinggi dibanding soldering.

Reaksi dengan atmosfer tidak sebesar Temperatur proses yang lebih tinggi
pada brazing karena temperatur mengakibatkan reaksi metalurgi lebih
prosesnya rendah. ekstensif dan reaksi dengan atmosfir
lebih besar

Umumnya solder komersial memiliki Memiliki rentang komposisi yang lebar


komposisi eutektik → karena titik lelehnya lebih tinggi
→ karena komposisi eutektik memiliki
titik leleh paling rendah dari paduan
solder sehingga dapat mencegah
kerusakan termal selama bergabung, dan
pada komposisi tersebut dapat menjadi
padat pada suhu konstan.
Ikatan tidak terlalu kuat dibanding Ikatan lebih kuat dibanding soldering
brazing

2. Dilihat secara sisi teknis (engineering) dan ekonomis, bagaimana saudara menentukan suatu
pilihan proses pada suatu komponen mesin dengan menggunakan pilihan proses pengelasan dan
proses permesinan (machining). Serta bandingkan kelebihan dan kekurangan masing-masing
proses.
Jawab :
Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan proses, yaitu :
- Sifat-sifat mekanis material komponen yang diinginkan, misalnya kekerasan, kekuatan,
keuletan, dll.
- Titik lebur dari material pembuat komponen
- Desain komponen yang diinginkan
- Aplikasi komponen
- Pemililan material yang cocok
- Faktor ekonomi, melihat perbandingan cost dari kedua proses.

Jika dilihat dari faktor material, bila yang diinginkan adalah kekuatan tarik yang seragam
(terdistribusi ke satu arah yang sama), proses pengelasan yang dipilih. Sedangkan bila diinginkan
suatu bentuk tertentu dari material sebaiknya memilih proses permesinan.
Pada Proses Pengelasan :

Kelebihan Kekurangan
Bentuk geometri yang sederhana dari bagian Kualitas logam las berbeda dengan logam
yang disambung memungkinkan penurunan induk, dan kualitas dari logam induk pada
biaya dan berat material, jam orang daerah yang tidak terpengaruh panas ke
pelaksanaan, meningkatkan nilai ekonomis bagian logam las berubah secara kontinyu.
dan produktivitas.
Geometri sambungan lebih sederhana dengan Terjadinya distorsi dan perubahan bentuk
tingkat kekedapan terhadap udara, air dan (deformasi) disebabkan oleh pemanasan dan
minyak lebih sempurna. pendinginan cepat.
Efisiensi sambungan yang baik (kekuatan dari Tegangan sisa termal dari pengelasan
sambungan las dan logam induk) dapat menyebabkan retak pada bagian las.
dapat
digunakan pada temperatur tinggi dan tidak
ada batas ketebalan logam induk.
Fasilitas produksi lebih murah, berat yang Kerusakan bagian dalam sambungan las sulit
lebih ringan dan batas mulur (yield) yang lebih dideteksi, jadi kualitas sambungan las
baik. tergantung pada keterampilan tukang las

Pada proses Permesinan :

Kelebihan Kekurangan
Keragaman material kerja yang dapat diproses Bentuk yang tidak baik dapat menimbulkan
crack.
Keragaman geometri potong Kepresisian dari dimensi material sulit
dikontrol
Keakuratan dimensi Toleransi hingga Banyaknya keragaman material yang dapat
± diproses sehingga membutuhkan tenaga kerja
0.025 mm yang cukup banyak
Permukaan potong yang baik
Kekasaran permukaan hingga 0.4 mm
3. Sebagai seorang metalurgist, bagaimana saudara menjelaskan dengan menggunakan
ilmu metalurgi untuk mengontrol kualitas hasil lasan agar bebas dari cacat, dimana
diketahui panas dari proses pengelasan mengakibatkan terjadinya perubahan struktur
material.
Jawab :
Dari berbagai macam jenis cacat di pengelasan, untuk meminimalisirnya seorang
welding engineer telah membuat disain dan fabrikasi mengenai material yang akan dilas
sebelum dilakukan pengelasan. Dengan memperhitungkan heat input dari panas yang
akan diberikan, maka dengan demikian kita pun dapat mengontrol mikrostruktur
material sesuai dengan sifat mekanis yang kita inginkan.
IxE
HI =
V
dimana: 4.
HI = heat input (panas yang diberikan)
I = arus yang diberikan
E = tegangan yang digunakan
V = kecepatan

• Memperbaiki geometri lasan.


• Mengontrol komposisi kimia agar mengurangi kemungkinan retak
pembekuan, seperti mengurangi kandungan sulfur dan fosfor.
• Melakukan penghalusan butir, mengurangi regangan dari sumber panas.
• Melakukan preparasi permukaan agar tidak terdapat kontaminasi,
misalkan berupa H2Oyang ion hidrogennya dapat menyebabkan hydrogen
embrittlement atau hydrogen induced cracking.
• Melakukan proses perlakuan panas berupa pre-heating setelah proses
pengelasan agar hidrogen berdifusi keluar sehingga mencegah adanya
hydrogen embrittlement atau hydrogen induced cracking.
• Mengontrol laju pendinginan agar tidak membentuk martensit di HAZ dan
tegangan sisa.
Panas pada proses pengelasan dapat mengakibatkan perubahan struktur material,
dan terjadi pada daerah Heat Affected Zone (HAZ)
Daerah pada HAZ

a. Daerah logam las (daerah fusi) : daerah logam filler yang cair bercampur
dengan logam induk yang dipanaskan sampai temperature melting. Bentuk
butirnya columnar dan widmanstatten yaitu memanjang karena logam cair
mendapat pendinginan yang cepat
b. Daerah penghalusan butir (daerah rekristalisasi)
c. Daerah tak terpengaruh panas (unaffected zone)