Anda di halaman 1dari 17

I.

ALAT DAN BAHAN

4.1 Alat :

1. Beaker glass

2. Gelas ukur

3. KCKT

Kondisi instrumen dan kromatografi :

• Detektor : 272 nm

• Fase gerak = metanol : akuades = 40 : 60

• Suhu : 37oC

• Laju alir : 0,8 ml/menit

• Kolom : XDB C18 (4,5 mm x 250 mm, 5μm)

4. Labu ukur

5. Neraca analitik

6. Mikropipet

7. Membran filter 0,45µm

8. Pipet tetes

9. Spatel

10. Sonikator
1.2 Bahan :

1. Air

2. Kafein standar

3. Metanol

4. Parasetamol standar

5. Sampel tablet

II. DATA PENGAMATAN

5.1 Preparasi Larutan Standar Parasetamol dan Kafein

No Perlakuan Hasil

1 Pembuatan fase gerak metanol : air = 40 : 60

 Diukur metanol sebanyak 200 ml, Fase gerak metanol : air

masukkan ke dalam beaker glass 500 ml sebanyak 500 ml

 Diukur air sebanyak 300 ml, tambahkan

ke dalam beaker glass 500 ml yang berisi

metanol

 Aduk larutan hingga homogen

2 Pembuatan larutan standar parasetamol (250

ppm) dan larutan standar kafein (32,5 ppm)

 25 mg parasetamol standar dan 3,25 mg Larutan standar

kafein standar dilarutkan dengan metanol parasetamol (250 ppm)

100 ml dalam labu ukur 100 ml. dan larutan standar

kafein (32,5 ppm)


2.2 Validasi Parasetamol dan Kafein Dengan Menggunakan HPLC

No Perlakuan Hasil

1 Linieritas

• Larutan stok parasetamol diencerkan Parasetamol Standar:

menjadi 15,625 ; 31,25 ; 62,5 ; 125 ; 250 y = 0,5034x + 4,5604

µg/ml dan larutan stok kafein diencerkan R² = 0,9994

menjadi 2,03125 ; 4,0625 ; 8,125 ; 16,25 ;

32,5 µg/ml dengan volume total 10 ml Kafein Standar :

menggunakan fase gerak metanol air. y = 0,6439x - 0,2133

• Masing-masing larutan hasil pengenceran R² = 0,9993

disaring dengan menggunakan membran

nilon 0,45μm kemudian disonikasi

selama lima menit.

• Masing-masing larutan hasil pengenceran

disuntikkan sebanyak 20 μL ke dalam

kolom sebanyak tiga kali.

• Kurva kalibrasi diperoleh dengan

menghubungkan daerah puncak terhadap

konsentrasi.

Parameter uji : nilai r ≥ 0,9960

2 Presisi
• Larutan standar parasetamol dan kafein %RSD parasetamol :

pada konsentrasi 100% (parasetamol 125 2,414%

ppm dan kafein 16,25 ppm) diinjeksikan

sebanyak 6 kali %RSD kafein :

• Ditentukan nilai %RSD. 2,558%

Parameter uji : nilai % RSD ≤ 2

3 Akurasi

Membuat variasi konsentrasi larutan standar % recovery

dan sampel parasetamol dan kafein masing- parasetamol :

masing yaitu 50% (parasetamol 62,5 ppm 89,275%-98,838%

dan kafein 8,125 ppm), 100% (parasetamol

125 ppm dan kafein 16,25 ppm), dan 150% % recovery kafein :

(parasetamol 187,5 ppm dan kafein 24,375 137.430%-199,674%

ppm) dalam volume akhir yang sama.

Kromatogram akan mendeteksi dan %

recovery dapat dihitung.

Parameter uji : % recovery : 98% - 102%

4 Stabilitas

Konsentrasi larutan sampel parasetamol dan Parasetamol dan kafein

kafein dibuat 100% kemudian diuji stabil selama 0,1, 2

stabilitasnya dalam interval waktu 0,1, dan 2 jam (tidak

jam. Hitung persen penurunan konsentrasi menunjukkan


tiap interval waktunya. penurunan kadar yang

signifikan)

5 Penetapan Kadar

 Menggunakan 20 sampel tablet, Kadar parasetamol

ditimbang masing-masing tablet, dihitung dalam 1 tablet panadol

berat rata-rata tablet, lalu digerus. : 155,821 mg

 Timbang 14 mg, dilarutkan dengan fase

gerak hingga 20 ml. Disonikasi, Kadar kafein dalam 1

kemudian disaring. tablet panadol : 31,831

mg

Perhitungan :

 Pembuatan Fase Gerak Metanol : Air = 40 : 60 untuk 500 ml


40
Metanol = 100 𝑥 500 = 200 𝑚𝑙

60
Air = 100 𝑥 500 = 300 𝑚𝑙

 Pembuatan Pengenceran Larutan Stok Parasetamol Standar

15,625 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 250 = 10 x 15,625

V1 = 0,625 ml ≈ 625 µL add fase gerak hingga tanda batas


31,25 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 250 = 10 x 31,25

V1 = 1,25 ml add fase gerak hingga tanda batas

62,5 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 250 = 10 x 62,5

V1 = 2,5 ml add fase gerak hingga tanda batas

125 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 250 = 10 x 125

V1 = 5 ml add fase gerak hingga tanda batas

250 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 250 = 10 x 250

V1 = 10 ml add fase gerak hingga tanda batas

 Pembuatan Pengenceran Larutan Stok Kafein Standar

2,03125 ppm
V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 32,5 = 10 x 2,03125

V1 = 0,625 ml ≈ 625 µL add fase gerak hingga tanda batas

4,0625 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 32,5 = 10 x 4,0625

V1 = 1,25 ml add fase gerak hingga tanda batas

8,125 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 32,5 = 10 x 8,125

V1 = 2,5 ml add fase gerak hingga tanda batas

16,25 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 32,5 = 10 x 16,25

V1 = 5 ml add fase gerak hingga tanda batas

32,5 ppm

V1 x N1 = V2 x N2

V1 x 32,5 = 10 x 32,5

V1 = 10 ml
 Data hasil linieritas :

Hasil AUC Parasetamol Standar Hasil AUC Kafein Standar

Konsentrasi (ppm) AUC Konsentrasi (ppm) AUC

15,625 12,469 2,03125 1,356

31,25 19,899 4,0625 2,416

62,5 35,056 8,125 4,7

125 69,554 16,25 10,214

250 129,677 32,5 20,793

Kurva Kalibrasi Parasetamol Standar


140
y = 0.5034x + 4.5604
120
R² = 0.9994
100

80
AUC

60

40

20

0
0 50 100 150 200 250 300
Konsentras (ppm)
Kurva Kalibrasi Kafein Standar
25
y = 0.6439x - 0.2133
20 R² = 0.9993

15
AUC

10

0
0 5 10 15 20 25 30 35
Konsentrasi (ppm)

 Data hasil Presisi :

AUC Parasetamol AUC Kafein

64,102 14,645

66,208 15,013

62,869 14,257

62,578 14,154

62,530 14,115

62,119 14,111

Rata-rata : 63,401 Rata-rata : 14,382

SD : 1,531 SD : 0,368

%RSD : 2,414% %RSD : 2,558%


 Data hasil akurasi :

Parasetamol

AUC X C Hasil
Konsentrasi % Rec
1 2 3 AUC Uji

62,5 33.302 32.798 31.846 32,648 55.7971 89.27536

125 67.529 63.802 66.547 65,959 121.9684 97.57472

187,5 105.799 95.983 91.773 97,851 185.3223 98.83856

62,5 ppm

y = 0,5034x + 4,5604

32,648 = 0,5034x + 4,5604

x = 55,7971 ppm

55,7971 𝑝𝑝𝑚
= 𝑥 100% = 89,27536%
62,5 𝑝𝑝𝑚

125 ppm

y = 0,5034x + 4,5604

65,959 = 0,5034x + 4,5604

x = 121,9684 ppm
121,9684 𝑝𝑝𝑚
= 𝑥 100% = 97,57472%
125 𝑝𝑝𝑚
187,5 ppm

y = 0,5034x + 4,5604

97,851 = 0,5034x + 4,5604

x = 185.3223ppm

185.3223 𝑝𝑝𝑚
= 𝑥 100% = 98.83856%
187,5 𝑝𝑝𝑚

Kafein

AUC X C Hasil
Konsentrasi % Rec
1 2 3 AUC Uji

62,5 7.237 6.972 6.735 6,981 11.1662 137.430

125 15.082 14.018 14.486 14,528 22.8893 140.857

187,5 49.701 22.494 21.185 31,126 48.6706 199.674

62,5 ppm

y = 0,6439x - 0,2133

6,981 = 0,5034x + 4,5604

x = 11.1662ppm
11.1662 𝑝𝑝𝑚
= 𝑥 100% = 137.430%
62,5 𝑝𝑝𝑚

125 ppm

y = 0,5034x + 4,5604

14,528= 0,5034x + 4,5604


x = 22.8893ppm
22.8893 𝑝𝑝𝑚
= 𝑥 100% = 140.857%
125 𝑝𝑝𝑚

187,5 ppm

y = 0,5034x + 4,5604

31,126 = 0,5034x + 4,5604

x = 48.6706 ppm
48.6706 𝑝𝑝𝑚
= 187,5 𝑝𝑝𝑚
𝑥 100% = 199.674%

 Data hasil stabilitas :

Waktu Parasetamol Kafein

Kadar Kadar
AUC AUC
(ppm) (ppm)

0 55,283 100,760 11,538 18,250

1 55,390 100,972 11,557 18,279

2 55,389 100,970 11,523 18,226

 Parasetamol

0 jam :

y = 0,5034x + 4,5604

55,283 = 0,5034x + 4,5604


x = 100,760 ppm

1 jam :

y = 0,5034x + 4,5604

55,390 = 0,5034x + 4,5604

x = 100,972 ppm

2 jam :

y = 0,5034x + 4,5604

55,389 = 0,5034x + 4,5604

x = 100,970 ppm

 Kafein

0 jam :

y = 0,6439x - 0,2133

11,557 = 0,6439x - 0,2133

x = 18,250 ppm

1 jam :

y = 0,6439x - 0,2133

11,538 = 0,6439x - 0,2133

x = 18,279 ppm
2 jam :

y = 0,6439x - 0,2133

11,523 = 0,6439x - 0,2133

x = 18,226 ppm

Stabilitas Parasetamol dan Kafein


120

100

80
Kadar (ppm)

60
Parasetamol
40 Kafein

20

0
0 1 2
Waktu (jam)

 Data hasil penetapan kadar :

Tablet Bobot (mg)

1 0,6927

2 0,6930

3 0,6922

4 0,7056

5 0,6863
6 0,6745

7 0,6935

8 0,6890

9 0,6950

Rata-rata : 0,6913

 Parasetamol

y = 0,5034x + 4,5604

84,486 = 0,5034x + 4,5604

x = 158,771 ppm

158,771 𝑝𝑝𝑚 𝑋
Dalam 20 ml = =
1𝐿 0,02 𝐿

x = 3,1754 mg

Dalam sampel panadol 14 mg terdapat parasetamol sebesar 3,1754 mg.

3,1754 𝑚𝑔 𝑥 691 𝑚𝑔
Dalam 1 tablet parasetamol : = 156,728 𝑚𝑔
14 𝑚𝑔

 Kafein

y = 0,6439x - 0,2133

16,114 = 0,5034x + 4,5604

x = 32,434 ppm
32,434 𝑝𝑝𝑚 𝑋
Dalam 20 ml = =
1𝐿 0,02 𝐿

x = 0,648 mg

Dalam sampel panadol 14 mg terdapat kafein sebesar 0,648 mg.

0,648 𝑚𝑔 𝑥 691 𝑚𝑔
Dalam 1 tablet parasetamol : = 31,983 𝑚𝑔
14 𝑚𝑔

III. SIMPULAN

Berdasarkan validasi metode yang telah dilakukan didapatkan hasil linieritas

parasetamol dan kafein dengan nilai regresi 0,9994 dan 0,9993, nilai presisi

parasetamol dan kafein sebesar 2,414% dan 2,558%, nilai akurasi parasetamol dan

kafein berada pada rentang 89,275%-98,838% dan 137.430%-199,674%, nilai

stabilitas parasetamol dan kafein dapat dikatakan stabil selama interval waktu 0-2

jam, dan hasil penetapan kadar didapatkan dalam sampel tablet Panadol bobot

parasetamol dan kafein sebesar 155,821 mg dan 31,831 mg.


DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, M. dan Suherman. Analisis Instrumental. Universitas Airlangga, Surbaya.


1995.
Gandjar, Gholib Ibnu & Abdul Rohman. (2012). Kimia Farmasi Analisis.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hadi, Anwar. (2007). Pemahaman dan Penerapan ISO/IEC 17025: 2005

Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Laboratorium

Kalibrasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Harmita. 2009. Petunjuk Pelaksanaan Validasi Metode dan Cara Perhitungannya.

Majalah Ilmu Kefamasian. Vol. 1. No 3.

Lüllmann, H., Mohr, K., Ziegler, A., & Bieger, D. (2000). Color Atlas of

Pharmacology (2nd ed.). New York: Thieme Stuttgart.

Samuel. 2011. Apa itu Validasi? Tersedia di

http://samuel.blog.undip.ac.id/2011/03/22/apa-itu-validasi/ (diakses pada 17

September 2017).

Sawynok, Jana. (2011). Caffeine and pain. Journal of the International

Association for the Study of Pain, 152, 726-729.

Swarbrick, James. (2007). Encyclopedia of pharmaceutical technology (3rd ed.).

USA: Informa Healthcare USA, Inc.