Anda di halaman 1dari 6

MEDIA SOERJO Vol. 18 No. 1 April 2016 ISSN 1978 - 6239

68

STUDI MANAJEMEN PERKANDANGAN AYAM BROILER DI DUSUN SIMBATAN WETAN DESA SIMBATAN KECAMATAN NGUNTORONADI KABUPATEN MAGETAN

Oleh :

Dwi Wahyu Setyaningsih

ABSTRACT Grow-out house is one of the external factors that influence the success of broiler chicken farming. A housing management is a significant thing to be taken into consideration by the farmers. The study’s purpose is to know the grow out housing management of broiler chicken in the public farm of Simbatan Village, Nguntoronadi Subdistrict, in Magetan Regency. The study employs survey methode with descriptive analysis approach. The result of the study shows that Mr. Rahardian’s Broiler chicken farming house adopted an open housing system with several floors arranged vertically, in order to make it more efficient and effective. A kind of management applies in this, i.e housing hygiene, security, comfort, density and housing sanitary. In conclusion, grow-out housing of broiler chicken management with open housing system is ideal to use relatively small scale public farming.

Keywards: broiler chicken, management, grow-out housing.

Pendahuluan Ayam pedaging atau ayam broiler sangat popular untuk pemenuhan kebutuhan gizi teru- tama protein hewani. Peternakan ayam pedaging sudah tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Peternakan ayam di Jawa Timur khususnya ayam pedaging memiliki daerah sentra produksi yakni terdapat di Magetan, Malang, Blitar, Probolinggo, Tulungagung dan Trenggalek. Salah satu usaha peter- nakan ayam broiler (pedaging) di Desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, kabupaten Magetan adalah peternakan rakyat milik

Bapak Rahardian Pribadi. Dengan kapasitas 5.000 ekor dalam 1 (satu) local kandang bertingkat dengan tatalaksana pemeliharan yang baik termasuk tata laksana per- kandangan. Kandang termasuk pera- latannya merupakan salah satu sarana fundamental yang secara langsung terut serta menentukan suskses tidaknya suatu usaha peternakan. Oleh karena itu kondisi kandang harus diperhatikan dengan baik yang memacu pada prinsip ideal yang senantiasa memberi perhatian pada temperatur ling- kungan, kelembaban udara dan

Dwi Wahyu Setyaningsih , Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Simbatan Wetan Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan

MEDIA SOERJO Vol. 18 No. 1 April 2016 ISSN 1978 - 6239

69

sirkulasi atau pertukaran udara (Pattilesano dan Sangle, 2011). Dalam manajemen kandang ada sistem perkandangan yang berbeda yaitu sistem kandang tertutup dan sistem kandang terbuka. Kedua sistem tersebut mempunyai kelebihan dan kele- mahan masing-masing disesuaikan dengan lokasi peternakan maupun dengan modal usaha. Pada umumnya peternakan rakyat dengan modal yang kecil, lebih banyak yang menggunakan kandang dengan sistem tertuba. Kandang dengan sistem tertutup cenderung membutuhkan modal awal untuk pembuatan kandang yang relative besar. Baik kandang dengan sistem tertutup ataupun sistem terbuka, memerlukan manajemen atau pengelolaan kandang yang baik sehingga layak untuk kehidupan ternak. Kandang yang baik dan sehat sangat menentukan kesehatan dan pertumbuhan ternak. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui manajemen perkandangan pada peternakan ayam broiler di peternakan rakyat milik Bapak Rahardian Pribadi di Dusun Simbatan Wetan, desa Simbatan, Kecamatan Nguntoronadi, Kabu- paten Magetan. Studi ini diharapkan dapat berguna untuk bahan kajian bagi peternak khususnya peternakan rakyat dengan skala dibawah 10.000 ekor. Dan juga hasil penelitian ini bisa menjadi bahan perbandingan bagi peternak dan

sebagai informasi bagi seseorang yang ingin memulai usaha ternak ayam broiler.

Materi Dan Metode Pada penelitian ini meng- gunakan metode survey yaitu wawancara, survey dan studi pustaka. Data yang dikumpulkan dianalisa dengan analisis deskriptif.

Hasil Dan Pembahasan Gambaran Umum Peternakann Rakyat Ayam broiler Kandang milik bapak Rahardian ini berlokasi di lahan yang kurang produktif yaitu tanah tegalan, namun memiliki persyaratan yang baik untuk peternakan ayam broiler. Lokasi kandang dekat dengan pemukiman penduduk, berjarak sekitar 50 m. lokasi yang dekat ini, perlu mendapat perhatian dalam manajemen kandang, terutama menyangkut sanitasi. Kotoran dan bau kandang harus diperhatikan supaya tidak mencemari dan mengganggu pemukiman pen- duduk. Demikian juga ternak milik penduduk yang ada di sekitar diusahakan tidak terlalu banyak lalu lalang disekitar kandang untuk menghindari penularan penyakit baik penyakit dari luar maupun dari dalam kandang ke luar. Letak kandang di peter- nakan ini terletak pada dataran rendah. Kandang membujur dengan terbitnya matahari (timur- barat). Hal ini sesuai yang dikemukakan oleh Sudaryani dan Santoso (2003) bahwa beberapa faktor yang

Dwi Wahyu Setyaningsih , Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Simbatan Wetan Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan

MEDIA SOERJO Vol. 18 No. 1 April 2016 ISSN 1978 - 6239

diperhatikan pada saat pemben- tukan kandang yaitu letak kandang harus memungkinkan matahari pagi dapat leluasa masuk ke dalam kandang. Akses jalan cukup mudah baik dengan kendaraan roda empat ataupun kendaraan roda dua. Sehingga proses panen, pengiriman DOC, OVK, pakan maupun segala sesuatu yang dibutuhkan untuk peternakan.

Lokasi kandang masih cukup dekat dari lokasi peternakan yang lain. Jarak peternakan ini dengan peternakan lain sekitar 50 m. Lokasi yang sudah padat dengan peternakan, relative memudahkan

penyebaran penyakit

Oleh karena

itu pengawasan terhadap penyakit dan biosecurity di peternakan ini harus diperketat. Lokasi kandang harus jauh dari pemukiman penduduk, memiliki sumber air yang cukup terutama pada musim kemarau, bebas dari penghalang sehingga harus memiliki akses jalan, listrik dan telpon (Sudaryani dan Santoso,

2003)

Kandang Sistem Terbuka Tipe kandang. Di peternakan bapak Rahardian ini menggunakan tipe kandang bentuk bertingkat yaitu tipe panggung dan bagin bawah tanpa panggung atau litter atau postal. Kandang panggung berlantai dari bambu yang disusun sehingga kotoran sebagian ada yang jatuh ditempat penampungan. Sistem

70

kandang yang dipakai adalah sistem kandang terbuka. Kandang dengan luas 375 m 2 , panjang 50 m dan lebar 7,5 m ini di isi 6.000 ekor ayam broiler tiap satu kali masa produksi, lantai atas 3.000 ekor dan lantai bawah 3.000 ekor. Menurut kepadatannya, ini sudah sesuai dengan kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia 8-10 ekor/m 2 . apabila kepadatan melebihi ambangnya maka suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.

Keunggulan Kandang Ayam Tipe Panggung Keunggulan kandang ayam tipe panggung milik Bp. Rahardian ini diantaranya adalah sirkulasi udara yang bisa berjalan sangat baik dibandingkan dengan sirkulasi kandang ayam tipe lainnya karena udara bisa bergerak baik dari samping maupun bawah kandang. Dengan adanya sirkulasi udara yang sangat baik, maka temperatur di dalam kandang juga bisa terjaga sehingga ayam akan merasa sangat nyaman. Lantai kandang ayam panggung dibuat berlubang atau sistem slat yang berasal dari bahan utama bambu yang intinya ada slat kosong sekitar 2 cm antara bambu- bambunya. Tujuannya adalah agar

Dwi Wahyu Setyaningsih , Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Simbatan Wetan Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan

MEDIA SOERJO Vol. 18 No. 1 April 2016 ISSN 1978 - 6239

udara bisa masuk melalui sela-sela lantai.

Oleh karena itu sistem kandang panggung ketersediaan oksigen dan ventilasi udara lebih banyak sehingga kandang pang- gung seringkali untuk kepadatan kandang lebih tinggi dibanding kandang postal. Kepadatan kandang ber- hubungan langsung dengan ketersediaan oksigen bagi ayam untuk memberikan hasil yang lebih optimal. Menghadapi perubahan cuaca yang terus berubah-ubah, ayam sangat memerlukan daya tahan tubuh yang kuat. Daya tahan tubuh akan optimal apabila stress atau faktor pengganggu dapat diminimalkan. Ayam dengan daya tahan tubuh rendah, ayam lebih malas bergerak dan menjadi lebih rentan terkena penyakit serta ketidakseim- bangan antara perkembangan daging dengan organ viscera ayam tersebut kurang baik. Kandang postal (litter) pada ayam broiler di peternakan ini menggunakan lantai kandang yang ditutup oleh sekam padi. Peng- gunaan sekam padi dengan alasan, sekam memiliki daya serap cukup baik, lembut sehingga tidak menyebabkan keruskan pada dada, mempertahankan kehangatan, menyerap panas dan menyeragam- kan temperatur dalam kandang.

Ukuran Kandang Berdasarkan Umur Ayam Ukuran kandang ayam di peternakan Bp. Rahardian ini pada

71

umur 1-5 hari dengan ukuran 7,5meter x 10 meter yang berkapasitas 3000 ekor. Umur ayam 6-10 hari dengan ukuran kandang 13 meter x 7,5 meter dengan kapasitas 3000 ekor dengan menggeser sekat/pagar. Pada ayam umur 11 hari sampai panen ukuran kandang 35 meter x 7,5 meter dengan kapasitas 3000 ekor. Hal ini sesuai yang dikemuka- kan oleh Fadillah (2007), bahwa ukuran kandang berdasarkan umur,

kepadatan per meter persegi adalah:

1. umur 1-3 hari kepadatan 40-50 ekor per meter persegi

2. umur 4-6 hari kepadatan 25-35 ekor per meter persegi

3. umur 7-9 hari kepadatan 15-20 ekor per meter persegi

4. umur lebih dari 10 hari

kepadatan 10-15 ekor per meter persegi. Ternak ayam yang dipelihara dalam kandang yang terlalu padat, akan menyebabkan sirkulasi udara tidak baik, menyebabkan suhu ruang panas yang akibat lebih lanjut ternak bisa stress. Disamping itu

ternak yang terlalu padat akan menyebabkan ternak sulit bergerak dan mengganggu pertumbuhan ternak. Untuk kandang yang terlalu luas juga berakibat yang kurang baik juga bagi ternak. Ternak akan leluasa bergerak dan semakin banyak bergerak energi ternak akan banyak yang terbakar sehingga mengurangi bobot badan dari ternak ayam broiler. karena ayam broiler tujuannya untuk produksi daging sehingga sebisa mungkin

Dwi Wahyu Setyaningsih , Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Simbatan Wetan Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan

MEDIA SOERJO Vol. 18 No. 1 April 2016 ISSN 1978 - 6239

72

ternak ayam tidak bergerak yang terlalu banyak.

Sanitasi Kandang Prosedur Pembersihan kandang

ayam broiler :

Di peternakan ayam broiler milik Bp. Rahardian ini ada beberapa prosedur yang dilakukan dalam pembersihan kandang antara lain:

1. Mengeluarkan barang-barang (sebelum pembersihan atau sanitasi kandang) Sebelum kandang dibersihkan, yang dilakukan pertama kali adalah mengumpulkan barang- barang atau peralatan kandang dan mengeluarkan dari kandang yang akan dibersih- kan. Barang-barang atau peralatan kandang antara lain; tempat pakan, tempat minum, pemanas. Baru kemudian mengeluarkan litter dan membersihkan kandang.

2. Proses Penyemprotan Langkah berikutnya adalah melakukan penyemprotan kandang dengan obat kutu atau insektisida. Hal ini dimaksud- kan untuk membasmi kutu- kutu yang berukuran kecil.

3. Pembersihan atap dan lantai kandang Setelah kandang disemprot, selanjutnya dibersihkan bagian atap terlebih dahulu baru kemudian bagian lantai kandang. Pembersihan atap dilakukan dengan menyapu debu-debu dan sarang laba- laba yang menempel di atap

dan dinding kandang. Jika atap sudah bersih baru membersih- kan lantai kandang dengan membasahi kandang dan menyikat hingga bersih. Setelah kandang kering baru dilakukan pengapuran. Setelah itu kandang diistirahatkan selama 1-2 minggu.

4. Pembersihan peralatan kandang Peralatan kandang sebelum dipakai kembali perlu dibersih- kan dengan disinfektan, yang kemudian dikeringkan.

5. Perbaikan kandang yang rusak. Segera memperbaiki kandang apabila ada kerusakan. Atap bocor, lantai panggung yang patah dan dinding-dinding yang rusak harus segera dilakukan perbaikan agar tidak mengganggu kenyamanan ternak ayam selain untuk kenyamanan pemelihara dan kerusakan tidak merambat ke yang lebih parah.

6. Pembersihan lingkungan kandang. Setelah bagian utama kandang sudah bersih, baru kemudian membersihkan bagian luar kandang dan lingkungan sekitar kandang dari kotoran- kotoran maupun rumput- rumput liar.

Menjaga kebersihan kandang Supaya kondisi kandang selalu bersih dan terjaga, kotoran- kotoran yang ada di dalam kandang harus dibersihkan setiap hari. Namun perlakuan ini belum

Dwi Wahyu Setyaningsih , Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Simbatan Wetan Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan

MEDIA SOERJO Vol. 18 No. 1 April 2016 ISSN 1978 - 6239

menjamin kandang bebas dari bibit- bibit penyakit. Untuk membunuh kuman, kandang harus dibersihkan dari hama secara teratur. Paling tidak satu tahun sekali. Larutan kimia yang bisa digunakan di antaranya, lisol, karbol, atau kreolin dengan perbandingan bahan aktif 10 sampai 30 cc dan 10 liter air.

Kesimpulan Peternakan rakyat milik Bp. Rahardian ini, berlokasi dekat dengan pemukiman penduduk. Hal ini tidak menjadi halangan yang besar apabila manajemen kandang sangat diperhatikan terutama biosecurity. Sistem kandang yang dipakai adalah kandang dengan sistem terbuka mengingat kapasitas ternak nya masih cukup kecil 6.000 ekor. Tipe lantai kandang nya bertingkat dengan tipe panggung dan postal. ini tujuannya untuk efisiensi tempat. Kepadatan ayam dan luas kandang masih sesuai dengan tingkat kenyamanan ayam. Sehingga ternak ayam broiler bisa tumbuh secara optimal.

Daftar Pustaka

Fadilah, R. 2000. Panduan Mengelola Peternakan Ayam Broiler Komersial. Agromedia Pustaka, Jakarta Fadillah. R, 2007. Suskes Beternak Ayam Broiler. PT. Agromedia Pustaka. Ciganjur

73

Priatno, Martono. A, 2004. membuat kandang ayam. PT. Penebar Swadaya. Jakarta. Rasyaf. M, 1994. Beternak Ayam Petelur. Penebar Swadaya. Jakarta Sudaryani, T dan Santoso, 2003. Pembibitan Ayam Ras. PT. Penebar Swadaya. Bogor Wiharto, 1985. Petunjuk Beternak Ayam. Brawijaya. malang

Dwi Wahyu Setyaningsih , Studi Manajemen Perkandangan Ayam Broiler di Dusun Simbatan Wetan Desa Simbatan Kecamatan Nguntoronadi Kabupaten Magetan