Anda di halaman 1dari 21

PDSA KEPATUHAN PETUGAS DALAM MENGGUNAKAN ALAT PELINDUNG

DIRI (APD) DI RUANGAN

Latar Belakang : Kepatuhan petugas dalam menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di ruangan
sudah mengalami peningkatan walaupun masih belum mencapai standar yang
ditetapkan (100%).
Pelaksanaan upaya meningkatkan capaian indikator sampai memenuhi standar

 Indikator mutu kepatuhan penggunaan APD

Judul Indikator Kepatuhan penggunaan APD

Dasar Pemikiran Standar akreditas RS

Dimensi Mutu □ Aksesibilitas □ Berorientasi pada Pasien

□ Efisiensi □ Kesinambungan Pelayanan

□ Efektivitas √ Keselamatan dan Keamanan

Tujuan 1. Mengetahui tingkat kepatuhan petugas dalam


pemakaian APD.
2. Meningkatkan kepatuhan petugas dalam penggunaan
APD.
Definisi Operasional APD (alat pelindung diri) adalah kelengkapan yang wajib
digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja
untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang
disekelilingnya.

Jenis Indikator □ Input □ Outcome

□ Proses √ Proses dan Outcome

Numerator Jumlah petugas yang patuh terhadap penggunaan APD


sesuai indikasi.

Denominator Jumlah petugas yang disurvey.

Target Pencapaian 70%

Insklusi Seluruh petugas yang menggunakan APD sesuai indikasi

Ekslusi Seluruh petugas yang menggunakan APD tanpa indikasi

Formula (Jumlah seluruh petugas yang patuh terhadap penggunaan


APD sesuai indikasi / Jumlah seluruh petugas yang
disurvei) X 100%.

Sumber Data Sistem pelaporan


Frekuensi Pengumpulan Data Harian

Periode Analisis Tiap tiga bulan

Cara Pengumpulan Data □ Retrospektif √ Concurrent

Sampel Seluruh petugas yang menggunakan APD sesuai indikasi

Rencana Analisis √ Diagram Garis □ Diagram Batang □ Diagraam Pie

Instrumen Pengambilan Data Formulir Pengambilan Data

Formulir Rekapitulasi Data

Formulir Validasi Data

Penanggung Jawab IPCN / KOMITE PPI

Unit Kerja : Seluruh Unit

Koordinator : dr. Sri Widiastuti, Sp.M

Tim PDSA : Nur qalbi rusadi, AMK.

Musakkirah, AMK.

Kepala Bagian, Kepala Ruangan, dan Kepala Unit

Natalia lili padang, Amd. Keb.

Juzetly Talabessy, Amd. Kep.

Vivian Lamawato, Amd. Kep.

Dilakukan dalam 3 siklus

Setiap perubahan di informasikan ke seluruh ruangan, diuji coba dan dipantau keberhasilannya.

Perubahan yang tidak berhasil dijadikan sebagai dasar untuk perbaikan selanjutnya

Perubahan yang efektif dilanjutkan tetapi perubahan yang tidak efektif dihentikan

Dalam pelaksananan berkoordinasi dengan berbagai pihak yaitu Kepala Bagian, Kepala Ruang Rawat
Inap, Kepala Poliklinik dan Kepala Unit serta Komite PPI.
 Formulir audit kepatuhan penggunaan APD

AUDIT KEPATUHAN PETUGAS MENGGUNAKAN ALAT PERLINDUNGAN DIRI (APD )


Ruang : Bulan : 2018
N TANGGAL JENIS MASKER SARUNG SEPATU APRON KACA TUTUP PENILAI
O KEGIATAN TANGAN PELINDUNG MATA KEPALA
YA TDK YA TDK YA TDK YA TDK YA TDK YA TDK

JUMLAH TOTAL
SKOR AKHIR : YA X
100%
YA+TIDAK

Petugas :
VALIDASI DATA
1. LAPORAN VALIDASI DATA

JUDUL INDIKATOR Kepatuhan penggunaan APD


NUMERATOR Jumlah staff yang patuh terhadap penggunaan APD
DENUMERATOR Jumlah seluruh staff rumah sakit Kasih Herlina
SUMBER DATA Lembar AUDIT kepatuhan penggunaan APD

CAPAIAN INDIKATOR 100%

JUMLAH STAFF BULAN 97 orang


APRIL, MEI, JUNI, Dan JULI

JUSTIFIKASI PERLU Data baru pertama kali dikumpulkan


VALIDASI
METODE VALIDASI 1. Menggunakan metode sampling

HASIL VALIDASI Tingkat kepatuhan petugas dalam menggunakan APD


HASIL ANALISA  APRIL, 99/4X100%=25%
 MEI, 107/4X100%=27%
 JUNI, 107/4X100%=27%
 JULI, 107/4X100%=27%
KESIMPULAN Kurang nya tingkat kepatuhan petugas rumah sakit Kasih
Herlina dalam penggunaan APD

RENCANA TINDAK LANJUT 1. Sosialisasi ulang manfaat penggunaan APD di ruangan


2. Meningkatkan pengawasan penggunaan APD pada
petugas yang cenderung tidak disiplin oleh IPCN
3. Mengadakan AUDIT terhadap petugas yang tidak
disiplin
4. Memaksimalkan kinerja IPCN
5. Memberikan sanksi administratif kepada petugas yang
masih tidak disiplin menggunakan APD
 Grafik hasil audit kepatuhan penggunaan APD

KEPATUHAN PENGGUNAAN
APD

100%
90%
80%
70% STANDAR
60% KEPATUHAN
50%
40%
30%
20%
10%
0%
APRIL MEI JUNI JULI AGUST

 Analisa

Pada bulan april angka kepatuhan petugas dalam menggunakan APD mencapai 25%, sedangkan pada
bulan mei, juni, juli, dan agustus mencapai 27%. Hal ini disebabkan kurang nya pengetahuan petugas
tentang penting nya penggunaan APD.

 PDSA

PDSA Siklus I bulan April tahun 2018

Plan / Perencanaan:
Perencanaan Tingkatkan kepatuhan petugas dalam menggunakan APD di ruangan
Do Monitoring dan pengawasan dari Kepala Ruangan/ Unit dalam pemakaian APD.
Study Masih ada petugas yang belum disiplin menggunakan APD
Action 1. Sosialisasi ulang manfaat penggunaan APD di ruangan
2. Meningkatkan pengawasan penggunaan APD pada petugas yang cenderung
tidak disiplin oleh IPCN
PDSA Siklus II bulan Mei tahun 2018

Plan / Perencanaan:
Perencanaan Tingkatkan kepatuhan petugas dalam menggunakan APD di ruangan
Do 1. Sosialisasi ulang penggunaan APD di ruangan
2. Meningkatkan pengawasan penggunaan APD pada petugas yang cenderung
tidak disiplin oleh IPCN
Study Keterbatasan IPCN dalam mengawasi kepatuhan petugas dalam menggunakan APD
di ruangan
Action Mengadakan AUDIT terhadap petugas yang tidak disiplin

PDSA Siklus III bulan Juni tahun 2018

Plan / Perencanaan:
Perencanaan Tingkatkan kepatuhan petugas dalam menggunakan APD di ruangan
Do Mengadakan AUDIT terhadap petugas yang tidak disiplin
Study AUDIT sudah dilakukan oleh IPCN namun belum ada kesadaran terhadap petugas
terkait
Action 1. Memaksimalkan kinerja IPCN
2. Memberikan sanksi administratif kepada petugas yang masih tidak disiplin
menggunakan APD
 Jadwal pelaksanaan

PELAKSANAAN
KEGIATAN MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU
I II III IV
Monitoring dan
pengawasan dari
kepala ruangan/ unit
dalam penggunaan
APD
sosialisasi ulang
penggunaan APD
pengawasan
penggunaan APD
pada petugas yang
tidak patuh oleh
IPCN
Audit penggunaan
APD terhadap
petugas

PDSA ANGKA KEJADIAN IADP (PLEBITIS)

Latar Belakang : pada triwulan ke II insiden rate plebitis turun dari 32,15‰ menjadi 30‰.

Pelaksanaan upaya menurunkan insiden rate plebitis turun dari 32,15‰ menjadi 30‰.

 Indikator mutu insiden rate plebitis

Judul Indikator Angka kejadian phlebitis

Dasar Pemikiran Pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah


sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya

Dimensi Mutu □ Aksesibilitas □ Berorientasi pada Pasien

□ Efisiensi □ Kesinambungan Pelayanan

√ Efektivitas √ Keselamatan dan Keamanan

Tujuan Menurunnya kejadian phlebitis

Definisi Operasional Phlebitis merupakan inflamasi pada vena, yang ditandai


dengan adanya daerah yang merah, nyeri dan
pembengkakan di daerah penusukan atau sepanjang vena
(Brunner dan Sudarth, 2002)

Jenis Indikator □ Input □ Outcome

□ Proses √ Proses dan Outcome

Numerator Jumlah kasus phlebitis dalam satu bulan

Denominator Seluruh pasien rawat inap yang terpasang kateter intravena


dalam satu bulan

Target Pencapaian ≤ 20 ‰

Kriteria Penilaian Hasil ≤ 20 ‰ → skor = 100

20 ‰ < Hasil ≤ 30 ‰ → skor = 75

30 ‰ < Hasil ≤ 40 ‰ → skor = 50

40 ‰ < Hasil ≤ 50 ‰ → skor = 25

Hasil > 50 ‰ → skor = 0

Inklusi Pasien rawat inap yang terpasang kateter intravena

Eksklusi -

Formula (Jumlah kasus phlebitis dalam satu bulan / Seluruh pasien


rawat inap yang terpasang kateter intravena) x 100%

Sumber Data Instalasi rawat inap

Frekuensi pengumpulan data Bulanan

Periode Analisis Tiap tiga bulan

Cara Pengumpulan Data □ Retrospektif √ Concurrent

Sampel Seluruh pasien rawat inap yang terpasang kateter intravena

Rencana Analisis √ Diagram Garis □ Diagram Batang □ Diagraam Pie

Instrumen Pengambilan Data Formulir Pengambilan Data

Formulir Rekapitulasi Data


Formulir Validasi Data

Penanggung Jawab Ka. Instalasi rawat inap

Unit Kerja : Ruang Rawat Inap

Koordinator : dr. Sri Widiastuti, Sp.M

Tim PDSA : Nur qalbi rusadi, AMK.

Musakkirah, AMK.

Kepala Bagian, Kepala Ruangan, dan Kepala Unit

Natalia lili padang, Amd. Keb.

Juzetly Talabessy, Amd. Kep.

Vivian Lamawato, Amd. Kep.

Dilakukan dalam 1 siklus

Setiap perubahan di informasikan ke seluruh kepala ruangan rawat inap yang ada di Rumah Sakit diuji
coba dan dipantau keberhasilannya.

Perubahan yang tidak berhasil dijadikan sebagai dasar untuk perbaikan selanjutnya

Perubahan yang efektif dilanjutkan tetapi perubahan yang tidak efektif dihentikan

Dalam pelaksananan berkoordinasi dengan berbagai pihak yaitu Kepala Bagian, Kepala Ruangan
Rawat Inap, Kepala Unit, Komite PPI dan Komite PMKP.
 Formulir audit kepatuhan penggunaan APD

JENIS INFEKSI NOSOKOMIAL


RU ISK IDO HAP PLEBITIS DEKUBITU
JML JML JML
JML IN IN IN IN TRPSG IN
ANGAN JML PA IN TRPSG HARI IN JML IN PASIEN HARI
NO IV HARI PASIEN
PEMA FEKSI SIDEN FEKSI FEKSI FEKSI
HARI SIEN SIDEN ETT PMSGN SIDEN LINE PMSGN SIDEN TIRAH TIRAH
SANGAN
PMSGN RATE OP RATE ETT RATE IV LINE RATE BARING BARING

VALIDASI DATA
1. LAPORAN VALIDASI DATA

JUDUL INDIKATOR Insiden rate Plebitis


NUMERATOR Jumlah pasien phlebitis di rawat inap
DENUMERATOR Jumlah seluruh pasien rawat inap rumah sakit Kasih Herlina
SUMBER DATA Lembar monitoring IPCLN

CAPAIAN INDIKATOR 30‰


JUMLAH SELURUH PASIEN 222 orang

JUSTIFIKASI PERLU Data baru pertama kali dikumpulkan


VALIDASI
METODE VALIDASI 1. Menggunakan metode sampling

HASIL VALIDASI Insiden rate Plebitis 32,15‰

HASIL ANALISA 20/622x1000=32,15‰

KESIMPULAN Pasien phlebitis 32,15‰


RENCANA TINDAK LANJUT Monitoring pemasangan infus
Menerapkan bundles
Melakukan evaluasi setiap bulan
 Grafik insiden rate plebitis

INSIDEN RATE HAIs

35

30 PLEBITIS
HAP
25
ISK
20
IDO
15

10

0
APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS

 Analisa

Insiden rate phlebitis pada bulan april 24‰, mei 32,15‰, juni 25‰, juli, dan agustus 21‰. Insiden
rate yang tertinggi terjadi pada bulan mei 32,15‰, hal ini disebabkan karena adanya renovasi di
rumah sakit yang menyebabkan banyak nya debu yang memicu terjadi nya angka infeksi naik di
rumah sakit, dan masih kurang nya kepatuhan hand hygiene dari petugas, dan kurang nya alat bhp
pemasangan infus yang sesuai standar.

 PDSA

Plan/ Perencanaan Perencanaan:


Insiden rate phlebitis menurun dari 32,15‰ menjadi 30‰.
Do Kepala unit/ruangan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan bundle
pencegahan phlebitis.
Study Masih ditemukan kejadian plebitis pada pasien rawat inap.
Action Monitoring pemasangan infus
Menerapkan bundles
Melakukan evaluasi setiap bulan
 Jadwal pelaksanaan

PELAKSANAAN
KEGIATAN MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU
I II III IV
Menerapkan
bundles phlebitis
oleh kepala
ruangan/ unit

PDSA INSIDEN TERTUSUK JARUM SUNTIK

Latar Belakang : Masih ada petugas yang tertusuk jarum suntik

Pelaksanaan upaya perbaikan/ meminimalkan/ menurunkan insiden tertusuk jarum suntik

 Indikator mutu insiden tertusuk jarum suntik


Judul Indikator Jumlah staf tertusuk jarum
Dasar Pemikiran Standar akreditas RS
Dimensi Mutu □ Aksesibilitas □ Berorientasi pada Pasien

□ Efisiensi □ Kesinambungan Pelayanan

□ Efektivitas √ Keselamatan dan Keamanan

Tujuan Tergambarnya angka kejadian tertusuk jarum yang terjadi


pada petugas.

Definisi Operasional Angka Kejadian tertusuk jarum suntik merupakan kondisi


yang menunjukkan kejadian petugas medis, paramedis,
maupun nonmedis tertusuk jarum suntik. Kejadian
tersebut bisa terjadi pada saat proses pemilihan jarum
suntik/ benda tajam, penggunaan, pembuangan, sampai
dengan pemusnahan.

Jenis Indikator □ Input □ Outcome


√ Proses □ Proses dan Outcome

Numerator Jumlah staf yang tertusuk jarum dalam satu bulan

Denominator Jumlah seluruh staf

Target Pencapaian 0%

Inklusi Seluruh staf yang tertusuk jarum

Eksklusi -

Formula (Jumlah staf yang tertusuk jarum dalam satu bulan /


Jumlah seluruh staf) x 100%

Sumber Data Laporan Insiden, Laporan K3RS, Laporan UGD

Frekuensi Pengumpulan Data Harian

Periode Analisa Tiap tiga bulan


Cara Pengumpulan Data □ Retrospektif √ Concurrent

Sampel Kasus tertusuk jarum

Rencana Analisis √ Diagram Garis □ Diagram Batang □ Diagraam Pie

Instrumen Pengambilan Data Formulir Pengambilan Data

Formulir Rekapitulasi Data

Formulir Validasi Data

Penanggung Jawab Ketua komite / tim PPI / tim K3RS

Unit Kerja : Seluruh unit di Rumah Sakit Kasih Herlina

Koordinator : dr. Sri Widiastuti, Sp.M

Tim PDSA : Nur qalbi rusadi, AMK.

Musakkirah, AMK.

Kepala Bagian, Kepala Ruangan, dan Kepala Unit

Natalia lili padang, Amd. Keb.

Juzetly Talabessy, Amd. Kep.


Vivian Lamawato, Amd. Kep.

Dilakukan dalam 1 siklus

Setiap perubahan di informasikan ke seluruh unit, diuji coba dan dipantau keberhasilannya.

Perubahan yang tidak berhasil dijadikan sebagai dasar untuk perbaikan selanjutnya

Perubahan yang efektif dilanjutkan tetapi perubahan yang tidak efektif dihentikan

Dalam pelaksananan berkoordinasi dengan seluruh unit di Rumah Sakit Kasih Herlina.

 Formulir audit insiden tertusuk jarum

DILAKSANAK
AN
NAMA
TEMPAT TEMPAT KRONOLOGIS PENANGANA
NO TGL PETUG KET
TUGAS KEJADIAN KEJADIAN N DENGAN
AS
TEPAT
(YA/TIDAK)

VALIDASI DATA
1. LAPORAN VALIDASI DATA

JUDUL INDIKATOR Insiden rate tertusuk jarum

NUMERATOR Staff tertusuk jarum yang melapor dan ditindaklanjuti


DENUMERATOR Jumlah seluruh staff rumah sakit Kasih Herlina yang tertusuk
jarum
SUMBER DATA Lembar monitoring IPCLN

CAPAIAN INDIKATOR 0%

JUMLAH SELURUH STAFF 97 orang


JUSTIFIKASI PERLU Data baru pertama kali dikumpulkan
VALIDASI
METODE VALIDASI 1. Menggunakan metode sampling

HASIL VALIDASI Insiden rate kejadian tertusuk jarum

HASIL ANALISA 5/97x100=5%

KESIMPULAN Staff yang tertusuk jarum berjumlah 5 orang

RENCANA TINDAK LANJUT Mengadakan sosialisasi penyuntikan yang aman


Mengadakan sosialisasi tentang penggunaan APD
Pemeriksaan kesehatan pada petugas yang tertusuk jarum

 Grafik insiden rate tertusuk jarum

INSIDEN RATE TERTUSUK


JARUM
2.5

1.5

1 standar
insiden rate
0.5

0
april mei juni juli agustus

 Analisa

Insiden rate tertusuk jarum tertinggi pada bulan april yaitu sebanyak 2 orang, hal ini disebabkan
karena kurang nya pengetahuan penggunaan APD pada saat melakukan aktivitas pengangkutan
limbah tajam dan melakukan penyuntikan terhadap pasien, dan kurang berhati hati pada saat
melakukan aktivitas.
 PDSA

PDSA Siklus 1 bulan April tahun 2018

Plan/ Perencanaan Perencanaan:


Menurunkan angka insiden tertusuk jarum suntik
Do 1. Diklat cara penyuntikan yang aman.
2. Monitoring kepatuhan penggunaan APD
Study Petugas belum melaksanakan cara penyuntikan yang aman
Action Mengadakan sosialisasi penyuntikan yang aman
Mengadakan sosialisasi tentang penggunaan APD
Pemeriksaan kesehatan pada petugas yang tertusuk jarum

 Jadwal pelaksanaan

PELAKSANAAN
KEGIATAN MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU
I II III IV
Menerapkan
bundles phlebitis
oleh kepala
ruangan/ unit
PDSA KEPATUHAN HAND HYGIENE

Latar Belakang : Tingkat kepatuhan hand hygiene masih rendah

Pelaksanaan upaya meningkatkan kepatuhan hand hygiene

 Indikator mutu kepatuhan hand hygiene

Judul Indikator Kepatuhan cuci tangan petugas kesehatan


Dasar Pemikiran Standar akreditas RS
Dimensi Mutu □ Aksesibilitas √ Berorientasi pada Pasien

□ Efisiensi √ Kesinambungan Pelayanan

□ Efektivitas √ Keselamatan dan Keamanan


Tujuan 1. Mengetahui tingkat kepatuhan cuci tangan petugas
2. Meningkatkan kepatuhan cuci tangan petugas
Definisi Operasional Kepatuhan yang dilakukan oleh petugas untuk
melaksanakan cuci tangan berdasarkan 6 langkah cuci
tangan dan five momment

Jenis Indikator □ Input □ Outcome

√ Proses □ Proses dan Outcome

Numerator Jumlah Seluruh petugas yang melakukan tindakan cuci


tangan sesuai dengan 6 langkah cuci tangan & five
momment

Denominator Jumlah seluruh petugas yang disurvei

Target Pencapaian 80 %

Inklusi Seluruh petugas yang mempunyai opportunity/indikasi


cuci tangan

Eksklusi -

Formula (Jumlah Seluruh petugas yang melakukan tindakan cuci


tangan sesuai dengan 6 langkah cuci tangan & five
momment / Jumlah seluruh petugas yang disurvei) x 100%

Sumber Data Survei

Frekuensi Pengumpulan Data Harian

Periode Analisa Tiap tiga bulan


Cara Pengumpulan Data □ Retrospektif √ Concurrent

Sampel Petugas yang disurvei

Rencana Analisis √ Diagram Garis □ Diagram Batang □ Diagraam Pie

Instrumen Pengambilan Data Formulir Pengambilan Data

Formulir Rekapitulasi Data

Formulir Validasi Data

Penanggung Jawab IPCN / tim PPI

Unit Kerja : Seluruh unit di Rumah Sakit Kasih Herlina

Koordinator : dr. Sri Widiastuti, Sp.M

Tim PDSA : Nur qalbi rusadi, AMK.

Musakkirah, AMK.

Kepala Bagian, Kepala Ruangan, dan Kepala Unit

Natalia lili padang, Amd. Keb.

Juzetly Talabessy, Amd. Kep.

Vivian Lamawato, Amd. Kep.

Dilakukan dalam 2 siklus

Setiap perubahan di informasikan ke seluruh unit, diuji coba dan dipantau keberhasilannya.

Perubahan yang tidak berhasil dijadikan sebagai dasar untuk perbaikan selanjutnya

Perubahan yang efektif dilanjutkan tetapi perubahan yang tidak efektif dihentikan

Dalam pelaksananan berkoordinasi dengan seluruh unit di Rumah Sakit Kasih Herlina.
 Formulir audit hand hygiene

Peran (Dokter Sebelum Sebelum


Setelah Setelah Kontak
Spesialis/ Dokter Kontak Melakukan Setelah Kontak
Tgl Nama Terpapar Cairan dengan lingk.
Umum/ Perawat/ dengan Tindakan dengan Pasien
Audit Subjek Tubuh Pasien Pasien
Laboran/Non- Pasien Asepsis
Medis) Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk Ya Tdk

VALIDASI DATA
1. LAPORAN VALIDASI DATA

JUDUL INDIKATOR Kepatuhan hand hygiene

NUMERATOR Staff yang patuh hand hygiene


DENUMERATOR Jumlah seluruh staff rumah sakit Kasih Herlina yang di
monitor
SUMBER DATA Lembar monitoring IPCLN
CAPAIAN INDIKATOR 100%

JUMLAH SELURUH STAFF 97 orang

JUSTIFIKASI PERLU Data baru pertama kali dikumpulkan


VALIDASI
METODE VALIDASI 1. Menggunakan metode sampling

HASIL VALIDASI Rendah nya kepatuhan hand hygiene

HASIL ANALISA 40/97x100=41%

KESIMPULAN Kepatuhan hand hygiene staff rumah sakit Kasih Herlina


masih rendah

RENCANA TINDAK LANJUT Mengadakan sosialisasi hand hygiene


Mengadakan fasilitas hand hygiene
Audit hand hygiene
 Grafik kepatuhan hand hygiene

120

100

80

60

40
kepatuhan
20 standar

0
april mei juni juli agustus

 Analisa

pada bulan april kepatuhan hand hygiene 53%, mei 63%, juni 59%, juli 65%, dan agustus 68%.
Tingkat kepatuhan pegawai masih dibawah standar karena kurang nya kesadaran tentang penting nya
hand hygiene.

 PDSA

PDSA Siklus 1 bulan April tahun 2018

Plan/ Perencanaan Perencanaan:


Meningkatkan kepatuhan hand hygiene 5 moment, 6 langkah
Do Sosialisasi hand hygiene
Study Petugas belum patuh hand hygiene
Action Mengadakan sosialisasi hand hygiene
Mengadakan fasilitas hand hygiene
PDSA Siklus II bulan Mei tahun 2018

Plan/ Perencanaan Perencanaan:


Meningkatkan kepatuhan hand hygiene 5 moment, 6 langkah
Do Mengadakan sosialisasi hand hygiene
Mengadakan fasilitas hand hygiene
Study Petugas belum patuh hand hygiene
Action Monitoring pelaksanaan hand hygiene di setiap unit
Audit hand hygiene
Pemasangan reaflet hand hygiene di setiap unit

 Jadwal pelaksanaan

PELAKSANAAN
KEGIATAN MINGGU MINGGU MINGGU MINGGU
I II III IV
Mengadakan
sosialisasi hand
hygiene
Pengadaan fasilitas
hand hygiene

SORONG, 1 AGUSTUS 2018

KETUA KOMITE PPI

dr. Sri Widiastuti, Sp.M

Anda mungkin juga menyukai