Anda di halaman 1dari 2

VISUM HIDUP

Annis Farah Dhiba


TKP: Perumahan Banten Indah Permai

KRONOLOGI :
Penderita (Annis Farah Dhiba) datang ke IGD RSUD dr. Drajat prawiranegara
Kabupaten Serang pada hari Minggu tanggal lima belas bulan Juli tahun dua ribu
delapan belas, pukul sembilan belas Waktu Indonesia Barat datang bersama ayahnya
untuk dilakukan pemeriksaan medis atas kejadian kekerasan pada penderita yang
terjadi pada hari minggu tanggal lima belas bulan Juli tahun dua ribu delapan belas
pukul lima belas Waktu Indonesia Barat yang bertempat di Perumahan Banten Indah
Permai. Kejadian bermula dari penderita tidak menerima tunangan laki-laki yang tiba-
tiba membatalkan pernikahan dan penderita curiga bahwa tunangannya itu memiliki
pasangan lain, hal ini membuat penderita mengambil handphone pelaku. Pelaku tidak
menerima, lalu memukul, menggigit, dan menendang penderita berkali-kali.

DESKRIPSI LUKA:
1. Pada dahi sisi kiri, 1 cm dari GPD, 1.5 cm diatas alis kiri, terdapat bengkak
yang berwarna sama dengan kulit sekitarnya berukuran 3x3.5 cm.
2. Pada punggung atas, tepat pada GPB, 2 cm dibawah puncak bahu, terdapat
luka lecet tekan menyerupai gigitan berukuran 3x3.5 cm.
3. Pada lengan atas kiri sisi luar, 3 cm dibawah puncak bahu, terdapat memar
berwarna kebiruan berukuran 4x2.5 cm.
4. Pada punggung sisi kanan bawah, 3.5 cm dari GPB, 6 cm dibawah taju atas
belakang tulang usus, terdapat luka lecet tekan menyerupai gigitan berukuran
3.5x3 cm.
5. Pada tungkai kiri bawah, 9 cm dibawah lutut, terdapat memar berwarna
keunguan berukuran 3.5x3.5 cm.

KESIMPULAN:
Pada penderita perempuan (Annis) yang menurut keterangan lahir pada tanggal
delapan bulan September tahun seribu Sembilan ratus Sembilan puluh empat
ditemukan tindak kekerasan yang menyebabkan bengkak pada dahi sisi kiri, luka lecet
tekan menyerupai gigitan pada punggung atas dan punggung sisi kanan bawah,
memar pada lengan atas kiri sisi luar dan tungkai kiri bawah akibt kekerasan tumpul.
Luka tidak menimbulkan penyakit dan tidak memerlukan tindakan medis berupa
penjahitan luka dan dapat sembuh dalam kurun waktu tujuh hingga empat belas hari.