Anda di halaman 1dari 8

Tugas II

PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

PERILAKU KELOMPOK DAN TIM KERJA

DALAM PENCAPAIAN TUGAS LINGKUNGAN DISNAV KELAS II SABANG

GIMSON LUBIS
530013396
hantupulau@gmail.com

MATA KULIAH : PERILAKU ORGANISASI

TUTOR /DOSEN
AMRI DARWIS dan SRI LESTARI PUJIASTUTI

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN

BIDANG MINAT KEUANGAN

UNIVERSITAS TERBUKA

2018

Berikut saya lampirkan Tugas II saya pak.mohon arahan dan binggingannya terima
kasih.salam
Tugas II
PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

A. PENDAHULUAN

D alam struktur organisasi pentingnya memahami kinerja dan tugas pokok yang harus di
lakukan oleh setiap pegawai atau karyawan pada organisasi, dalam menciptakan
keberhasilan atau kesusksesan suatu organisasi tidak luput dari yang di katakan dalam versi
Kelompok atau Tim Kerja. Dimana perbedaan ini pada dasarnya sama sama menginginkan
yang terbaik di dalam organisasi tersebut.

Mengkaitkan perilaku Kelompok dan Tim kerja dapat di teliti di salah satu organisasi
Distrik Navigasi Kelas II Sabang yang mengadopsi kedua Perilaku tersebut sebagaimana di
dalam organisasi tersebut mengutamakan kesusksesan atau keberhasilan dan keselamatan
kerja di dalam Kelompok dan Tim Kerja. Dalam hal ini setiap Pegawai tentunya memiliki
berbeda keahlian dan kemampuan sesuai bidang dan penempatan tugasnya sesuai SK yang di
miliki setiap Pegawai Distrik Navigasi (DISNAV) Kelas II Sabang. Perilaku Kelompok Dan
Tim Kerja di lingkungan DISNAV kelas II Sabang merupakan suatu yang tidak terpisahkan
karena Faktor keadaan yang meliputi kurangnya Sumber daya manusia yang di harapkan
untuk tugas di setiap Kelompok Unit Pelaksana Tugas (UPT), mengingat hal ini setiap
pegawai harus lah siap di tempatkan di manapun saat sewaktu-waktu UPT yang lain
membutuhkan.

B. PERMASALAHAN
Dalam struktur organisasi sering menjadi topik permasalahan dalam menyingkronkan
antara Perilaku Kelompok Dan Tim Kerja. Padahal pada dasarnya bisa saja Kelompok dan
Tim sangat berkesinambungan di dalam suatu Organisasi tersebut. Seperti dalam artikel ini
akan membahas hal tersebut di dalam Kantor Distrik Navigasi Kelas II Sabang saat ini (tahun
2018). Dimana setiap pegawai harus dapat beradaptasi terhadap penempatan tugas yang harus
di emban selama melaksanakan Tugas, Tugas tersebut harus bisa menciptakan harapan yang
di butuhkan tentunya dalam keberhasilan, namun terkadang setiap Pegawai secara batin
banyak yang tidak sanggup untuk melakukannya mengingat tugas tugas yang di berikan
terkadang tidak sesuai dengan keahlian tapi karena itu tugas setiap pegawai harus
melaksanakannya dengan baik.
Tugas II
PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

1. Bagaimana struktur organisasi dalam Perilaku kelompok bisa berpengaruh kepada


Tim Kerja
2. Bagaimana membangun Perilaku Kelompok dan Tim Kerja

Pertanyaan ini terkadang menjadi alasan untuk membuat dan membangkitkan semangat dan
kesuksesan pada Organisasi karena pada dasarnya Kelompok Dan Tim saling ketergantungan
di dalam suatu Organisasi khususnya Distrik Navigasi Kelas II Sabang.

Peta Jabatan yang menjadi acuan Tugas Kelompok dan Tim pada Distrik Navigasi
kelas II. Di atur pada PM 100 tahun 2014
Tugas II
PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

C. PEMBAHASAN
Distrik Navigasi adalah Organisasi yang Tunduk Pada Pemerintahan yaitu
Kementrian Perhubungan Laut yang mana tugas Utama nya adalah Bertanggung Jawab
terhadap Fungsi Keselematan Pelayaran (PP Nomor 81 tahun 2000).
Berdasarkan Peta jabatan PM 100 tahun 2014 telah di paparkan struktur organisasi di
dalamnya yang di pimpin oleh Ka. Distrik Navigasi, penulis membagi struktur tersebut
menjadi Tim di dalam Kelompok. Dimana terdapat bagian-bagian kelompok Struktural dan
Kelompok Fungsional. Kelompok Struktural adalah Pegawai yang bertugas menangani
Manajemen Administrasi keseluruhan Pegawai dan Administrasi Funsional atau biasa di
sebut kelompok Instalasi. Perbedaan kelompok kerja dan tim kerja dapat di defenisikan dan
mengklasifikasikan dalam berbagai jenis Kelompok yaitu:

- Kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau lebih, yang berinteraksi dan
saling bergantung, yang bergabung untuk mencapai tujuan tertentu.
- Kelompok formal adalah kelompok yang ditetapkan berdasarkan struktur
organisasi, dengan penugasan kerja yang sudah ditentukan.
- Kelompok informal adalah persekutuan yang tidak terstruktur secara formal dan
tidak ditetapkan sebagai organisasi.
- Kelompok komando adalah seorang manajer dan semua bawahannya.
- Kelompok tugas adalah orang-orang yang secara bersama menyelesaikan tugas.
- Kelompok kepentingan adalah orang-orang yang bekerja untuk mencapai tujuan
khusus dan yang menjadi perhatian masing-masing orang.
- Kelompok persahabatan adalah ditetapkan secara bersama-sama karena
memiliki satu atau lebih karakteristik yang sama. Kelompok adalah kumpulan dari
dua orang atua lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung
(interdependent) dalam rangka memeenuhi kebutuhan dan tujuan bersama,
menyebabkan satu sama lain saling mempengaruhi (Cartwright&Zander, 1968;
Lewin, 1948)
Tugas II
PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

Sedangkan Tim Dalam bagian ini akam menguraikan empat bentuk tim yang paling
lazim yang berkemungkinan besar dapat di jumpai dalam organisasi: tim pemecahan-
masalah, tim kerja swa-kelola, tim lintas-fungsional, dan tim virtual.

1. Tim Pemecahan-Masalah adalah kelompok 5 sampai 12 karyawan jam-jaman dari


satu departemen yang bertemu selama beberap jam tiap pekan untuk membahas
perbaikan kualitas, efisiensi, dan lingkungan kerja. Dalam tim pemecahan-masalah,
anggota berbagi gagasan atau menawarkan saran mengenai cara memperbaiki proses
dan metode kerja. Tetapi jarang tim-tim ini diberi wewenang untuk melaksanakan
secara sepihak setiap tindakan yang mereka sarankan.
2. Tim Kerja Swa-Kelola adalah kelompok karyawan ( biasanya 10 sampai 15 orang)
yang memiliki kinerja tinggi atau memiliki pekerjaan yang saling bergantung serta
memikul tanggung jawab mantan penyelia mereka.lazimnya tim ini mencakup
perencanaan dan penjadwalan kerja, pengendalian kolektif atas langkah kerja,
pembuatan keputusan operasi, dan pengambilan tindakan untuk mengatasi masalah.
Tim kerja yang sepenuhnya merupakan tim swa-kelola bahkan memilih anggota-
anggotanya sendiri dan menyuruh anggota itu untuk saling menilai kinerja. Akibatnya
jabatan penyelia tidak menjadi begitu penting lagi dan bahkan dapat disingkirkan.
3. Tim Lintas-Fungsional adalah tenaga kerja dari tingkat hierarki yang sama, tetapi
dari tempat pekerjaan yang berbeda. Tim lintas-fungsional merupakan sarana efektif
yang memungkinkan orang-orang dari aneka bidang dalam organisasi (atau bahkan
antar organisasi) untuk bertukar informasi, mengembangkan gagasan baru dan
memecahkan masalah, serta mengkordinasikan proyek yang rumit. Diperlukan waktu
untuk membina kepercayaan dan kerja tim, terutama di antara orang-orang dari latar
belakang yang berbeda, dengan pengalaman dan perspektif yang berlainan.
4. Tim Virtual merupakan Tim yang menggunakan teknologi komputer untuk mengikat
para anggota yang secara spesifik terpencar untuk mencapai sasaran bersama. Tim
virtual dapat melakukan sesuatu seperti yang dilakukan tim lain-berbagi informasi,
mengambil keputusan, menyelesaikan tugas. Tiga faktor utama yang membedakan tim
virtual dengan tim tatap muka adalah
(1). tidak adanya petunjuk paraverbal dan nonverbal;
(2). konteks sosial terbatas; dan
(3). kemampuan untuk mengatasi hambatan waktu dan ruang.
Tugas II
PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

Tugas-Tugas Kelompok dan Tim Kerja


Dampak dari proes-proses kelompok pada kinerja kelompok dan kepuasan anggota
juga diperlukan oleh tugas-tugas yang dikerjakan oleh kelompok itu. Bukti mengindikasikan
bahwa kerumitan dan interdepedensi tugas-tugas itu mempengaruhi efektivitas.Tugas dapat
digeneralisasikan sebagai hal yang sederhana dan rumit. Kantor Disnav kelas II sabang
memiliki berbagai UPT salah satu di antaranya kelompok Struktural yaitu kelompok yang
mengangani setiap perencanaan pada Disnav Kelas II Sabang dan Kelompok Fungsional
yaitu tim yang bertugas di Lapangan yang terjun langsung dalam penanganan Keselamat
Pelayaran. Perilaku kelompok akan senantiasa melakukan semua yang terbaik di dalam Tim
serta menciptakan komunikasi dan laporan agar setiap pegwai yang di dalamnya dapat
bekerja sesuai dengan tugas dan keahlian masing masing dan Tugas utama Tim Kerja ialah
menjadikan semua melaksanakan perencanaan tugas sesuai tupoksi dan keahlian pegawai
tersebut berdasarkan Sasaran Kontrak Pegawai (SKP) yang di embankan Pimpinan kepada
pegawai.
Dalam membangun perilaku kelompok dalam Tim kerja agar dapat bekerja sama
sampai sekarang peneliti mendapatkan catatan khusus dari Disnav kelas II Sabang ialah
dengan adanya Pimpinan yaitu Ka.Disnav yang selalu berperan dalam pembentukan karakter
perilaku setiap individu dimana kelompok harus saling ketergantungan antara kelompok dan
tim kerja dalam pelaksanaan tugas dan hal ini semua berpengaruh kepada keselematan
pelayaran jika tidak saling ketergantungan akan di kwatirkan tidak berjalannya yang di
harapkan,

PIMPINAN

KELOMPOK TIM

RANCANGAN TIM
KERJA KERJA
 Merencanakan LAPANGAN
kesuksesan kerja  Menciptakan
 Menganalisa hasil kesuksesan kerja
laporan  Memberikan hasil
laporan
Tugas II
PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

D. KESIMPULAN DAN SARAN


Perbedaan perilaku kelompok dan perilaku tim kerja dapat saling ketergantungan
walupun pada dasarnya hal itu terjadi, dalam kesinambungan tugas per UPT di lingkungan
kantor itu akan menghasilkan yang memuaskan khususnya pada Lingkungan Disnav kelas II
sabang. Tanpa kelompok kerja, tim kerja tidak bisa berjalan dengan baik dan sebaliknya tim
kerja yang ada dalam kelompok tidak bisa melakukan pekerjaan begitu hal nya dengan
laporan dari kelompok kerja dan laporan dari tim kerja tidak ada yang bisa di sampaikan
kepada pimpinan yang bertanggung jawab. Intinya walaupun perililaku itu berbeda tapi
dalam pelaksanaan bisa saja berjalan dengan baik dan saling ketergantungan di dalam
pelaksanaan tugas lapangan.
Kelompok kerja adalah kelompok yang berinteraksi terutama untuk berbagi
informasi dan mengambil keputusan agar bisa membantu tiap anggota berkinerja dalam
bidang sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Sedangkan tim kerja merupakan
kelompok di mana individu menghasilkan tingkat kinerja yang lebih besar daripada jumlah
masukan individu tersebut. Kelompok kerja tidak perlu atau tidak punya kesempatan untuk
terlibat dalam kerja kolektif yang menuntut upaya gabungan. Jadi kinerja mereka hanya
sekadar jumlah kinerja yang disumbangkan oleh masing-masing individu anggota kelompok.
Tidak ada sinergi positif yang akan menciptakan tingkat kinerja yang lebih besar daripada
jumlah input. Tim kerja membangkitkan sinergi positif lewat upaya terkoordinasi. Upaya-
upaya individual mereka menghasilkan tingkat kinerja yang lebih besar daripada jumlah input
masing-masing individu.

Saran yang baik untuk kantor Disnav kelas II Sabang, Keterkaitan Kelompok kerja
dan Tim kerja seharusnya jangan di bedakan versinya, karena dengan membedakan kelompok
tersebut akan membuat batas ruang lingkup antra individu saling membantu dalam pekerjaan,
untuk pengolahan informasi terhadap jabatan struktural dan jabatan fungsional selama ini
masih penyampaian dengan menggunakan manual, seharusnya di era tehnologi yang serba
cepat ini sudah dapat mengganti dengan yang menggunakan Sistem Informasi berbasis
internet, dimana keunggulannya di banding yang manual adalah ketepatan waktu
penyampaaian informasi, mengurangi waktu yang terbuang sia sia dan akan dapat
menjadikan pekerjaan lebih mudah dan efisien. Dengan artikel singkat ini mudah mudahan
dapat menjadikan sesama pegawai akan semakin erat dan tidak terpisah pisah dalam artian
kelompok kerja dan tim kerja.
Tugas II
PERILAKU ORGANISASI
GIMSON LUBIS / 530013396

Daftar Pustaka
wilayah kerja SBNP.2011. sarana bantu navigasi pelayaran. Distrik navigasi kelas II sabang

Sobirin Achmad (2016) Perilaku Organisasi-kegiatan belajar 2-TimKerja. Tangerang Selatan:


Universitas Terbuka
inisiasi 4 dasar-dasar perilaku kelompok dan tim kerja. earling fully online Universitas
Terbuka 2018

Peraturan Menteri no 100 tahun 2014 peta jabatan dan uraian jenis kegiatan jabatan unit
pelaksana teknis di lingkungan direktorat jenderal perhubungan laut kementerian
perhubungan
Peraturan Menteri no 91 tahun 2013 tentang tata cara penilaian prestasi sasaran kerja pegawai
(SKP) di lingkungan kementerian perhubungan

Susanti etty 2013.iklim organisasi. Sumber daya manusia penting.Universitas terbuka

Anisa p. 2012 perilaku dan pengembangan organisasi kelompok dan tim. Universitas
brawijaya

Anda mungkin juga menyukai