Anda di halaman 1dari 13

KETERKAITAN ANTARA MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR

MATEMATIKA
(Defenisi, Ruang lingkup, Fungsi, Standar, Pengorganisasi)

A. Pengertian Matematika
Pengertian Matematika – kata matamatika sudah tidak asing lagi bagi kita, matematika
merupakan ratu dari ilmu pengetahuan dimana materi matematika di perlukan di semua
jurusan yang di pelajarai oleh semua orang, disini saya memberikan sebuah pengertian
matematika disertai fungsinya serta ruang lingkup pembelajarannya. Berhitung merupakan
aktifitas sehari-hari tiada aktifitas tanpa menggunakan matematika, akan tetapi banyak
yang tidak tahu apa pengertian matematika, apa istilah matematika dari berbagai negara,
ruang lingkupnya dan masih banyak lagi.
Istilah mathematics (Inggris), mathematik (Jerman), mathematique (Perancis),
matematico (Itali), matematiceski (Rusia), atau mathematick (Belanda) berasal dari
perkataan latin mathematica, yang mulanya diambil dari perkataan Yunani, mathematike,
yang berarti “relating to learning”. Perkataan mathematike berhubungan sangat erat dengan
sebuah kata lainnya yang serupa, yaitu mathanein yang mengandung arti belajar (berpikir).
Jadi berdasarkan etimologis (Elea Tinggih dalam Erman Suherman, 2003:16), perkataan
matematika berarti “ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar”.
James dan James (1976) dalam kamus matematikanya mengatakan bahwa matematika
adalah ilmu tentang logika mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang
berhubungan satu dengan yang lainnya dengan jumlah yang banyak yang terbagi ke dalam
tiga bidang, yaitu aljabar, analisis dan geometri. Johnson dan Rising (1972) dalam bukunya
mengatakan bahwa matematika adalah pola pikir, pola mengorganisasikan, pembuktian
yang logik, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan
dengan cermat, jelas, dan akurat, representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa
bahasa simbol mengenai ide dari pada mengenai bunyi. Sementara Reys, dkk. (1984)
mengatakan bahwa matematika adalah telaah tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau
pola pikir, suatu seni, suatu bahasa, dan suatu alat. Berdasarkan pendapat di atas, maka
disimpulkan bahwa ciri yang sangat penting dalam matematika adalah disiplin berpikir
yang didasarkan pada berpikir logis, konsisten, inovatif dan kreatif.
B. FUNGSI DAN TUJUAN MATEMATIKA
Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur,
menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan
sehari-hari melalui pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistik, kalkulus dan
trigonometri. Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasi-
kan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat matematika dan
persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel.
Tujuan umum pendidikan matematika ditekankan kepada siswa untuk memiliki :
Kemampuan yang berkaitan dengan matematika yang dapat digunakan dalam memecahkan
masalah matematika, pelajaran lain ataupun masalah yang berkaitan dengan kehidupan
nyata. Kemampuan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi. Kemampuan
menggunakan matematika sebagai cara bernalar yang dapat dialihgunakan pada setiap
keadaan, seperti berpikir kritis, berpikir logis, berpikir sistematis, bersifat objektif, bersifat
jujur, bersifat disiplin dalam memandang dan menyelesaikan suatu masalah.

C. RUANG LINGKUP
Standar kompetensi matematika merupakan seperangkat kompetensi matematika yang
dibukukan dan harus ditunjukkan oleh siswa pada hasil belajarnya dalam mata pelajaran
matematika. Standar ini dirinci dalam komponen kompetensi dasar beserta hasil belajarnya,
indikator dan materi pokok untuk setiap aspeknya. Pengorganisasian dan pengelompokan
materi pada materi didasarkan menurut disiplin ilmunya atau didasarkan menurut
kemahiran atau kecakapan yang hendak dicapai. Aspek atau ruang lingkup materi pada
standar kompetensi matematika adalah bilangan, pengukuran dan geometri, aljabar,
trigonometri, peluang dan statistik, dan kalkulus.

D. STANDAR KOMPETENSI MATA PELAJARAN MATEMATIKA.


Untuk mata pelajaran matematika di SMA, telah dirumuskan sembilan standar
kompetensi (Direktorat Pendidikan Menengah Umum, Ditjen. Dikdasmen, Depdiknas;
2003:2) sebagai berikut:
1. Menggunakan operasi dan sifat serta sifat manipulasi aljabar dalam pemecahan masalah
yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma; persamaan kuadrat dan
fungsu kuadrat; sistem persamaan linear-kuadrat; pertidaksamaan satu variabel; logika
matematika.
2. Menggunakan perbandingan fungsi, persamaan, dan identitas persamaan trigonometri
dalam pemecahan masalah.
3. Menggunakan sifat dan aturan geometri dalam menentukan kedudukan titik, garis dan
bidang; jarak; sudut; dan volume.
4. Menggunakan aturan statistika dalam menyajikan dan meringkas data dengan berbagai
cara serta memberi tafsiran; menyusun dan menggunakan kaidah pencacahan dalam
menentukan banyak kemungkinan; dan menggunakan aturan peluang dalam
menentukan dan menafsirkan peluang kejadian majemuk.
5. Menggunakan manipulasi aljabar untuk merancang rumus trigonometri dan menyusun
bukti.
6. Menyusun dan menggunakan persamaan lingkaran beserta garis singgungnya;
7. Menggunakan algoritma pembagian, teorema sisa, dan teorema faktor dalam
pemecahan masalah; menggunakan operasi dan manipulasi aljabar dalam pemecahan
masalah yang berkaitan dengan fungsi komposisi dan fungsi invers.
8. Menggunakan konsep limit fungsi dan turunan dalam pemecahan masalah.
9. Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah.
10. Merancang dan menggunakan model matematika program linear serta menggunakan
sifat dan aturan yang berkaitan dengan barisan, deret, matriks, vektor, transformasi,
fungsi eksponen dan logaritma dalam pemecahan masalah.

E. PENGORGANISASIAN MATERI
Kurikulum berbasis kompetensi ini merupakan standar kompetensi mata
pelajaran matematika yang harus diketahui, dilakukan dan dimahirkan oleh setiap siswa
pada setiap tingkatan. Kerangka ini disajikan dalam empat komponen utama, yaitu: Standar
kompetensi, yaitu tujuan yang hendak dicapai oleh peserta didik setelah melakukan proses
belajar mengajar untuk suatu materi pokok sesuai dengan tingkat pendidikan yang telah
ditentukan secara nasional. Kompetensi dasar, yaitu kompetensi minimal yang harus
dipahami oleh peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajar, indikator yaitu alat
untuk mengukur panguasaan peserta didik terhadap suatu kompetensi dasar, dan materi
pokok, yaitu materi pelajaran yang disajikan kepada peserta didik berupa penjabaran sub
pokok bahasan dari awal semester sampai akhir semester secara terstruktur.
ILMU ALAMIAH DASAR (IAD)
Ilmu alamiah merupakan ilmu pengetahuan yang mengkaji gejala-gejala dalam alam semesta,
termasuk bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Ilmu Alamiah Dasar hanya
mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar yang esensial saja.

A. Manusia yang Bersifat Unik


Ciri-ciri Manusia:
• Organ tubuhnya komplek dan sangat khusus, terutama otaknya
• Mengadakan metabolism atau penyususnan zat
• Memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar
• Memiliki potensi untuk berkembang
• Tumbuh dan berkembang
• Berinteraksi dengan lingkungan
• Bergerak
Perbedaan manusia dengan makhluk lain yaitu memiliki akal budi dan kemauan keras.
B. Kuriositas atau Rasa Ingin Tahu dan Akal Budi
Rasa ingin tahu atau kuriositas pada hewan itu didorong oleh naluri dan naluri itu bertitik
pusat pada mempertahankan kelestarian hidup dan sifatnya tetap sepanjang zaman. Manusia
mempunyai naluri seperti tumbuhan dan hewan, tetapi juga mempunyai akal budi sehingga
rasa ingin tahu itu tidak tetap sepanjang zaman. Manusia mempunyai rasa ingin tahu yang
berkembang.
C. Perkembangan Alam Pikiran Manusia
Manusia mempunyai rasa ingin tahu terhadap rahasia alam dengan menggunakan pengamatan
dan penggunaan pengalaman tetapi tidak memuaskan. Dengan menggunakan logika,
muncullah pengetahuan yang berkuasa pada lautan, hutan, dan seterusnya. Pengetahuan yang
merupakan kombinasi antara pengalaman-pengalaman dan kepercayaan disebut mitos.
Sehubungan dengan perkembangan zaman, lahirlah ilmu pengetahuan dan metode
pemecahan masalah secara ilmiah yang disebut metode ilmiah. Tokoh-tokoh Yunani:
1. Anaximander (624-549 SM), berpendapat bahwa langit yang kita lihat sebenarnya
adalah setengah.
2. Anaximenes (560-520 SM), berpendapat bahwa unsure-unsur dasar pembentukan
semua benda itu adalah air.
3. Herakleitos (560-470 SM), berpendapat bahwa Anaximenes bahwa justru apilah yang
menyebabkan adanya trasmutasi itu.
4. Pythagoras (500 SM), berpendapat bahwa unsure dasar semua benda sebenarnya
adalah empat, yaitu tanah, api, udara, dan air. Beliau juga terkenal sebagai ahli
matematika
5. Demokritos (460-370 SM), berpendapat tentang unsure-unsur dasar benda. Bila suatu
benda dibagi terus menerus suatu saat akan sampai pada bagian yang terkecil yang
tidak dapat dibagi lagi, bagian terkecil tersebut disebut atom.
6. Empedokles (480-430 SM), orang yang menyempurnakan ajaran Pythagoras tentang
empat unsur dasar yaitu tanah, air, udara, dan api.
7. Plato (427-345 SM), berpendapat keanekaragaman yang tampak ini sebenarnya hanya
suatu duplikat dari semua yang kekal dan immaterial. Aristoteles (384-322SM),
membuat intisari ajaran orang-orang sebelumnya. Dalam pemikiran suatu masalah, ia
membuang hal-hal yang tidak masuk akal dan memasukkan pendapatnya sendiri.
Ptolomeus (127-151 SM), berpendapat bahwa bumi sebagai pusat system tatasurya,
berbentuk bulat, dan diam seimbang tanpa tiang penyangga.
8. Avicennan(abad 11), ilmu pengetahuan dan filsafat yunani diterjemahkan dan
dikembangkan dalam bahasa Arab.

D. Lahirnya Ilmu Alamiah


Pengalaman merupakan salah satu cara terbentuknya pengetahuan.pertambahan pengetahuan
didorong oleh:
1. Dorongan untuk memuaskan diri yang bersifat nonpraktis atau teoritis
guna memenuhi kuriositas dan memahami hakikat alam semesta dan isinya
2. Dorongan praktis yang memanfaatkan pengetahuan itu untuk meningkatkan taraf
hidup yang lebih tinggi
Kedua dorongan itu menumbuhkan kemajuan ilmu pengetahuan. Dorongan pertama menuju
ilmu pengetahuan murni dan yang kedua ilmu pengetahuan terapan. Ilmu Alamiah
merupakan kegiatan manusia yang bersifat aktif dan murni.
E. Kriteria Alamiah
Pengetahuan termasuk kategori ilmu pengetahuan jika kriteria berikut dipenuhi, yakni:
teratur, sistematis, berobjek, bermetode, dan berlaku secara universal. Tujuan ilmu alamiah
menurut beberapa ahli adalah mencari kebenaran tentang objeknya yaitu alam semesta, dan
kebenaran itu bersifat relative.
F. Metode Ilmiah dan Implementasinya
Segala kebenaran yang terkandung dalam ilmu Alamiah terletak pada metode ilmiah.
Langkah pemecahan atau prosedur Ilmiah dapat dirinci sebagai berikut:
1. Pengindraan
2. Masalah atau problem
3. Hipotesis
4. Eksperimen
5. Teori
G. Keterbatasan Ilmu Alamiah
Pengindraan, penemuan masalah, penyusunan hipotesis, eksperimen, dan teori merupakan
urutan langkah atau prosedur ilmiah yang lazim. Untuk menentukan sejauh mana arti
konteksnya, kita uji sampai dimana berlakunya metode ilmiah dan dimana metode ilmiah
tidak berlaku, serta kekhusussannya.
1. Bidang ilmu alamiah. : Yang menentukan ilmu alamiah adalah metode ilmiah karena
bidang ilmu alamiah adalah wahana di mana metode ilmiah dapat diterapkan, dan
sebaliknya.
2. Tujuan ilmu alamiah : Konsekuensi metode ilmiah adalah menerapkan tujuan ilmu
alamiah yaitu membentuk dan menggunakan teori. Ada juga yang menyatakan tujuan
ilmu alamiah adalah mencari kebenaran dan fakta.
3. Ilmu alamiah dan nilai: Metode ilmiah tidak dapat memberikan nilai atau moral
terhadap suatu keputusan. Manusia pemakai ilmu alamiah lah yang menilai apakah
hasil ilmu alamiah itu baik atau sebaliknya. H. Filsafah Ilmu Alamiah Dampak yang
penting dalam metode ilmiah adalah menentukan filsafat yang berfungsi sebagai
dasar acuan ilmiah. Berbicara tentang filsafat ilmu alamiah hendaknya dapat
diverifikasi keseluruhan atau bagian demi bagian melalui analisis eksperimental
sehingga memiliki nilai ilmiah.
 Vitalisme
 Mekanisme
 Agnotisme
 Filsafat pancasila
4. Bahasa Ilmu Alamiah
Ilmu alamiah sebagai kesatuan yang utuh sebagai bentuk bahasa. Secara mendasar ilmu
alamiah merupakan suatu bahasa, suatu system komunikasi.
5. Kemampuan Memecahkan Masalah
Dapat Dipelajari dengan Melakukan Pemecahan Masalah. Pemecahan masalah, seperti
keterampilan lain, dapat dipelajari dengan berbuat.namun, haruslah diingat bahwa kita akan
jauh lebih berhasil jika belajar itu mempunyai makna bagi kita. Manusia mempunyai indera
yang sama dengan beberapa jenis hewan lain, tetapi yang membedakan adalah kecerdasannya
6. Keterbatasan Indera Manusia
a. Penglihatan
– berbagai jenis gerak yang terlalu cepat atau terlalu lambat
– mata kita dapat memisahkan suatu pandangan lain lebih sering dari sepuluh kali dalam
satu detik
– kisaran penglihatan terbatas pada ukuran partikel
– mata normal tidak dapat memisahkan komponen-komponen warna

b. Pendengaran
Telinga manusia cukup peka terhadap gelombang suara berfrekuensi antara 16 sampai 20.000
hertz per detik. Getaran diatas dan dibawah frekuensi itu sangat sukar sekali untuk dideteksi.

c. Pengecapan dan pembauan


d. Penginderaan kulit

e. Penginderaan dalam
7. Peningkatan daya penginderaan
Untuk meningkatkan daya observasi atau penginderaan dapat dilakukan dengan cara:
a. Latihan
b. Kewaspadaan perlu ditingkatkan dengan usaha yang sungguh-sungguh
c. Instrument harus dikalibrasi
d. Pengecekan merupakan cara yang paling berhasil untuk menghilangkan
kekeliruankekeliruan dalam pengamatan
e. Eksperimen adalah penginderaan dalam kondisi yang dikontrol
f. Penginderaan meliputi analisis dan sintesis
g. Instrument baru memungkinkan penginderaan baru
h. Pengukuran merupakan keterampilan tersendiri
i. Pengorganisasian Data
Dalam statistik, kita dapat mengabaikan hal-hal yang mendetail secara bijaksana.
Pengetahuan diklasifikasikan menjadi bentuk yang sistematis. Membagian Ilmu Pengetahuan
(Sains).
1. Ilmu pengetahuan sosial, yang membahas hubungan antar manusia sebagai makhluk
social, yang selanjutnya dibagi atas:
– Psikologi
– Pendidikan
– Antropologi
– Etnologi
– Sejarah
– Ekonomi
– Sosiologi

2. Ilmu pengetahuan alam, yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya,
yang terbagi atas:
– Fisika
– Kimia
– Biologi
Cabang-cabang biologi:
– Botani
– Zoology
– Morfologi
-Anatomi
-Fisiologi
– Sitologi
– Histology
– palaentologi

3. Ilmu pengetahuan bumi dan antariksa (IPBA), yang membahas tentang bumi sebagai
salah satu anggota tata surya dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya, antara lain
meliputi:
– Geologi
– Astronomi
– geografi
Ilmu Pengetahuan pada Hakikatnya Merupakan Satu Unit Pemisahan atau pembagian ilmu
pengetahuan terjadi karena ilmu pengetahuan berkembang dalam proses yang cukup lama.
Namun, dalam perkembangannya lebih lanjut, tampak kecendrungan generalisasi dari
berbeberapa cabang ilmu pengetahuan, sehingga beberapa cabang ilmu pengetahuan itu
bertemu kembali, karena pada hakikatnya merupakan satu unit.
• Penelaahan Alam Semesta dan Sikap Ilmiah
Relativitas ilmu alamiah, bagan perkembangan konsep:
-konsep tersebut dilakukan dedukasi untuk merumuskan hipotesis
– Berdasarkan pada hipotesisnya ilmuan merancang cara pengujian hipotesis
– Hasil pengujian merupakan konsep baru atau pembaharuan konsep.
• Sikap ilmiah
-Memiliki rasa ingin tahu atau kuriositas yang tinggi dan kemampuan belajar yang besar
-Tidak dapat menerima kebenaran tanpa bukti
-Jujur, Terbuka, Toleran, Skeptic, Optimis, Pemberani, Kreatif atau swadaya.
• Pembentukan sikap ilmiah
Sifat-sifat yang terbentuk yang telah diuraikan diatas menunjukkan kepada kita arah tujuan
yang hendak dicapai seseorang yang hendak menumbuhkan sikap ilmiah pada dirinya.

KETERKAITAN ANTARA MATEMATIKA DAN ILMU ALAMIAH DASAR (IAD)


DENGAN PSIKOLOGI

TUJUAN :
Agar mahasiswa memahami berbagai konsep himpunan, relasi, dan fungsi serta menguasai
konsep dasar logika, seperti proposisi dan tebel kebenaran. 2) Agar mahasiswa memahami
konsep dasar dalam bidang ilmu pengetahuan alam dan teknologi, sehingga mahasiswa
memiliki pandangan yang lebih luas dan mampu mendekati permasalahan dengan landasan
yang lebih komprehensif.
SILABUS SINGKAT:
Himpunan, Relasi, Fungsi, Proposisi dan Tabel Kebenaran, Perkenalan dengan Ilmu
Pengetahuan Alam, Ruang Lingkup Ilmu Pengetahuan Alam, Perkembangan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi dan Kelangsungan Hidup Manusia.
Psikologi Matematika adalah sebuah pendekatan untuk penelitian psikologis yang didasarkan
pada model matematis persepsi, proses kognitif dan motor, dan pada pembentukan aturan
hukum seperti yang berhubungan karakteristik stimulus diukur dengan perilaku terukur.
Dalam prakteknya “perilaku kuantitatif” sering didasari oleh “kinerja tugas”. Sebagai
kuantifikasi perilaku adalah fundamental dalam upaya ini, teori pengukuran adalah topik
sentral dalam psikologi matematika. Psikologi Matematika Oleh karena itu terkait erat
dengan psikometri. Namun, di mana psychometrics berkaitan dengan perbedaan individual
(atau struktur populasi) di sebagian besar variabel statis, psikologi matematika berfokus pada
model proses persepsi, kognitif dan motor proses sebagai disimpulkan dari ‘individu rata-
rata’ itu.
Selain itu, di mana psychometrics menyelidiki struktur ketergantungan antara variabel seperti
yang diamati dalam populasi, psikologi matematika hampir secara eksklusif berfokus pada
pemodelan data yang diperoleh dari paradigma eksperimental dan karena itu, bahkan lebih
erat terkait dengan psikologi eksperimental / psikologi kognitif / psychonomics. Seperti
neuroscience komputasi dan ekonometri, teori psikologi matematika sering menggunakan
optimalitas statistik sebagai prinsip penuntun, dengan asumsi bahwa otak manusia telah
berevolusi untuk memecahkan masalah dengan cara yang dioptimalkan.

Matematika psikologi yang aktif di berbagai bidang psikologi, khususnya di psychophysics,


sensasi dan persepsi, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, belajar, memori, dan
bahasa, yang dikenal sebagai psikologi kognitif, dan analisis kuantitatif perilaku tetapi juga,
misalnya, dalam psikologi klinis, psikologi sosial, dan psikologi musik. Pengajaran
Matematika Yang Berhubungan Dengan Ilmu Psikologi. Pembelajaran Matematika Dengan
Ilmu Psikologi. Pembelajaran matematika terbagi menjadi beberapa bagian,antara lain :
a. Nilai matematika:
Unik, Logika, Manfaat, Struktur, Keindahan
b. Pemikiran Matematis (Mathematical Thinking-Katagiri,2004) :
-Perilaku (Mathematical attitude)
-Metode (Mathematical method)
-Konsep (Mathematical concepts)
c. Hakekat matematika (Ebutt dan Straker,1995) :
-Penelusuran pola dan hubungan (the search of pattern and relationship)
– Investigasi
– Komunikasi
– Problem Solving
d. Hakekat siswa belajar matematika :
– Individu
-Kerjasama
-Motivasi
-Kontektual
e. Macam matematika
Vertikal : Matematisasi horisontal berproses dari dunia nyata ke dalam simbol
matematika.Proses terjadi pada saat siswa dihadapkan pada problematika yang berhubungan
dengan kehidupan/situasi nyata.
Horisontal : Matematisasi verikal merupakan proses yang terjadi di dalam sistem matematika
itu sendiri; misal penemuan strategi menyelesaikan soal, mengkaitkan hubungan antar
konsep-konsep matematis atau menerapkan rumus tertentu.
Menurut Piaget,individu memiliki fase-fase perkembangan intelektual :
1. Tingkat Sensorimotor (0-2 tahun)
2. Tahap Preoporational (2-7 tahun)
3. Tahap Concrete (7-11 tahun)
4. Tahap Formal Operations (11 tahun ke atas)

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan guru/pengajar pada saat mengajarkan anak
matematika :
• Pengetahuan matematika yang mendalam
Yang dimaksud dengan pengetahuan yang mendalam yaitu pengetahuan yang berdasarkan
pada tingkatannya.

• Kemampuan logika umum


Contoh dari logika umum yaitu kemampuan untuk membedakan, mengurutkan, sebab akibat,
dan lain-lain.

• Pengetahuan strategi heuristik

• Kepercayaan akan manfaat matematika dan perilaku manusia.


Yang dimaksud dengan kepercayaan akan manfaat yaitu kita harus yakin dengan manfaat dari
matematika tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan perilaku manusia yaitu keinginan
yang baik, semangat tinggi, keingintahuan, dan berpikiran positif, dan lain-lain.
• Karakter individu
Contoh dari karakter individu yaitu kepercayaan diri, ketekunan, dan kemampuan
beroganisasi.

• Keahlian dalam mengkomunikasikan pemecahan masalah.


Kemudian dibawah ini adalah hal yang ada kaitannya matematika dengan ilmu psikologi
antara lain yaitu :
Teori kebenaran :
• Teori koherensi
Teori koherensi menyatakan bahwa kebenaran harus konsisten dengan kebenaran sebelumnya
yang dianggap benar

• Teori korespondensi
Teori korespondensi menyatakan bahwa pengetahuan adalah benar jika berhubungan dengan
objek yang dituju.

(IAD) adalah disiplin ilmu yang biasanya dipelajari di tingkat perguruan tinggi. Pada
dasarnya kita sudah mendapatkan displin ilmu tersebut baik di SD, SMP, maupun SMA.
Bedanya, IAD lebih banyak berbicara tentang bagaimana metode-metode ilmu kealaman
dalam menjelaskan gejala-gejala alam secara lebih filosofis. Jika mempelajari Filsafat ilmu
kealaman, kita akan bertemu dengan berbagai aliran pemikiran dalam ilmu pengetahuan
alam. Misalnya: Realisme, Anti-Realis, relativisme, maupun Feminisme Sains. Di dalamnya
pun, kita akan menemukan pertentangan pemikiran antara satu aliran ilmu kealaman dengan
aliran yang lain, seperti pertentangan antara realisme dengan anti-realis.

Sumber:
• http://www.sarjanaku.com/2011/06/pengertian-matematika.html
• http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=ilmu%20alamiah%20dasar&source=web&cd=
4&sqi=2&ved=0CEMQFjAD&url=http%3A%2F%2Fstkip.files.wordpress.com%2F2011%2
F05%2Fmodul-ilmu-alamiah-dasar2.pdf&ei=TKOST-
ipGu7umAX_hqn_AQ&usg=AFQjCNHXs5EMFgMR0djNWrYo6300B8-8Qw&cad=rja
• http://www.wikipedia.org/
• http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/3105/silabus.doc
http://azariahkartika-azariahkartika.blogspot.com/2012/04/matematika-ilmu-alamiah-dasar-
iad_26.html
KETERKAITAN ANTARA MATEMATIKA DAN ILMU
ALAMIAH DASAR
POSTED ON MARCH 18, 2014 BY INTANRAMANDAPUTRI

https://intanramandaputri.wordpress.com/2014/03/18/keterkaitan -antara-
matematika-dan-ilmu-alamiah-dasar/