Anda di halaman 1dari 3

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Mei 2018 sampai dengan Juni
2018 di Laboratorium Unit Proses Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya
untuk menghasilkan sampel gas. Analisa sampel gas akan dilakukan di Dinas
Laboratorium Pusat PT. Pupuk Sriwidjaja pada Unit Laboratoium Gas, Kalibrasi,
dan Pengujian.
3.2. Alat dan Bahan
Proses pembentukan biogas dari campuran eceng gondok dan kotoran
ternak membutuhkan beberapa peralatan serta bahan-bahan yang menunjang
proses tersebut. Alat dan bahan yang diperlukan pada proses pembuatan biogas
dari campuran eceng gondok dan kotoran ternak adalah sebagai berikut:
3.2.1. Alat
1. Digester (sebagai bioreaktor)
2. Pengaduk
3. Plastik penampung gas
4. Pipa (PVC)
5. Perekat (lakban hitam)
6. Ember
7. Timbangan
8. Botol minuman bekas
9. Kawat
10. Karet ban
11. Tali plastik
12. Kran
13. Pisau atau cutter
14. Lem pipa (PVC)
15. Fitting pipa (PVC)
16. Blender
17. Peralatan analisa gas chromatography
18. pH meter
19. Termometer
20. Gelas ukur
3.2.2. Bahan
1. Eceng gondok
2. Starter (kotoran sapi dan kotoran kuda)
3. Air
3.3. Variabel Penelitian
3.3.1. Variabel Tetap
1. Temperatur, yaitu pada suhu ruangan (25°C-30°C)
2. Tekanan, yaitu pada tekanan atmosfer (1 atm)
3. Massa bahan isian digester, yaitu sebanyak 15 kg.
3.3.2. Variabel Bebas
1. Waktu Fermentasi, yaitu selama 10 hari, 15 hari, 20 hari, 25 hari, 30 hari,
dan 35 hari.
2. Perbandingan antara jumlah eceng gondok dengan kotoran ternak yang
dicampur air, yaitu dengan perbandingan 80:20, 50:50, dan 20:80.
3. Jenis starter, yaitu kotoran sapi dan kotoran kuda.
3.3.3. Variabel Terikat
1. Volume biogas
2. Komposisi biogas
3. Kadar gas metana
4. pH
5. Uji nyala api

3.4. Prosedur Penelitian


3.4.1. Tahap Persiapan Bahan Baku
1. Eceng gondok yang telah diambil dari Sungai Musi kemudian dicacah
sampai halus hingga cacahan menjadi ukuran sebesar 2 cm.
2. Eceng gondok yang telah dicacah kemudian ditimbang sesuai variabel
yang telah ditentukan.
3. Eceng gondok dicampurkan dengan kotoran ternak dengan perbandingan
1:1, yaitu massa eceng gondok sebanyak 10 gram dan massa kotoran
ternak sebanyak 10 gram.
4. Campuran eceng gondok dan kotoran ternak kemudian diaduk di dalam
ember hingga merata.
3.4.2. Tahap Produksi Biogas
1. Merangkai peralatan digester yang dapat menunjang produksi biogas.
Digester yang digunakan dalam pembuatan biogas dari eceng gondok
memiliki volume sebesar 19 L.
2. Memasukkan campuran eceng gondok dan kotoran ternak bersama-sama
dengan air sesuai variabel yang telah ditentukan ke dalam digester yang
bervolume 19 liter, kemudian diaduk hingga campuran merata.
3. Apabila sudah yakin bahwa campuran bahan organik, starter, dan air
telah tercampur rata, selanjutnya menutup digester dengan penutup yang
telah dipasangi pipa, kran, dan botol air sebagai water trap yang
dilengkapi dengan logam perekat.
4. Memasang plastik penampung gas pada bagian ujung pipa yang diikat
dengan karet ban untuk menghindari kebocoran gas, dan biarkan kran
dalam keadaan terbuka.
5. Membiarkan digester-digester tadi selama waktu yang telah ditentukan,
10 hari, 15 hari, 20 hari, 25 hari, 25 hari, dan 30 hari. Proses fermentasi
akan berlangsung dalam kurun waktu tersebut dan gas yang dihasilkan
akan terjebak di dalam digester tersebut, kemudian gas ini akan mengalir
memenuhi plastik penampung.
6. Selama proses fermentasi pastikan temperatur selalu dijaga konstan
setiap harinya.
3.4.3. Tahap Pengujian dan Analisa Biogas
1. Gas yang telah terbentuk selama proses fermentasi kemudian diuji
dengan uji pembakaran yang dilakukan dengan mengalirkan gas yang
terdapat pada plastik penampung ke sumber panas. Sumber panas yang
digunakan adalah korek api.
2. Gas yang terdapat didalam plastik penampung kemudian dikeluarkan
sedikit demi sedikit melalui pembukaan pada kran. Ketika dibakar,
biogas akan menampakkan api yang berbeda dari korek api yang
digunakan. Api yang semakin besar dan berwarna biru menunjukkan
adanya gas metana yang terkandung dalam biogas.
3. Sampel gas yang dihasilkan kemudian dianalisa pH nya menggunakan
pH meter, volume biogas yang dihasilkan diukur menggunakan gelas
ukur, dan komposisi biogas serta kadar gas metana yang terkandung di
dalam biogas dianalisa menggunakan peralatan gas chromatography.