Anda di halaman 1dari 5

MELAYANI MAKAN DAN MINUM

A. Ruang Lingkup Layanan Makanan dan Minuman


1. Pengertian Pelayanan
Pelayanan yang sering disebut dengan “service” berasal dari bahasa inggris, yang
berasal dari kata kerja “serve” mempunyai arti: melayani, membantu dan menolong.
Sedangkan service yang berarti pelayan, bila dilihat arti dari kamus. Drs. Naimuddin D.P
membagi pengertian pelayan menjadi dua bagian yaitu pengertian pelayan dalam arti
sempit dan luas. Dalam pengertian yang sempit, pengertian pelayanan makanan dan
minuman adalah kegiatan menyajikan makanan dan minuman yang dipesan oleh pihak
yang memerlukan makanan dan minuman tersebut. Dalam pengertian yang luas,
pelayanan makanan dan minuman merupakan serangkai pekerjaan atau kegiatan untuk
mencapai tujuan melalui makanan dan minuman tersebut,
seperti persiapan, pengaturan tempat, tata ruang, penyambutan, suggestive selling,
penyajian, penjualan, negosiasi, pembayaran dan sebagainya.

2. Karakteristik Pelayanan
Berpedoman pada karakteristik pelayanan yang disebutkan oleh Drs. Naimuddin
D.P dalam bukunya Tata Hidang diktat, penulis dapat menyimpulkan beberapa
karakteristik pelayanan antara lain:
1.Pelayanan bersifat Intangible tidak nyata karena itu tidak bisa diraba atau
disentuh.
2.Proses produksi dan kansumsi jatuh pada saat bersamaan, ketika pelayanan
diproduksi atau dihasilkan, maka produksinya tersebut langsung dikonsumsi oleh
orang yang membutuhkan jasa.
3.Pelayanan tidak bisa dipindahkan, dan untuk mengkonsumsinya konsumen
harus datang pada produsen, karena bentuknya yang tidak nyata tersebut maka
tidak biasa dipindahkan.
4. Konsumen terlibat dalam proses pruduksi, karena diproduksi ketika konsumen
datang pada produsen sewaktu dia membutuhkannya.
5. Pelayanan lebih bersifat emosional dari pada rasional.
Disebabkan pelayanan yang hanya dapat dirasakan dan tidak dapat diraba
sebagaimana wujud suatu benda maka pelayanan lebih bersifat emosional dari
pada rasional. Pelayanan yang dinilai berdasarkan emosional biasanya tidak
dinyatakan secara realistis, melainkan cenderung untuk dilebih-lebihkan atau
dikurangi. Tergantung suasana perasaan ketika memberikan penilaian tersebut.
6. Pelayanan tidak dapat diukur.
Berdasarkan perasaan yang menerima pelayanan makaukuran pelanyanan
hanya dapat dinyatakan sebagai pelayanan yang baik memuaskan atau pelayanan
yang buruk mengecewakan. Ukuran yang dikemukakan akan sangat dipengaruhi
oleh kondisi orang yang menerima pelayanan tersebut. Jika seseorang menerima
layanan dalam keadaan senang atau gembira, maka
pelayanan yang diterimanya dirasakan sebagai yang menggembirakan serta
menyenangkan. Pada saat lain dia menerima layanan yang sama, tetapi dalam
kondisi hati yang tidak senang, maka layanan tersebut lebih dirasakan sebagai
mengecewakan. Oleh karena itu, ukuran baik buruknya pelayanan hanya dapat
ditentukan oleh orang yang menerima layanan sedangkan penilaian tersebut
sangat ditentukan oleh suasana perasaannya pada saat menerima pelayanan
tersebut.
7. Bobot layanan tergantung pada harapan penerima.
Disebabkan pelayanan hanya dapat dirasakan dan tidak dapat diraba
sebagai wujud suatu benda maka pelayanan lebih bersifat emosional yaitu sesuai
dengan harapan penerima layanan tersebut. Pelayanan
yang tidak memenuhi ataupun melebihi harapan penerima layanan dapat
menimbulkan anggapan bahwa layanan yang diberikan kurang memiliki bobot.
8. Pelayanan dapat dijual tetapi tidak dapat dimiliki.
Sekali jasa pelayanan diberikan maka selesai. Tamu yang membeli
layanan tidak dapat membawa pulang layanan itu selain dari pada kesan dan
pengalamannya. Disisi lain, tamu merasa telah memberi sesuatu atau merasa tidak
memperoleh apa-apa sama sekali.

Prosedur pelayanan di restoran merupakan kegiatan operasional sebelum


restoran dibuka sampai restoran ditutup. Kegiatan ini meliputi semua usaha
petugas restoran dalam memberikan pelayanan kepada tamu, baik persiapan tamu
dating sampai tamu meninggalkan restoran. Untuk menunjang keberhasilan dalam
melaksanakan tugas seorang petugas restoran harus mengetahui dan memahami
prosedur kerja pada saat pelayanan makanan dan minuman berlangsung. Pedoman
kerja atau standar yang dimaksud di atas dikenal dengan istilah Standard
Operating Procedure (SOP Restoran).Keberhasilan selama restoran beroperasi
tergantung bagaimana petugas restoran dapat melaksanakan pekerjaan dengan
baik. Pekerjaan ini menyangkut bagaimana petugas melayani tamu sehingga tamu
merasa puas dan senang atas pelayanan yang didapatkan. Untuk mempertemukan
kedua keinginan yang berbeda antara pelanggan dengan pemilik restoran, maka
diperlukan kunci keberhasilan antara lain: ketepatan, kecekatan, kejelian,
kepekaan dari sumber tenaga yang profesional dengan sistem dan tahapan
pelayanan sehingga dapat memenuhi keinginan pelanggan.

Adapun secara garis besar berbagai hal yang harus dipersiapkan seorang
pramusaji selama restoran dibuka adalah:

a.Membantu supervisor dalam menerima, menjemput dan mengantarkan tamu ke


tempat duduknya masing-masing bagi yang sudah pesan tempat terlebih dahulu
atau tempat yang sesuai dengan keadaan tamu.

b.Mengambil pesanan dari bar serta makanan dari dapur untuk tamu.

c.Memeriksa giliran hidangan yang akan disajikan.

d.Melayani para tamu secara keseluruhan

e.Mengadakan inventarisasi semua peralatan terutama peralatan makan dan lenan


yang digunakan setiap hari.

Standar prosedur pelayanan di restoran terlihat dari cara melayani tamu, mulai
tamu datang sampai tamu meninggalkan restoran. Berikut ini akan diberikan standar
pelayanan di restoran secara garis besar:

a) Pada saat tamu memasuki restoran disambut dengan ramah oleh penerima tamu
atau restaurant receptionist.

b) Tamu diantar ke meja yang sudah dipesan atau meja sesuai dengan keinginan
tamu bila sebelumnya tidak memesan.Bantulah tamu menarik kursi ketika duduk.
c) Pramusaji menuangkan air es ke dalam gelas water goblet dari sebelah kanan
tamu sementara pramusaji yang lainnya meletakkan napkin di atas pangkuan tamu
serta menyajikan roti dan mentega sebagai makanan pendamping

d) Captain datang untuk menawarkan minuman jenis before meal drink (pre-dinner
drink).

e) Captain datang dan memberikan menu dari sisi kanan tamu.Tunggu beberapa
menit agar dibaca tamu dan selanjutnya proses taking order dilakukan, kemudian
serahkan catatan tersebut kepada pramusaji.

f) Pramusaji menyerahkan order kepada pihak-pihak yang terkait untuk diproses.

g) Sementara makanan diproses, sommelier datang menawarkan minuman pengiring


makanan (wine) agar tamu dapat memilihnya.

h) Pramusaji menyajikan makanan dan melakukan clear up sesuai tahapan makan


dan minum. Sommelier menyajikan wine dengan menunjukkan botol wine kepada
tamu terlebih dahulu untuk disetujui, lalu dibuka dihadapan tamu selanjutnya
dicicipi oleh tamu sebelum wine dituang.

i) Setelah tamu selesai menyantap dessert, captain waiter menawarkan teh atau kopi
dan sommelier menawarkan after meal drink (after dinner drink) sementara
pramusaji menggantikan asbak agar selalu dalam keadaan bersih.

j) Setelah tamu selesai minum teh atau kopi, captain menanyakan komentar tamu
mengenai rasa makanan dan minuman serta pelayanan, untuk pengembangan dan
perbaikan di masa mendatang.

k) Berikan bill kepada tamu menggunakan check tray.

l) Captain siap membantu menarikkan kursi ke belakang sewaktu-waktu tamu


berdiri untuk meninggalkan restoran, sambil mengucapkan terima kasih kepada
tamu.

m) Pramusaji segera melakukan table setting kembali seperti semula.