Anda di halaman 1dari 15

Contoh Soal Psikotes dan Cara

Menjawabnya Agar Lulus Tes [TERBARU]


January 14, 2017 by Teko Neko 32 Comments

Contoh Soal Psikotes -Psikotes biasanya bisa ditemui saat kamu mengikuti tes ujian masuk
perguruan tinggi tertentu atau melamar pekerjaan.

Soal psikotes umumunya berupa tes logika gambar (soal logika tes), psikotes deret gambar (tes
deret gambar), tes logika penalaran, soal aritmatika, tes mecocokkan gambar, dan lain
sebagainya.

Hampir semua calon pekerja/karyawan yang akan direkrut dipastikan wajib menjalani tes
psikotes agar pas atau cocok di posisi yang ingin diambil.

Bahkan untuk menjadi salah satu karyawan salah satu swalayan saja perlu melewati psikotes,
terlebih lagi pekerjaan yang menyangkut nyawa manusia seperti dokter, perawat, bidan, tentara,
polisi, dan lain sebagainya.

Tips Cara Mengerjakan Psikotes dan Contoh Soal Psikotes

Sebelum memberikan contoh soal psikotes, akan lebih baik jika kamu mengetahui tips jitu dalam
mengerjakan soal-soal psikotes supaya bisa lulus, so baca baik-baik ya ?

Cara Mengerjakan Soal Psikotes

 Istirahatkan badanmu sebelum mengerjakan psikotes. Ingat jangan begadang, ya! Pagi hari
sebelum tes, usahakan makan sarapanmu agar lapar tak mengganggu daya fokus dan
konsentrasimu. Intinya sih, kamu harus sehat fisik dan mental 100% ketika menjalani psikotes
nanti. Fisik dan mental merupakan modal utama kamu untuk mengerjakan soal psikotes yang
sangat menguras tenaga.
 Biasakan dari sedini mungkin untuk melatih otak. Caranya ialah menjawab soal psikotes
dengan banyak berlatih menjawab contoh soal psikotes. Sekarang sudah banyak beredar di
internet dan juga buku yang banyak juga dijual di toko buku. Lakukan tes menjawab soal
psikotes beberapa hari sebelum mengerjakan soal psikotes yang sebenarnya.
 Bertanya pada teman yang pernah mengikuti psikotes. Kamu perlu bertanya pada teman yang
pernah mengikuti psikotes agar kita tahu bagaimana gambaran tes ini sebenarnya. Menjawab
soal psikotes untuk pertama kalinya tanpa ada bayangan apapun pasti akan membuatmu makin
pusing. Jadi, segera cari teman kamu yang berpengalaman menjawab soal-soal psikotes.
 Baca dan dengarkan dengan seksama perintah atau instruksi setiap soal. Saat menjawab soal
psikotes, jangan coba-coba mengabaikan instruksi yang ada sebab jawaban sangat bergantung
pada instruksi atau perintahnya. Contoh, ketika soal drawing (menggambar), jika ada perintah
JANGAN menggambar kelapa atau beringin, ya jangan coba-coba menggambar kedua pohon
tersebut walaupun kamu fans berat pohon kelapa dan pohon beringin ?
 Tuliskan namamu dengan JELAS dan PAS di kolom nama. Hal ini agar hasil tes tak tertukar
dengan milik orang lain. Beberapa kejadian kadang ada orang yang terlalu semangat hingga lupa
menulis nama sendiri. Kan, parah. Kalau ini sampai terjadi perjuanganmu untuk melamar
pekerjaan jadi sia-sia. Lakukan hal ini pertama kali setelah kamu membaca doa.
 Selalu perhatikan waktu pengerjaan sebab psikotes. Umumnya soal psikotes dibatasi tenggat
waktu tertentu per sub bagian soalnya. Jangan sampai terlambat dan juga terburu-buru.
Kerjakan secara proporsional. Jika mampu, jawablah semua soal psikotes yang ada.
 Ulangi dan lihat-lihat soal sebelumnya siapa tahu ada yang butuh dikoreksi. Jika ternyata
masih tersisa waktu luang dan semua soal terjawab. Namun, hal ini hanya bisa dilakukan pada
psikotes manual, tidak pada psikotes sistem komputer.

Jenis dan Contoh Soal Psikotes

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, soal psikotes dibagi menjadibeberapa sub bagian. Secara
umum, ada 4 bagian dalam soal psikotes, yakni sebagai berikut:
1. Tes Logika Aritmatika / Soal Deret Matematika

Sesuai dengan namanya, soal ini melibatkan beberapa deret angka. Tujuan ialah untuk mengukur
kemampuan analisa dalam memahami pola-pola tertentu. Tips mengerjakan tes logika deret atau
cara mengerjakan psikotes deret angka ini ialah:

Fokus kamu jangan hanya tertuju pada deret ukur atau deret hitung dalam perhitungan saja.
Kamu harus melihat secara keseluruhan angka yang ada sebab dalam soal tes bagian ini, empat
atau lima buah angka saja masih belum cukup menghasilkan sebuah jawaban yang benar.

Pola yang umum dipakai dalam soal tes deret angka ini biasanya berurutan, kelompok urut, atau
kelompok loncat. Meski dalam keadaan fokus, kamu juga harus tetap ingat bahwa waktumu
menjawab terbatas.

Contoh soal tes logika aritmatika/deret matematika:


Jika 16, 8, 4, 2, 1, 1/2, x, y
Maka Jawabannya untuk x dan y adalah?
Perhatikan angka pertama dan kedua, bisa pengurangan 8 atau hasil dari setengah angka pertama
(x 1/2). Lihat angka kedua dan ketiga. Jika pengurangan 8, seharusnya angka ketiga adalah 0,
sedangkan di soal adalah 4. Berarti memang dibagi setengah.
Maka x adalah 1/2 x 1/2 = 1/4
dan y adalah 1/4 x 1/2 = 1/8

2. Tes Logika Penalaran/Soal Deret Gambar

Untuk tes ini biasanya terdiri dari deret gambar 2 atau 3 dimensi. Tujuannya sama dengan deret
angka namun bedanya hanyamenggunakan gambar saja. Tipsnya yaitu, konsentrasi, perhatikan
bentuk, dan warna pada gambar. Kamu wajib berhati-hati sebab kadang ada gambar yang
bentuknya sama, tapi warnanya full, atau cuma diarsir dan ada pula yang polos tak berwarna.
3. Tes Analog Verbal

Tes psikotes pada bagian ini umumnya terdiri dari 40 soal. Pertanyaannya terkait dengan
sinonim, analog, atau antonim kata. Tujuan tes ini ialah untuk mengetahui kemampuan logika
seseorang dalam suatu keadaan atau kondisi serta melihat bagaimana seseorang memahami
kondisi sebab-akibat dari sebuah masalah.

Tips mengerjakan tes ini ialah kamu harus banyak mengetahui perbaendaharaan kosakata dan
mengerti apa artinya. Tips kedua yaitu kamu harus sering membaca contoh soal jika memiliki
kesulitan dalam menghafal sebab kadang soalnya cuma itu-itu saja.
Contoh soal psikotes analog verbal:

bonsai >< … (tanda >< adalah anonim/lawan sehingga jika dijadikan kalimat akan menjadi
“lawan kata bonsai adalah?)
a. cantik
b. seram
c. tampan
d. kecil
e. besar

Pola menjawabnya adalah:


bonsai identik dengan “kecil”
Sehingga lawan kata atau antonim dari kecil adalah e. besar

4. Test Pauli atau Kraepelin

Ini termasuk tes yang paling ribet kalau boleh dibilang. Tes Pauli/Kraepelin ini menyajikan
banyak angka yang disusun secara vertikal dalam bentuk berkolom-kolom. Cara mengerjakannya
sangat sederhana, kamu hanya disuruh menjumlahkan dua angka yang saling berdekatan dari
atas ke bawah.
Lalu, hasil penjumlahan dua angka tersebut ditulis di samping di antara kedua angka tersebut.
Tujuan tes ini ialah untuk melihat ketahanan sikap terhadap tekanan, konsistensi, kecepatan dan
ketelitian, serta kemampuan beradaptasi seseorang.

Tips untuk tes bagian ini yaitu gunakanlah pulpen, jangan pensil. Mengapa? Sebab pensil bisa
sewaktu-waktu patah dan menghambat ketika mengerjakan soal. Tes ini sangat memerlukan
waktu yang banyak oleh karena itu jawablah secepat kamu bisa. Usahakan untuk mengendalikan
diri, santai, dan tetap rileks walaupun dikejar waktu.

Contoh Soal Psikotes WARTEGG (Menggambar 8 Kotak)

Tes WARTEGG adalah salah satu contoh tes psikotes/psikometri yang sering muncul ketika
pelaksanaan seleksi pegawai baru di suatu perusahaan. Dengan canggihnya teknologi sekarang
makin banyak orang yang mencari referensi cara mengerjakan tes WARTEGG dengan tepat.

Berikut TekoNeko sajikan cara mengerjakan serta kunci jawaban dalam menyelesaikan tes
WARTEGG.

 Dalam tes WARTEGG, kamu umumnya akan diberikan delapan kotak berisi gambar yang belum
selesai, seperti gambar di bawah ini:
 Kemudian perintahnya ialah kamu diminta untuk melanjutkan gambar-gambar yang belum jadi
tersebut sesuai dengan apa yang kamu inginkan.
 Setelah selesai mengerjakan tes tersebut maka berilah nomor urut pada gambar yang mana
lebih dulu selesai dikerjakan, gambar tersulit, termudah, yang paling disukai serta yang paling
tidak disukai.

Berikut ialah salah satu contoh soal psikotes WARTEGG yang sudah selesai dikerjakan beserta
gambarnya.

Tips dan Trik Mengerjakan Tes WARTEGG

Hal yang perlu kamu ketahui dalam mengerjakan tes WARTEGG ialah harus memperhatikan
beberapa poin tertentu. Kelihatan tes tersebut sangat sepele namun tentu saja di dalamnya
mengandung isi dari keperibadianmu.

Berikut adalah tips mengerjakan tes WARTEGG agar kamu lulus, yakni:

1. Jagalah selalu kertas soal dalam keadaan yang bersih.


2. Jika kamu seorang pria, jangan mulai mengerjakan soal dari nomor 5, sebab jika kamu
mengerjakan dari nomor 5 itu artinya kamu mengidap kelainan seksual.
3. Mulailah dari gambar yang paling mudah dikerjakan menurut kamu.
4. Penomoran gambar usahakan tidak urut atau tidak terlalu acak. Jika terlalu urut, itu artinya
kamu orang yang kaku sedangkan jika terlalu acak kamu dianggap orang yang bisa mengikuti
aturan.
5. Untuk nomor baris 3,4,5,6 usahakan gambar objek mati yang bersifat maskulin.
6. Untuk nomor 1,2,7,8 usahakan gambar makhluk hidup atau bentuk yang menunjukkan sifat
feminim.
7. Berikan nama pada tiap-tiap gambar tersebut di bagian kertas yang masih kosong.
Penjelasan KOTAK pada Tes WARTEGG (Melengkapi Gambar 8 Kotak)

Perlu kamu ketahui bahwa tiap-tiap kotak dalam tes ini memiliki nilai-nilai yang berbeda. Dari
gambar tersebutlah dapat diketahui karakter seseorang misalnya seperti, tekad, kemauan,
kelincahan, kemampuan beradaptasi, menyelesaikan masalah, kelincahan, kebijaksaan, dll.

Oleh sebab itu, kamu harus menyesuaikan gambar dengan karakteristik orang-orang yang
memang diburu oleh perusahaan tersebut. Berikut adalah penjelasannya untuk tiap-tiap kotak:

 Kotak 1 : Gambar titik kecil menunjukkan kelincahan/pusat/sentral. Gambarlah makhluk hidup


yang memiliki karakteristik seperti kupu-kupu, laba-laba, serangga.
 Kotak 2 : Gambar hurus S terbalik menunjukkan kebebasan/menggelepar. Gambarlah burung
yang sedang terbang.
 Kotak 3 : Menunjukkan tekad/kemauan untuk selalu memperbaiki diri. Gambarlah tiang listrik,
tangga, pagar, dan lain sebagainya.
 Kotak 4 : Gambar kotak hitam kecil di kanan atas, menunjukkan kontruksi yang kuat. Usahakan
gambar bangunan, kontruksi beton atau apapun yang menunjukkan suatu kekuatan.
 Kotak 5 : Gambar dua garis di sudut kiri bawah, menunjukkan ketepatan dalam pemecahan
permasalahan. Gambarlah suatu objek yang cepat, tepat, serta kompleks seperti mobil atau
mobil balap.
 Kotak 6 : Gambar dua garis membentuk segi empat, menunjukkan kesederhanaan namun tetap
menampilkan kenyataan. Gambarlah komputer, televisi, atau kamera.
 Kotak 7 : Titik kurva, menunjukkan garis yang tak dapat diproses sembarangan serta harus
dikelola dengan sangat hati-hati. Gambarlah ular atau ulat.
 Kotak 8 : Gambar garis melengkung, menunjukkan kebesaran/kebijaksanaan. Gambarlah
makhluk hidup yang besar serta berwibawa seperti gajah.

Semakin kamu kreatif dan semakin berbeda dari orang lain dalam pengolahan gambar, maka
nilai kamu juga akan semakin tinggi.

Contoh Gambar Hasil Tes WARTEGG

Berikut adalah contoh hasil tes WARTEGG agar kamu lebih mudah memahami dalam
mengerjakan soal psikotes WARTEGG tersebut. Selalu perhatikan bahwa dalam mengerjakan
tes WARTEGG ini kamu harus berusaha keras untuk kreatif namun tetap berada dalam jalur
yang telah diberikan sesuai kunci jawaban tes WARTEGG di atas.
Contoh Soal Psikotes Matematika

Ada banyak contoh soal psikotes lainnya seperti soal di bidang matematika. Berikut adalah
gambar contoh soal psikotes matematikan dan cara mengerjakannya. Soal psikotes di bawah ini
tergolong mudah dikerjakan dan umum diketahui banyak orang.

Nomor 1
Untuk menyelesaikan sebuah rumah diperlukan waktu 36 hari dengan 12 orang tukang. Berapa
waktu yang dihabiskan jika menggunakan 24 orang tukang?
A. 14 hari
B. 15 hari
C. 16 hari
D. 17 hari
E. 18 hari

Pembahasan
36 hari = 12 tukang
x hari = 24 tukang
36 . 12 = 24 . x
x = 18
Berarti waktu yang diperlukan jika menggunakan 24 tukang ialah 18 hari.
Jawaban: E

Nomor 2
Sebuah pesawat terbang dari kota Banjarmasin ke Jakarta pada pukul 7 pagi dan perjalan ke
Jakarta ialah selama 4 jam. Transit di Jogja selama 30 menit. Pada pukul berapa pesawat tersebut
tiba di Jakarta?
A. 10.45
B. 11.00
C. 11.15
D. 11.30
E. 11.45

Pembahasan
Lama perjalanan= 4 jam
Transit Jogja = 30 menit
Tiba di Jakarta = 07.00 + 4 jam + 30 menit = 11.30
Jawaban: D

Nomor 3
Perbandingan uang jajan Abay dan uang jajan Fajri adalah 3:2, jika uang Abay dan Fajri
berjumlah Rp 150.000, berapakah masing-masing uang Abay dan Fajri?
A. Rp 80.000 dan Rp 60.000
B. Rp 90.000 dan Rp 60.000
C. Rp 90.000 dan Rp 70.000
D. Rp 100.000 dan Rp 80.000
E. Rp 100.000 dan Rp 90.000

Pembahasan
Uang Abay = [ 3 / (3+2) ] x Rp 150.000 = Rp 90.000
uang Fajri = [ 2 / (3+2) ] x Rp 150.000 = Rp 60.000
Jawaban: B

Nomor 4
Yazid memiliki uang Rp 4.500.000 dan ia inign membeli sebuah kamera senilai Rp 2.500.000
sebelum diskon. Diskon kamera tersebut ialah sebesar 20%. Selain itu, Yazid juga
membelanjakan uang tersebut untuk kebutuhan lain sebesar Rp 1.500.000. Lalu, berapakah sisa
uang Yazid saat ini?
A. Rp 1.000.000
B. Rp 1.100.000
C. Rp 1.200.000
D. Rp 1.300.000
E. Rp 1.500.000

Pembahasan
Diskon harga kamera = Rp 2.500.000 x 20% = Rp 500.000
Harga kamera setelah diskon = Rp 2.500.000 – Rp 500.000 = Rp 2.000.000
Total belanja Yazid = Rp 2.000.000 + Rp 1.500.000 = Rp 3.500.000
Sisa uang Yazid = Rp 4.500.000 – Rp 3.500.000 = Rp 1.000.000
Jawaban: A

Nomor 5
Dina membeli sebuah boneka seharga Rp 50.000, kemudian ia jual lagi dengan harga Rp 80.000.
Berapa persenkah keuntungan Dina?
A. 20%
B. 30%
C. 40%
D. 50%
E. 60%

Pembahasan
Harga beli boneka= Rp 50.000
Harga jual = Rp 80.000
Laba = [ (jual-beli) / beli ] x 100%
Laba = [ 30.000 / 50.000 ] x 100% = 60%
Jawaban: E

Nomor 6
Jarak antara kota X-Y adalah 360 km. Jika ditempuh dengan motor dengan kecepatan 90
km/jam, maka berapa lama perjalanan ditempuh?
A. 200 menit
B. 230 menit
C. 240 menit
D. 250 menit
E. 300 menit

Pembahasan
Jarak kota X-Y = 360 km
Kecepatan = 90 km/jam
Waktu = jarak/kecepatan = 360/90 = 4 jam
4 jam = 4 x 60 menit = 240 menit
Jawaban: C

Nomor 7
Pak RT mendapatkan sumbangan 8 karung beras yang beratnya masing masing sebesar 50 kg.
Beras itu akan dibagikan kepada 20 warga. Maka, tiap warga akan mendapatkan beras
sebanyak….
A. 20 kg
B. 24 kg
C. 36 kg
D. 40 kg
E. 60 kg
Pembahasan
Jumlah karung beras = 8 kg
Berat tiap karung = 50 kg
Total warga = 20 orang
Total beras = 8 x 50 kg = 400 kg
Beras yang diterima tiap warga ialah = 400 kg / 20 = 20 kg
Jawaban: A

Nomor 9
Nana memiliki uang sebesar Rp 30.000. Uang itu dibelikan ikan sebesar Rp 12.000, sayuran Rp
5.000 dan minyak goreng Rp 4.000, maka sisa uang Nana ialah…
A. Rp 6.000
B. Rp 7.000
C. Rp 8.000
D. Rp 9.000
E. Rp 10.000

Pembahasan
Sisa uang Nana = Rp 30.000 – Rp 12.000 – Rp 5.000 – Rp 4.000 = Rp 9.000
Jawaban: D

Nomor 10
Jika sebuah kertas memiliki ukuran 12 cm dan 15 cm lalu diletakkan ke sebuah karton. Bagian
atas, kanan, dan kiri kerta masih tersisa bagian karton selebar 2 cm, jika kertas dan karton
sebangun, maka luas karton adalah…..
A. 16 cm
B. 20 cm
C. 25 cm
D. 30 cm
E. 40 cm

Pembahasan
Lebar kertas = 12 cm
Lebar karton = 12 + ( 2+ 2 ) = 16 cm
Panjang kertas = 15 cm
Panjang karton = x

Sebab kertas dan karton sebangun, maka:


12 : 16 = 15 : x
12x = 16 . 15
x = 20 cm
Jawaban: B

https://tekoneko.net/contoh-soal-psikotes/