Anda di halaman 1dari 18

TRANSFORMATOR

1. Pengertian Transformator

Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat
mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf yang lain. Selain itu tranformator juga disebut
sebagai suatu peralatan listrik elektromagnetik statis yang berfungsi untuk memindahkan dan
mengubah daya listrik dari satu rangkaian listrik ke rangkaian listrik lainnya, dengan
frekuensi yang sama dan perbandingan transformasi tertentu melalui suatu gandengan magnet
dan bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetis, dimana perbandingan tegangan
antara sisi primer datern sisi sekunder berbanding lurus dengan perbandingan jumlah lilitan
dan berbanding terbalik dengan perbandingan arusnya.

2. Pengelompokan Transformator
 Berdasarkan Fasanya
 Transformator Fasa Tunggal (1 fasa)
Dalam dunia elektrik, trafo fasa tunggal atau trafo 1 fasa menuju pada sistem
trafo arus bolak balik dengan menggunakan satu sistem di mana tegangan
trafo berubah secara serempak. Sistem ini digunakan apabila sebagia besar
babannya adalah piranti penerangan dan pemanas. Trafo jenis ini dapat
dimasuki tegangan 1 fasa. Trafo fasa tungal biasa trdapat di pemukiman
pemukiman penduduk yang masih menggunakan listrik dengan skala kecil.
 Transformator Tiga Fasa
Transformator tiga fasa sebenarnya adalah tiga transformator yang
dihubungkan secara khusus satu sama lain. Lilitan primer biasanya
dihubungkan secara bintang (Y) dan lilitan sekunder dihubungkan secara delta
(Δ). Di dalam trafo ini terdapat tiga konduktor yang mengalirkan arus AC
(yang sama frekuensinya) yang mencapai nilai maksimum pada saat yang
tidak bersamaan.

 Berdasarkan frekuensi kerjanya


 Transformator Daya : (50-60) Hz
 Transformator Pendengaran (20Hz-20kHz)
 Transformator MF (455 kHz)
 Transformator RF (>455 kHz)
 Berdasarkan bidang tenaga listrik
 Transformator Daya
 Transformator Distribusi
 Transformator Pengukuran
 Berdasarkan konstruksi lilitannya
 Trafo Step Up

Transformator Step-Up atau transformator penaik tegangan adalah


tranformator yang digunakan untuk menaikkan tegangan dari rendah ke
tegangan yang lebih tinggi. Contoh pengaplikasianya adalah pada trafo trafo di
sistem pembangkitan khususnya di saluran transmisi dari gardu induk menuju
ke konsumen. Tujuan dari peningkatan tegangan adalah supaya tegangan dari
gardu induk bisa terdistribusi dengan
baik.

 Trafo step down


Transformator Step-Down atau transformator penurun tegangan adalah
transformator yang digunakan untuk menurunkan tegangan dari tinggi ke
tegangan yan lebih rendah. Kita banyak menjumpai contoh pengaplikasian
trafo ini di kehidupan sehari hari. Adaptor AC-DC merupakan piranti yang
menggunakan transformator step-down untuk menurunkan tegangan supaya
tegangan yang selanjutnya disalurkan dapat diterima oelh alat atau piranti
elektronik kecil seperti pada charger, televisi dan lain lain. Contoh lainnya
juga terdapat pada sistem pembangkitan, yaitu pada penurunan tegangan dari
generator pembangkit menuju ke gardu induk. Hal ini bertujuan untuk
mengurangi risiko bahaya dari saluran udara tegangan ekstra tinggi (sutet) dan
kemudian tegangannya dinaikkan lagi sewaktu akan didistribusikan ke
konsumen.

3. Bagian-bagian Transformator
a. Bagian-bagian utama
 Inti Besi
Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh
arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi
tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang
ditimbulkan oleh “Eddy Current”.

Gambar.Inti Besi

 Kumparan trafo
Umumnya pada trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Bila kumparan
primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan
tersebut timbul fluksi yang menginduksikan tegangan, bila pada rangkaian
sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan
ini. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus.

Gambar .Kumparan Trafo

 Minyak trafo
Sebagian besar trafo tenaga kumparan-kumparan dan intinya direndam dalam
minyak-trafo, terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena
minyak trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan
bersifat pula sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi
sebagai media pendingin dan isolasi

Gambar. Minyak Trafo

 Bushing
Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah busing yaitu
sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi
sebagai penyekat antara konduktor tersebut denga tangki trafo.

Gambar . Bushing

Secara garis besar bushing dapat dibagi menjadi empat bagian utama

yaitu isolasi, konduktor, klem koneksi, dan asesoris. Isolasi pada bushing
terdiri dari dua jenis yaitu oil impregnated paper dan resin impregnated paper.

Pada tipe oil impregnated paper, isolasi yang digunakan adalah kertas isolasi

dan minyak isolasi sedangkan pada tipe resin impregnated paper, isolasi yang

digunakan adalah kertas isolasi dan resin.

Gambar. Struktur Dalam Bushing

 Tangki dan Konservator


Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam minyak trafo berada
(ditempatkan) dalam tangki. Untuk menampung pemuaian minyak trafo,
tangki dilengkapi dengan konservator.
Gambar . Tangki Konservator

b. Bagian-bagian bantu
a. Pendingin
I. Pendingin Transformator
Transformator umumnya diisi minyak sebagai bahan isolasi antara
kumparan dengan kumparan dan kumparan dengan kaki.
Transformator tenaga umumnya dilengkapi dengan sistem pendingin, yang
dimaksudkan agar trafo dapat bekerja sesuai rating yang tertera pada
spesifikasinya. Trafo yang dilengkapi pendingin adalah yang berkapasitas
di atas 10 MVA. Tipe pendingin trafo adalah secara alami dan paksaan,
yaitu menggunakan riben (sirip), radiator dan bantuan motor untuk
mengembus udara. Banyaknya riben atau motor-motor yang terpasang
sesuai dengan kapasitas trafo dan permukaan yang didinginkan.
Transformator dalam keadaan bertegangan danbelum dibebani akan timbul
rugi-rugi yang dapat menimbulkan kondisi trafo tersebut panas, namun
panas yang timbul kecil. Apabila transformator tersebut dibebani maka
kumparan dan minyak di dalam trafo akan bertambah panas sesuai dengan
kenaikan bebannya. Panas yang timbul pada kumparan akan diteruskan
secara konduksi pada minyak trafo yang berfungsi sebagai pendingin. Baik
kumparan maupun minyak trafo mempunyai batas-batas operasi panas yang
diijinkan. Isolasi kumparan yang terdiri dari kertas kraft mempunyai batas
panas yang diijinkan sesuai dengan klas isolasi spesifikasi trafo. Demikian
juga minyak isolasi trafo mempunyai batas panas yang diijinkan. Apabila
panas-panas tersebut dilampaui maka isolasi akan rusak dan secara
keseluruhan transformator tersebut akan rusak. Panas tersebut harus
direduksi dengan memasang sistem pendingin yaitu: riben, radiator kipas-
kipas dan pompa minyak.

1) Pendingin Dengan Riben


Transformator dengan kapasitas 10 sampai dengan 30 MVA
menggunakan riben atau sirip-sirip sebagai pendingin. Minyak
panas yang ditimbulkan oleh panas kumparan akan terjadi pada
bagian atas trafo sementara minyak yang dingin berada di bawah
bagian trafo. Kondisi ini secara alami akan mengalir dari bawah
trafo dan diteruskan melalui riben atau sirip pendingin, yang
dirancang sedemikian sehingga minyak panas yang melalui riben
akan didinginkan oleh aliran udara luar.

2) Pendingin Menggunakan Kipas


Transformator dengan kapasitas lebih dari 30 MVA biasanya
dilengkapi dengan riben kipas pendingin, radiator dan pompa
minyak.
i. Menggunakan Riben dan Kipas
Minyak trafo panas yang dialirkan melalui riben seperti yang
dijelaskan di atas akan dihembus dengan udara dari kipas
pendingin, baik secara vertikal ataupun horizontal sehingga
minyak panas sebelum masuk kedalam trafo telah
didinginkan dengan udara luar dengan bantuan kipas angin.

Gambar . Pendingin Menggunakan Fan


ii. Menggunakan adiator dan Kipas Pendingin
Minyak panas dari dalam trafo dipompa dengan motor
pompa minyak dialirkan melalui radiator-radiator dan pada
bagian depan radiator terpasang kipas-kipas pendingin yang
akan menarik udara panas yang ditimbulkan oleh minyak
panas ke udara luar dan dari sela-sela radiator akan mengalir
udara segar yang akan mendinginkan minyak trafo
b. Tap Changer (perubah tap)
Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan
tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan
jaringan/primer yang berubah-ubah. Tap changer dapat dilakukan baik dalam
keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load),
tergantung jenisnya.

Gambar . Tap Changer ( OLTC )

c. Alat pernapasan
Karena pengaruh naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar, maka
suhu minyakpun akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu
minyak tinggi, minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan
minyak keluar dari dalam tangki, sebaliknya bila suhu minyak turun, minyak
menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki.
Kedua proses di atas disebut pernapasan trafo. Permukaan minyak trafo akan
selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan
tembus minyak trafo, maka untuk mencegah hal tersebut, pada ujung pipa
penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroskopis.

d. Indikator
Untuk mengawasi selama trafo beroperasi, maka perlu adanya indicator pada
trafo sebagai berikut:

 indikator suhu minyak


 indikator permukaan minyak
 indikator sistem pendingin
 indikator kedudukan tap

dan sebagainya.

Gambar. Indikator-Indikator

c. Bagian-bagian proteksi
a. Rele Bucholz
Rele Bucholz adalah rele alat/rele untuk mendeteksi dan mengamankan
terhadap gangguan di dalam trafo yang menimbulkan gas.

Gas yang timbul diakibatkan oleh:

a. Hubung singkat antar lilitan pada/dalam phasa


b. Hubung singkat antar phasa
c. Hubung singkat antar phasa ke tanah
d. Busur api listrik antar laminasi
e. Busur api listrik karena kontak yang kurang baik.
b. Pengaman Tekanan Lebih
Alat ini berupa membran yang dibuat dari kaca, plastik, tembaga atau katup
berpegas, berfungsi sebagai pengaman tangki trafo terhadap kenaikan tekan
gas yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan
kekuatannya lebih rendah dari kakuatan tangi trafo
c. Relay tekanan lebih
Relay ini berfungsi hampir sama seperti rele Bucholz, yakni mengamankan
terhadap gangguan di dalam trafo. Bedanya relay ini hanya bekerja oleh
kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan P.M.T.
d. Relay Diferensial
Berfungsi mengamankan trafo dari gangguan di dalam trafo antara lain flash
over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau
belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan
e. Relay Arus lebih
Befungsi mengamankan trafo arus yang melebihi dari arus yang
diperkenankan lewat dari trafo terseut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh
karena beban lebih atau gangguan hubung singkat.
f. Relay Tangki tanah
Berfungsi untuk mengamankan trafo bila ada hubung singkat antara bagian
yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada trafo.
g. Relay Hubung tanah
Berfungsi untuk mengamankan trafo bila terjadi gangguan hubung singkat
satu phasa ke tanah.
h. Relay Termis
Berfungsi untuk mencegah/mengamankan trafo dari kerusakan isolasi
kumparan, akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih.
Besaran yang diukur di dalam rele ini adalah kenaikan temperatur.
4. PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR

Transformator terdiri atas dua buah kumparan (primer dan sekunder) yang bersifat
induktif. Kedua kumparan ini terpisah secara elektris namun berhubungan secara magnetis
melalui jalur yang memiliki reluktansi (reluctance) rendah. Apabila kumparan primer
dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik maka fluks bolak-balik akan muncul di
dalam inti yang dilaminasi, karena kumparan tersebut membentuk jaringan tertutup maka
mengalirlah arus primer. Akibat adanya fluks di kumparan primer maka di kumparan primer
terjadi induksi (self induction) dan terjadi pula induksi di kumparan sekunder karena
pengaruh induksi dari kumparan primer atau disebut sebagai induksi bersama (mutual
induction) yang menyebabkan timbulnya fluks magnet di kumparan sekunder, maka
mengalirlah arus sekunder jika rangkaian sekunder di bebani, sehingga energi listrik dapat
ditransfer keseluruhan (secara magnetisasi). Berikut adalah skema prinsip kerja dari
transformator:

Pada skema transformator di atas, ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir
pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan
akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan
berubah polaritasnya.
Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan
jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan:

Vp = tegangan primer (volt)


Vs = tegangan sekunder (volt)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder

Simbol Transformator

5. RANGKAIAN TRANSFORMATOR
1) Rangkaian Magnetisasi Transformator
Pada keadaan tanpa beban, mengalir arus kecil I0 untuk mensuplai magnetomotive
force yang menimbulkan flux magnet disekitar inti magnetik, arus ini tertinggal
(lagging) terhadap tegangan primer sebesar 900. Arus ini dibatasi oleh resistansi
efektif (Rc) dan reaktansi (Xc) yang disebut rangkaian magnetisasi. Besar arus ini
sekitar 2-5 % dari arus beban penuh (full load) dengan power factor 0.1-0.2.

Ketika transformator dibebani, terjadi tegangan jatuh karena resistansi belitan primer
dan sekunder. Tegangan jatuh ini sefasa dengan tegangan pada belitan dan tegangan
jatuh karena reaktansi (X1dan X2) tertinggal sebesar 900 . Penurunan tegangan output
ketika transformator berbeban dikenal sebagai regulasi. Tegangan jatuh karena
komponen resistif lebih kecil daripada tegangan jatuh yang disebabkan oleh
komponen reaktif. Sehingga impedansi dominan dari tranformator adalah reaktansi.

2) Rangkaian Ekivalen Trafo


Transformator merupakan suatu peralatan listrik yang digunakan untuk mengubah
energi listrik bolak-balik dari satu level tegangan ke level tegangan yang lain. Dapat
menaikkan, menurunkan atau hanya untuk mengisolasi sistem satu dengan yang
lainnya. Transformator terdiri atas sisi primer dan sisi sekunder. Keduanya terhubung
dengan inti besi. Dalam kondisi ideal, tanpa rugi-rugi, perbandingan lilitan antara
keduanya merupakan perbandingan tegangan antara kedua sisinya.
Namun pada kenyataannya, daya masukkan tidak pernah sama dengan daya keluaran.
Terdapat rugi-rugi yang terjadi di inti besi dan lilitan. Rugi-rugi tersebut terjadi akibat
histerisis, arus eddy, resistansi belitan dan fluks bocor. Dari pengetahuan tersebut,
transformator dapat dimodelkan dengan rangkaian elektrik seperti di bawah ini:

Dapat disederhanakan menjadi,

Dimana,
Req = Rp + (Np/Ns)^2 . Rs
Xeq = Xp + (Np/Ns)^2 . Xs
Setelah kita memahami, rangkaian pengganti ini, kita dapat menentukan nilai Req,
Xeq, Rc dan Xm dengan pengujian rangkaian tanpa beban dan hubung singkat. Yang
diukur adalah daya (Watt), tegangan (V) dan arus (I) di sisi primer.
(www.scribd.com/doc/62741408/Makalah-Transformator )
6. APLIKASI TRANSFORMATOR
Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang
memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio
memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, maka diperlukan
transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan
listrik bolak-balik 12 volt. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah:
TV, komputer, mesin foto kopi, gardu listrik dan sebagainya. Dan dalam
pengaplikasiannya, transformator digolongkan menjadi 2 yaitu:
1) Transformator step up
Transformator step up biasanya digunakan dalm transmisi daya listrik
jarak jauh seperti dari pembangkit yang lokasinya jauh dari pemukiman
warga ke konsumen. Transformator step up digunakan untuk menaikkan
tegangan yang keluar dari generator untuk bisa sampai ke konsumen
dengan jarak yang jauh. Berikut gambar penggunaan trafo step up pada
distribusi daya listrik:

2) Transformator step down


Transformator step down biassanya banyak digunakan dalam peralatan
listrik rumah tangga yang membutuhkan tegangan kecil. Dari tegangan
PLN sebesar 220 V, transformator step down dapat menurunkan tegangan
menjadi lebih rendah sesuai dengan kebutuhan. Contoh dari peralatan
listrik yang memakai transformator step down adalah adaptor dan catu
daya, peralatan lainnya dapat berupa peralatan elektronik seperti televisi,
mesin fotocopy, dan gardu listrik. Berikut ini addalah contoh gambar
peralatan yang menggunakan transformator step down:

7. Kerugian Dalam Transformator


Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder
sempurna dan tidak ada kerugian, tetapi dalam praktek terjadi beberapa
kerugian yaitu:

1. Kerugian tembaga. Kerugian dalam lilitan tembaga yang


disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya.
2. Kerugian kopling. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-
sekunder tidak sempurna, sehingga tidak semua fluks magnet yang
diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Kerugian ini dapat
dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer
dan sekunder.
3. Kerugian kapasitas liar. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar
yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat
memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian
ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder
secara semi-acak (bank winding)
4. Kerugian histeresis. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC
berbalik arah. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat
mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian ini dapat
dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah.
5. Kerugian efek kulit. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus
bolak-balik, arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor.
Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi
relatif lilitan. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat
Litz, yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling
terisolasi. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau
lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa.
6. Kerugian arus eddy (arus olak). Kerugian yang disebabkan oleh GGL
masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan
perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. Karena adanya
fluks magnet yang berubah-ubah, terjadi olakan fluks magnet pada
material inti. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapis-
lapisan.
8. Efisiensi
Efisiensi transformator dapat diketahui dengan rumus

Karena adanya kerugian pada transformator. Maka efisiensi transformator


tidak dapat mencapai 100%. Untuk transformator daya frekuensi rendah,
efisiensi bisa mencapai 98%.