Anda di halaman 1dari 3

METODE PENGAJARAN UNIT

September 5th, 2009 | Author: DJ.Prapto

Metode pengajaran unit amatlah sesuai dilihat dari pendekatan DAP


karena melalui pengajaran ini keunikan atau keragaman dan berbagai tingkatan
perkembangan peserta didik dapat diakomodasikan. Pengajaran bisa menjadi lebih
terbuka dengan tersedianya berbagai kesempatan bagi si anak memiliki kegiatan
belajar. Suatu pengajaran unit bisa menjadi ”harinya” bagi si anak.

Pengajaran unit lebih dikenal dengan istilah ”unit teching” merupakan


pengajaran yang mengarahkan kegiatan peserta didik pada pemecahan suatu
masalah yang dirumuskan dahulu secara bersama-sama. Metode pengajaran unit
didefinisikan sebagai cara penyajian pembelajaran yang bertitik tolak dari suatu
masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga
pemecahanya secara keseluruhan dan bermakna. Dalam perkembangan terakhir
ini pengajaran unit sering diungkapkan sebagai pembelajaran berkorelasi atau
pembelajaran terpadu.

Terdapat beberapa jenis pemecahan masalah dalam pengajaran unit yaitu :

1. Keterhubungan antar dua atau lebih masalah, konsep, keterampilan, tugas,


atau ide-ide lain di dalam satu bidang study yang dikenal dalam pembelajaran
terpadu sebagai Model Terhubung. ( Connetec; Model )
2. Jaringan topik yaitu pemecahan masalah yang melibatkan penetapan tema
dan beberapa topik atau sub tema dalam berbagai bidang study, yang dalam
pembelajaran terpadu dikenal sebagai model Jaring Laba-Laba ( Webbel;
Model)
3. Lintas bidang study yaitu pemecahan masalah yang melibatkan adanya
perioritas kurikuler dan menemukan pengetahuan atau konsep keterampilan
dan sikap yang tumpang tindih ( Operlapping ) dari bebarapa bidang study
yang dalam pembelajaran terpadu dikenal dengan sebutan Model Terpadu itu
sendiri ( Integrated Model).

Adapun tujuan dan penggunaan metode pengajaran unit adalah :

1. Melatih peserta didik berpikir komperehensif dengan cara mengkaji dan


memecahkan permasalahan dari berbagai disiplin ilmu atau berbagai aspek.
2. Melatih peserta didik menggunakan keterampilan proses atau metode
ilmiah dengan pemecahan msalah.
3. Terbentuk sikap kritis, kerjasama, rasa ingin tahu, menghargai waktu dan
menghargai pendapat orang lain.
4. Melatih peserta didik agar memiliki kemampuan merencanakan
mengorganisasi dan memimpin suatu kegiatan.
5. Mengembangkan keterampilan berkomonikasi.

Kekuatan dan Keterbatasan Metode Pengajaran Unit

A. Kekuatan Metode Pengajaran Unit

Berbagai kekuatan penggunaan Metode Pengajaran Unit ini, adalah :

1. Membantu peserta didik lebih berpikir komperehensif.


2. Memperluas wawasan peserta didik dalam ilmu pengetahuan dengan
keanekaragaman sumber informasi.
3. Memperhatikan karaktersitik peserta didik secara khusus.
4. Menciptakan iklim demokratis dalam belajar dimana peserta didik dapat
menentukan rencana bersama guru tentang topik yang akan dibahas.
5. Pengajaran unit disesuaikan dengan tingkat perkembangan minat dan
bakat peserta didik sehingga pengajaran akan lebih bermakna.

B. Keterbatasan Metode Pengajaran Unit

Adapun berbagai keterbatasan kegunaan metode ini adalah :


1. Sulit menentukan topik yang sesuai dengan minat, bakat dan
perkembangan anak.
2. Memerlukan kecakapan khusus dalam melaksanakan pengajaran unit.
3. Memerlukan biaya yang cukup besar.
4. Memerlukan waktu yang cukup lama.
5. Kemungkinan pemecahan masalah yang kabur dan dangkal karena ditinjau
dari berbagai disiplin ilmu dan tidak semua disiplin ilmu dapat dikuasai
peserta didik dengan baik.