Anda di halaman 1dari 3

Silika Aerogel sebagai Bahan Penyerap Energi Kinetik

Barkatul Aulia 0807121133


Jurusan Teknik Kimia Universitas Riau

1. PENDAHULUAN aging dan soaking, lalu proses pengeringan


melewati titik kritis (supercritical driying).
Aerogel merupakan salah satu koloid
dimana fase pendispersi berupa padatan dan
2.2 Single-Step vs. Two-Step Aerogels
fase terdispersi berupa gas. Aerogel dibuat
A. Single-Step Base Catalyzed Silica
dari bahan curah dengan desitas rendah dan
Aerogel
memiliki pori-pori, yang diperoleh dari gel
Proses ini memproduksi aerogel dengan
dimana komponen liquid digantikan dengan
densitas 0.08 g/cm3. Pembuatan gel
gas. Sehingga aerogel memiliki komposisi
berlangsung selama 60-120 menit, The gel
99.8% udara, dan padatan selebihnya.
time should be 60-
Aerogel pertama kali dibuat pada tahun
120 minutes, tergantung dengan temperatur.
1931, Samuel S. Kistler menemukan cara
Mix two solutions:
untuk membuat aerogel Ia menyatakan
• Silica solution terdiri dari 50 mL TEOS,
"Obviously, if one wishes to produce an
40 mL ethanol.
aerogel, he must replace the liquid with air
• Catalyst solution terdiri dari 35 mL
by some means in which the surface of the
ethanol, 70 mL water, 0.275 mL 30%
liquid is never permitted to recede within
ammonia cair, dan 1.21 mL 0.5 M
the gel. If a liquid is held under pressure
ammonium fluoride.
always greater than the vapor pressure, and
• Perlahan lahan ditambahkan katalis ke
the temperature is raised, it will be
campuran silica dengan dilakukan
transformed at the critical temperature into a
pengadukan.
gas without two phases having been present
• Tuangkan campuran ke dalam cetakan
at any time." (S. S. Kistler, J. Phys. Chem.
sampai terjadi pembentukan gel.
34, 52, 1932).
Sifat dari aerogel sendiri yaitu memiliki B. Two-Step Acid-Base Catalyzed Silica
densitas yang rendah, isolator yang baik. Aerogel
Dengan sifat yang dimiliki oleh aerogel Proses ini memproduksi aerogel dengan
maka aerogel banyak digunakan sebagai densitas 0.08 g/cm3. Pembentukan gel yaitu
insulator, adsorber, detektor, dll. selama 30-
2. PEMBUATAN AEROGEL 90 menit, tergantung temperatur.
Mix two solutions:
2.1 Sol-Gel Chemistry • Silica solution terdiri 50 mL
Pembentukan aerogels, secara umum, precondensed silica (Silbond H-5, atau
terdiri dari dua langkah, yaitu pembentukan equivalent), 50 mL ethanol
• Catalyst solution terdiri 35 mL ethanol,
gel basah, dan pengeringan gel basah.
75 mL water, dan 0.35 mL 30% ammonia
Awalnya, gel basah dibuat oleh larutan air cair.
natrium silikat, atau bahan serupa. • Perlahan lahan ditambahkan katalis ke
Sementara proses ini berlangsung, reaksi campuran silica dengan dilakukan
pembentukan garam dalam gel yang harus pengadukan.
dihilangkan dengan cara washings • Tuangkan campuran ke dalam cetakan
(pencucian berulang-ulang). Pembuatan sampai terjadi pembentukan gel
aerogel dibagi dua yaitu single step dan
twostep aerogel. Kemudian melewati proses 2.3 Aging and Soaking
Proses ini merupakan proses hidrolisi yang berpori, sehingga gas yang terkandung
dan kondensasi alkoksida silikon. Yaitu didalamnya terdesak keluar saat aerogel
proses untuk memperkuat jaringan silika. tersebut rusak/pecah. Gas harus melewati
dengan mengendalikan pH dan kadar air pori-pori yang sangat kecil (~20-50 nm), gas
meliputi. Proses aging menggunakan gel dengan cepat melewati pori-pori dan
katalis basa dengan perendaman gel dalam menyerap sejumlah besar energi. Oleh
alkohol/campuran air dengan proporsi yang karena itu, energi yang ditimbulkan untuk
sama dengan sol asli pada pH 8-9 memecahkan aerogel silika diserap dengan
(amonia)dan dibiarkan 48 jam. cara pelepasan gas dari dalam material
Setelah proses aging, semua air yang (aerogel).
masih terkandung dalam pori-pori harus Bahan yang efektif untuk digunakan
dibuang sebelum pengeringan. Dilakukan dalam perangkat keamanan akan berfungsi
dengan merendam gel dalam alkohol murni. untuk meminimalkan gaya dirasakan oleh
lama waktu yang dibutuhkan untuk proses objek (atau orang) yang akan dilindungi.
ini tergantung pada ketebalan gel. Hal ini biasanya dilakukan dengan
menyebarkan perlambatan objek yang
2.4 Supercritical Drying berdampak selama periode waktu yang lebih
Proses terakhir dan yang paling penting lama. Grafik di bawah ini menunjukkan
dalam pembuatan aerogels silika, yaitu beban terhadap waktu untuk sampel silika
pengeringan superkritis. Ini adalah di mana aerogels, dan dua bahan lainnya. Sampel
cairan di dalam gel dihapus, hanya dengan sisi kubus 5 cm dan hancur oleh
menyisakan jaringan silika. Prosesnya berat 8 lb dengan percepatan 11 ft/det.
adalah sebagai berikut: Kurva merah merupakan aerogel silika
alcogels ditempatkan dalam autoclave (yang dengan kepadatan 0.1 g/cm3, polystyrene
telah diisi dengan etanol). Bertekanan 750- kurva kuning, dan hijau adalah
850 psi dengan CO2 dan didinginkan hingga polypropylene busa elastomer.
5-10 °C. cairan CO2 kemudian di flush ke
dalam vessel sampai ethanol hilang dari
vessel dan gels. Saat gels bebas dari ethanol
vessel dipanaskan pada temperatur dibawah
temperatur kritis CO2 (31°C). Penambahan
suhu meningkatkan tekanan dengan
mengeluarkan CO2 tekanan dapat dijaga
dibawah tekanan kritis CO2 (1050 psiproses
berlangsung selama 12 jam sampai 6 hari.
Pada titik ini aerogel telah terbentuk.

3. SILICA AEROGEL SEBAGAI Fig. 1 load beban terhadap waktu


ADSORBEN ENERGY KINETIK
Plot menunjukkan bahwa baik aerogel
Adsorben energy kinetic yaitu bahan dan busa polystyrene mengurangi beban
untuk menyerap energi kinetik akibat maksimum yang dihasilkan pada tingkat
deformasi plastik, deformasi elastis, patah yang sangat rendah. Akan tetapi, busa
getas, atau dengan dinamika fluida gas atau polistiren sering digunakan sebagai bahan
cairan di dalam materi. Silika aerogels yang lebih tepat daripada silika aerogel.
sebagai anorganik padat, pada dasarnya Akan tetapi, Banyak busa organik
rapuh. Sepertinya tidak mungkin sebagai menghasilkan sejumlah besar rebound
bahan bantalan/pelindung. Namun, aerogel ketika terkena impact. Hal Ini sebagian
memiliki densitas yang sangat rendah energi diserap oleh bahan kembali ke objek
sehingga saat pecah, karena tekanan terjadi yang terkena dampak itu (seperti kepala
secara bertahap sehingga memakan waktu manusia). Efek pantulan ini sering bisa
yang cukup lama. Selaiin itu sebagai bahan mengakibatkan kerusakan lebih lanjut untuk
obyek yang dilindungi. Plot defleksi (jarak perekam data penerbangan pesawat, dan
digerakkan oleh objek berdampak) vs waktu perlindungan peralatan elektronik seperti
untuk aerogel silika dan polistiren hard drive untuk laptop.
ditunjukkan di bawah ini menunjukkan
perbedaan bahan-bahan tersebut
4. KESIMPULAN
Silika aerogel sebagai bahan yang
memiliki densitas yang rendah dan berpori
dapat digunakan sebagai bahan penyerap
energy kinetik. Sehingga dapat digunakan
sebagai bahan pelindung.

DAFTAR BACAAN
• ----------------, Aerogel, www.cdcc.
nasa.gov, diakses tanggal 30 mei 2010
• ----------------, 2010, Aerogel, http://en.
Fig 2. Deflection vs waktu wikipedia.org/wiki/Aerogel, diakses
The polistiren (kuning), yang bersifat elastis tanggal 30 mei 2010
dan plastis, dihancurkan oleh berat badan • Hunt, Arlon., Michael, ----, Silica
(defleksi positif) tapi kemudian akan aerogel: How Silica Aerogels are Made,
kembali ke fraksi besar volume awalnya. Silica Aerogels for Absorbing Kinetic
Sebaliknya, silika aerogel (merah) energy Energy, diambil dari web:
akan terserap pada jarak tertentu ke dalam http://www.sps.aero/Key_ComSpace_Art
bahan dan kemudian berhenti sama sekali icles/TSA-
tanpa memantul. Ini merupakan fenomena 009_White_Paper_Silica_Aerogels.pdf
yang penting untuk dipertimbangkan ketika
mengembangkan bahan untuk keamanan
dan peralatan pelindung.

Permasalahan Lingkungan
Produksi dan penggunaan aerogels
silika ramah lingkungan. Tidak ada limbah
berbahaya yang dihasilkan secara signifikan
selama produksi. Pelepasan aerogels silika
sangat wajar. Di lingkungan, mereka cepat
menjadi serbuk halus pada saat hancur yang
pada dasarnya identik dengan salah satu zat
yang paling umum di bumi, yaitu pasir.
Selain itu, aerogels silika benar-benar tidak
beracun dan tidak mudah terbakar. Hal ini
sangat menjanjikan apabila silica aerogel
digunakan sebagai bahan pelindung dan
dapat menghilangkan penggunaan plastik

Potensi Penggunaan
Sifat aerogels silika sebagai penyerap
energy kinetic ini dapat digunakan dalam
berbagai aplikasi. misalnya perlindungan
pribadi dalam kendaraan bermotor,
perlindungan peralatan yang sensitif seperti