Anda di halaman 1dari 3

TUMBUH DEWASA

Masa dewasa merupakan salah satu fase dalam rentang kehidupan individu
setelah masa remaja. Pengertian masa dewasa dari sisi biologis dapat diartikan
sebagai suatu periode dalam kehidupan individu yang ditandai dengan
pencapaian kematangan tubuh secara optimal dan kesiapan untuk bereproduksi
(berketurunan). Dari sisi psikologis, masa ini dapat diartikan sebagai periode
dalam kehidupan individu yang ditandai dengan ciri-ciri kedewasaan atau
kematangan yaitu
(1) kestabilan emosi (emotional stability), mampu
mengendalikan perasaan tidak lekas marah, sedih, cemas, gugup, frustasi, atau
tidak mudah tersinggung:.
(2) memiliki kesadaran realitasnya (sense of reality)
cukup tinggi mau menerima kenyataan, tidak mudah melamun apabila
mengalami kesulitan, dan tidak menyalahkan orang lain atau keadaan apabila
menghadapi kegagalan
(3) bersikap toleran terhadap pendapat orang lain yang
Berbeda
(4) bersikap optimis dalam menghadapi kehidupan.
Pembagian Masa Dewasa Menurut Hurlock
a. Masa Dewasa Awal (Early Adulthood = 18/20-40 Tahun)
Secara biologis, masa ini merupakan puncak pertumbuhan fisik yang prima, sehingga
dipandang sebagai usia yang tersehat dari populasi manusia yang keseluruhan (healthiest
people in population). Ciri-ciri umum perkembangan fase usia dewasa awal, sebagai berikut:
1) Masa pengaturan, usia dewasa awal merupakan saat ketika seseorang mulai
menerima tanggung jawab sebagai orang dewasa.
2) Usia reproduktif, usia dewasa awal merupakan masa yang paling produktif untuk
memiliki keturunan, dengan memiliki anak, mereka memiliki peran baru sebagai
orang tua.
3) Masa bermasalah, pada usia dewasa awal akan muncul masalah-masalah baru yang
berbeda dengan masalah sebelumnya, diantaranya masalah pernikahan.
4) Masa ketegangan emosional, usia dewasa awal merupakan masa yang memiliki
peluang terjadinya ketegangan emosional, karena pada masa itu seseorang berada
pada wilayah baru dengan harapan-harapan baru, dan kondisi lingkungan serta
permasalahan baru.
5) Masa keterasingan sosial, ketika pendidikan berakhir seseorang akan memasuki
dunia kerja dan kehidupan keluarga, seiring dengan itu hubungan dengan
kelompok teman sebaya semakin renggang.
6) Masa komitmen, pada usia dewasa awal seseorang akan menentukan pola hidup
baru, dengan memiliki tanggung jawab baru dan memuat komitmen-komitmen
baru dalam kehidupan.
7) Masa ketergantungan, meskipun telah mencapai status dewasa dan kemandirian,
ternyata masih banyak orang dewasa awal yang tergantung pada pihak lain.
8) Masa perubahan nilai, jika orang dewasa awal ingin diterima oleh anggota
kelompok orang dewasa.
9) Masa penyesuaian diri dengan cara hidup baru.
10) Masa kreatif, masa dewasa awal merupakan puncak kreativitas.
b. Masa Dewasa Madya (Midle Age = 40-60 Tahun)
Pada usia ini, aspek fisik sudah mulai agak melemah, termasuk fungsi-fungsi alat indra,
seperti tidak sedikit orang yang menggunakan kaca mata untuk membaca, atau mengalami
sakit dengan penyakit tertentu yang sebelumnya tidak teralami (seperti rematik, atau asam
urat).
Ciri-ciri perkembangan fase usia dewasa madya, sebagai berikut:
Mulai banyaknya stereotip yang tidak menyenangkan tentang usia madya. Yaitu:
kepercayaan tradisional tentang kerusakan mental dan fisik yang diduga disertai dengan
berhentinya reproduksi, mulai menurunnya kualitas fisik seseorang.

c. Masa Dewasa Lanjut/Masa Tua (Old Age= 60-Mati)


Masa ini ditandai dengan semakin melemahnya kemampuan fisik dan psikis. Pada
umumnya mereka mengalami penurunan kemampuan dalam aspek pendengaran,
penglihatan, daya ingat, cara berfikir, dan berinteraksi sosial. Pada usia ini pula seseorang
dimungkinkan akan mengalami masa pikun, masa kembali ke usia kanak-kanak, yang
bersifat dependent (tergantung) kepada orang lain. Adapun tugas-tugas perkembangan yang
harus dituntaskan oleh seseorang yang telah masuk pada usia ini adalah sebagai berikut:
1) Lebih memantapkan diri dalam mengamalkan norma atau ajaran agama;
2) Mampu menyesuaikan diri dengan menurunnya kemampuan fisik dan kesehatan;
3) Menyesuaikan diri dengan masa pensiun (jika menjadi pegawai negeri) dan
berkurangnya “income” (penghasilan keluarga);
4) Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup;
5) Membentuk hubungan dengan orang lainyang seusia; dan
6) Memantapkan hubungan yang harmonis dengan anggota keluarga (anak, cucu, dan
menantu).
Dalam mencapai atau menuntaskan tugas-tugas perkembangan, tidak sedikit orang
dewasa yang mengalami kegagalan. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1) Tidak ada bimbingan untuk memahami dan menguasai tugas-tugas perkembangan;
2) Tidak ada motivasi untuk berkembang kearah kedewasaan;
3) Mengalami kesehatan yang buruk;
4) Cacat tubuh; dan
5) Tingkat kecerdasan yang rendah.