Anda di halaman 1dari 33

Autoclave digunakan untuk mensterilkan alat-alat biotek seperti tip, e-tube,mortar pestle, dan

lain-lain. Selain itu alat ini juga digunakan untuk mensterilkan media, baik media agar atau pun

media cair. Juga dapat digunakan untuk sterilisasi tanah atau kompos yang akan digunakan untuk

media tanaman.

Gambar di atas adalah contoh jenis autoclave yang paling sederhana. Prinsip kerja alat ini sama

dengan prinsip kerja kukusan (alat sederhana untuk menanak nasi) hanya saja memiliki tekanan

sehingga menghasilkan panas yang lebih tinggi. Hal ini bertujuan untuk lebih menyempurnakan

proses sterilisasi. Tahap sterilisasi sebenarnya cukup singkat yaitu dengan suhu 121 0C derajat

celsius selama 15 menit. Namun waktu keseluruhan mulai dari pemanasan awal (kenaikan suhu)

sampai pendinginan (penurunan suhu) bisa mencapai kurang lebih 2 jam-an. Yang perlu

diperhatikan selama mengoperasikan alat ini adalah: tulis siapa pengguna (nama, waktu dan lab.)

sebelum start, selalu memakai sarung tangan tahan panas, isilah air sesuai ukuran yang

ditentukan sebelum start, jangan membuka autoclave sebelum suhu dingin (dibawah 60 derajat

celcius).

BAB 3 STERILISASI
Kompetensi : mahasiswa mengetahui sterilisasi dengan autoklaf, filtrasi, tyndalisasi
mahasiswa dapat melakukan kerja aseptis
Sterilisasi :
1. Pengertian sterilisasi
2. Macam-macam sterilisasi
a. Sterilisasi secara mekanik (filtrasi)
b. Sterilisasi secara fisik
· Pemanasan
- Dengan api langsung
- Panas kering
- Uap air panas
- Uap air panas bertekanan
· Penyinaran UV
c. Sterilisasi secara kimia à dengan larutan disinfektan
3. Prosedur/Teknik aseptis
a. Mensterilkan meja kerja
b. Memindahkan biakan (streak)
c. Menuang media
d. Pipetting
4. Prinsip cara kerja autoklaf
5. Sterilisasi dengan cara penyaringan
6. Tyndalisasi
7. Sterilisasi dengan udara panas
8. Prinsip kerja Biological Safety Cabinet
Pengertian
Sterilisasi yaitu proses atau kegiatan membebaskan suatu bahan atau benda dari semua bentuk
kehidupan.
Macam-macam sterilisasi
Pada prinsipnya sterilisasi dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan kimiawi.
1. Sterilisai secara mekanik (filtrasi) menggunakan suatu saringan yang berpori sangat kecil (0.22
mikron atau 0.45 mikron) sehingga mikroba tertahan pada saringan tersebut. Proses ini ditujukan
untuk sterilisasi bahan yang peka panas, misal nya larutan enzim dan antibiotik.
2. Sterilisasi secara fisik dapat dilakukan dengan pemanasan & penyinaran.
· Pemanasan
a. Pemijaran (dengan api langsung): membakar alat pada api secara langsung, contoh alat : jarum
inokulum, pinset, batang L, dll.
b. Panas kering: sterilisasi dengan oven kira-kira 60-1800C. Sterilisasi panas kering cocok untuk alat
yang terbuat dari kaca misalnya erlenmeyer, tabung reaksi dll.
c. Uap air panas: konsep ini mirip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air lebih tepat
menggungakan metode ini supaya tidak terjadi dehidrasi.
d. Uap air panas bertekanan : menggunalkan autoklaf
· Penyinaran dengan UV
Sinar Ultra Violet juga dapat digunakan untuk proses sterilisasi, misalnya untuk membunuh mikroba
yang menempel pada permukaan interior Safety Cabinet dengan disinari lampu UV
3. Sterilisaisi secara kimiawi biasanya menggunakan senyawa desinfektan antara lain alkohol.

Berbagai prosedur umum kerja dalam mikrobiologi yang membutuhkan teknik aseptis
Desinfeksi meja kerja
Saran-saran kerja aseptis :
1. Sebelum membuka ruangan atau bagian steril di dalam tabung/cawan/erlenmeyer sebaiknya
bagian mulut (bagian yang memungkinkan kontaminan masuk) dibakar/dilewatkan api terlebih
dahulu.
2. Pinset, batang L, dll dapat disemprot dengan alkohol terlebih dahulu lalu dibakar.
3. Ujung jarum inokulum yang sudah dipijarkan harus ditunggu dingin dahulu atau dapat ditempelkan
tutup cawan bagian dalam untuk mempercepat transfer panas yang terjadi.
4. Usahakan bagian alat yang diharapkan dalam kondisi steril didekatkan ke bagian api.
5. Jika kerja di Safety Cabinet tidak perlu memakai pembakar bunsen tetapi jika di luar Safety Cabinet
maka semakin banyak sumber api maka semakin terjamin kondisi aseptisnya

Uraian lebih lanjut mengenai dasar teknik aspetis dapat dibaca DISINI

Prinsip cara kerja autoklaf


Seperti yang telah dijelaskan sebagian pada bab pengenalan alat, autoklaf adalah alat untuk
memsterilkan berbagai macam alat & bahan yang menggunakan tekanan 15 psi (1,02 atm) dan suhu
1210C. Untuk cara kerja penggunaan autoklaf telah disampaikan di depan. Suhu dan tekanan tinggi
yang diberikan kepada alat dan media yang disterilisasi memberikan kekuatan yang lebih besar untuk
membunuh sel dibanding dengan udara panas. Biasanya untuk mesterilkan media digunakan suhu
1210C dan tekanan 15 lb/in2 (SI = 103,4 Kpa) selama 15 menit. Alasan digunakan suhu 1210C atau
249,8 0F adalah karena air mendidih pada suhu tersebut jika digunakan tekanan 15 psi. Untuk
tekanan 0 psi pada ketinggian di permukaan laut (sea level) air mendidih pada suhu 1000C,
sedangkan untuk autoklaf yang diletakkan di ketinggian sama, menggunakan tekanan 15 psi maka air
akan memdididh pada suhu 1210C. Ingat kejadian ini hanya berlaku untuk sea level, jika
dilaboratorium terletak pada ketinggian tertentu, maka pengaturan tekanan perlu disetting ulang.
Misalnya autoklaf diletakkan pada ketinggian 2700 kaki dpl, maka tekanan dinaikkan menjadi 20 psi
supaya tercapai suhu 1210C untuk mendidihkan air. Semua bentuk kehidupan akan mati jika
dididihkan pada suhu 1210C dan tekanan 15 psi selama 15 menit.
Pada saat sumber panas dinyalakan, air dalam autoklaf lama kelamaan
akan mendidih dan uap air yang terbentuk mendesak udara yang
mengisi autoklaf. Setelah semua udara dalam autoklaf diganti dengan
uap air, katup uap/udara ditutup sehingga tekanan udara dalam
autoklaf naik. Pada saat tercapai tekanan dan suhu yang sesuai., maka
proses sterilisasi dimulai dan timer mulai menghitung waktu mundur.
Setelah proses sterilisasi selesai, sumber panas dimatikan dan tekanan
dibiarkan turun perlahan hingga mencapai 0 psi. Autoklaf tidak boleh
dibuka sebelum tekanan mencapai 0 psi.
Untuk mendeteksi bahwa autoklaf bekerja dengan sempurna dapat
digunakan mikroba pengguji yang bersifat termofilik dan memiliki
endospora yaitu Bacillus stearothermophillus, lazimnya mikroba ini
tersedia secara komersial dalam bentuk spore strip. Kertas spore
strip ini dimasukkan dalam autoklaf dan disterilkan. Setelah proses sterilisai lalu ditumbuhkan pada
media. Jika media tetap bening maka menunjukkan autoklaf telah bekerja dengan baik.
Beberapa media atau bahan yang tidak disterilkan dengan autoklaf adalah :
- Bahan tidak tahan panas seperti serum, vitamin, antibiotik, dan enzim
- Paelarut organik, seperti fenol
- Buffer engan kandungan detergen, seperti SDS
Untuk mencegah terjadinya presipitasi, pencoklatan (media menjadi coklat) dan hancurnya substrat
dapat dilakukan pencegahan sbb :
- Glukosa disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa fosfat
- Senyawa fosfat disterilkan terpisah dengan asam amino (peptone) atau senyawa garam mineral
lain.
- Senyawa garam mineral disterilkan terpisah dengan agar
- Media yang memiliki pH > 7,5 jangan disterilkan dengan autoklaf
- Jangan mensterilisasi larutan agar dengan pH < 6,0
Erlenmeyer hanya boleh diisi media maksimum ¾ dari total volumenya, sisa ruang dibirkan kosong.
Jika mensterilkan media 1L yang ditampung pada erlenmeyer 2L maka sterilisasi diatur dengan waktu
30 menit.
Sterilisasi dengan penyaringan (filtrasi)
Sterilisasi dengan penyaringan dilakukan untuk mensterilisasi cairan yagn mudah rusak jika terkena
panas atu mudah menguap (volatile). Cairan yang disterilisasi dilewatkan ke suatu saringan (ditekan
dengan gaya sentrifugasi atau pompa vakum) yang berpori dengan diameter yang cukup kecil untuk
menyaring bakteri. Virus tidak akan tersaring dengan metode ini.
Sterilisasi dengan penyaringan dapat dilakukan dengan berbagai cara :
· Non-disposable filtration apparatus
- Disedot dengan pompa vakum
- Volume 20-1000 ml
· Disposable filter cup unit
- Disedot dengan pompa vakum
- Volume 15-1000 ml
· Disposable filtration unit dengan botol penyimpan
- Disedot dengan pompa vakum
- Volume 15-1000 ml
· Syringe filters
- Ditekan seperti jarum suntik
- Volume 1-20 ml
· Spin filters
- Ditekan dengan gaya setrifugasi
- Volume kurang dari 1 ml
Cara kerja menggunakan Non-disposable filtration apparatus
· Sterilkan saringan (dapat menggunakan saringan Bekerfeld, Chamberland Zeitz), membran
penyaring (kertas saring) dan erlenmeyer penampung.
· Pasang atau rakit alat-alat tersebut secara aseptis (sesuai gambar), lalu isi corong dengan larutan
yang akan disterilkan.
· Hubungkan katup erlenmeyer dengan pompa vakum kemudian hidupkan pompa.
· setelah semua larutan melewati membran filter dan tertampung dierlenmeyer, maka larutan dapat
dipindahkan kedalam gelas penampung lain yang sudah steril dan tutup dengan kapas atau
aluminium foil yang steril.

Bacaan lebih lanjut mengenai teknik filtrasi untuk menghitung mikroorganisme dapat dibaca di sini

Tyndalisasi
Konsep kerja metode ini merip dengan mengukus. Bahan yang mengandung air dan tidak tahan
tekanan atau suhu tinggi lebih tepat disterilkan dengan metode ini. Misalnya susu yang disterilkan
dengan suhu tinggi akan mengalami koagulasi dan bahan yang berpati disterilkan pada suhu
bertekanan pada kondisi pH asam akan terhidrolisis.
Cara kerja :
· Bahan dimasukkan kedalam erlenmeyer atau botol dan ditutup rapat dengan sumbat atau
aluminium foil.
· Erlenmeyer/botol lalu dimasukkan kedalam alat sterilisasi (alat standar menggunakan Arnold Steam
Sterilizen atau dandang).
· Nyalakan sumber panas dan tunggu hingga termometer menunjukkan suhu 1000C kemudian hitung
waktu mundur hingga 30 menit (uap panas yang terbentuk akan mematikan mikroba).
· Setelah selesai alat sterilisasi dimatikan dan bahan yang steril dikeluarkan.
· Setelah 24 jam, bahan tersebut di sterilkan lagi dengan cara yang sama, sedang waktu ini
dimaksudkan untuk memberi kesempatan spora atau sel vegetatif yang belum mati untuk tumbuh
sehingga mudah dibunuh.
Sterilisasi dengan udara panas (Dry heat sterilization)
Sterilisasi dengan metode ini biasanya digunakan untuk peralatan gelas seperti cawan petri, pipet
ukur dan labu erlenmyer. Alat gelas yang disterilisasi dengan udara panas tidak akan timbul
kondensasi sehingga tidak ada tetes air (embun) didalam alat gelas.
· Bungkus alat-alat gelas dengan kertas payung atau aluminium foil
· Atur pengatur suhu oven menjadi 1800C dan alat disterilkan selama 2-3 jam.
Prinsip kerja Biological Saferty Cabinet
Biological Safety Cabinet merupakan kabinet kerja yang sterilkan untuk kerja mikrobiologi. BSC
memiliki suatu pengatur aliran udara yang menciptakan aliran udara kotor (dimungkinkan ada
kontaminan) untuk disaring dan diresirkulasi melalui filter.
BSC juga disebut biosafety hood, dan juga dikenal dengan Laminar flow hood atau Class II vertical
flow cabinet yang menyediakan alat filtrasi dan aliran udara yang bersirkulasi didalam ruang kerja.
Aliran udara diatur untuk menghambat udara luar masuk dan udara di dalam keluar, untuk mencegah
kontaminasi dari luar dan pencemaran bakteri dari ruang BSC. Udara yang keluar disaring melewati
penyaring sehingga sel-sel yang berbahaya tidak lepas keluar ke ruangan lain.
Berbagai kelas Biological Safety Cabinet.
BSC yang dimiliki Lab mikrobiologi merupakan BSC kelas II yang memiliki
konfigurasi udara seperti gambar disamping ini. Udara yang berasal dari luar
kabinet akan langsung terserap masuk kesaluran bawah yang bergabung
dengan udara dari meja kerja yang dimungkinkan mengandung bakteri yang
digunakan untuk kerja. Udara dari meja kerja disedot dari depan meja kerja.
Kemudian udara kotor ini disaring oleh penyaring HEPA dan disirkulasikan
keluar kabinet atau kembali lagi ke meja kerja sebagai udara bersih.
pH meter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur kadar asam dan
basa dalam suatu larutan atau bahan. Prinsip kerja dari alat ini yaitu semakin banyak
elektron pada sampel maka akan semakin bernilai asam begitu pun sebaliknya,
karena batang pada pH meter berisi larutan elektrolit lemah. alat ini ada yang digital
dan juga analog. pH meter banyak digunakan dalam analisis kimia kuantitatif.
Berikut akan dijelaskan teknik melakukan kalibrasi pH meter digital.
1. tekan tombol “mode” untuk memilih pH

2. Tekan tombol Setup dua kali, lalu tekan tombol Enter untuk menghapus
standardisasi yang sudah ada sebelumnya

3. Tekan tombol STD untuk memulai kalibrasi yang baru.

4. Keluarkan elektroda dari wadah larutan. Bilas dengan air suling.


5. celupkan elektroda buffer pH 4, yang merah jambu. Aduk larutan supaya elektroda
dapat mendeteksi dengan baik pH sebenarnya.

6. Tekan tombol STD lagi. Setelah membaca stabil, meteran akan kembali ke layar
pengukur.Tekan tombol STD lagi untuk melakukan kalibrasi dengan larutan buffer
kedua

7. keluarkan larutan buffer pH 4 dan bilas elektroda


8. celupkan elektroda di buffer pH 10 dan aduk memutar. Tekan STD lagi untuk
melakukan kalibrasi dengan buffer tersebut. Meteran akan menampilkan slope
kalibrasi dan kembali ke layar pengukur.

Sekarang alat sebaiknya dikalibrasi kembali dan siap untuk digunakan untuk
mengukur pH larutan apapun.
Teknik Menggunakan pipet
Pipet adalah salah satu alat yang sering digunakan oleh analis. Pipet merupakan alat
yang digunakan untuk mengambil larutan dalam volume tertentu. Ada dua jenis
pipet yang digunakan dalam melakukan pengukuran yaitu pipet ukur dan pipet
volum. sebagaimana penggunaan buret, pipet juga mempunyai teknik di dalam
penggunaannya.
berikut adalah teknik menggunakan pipet:

Tekan bulp pipet sampai kempis. Kemudian tempatkan bulp pada ujung
pipet.Keluarkan pipet dari wadah larutan dan lap bagian luar pipet dengan tissue.
Tera larutan tepat tanda batas.

Isap larutan dengan pipet filler(jangan pernah gunakan mulut) hingga kurang lebih 2
cm melebihi tanda batas graduasi.

dengan cepat lepas bulp dari ujung pipet dan letakkan jari telunjuk anda pada ujung
pipet. lepas sedikit-demi sedikit secara hati-hati jari telunjuk yang menutupi pipet.
larutan akan turun secara perlahan-lahan. Berhenti sampai tanda batas miniskus.
supaya lebih mahir dalam
menggunakan pipet, anda perlu mempelajarinya dengan menggunakan air sampai
anda mampu menggunakan pipet secara konsisten dan akurat

Teknik Menggunakan Buret


Bagi analis, mungkin penggunaan buret sering dilakukan di dalam melakukan
analisisnya. Seperti melakukan titrasi asam basa, standardisasi larutan, dan lain
sebagainya. Kadang ketika melakukan titrasi hasil yang didapatkan berbeda satu
sama lain padahal sampelnya sama. Ada beberapa factor yang mempengaruhi akan
hal tersebut, salah satunya mungkin yaitu dalam penggunaan buret. Di dalam
melakukan titrasi ternyata ada teknik atau tata cara penggunaan buret. Berikut
adalah penggunaan buret secara umum.
 Saat mengisi buret, tutup kran dan gunakan corong saring. Agar larutan dapat
mengalir dengan lancar, angkat corong saat memasukan larutan. Isi buret
hingga skala 0. baca miniskus dengan benar. Lap bagian atas buret dengan
tissue agar tetesan larutan yang menempel pada bagian dalam buret tidak
menetes

 Sebelum digunakan, pastikan buret tidak bocor dan kran dapat berfungsi
dengan baik. Pastikan pula, sudah tidak terdapat gelembung di bagian bawah
buret
 Keluarkan larutan dari buret hingga mencapai titik akhir. Titik akhir ditandai
dengan adanya perubahan fisik.

 Bilas bagian bawah buret dengan bantuan botol semprot. Demikian pula
dinding bagian dalam erlenmeyer.

Peralatan untuk Menimbang di Laboratorium Analisis


Ada beberapa jenis timbangan yang sering digunakan akan tetapi secara garis besar
timbangan yang digunakan dibedakan menjadi timbangan kasar, sedang dan halus.
Timbangan kasar yaitu dengan ketelitian kurang atau sama dengan 0,1 g, timbangan
sedang dengan ketelitian antara 0,01 g – 0,001 g dan timbangan halus dengan
ketelitian lebih besar atau sama dengan 0,0001 g. berikut adalah beberapa jenis
timbangan tersebut.
1. Neraca Kasar : Triple beam
Alat ini digunakan untuk menimbang bahan dengan ketelitian alat sedang (0.01-
0.001 gram). Selain itu digunakan pula untuk menimbang bahan kimia dalam proses
pembuatan larutan, akan tetapi bukan yang digunakan untuk standarisasi
2. Neraca dengan Ketelitian Sedang

Alat ini digunakan untuk menimbang bahan dengan ketelitian alat sedang (0.01-
0.001 gram). Selain itu digunakan pula untuk menimbang bahan kimia dalam proses
pembuatan larutan, akan tetapi bukan yang digunakan untuk standarisasi
3. Neraca dengan Ketelitian Tinggi : Sartorius
Alat ini berfungsi untuk menimbang bahan dengan ketelitian tinggi (0.0001 gram).
Serta digunakan untuk menimbang bahan kimia dalam proses pembuatan larutan
untuk uji kuantitatif dan proses standarisasi. Selain itu berfungsi untuk menimbang
sampel / bahan dalam analisis kuantitatif. Neraca analitik jenis ini yang sering
digunakan di laboratorium kimia.
Posted by kang farid at 10:14 PM 0 comments
Labels: Peralatan kimia
Peralatan Pemanas (Heating Equipments)
Alat Pemanas digunakan untuk berbagai kegiatan di laboratorium seperti
pemanasan dan pendidihan larutan, membantu melarutkan bahan kimia dan lain-
lain. berikut ini adalah beberapa peralatan pemanas yang ada di laboratorium kimia.
1. Hot plate

alat ini biasa digunakan untuk memanaskan larutan di dalam proses analisa air,
lemak dan lain sebagainya. selain itu juga untuk memanaskan aquadest atau pelarut
lainnya dalam pembuatan larutan.
2. Pembakar bunsen (Bunsen burner)
Alat ini biasa digunakan untuk memanaskan larutan atau pada mikrobiologi alat ini
berguna di dalam membantu mengkondisikan steril pada proses inokulasi
3. Lampu spiritus

Fungsinya hampir sama dengan bunsen pembakar yaitu untuk memanaskan larutan
atau membantu mengkondisikan steril pada proses inokulasi. Bahan bakarnya
biasanya dari spirtus atau alkohol.
4. Oven
Alat ini mungkin sering kita lihat di lab kimia yaitu alat ini berfungsi untuk
mengeringkan peralatan sebelum digunakan, untuk melakukan Sterilisasi alat
(sterilisasi kering), untuk mengeringkan bahan pada proses penentuan kadar air,
dan lain sebagainya.
5. Tanur (Muffle)

Alat ini
biasa digunakan sebagai pemanasan dengan menggunakan suhu tinggi sampai
dengan 1000 oC dan biasa dignakan untuk menganalisis kadar abu.
6. Inkubator
Alat ini digunakan sebagai tempat fermentasi dengan suhu dan kelembaban
terkendali, serta digunakan untuk menumbuhkan media pada pengujian secara
mikrobiologis. Pada alat ini biasanya sudah dilengkapi dengan alat pengukur
kelembaban.
7. Water bath

Alat ini berfungsi


sebagai pemanas sekaligus penghomogenan suatu larutan. pada alat ini terdapat
media air. Ada beberaja jenis water bath, yaitu seperti water bath shaker dan
waterbath incubator
Peralatan Non gelas
Peralatan non gelas biasanya diperlukan sebagai pendukung dalam penggunaan
peralatan lain seperti peralatan gelas, peralatan pemanas dan peralatan untuk
menimbang. berikut adalah beberapa peralatan non gelas yang biasa nongkrong di
lab..
1.Klem dan statif
Fungsi :
- Untuk menjepit buret dalam proses titrasi
- Menjepit soxhlet untuk penentuan kadar lemak
- Menjepit destilator untuk penentuan kadar air secara destilasi
- Menjepit kondensor pada proses pemanasan dengan pendingin balik
2. Lab tong

alat ini biasa digunakan untuk menjepit banyak alat


3. Penjepit krus (Crusible tongs)

alat ini biasanya digunakan untuk menjepit botol timbang dan gelas arloji saat
menimbang atau untuk memindahkan botol timbang dan gelas arloji dari oven ke
eksikator atau sebaliknya.
4. Penjepit Beaker (Beaker tongs)
sesuai namanya alat ini khusus digunakan untuk membantu di dalam mengambil
atau memindahkan beaker glass yang masih dalam kondisi panas
5. Kawat kasa (wire gauze)

alat ini biasa digunakan untuk menahan/alas wadah seperti beaker atau labu pada
waktu pemanasan, atau ketika pembakar Bunsen dinyalakan di bawah kawat kasa,
kawat kasa berguna di dalam penyebaran api dan panas secara merata.
6. Hot hands
alat ini digunakan untuk membantu di dalam mengambil atau memindahkan
peralatan gelas yang masih dalam kondisi panas
7. Ring dan Statif

alat ini biasa digunakan untuk menjepit corong pemisah dalam proses pemisahan
cairan atau untuk menyimpan corong pada saat proses penyaringan
8. Test tube clamps

alat ini khusus digunakan di dalam membantu memegang tabung


reaksi pada waktu tabung reaksi dipanaskan.
9. Test tube stopper

alat ini digunakan untuk menutup mulut tabung reaksi secara rapat
10. Rak tabung reaksi

sesuai namanya alat ini berfungsi untuk menyimpan atau menopang tabung reaksi
11. Batang pengaduk (Stirring rod)
alat ini digunakan untuk membantu di dalam proses pengadukan pada bahan-bahan
kimia
12. Krus dan penutupnya

alat ini digunakan sebagai wadah sampel dalam proses pengabuan. terbuat dari
porselen atau logam inert.
13. Bulp Pipet

alat ini berfungsi untuk membantu di dalam pengisian larutan ke


dalam pipet
14. Evaporating dish
alat ini digunakan sebagai wadah pada
saat pemanasan, biasanya digunakan ketika ingin menguapkan larutan dari
beberapa bahan kimia
15. Clay triangle

merupakan suatu rangka/bingkai yang


dapat menahan wadah, seperti dapat menahan krus pada waktu pemanasan atau
dapat menahan corong selama penyaringan
16. Pinset (Forceps)

alat ini digunakan untuk memisahkan suatu campuran


17. Chemical Spatula
Alat ini digunakan untuk memindahkan bahan-bahan kimia
18. Kacamata pengaman (Goggles)

alat ini digunakan untuk melindungi mata dari bahan yang dapat menimbulkan
iritasi. juga dapat melindungi dari percikan api, uap logam, serbuk, debu dan kabut
19. Mortal and Pestle

Mortar adalah wadahnya dan pestle adalah penumbuknya yang


digunakan untuk menumbuk bahan kimia, biasanya bahan padat
20. magnetic stirrer
alat ini digunakan untuk membantu di dalam proses pengadukan
suatu larutan/membuat larutan, biasanya dimasukkan ke dalam larutan yang sedang
dipanaskan
21. Corong buchner (Funnel buchner)

alat ini digunakan untuk membantu menyaring larutan dengan


menggunakan pompa vakum
mungkin ini dulu yang dapat disebutkan. lain kali kalau nemu barang lainnya, tak
posting lah…

Inkubator (Incubator)
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang
terkontrol (umumnya diatas suhu ambient). Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu, dan
pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula perubahan
suhunya saat pintu inkubator dibuka. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada
didalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas
penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat
biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan suhu.
Tipe lain inkubator berdasarkan kegunaannya secara khusus menurut Collins et al. (2004)
adalah
-Shaker incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan.
-Cooled incubator; inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
-CO2 incubator; inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
-Automatic temperature change incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengatur
perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke inkubator lain saat
membutuhkan perubahan suhu secara bertahap.
-Portable incubator; inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya diaplikasikan
untuk mikrobiologi lingkungan.
-Incubator room; suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan keperluan dan
syarat mikrobiologisnya.
Waterbath
Fungsi waterbath cukup beragam dalam lab mikrobiologi, salah satunya adalah untuk
inkubasi dalam waktu singkat seperti perlakuan suhu panas (heat shock), reaksi aglutinasi,
thawing sampel beku secara cepat (suhu 45°C tidak lebih dari 15 menit), menjaga media agar
tetap cair sebelum dituang, dll. Keunggulan waterbath dibandingkan dengan inkubator adalah
waterbath lebih cepat mencapai temperatur yang diinginkan dan tidak cepat kehilangan panas
karena mempergunakan air dalam distribusi suhu. Selain elemen pemanas beberapa tipe juga
dilengkapi dengan pencipta arus untuk menjaga suhu tetap seragam. Lebih baik
menggunakan akuades untuk mencegah kerak yang ditimbulkan saat mempergunakan suhu
panas. Tutup waterbath dapat mencegah evaporasi yang berlebihan ketika tercapai suhu
tinggi, selain itu dapat juga memanfaatkan suatu benda untuk menutupi permukaan air yang
panas misalnya bola-bola pingpong mampu mengurangi evaporasi dengan memperkecil luas
permukaan air yang kontak dengan udara.
Refrigerator
Refrigerator digunakan untuk menyimpan benda yang membutuhkan suhu dingin dalam
penyimpanannya (2-80C). Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya adalah untuk menyimpan
sampel sementara, thawing sampel beku (sampel beku dicairkan secara bertahap pada suhu 2-
8°C selama 18 jam (Maturin dan Peeler, 2001)), menyimpan media pertumbuhan,
menyimpan kultur, menyimpan larutan, dll. fungsi utama refrigerator adalah menghambat
atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga bahan memiliki daya simpan
yang lebih lama.
Freezer
Freezer umumnya memiliki suhu 0 sampai -200C. Suhu beku berfungsi untuk menyimpan
bahan yang akan rusak jika dibiarkan dalam keadaan tidak beku, seperti reagen, enzim, faktor
pertumbuhan atau larutan tertentu. Sampel yang akan dianalisa jangan disimpan dalam
freezer karena tidak semua mikroorganisme dapat bertahan dalam temperatur beku.
Sample container
Setelah pengambilan sampel dilakukan maka diperlukan suatu wadah penyimpan botol
sampel yang dapat menjaga jumlah dan jenis mikroorganisme saat transportasi sampel oleh
karena itu sample container atau ice box diperlukan. Sample container umumnya dirancang
untuk menjaga suhu dingin maka dari itu terdapat sekat/isolator suhu. Suhu dingin dibuat
dengan memasukkan es ke dalam sample container.
Rak tabung reaksi
Berguna untuk meletakkan atau menyimpan tabung reaksi sehingga mudah diorganisir. Rak
tabung reaksi sebaiknya terbuat dari polypropylene sehingga dapat diautoklaf dan
mengurangi resiko pecah. Lebih baik hindari rak tabung reaksi yang terbuat dari kayu karena
dikhawatirkan dalam keadaan lembab kayu akan ditumbuhi jamur.
Desikator
Di dalam lab mikrobiologi desikator biasanya digunakan untuk menjaga suatu bahan tetap
kering seperti menyimpan media pertumbuhan yang sangat higroskopis atau reagen tertentu.
Uap air yang berada dalam kontainer desikator akan diserap oleh desiccant yang akan
berubah warnanya (dari biru menjadi pink) jika telah jenuh dengan air.

Alat observasi dan penghitung

Mikroskop cahaya
Mikroskop adalah alat berlensa yang digunakan untuk melihat objek kecil yang sukar
dibedakan jika dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop memiliki banyak jenis dan
fungsinya, tetapi jenis mikroskop yang paling umum digunakan adalah mikroskop cahaya.
Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1
mm maka jika ingin melihat morfologi sel mikroorganisme diperlukan bantuan mikroskop.
Mikroskop cahaya umumnya memiliki perbesaran dari 40x sampai 1000x sehingga sesuai
untuk melihat morfologi sel mikroorganisme.
Mikroskop stereo
Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu
besar. Di Laboratorium Mikrobiologi, mikroskop stereo biasanya digunakan untuk
menghitung atau mengamati secara detail bentuk koloni bakteri atau jamur yang tumbuh pada
cawan petri. Perbesaran maksimal yang mampu dilihat adalah 40x.
(informasi lebih lengkap mengenai cara penggunaan mikroskop, jenis-jenis mikroskop dan
aplikasinya, dapat dilihat pada Morfologi Mikroorganisme)
Object glass / glass slide dan Cover glass
Ulasan spesimen padat atau cair yang akan dilihat dengan mikroskop ditempatkan ke
permukaan object glass kemudian dilapisi (ditutup) dengan cover glass supaya melindungi
lensa mikroskop dari spesimen. Object glass umumnya dijual dalam box berisi 100 slides dan
sebaiknya sekali pakai langsung dibuang tidak dicuci lagi. Cover glass umumnya memiliki
luas 16 mm2 dengan ketebalan Grade No.1. Cover glass yang terbuat dari plastik juga
tersedia di pasaran.
UV Cabinet
Pada suatu uji mikrobiologi tertentu yang menghasilkan suatu zat yang hanya berpendar jika
dikenai sinar UV pada koloni atau disekitar koloni suatu bakteri tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang oleh karena itu dibutuhkan UV cabinet untuk melihat perpendaran tersebut.
Colony counter
Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di
dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/
kuadran dan latar belakang bercahaya yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan
koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis
yang dapat di-reset. Selain itu terdapat colony counter berbentuk seperti pulpen dengan ujung
pulpen dilengkapi dengan sensor sehingga penekanan terhadap perhitungan koloni selain
menandai koloni dengan tinta sekaligus juga menghitung otomatis setiap penekanan pada
cawan.

Alat-alat lain

Disc dispenser
Disc dispenser adalah alat untuk meletakkan kertas cakram (paper disc) berisi antibiotik ke
permukaan media agar pada metode disc diffusion. Jika peletakan paper disc pada media
dapat diletakkan satru persatu menggunakan pipet maka alat ini mempermudah pekerjaan
tersebut dengan menyebarkan beberapa paper disc dalam sekali tekan pada satu cawan petri.
Freeze-drying
Alat ini dipakai untuk mempreservasi / mengawetkan kultur mikroorganisme. Prinsip yang
digunakan untuk mengawetkan sel adalah dengan membekukan dan mengeringkan dengan
penguapan dibawah keadaan vakum yang dinamakan liofilisasi (lyophilization).
Anaerobic jars
Anaerobic jars adalah suatu wadah berpenutup kedap udara yang digunakan untuk kultivasi
mikroorganisme anaerob. Anaerobic jars dapat terbuat dari metal atau polikarbonat
transparan dan pada beberapa tipe dilengkapi dengan pengukur tekanan. Pemeraman
mikroorganisme anaerob dilakukan dengan meletakkan cawan petri di dalam anaerobic jar
dan ditambah dengan katalisator pembentuk keadaan anaerobik. Cawan dalam alat ini
diletakkan dalam keadaan tidak dibalik karena terkadang tekanan yang turun karena keadaan
anaerob dapat menumpahkan media agar ke tutup cawan. (informasi lebih lengkap mengenai
teknik pembiakan bakteri anaerob dapat dilihat pada bagian Isolasi Mikroorganisme).
Centrifuge
Centrifuge dalam mikrobiologi digunakan untuk mengendapkan atau memekatkan sel
mikroorganisme sehingga dapat dipisahkan antara medium (supernatan) dan selnya yang
mengendap (natan). Centrifuge modern umumnya dapat mencapai daya sentrifugasi 3000g
yang merupakan kekuatan yang cukup untuk mendepositkan bekteri dalam waktu yang tidak
terlalu lama. Menurut Collins et al. (2004), untuk keperluan mikrobiologis seperti fungsi
diatas, dapat digunakan centrifuge dengan kecepatan maksimum 4000 rpm yang dapat
menampung 15-50 ml kultur. Sebaiknya dipilih tabung centrifuge yang memiliki tutup
berulir. Centrifuge dengan swing-out head (tabung centrifuge yang dapat berayun) lebih
aman dibandingkan dengan angle head (dudukan tabung miring) karena menekan
terbentuknya aerosol jika menggunakan tabung yang tidak bertutup.
Spektrofotometer
Kekeruhan suatu kultur mikroorganisme dapat diukur menggunakan alat ini. Pengukuran
kekeruhan (optical density) digunakan untuk menggambarkan jumlah bakteri pada suatu
kultur cair. Spektrofotometer dapat membaca kekeruhan kultur dengan melewatkan suatu
berkas cahaya kemudian persentase cahaya yang melewatinya dihitung. Semakin keruh
berarti cahaya yang diterima semakin sedikit. Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya untuk
menghitung optical density pada saat men grafik pertumbuhan suatu bakteri.
(informasi lebih lengkap mengenai spektrofotometer dapat dilihat pada Bab menghitung
mikroorganisme)

Inkubator (Incubator)
Inkubator adalah alat untuk menginkubasi atau memeram mikroba pada suhu yang
terkontrol (umumnya diatas suhu ambient). Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu, dan
pengatur waktu. Semakin kecil ukuran inkubator maka semakin rentan pula perubahan
suhunya saat pintu inkubator dibuka. Perlu dipertimbangkan pula keseragaman suhu yang ada
didalam dengan memperhatikan pola penempatan elemen pemanas atau terdapatnya kipas
penyebar suhu. Pintu kaca yang terdapat pada beberapa model dibiarkan tertutup saat melihat
biakan secara sekilas supaya tidak terjadi penurunan suhu.
Tipe lain inkubator berdasarkan kegunaannya secara khusus menurut Collins et al. (2004)
adalah
-Shaker incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengocok untuk aerasi biakan.
-Cooled incubator; inkubator untuk suhu inkubasi dibawah suhu ambient.
-CO2 incubator; inkubator yang mampu menyediakan keadaan kaya karbondioksida.
-Automatic temperature change incubator; inkubator yang dilengkapi dengan pengatur
perubahan suhu otomatis sehingga tidak perlu memindahkan kultur ke inkubator lain saat
membutuhkan perubahan suhu secara bertahap.
-Portable incubator; inkubator jinjing atau mudah dibawa yang umumnya diaplikasikan
untuk mikrobiologi lingkungan.
-Incubator room; suatu ruangan yang diubah menjadi inkubator sesuai dengan keperluan dan
syarat mikrobiologisnya.
Waterbath
Fungsi waterbath cukup beragam dalam lab mikrobiologi, salah satunya adalah untuk
inkubasi dalam waktu singkat seperti perlakuan suhu panas (heat shock), reaksi aglutinasi,
thawing sampel beku secara cepat (suhu 45°C tidak lebih dari 15 menit), menjaga media agar
tetap cair sebelum dituang, dll. Keunggulan waterbath dibandingkan dengan inkubator adalah
waterbath lebih cepat mencapai temperatur yang diinginkan dan tidak cepat kehilangan panas
karena mempergunakan air dalam distribusi suhu. Selain elemen pemanas beberapa tipe juga
dilengkapi dengan pencipta arus untuk menjaga suhu tetap seragam. Lebih baik
menggunakan akuades untuk mencegah kerak yang ditimbulkan saat mempergunakan suhu
panas. Tutup waterbath dapat mencegah evaporasi yang berlebihan ketika tercapai suhu
tinggi, selain itu dapat juga memanfaatkan suatu benda untuk menutupi permukaan air yang
panas misalnya bola-bola pingpong mampu mengurangi evaporasi dengan memperkecil luas
permukaan air yang kontak dengan udara.
Refrigerator
Refrigerator digunakan untuk menyimpan benda yang membutuhkan suhu dingin dalam
penyimpanannya (2-80C). Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya adalah untuk menyimpan
sampel sementara, thawing sampel beku (sampel beku dicairkan secara bertahap pada suhu 2-
8°C selama 18 jam (Maturin dan Peeler, 2001)), menyimpan media pertumbuhan,
menyimpan kultur, menyimpan larutan, dll. fungsi utama refrigerator adalah menghambat
atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme sehingga bahan memiliki daya simpan
yang lebih lama.
Freezer
Freezer umumnya memiliki suhu 0 sampai -200C. Suhu beku berfungsi untuk menyimpan
bahan yang akan rusak jika dibiarkan dalam keadaan tidak beku, seperti reagen, enzim, faktor
pertumbuhan atau larutan tertentu. Sampel yang akan dianalisa jangan disimpan dalam
freezer karena tidak semua mikroorganisme dapat bertahan dalam temperatur beku.
Sample container
Setelah pengambilan sampel dilakukan maka diperlukan suatu wadah penyimpan botol
sampel yang dapat menjaga jumlah dan jenis mikroorganisme saat transportasi sampel oleh
karena itu sample container atau ice box diperlukan. Sample container umumnya dirancang
untuk menjaga suhu dingin maka dari itu terdapat sekat/isolator suhu. Suhu dingin dibuat
dengan memasukkan es ke dalam sample container.
Rak tabung reaksi
Berguna untuk meletakkan atau menyimpan tabung reaksi sehingga mudah diorganisir. Rak
tabung reaksi sebaiknya terbuat dari polypropylene sehingga dapat diautoklaf dan
mengurangi resiko pecah. Lebih baik hindari rak tabung reaksi yang terbuat dari kayu karena
dikhawatirkan dalam keadaan lembab kayu akan ditumbuhi jamur.
Desikator
Di dalam lab mikrobiologi desikator biasanya digunakan untuk menjaga suatu bahan tetap
kering seperti menyimpan media pertumbuhan yang sangat higroskopis atau reagen tertentu.
Uap air yang berada dalam kontainer desikator akan diserap oleh desiccant yang akan
berubah warnanya (dari biru menjadi pink) jika telah jenuh dengan air.

Alat observasi dan penghitung

Mikroskop cahaya
Mikroskop adalah alat berlensa yang digunakan untuk melihat objek kecil yang sukar
dibedakan jika dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop memiliki banyak jenis dan
fungsinya, tetapi jenis mikroskop yang paling umum digunakan adalah mikroskop cahaya.
Pada umumnya mata tidak mampu membedakan benda dengan diameter lebih kecil dari 0,1
mm maka jika ingin melihat morfologi sel mikroorganisme diperlukan bantuan mikroskop.
Mikroskop cahaya umumnya memiliki perbesaran dari 40x sampai 1000x sehingga sesuai
untuk melihat morfologi sel mikroorganisme.
Mikroskop stereo
Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu
besar. Di Laboratorium Mikrobiologi, mikroskop stereo biasanya digunakan untuk
menghitung atau mengamati secara detail bentuk koloni bakteri atau jamur yang tumbuh pada
cawan petri. Perbesaran maksimal yang mampu dilihat adalah 40x.
(informasi lebih lengkap mengenai cara penggunaan mikroskop, jenis-jenis mikroskop dan
aplikasinya, dapat dilihat pada Morfologi Mikroorganisme)
Object glass / glass slide dan Cover glass
Ulasan spesimen padat atau cair yang akan dilihat dengan mikroskop ditempatkan ke
permukaan object glass kemudian dilapisi (ditutup) dengan cover glass supaya melindungi
lensa mikroskop dari spesimen. Object glass umumnya dijual dalam box berisi 100 slides dan
sebaiknya sekali pakai langsung dibuang tidak dicuci lagi. Cover glass umumnya memiliki
luas 16 mm2 dengan ketebalan Grade No.1. Cover glass yang terbuat dari plastik juga
tersedia di pasaran.
UV Cabinet
Pada suatu uji mikrobiologi tertentu yang menghasilkan suatu zat yang hanya berpendar jika
dikenai sinar UV pada koloni atau disekitar koloni suatu bakteri tidak dapat dilihat dengan
mata telanjang oleh karena itu dibutuhkan UV cabinet untuk melihat perpendaran tersebut.
Colony counter
Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di
dalam cawan karena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/
kuadran dan latar belakang bercahaya yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan
koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis
yang dapat di-reset. Selain itu terdapat colony counter berbentuk seperti pulpen dengan ujung
pulpen dilengkapi dengan sensor sehingga penekanan terhadap perhitungan koloni selain
menandai koloni dengan tinta sekaligus juga menghitung otomatis setiap penekanan pada
cawan.

Alat-alat lain

Disc dispenser
Disc dispenser adalah alat untuk meletakkan kertas cakram (paper disc) berisi antibiotik ke
permukaan media agar pada metode disc diffusion. Jika peletakan paper disc pada media
dapat diletakkan satru persatu menggunakan pipet maka alat ini mempermudah pekerjaan
tersebut dengan menyebarkan beberapa paper disc dalam sekali tekan pada satu cawan petri.
Freeze-drying
Alat ini dipakai untuk mempreservasi / mengawetkan kultur mikroorganisme. Prinsip yang
digunakan untuk mengawetkan sel adalah dengan membekukan dan mengeringkan dengan
penguapan dibawah keadaan vakum yang dinamakan liofilisasi (lyophilization).
Anaerobic jars
Anaerobic jars adalah suatu wadah berpenutup kedap udara yang digunakan untuk kultivasi
mikroorganisme anaerob. Anaerobic jars dapat terbuat dari metal atau polikarbonat
transparan dan pada beberapa tipe dilengkapi dengan pengukur tekanan. Pemeraman
mikroorganisme anaerob dilakukan dengan meletakkan cawan petri di dalam anaerobic jar
dan ditambah dengan katalisator pembentuk keadaan anaerobik. Cawan dalam alat ini
diletakkan dalam keadaan tidak dibalik karena terkadang tekanan yang turun karena keadaan
anaerob dapat menumpahkan media agar ke tutup cawan. (informasi lebih lengkap mengenai
teknik pembiakan bakteri anaerob dapat dilihat pada bagian Isolasi Mikroorganisme).
Centrifuge
Centrifuge dalam mikrobiologi digunakan untuk mengendapkan atau memekatkan sel
mikroorganisme sehingga dapat dipisahkan antara medium (supernatan) dan selnya yang
mengendap (natan). Centrifuge modern umumnya dapat mencapai daya sentrifugasi 3000g
yang merupakan kekuatan yang cukup untuk mendepositkan bekteri dalam waktu yang tidak
terlalu lama. Menurut Collins et al. (2004), untuk keperluan mikrobiologis seperti fungsi
diatas, dapat digunakan centrifuge dengan kecepatan maksimum 4000 rpm yang dapat
menampung 15-50 ml kultur. Sebaiknya dipilih tabung centrifuge yang memiliki tutup
berulir. Centrifuge dengan swing-out head (tabung centrifuge yang dapat berayun) lebih
aman dibandingkan dengan angle head (dudukan tabung miring) karena menekan
terbentuknya aerosol jika menggunakan tabung yang tidak bertutup.
Spektrofotometer
Kekeruhan suatu kultur mikroorganisme dapat diukur menggunakan alat ini. Pengukuran
kekeruhan (optical density) digunakan untuk menggambarkan jumlah bakteri pada suatu
kultur cair. Spektrofotometer dapat membaca kekeruhan kultur dengan melewatkan suatu
berkas cahaya kemudian persentase cahaya yang melewatinya dihitung. Semakin keruh
berarti cahaya yang diterima semakin sedikit. Aplikasi dalam mikrobiologi diantaranya untuk
menghitung optical density pada saat men grafik pertumbuhan suatu bakteri.
(informasi lebih lengkap mengenai spektrofotometer dapat dilihat pada Bab menghitung
mikroorganisme)