Anda di halaman 1dari 4

Sub Pokok Bahasan: Istilah-istilah dlm statistik RS

Definisi yang dipakai pada pengumpulan data statistik di rumah sakit bermacam-macam
di setiap negara. Agar anda dapat mengenal istilah yang dibahas pada unit ini, berikut
daftar beberapa definisi yang digunakan pada beberapa negara. Jika negara anda
mempunyai definisi yang berbeda untuk salah satu istilah, ubahlah definisi tersebut sesuai
yang digunakan pada rumah sakit / negara anda.

1. Admission
Proses resmi yang dialami seseorang pada saat diterima oleh rumah sakit dengan tujuan
untuk memberikan pelayanan pengobatan pada pasien tersebut. Jika pasien tersebut
keluar secara resmi dari rumah sakit dan kemudian kembali untuk pengobatan yang lebih
lanjut, proses admission berulang kembali dan admission kedua tercatat pada statistik.

2. Attendance / kunjungan (bukan pasien rawat inap)


Setiap kedatangan pengunjung (pasien) ke rumah sakit untuk mendapatkan layanan yang
tersedia di rumah sakit tersebut. Istilah ini umumnya digunakan untuk pasien yang
mendapatkan pelayanan di unit rawat jalan.

Kunjungan dicatat setiap kali pasien datang dan mendapatkan satu atau beberapa layanan
yang tersedia.

3. Tempat tidur yang tersedia/Bed count/Available beds/Bed complement.


Menunjukkan jumlah tempat tidur (TT) yang tersedia dan siap digunakan sewaktu-waktu
untuk pelayanan rawat inap. Jumlah ini merupakan total jumlah TT yang sedang dipakai
maupun yang masih kosong

Bassinet (TT untuk bayi baru lahir) dihitung terpisah dari TT biasa

TT di ruang pemulihan (recovery room), TT di ruang persalinan, TT di ruang tindakan


tidak dihitung sebagai jumlah TT tersedia.

4. Sensus (sensus harian)


Menunjukkan jumlah pasien rawat inap pada satu waktu tertentu. Umumnya dilaksakan
di rumah sakit pada saat tengah malam (24 : 00) dan selalu pada saat yang sama setiap
hari.

Jadi hasil sensus menunjukkan jumlah pasien yang sedang dirawat inap pada saat
perhitungan sensus dilaksanakan

5. Sensus Harian Rawat Inap (SHRI)/ Daily Census (Daily inpatien Census)
Menunjukkan jumlah pasien yang dirawat inap pada saat dilakukan penghitungan sensus,
ditambah dengan jumlah pasien admisi setelah dilakukan sensus yang lalu dan pulang
sebelum dilakukan sensus berikutnya.
6. Persalinan/Delivery
Menunjukkan suatu layanan persalinan, baik menghasilkan bayi yang lahir dalam
keadaan hidup (lahir hidup) maupun yang lahir sudah dalam keadaan meninggal (lahir
mati).

Seorang wanita hamil yang melahirkan multiple, misalnya wanita yang melahirkan
kembar dua akan disebut sebagai satu persalinan dengan dua kelahiran.

7. Lahir hidup/Live Birth


“Pengeluaran atau ekstraksi dari ibu sebagai hasil dari reproduksi, tidak tergantung dari
masa kehamilan, setelah itu bernafas atau menunjukkan tanda-tanda kehidupan, seperti
denyut jantung, denyut tali pusat atau gerak otot, baik pada saat tali pusar telah dipotong
atau belum; setiap kelahiran seperti itu diperhitungkan sebagai lahir hidup.”(WHO-ICD
X Vol.2 : 128).

8. Lahir Mati (Fetal Death)


Menunjukakan kondisi dimana janin yang dilahirkan atau dikeluarkan dari ibunya sudah
dalam keadaan mati.

9. Kematian ibu /Maternal death


Merupakan kematian dari seorang wanita yang sedang hamil atau dalam kurun waktu 42
hari setelah penghentian kehamilan, tanpa melihat umur kehamilan dan lokasi kehamilan,
dengan berbagai sebab yang berkaitan dengan kehamilan atau pengelolaan kehamilannya,
tetapi bukan karena kecelakaan atau penyebab incidental.
Kematian ibu dapat dibedakan menjadi 2 kelompok, yaitu:
a. Kematian ibu karena factor obstetric secara langsung (direct obstetric deaths)
Yaitu kematian ibu yang disebabkan karena komplikasi langsung dari kehamilannya
(masa kehamilan, persalinan dan nifas), dari intervensi terhadap kehamilannya, dari
tindakan yang keliru atau dari rangkaian hal-hal tersebut diatas.

b. Kematian ibu karena factor obstetric tidak secara langsung (indirect obstetric deaths)
Yaitu kematian ibu yang disebabkan karena penyakit terdahulu atau karena
penyakitnya yang berkembang selama masa kehamilannya dan tidak secara langsung
karena sebab obstetric tapi berkaitan sebagai efek fisiologis dari kehamilan.

10. Kematian Neonatal/Neonatal death


Kematian bayi yang terjadi dalam masa sejak kelahiran hingga usia 28 hari. Kematian
neonatal dapat dibagi menjadi:
a. Early neonatal deaths (sejak kelahiran hingga usia 7 hari)
b. Late neonatal deaths (hari ke-8 hingga ke-28 sejak kelahiran)

11. Kematian Perinatal /Perinatal Death


Kematian terhadap janin atau bayi pada masa perinatal (sejak masa kehamilan 22
minggu/154 hari hingga 7 hari setelah kelahiran) (batasan berat badan bayi ≥1000 g atau
batas kehamilan 28 minggu)
12. Pulang hidup / meninggal (discharge / death)
Proses formal, seorang pasien rawat inap yang meninggalkan rumah sakit pada akhir
perawatan.

Termasuk pemulangan pasien ke rumahnya, pemindahan ke rumah sakit lain, perawatan


di rumah sakit atau intitusi lain dan kematian seseoarang pada saat ia dirawat inap pada
rumah sakit tersebut.

13. Pasien rumah sakit (hospital patient)


Berarti pasien rawat inap atau rawat jalan yang mendapatkan pelayanan kesehatan pada
rumah sakit tersebut, meliputi semua jenis layanan yang dibutuhkan oleh pasien dan
dilaksanakan oleh petugas RS yang bersangkutan

14. Pasien rawat inap (inpatient)


Sesorang yang memakai tempat tidur rumah sakit untuk tujuan mendapatkan layanan
kesehatan

Perlu ada kejelasan kebijakan untuk menentukan apakah ada lama dirawat minimal untuk
pasien-pasien berikut ini sehingga menjadi jelas apakah mereka akan dicatat sebagai
pasien rawat inap atau bukan, misalnya

- Pasien dengan layanan operasi sehari

- Pasien khemoterapi

- Pasien renal dialysis

- Pasien dengan prosedur endoskopi

- Pasien general check-up

- dsb

15. Pasien Rawat jalan (outpatient)


Seorang pasien yang menerima pelayanan di rumah sakit tanpa terdaftar di unit rawat
inap atau sejenisnya.

16. Lama Dirawat/Length of stay (discharge days)


Menunjukkan jumlah hari dimana seorang pasien mendapatkan layanan rawat inap.
Dalam perhitungan, tanggal masuk pelayanan rawat inap (admisi) dihitung sedangkan
tanggal pasien keluar (discharge) tidak dihitung.
Untuk menghitung lama dirawat (LD) dapat digunakan rumus,
LD= tanggal keluar - tanggal masuk.
17. Jumlah lama dirawat/Total Length of stay (Total discharge days)
Menunjukkan jumlah hari dimana sekelompok pasien rawat inap telah mendapatkan
layanan sejak admisi hingga keluar

18. Hari Perawatan (Inpatient bed day)


Jumlah pasien yang ada saat sensus dilakukan setiap hari ditambah pasien yang datang
dan keluar pada hari yang sama pada hari sebelum sensus diambil. Jadi sama dengan
jumlah pasien yang menggunakan tempat tidur dalam jangka waktu 24 jam (sama dengan
“bed day”, “patient day”, “patient service day”). Angka ini menunjukkan beban kerja
unit perawatan yang bersangkutan

19. Jumlah hari perawatan/Total patient days (Total inpatient service days)
Menunjukkan jumlah hari perawatan dari setiap hari dalam periode waktu terentu. Angka
ini bisa didapatkan dari formulir sensus

20. Patient day (inpatient service day)


Merupakan satuan atau unit untuk menunjukkan pelayanan yang telah diterima ol;eh
seorang pasien rawat inap selama periode 24 jam.

21. Transfer
Menunjukkan jumlah pasien yang pindah dari satu unit perawatan ke unit perawatan
lainnya dalam satu rumah sakit. Jika transfer ditujukan ke rumah sakit lain maka dihitung
sebagai “keluar” (discharge).

22. Pembedahan (surgical opertion)


Suatu operasi : suatu prosedur terapi atau prosedur diagnostik yang besar meliputi
pemakaian alat-alat pada bagian tubuh dan umumnya dilakukan dikamar operasi.
Prosedur apapun dilakukan dikamar bedah dengan atau dalam kondisi pembiusan total,
selain dari kelahiran normal dari pasien kebidanan.

DAFTAR PUSTAKA
1. Healt Statistic, Kumpulan Indikator Kesehatan Arti dan Manfaatnya, Pusat Data Depkes
RI, Jakarta, 1992.
2. Djoko Wijono, Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Volum 1, 2, Airlangga University
Press, Surabaya, 2000.
3. Rustiyanto, E. Statistik Rumah Sakit untuk Pengambilan Keputusan, Yogyakarta, Graha
Ilmu, 2010
4. Sudra, Rano Indra. Statistik Rumah Sakit, Yogyakarta; Graha Ilmu, 2010