Anda di halaman 1dari 22

Interior PKTRANS KALIBATA

A. UMUM

PASAL 1
PERATURAN - PERATURAN TEKNIS

Dalam pelaksanaan pekerjaan, bila tidak ditentukan dalam dokumen lelang ini, maka akan berlaku dan
mengikat peraturan- peraturan dibawah ini, termasuk segala perubahan dan tambahannya, yaitu :
a. Peraturan Umum tentang Pelaksanaan Bangunan di Indonesia (AV.41) tahun 1941.
b. Keputusan - keputusan dari Mejelis Indonesia, untuk Abitrasi Teknik dari Dewan Teknik Bangunan
Indonesia (DTPI).
c. Peraturan Beton Bertulang Indonesia ( PBI ) tahun 1971 / NI.2.
d. Peraturan Perencanaan Konstruksi Baja Indonesia (PPKBI) tahun 1980.
e. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (PKKI ) tahun 1971/NI.5.
f. Peraturan Muatan Indonesia (PMI) tahun 1970 / NI -18.
g. Peraturan Umum Listrik Indonesia ( PUMI ) tahun 1977.
h. Peraturan Umum Instalasi Listrik 1987.
i. Peraturan Umum dari Dinas Keselamatan Kerja Departemen Tenaga Kerja.
j. Pedoman instalasi alaram kebakaran otomatis tahun 1980.
k. Pedoman Penanggulangan bahaya kebakaran tahun 1980.
l. Ketentuan Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung tahun 1985.
m. NFPA dan FOC sebagai pelengkap.
n. Peraturan-peraturan dan standar yang telah disesuaikan dengan peraturan dan standar
internasional, antara lain VDE, BS, NEC, IEC, dsb.
o. Peraturan-Peraturan yang dikeluarkan oleh Jawatan / Instansi Pemerintah setempat, yang
berkaitan dengan pelaksanaan bangunan.

PASAL 2
PENJELASAN GAMBAR, SPESIFIKASI TEKNIS DAN DOKUMEN LELANG

a. Dalam pelaksanaan pekerjaan, maka berlaku dan mengikat, yaitu :


 Gambar, spesifikasi teknis, dan dokumen lelang
 Berita Acara Penjelasan (Aanwijzing) beserta addendumnya.
 Berita Acara Penunjukan.
 Surat Keputusan Pimpinan Bagian Proyek tentang Penunjukan Pelaksana Pekerjaan.
 Surat Penawaran beserta lampir-lampirannya
 Jadwal Pelaksanaan ( Time Schedule ) yang disetujui oleh Pemberi Tugas dan Konsultan
Pengawas.
 Surat Perintah Mulai Kerja
b. Kontraktor dan Konsultan Pengawas diharuskan meneliti rencana gambar spesifikasi teknis dan
rencana kerja dan syarat- syarat ( RKS ), termasuk penambahan / pengurangan atau perubahan
yang tercantum dalam berita acara Aanwijzing.
c. Bila terdapat perselisihan antara rencana gambar spesifikasi teknis dengan rencana kerja dan
syarat- syarat ( RKS ), maka yang mengikat adalah rencana kerja dan syarat- syarat.
d. Bila terdapat perbedaan antara rencana gambar spesifikasi teknis yang satu dengan rencana
gambar spesifikasi teknis yang lain, maka diambil rencana gambar spesifikasi teknis yang ukuran
skalanya lebih besar.
RKS INTERIOR PKTRANS 1
Interior PKTRANS KALIBATA

e. Bila perbedaan - perbedaan tersebut diatas menimbulkan keragu - raguan, sehingga menimbulkan
kesalahan - kesalahan dalam pekerjaan, maka harus segera dikonsultasikan kepada Konsultan
Pengawas atau Konsultan Perencana dan keputusan - keputusannya harus dilaksanakan.

“Renovasi Gedung Kantor (Ruang Kerja lantai 16) Direktorat Jenderal Minyak dan
PASAL 3
JADWAL PELAKSANAAN (TIME SCHEDULE)

a. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai, maka Kontraktor wajib membuat jadwal pelaksanaan (Time
Schedule) yang memuat uraian pekerjaan, waktu pekerjaan, bobot pekerjaan dan grafik hasil
pekerjaan secara terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja.
b. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang, terperinci Pelaksana Kontraktor :
- harus membuat rencana kerja harian, mingguan dan bulanan yang diketahui/disetujui oleh
Konsultan Pengawas Lapangan.
- harus membuat gambar kerja, untuk pegangan / pedoman bagi kepala tukang yang harus
diketahui Konsultan Pengawas Lapangan.
- harus membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan bangunan pada pasal 1.
c. Rencana Kerja (Time Schedule) diatas harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan
Pemberi Tugas.
d. Rencana Kerja ( Time Sehedule ), harus sudah selesai dibuat oleh Kontraktor, paling lambat 7 (
tujuh ) hari kalender, setelah SPK diterima.
e. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule), sebanyak 4 ( empat ) lembar
kepada Konsultan Pengawas dan 1 ( satu ) lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja.
f. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor berdasarkan rencana kerja (
Time Schedule ) yang ada dan harus membuat grafik prestasi pekerjaan.

PASAL 4
TENAGA KERJA LAPANGAN KONTRAKTOR

a. Kontraktor wajib menunjuk seorang kuasanya dilapangan (Pelaksana), yang mempunyai


pengetahuan dibidang Teknik Sipil/Bangunan, cakap, gesit dan berwibawa terhadap pekerja yang
dipimpinnya dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan. Penunjukkan ini harus
dikuatkan dengan surat resmi dari Kontraktor yang ditujukan kepada Pemberi Tugas dan
tembusannya kepada Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas.
b. Selain Petugas Pelaksana, maka Kontraktor diwajibkan pula melaporkan secara tertulis kepada
Team Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas, tentang susunan organisasi pelaksana
dilapangan dengan nama dan jabatannya masing- masing.
c. Bila dikemudian hari, menurut penilaian Team Pengelola Teknis Proyek dan Konsultan Pengawas,
bahwa Pelaksana kurang mampu atau tidak mampu melaksanakan tugasnya, maka Kontraktor
diharuskan mengganti Pelaksana tersebut dan harus memberitahukan secara tertulis tentang
Pelaksana yang baru, demi kelancaran pekerjaan.

PASAL 5
TENAGA KERJA/BAHAN/PERALATAN

RKS INTERIOR PKTRANS 2


Interior PKTRANS KALIBATA

a. Kontraktor harus mendatangkan tenaga kerja yang berpengalaman dan ahli dibidang pekerjaannya
masing- masing, seperti tukang pancang, tukang besi, tukang kayu, tukang batu, tukang pasang
ubin/keramik, tukang cat, tukang atap, instalator mekanikal elektrikal dan tenaga kerja lainnya, dan
alat-alat bantu/kerja yang cukup baik dalam jumlah cukup dan sesuai dengan pekerjaan.
b. Sebelum bahan bangunan didatangkan ke lokasi Proyek, maka Pelaksana harus memberikan
contoh bahan bangunan kepada Konsultan Pengawas Lapangan dan bila sesuai dengan
persyaratan dan disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan maka barulah boleh didatangkan
dalam jumlah yang besar menurut keperluan Proyek.
c. Mengenai jumlah contoh bahan bangunan yang diberikan dapat dikonsultasikan dengan Konsultan
Pengawas.
d. Mendatangkan bahan-bahan bangunan untuk pelaksanaan Proyek, harus tepat pada waktunya
dan kwalitetnya serta dalam keadaan baru dan dapat disetujui oleh Konsultan Pengawas.
e. Bahan bangunan yang tidak sesuai dengan persyaratan dan ditolak oleh Konsultan Pengawas,
harus segera dikeluarkan dari lokasi Proyek, paling lambat 24 jam sesudah surat pernyataan
penolakan dikeluarkan.
f. Bahan bangunan yang berada dilokasi Proyek dan akan dipergunakan untuk pelaksanaan
bangunan, tidak boleh dikeluarkan dari lokasi Proyek.
g. Pelaksana harus menyediakan alat- alat yang diperlukan untuk pelaksanaan bangunan agar
supaya pelaksanaannya dapat selesai sesuai dengan waktu yang disediakan. Alat- alat tersebut
berupa mesin pengaduk beton, mesin pancang, vibrator, katrol, mesin pemotong besi, mesin
pompa air, Theodolit, waterpass, compactor dan alat- alat berat/ringan lainmya yang sangat
diperlukan.
h. Alat- alat yang disediakan oleh Kontraktor, harus dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan
bila rusak harus segera diperbaiki dan bila tidak dapat dipakai, maka harus segera dikeluarkan dari
lokasi Proyek.
i. Untuk bahan –bahan kayu dan besi menggunakan bahan yang tersedia di pasaran dengan
toleransi ukuran maksimal 10 % kecuali ditentukan lain dalam Spesifikasi teknis.
j. Alat-alat dan bahan-bahan yang berada di tepi jalan malam hari harus diberi lampu merah yang
cukup jelas dan terang agar tidak mengganggu lau-lintas / kecelakaan, atau menurut petunjuk
direksi.

PASAL 6
KEAMANAN PROYEK

a. Kontraktor diharuskan menjaga keamanan terhadap barang- barang milik Proyek, Konsultan
Pengawas dan Pihak ketiga yang ada dilapangan, baik terhadap pencurian maupun pengrusakan.
b. Untuk maksud diatas, maka Kontraktor harus membuat pagar pengaman dari bahan kayu dan
seng serta perlengkapan lainnya yang dapat menjamin keamanan.
c. Bila terjadi kehilangan atau pengrusakan barang-barang, alat- alat dan hasil pekerjaan, maka akan
menjadi tanggung jawab Kontraktor dan tidak dapat diperhitungkan dalam pekerjaan
tambah/kurang atau pengunduran waktu pelaksanaan.
d. Apabila terjadi kebakaran, maka Kontraktor bertanggung jawab atas akibatnya. Untuk mencegah
bahaya kebakaran tersebut, Kontraktor harus menyediakan alat pemadam kebakaran yang siap
dipakai dan ditempatkan pada tempat- tempat yang strategis dan mudah dicapai.

RKS INTERIOR PKTRANS 3


Interior PKTRANS KALIBATA

PASAL 7
KESELAMATAN KERJA DAN KESEHATAN

a. Segala hal yang menyangkut jaminan sosial dan keselamatan para pekerja, Kontraktor harus
menjamin sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu Kontraktor harus mengikutkan
pekerja sebagai peserta Asuransi Sosial Tenaga Kerja (ASTEK) sesuai dengan peraturan
Pemerintah yang berlaku.
b. Pada pekerjaan - pekerjaan yang mengandung resiko bahaya jatuh, maka Kontraktor harus
menyediakan sabuk pengaman kepada pekerja tersebut.
c. Untuk melaksanakan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), maka Kontraktor harus
menyediakan sejumlah obat- obatan dan perlengkapan medis lainnya yang siap dipakai apabila
diperlukan.
d. Bila terjadi musibah atau kecelakaan dilapangan yang memerlukan perawatan yang serius, maka
Kontraktor/Pelaksana harus segara membawa korban ke Rumah Sakit yang terdekat dan segera
melaporkan kejadian tersebut kepada Pemberi Tugas.
e. Kontraktor harus menyediakan air minum yang bersih, cukup dan memenuhi syarat - syarat
kesehatan bagi semua pekerja / petugas, baik yang berada dibawah tanggung jawabnya maupun
yang berada dibawah pihak ketiga.

B. SPESIFIKASI TEKNIS PEKERJAAN INTERIOR

Pasal 1. URAIAN UMUM

a. Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang dilaksanakan adalah :
- Pekerjaan Persiapan
- Pekerjaan Arsitektur/Interior
- Pengadaan dan Pemasangan Interior
- Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
- Pekerjaan Finishing
- Pekerjaan Testing dan Commissioning

b. Pekerjaan tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan :


 Gambar situasi rencana, Gambar-gambar konstruksi profil; memanjang, melintang gambar detail dan
gambar-gambar susulan bila ada dari Direksi.
 Uraian kerja dan syarat-syaratnya, Risalah rapat penjelasan, Petunjuk dari Direksi Untuk lancarnya
pekerjaan,
 Pelaksana diwajibkan mendatangkan bahan-bahan/alat-alat yang diperlukan dalam jumlah yang cukup dan
memenuhi syarat sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan.
 Alat-alat perlengkapan disimpan ditempat penyimpanan material supaya disiapkan di lapangan.
 Pelaksana harus menyerahkan pekerjaan dengan lengkap dan sempurna, dimana termasuk pula
perbaikan-perbaikan dari semua kerusakan-kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan, sisa-sisa
pembongkaran, alat-alat pembantu dan segala-galanya sesuai dengan pertimbangan Direksi Pelaksana.

RKS INTERIOR PKTRANS 4


Interior PKTRANS KALIBATA

Pasal 2. GAMBAR-GAMBAR KONSTRUKSI

 Semua pekerjaan sebagaimana yang telah diuraikan dalam pasal 1 perincian uraian pekerjaan haruslah
dilaksanakan sesuai dengan gambar, atau data dari Direksi.
 Bilamana Direksi menganggap perlu dan/atau atas permintaan Pelaksana, maka Direksi dapat memutuskan
untuk menyerahkan tambahan perincian gambargambar kepada Pelaksana.

Pasal 3. RKS DAN GAMBAR

 Pelaksana wajib meneliti semua gambar dan RKS termasuk tambahan/perubahannya yang dicantumkan
dalam Berita Acara pemberian penjelasan pekerjaan.
 Bila gambar tidak sesuai dengan RKS, maka RKS lah yang berlaku.
 Bila sesuatu gambar tidak cocok dengan gambar yang lain, maka gambar yang berskala lebih besar (lebih
mendetail) yang berlaku.
 Bila tetap masih ada perbedaan/keragu-raguan sehingga dalam pelaksanaan menimbulkan kesalahan,
Pelaksana wajib menanyakan pada pengawas teknik dan Pelaksana mengikuti keputusannya.
 Bila penyimpangan-penyimpangan dan keragu-raguan bisa menyebab-kan kesulitan-kesulitan dalam
pelaksanaan pekerjaan, maka Pelaksana diminta untuk mengkonsultasikan dengan Direksi dan mengikuti
petunjuk-petunjuknya.

Pasal 4. RENCANA KERJA

 Oleh karena pekerjaan ini waktunya terbatas dan tetap harus menjaga mutu kualitas pekerjaan, maka
diperlukan rencana dan strategi yang matang dalam hal sebagai berikut :
 Pekerjaan berlangsung secara kontinyu untuk mengejar target volume, kuantitas dan kualitas.
 Menyusun dan melaksanakan sistem “shift pekerja” untuk kegiatan siang dan malam.
 Pada kegiatan malam hari, lampu-lampu penerang harus disiapkan secukupnya (menghindari terjadinya
kecelakaan lalu lintas).
 Ketersediaan dan pasokan material tidak boleh terputus sebagaimana target volume pekerjaan. Sebelum
pekerjaan lapangan dimulai, Pelaksana wajib membuat rencana kerja pelaksanaan.
 Rencana Kerja tersebut harus diminta persetujuan terlebih dahulu kepada pengawas, paling lambat dalam
satu minggu setelah SPK diterima Pelaksana, rencana kerja yang disetujui akan dijalankan oleh pengawas.
 Pelaksana wajib memberikan salinan rencana kerja rangkap 3 (tiga) kepada pengawas. Satu salinan
rencana kerja harus ditempel pada dinding bangsal kerja atau Direksi Keet yang selalu diikuti dengan
gambar kemajuan pekerjaan (progress pekerjaan).
 Pengawas akan menilai prosentase pekerjaan Pelaksana berdasarkan rencana kerja tersebut.

Pasal 5. PELAKSANAAN DI LAPANGAN

 Pelaksana wajib memberitahukan kepada Direksi/Pengawas Lapangan bila akan memulai pekerjaan atau
sesuatu bagian pekerjaan dengan Request Sheet.Pelaksana dapat memulai pekerjaan apabila Request
Sheet telah ditandatangani oleh Konsultan Pengawas dan Direksi. Hal-hal mengenai pekerjaan yang tidak
dilengkapi dengan Request Sheet tidak akan diperhitungkan oleh Direksi.
 Pekerjaan pengukuran, penentuan batas dikerjakan sendiri oleh Konsultan Pengawas dan Direksi. Hal-hal
mengenai pekerjaan yang tidak dilengkapi dengan Request Sheet tidak akan diperhitungkan oleh Direksi.
 Pelaksana tidak diperbolehkan merubah sesuatu yang terdapat dalam RKS sebelum berunding dan
mendapatkan persetujuan tertulis dari pihak Kegiatan.
 Perbaikan/penentuan ukuran atau gambar konstruksi yang kurang jelas, hanya dapat dikerjakan oleh
Pelaksana setelah mendapat persetujuan tertulis dari pihak Kegiatan.

RKS INTERIOR PKTRANS 5


Interior PKTRANS KALIBATA

 Semua bahan-bahan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan contoh yang
telah mendapatkan persetujuan dari Direksi/Pengawas Lapangan.
 Pelaksana harus mengadakan peralatan kerja sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan dan mendapat
persetujuan Direksi.
 Selama waktu pelaksanaan, Pelaksana diharuskan menetapkan minimal seorang pelaksana/pengawas
pekerjaan tetap (uit voerder) yang cakap dan mampu serta bertanggungjawab atas jalannya pelaksanaan
pekerjaan.
 Pelaksana/Pengawas yang ditetapkan harus dilaporkan dan mendapat persetujuan Direksi.

Pasal 6. PEKERJAAN PEMBONGKARAN DAN PERBAIKAN

1. PELAKSANAAN PEMBONGKARAN DAN PERBAIKAN

a. Pelaksana dalam melaksanakan pembongkaran/penggalian harus diusahakan tidak merusak bahan-bahan


yang masih bisa dipergunakan dan melindungi bagian-bagian bangunan yang berhubungan dengan
pekerjaan ini, dan pelaksanaan harus sesuai dengan petunjuk Direksi.
b. Pelaksanaan pembongkaran dan perbaikan yang menyangkut fasilitas umum harus dikerjakan sedemikian
rupa agar gangguan yang terjadi sekecil mungkin.
c. Persyaratan teknis terhadap perbaikan dan pemindahan bangunan yang dimaksud dan belum tercakup
dalam spesifikasi akan ditentukan oleh Direksi berdasarkan informasi dari instansi yang bersangkutan.
d. Jalanan umum yang dibongkar akibat pekerjaan ini harus diperbaiki kembali seperti keadaan semula.
e. Pembongkaran/penggalian yang berdasarkan dengan pondasi pagar penduduk, tiang listrik , dll. Terlebih
dahulu membuat perkuatan-perkuatan pada kondisi yang aman. Segala kerusakan menjadi tanggungjawab
kontraktor.

2. BAHAN DAN BEKAS BONGKARAN

a. Bahan-bahan yang masih bisa digunakan seperti Batu Bata, Tripleks, Balok, ubin dan lain-lain disusun di
lokasi pemilik yang bersangkutan.
b. Bahan bekas bongkaran yang tidak dapat dipakai lagi harus disingkirkan dan dibuang sesuai dengan
petunjuk Direksi.
c. Bekas-bekas bongkaran tidak diperkenankan ditimbun di tempat-tempat yang merusak
pemandangan/mengganggu lalu lintas.

Pasal 7. BAHAN-BAHAN UMUM

1. SEMEN PORTLAND
 Kualitas, semen portland yang digunakan adalah yang disetujui Direksi dan telah memenuhi syarat Standar
Indonesia (N.I.8) atau memenuhi standar mutu dan cara Uji Semen Portland (SII-0013-81).
 Banyaknya semen yang dipergunakan disesuaikan dengan jumlah takaran yang diperlukan pada setiap
jenis pekerjaan. Pelaksana harus mencatat setiap penerimaan dan pengeluaran semen dari gudang
penyimpanan yang digunakan untuk tiap jenis pekerjaan pada hari itu.
 Penyimpanan semen harus ditempatkan dalam gudang yang terlindung dari cuaca dan bebas dari
kelembaban udara, mempunyai lantai penyimpanan maksimal 30 cm diatas tanah. Penumpukan dalam zak
semen tidak boleh lebih dari 2 m tingginya.

2. AGREGAT HALUS (PASIR)

 Pasir untuk pasangan batu dan beton harus bebas dari gumpalan tanah liat, bahan-bahan organik, asam,
garam, alkali dan bahan-bahan lainnya yang merupakan substansi perusak. Jumlah prosentase dan segala

RKS INTERIOR PKTRANS 6


Interior PKTRANS KALIBATA

substansi yang merugikan adalah tanah berbutir halus beratnya tidak boleh lebih dari 5%, menurut
pemeriksaan laboratorium, atau memenuhi SII-0052-80 tentang “Mutu dan Cara Uji Agregat Beton”.
 Gradasi pasir untuk campuran beton disesuaikan dengan syarat-syarat pada PBI-1971 atau standar “Tata
Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal” (SK NIT-015-1990-03).

3. A I R

 Air yang dipakai untuk campuran beton, spesi/mortel, plesteran dan pasangan lainnya harus bebas dari
lumpur, minyak asam, bahan organik, garam dan kotoran lainnya dalam jumlah yang dapat merusak
konstruksi.
 Air got tidak boleh dipakai, sebaiknya dipakai air dari sumur, PAM atau disesuaikan dengan standar yang
berlaku pada PBI-1971.

4. BAHAN-BAHAN LAIN

 Bahan-bahan yang diperlukan dalam pekerjaan Kegiatan, baik yang bersifat bahan dasar maupun bahan
yang telah jadi produksi harus terdiri dari bahan yang berkualitas baik, tanpa cacat dan disetujui oleh
Direksi.
 Bahan-bahan additive boleh dipakai bila telah disetujui oleh Direksi.

Pasal 8. PEKERJAAN LANTAI

 Pemasangan Lantai Menggunakan karpet tile

Pasal 9. PEKERJAAN KAYU

Pekerjaan daun pintu


 Untuk semua Pintu ruangan digunakan daun pintu bekas usahakan cari yang sama
 Pekerjaan kusen aluminium
.

Pasal 10. PEKERJAAN PASANGAN DINDING BATA/BATAKO

 .Semen, Semen yang digunakan harus mempunyai kualitas sama seperti semen untu pekerjaan beton.
 Pasir, Pasir untuk pekerjaan pasangan harus memenuhi persyaratan seperti pasir untuk pekerjaan beton
& pondasi.
 Air, Air yang digunakan untuk pekerjaan harus memenuhi persyaratan yaitu bersih dari kotoran yang dapat
mengurangi kualitas pasangan.
 Adukan , Komposisi ; 1 PC : 4 Pasir digunakan untuk pasangan bata dan Komposisi ; 1 PC : 3 Pasir
digunakan khusus untuk Pasangan pada dinding kamar mandi ataupun daerah dengan tingkat kelembaban
tinggi.
 Batu Bata, Dinding Batu yang digunakan adalah batu bata ringan dan a bata merah produksi local ukuran
nominal dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas dan Pemberi pekerjaan. Batu bata harus utuh
dan baru, sisi batu bata harus mulus, tanpa retak-retak dan campuran kotoran.
 Pekerjaan Dinding Adukan kedap air 1 PC : 2 Pasir dilaksanakan untuk :
- Semua dinding bata merah mulai sloof sampai 20 cm diatas lantai
- Semua dinding luar dari lantai-lantai tingkat mulai sisi atas plat beton sampai 20 cm diatas
lantai jadi.
- Semua dinding toilet dan ruang cuci sampai setinggi 1,5 m di atas lantai jadi.
Adukan biasa 1 PC : 3 Pasir dilaksanakan untuk semua dinding bata yang lain yang tidak
disebutkan diatas
RKS INTERIOR PKTRANS 7
Interior PKTRANS KALIBATA

Pasal 11 PEKERJAAN PLESTERAN

 B a h a n. PC, Pasir dan air harus memenuhi persyaratan ayat 1,2 dan 3 dari butir 3.
Perbandingan Adukan. Untuk semua dinding pasangan bata dengan adukan 1 PC : 3 pasir, harus
diplester dengan adukan plesteran 1 PC : 3 pasir untuk dinding pasangan bata trasram, harus diplester
dengan adukan plesteran 1 PC : 2 pasir.
 Persiapan Permukaan Dinding Yang Akan Diplester. Permukaan dinding bata harus diberiwaktu cukup
untuk mengering dan semua pipa, saluran-saluran harus sudah terpasang pada tempatnya. Untuk
mencegah mengeringnya plesteran sebelum waktunya, permukaan yang telah disiapkan harus dibasahi.
 Pelaksanaan. Tebal plesteran rata-rata 1,5 cm, minimum 1 cm dan harus menghasilkan permukaan sesuai
persetujuan Direksi. Harus dipasang aduk-adukan patokan untuk mendapatkan permukaan yang rata.
Plesteran diratakan dengan menggunakan papan kayu yang lurus. Plesteran harus dijaga agar tetap dalam
keadaan lembab selama minimum 7 hari setelah dipasang. Pembasahan permukaan plesteran harus
segera dimulai pada saat plesteran mulai mengeras untuk mencegah terjadinya cacat-cacat pada

Pasal 12 PEKERJAAN GRANIT / KERAMIK

 Pemasangan Granit dan Keramik


Lingkup pekerjaan granit dan keramik meliputi lantai bangunan termasuk tangga dan area pedestrian atau
sesuai dengan gambar disain. Granit dan keramik yang dipakai adalah kualitas terbaik. Granit yang dipakai
dengan menggunakan merk granito atau setara, dan Keramik yang dipakai dengan menggunakan merk
platinum atau setara termasuk slip step nosing. Keramik dan Granit yang digunakan harus terlebih dahulu
diperlihatkan kepada Pengawas/Pemberi pekerjaan untuk mendapat persetujuan.
Granit yang digunakan adalah ukuran 60x60 cm pada seluruh ruangan sesuai gambar disain atau
sesuai petunjuk Pengawas sedangkan keramik menggunakan ukuran 30x30 untuk lantai kamar mandi dan
25x40 untuk dinding kamar mandi. Semua granit dan keramik yang dipasang harus dalam keadaan baik,
sama warna dan tidak cacat, keramik dan granit yang cacat akibat pemasangan harus diganti.
 Mengenai merk dan Warna akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Pekerjaan.Adukan ;
- Adukan untuk ruang basah 1 PC : 2 Pasir dan untuk ruangan kering 1 PC : 3 Pasir
dengan ketebalan 3 cm
- Untuk siar/nat digunakan semen khusus untuk ini dengan dicampur air.
 Cara Pemasangan
- Pemasangan Granit, keramik dan slip step nosing sesuai dengan gambar disain. Granit,
keramik dan slip step nosing dipasang diatas adukan setengah kering dengan tebal
adukan sesuai butir diatas.
Sambungan-sambungan (siar/nat) harus rata, lurus, untuk mendapatkan lantai jadi yang
sempurna.
Segera setelah pemasangan keramik selesai lantai dibersihkan. Untuk area kamar mandi
menggunakan waterproofing sebelum pemasangan keramik/granit untuk menghindari ada
rembesan air atau kebocoran khususnya pada lantai 2 bangunan.

Pasal 13 PEKERJAAN KARPET/vinil


1. Bahan
a. Material Karpet menggunakan Karpet dengan kualitas yang baik , menyangkut merk yang akan
digunakan agar terlebih dahulu mendapat persetujuan Pengawas
b. Warna dan motif karpet tile sesuai gambar desain namun dapat berubah sesuai permintaan pemberi
pekerjaan
2. Pemasangan Karpet Vinil
a. Sebelum pemasangan karpet terlebih dahulu dinding dibersihkan dari kotoran debu atau kotoran
lainnya sesuai dengan petunjuk Pengawas.

RKS INTERIOR PKTRANS 8


Interior PKTRANS KALIBATA

b. Pemasangan Karpet dipasang dengan rapi tanpa ada spasi penyambungan dan gelembung dan
sesuai dengan gambar rencana. Warna/Motif akan ditentukan kemudian.

Pasal 14 PEKERJAAN ALUMINIUM

1. Rangka Alumunium
a. Pekerjaan ini meliputi perhitungan, pengadaan dan pemasangan pada bagian-bagian bangunan yang
menggunakan konstruksi alumunium sebagai rangka, khususnya untuk bagian dinding Partisi.
b. Kontraktor alumunium bertanggung jawab penuh atas terselenggaranya pekerjaan-pekerjaan tersebut
diatas dengan baik. Adapun yang akan terjadi dikemudian hari, pada bagian-bagian tersebut, seperti :
 Terjadinya lendutan daripada rangka alumunium sehingga menyebabkan pecahnya kaca.
 Terjadinya kebocoran-kebocoran (angin dan air) sebagai akibat kelalaian dalam
pekerjaan.
 Kerusakan-kerusakan lainnya yang disebabkan oleh kesalahan system konstruksi yang
dipakai sehingga menyebabkan kerugian-kerugian dari pihak pemilik adalah menjadi
tanggung jawab Kontraktor alumunium.
c. Pekerjaan ini harus ditangani oleh tenaga yang ahli dalam bidang tersebut di atas.
d. Sebelum pekerjaan ini dimulai, Kontraktor Alumunium terlebih dahulu harus memberikan gambar
kerja dan shop drawing khusus untuk pekerjaan tersebut untuk mendapat persetujuan dari Konsultan
Pengawas dan Pemberi pekerjaan..
 Pekerjaan yang ternyata dilaksanakan berdasarkan gambar-gambar yang belum/tidak
disetujui
oleh Konsultan Pengawas dan Pemberi pekerjaan maka menjadi tanggung jawab Kontraktor
Alumunium. Untuk itu Konsultan Pengawas dan Pemberi pekerjaan berhak menolak dan
menginstruksikan kepada Kontraktor Alumunium untuk membongkar pekerjaan tersebut.
Semua kerugian yang diakibatkan oleh hal-hal diatas menjadi tanggung jawab Kontraktor
Pelaksana.
 Untuk mendapat persetujuan dari Konsultan Pengawas dan Pemberi pekerjaan maka
Kontraktor
 Pelaksana harus mengajukan contoh-contoh (sample) untuk bahan-bahan yang akan
didatangkan dan dipakai berupa contoh-contoh jendela/pintu alumunium lengkap dengan
semua hardware, weather strip, angkur dan peralatan lainnya. Semuanya dalam keadaan
telah finish.
 Pemotongan kaca dan kusen aluminium disesuaikan dengan gambar kerja DED
2. Konstruksi Rangka Alumunium (profil)
a. Spesifikasi rangka Alumunium sesuai dengan gambar disain. Ukuran-ukuran dan dimensi yang
digunakan harus sesuai yang dipersyaratkan dalam kontrak.
b. Bahan yang dipakai :
 Semua profil/rangka alumunium harus diproses dengan anodizing minimal ± 20 microns.
Sekrup-sekrup dan baut-baut dari bahan stainless steel. Pada bagian-bagian pengikat lainnya
dipakai Steel dengan lapisan Zinc atau Cadium ± 20 micron.
 Kualitas yang diminta adalah dari profil setara Alexindo.
 Warna ditentukan kemudian dan mendapat persetujuan dari Pemberi Pekerjaan
c. Cara pengerjaan
 Dipotong dan dipasang secara rapi dan presisi, toleransi ukuran tidak lebih dari 2 mm.
 Pergunakan alat-alat/mesin untuk memotong, punching, drilling, dsb.
 Hubungan antara alumunium-alumunium pada sambungan-sambungan harus diberi lapisan
mastic sedangkan pada bagian dalam sambungan-sambungan harus ditutup dengan cara
caulking.
 Permukaan alumunium harus bebas dari cacat-cacat dan die marks, dan bebas dari kotoran-
kotoran yang melekat (plesteran, cat, dll)

RKS INTERIOR PKTRANS 9


Interior PKTRANS KALIBATA

Pasal 15. PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI

a. Untuk engsel pintu dan jendela digunakan produksi dalam negeri yang berkualitas baik dan disetujui oleh
Badan Pengawas / direksi.
b. Kunci 2 Slag untuk pintu masuk ruangan digunakan yang berkualitas Baik dan diperlihatkan kepada pemberi
tugas /Badan Pengawas.
c. Pemasangan Engsel –engsel untuk pintu harus menggunakan sekrup dan tidak boleh menggunakan paku.

Pasal 16. PEKERJAAN PENGECATAN

a. Pekerjaan pengecetan dilakukan 3 ( Tiga ) kali jalan / diulang untuk mendapatkan hasil cat yang baik.
b. Cat yang digunakan cat merk Nippon Pain Untuk Cat Seng sedang untuk tembok mengunakan cat Metrolite
atau sejenisnya dan Cat Kusen Pintu dan

Pasal 17. KUALITAS, BENTUK, CORAK DAN WARNA

Sebelum menggunakan bahan harus terlebih dahulu disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan. Semua bahan yang akan digunakan terlebih dahulu diperlihatkan contohnya sesuai dengan
spesifikasi teknis.

Pasal 18. PEKERJAAN PEMBERSIHAN

a. Membersihkan lokasirenovasi dari segala kotoran, seperti sampah - sampah bekas pekerjaan bangunan.
b. Sisa bahan akibat pekerjaan harus diangkat dan diratakan.
c. Bila ada konstruksi bangunan lain yang rusak akibat pekerjaan ditanggung oleh Pelaksana.
d. Penyerahan akhir ( FHO ) baru dapat dilakukan bila ketiga hal tersebut dianggap selesai .

Pasal 19. SANKSI KETERLAMBATAN PEKERJAAN

a. Keterlambatan pekerjaan akibat kekurangan bahan, tenaga kerja, alat sepenuhnya menjadi tanggungjawab
Kontraktor.
b. Kelalaian terhadap perintah/instruksi dari Direksi dan pengawas lapangan mengakibatkan sanksi dapat
diberlakukan sesuai yang tercantum dalam Kontrak dan SPMK.
c. Pekerjaan yang tidak diterima oleh Direksi dan pengawas lapangan dapat dibongkar untuk dibangun
kembali sesuai spesifikasi dengan biaya Kontraktor.
d. Kerusakan fasilitas umum akibat kelalaian kontraktor menjadi tanggungjawab sepenuhnya dari kontraktor
pelaksana.

Pasal 20. CATATAN LAIN-LAIN DAN KETERANGAN TAMBAHAN


a. Setiap kegiatan dalam pelaksanaan pekerjaan harus dinyatakan dalam Berita Acara dan ditandatangani
oleh Pelaksana, Pejabat dan Direksi Harian (Pengawas Lapangan).
b. Bila ada perbedaan antara ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat ini dengan gambar, maka ketentuan-
ketentuan dan syarat-syarat ini yang menentukan.

RKS INTERIOR PKTRANS 10


Interior PKTRANS KALIBATA

C. PEKERJAAN PELENGKAP DINDING DAN BUILT IN FURNITURE

1. UMUM

a. Spesifikasi dan gambar adalah bagian yang saling mengisi/melengkapi dan dimaksudkan sebagai pedoman
/ patokan untuk melaksanakan pekerjaan dalam mencapai hasil akhir yang baik.
Pekerjaan tersebut meliputi pengadaan material, tenaga, peralatan, perlengkapan bantu dan semua
pekerjaan yang perlu untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna sehingga menjamin kualitas
pekerjaan finishing seperti diuraikan dalam spesifikasi ini dan dapat diterima oleh Konsultan Pengawas,
Konsultan Perencana dan Pemberi Tugas.

b. Setiap material, peralatan dan perlengkapan bantu yang tidak tampak dalam gambar, tetapi dijelaskan
dalam spesifikasi atau sebaliknya dan setiap perlengkapan,material dan peralatan yang diperlukan dalam
melaksanakan pekerjaan sampai sempurna harus disediakan oleh Kontraktor yang bersangkutan dan
merupakan bagian dari pekerjaannya.

c. Bila terdapat perbedaan pernyataan antara spesifikasi dan gambar rencana, maka yang berlaku adalah
yang secara teknis mempunyai mutu lebih baik atau yang nilainya lebih tinggi.

d. Semua material dan peralatan yang dipasangharus dalam keadaan baru, dari mutu terbaik,bebas dari
cacat akibat pembuatan, transportasi dan pemasangan serta harus memenuhi ketentuan spesifikasi,
gambar rencana dan Peraturan Umum untuk Bahan bangunan di Indonesia (PUBB).

e. Dalam pemasukkan dokumen penawaran, calon Kontraktor harus menjelaskan secara lengkap dan
terperinci sub-sub Kontraktor yang diusulkan berkaitan dengan lingkup pekerjaan yang termasuk
didalamnya.

f. Kontraktor harus selalu menjaga kebersihan dan kerapian lapangan, terutama permukaan lantai.

2. LINGKUP PEKERJAAN

a. Pekerjaan meliputi :
 Pekerjaan built in dan loose furniture
 Pemasangan alat penggantung dan pengunci furniture
 Pemeliharaan dan garansi

b. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dan pemasangan bahan dimulai Kontraktor harus menyerahkan :
 Spesifikasi teknis dari pabrik pembuatnya
 Gambar pelaksanaan (shop drawing)
 Contoh bahan termasuk warna, untuk diteliti dan disetujui oleh Perancang, jika tidak memenuhi syarat
maka akan ditolak dan harus diganti dengan bahan yang memenuhi syarat atas biaya kontraktor.
 Izin pelaksanaan dari pengelola Gedung
 Time Schedule / Rencana Kerja

c. Marking (tanda-tanda)
Kontraktor harus membuat semua marking (pengukuran) yang diperlukan antara lain : Centre Line (CL),
Elevasi (Peil) dan ukuran luar serta diberi tanda tanda yang jelas. Tempat-tempat yang diperlukan diberi
Marking antara lain : dinding,lantai dan tinggi plafond sedemikian rupa sehingga finishing akhir dapat
dikerjakan setepat mungkin.

RKS INTERIOR PKTRANS 11


Interior PKTRANS KALIBATA

d. Dalam penawaran calon Kontraktor harus mencantumkan merk serta brosur dari material yang ditawarkan.

e. Pembuatan Prototype (Contoh produk)


Setiap peserta lelang wajib membantu dan memasang prototype / contoh produk dalam skala penuh
dilapangan yang waktunya bersamaan dengan pemasukan penawaran.

3. PEKERJAAN PELENGKAP DINDING

a. PLINT LANTAI (SKIRTING)


Lokasi : bagian bawah built in furniture
Ukuran : 30x100mm
Bahan : bahan dari pasangan lantai vinilnya sesuai pesanan dam merk dari
Lantai vinil yang dipilih
Pemesanan/Pemasangan : Sebelum pemasangan Kontraktor harus memberikan contoh bahan dan
warna untuk penelitian dan persetujuan Perancang Interior.

b. TANPA LIST PLAFOND (CEILING MOULDING)


Lokasi : seluruh dinding / partisi / kolom dll
CATATAN : Pertemuan antara bidang partisi dengan plafond harus rapih.

4. PEKERJAAN BUILT IN FURNITURE

4.1. UMUM

4.1.1. Lingkup pekerjaan

Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor meliputi bagian–bagian pekerjaan yang dinyatakan dalam
gambar pelaksanaan serta disebut dalam uraian Persyaratan Pelaksanaan ini, termasuk didalamnya
menyediakan tenaga kerja,bahan-bahan, peralatan berikut alat bantu untuk melaksanakan seluruh pekerjaan
serta mengadakan pengamanan dan pengawasan terhadap bahan dan alat-alat selama masa pekerjaan
berlangsung, sehingga seluruh pekerjaan selesai dengan sempurna.

4.1.2. Ukuran

Pada dasarnya semua ukuran dalam gambar adalah ukuran jadi, sampai dalam keadaan finish/selesai. Bila ada
keraguan mengenai ukuran, Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Perencanasampai diberikan
keputusan ukuran yang mana yang akan dipakai dan dijadikan pegangan. Semua pekerjaan Built in Furniture
dibuat dengan sistim modul dan bisa dibongkar pasang dengan mudah.

4.1.3. Perbedaan Gambar

Pada dasarnya bila ada perbedaan dan atau pertentangan antara gambar dan persyaratan pelaksanaan
(RKS),maka yang harus diikuti adalah yang tertulis,dengan mengambil angka tersebut untuk jumlah,ukuran /
dimensi dan kuantitas. Setiap dijumpai perbedaan-perbedaan atau ketidak cocokkan gambar satu sama lain
yang mengakibatkan keraguan dan tidak bias diatasi,Kontraktor harus melaporkan secra tertulis kepada
Perencana untuk memberi keputusan gambar yang mana yang akan dijadikan pegangan. Perbedaan-
perbedaan tersebut diatas tidak dapat dijadikan alas an bagi Kontraktor untuk mengadakan „claim‟ waktu
pelaksanaan. Pada pelalsanaan pekerjaan furniture ini Kontraktor tidak dibenarkan melakukan perubahan-
perubahan maupun mengambil tindakan yang tidak sesuai dengan gambar kerja atau uraian persyaratan
RKS INTERIOR PKTRANS 12
Interior PKTRANS KALIBATA

pelaksanaan ini, tanpa terlebih dahulu melaporkan secara tertulis kepada Perencanauntuk mendapatkan
keputusan. Setiap kesalahan sebagai akibat kelalaian ketentuan-ketentuan ini adalah menjadi tanggungjawab
dan beban pihak Kontraktor.

4.1.4. Standard yang dipakai

Semua pekerjaan yang harus diadakan melalui Kontraktor ini mengikuti normalisasi Indonesia, standard industri
dan peraturan nasional lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan ini seperti : NI-5 Peraturan Konstruksi
Kayu Indonesia.

4.1.5. Merk Pembuatan

Semua merk pembuatan atau merk dagang dalam Persyaratan Teknis ini dimaksudkan sebagai dasar
perbandingan kualitas dan tidak diartikan sebagai sesuatu yang mengikat. Produk-produk lain dapat diusulkan
sejauh dapat dibuktikan kepada Perancang Interior, mempunyai kualitas yang sama dengan yang disebut, dan
dapat dipakai sebagai pengganti. Disyaratkan bahwa satu merk dagang hanya diperkenankan untuk setiap jenis
yang boleh dipakai dalam pekerjaan ini.

4.2. MATERIAL DAN FINISHING

4.2.1 HPL
Sebagai bahan pelapis ahir furniture diminta diolah secara „tahan luar‟. Tiap lembar multipleks yang
dipakai harus mempunyai tanda /cap pabrik yang dikenal, lebih diutamakan
HPL dari Premiere Floor Tebal 2 ml

4.2.2. Multipleks
Multipleks lokal dengan grade B (satu muka berkualitas baik) Multipleks diminta diolah secara „tahan
luar‟. Tiap lembar multipleks yang dipakai harus mempunyai tanda /cap pabrik yang dikenal, lebih
diutamakan bila menggunakan multipleks dengan tanda/cap dari asosiasi yang diakui yang melakukan
pemeriksaan kualitas pada produk sesuai dengan standard yang berlaku.

4.2.3. Dempul
Bagian-bagian yang perlu didempul digunakan dempul plastik(sintetis), kualitas DANAPAINT atau
NIPPONPAINT.

4.2.4. Hardware
Kunci,pegangan pintu, engsel dan hardware lainnya harus setara dengan merk decson.
Pemasangan dilakukan setelah mendapat persetujuan Perencana atas contoh yang diberikan.
Engsel sendok logam eks china
Model : Buatan Jerman
 Kunci pintu lemari, setaraf HAFELE eks Jerman

4.2.5. Bahan Pembantu


AICA AIBON digunakan bagi sambungan kayu.

4.3. PENGERJAAN

Kayu harus dikerjakan menurut pola dari urutan pekerjaan yang ditentukan oleh Pemberi Tugas.

RKS INTERIOR PKTRANS 13


Interior PKTRANS KALIBATA

Bahan kayu dipotong menurut pola yang telah ditentukan. Bila barang berjumlah banyak (lebih dari 10
buah) maka potongan menurut pola harus mempergunakan jig/mal. Bahan kayu yang telah dipola diserut
dengan mesin, baru kemudian dengan serut tangan. Sambungan tenon, ekor burung layang-layang
(devetail), dowel atau type sambungan lain harus dikerjakan dengan mesin, toleransi 0 mm. Untuk barang
berjumlah banyak banyak (10 buah) pengerjaan assembling harus menggunakan jig/mal. Lubang bekas
sekrup yang terlihat pada setiap penguat konstruksi sambungan kayu, harus ditutup dengan kayu. Barang
yang berjumlah lebih dari 10 harus dibuatkan contoh jadi (mock-up) dan baru boleh diproduksi setelah
mock-up ini disetujui oleh Perencana. Spesifikasi Teknis

4.3. SYARAT-SYARAT LAIN

Bila jumlah benda yang dibuat lebih dari 10 buah maka Kontraktor diharuskan membuat 1 buah contoh
yang selesai untuk dicoba dinilai dan disetujui. Untuk benda yang berjumlah besar (lebih dari 50 buah)
Kontraktor diharuskan
membuat shop drawing untuk disetujui Perencana.

4.4. PEKERJAAN AKHIR BUILT IN FURNITURE

Pada setiap akhir pekerjaan, Kontraktor harus mempersiapkan kebersihan dan kerapian pekerjaan sebelum
diserahkan kepada pihak Perencana/MK dan Pemberi Tugas. Kontraktor harus mengecek ulang setiap
pekerjaan yang dilaksanakan dan memperhatikan hasil akhir dari pelaksanaan dengan perancangan secara
keseluruhan.

5. PEKERJAAN LOOSE FURNITURE

1. UMUM

1.1. Spesifikasi dan gambar adalah bagian yang saling mengisi / melengkapi dan dimaksudkan sebagai
pedoman / patokan untuk melaksanakan pekerjaan dalam mencapai hasil akhir yang baik. Pekerjaan
tersebut meliputi pengadaan material, tenaga dan peralatan, perlengkapan bantu dan semua pekerjaan
yang perlu untuk melaksanakan secara sempurna sehingga menjamin kualitas pekerjaan finishing seperti
diuraikan dalam spesifikasi ini dan dapat diterima oleh Perencana.

1.2. Setiap material, peralatan dan perlengkapan yang tidak tampak dalam gambar, tapi dijelaskan dalam
spesifikasi atau sebaliknya dan setiap perlengkapan, material dan peralatan yang diperlukan dalam
melaksanakan pekerjaan sampai sempurna harus disediakan oleh Kontraktor yang bersangkutan dan
merupakan bagian dari pekerjaannya.
1.3. Bila terdapat perbedaan pernyataan antara spesifikasi dan gambar rencana, maka yang berlaku secara
teknis mempunyai mutu yang lebih baik atau yang nilainya lebih tinggi.

1.4. Semua material dan peralatan yang dipasang harus dalam keadaan baru, dari mutu terbaik, bebas dari
cacat akibat pembuatan, transportasi dan pemasangan serta harus memenuhi ketentuan spesifikasi,
gambar rencana dan Peraturan Umum untuk Bahan Bangunan di Indonesia (PUBB).

1.5. Dalam pemasukkan dokumen penawaran, calon Kontraktor harus menjelaskan secara lengkap dan
terperinci sub-sub Kontraktor yang diusulkan berkaitan dengan lingkup pekerjaan yang termasuk
didalamnya.

2. LINGKUP PEKERJAAN

2.1. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dan pemasangan bahan dimulai, kontraktor harus menyerahkan :
RKS INTERIOR PKTRANS 14
Interior PKTRANS KALIBATA

a. Gambar pelaksanaan (Shop drawing)


c. Rencana Kerja (Time Schedule)
d. Contoh bahan termasuk warna, untuk diteliti dan disetujui oleh Perencana, jika tidak memenuhi syarat
atas biaya Kontraktor.

2.2. Pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor meliputi bagian-bagian pekerjaan yang dinyatakan
dalam gambar pelaksanaan serta disebut dalam uraian Persyaratan Pelaksanaan ini, termasuk didalamnya
: menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan berikut alat bantu untuk melaksanakan seluruh
pekerjaan serta mengadakan pengamanan dan pengawasan terhadap bahan dan alat-alat selama masa
pelaksanaan berlangsung, sehingga seluruh pekerjaan selesai dengan sempurna.

2.3. Pekerjaan Loose Furniture meliputi : meja kerja+meja samping,meja rapat, reception counter, Kontraktor
harus bertanggung jawab sampai semua furniture terpasang di lokasi sesuai dengan gambar rencana.

3. UKURAN

Pada dasarnya semua ukuran dalam gambar adalah ukuran jadi, sampai dalam keadaan finish/selesai. Bila
ada keraguan mengenai ukuran, Kontraktor wajib melaporkan secara tertulis kepada Perencanasampai
diberikan keputusan ukuran yang mana yang akan dipakai dan dijadikan pegangan.

4. PERBEDAAN GAMBAR

Pada dasarnya bila ada perbedaan dan atau pertentangan antara gambar dan persyaratan pelaksanaan
(RKS) maka yang harus diikuti adalah yang tertulis, dengan mengambil angka tersebut untuk jumlah
ukuran/dimensi dan kuantitas. Setiap dijumpai perbedaan-perbedaan atau ketidak cocokkan gambar satu
sama lain yang mengakibatkan keraguan dan tidak bisa diatasi, Kontraktor harus melaporkan secara tertulis
kepada Pengawas/Pemberi Tugas untuk memberikan keputusan gambar mana yang akan dijadikan
pegangan. Perbedaan-perbedaan tersebut diatas tidak dapat dijadikan alasan bagi Kontraktor untuk
mengadakan “claim” waktu pelaksanaan. Pada pelaksanaan pekerjaan furniture ini Kontraktor tidak
dibenarkan melakukan perubahan-perubahan maupun mengambil tindakan yang tidak sesuai dengan
gambar kerja atau uraian persyaratan-persyaratan pelaksanaan ini, tanpa terlebih dahulu melaporkan
secara tertulis kepada Perencana untuk mendapatkan keputusan. Setiap kesalahan sebagai akibat
kelalaian ketentuan-ketentuan ini adalah menjadi tanggungjawab dan beban pihak Kontraktor.

5. STANDARD YANG DIPAKAI

Semua pekerjaan yang harus diadakan melalui Kontraktor ini mengikuti Normalisasi Indonesia, standard
industri dan peraturan nasional lainnya yang berhubungan dengan pekerjaan ini seperti : NI-5 : Peraturan
Konstruksi Kayu Indonesia

6. MERK PEMBUATAN

Semua merk pembuatan atau merk dagang dalam persyaratan teknis ini dimaksudkan sebagai dasar
perbandingan kualitas dan tidak diartikan sebagai sesuatu yang mengikat. Produk-produk lain dapat
diusulkan sejauh dapat dibuktikan kepada Perencana, mempunyai kualitas sama dengan yang disebut, dan
dapat dipakai sebagai pengganti. Disyaratkan bahwa satu merk dagang hanya diperkenankan untuk satu
jenis barang yang boleh dipakai dalam pekerjaan ini.

RKS INTERIOR PKTRANS 15


Interior PKTRANS KALIBATA

7. MATERIAL PEKERJAAN FINISHING

7.1. Multipleks Multipleks lokal dengan grade B (satu muka berkualitas baik) Multipleks diminta diolah
secara “tahan luar”, tiap lembar multipleks yang dipakai harus mempunyai tanda/cap dari pabrik yang
dikenal, lebih diutamakan bila menggunakan plywood dengan tanda/cap dari assosiasi yang diakui
yang melakukan pemeriksaan kualitas pada produk sesuai dengan standard yang berlaku.

7.2. Dempul Bagian-bagian yang perlu didempul digunakan dempul plastic (sitetis), kualitas DANAPAINT
atau NIPPON PAINT, dempul lilin tidak diijinkan.

7.3. Hardware Kunci, pegangan pintu, engsel dan hardware lainnya harus setara dengan merk HAFELE ex
West Germany. Pemasangan dilaksanakan setelah mendapat persetujuan Pengawas atas contoh yang
diberikan.
Engsel sendok logam ex china
Drawer gliders :
- Kunci pintu lemari, setara HAFELE ex Germany.

7.4. Bahan Pembantu Lem ex Jerman bagi perekat contact cement sekelas dengan HERFERIN dengan
penggunaan sesuai petunjuk pabrik. AICA AIBON digunakan bagi sambungan kayu.

8. SYARAT-SYARAT LAIN

Bila jumlah benda yang dibuat lebih dari 10 buah maka Kontraktor diharuskan membuat 1 buah contoh (mock
up) yang selesai untuk dicoba, dinilai dan disetujui Perencana. Untuk benda yang berjumlah besar (lebih dari 50
buah) Kontraktor diharuskan membuat shop drawing untuk disetujui Perencana. Pembuatan mock up dilakukan
setelah ditentukan pemenang lelang dan sudah diberikan SPK.

9. TYPE-TYPE FURNITURE

9.1. MEJA KERJA

a. Konstruksi dari meja kerja ini harus terdiri dari komponen-komponen yang mudah untuk dibongkar
pasang.Sistim penyambungan harus sedemikian rupa sehingga terjamin kekuatan vertical maupun
horizontalnya, terutama pada bagian sambungan antara work top dan kaki. Komponen-komponen
harus dari kualitas bahan yang terbaik. Apabila menggunakan komponen lokal, maka harus disertai
dengan keterangan teknis dan referensi mengenai kualitasnya. Finishing harus rapi, presisi dan
kedap air, terutama pada sambungan dua material baik yang sama maupun yang berbeda.

b. Pemasangan/instalasi Prosedur pemasangan harus dijelaskan didalam pengajuan penawaran.


Kontraktor pemenang bertanggungjawab sampai furniture ini terpasang dengan baik di lokasi yang
telah ditentukan sesuai dengan gambar rencana.

c. Permukaan meja/Work top Permukaan meja (kecuali ditentukan lain pada gambar) terbuat dari HPL

d. Drawer/Laci Drawer Meja Kerja Terdiri dari 3 buah laci dengan ukuran sesuai gambar rencana. Pada
laci teratas dilengkapi pencil tray. Rel laci biasa 25 kg load capacity, rel laci map gantung 40 kg load
capacity dan system penguncian sentral. Bahan : (kecuali ditentukan lain pada gambar) Solid kamper
wood untuk muka laci dan frame. Plywood 12 mm untuk bidang besar (samping, belakang dan atas
drawer unit) Finish : (kecuali ditentukan lain pada gambar)
RKS INTERIOR PKTRANS 16
Interior PKTRANS KALIBATA

e. Perlengkapan Furniture / hardware Semua laci dilengkapi dilengkapi rel. Perangkat keras yang
digunakan untuk furniture adalah dari kualitas terbaik. Kontraktor harus mengajukan perincian bahan
lengkap dengan merk dan type dari hardware yang akan digunakan.

f. Kaki meja (kecuali ditentukan lain pada gambar) terbuat dari plastic

10. TATA KERJA

a. Sistem pendukung Untuk perabot system pendukung harus dikerjakan secara masal. Kontraktor harus
membuat penjadwalan waktu untuk seluruh pekerjaan yang harus disetujui Pemberi Tugas
b. Pengepakan dan Pembungkusan Pengepakan dan pembungkusan perabot atau komponen perabot
dan perlengkapan lainnya, harus rapih, kuat sehingga terjamin bebas dari kerusakan barang-barang
tersebut sampai ke tempat tujuan atau lokasi proyek.
c. Pengiriman Pengiriman perabot ataupun komponen dan perlengkapan lainnya, harus menggunakan
sarana transportasi yang cepat dan terjamin ketepatan waktu sampai dilokasi dan tersusun/terpasang
sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
d. Barang Cadangan Pemborong wajib membuat/memproduksi perabot, komponen perabot dan
perlengkapan lainnya untuk cadangan secukupnya, sehingga bila terjadi kerusakan yang memerlukan
penggantian dapat segera diganti.

11. PEKERJAAN AKHIR LOOSE FURNITURE

1. Pada setiap akhir pekerjaan, kontraktor harus memperhatikan kebersihan dan kerapian pekerjaan
sebelum diserahkan kepada pihak Pengawas, Perencana dan Pemberi tugas.
2. Kontraktor harus mengecek ulang setiap pekerjaan yang dilaksanakan danmemperhatikan hasil akhir
dari pelaksanaan dengan perancangan secara keseluruhan.
3. Pada akhir pekerjaan, Kontraktor/Suplier selain masa pemeliharaan 30 hari kalender, juga harus
memberikan garansi/jaminan dari pabrik yang meliputi workmanship dan unjuk kerja sesuai yang
tertera pada dokumen standar produk yang bersangkutan, bahwa barang yang dipasang / disupplay
akan berjalan dengan baik pada waktu dioperasikan dan harus memperbaiki kembali terhadap
kerusakan dan kekurangan yang terjadi pada waktu dioperasikan dengan jangka waktu tertentu atas
biaya Kontraktor.

12. PEKERJAAN SISTEM FURNITURE

A. U M U M
Spesifikasi dan gambar adalah bagian yang saling mengisi/melengkapi dan dimaksudkan sebagai
pedoman/patokan untuk melaksanakan pekerjaan dalam mencapai hasil akhir yang baik. Pekerjaan
tersebut meliputi pengadaan material, tenaga, peralatan, perlengkapan bantu dan semua pekerjaan yang
perlu untuk melaksanakan pekerjaan secara sempurna sehingga menjamin kualitas pekerjaan finishing
seperti diuraikan dalam spesifikasi ini dan dapat diterima oleh Perencana dan Pemberi Tugas.
1. Setiap material, peralatan dan perlengkapan bantu yang tidak tampak dalam gambar, tetapi dijelaskan
dalam spesifikasi atau sebaliknya dan setiap perlengkapan, material dan peralatan yang diperlukan
dalam melaksanakan pekerjaan sampai sempurna harus disediakan oleh Kontraktor yang bersangkutan
dan merupakan bagian dari pekerjaannya.

RKS INTERIOR PKTRANS 17


Interior PKTRANS KALIBATA

2. Bila terdapat perbedaan pernyataan antara spesifikasi dan gambar rencana, maka yang berlaku adalah
secara teknis mempunyai mutu lebih baik atau yang nilainya lebih tinggi.
3. Semua material dan peralatan yang dipasang harus dalam keadaan baru, dari mutu terbaik, bebas dari
cacat akibat pembuatan, transportasi dan pemasangan serta harus memenuhi ketentuan spesifikasi,
gambar rencana dan Peraturan Umum untuk Bahan Bangunan di Indonesia (PUBB).
4. Dalam pemasukan dokumen penawaran, calon Kontraktor harus menjelaskan secara lengkap dan
terperinci sub-sub Kontraktor yang diusulkan berkaitan dengan lingkup pekerjaan yang termasuk
didalamnya.
5. Kontraktor harus selalu menjaga kebersihan dan kerapihan lapangan, terutama permukaan lantai.

B. LINGKUP PEKERJAAN

1. Design Konsep design untuk Kasie dan Staff adalah ruang kerja yang terbuka dan partisi rendah,
dengan konsep kerja “Clean Desk”. System Furniture ini harus dapat menampung kebutuhan akan
adanya kabel-kabel untuk data, kabel daya listrik dan telephone. Wiring management ini harus
sedemikian rupa sehingga memenuhi persayaratan keamanan bangunan dan memungkinkan adanya
penambahan / pengurangan instalasi dikemudian hari secara mudah. Material yang digunakan harus
mempunyai kriteria sebagai berikut : Fleksibel, perawatan mudah, kuat dan tidak mudah terbakar.
2. Konstruksi Konstruksi dari workstation ini harus terdiri dari komponen-komponen yang mudah untuk
dibongkar pasang dan fleksibel serta mempunyai presisi yang tinggi. System sambungan harus
sedemikian rupa sehingga terjamin kekuatan vertical maupun horizontal. Komponen-komponen harus
dari kualitas terbaik, apabila menggunakan komponen lokal maka harus disertai dengan keterangan
teknis dan referensi mengenai kualitas.
3. Pekerjaan meliputi :
- Rangka
- Panel
- Meja Kerja
- Keyboard tray
- Finishing
4. Sebelum pelaksanaan pekerjaan dan pemasangan bahan dimulai Kontraktor harus menyerahkan :
a. Spesifikasi teknis dari pabrik pembuat.
b. Gambar pelaksanaan (shop drawing)
c. Contoh bahan termasuk warna, untuk diteliti dan disetujui oleh MK/Perencana, jika tidak memenuhi
syarat maka akan ditolak dan harus diganti dengan bahan yang memenuhi syarat atas biaya
Kontraktor.
d. Izin pelaksanaan
e. Time Schedule/Rencana Kerja]
5. Marking (tanda-tanda) Kontraktor harus membuat semua marking (pengukuran) penempatan System
Furniture yang diperlukan dengan diberi tanda-tanda yang jelas. Tempat-tempat yang diperlukan diberi
Marking antara lain : pada lantai dan dinding/kolom sedemikian rupa sehingga finishing akhir dan titik
peralatan M/E dapat dikerjakan setepat mungkin.
6. Dalam penawaran calon Kontraktor harus mencantumkan merk serta brosur dari material yang
ditawarkan..

C. RANGKA
Rangka yang dimaksud adalah untuk pemasangan panel dinding system furniture, dan harus memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
1. Terbuat dari baja dan/atau aluminium
2. Pembongkaran, pemasangan dan penggantian komponen dapat dilakukan dengan mudah dengan
tenaga, waktu dan peralatan yang minimal/ sederhana.
3. Mempunyai konfigurasi sedemikian rupa, sehingga :
- Jalur kabel (listrik, telephone, data) dapat dimasukkan lewat Rice way (saluran kabel
RKS INTERIOR PKTRANS 18
Interior PKTRANS KALIBATA

- Mempunyai toleransi yang cukup untuk mengantisipasi level lantai yang kurang rata.
- Jarak rangka disesuaikan dengan modul panel..

D. BILAH KERJA (top table) Terbuat dari kayu lapis dengan ketebalan 12mm dengan pelapis HPL. Ditopang
dengan cukup kuat pada rangka dengan kemudahan dalam pembongkaran dan pemasangan. Mempunyai
sebuah laci keyboard di setiap konfigurasi.

E. DRAWER Terbuat dari bahan yang ringan namun cukup kuat untuk menahan arsip kertas penuh. Bahan
pelapis HPL
Terdiri dari 3 laci Dapat dikunci

F. PEKERJAAN AKHIR SYSTEM FURNITURE


Pada pekerjaan akhir Kontraktor harus memperhatikan kebersihan, kerapihan pekerjaan sebelum
diserahkan kepada pihak Perencana dan Pemberi Tugas. Kontraktor harus memperhatikan kembali hasil
akhir dari pelaksanaan dengan perancangan keseluruhan

D. MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL.

Sistim Instalasi Listrik

A. Lingkup Pekerjaan
Seluruh pekerjaan listrik dalam proyek ini meliputi :
1. Pengadaan dan pemasangan lampu penerangan hanya di dalam bangunan, termasuk perkawatan, titik
nyala, armature sampai ke panel-panel penerangan.
2. Pengadaan dan pemasangan stop kontak termasuk perkawatannya sampai ke panel-panel.
3. Pengujian dan pengesahan seluruh instansi listrik
.

B. Gambar-gambar Kerja

Setelah daftar bahan dan penyesuaian dengan keadaan lapangan/lokasi pemakaian disetujui oleh Direksi
Pengawas, Kontraktor masih harus menyerahkan gambar-gambar kerja untuk mendapatkan persetujuan Direksi
Pengawas. Dalam gambar kerja ini lebih dijelaskan katalog dari manufacture, dimensi-dimensi, data
performance nama badan usaha yang menyediakan spare parts dan after sales service untuk material-material
tertentu. Dalam gambar kerja ini dengan jelas terlihat dan dijamin bekerjanya alat-alat/peralatan-peralatan di
dalam sistem secara keseluruhan. Bila dirasa perlu adanya perubahan-perubahan atau
penyimpanganpenyimpangan dari sistem yang direncanakan sehubungan dengan daftar bahan yang diajukan
tanpa perubahan fungsi sistem, serta maksud sistem semula/sebenarnya dapatlah diajukan dengan memberi
alasan-alasan yang tepat. Perubahan di atas haruslah mendapat persetujuan dari Konsultan Perencana dan
tidak membawa akibat tambahan biaya.

C. Ketentuan yang ditaati


Segala sesuatu masalah pekerjaan ini selalu berlaku hal-hal sebagai berikut ini:
- Spesifikasi Teknik dan Gambar Rencana
- Gambar Kerja
- Peraturan-peraturan Umum yang berlaku untuk pekerjaan ini.

D. Peralatan yang disebut dengan merk dan penggantinya.


Bahan-bahan, perlengkapan, peralatan, fixture dan lain-lain yang disebutkan serta dipersyaratkan ini, Kontraktor
wajib/harus menyediakan sesuai dengan peralatan yang disebut dalam gambar rencana dan spesifikasi teknis.

RKS INTERIOR PKTRANS 19


Interior PKTRANS KALIBATA

E. Perlindungan Pemilik
Atas penggunaan bahan, material, sistem, sertifikat lisensi oleh Kontraktor, proyek dijamin dan dibebaskan dari
segala klaim ataupun tuntutan yuridis lainnya oleh pihak lain.

F. Garansi
Semua pekerjaan, bahan dan perlengkapan harus digaransikan, semua perlengkapan bahan dan pekerjaan
yang tidak baik harus secepatnya diganti serta diperbaiki oleh Kontraktor tanpa biaya tambahan.

G. Pemasangan kabel dan penghantar


- Kabel yang tertanam dalam dinding, baik kabel penerangan dan kabel untuk Stop Kontak harus dimasukkan
ke dalam pipa Conduit, sesuai dengan standard PUIL pasal 730 & 743 A8.
- Semua kabel harus dipasang lurus atau sejajar dan jari-jari lengkungan tidak boleh kurang dari syarat-
syarat PUIL pasal 730.
- Kabel-kabel tenaga harus diklem dengan klem khusus atau dilindungi dengan besi siku yang dicat anti
karat.

H. Penyambungan kabel penerangan NYM


- Semua penyambungan kabel harus dilakukan dalam kotak-kotak penyambungan yang khusus untuk itu.
Kontraktor harus memberikan brosur-brosur mengenai cara-cara penyambungan yang dinyatakan oleh
pabrik.
- Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau nama-namanya masing-masing, dan harus
diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan.
- Tidak diperkenankan adanya penyambungan kabel di dalam beton.
- Semua sambungan-sambungan kabel harus ditutup dengan las doop 3 meter.

I. Panel Board Semua panel/kabinet harus dibuat dari pelat baja yang mempunyai ketebalan 2 mm, dan dicat anti
karat dan diberi cat finish yang rata dengaan sistem bakar. Panel board harus mempunyai ukuran seperti
dipersyaratkan, yang besarnya menurut kebutuhan, sehingga untuk jumlah dan ukuran kabel yang dipakai tidak
penuh sesak. Frame/rangka panel harus ditanahkan/di-grounding-kan dan lengkap dengan bracket untuk dapat
ditutup rapat-rapat. Pada kabinet harus ada cara yang baik untuk memasang, mendukung dan menyetel Panel
Board secukupnya.

J. Pemasangan lampu-lampu
- Sistem fixture penerangan dan perlengkapan harus dipasang dengan cara yang disetujui oleh Direksi
Pengawas Harus disediakan “Strap”, “Support”, penggantung bahan-bahan lain yang perlu untuk
pemasangan yang baik seperti dipersyaratkan dalam gambar rencana. Body lampu harus mendapat
pentanahan.
- Pada waktu diselesaikannya pemasangan fixture-fixture penerangan dan outlets (receptacle), harus bebas
cacat dan baik. Bagian-bagian yang rusak harus diganti oleh Kontraktor tanpa biaya tambahan.
- Merk lampu dan komponen-komponen lampu Fluorescent/Tube Lamp.

a) Ballast : Dipakai high power factor, yaitu yang mempunyai power factor sebesar 0,90 – 0,95 dengan low
loss power. Atau dapat dipakai type ballast low power factor, yang mempunyai power factor lebih kurang
0,50, tetapi harus ditambah condensator sehingga mempunyai power factor 0,90 – 0,95.
b) Condensator : Disesuaikan dengan daya lampu dan power factor yang ditentukan butir 1. diatas. Merk :
Philips
Jenis : Tabung
c) Kabel yang digunakan
- Kabel yang digunakan adalah
RKS INTERIOR PKTRANS 20
Interior PKTRANS KALIBATA

Merk : Kabelmetal, Kabelindo, Tranka atau IKI.


Jenis dan ukuran kabel sesuai dengan gambar rencana.
- Di dalam kabel feeder tidak diperkenankan adanya sambungansambungan kabel.
- Kabel yang digunakan untuk tegangan rendah adalah dari jenis NYM, NYY, NYF Gby dengan tegangan
kerja minimum 0,6 – 1 KV (Kilo Volt).
- Warna Kabel : Semua penyambungan kabel harus disesuaikan dengan warnawarna yang telah
ditentukan dari peraturan PLN atau PUIL.

d) Pemasangan Stop Kontak dan Saklar


- Pemasangan stop kontak/receptacles, dipasang sesuai gambar dan petunjuk pengawas lapangan.
- Pemasangan saklar, dipasang inbow dengan pipa conduit, tinggi pemasangan dari lantai 1,40 m.
- Merk Saklar : type standard yang dicantumkan pada gambar.
- Grounding Terminal : Setiap kontak yang harus dipasang “fixture” penerangan atau “receptable” harus
diberi “grounding terminal”. Pada “grounding terminal” tersebut harus dihubungkan “grounding
terminal”.

- Panel Distribusi Cabang


Panel distribusi cabang adalah panel sesudah panel distribusi utama, yang terletak pada masing-
masing lantai dan bangunan.
Material Panel Board :
a. Rangka : Besi Profil 50 mm x 50 mm
b. Cover : Besi Pelat 2 mm
c. Module : disesuaikan isi panel
d. Tinggi maksimum dari lantai 160 cm (dari lantai kerja)
e. Pemasangan harus kuat, tidak boleh ada yang bergetar.
f. Dilengkapi dengan kunci pada penutupnya dan pilot lamp.
g. Kualitas panel ex lokal
h. Merk Acuan : Merlin Gerin, Siemens, Industira, Guna Elektro.

e) Perlengkapan
- Accessories
- Bar-bar dengan arus kontinyu sesuai dengan gambar rencana.
- Terminal-terminal kabel yang dipergunakan adalah bahan tembaga jenis press (pemasangan dipress).
- Circuit Breaker
- Rating harus disesuaikan sebagai berikut :
a. MCB, kutub tunggal IC 2,5 KA
b. MCB, kutub tiga IC 9 KA
c. NFB, kutub tiga IC 85 KA

f) Pengujian dan Penerimaan Jika semua peralatan yang sesuai dengan spesifikasi ini sudah dikirim dan
dipasang, dan telah memenuhi ketentuan-ketentuan pengetesaan dengan baik, kontraktor harus
melaksanakan pengujian secara keseluruhan dari peralatan-peralatan yang terpasang.

g) Koordinasi Pekerjaan Untuk kelancaran pekerjaan maka setiap Kontraktor harus mengkoordinir atau
menyesuaikan pelaksanaan pekerjaan dengan Kontraktor lainnya atas petunjuk pengawas.

h) Material Semua material yang akan digunakan harus dalam keadaan baru dan dalam kondisi yang baik.
Material atau peralatan lain yang disebut dengan nama pabrik dalam spesifikasi maka Kontraktor harus
menyediakan material atau peralatan tersebut sesuai dengan nama yang dimaksud.

RKS INTERIOR PKTRANS 21


Interior PKTRANS KALIBATA

i) Manual Manual mengenai operasi dan pemeliharaan, mengenai perlengkapanperlengkapan harus


disampaikan pada pengawas dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sebelum dimulai operasi. Manual ini harus
lengkap dengan petunjuk-petunjuk yang mendetail untuk pemeliharaan dan operasi dari perlengkapan-
perlengkapan serta sistem-sistem, dan harus lengkap meliputi informasi yang perlu untuk jangka panjang,
pembongkaran dan pemasangan kembali dari unit-unit yang lengkap dan komponen sub assamble. Manual
ini harus menjelaskan model yang tepat, style dan ukuran dari perlengkapan, sistem yang dipakai.
Manual yang menjelaskan perlengkapan yang serupa, tapi dari mode style dan ukuran yang lain tidak akan
diterima. Manual ini harus diserahkan dalam 4 (empat) rangkap.

RKS INTERIOR PKTRANS 22