Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

METODE PENGAMATAN LAGRANGE

KELOMPOK : 9

NAMA : I Kade Alfian Kusuma Wirayuda


NIM : 1613511025
DOSEN : I Gede Hendrawan,S.Si.,M.Si.,Ph.D
I Wayan Gede Astawa Karang,S.Si.,M.Si.,Ph.D
Dr.Eng. I Dewa Nyoman Nurweda Putra,S.Si.,M.Si
ASISTEN DOSEN : I Putu Oka Saduarsa

PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2016
I. Tujuan
Adapun tujuan pada praktikum fisika dasar kali ini yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui kecepatan arus
2. Untuk mengetahui perbandingan kecepatan arus dalam selang waktu tertentu

II. DasarTeori
Arus merupakan gerakan horizontal atau vertikal dari suatu massa air sehingga massa air
tersebut mencapai kestabilan. Gerakan tersebut merupakan resultan dari beberapa gaya yang
bekerja dan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Terdapat dua gaya yang berperan dalam
arus yaitu: gaya primer dan gaya sekunder. Gaya primer berperan dalam menggerakkan arus dan
menentukan kecepatannya. Gaya primer ini terdiri dari gravitasi, gesekan angin (wind stress),
gaya dorong ke atas dan ke bawah (bouyancy), serta tekanan atmosfir. Gaya sekunder
mempengaruhi arah gerakan dan kondisi aliran arus. Gaya sekunder meliputi gaya Coriolis dan
gesekan lapisan air laut itu sendiri ,arus merupakan gerakan horizontal atau vertikal dari suatu
massa air sehingga massa air tersebut mencapai kestabilan. Gerakan tersebut merupakan resultan
dari beberapa gaya yang bekerja dan beberapa faktor yang mempengaruhinya. Terdapat dua gaya
yang berperan dalam arus yaitu: gaya primer dan gaya sekunder. Gaya primer berperan dalam
menggerakkan arus dan menentukan kecepatannya. Gaya primer ini terdiri dari gravitasi,
gesekan angin (wind stress), gaya dorong ke atas dan ke bawah (bouyancy), serta tekanan
atmosfir. Gaya sekunder mempengaruhi arah gerakan dan kondisi aliran arus. Gaya sekunder
meliputi gaya Coriolis dan gesekan lapisan air laut itu sendiri (Pond and Pickard, 1983)
Fungsi arus dalam perairan diantaranya ialah: untuk keperluan perencanaan analisis
dampak lingkungan di suatu perairan yang membutuhkan data tentang pola arus; untuk
perencanaan struktur pantai atau pelabuhan agar proses pengerjaannya efisien dan efektif serta
menghasilkan daya tahan yang tinggi; untuk studi rute pelayaran; untuk keperluan wisata laut;
serta menjelaskan proses sedimentasi, erosi pantai, sebaran organisme dan pola penyebaran
limbah pencemar. ( Supangat, Agus.2000 )
Secara umum arus dapat diklasifikasikan menjadi:
1. Arus Ekman
Arus Ekman merupakan arus yang disebabkan oleh gesekan angin (wind friction).
Umumnya permukaan air yang langsung bersentuhan dengan angin akan menimbulkan arus di
lapisan permukaan dengan kecepatan arus + 2% dari kecepatan angin itu sendiri. Arah arus yang
ditimbulkan tidak searah dengan pergerakan angin karena adanya gaya coriolis yang ditimbulkan
oleh rotasi bumi. Arus akan dibelokkan ke kanan pada Belahan Bumi Utara
(BBU) dan dibelokkan ke kiri pada Belahan Bumi Selatan (BBS). Gaya gesekan molekul dari
massa air membuat lapisan dalam dibelokkan oleh lapisan atasnya sampai pada kedalaman
tertentu dimana gaya gesekan molekul ini tidak berpengaruh lagi. Fenomena pembelokan arus ini
dikenal dengan Spiral Ekman tekanan udara di atas permukaan bumi bervariasi tergantung
dengan lamanya penyinaran matahari sebagai faktor utama penentu besarnya nilai radiasi
matahari. Perbedaan tekanan inilah yang mengakibatkan pergerakan udara atau angin. Jika angin
ini berhembus di atas permukaan air hingga terjadi pertukaran energi. Energi yang dipertukarkan
inilah yang mengakibatkan bergeraknya massa air yang ada di permukaan laut. (Brown et al.,
1989).
2. Arus Geostrofik
Arus geostrofik merupakan arus yang terjadi akibat adanya keseimbangan geostrofik.
Kondisi keseimbangan geostrofik ini terjadi jika gaya gradien tekanan horizontal yang bekerja
pada massa air yang bergerak dan diseimbangkan oleh gaya coriolis. Arus geostrofik merupakan
hasil kesetimbangan antara gaya gravitasi dan gaya coriolis. Efek gravitasi dikontrol oleh
kemiringan permukaan air laut, sedangkan densitas dikontrol oleh perbedaan suhu dan salinitas
horizontal Arus geostrofik ini tidak dipengaruhi oleh pergerakan angin (gesekan antara air dan
udara) sehingga Pond dan Pickard memasukkannya kedalam golongan arus tanpa gesekan
(current without friction). (Brown et al., 1989).
3. Arus Thermohalin
Merupakan arus yang disebabkan perbedaan densitas air laut. Di bawah lapisan
pycnocline, air bergerak disepanjang dasar lautan sebagai arus yang lembam (slugish current).
Sirkulasi laut dalam ini benar-benar terisolasi dari arus permukaan oleh lapisan pycnocline
sehinga pergerakannya hanya dipengaruhi oleh adanya perbedaan densitas air laut atau dengan
kata lain dikontrol oleh variabilitas suhu dan salinitas. Sirkulasi laut dalam ini disebut sebagai
arus thermohalin (Thermohalin Current). Arus thermohalin bergerak ke utara-selatan yang dari
samudera atlantik menuju samudera antartika.
4. Arus Inersia
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa angin berhembus menyebabkan timbulnya
arus (wind driven current). Momentum yang ditimbulkan akibat dorongan angin ini tidak akan
berhenti begitiu saja sehingga ketika angin berhenti berhembus gerakan air atau arus akan terus
berlanjut sebagai konsekuensi dari gaya momentum pada massa air . Gerakan air atau arus, gaya
gesekan kecil (diasumsikan nol) dan gaya yang masih bekerja tinggal gaya coriolis , yang
menyerupai kurva (curved motion) yang disebut dengan arus inersia (inersia current). Jika gaya
coriolis hanya bekerja pada arah horizontal maka gerakan air yang terjadi (arus inersia) di sekitar
garis lintang akan membentuk lingkaran (circular) .Arah rotasi atau perputaran pada lingkaran
inersia adalah searah putaran jarum jam di belahan bumi bagian selatan (Brown et al., 1989).
5. Arus Pasang Surut (pasut)
Merupakan arus yang disebabkan adanya gaya pembangkit pasut. Arus pasut merupakan
pergerakan air laut secara horizontal yang dihubungkan dengan naik turunnya permukaan laut
secara periodik. Pasang surut laut merupakan hasil dari gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal.
Efek sentrifugal adalah dorongan ke arah luar pusat rotasi. Gravitasi bervariasi secara langsung
dengan massa tetapi berbanding terbalik terhadap jarak. Meskipun ukuran bulan lebih kecil dari
matahari, gaya tarik gravitasi bulan dua kali lebih besar daripada gaya tarik matahari dalam
membangkitkan pasang surut laut karena jarak bulan lebih dekat daripada jarak matahari ke
bumi. Gaya tarik gravitasi menarik air laut ke arah bulan dan matahari dan menghasilkan dua
tonjolan (bulge) pasang surut gravitasional di laut. Lintang dari tonjolan pasang surut ditentukan
oleh deklinasi, sudut antara sumbu rotasi bumi dan bidang orbital bulan dan matahari. Terdapat
tiga tipe dasar pasang surut yang didasarkan pada periode dan keteraturannya, yaitu pasang surut
harian (diurnal), tengah harian (semi diurnal) dan campuran (mixed tides). Dalam sebulan,
variasi harian dari rentang pasang surut berubah secara sistematis terhadap siklus bulan. Rentang
pasang surut juga bergantung pada bentuk perairan dan konfigurasi lantai samudera. (Brown et
al., 1989).
Pengukuran arus secara insitu terdiri dari metode pengukuran pada titik tetap (Euler) dan
metode Lagrangian, yaitu dengan benda hanyut (drifter) kemudian mengikuti gerakan aliran
massa air laut. Alat yang digunakan untuk pengukuran arus dengan metode Euler dinamakan
Current Meter dimana alat ini digunakan untuk pengukuran kecepatan dan arah arus laut. Cara
kerja alat ini adalah bagian alat yang memiliki baling-baling diturunkan ke dalam perairan,
selanjutnya gerakan arus laut akan menyebabkan baling-baling bergerak berputar dan jumlah
putaran persatuan waktu memiliki hubungan linear dengan kecepatan arus. Gerakan arus akan
menyesuaikan posisi alat dengan arah arus tersebut, kecepatan dan arah arus yang terukur
ditransmisikan melalui kabel ke perangkat tampilan di atas kapal sehingga kecepatan dan arah
arus dapat dilihat melalui recorder baik analog maupun digital. (Brown et al., 1989).

III. Alat dan Bahan


3.1 Alat
Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
NO Alat Jumlah Kegunaan
1. Alat tulis seperlunya Untuk mencatat hasil percobaan
2. Stopwatch 1 buah Untuk menghitung waktu

3.2 Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut :
No Bahan Jumlah Kegunaan
1. Triplek 4 lembar (60x45 Untuk dirakit menjadi drifter
cm) buoy
2. Kayu reng 1 buah (30cm) Untuk dirakit menjadi drifter
buoy
3. Botol air mineral 1 liter 2 buah Sebagai pelampung
4. Batu 1 buah Sebagai pemberat
5. Tali 10 meter Sebagai pengukur

IV. ProsedurKerja
1. Dirakit triplek, kayu reng, botol air mineral, dan batu, menjadi drifter buoy
(lagrange).
2. Dipasang tali pada drifter buoy yang telah dirakit.
3. Dipasang pemberat pada drifter buoy agar tenggelam.
4. Dilakukan percobaan sebanyak 10 kali dan diulangi sebanyak tiga kali dengan selang
waktu 30 menit
5. Dicatat waktu tempuh drifter buoy hingga jarak 10 meter.
V. Data Pengamatan
5.1 Data hasil percobaan
Percobaan I
No. Panjang Tali Waktu tempuh Waktu tempuh
(m) (menit) (detik)
1. 10 2 menit 40 detik 160
2. 10 2 menit 28 detik 148
3. 10 2 menit 57 detik 177
4. 10 3 menit 4 detik 184
5. 10 2 menit 46 menit 166
6. 10 3 menit 8 detik 188
7. 10 2 menit 58 detik 178
8. 10 2 menit 49 detik 169
9. 10 3 menit 19 detik 199
10. 10 3 menit 21 detik 201

Percobaan II
No. Panjang Tali Waktu tempuh Waktu tempuh
(m) (menit) (detik)
1. 10 2 menit 10 detik 130
2. 10 3 menit 14 detik 194
3. 10 3 menit 1 detik 181
4. 10 3 menit 3 detik 183
5. 10 3 menit 1 detik 181
6. 10 3 menit 5 detik 185
7. 10 2 menit 59 detik 179
8. 10 3 menit 10 detik 190
9. 10 3 menit 14 detik 194
10. 10 3 menit 8 detik 188
Percobaan III
No. Panjang Tali Waktu tempuh Waktu tempuh
(m) (menit) (detik)
1. 10 3 menit 51 detik 231
2. 10 3 menit 49 detik 229
3. 10 3 menit 48 detik 228
4. 10 3 menit 52 detik 232
5. 10 3 menit 37 detik 217
6. 10 3 menit 12 detik 192
7. 10 3 menit 44 detik 224
8. 10 3 menit 40 detik 220
9. 10 3 menit 52 detik 232
10. 10 3 menit 51 detik 231

VI. Analisa Data


6.1 Perhitungan
Percobaan I
No. Panjang Tali Waktu tempuh 𝒔
𝒗=
(m) (detik) 𝒕

1. 10 160 0,0625
2. 10 148 0,0676
3. 10 177 0,0565
4. 10 184 0,0543
5. 10 166 0,0602
6. 10 188 0,0532
7. 10 178 0,0562
8. 10 169 0,0592
9. 10 199 0,0503
10. 10 201 0,0498
Rata-rata 177 0,0570
Percobaan II
No. Panjang Tali Waktu tempuh 𝒔
𝒗=
(m) (detik) 𝒕
1. 10 130 0,0769
2. 10 194 0,0515
3. 10 181 0,0552
4. 10 183 0,0546
5. 10 181 0,0552
6. 10 185 0,0541
7. 10 179 0,0559
8. 10 190 0,0526
9. 10 194 0,0515
10. 10 188 0,0532
Rata-rata 180,5 0,0561

Percobaan III
No. Panjang Tali Waktu tempuh 𝒔
𝒗=
(m) (detik) 𝒕
1. 10 231 0,0433
2. 10 229 0,0437
3. 10 228 0,0439
4. 10 232 0,0431
5. 10 217 0,0461
6. 10 192 0,0521
7. 10 224 0,0446
8. 10 220 0,0455
9. 10 232 0,0431
10. 10 231 0,0433
Rata-rata 223,6 0,0449
6.2. Ralat Nisbi
Percobaan I

Σ (𝑋𝑖 − 𝑋̅)2
Δ𝑋 = √
𝑛

n =10
̅
X = 0,0570
(Xi − ̅
X)= (0,0625 – 0,0570) + ( 0,0676 – 0,0570 ) + ( 0,0565 – 0,0570 ) + ( 0,0543 –
0,0570 ) + (0,0602 – 0,0570 ) + (0,0532 – 0,0570 ) + (0,0562 – 0,0570) +
(0,0592 – 0,0570 ) + (0,0503 – 0,0570) + ( 0,0498 – 0,0570 )
(Xi − ̅
X)= 0,0055 +0,0106 -0,0005 -0,0027 + 0,0032-0,0038-0,0008-0,0022 + 0,0067 –
0,0072
̅) 2= 0,00003025+ 0,00011167 + 0,00000025+ 0,00000703 + 0,00001050 +
(Xi − X
0,00001450 + 0,00000067 + 0,00000472 + 0,00004555 + 0,00005254
∑(Xi − ̅
X)2 = 0,00024745

0,00024745
Δx = √ 10

= 0,0050
Δx 0,0050
RalatNisbi: ̅
x 100% = 0,0570 x 100% = 8,7719%
X

PersentaseKebenaran: 100% - 8,7719% = 91,2281%

Percobaan II

Σ (𝑋𝑖 − 𝑋̅)2
Δ𝑋 = √
𝑛

n =10
̅ = 0,0561
X
(Xi − ̅
X)= (0,0769-0,0561) + (0,0515-0,0561) + (0,0552-0,0561) + (0,0546-0,0561) + (0,0552-
0,0561) + (0,0541-0,0561) + (0,0559-0,0561) + (0,0526-0,0561) + (0,0515-0,0561) +
(0,0532-0,0561)
̅)= 0,0208 – 0,0046 – 0,0009 – 0,0015 – 0,0046 – 0,002 – 0,0002 – 0,0035 –
(Xi − X
0,0046 – 0,0029
(Xi − ̅
X)2 = 0,00043264 + 0,00002116 + 0,00000081 + 0,00000225 + 0,00002116 +
0,000004 + 0,00000004 + 0,00001225 + 0,00002116 + 0,00000841
̅)2
∑(Xi − X = 0,0005239

0,0005239
Δx = √ 10

= 0,0072
Δx 0,0072
Ralat Nisbi: ̅
x 100% = 0,0561 x 100% = 12,8342%
X

Persentase Kebenaran: 100% - 12,8342% = 87,1658%

Percobaan III

Σ (𝑋𝑖 − 𝑋̅)2
Δ𝑋 = √
𝑛

n =10
̅
X = 0,0449
(Xi − ̅
X)= (0,0433-0,0449) + (0,0437-0,0449) + (0,0439-0,0449) + (0,0431-0,0449) + (0,0461-
0,0449) + (0,0521-0,0449) + (0,0446-0,0449) + (0,0455-0,0449) + (0,0431-0,0449) +
(0,0433-0,0449)
(Xi − ̅
X)= - 0,0016 – 0,0012 – 0,001 – 0,0018 + 0,0012 + 0,0072 – 0,0003 + 0,0049 –
0,0018 – 0,0016
̅)2
(Xi − X = 0,00000256 + 0,00000144 + 0,000001 + 0,00000324 + 0,00000144 +
0,00005184 + 0,00000009 + 0,0002401 + 0,00000324 + 0,00000256
∑(Xi − ̅
X)2 = 0,00061502
0,00061502
Δx = √ 10

= 0,0078
Δx 0,0078
Ralat Nisbi: ̅
x 100% = 0,0449 x 100% = 17,4661%
X

Persentase Kebenaran: 100% - 17,4661% = 82,5539%


VII. Pembahasan
Pada praktikum pengukuran arus kali ini digunakan metode lagrange yaitu suatu cara
mengukur arus dengan melepaskan drifter buoy yang diberi pelampung. Alat ini akan mengikuti
arus air laut. Pertama lagrange di masukkan kedalam air dan setelah itu dicatat waktu yang
diperlukan lagrange untuk bergerak sejauh 10 meter. Setelah data dicatat, maka dapat dihitung
kecepatan arus dari setiap percobaan dengan menggunakan rumus :
𝒔
𝒗=
𝒕
Setelah memperoleh kecepatan dari setiap percobaan selanjutnya dapat dihitung
kecepatan rata-ratanya dengan menggunakan rumus :

̅ = 𝒗𝟏 + 𝒗𝟐 + 𝒗𝟑 + ….. + 𝒗𝒏
𝒗

n
Selanjutnya dihitung ralat nisbinya untung mengetahui presentase keaukratannya
.kecepatan arus sendiri berbeda, dapat disebabkan oleh tiupan angin, perbedaan dalam densitas
laut, maupun oleh gerakan bergelombang panjang.

Adapun kecepatan rata rata arus yang di dapat dalam praktikum di pantai Kedonganan
adalah sebagai berikut:
a. Pada percobaan I pukul 10.00 Wita mendapatkan kecepatan rata-rata arus sebesar
0,0570 m/s
b. Pada percobaan II pukul 11.30 Wita mendapatkan kecepatan rata-rata arus sebesar
0,0561 m/s
c. Pada percobaan III pukul 13.00 Wita mendapatkan kecepatan rata-rata arus
sebesar 0,0449 m/s
VIII. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum mengenai metode pengamatan lagrange diperoleh kesimpulan
sebagai berikut :
1. Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan di pantai kedonganan selama selang waktu
30 menit, dan tiap tiap jamnya dilakukan 10 kali percobaan. Kecepatan rata-rata arus di
pantai kedonganan yang di peroleh sebagai berikut :
d. Pada jam 10.00 WITA diperoleh kecepatan arus rata-rata sebesar 0,0570 m/s
a. Pada jam 11.30 WITA diperoleh kecapatan arus rata-rata sebesar 0,0561 m/s
b. Pada jam 13.00 WITA diperoleh kecapatan arus rata-rata sebesar 0,0449 m/s

2. Dari percobaan yang dilakukan, perbandingan kecepatan arus rata-rata pada percobaan I,
percobaan II, dan percobaan III yaitu semakin sore percobaan yang dilakukan,
kecepatan rata-rata arusnya semakin lambat.
DAFTAR PUSTAKA

Brown et,al.1989.Ocean Circulation.Open University Course Team. Pergamon Press. Oxford.


Pond and Pickard,1983.Introductory dynamical Oceanography. Second edition. Pergamon Press.
New York.
Supangat, Agus.2000 Pengantar Oseanografi, ITB : Bandung
LAMPIRAN

Gambar persiapan praktikum

Gambar Drifter Buoy