Anda di halaman 1dari 7

PRAKTIK PENGAUDITAN

PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF SIKLUS AKUISISI DAN


PEMBAYARAN
" PT XL AXIATA Tbk"

Dosen Pengampu : Yennisa, M. Sc., Ak., CA., CTA

Disusun Oleh :
Setyanta Purnama 15133100006
Sugeng Supriyanto 15133100101

UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

FAKULTAS EKONOMI

PRODI AKUNTANSI

2018
PENGUJIAN SUBSTANTIF SIKLUS AKUISISI DAN PEMBAYARAN
PT. XL AXIATA, Tbk

A. PERSEDIAAN
Persediaan, yang terutama terdiri dari voucher dan kartu SIM, dinilai
berdasarkan nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai bersih
yang dapat direalisasi. Harga perolehan dihitung berdasarkan metode rata-rata
tertimbang.
Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan ditentukan berdasarkan estimasi
penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
1. Prosedur Audit Awal

a. Usut saldo sediaan yang tercantum di neraca ke saldo akun sediaan yang
bersangkutan dalam buku besar
b. Hitung kembali saldo akun sediaan di buku besar
c. Usut saldo awal akun sediaan ke kertas kerja tahun yang lalu
d. Usut posting pendebitan dan pengkreditan akun sediaan ke jurnal yang
bersangkutan
e. Lakukan rekonsiliasi buku pembantu sediaan dengan akun control
sediaan di buku besar

2. Test of Detail Balance


a. Melakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan dengan
cara :
 Memeriksa instruksi tertulis mengenai penghitungan fisik sediaan
 Melakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan yang
dilakukan oleh klien
Tujuan dilakukannya pengamatan tersebut adalah :
 Untuk menguji efektifitas pengendalian intern terhadap sediaan
 Untuk menguji kewajaran infromasi sediaan yang dicantumkan di
neraca

b. Mengirimkan surat konfirmasi sediaan yang disimpan di gudang pihak


luar
c. Lakukan pengujian terhadap penilaian sediaan yang dimaksudkan
untukmenilai kewajaran penentuan nilai pasar dan kos sediaan pada
tanggal neraca.

d. Verifikasi terhadap Penyajian dan Pengungkapan


Berdasarkan Prinsip Akuntansi Berterima Umum, auditor melakukan
verifikasi penyajian sediaan di neraca dengan cara :
 Memeriksa klasifikasi sediaan di neraca
 Memeriksa pengungkapan yang bersangkutan dengan sediaan
 Melakukan analytical review terhadap sediaan

B. HUTANG USAHA
Hutang usaha adalah bagia dari kewajiban lancer yang berasal dari operasional
perusahaan. Hutang usaha merupakan hutang kepada seseorang atau
perusahaan atas barang dan jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
Hutang usaha berkaitan dengan pembelian barang atau jasa secara kredit.
1. Prosedur Audit Awal

a. Usut saldo utang jangka Panjang yang tercantum didalam neraca ken
saldo akun
b. Hitung kembali saldo akun utang jangka Panjang didalam buku besar
c. Lakukan review terhadap mutase luar biasa dalam jumlah dan sumber
posting dalam akun jangka Panjang
d. Usut saldo awal akun hutang jangka Panjang ke kertas kerja tahun lalu
e. Usut posting pendebiutan dan pengkreditan akun utang jangka Panjang
kedalam jurnal yang bersangkutan

2. Prosedur analitik
Rasio hutang PT XL Axiata, Tbk

Kemampuan membayar hutang Perseroan dipengaruhi oleh tingkat


kedalaman likuiditas. Untuk itu, Perseroan berupaya untuk mengelola
sumber-sumber likuiditas yang meliputi kas yang diperoleh dari kegiatan
operasional, serta pinjaman jangka pendek dan jangka panjang, baik yang
berasal dari perbankan, pasar modal, maupun pemegang saham.
Untuk menjaga sumber kas dari kegiatan operasional, Perseroan
berupaya mengelola kualitas aset lancar, terutama piutang usaha dalam
kondisi baik. Sementara untuk menjaga sumber likuiditas dari pinjaman
bank maupun pemegang saham, Perseroan senantiasa menjaga kepercayaan
dengan selalu memenuhi kewajiban jatuh tempo tepat waktu dan menjaga
rasio utang berada pada ketentuan term pinjaman yang ditetapkan.
Pada 2017, Perseroan memiliki fasilitas pinjaman dari perbankan.
Perseroan mempertahankan rasio utang terhadap EBITDA tidak melebihi
4,5. Hal itu untuk menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan dalam
membayar utang sangat baik.

3. Test of Detail Balance


a. Keberadaan dan Keterjadian
Mengirimkan surat konfirmasi utang usaha kepada pihak terkait untuk
memastikan keberadaan saldo utang usaha yang disajikan dalam
neraca.
b. Kelengkapan
 Melakukan sampling terhadap transaksi akun utang usaha untuk
memastikan bahwa terdapat dokumen yang mendukung
timbulnya transaksi tersebut.
 Melakukan pemeriksaan terhadap pengurangan akun utang usaha
ke dokumen pendukung (bukti kas keluar).
c. Kewajiban
Entitas klien memiliki kewajiban untuk membayar utang usahanya
sejumlah yang tersaji dalam neraca.
d. Penyajian dan Pengungkapan
Melakukan penelusuran terhadap perincian akun utang usaha untuk
memastikan akun utang usaha telah diklasifikasikan, disajikan dan
diungkapkan sesuai dengan PSAK.

C. AKUISISI
Pada tanggal 19 Maret 2014, Perseroan mengakuisisi AXIS dari Saudi Telecom
Company (“STC”) dan Teleglobal Investment B.V (“Teleglobal”). Perseroan
mencatat akuisisi AXIS dengan menerapkan metode akuisisi. Goodwill dan aset
takberwujud tertentu lainnya diakui pada saat tanggal akuisisi (lihat Catatan 9
dan 38).

Selanjutnya, Perseroan dan AXIS melakukan penggabungan usaha, efektif pada


tanggal 8 April 2014. Pada tanggal efektif penggabungan usaha tersebut,
seluruh aset dan liabilitas AXIS beralih kepada Perseroan dan entitas hukum
AXIS berakhir karena hukum. Penggabungan usaha ini telah disetujui oleh
Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia.
Sehubungan dengan penggabungan usaha ini, Perseroan telah mendapatkan
persetujuan dari Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) untuk menggunakan
pendekatan nilai buku pajak. Persetujuan tersebut mensyaratkan adanya
pemeriksaan pajak. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan ini,
pemeriksaan pajak masih berjalan (lihat Catatan 38).

1. Test of Detail Balance


a. Keberadaan dan Keterjadian
 Memastikan akuisisi yang disajikan di laporan keuangan telah
sesuai dengan surat perjanjian atas akuisisi dan benar terjadi
 Mengirimkan surat konfirmasi kepada pihak ketiga (entitas anak)
untuk memastikan bahwa klien telah mengakuisisi entitas
tersebut.
b. Kelengkapan
Memastikan kelengkapan dokumen pendukung transaksi akuisisi
dengan melakukan penelusuran terhadap dokumen yang disediakan
oleh klien.
c. Hak dan Kewajiban
 Memastikan bahwa klien mendapatkan imbal bersih dari
transaksi restrukturisasi dengan melakukan penelusuran pada
saldo buku besar.
 Klien berkewajiban untuk menghadiri RUPS yang diadakan oleh
entitas anak.
d. Penyajian dan pengungkapan
Melakukan penelusuran terhadap perincian akun utang usaha untuk
memastikan bahwa pengakuan dan pengungkappan akuisisi telah
sesuai dengan PSAK.