Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

KREPITASI + DEFORMITAS

FASILITATOR :
Okky Rachmad Ngakili, S.Kep., Ns, M.Kep

PROGAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
SURABAYA
2017-2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN
KREPITASI + DEFORMITAS

NAMA KELOMPOK :
1. Dwi Rizky Putri W.H (151.0011)

2. Mahkda Anjani P. (151.0030)

3. Qiftia Fatmatuz Z (151.0042)

4. Ratnasari Hardiyanti (151.0044)

5. Ririn Prastia Agustin (151.0045)

6. Riska Utama (151.0047)

PROGAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH
SURABAYA
2017-2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang karena anugrah dari-Nya kami
dapat menyelesaikan Satuan Acara Penyuluhan tentang “Krepitasi +
Deformitas”. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada
junjungan besar kita, yaitu Nabi Muhammad SAW yang telah menunjukkan
kepada kita jalan yang lurus berupa ajaran agama Islam yang sempurna dan
menjadi anugerah serta rahmat bagi seluruh alam semesta.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan SAP tersebut yang
menjadi tugas mata kuliah Sistem Keperawatan Muskuloskeletal. Disamping itu,
kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
kami selama pembuatan makalah ini berlangsung sehingga terealisasikanlah
makalah ini.
Demikian dapat kami sampaikan, semoga makalah ini bisa bermanfaat.
Kami mengharapkan Kritik dan Saran yang membangun terhadap makalah ini
agar kedepannya bisa diperbaiki.

Suarabaya, 06 November 2017

Penulis
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Krepitasi + Deformitas


Hari/ Tanggal : 06 November 2017
Waktu : 08.00 – Selesai
Tempat : STIKES HANG TUAH SURABAYA

I. LATAR BELAKANG
Krepitasi merupakan istilah serapan dari bahasa Latin, yakni
crepitus yang berarti gemeretak. Bunyi ini dapat muncul berupa derik
akibat gesekan ujung-ujung tulang patah, juga dari pergerakan sendi.
Selain itu bunyi gelembung-gelembung udara pada emfisem subkutis bila
ditekan juga merupakan Krepitasi.
Deformitas musculoskeletal adalah kelainan dan trauma pada
sistem muskuloskeletal yang bermanifestasi dari bentuk yang abnormal
dari ekstremitas atau batang tubuh.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan dan diskusi
diharapkan pendengar bisa memahami dan mengerti apa itu Krepitasi +
Deformitas.

III. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan peserta mampu :
1. Menjelaskan pengertian Krepitasi + Deformitas.
2. Menjelaskan klasifikasi Krepitasi + Deformitas.
3. Menjelaskan etiologi Krepitasi + Deformitas.
4. Menjelaskan macam-macam deformitas
5. Menjelaskan cara penanganan Krepitasi + Deformitas.
IV. MATERI
Krepitasi + Deformitas.
V. SASARAN
Untuk memberi informasi pada mahasiswa mahasiswi mengenai penyakit
Krepitasi + Deformitas.

VI. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

VII. MEDIA
1. Power Point
2. Leaflet

VIII. EVALUASI
a. Evaluasi Struktur
1. Penyuluhan dilaksanakan pada jam 08.00 WIB - selesai
2. Penyuluhan dihadiri oleh seluruh mahasiswa mahasiswi STIKES
HANG TUAH SURABAYA
b. Evaluasi Proses
1. Seluruh mahasiswa mahasiswi Stikes Hang Tuah Surabaya
antusias terhadap penyuluhan
2. Para mahasiswa mahasiswi Stikes Hang Tuah Surabaya tidak ada
yang meninggalkan tempat saat penyuluhan
c. Evaluasi Hasil
1. Dapat menjelaskan pengertian pengertian Krepitasi + Deformitas.
2. Dapat menyebutkan klasifikasi Krepitasi + Deformitas.
3. Dapat menyebutkan etiologi Krepitasi + Deformitas.
4. Dapat menyebutkan macam-macam Krepitasi + Deformitas.
5. Dapat menjelaskan cara penanganan Krepitasi + Deformitas.
IX. KEGIATAN PENYULUHAN

Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Peserta Metode Media


Pendahuluan 5 menit 1. Mengucapkan 1. Menjawab Ceramah
salam. salam.
2. Perkenalan diri. 2. Mendengarkan Ceramah
3. Menjelaskan dan
tujuan kegiatan memperhatikan
penyuluhan. dengan
4. Menjelaskan seksama.
kontrak waktu. 3. Mendengarkan Ceramah
dan
memperhatikan
dengan
seksama.
4. Menyetujui Ceramah
kontrak waktu
yang disepakati.
Penyajian 20 1. Menjelaskan Mendengarkan dan Ceramah Leaflet
menit materi: memperhatikan
a. Menjelaskan dengan seksama
pengertian penjelasan tiap
Krepitasi + subtopik materi.
Deformitas.
b. Menjelaskan
klasifikasi
Krepitasi +
Deformitas.
c. Menjelaskan
etiologi
Krepitasi +
Deformitas.
d. Menjelaskan
macam-
macam
Krepitasi +
Deformitas.
e. Menjelaskan
cara-cara
penanganan
Krepitasi +
Deformitas.
Penutup 5 Menit 1. Memberikan 1. Peserta didik Tanya
kesempatan bertanya. jawab
bertanya kepada
peserta.
2. Menyimpulkan 2. Memperhatikan Ceramah
materi. dengan seksama.
3. Memberikan 3. Menjawab soal
soal post test post test
4. Mengucapkan 4. Menjawab salam
salam dan
penutup.
X. PENGORGANISASIAN
Pembawa acara dan moderator : Dwi Rizky P.W.H
Penyaji : Qiftia Fatmatuz Zuhroh
Mahkda Anjani Putri
Observer : Ririn Prastia Agustin
Fasilitator : Riska Utama
Notulen : Ratnasari Hardiyanti
SETTING TEMPAT

Keterangan :

: Moderator : Operator

: Penyaji : Audiance
MATERI PENYULUHAN KREPITASI + DEFORMITAS

A. Pengertian
Krepitasi merupakan istilah serapan dari bahasa Latin, yakni
crepitus yang berarti gemeretak. Bunyi ini dapat muncul berupa derik
akibat gesekan ujung-ujung tulang patah, juga dari pergerakan sendi.
Selain itu bunyi gelembung-gelembung udara pada emfisem subkutis bila
ditekan juga merupakan Krepitasi.
Deformitas musculoskeletal adalah kelainan dan trauma pada
sistem muskuloskeletal yang bermanifestasi dari bentuk yang abnormal
dari ekstremitas atau batang tubuh.
Deformitas/malformasi bawaan adalah: kelainan atau defek yang
bias terjadi, ketika didalam kandungan dan terlihat pada waktu lahir dan
dapat pula terjadi dalam perkembangan anak di kemudian hari. Kadang
kadang kelainan yang ada tidak terlihat secara fisik, tetapi terdapat
kelainan biokimiawi atau histologik yang dapat berkembang di kemudian
hari.
B. Klasifikasi
1. Deformitas sendi
Macam-macam deformitas sendi
1) Bergesernya sendi
Permukaan sendi dapat bergeser terhadap permukaan lainnya dan
bila hanya sebagian yang bergeser disebut sublukasi dan bila
seluruhnya disebut dislokasi.
2) Mobilitas sendi yang berlebihan ( excessive mobility of the joint )
Kapsul dan ligament sendi meruakan jaringan fibrosa yang
berfungsi mengamankan sendi dari gerakan yang abnormal.
Apabila terdapat kelemahan (laxity) kapsul/ ligament karena suatu
sebab, akan terjadi kecenderungan hpermobilitas sendi.
3) Mobilitas sendi yang berkurang ( restricted mobility of the joint )
Pada keadaan ini terjadi gangguan gerakan sendi karena salah satu
sebab sehingga kemampuan pergerakan sendi kurang dari normal.
2. Deformitas musculoskeletal
Deformitas yang dapat terjadi pada tulang
1) Ketidaksejajaran tulang ( loss of alignment )
Tulang panjang dapat mengalami gangguan dalam kesejajaran (
alignment ) karena terjadi deformitas torsional atau deformitas
angulasi.
2) Abnormalitas panjang tulang ( abnormal length )
Kelainan panjang pada tulang dapat berupa tulang memendek/
menghilang sama sekali atau panjangnya melebihi normal.
3) Pertumbuhan abnormal tulang ( bony outgrowth )
Abnormalitas pertumbuhan tulang dapat terjadi akibat adanya
kelainan pada tulang, misalnya osteoma atau ostekondroma.

C. Etiologi
1) Pertumbuhan abnormal bawaan pada tulang ( Kongenital )
Kelainan bawaan pada tulang dapat berupa aplasia, dysplasia,
duplikasi atau pseudoartrosis.
2) Fraktur
Deformitas juga dapat terjadi akibat kelainan penyembuhan fraktur
berupa mal-union atau non-union. Kelainan lain, yaitu fraktur
patologis yang terjadi karena sebelumnya sudah ada kelainan patologis
pada tulang.
3) Gangguan pertumbuhan lempeng epifisis
Gangguan pertumbuhan lempeng epifisis, baik karena trauma maupun
kelainan bawaan, dapat menyebabkan derfomitas tulang.
4) Pembengkokan abnormal tulang ( bending of abnormally soft bone )
Pada keadaan tertentu, dapat terjadi pembengkokan tulang, misalnya
pada penyakit metabolic tulang yang bersifat umum, rakitis atau
osteomalasia.
5) Pertumbuhan berlebih pada tulang matur ( overgrowth of adult bone )
Pada kelainan yang disebut penyakit Paget ( osteitis deformans ),
terjadi penebalan tulang. Kelainan ini dapat pula terjadi pada
osteokondroma karena terjadi pertumbuhan local.
D. Macam-macam Deformitas dan Krepitasi
DEFORMITAS
1. DEFORMITAS TORSI
a. Torsi femoralis interna
Torsi femoralis interna adalah penyebab jari kaki ke dalam yang
paling sering terjadi pada anak umur 2 tahun atau lebih tua.
Kelainan ini lebih sering terjadi pada anak perempuan daripada
anak laik-laki. Biasanya terjadi karena posisi duduk.
b. Torsi tibia interna
Torsi tibia interna merupakan penyebab jari kaki kedalam yang
paling lazim pada anka sebelum umur 2 tahun dan merupakan
keadaan normal akibat posisi dalam uterus
c. Torsi femur externa
d. Torsi tibia externa
2. Deformitas Angular
a. Genu varum ( kaki Bengkok )
Genu valgum atau kaki berbentuk X dan genu varium atau kaki
berbentuk O sering dijumpai pada anak-anak. Hal ini disebabkan
oleh adanya kekenduran pada ligamen sendi yang merupakan salah
satu manifestasi kekenduran ligamen pada seluruh sendi badan.
3. Deformitas tungkai atas
4. Hipermobilitas sendi
a. Kaki Ceper
Kaki ceper merupakan salah satu kelainan kongenital akibat
kekenduran ligamen termasuk ligamen pada jari-jari tangan dan
kaki.
5. Atrogriposis Multiple Bawaan
a. Polidaktil (tangan bercabang, paling sering pada ibu jari)
b. Sindaktil (pelekatan antara 2 jari menjadi 1,berbentukseperti kaki
bebek dan angsa)
c. Makrodaktil (pada jaari kaki terdapat pembesaran 1 atau lebih)
d. Ektrodaktil (jari seperti capit kepiting)
6. Talipes Kalkaneus Valgus Kongenital
Kelainan kongenital ini ditandai dengan adanya kaki dalam posisi
aduksi dan inversi pada sendi subtalar, midtarsal, dan sendi-sendi tarsal
depan
7. Talipes Ekuinovarus Kongenital
Ditemukan pada bayi baru lahir, biasanya deformitas terjadi pada bulan
ke 7 kehamilan.
KREPITASI
1. krepitasi tulang adalah suara suara yang dihasilkan oleh gesekan-
gesekan dari segmen-segmen tulang
2. krepitasi emfisemasubkutis merupakan tanda adanya emfisema subkutis.
Suaranya seperti krikkrik halus, seperti bunyi meremas biscuit didekat
telinga.
3. krepitasi paru (RBH) merupakan tanda adanya edema paru. Dapat
diperiksa dengan auskultasi dan berbunyi seperti gesekan rambut.
4. krepitasi pada OA atau rasa gemeretak yang timbul pada sendi yang
sakit. Gejala ini umum dijumpai pada pasien OA lutut.

E. Penatalaksanaan
1. Tindakan bedah
2. Menggunakan alat bantu terapi ( sesuai indikasi deformitas,missal:
deformitas dengan kaki berbentuk O dilakukan pemberian brace/
penjepit kaki)
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, Arif. 2008. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Sistem
Muskuloskeletal. Jakarta : EGC.