Anda di halaman 1dari 30

BAB VIII

TEKNIK DAN PROSEDUR KONSOLIDASI

Pendahuluan
Seperti telah dijelaskan dalam bab VII, suatu perusahaan menjadi
perusahaan anak ketika kepemilikan saham berhak suara yang beredar
dimiliki lebih dari 50 persen oleh perusahaan lain (disebut sebagai
perusahaan induk). Tetapi sekali hubungan induk anak terbentuk, pembelian
tambahan saham perusahaan anak bukanlah suatu penggabungan usaha.
Ketika investasi pada saham berhak suara menimbulkan hubungan induk –
anak, entitas pembeli (perusahaan induk) dan entitas yang diperoleh
(perusahaan anak) tetap berfungsi sebagai entitas yang terpisah dan
mempertahankan catatan – catatan akuntansinya pada basis hukum yang
terpisah. Laporan keuangan untuk entitas gabungan disusun dengan
mengkonversikan laporan keuangan perusahaan induk dan perusahaan
anak menjadi laporan keuangan konsolidasi yang merefleksikan posisi
keuangan dan hasil operasi entitas gabungan. Entitas pelaporan yang baru
bertanggungjawab terhadap pelaporan kepada pemegang saham dan
kreditur perusahaan induk dan pihak – pihak lain yang berkepentingan.

Laporan Keuangan Konsolidasi

Penyusunan laporan atau neraca konsolidasi didasarkan atas


suatu pandangan bahwa perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan
anak merupakan suatu kesatuan. Perusahaan induk akan selalu melakukan
penyesuaian terhadap perubahan atau perkembangan yang terjadi dalam
perusahaan anak dalam hal pencatatan Investasi saham pada perusahaan
anak, sehingga rekening Investasi saham senantiasa berubah-ubah,
mengikuti perkembangan yang terjadi pada perusahaan anak.

195
Akuntansi metode ekuitas berdasarkan PSAK No. 4 pada dasarnya
adalah akuntansi akrual untuk investasi ekuitas yang memungkinkan
perusahaan investor menggunakan pengaruh yang signifikan terhadap
perusahaan investi. Fakta bahwa perusahaan induk dan perusahaan anak
merupakan bagian-bagian dari satu kesatuan usaha, seperti halnya
hubungan antara kantor pusat dan cabang-cabangnya. Oleh sebab itu
perubahan-perubahan yang terjadi di dalam hak-hak pemegang saham pada
perusahaan anak harus diakui dan dicatat oleh perusahaan induk, untuk
dapat mengikuti dan melaporkan posisi keuangan dan perkembangan
usahanya secara lengkap.
Secara garis besar hal-hal yang perlu diperhatikan dalam prosedur
pencatatan terhadap investasi saham pada perusahaan anak adalah:
1. Laba Bersih Perusahaan Anak
2. Rugi Bersih Perusahaan Anak
3. Deviden yang dibagikan oleh Perusahaan Anak
Laba bersih akan meningkatkan kekayaan dan laba yang ditahan
dari perusahaan anak sedang rugi usaha sebaliknya mengakibatkan
berkurangnya kekayaan disatu pihak dan laba yang ditahan pihak lain. Oleh
karena itu keuntungan atau kerugian yang terjadi harus diakui dan dicatat
oleh perusahaan induk. Apabila perusahaan anak memeroleh laba maka
perusahaan induk mengakui laba tersebut dengan prosedur pencatatan
sebagai berikut:

Investasi Saham pada Perusahaan Anak xxx


Pendapatan dari Perusahaan Anak xxx
(mencatat laba dari perusahaan anak)

Apabila perusahaan anak menderita kerugian maka perusahaan


induk mengakui kerugian tersebut dengan prosedur pencatatan sebagai
berikut:

196
Kerugian dari Perusahaan Anak xxx
Investasi Saham pada Perusahaan Anak xxx
(mencatat kerugian dari perusahaan anak)

Dengan adanya pembagian deviden maka perubahan yang terjadi


pada perusahaan induk adalah perubahan bentuk dari kekayaan (Aktiva)
yang semula berupa hak atas laba pada perusahaan anak yang tercatat
dalam Investasi pada perusahaan anak ke dalam bentuk aktiva lain (piutang
deviden atau kas). Dividen yang diterima dari perusahaan investi adalah
disinvestasi, dan dividen tersebut dicatat sebagai pengurang rekening
Investasi pada perusahaan anak sebagai berikut:

Piutang Deviden xxx


Investasi pada Perusahaan Anak xxx
(mencatat deviden yang telah diumumkan oleh persh anak)

Kas xxx
Piutang Deviden xxx
(mencatat pembayaran deviden yang telah diumumkan)

Kas xxx
Investasi pada Perusahaan Anak xxx
(mencatat pembayaran deviden secara tunai)

Secara singkat pengaruh dari laba rugi dan pengumuman deviden


terhadap akun investasi investor dan akun lain dapat digambarkan sbb:

Dilaporkan oleh Emiten Pengaruh pada Akun Investor


Laba Bersih Mencatat pendapatan dari investasi
Meningkatkan akun investasi
Rugi Bersih Mencatat kerugian dari investasi
Menurunkan akun investasi

197
Pengumuman Dividen Mencatat aktiva (kas atau piutang)
Menurunkan akun investasi

Laporan Keuangan Konsolidasi - Tahun Akuisisi

a. Nilai Buku sama dengan Nilai Wajar


PT. Petruk membayar sebesar Rp. 261.000.000 untuk 80 persen
saham berhak suara PT. Semar yang beredar pada tanggal 1 Januari
2008 ketika ekuitas pemegang saham perusahaan PT. Semar terdiri dari
modal saham sebesar Rp. 180.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp.
90.000.000. Nilai buku PT Semar sama dengan nilai wajarnya.
Kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku yang diperoleh adalah:
Investasi pada PT Semar Rp. 261.000.000
NB Ekuitas :
(Rp. 270.000.000 x 80%)] Rp. 216.000.000
-----------------------
goodwill Rp. 45.000.000

yang diamortisasi dengan periode sepuluh tahun. Laba bersih dan


deviden PT. Semar adalah sebagai berikut:

2008 2009
Laba bersih Rp. 75.000.000 Rp. 90.000.000
Dividen 45.000.000 45.000.000

Laporan keuangan PT. Petruk dan PT. Semar untuk tahun 2008
disajikan dalam dua kolom pertama kertas kerja pada Peraga 8-1.

Pendapatan PT. Petruk dari PT. Semar sebesar:

80% laba bersih PT.Semar 2008 (Rp.75.000.000) = Rp.60.000.000


dikurangi :
amortisasi goodwill sebesar (Rp.45.000.000:10 tahun) = Rp. 4.500.000
-----------------------
Pendapatan dari PT Semar Rp.55.500.000
=============

198
Investasi pada PT Semar 1 Januari 2008 = Rp. 261.000.000
+ pendapatan dari PT. Semar Rp. 55.500.000
-----------------------
Rp. 316.500.000
- deviden yang diterima dari PT. Semar
(80% x Rp. 45.000.000) (Rp. 36.000.000)
----------------------
Investasi pada PT Semar 31 Des 2008 Rp. 280.500.000
==============

Berbagai pendekatan konsolidasi dan setiap penyesuaian dan


eliminasi penggabungan akan menghasilkan jumlah yang benar dari
laporan keuangan konsolidasi. Ayat jurnal penyesuaian dan eliminasi
yang tampak dalam kertas kerja tidak memengaruhi akun-akun
buku besar perusahaan induk maupun perusahaan anak. Tujuan
dari ayat jurnal kertas kerja, bukanlah pada klasifikasi penyesuaian dan
eliminasi, tetapi yang penting adalah kemampuan mengembangkan
kertas kerja dan mengerti proses konsolidasi.
Tanda cek () yang berada disamping jumlah laba bersih dan laba
ditahan akhir dalam kolom laporan terpisah pada Peraga 8-1
dimaksudkan sebagai pengingat bahwa pos-pos tersebut tidak
disesuaikan atau dieliminasi. Karena laba bersih konsolidasi terdiri dari
pendapatan konsolidasi dikurangi dengan beban-beban konsolidasi, dan
jika penyesuaian diperlukan, penyesuaian tersebut harus dihubungkan
dengan masing-masing pos pendapatan dan beban bukan dengan laba
bersih. Begitu pula, jumlah laba ditahan yang muncul dalam neraca
konsolidasi terdiri dari laba ditahan konsolidasi awal ditambah dengan
laba bersih konsolidasi dikurangi dengan dividen perusahaan induk. PT.
Petruk (Peraga 8-1) telah menerapkan metode ekuitas, maka laba
bersih sebesar Rp. 205.500.000 adalah sama dengan laba bersih
konsolidasi, dan jumlah laba ditahan awal dan akhir adalah sama
dengan jumlah laba ditahan konsolidasi, berturut-turut sebesar Rp.
15.000.000 dan Rp. 130.500.000.

199
Ayat jurnal pertama dalam kertas kerja Peraga 8-1 adalah
sebagai berikut:

a. Pendapatan dari PT. Semar Rp. 55.500.000


Dividen Rp. 36.000.000
Investasi pada PT. Semar 19.500.000

Untuk mengeliminasi pendapatan dan dividen dari PT. Semar dan mengembalikan akun
investasi pada saldo awal periodenya.

Pendapatan investasi dieliminisi karena laporan laba rugi


konsolidasi menunjukkan rincian pendapatan dan beban. Dividen yang
diterima dari perusahaan anak dieliminasi karena dividen tersebut
hanyalah transfer antar entitas terkonsolidasi dalam laporan disiapkan.
Perbedaan antara pendapatan dari perusahaan anak yang diakui pada
buku perusahaan induk dan dividen yang diterima, mewakili perubahan
pada akun investasi untuk periode tersebut. Kredit sebesar
Rp. 19.500.000 pada akun investasi pada PT. Semar mengurangi nilai
akun tersebut menjadi saldo awal periode tersebut sebesar
Rp. 261.000.000 dan dengan demikian menyebabkan resiprokal antara
investasi pada PT. Semar dan ekuitas pemegang saham PT. Semar
pada tanggal 1 Januari 2008.
Ayat jurnal kedua dalam kertas kerja Peraga 8-1 adalah sebagai
berikut:

b. Beban Hak Minoritas Rp. 15.000.000


Dividen Rp. 9.000.000
Hak Minoritas 6.000.000

Untuk mencantumkan bagian hak minoritas atas laba dan dividen perusahaan anak).

Ayat jurnal ini untuk mencantumkan bagian atas laba dan dividen
bagi pemegang saham minoritas perusahaan anak. Laba bagi
pemegang saham minoritas dihitung dengan cara mengalikan

200
prosentase hak minoritas dengan laba perusahaan anak (PT Semar).
Laba atau pendapatan ini dicatat dalam rekening beban hak minoritas
yang merupakan bagian dari harga pokok penjualan dalam laporan laba
rugi konsolidasi.
Ayat jurnal ketiga dalam kertas kerja Peraga 8-1 adalah sebagai
berikut:

c. Laba ditahan-PT. Semar Rp. 90.000.000


Modal saham-PT. Semar Rp. 180.000.000
Goodwill 45.000.000
Investasi pada PT. Semar Rp. 261.000.000
Hak minoritas 54.000.000

Untuk mengeliminasi saldo ekuitas dan investasi yang resiprokal, membentuk hak
minoritas awal, dan mencatat goodwill yang belum dieliminasi.

Ayat jurnal ini mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas yang


resiprokal, mencatat kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku
diperoleh yang belum diamortisasi pada awal tahun dan menimbulkan
hak minoritas awal (Rp. 270.000.000.00 x 20%) sebagai pos yang
terpisah. Perhatikan bahwa ayat jurnal c mengeliminasi saldo investasi
pada awal periode. Maka, goodwill (diferensial biaya/nilai buku) yang
dimasukkan dalam ayat jurnal juga merupakan jumlah yang belum
diamortisasi pada awal periode.
Ayat jurnal keempat dalam kertas kerja Peraga 8-1 mencatat
amortisasi goodwill tahun sekarang sebagai beban dari entitas
terkonsolidasi dan mengurangi nilai goodwill yang belum diamortisasi
dari saldonya pada tanggal 1 Januari sebesar Rp. 45.000.000 menjadi
sebesar Rp. 40.500.000 pada tanggal 31 Desember 2008.

d. Beban Rp. 4.500.000


Goodwill Rp. 4.500.000
Untuk mencatat amortisasi goodwill tahun ini.

201
Ayat jurnal kertas kerja untuk menyesuaikan beban konsolidasi ini
diperlukan PT. Petruk untuk mengamortisasi goodwill pada buku terpisah
PT. Petruk.

Rangkaian Ayat Jurnal Kertas Kerja

Sejak kompleksitas konsolidasi ditemui, rangkaian penyesuaian


dan eliminasi kertas kerja diperluas sebagai berikut:
1. Penyesuaian kesalahan dan kelalaian pada laporan terpisah
perusahaan induk dan perusahaan anak.
2. Penyesuaian untuk mengeliminasi laba dan rugi antar perusahaan.
3. Penyesuaian untuk mengeliminasi pendapatan dan dividen dari
perusahaan anak dan menyesuaikan pada perusahaan anak pada
saldo awal periodenya.
4. Eliminasi saldo investasi pada perusahaan anak dan ekuitas
perusahaan anak yang resiprokal.
5. Alokasi dan amortisasi diferensial biaya/nilai buku (dari langkah 4).
6. Eliminasi saldo yang resiprokal lainnya (piutang dan hutang antar
perusahaan, pendapatan dan beban antar perusahaan, dan
sebagainya).

202
PT PETRUK DAN PERUSAHAAN ANAK
KERTAS KERJA KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 (DALAM 000 RUPIAH)
Penyesuaian dan Laporan
80% Eliminasi Konsolidasi
PT. Petruk
PT Semar Debet Kredit

Laporan Laba Rugi


Pendapatan 750.000 195.000 945.000
Pendapatan dari PT
55.500 a. 55.500
Semar
Beban-beban 600.000* 120.000* d. 4.500 724.500*
Beban Hak Minoritas (Rp
b. 15.000 15.000*
75.000 x 20%)
Laba bersih 205.500 75.000 205.500

Laba Ditahan
Laba ditahan-PT. Petruk 15.000 15.000
Laba ditahan-PT. Semar 90.000 c. 90.000
Tambah : Laba bersih 205.500 75.000 205.500
Kurang : Dividen 90.000* 45.000* a. 36.000 90.000*
b. 9.0
00
Laba ditahan
130.500 120.000 130.500
31 Desember 2008
Neraca 120.000 30.000 150.000
Kas
Aktiva lancar lainnya 270.000 150.000 420.000
a. 19.500
Investasi pada PT. Semar 280.500
c. 261.000
Pabrik dan peralatan 900.000 300.000 1.200.000
Akumulasi penyusutan 150.000* 90.000* 240.000*
Goodwill c. 45.000 d. 4.500 40.500
Total Aktiva 1.420.500 390.000 1.570.500
Kewajiban 240.000 90.000 330.000
Modal saham 1.050.000 180.000 c. 180.000 1.050.000
Laba ditahan 130.500 120.000 130.500
1.420.500 390.000

Hak minoritas 1 Januari 2008 (Rp. 270.000 x 20%) c. 54.000


Hak minoritas 31 Desember 2008 b. 6.000 60.000
Total Pasiva 1.570.500
* Dikurangkan
Peraga 8-1 Kertas Kerja untuk Tahun Akuisisi

203
Setelah semua penyesuaian dan eliminasi dimasukkan dalam
kertas kerja, hak minoritas pada laba bersih perusahaan anak dihitung
dan dimasukkan sebagai tambahan pada kolom hak minoritas. Dividen
PT Semar sebesar Rp 9.000.000 yang tidak dieliminasi merefleksikan
dividen yang dibayar kepada pemegang saham minoritas dan dibawa ke
kolom hak minoritas sebagai pengurang. Hak minoritas yang
direfleksikan dalam neraca konsolidasi dihitung dalam kertas kerja
sebagai hak minoritas awal ditambah pendapatan hak minoritas
dikurang dividen hak minoritas.
Laba ditahan konsolidasi pada akhir periode dihitung ke dalam
kertas kerja sebagai penjumlahan laba ditahan konsolidasi awal dan
laba bersih konsolidasi dikurangi dengan dividen perusahaan induk. Jika
metode ekuitas digunakan, laba ditahan konsolidasi di awal akan
sama dengan laba ditahan perusahaan induk awal. Akun modal dan
akun modal disetor lainnya yang tampak dalam neraca konsolidasi
adalah akun-akun perusahaan induk tersebut.

Laporan Keuangan Konsolidasi – Tahun setelah Akuisisi

a. Nilai Buku sama dengan Nilai Wajar

PT. Petruk mempertahankan 80 persen kepemilikannya pada PT


Semar sepanjang tahun 2009, dan mencatat pendapatan dari PT. Semar
sebesar:

80 % dari Rp 90.000.000 (laba bersih PT. Semar) = Rp. 72.000.000


- dengan amortisasi goodwill sebesar = (Rp 4.500.000)
-----------------------
Pendapatan dari PT Semar Rp. 67.500.000

Pada tanggal 31 Desember 2009, akun investasi PT. Petruk pada


PT Semar mempunyai saldo sebesar Rp 312.000.000, yang ditentukan
sebagai berikut:

204
Biaya investasi, 1 Januari 2008 Rp 261.000.000
Pendapatan dari PT Semar 2008 55.500.000
Dividen dari PT. Semar 2008 -36.000.000
Investasi pada PT. Semar, 31 Desember 2008 280.500.000
Pendapatan dari PT. Semar 2009 67.500.000
Dividen dari PT. Semar 2009 -36.000.000
Investasi pada PT. Semar, 31 Desember 2009 Rp 312.000.000

Transaksi antar perusahaan PT. Petruk dan PT. Semar selama


tahun 2009 hanya pinjaman tanpa bunga pada PT. Semar selama tiga
triwulan sebesar Rp 30.000.000.

Kertas kerja konsolidasi PT Petruk dan perusahaan anak untuk


tahun 2009 disajikan pada Peraga 8-2.
Karena tidak ada kesalahan atau kelainan atau laba antar
perusahaan yang berhubungan dengan konsolidasi, ayat jurnal kertas
kerja yang pertama adalah untuk mengeliminasi pendapatan dan dividen
dari PT. Semar sebagai berikut:

a. Pendapatan dari PT. Semar Rp 67.500.000


Dividen Rp 36.000.000
Investasi pada PT. Semar 31.500.000

Untuk mengeliminasi pendapatan dan dividen dari PT. Semar dan mengembalikan investasi
pada saldo awal periode

Ayat jurnal a menyesuaikan investasi pada PT. Semar menjadi


saldo tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp 280.500.000 dan
membentuk akun resiprokal dengan ekuitas pemegang saham PT.
Semar tanggal 31 Desember 2008.
Ayat jurnal b dalam kertas kerja Peraga 8-2 adalah sebagai
berikut:

b. Beban Hak Minoritas Rp. 18.000.000


Dividen Rp. 9.000.000
Hak Minoritas 9.000.000
Untuk mencantumkan bagian hak minoritas atas laba dan dividen perusahaan anak).

205
Ayat jurnal ini untuk mencantumkan bagian atas laba dan dividen
bagi pemegang saham minoritas perusahaan anak. Laba bagi
pemegang saham minoritas dihitung dengan cara mengalikan
prosentase hak minoritas dengan laba PT Semar. Laba atau pendapatan
ini dicatat dalam rekening beban hak minoritas yang merupakan bagian
dari harga pokok penjualan dalam laporan laba rugi konsolidasi.
Ayat jurnal c mengeliminasi investasi pada PT. Semar dan ekuitas
pemegang saham PT. Semar sebagai berikut:

c. Laba ditahan-PT. Semar Rp 120.000.000


Modal saham-PT. Semar 180.000.000
Goodwill 40.500.000
Investasi pada PT. Semar Rp 280.500.000
Hak minoritas 60.000.000

Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas yang resiprokal, membentuk hak minoritas
awal, dan mencatat goodwill yang belum diamortisasi.

Ayat jurnal c ini mengeliminasi jumlah investasi pada PT. Semar


dan ekuitas pemegang saham PT. Semar pada tanggal 31 Desember
2008 dan mencatat hak minoritas pada tanggal 31 Desember 2008 serta
perbedaan biaya investasi/nilai buku pada tanggal 31 Desember 2008
yang merefleksikan nilai goodwill yang belum diamortisasi sebesar
Rp. 40.500.000.
Ayat jurnal d mengamortisasi jumlah goodwill sebesar Rp.
40.500.000 menjadi Rp 36.000.000 pada tanggal 31 Desember 2009.

d. Beban-beban Rp 4.500.000
Goodwill Rp 4.500.000

Untuk mencatat amortisasi goodwill tahun 2009

206
PT PETRUK DAN PERUSAHAAN ANAK
KERTAS KERJA KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2009 (DALAM 000 RUPIAH)
Penyesuaian dan
80% Eliminasi Laporan
PT. Petruk
PT Semar Konsolidasi
Debet Kredit
Laporan Laba Rugi
Pendapatan 900.000 225.000 1.125.000
Pendapatan dari PT Semar 67.500 a. 67.500
Beban-beban 732.000* 135.000* d. 4.500 871.500*
Beban hak minoritas (Rp 90.000
c. 18.000 18.000*
x 20%)
Laba bersih 235.500 90.000 235.500

Laba Ditahan
Laba ditahan-PT. Petruk 130.500 130.500
Laba ditahan-PT. Semar 120.000 c. 120.000
Tambah : Laba bersih 235.500 90.000 235.500
Kurang : Dividen 135.000* 45.000* a. 36.000 135.000*
b. 9.000
Laba ditahan
231.000 165.000 231.000
31 Desember 19X8
Neraca
138.000 60.000 198.000
Kas
Wesel Tagih – PT. Semar 30.000 e. 30.000
Aktiva lancar lainnya 291.000 210.000 501.000
a. 31.500
Investasi pada PT. Semar 312.000
c. 280.500
Pabrik dan peralatan 900.000 300.000 1.200.000
Akumulasi penyusutan 180.000* 120.000* 300.000*
Goodwill c. 40.500 d. 4.500 36.000
Total Aktiva 1.491.000 450.000 1.635.000
Wesel bayar – PT. Petruk 30.000 e. 30.000
Kewajiban 210.000 75.000 285.000
Modal saham 1.050.000 180.000 c. 180.000 1.050.000
Laba ditahan 231.000 165.000 231.000
Total Pasiva 1.491.000 450.000
b. 9.000
Hak minoritas 1 Januari 19X9 (Rp. 300.000 x 20%) c. 60.000
Hak minoritas 31 Desember 19X9 Rp 69.000 69.000
Total Pasiva 1.635.000
* Dikurangkan
Peraga 8-2 Kertas kerja untuk Tahun Setelah Akuisisi

207
e. Wesel bayar – PT. Petruk Rp 30.000.000
Wesel tagih-PT. Semar Rp 30.000.000

Untuk mengeliminasi saldo piutang dan hutang resiprokal

Ayat jurnal kertas kerja yang terakhir (e), mengeliminasi saldo


wesel bayar dan wesel tagih antar perusahaan karena jumlah tersebut
bukanlah aktiva dan kewajiban entitas yang terkonsolidasi.
Karena pinjaman antar perusahaan adalah pinjaman tanpa
bunga, wesel tagih dan wesel bayar hanyalah saldo resiprokal yang
terjadi karena transaksi antar perusahaan. Eliminasi tambahan untuk
saldo resiprokal pendapatan bunga dan beban bunga, dan piutang
bunga dan hutang bunga diperlukan jika pinjaman antar perusahaan
adalah pinjaman dengan bunga.

Bandingkan kertas kerja konsolidasi Peraga 8-2 dan Peraga 8-1.


Perhatikan bahwa hak minoritas pada tanggal 31 Desember 2008 dalam
Peraga 8-1 adalah hak minoritas awal dalam Peraga 8-2. Juga catat
bahwa goodwill yang belum diamortisasi dalam neraca konsolidasi pada
Peraga 8-1 adalah goodwill yang belum diamortisasi pada awal periode
dalam Peraga 8-2.

c. Nilai Buku tidak sama dengan Nilai Wajar

Prosedur kertas kerja konsolidasi untuk mengalokasikan


kelebihan biaya investasi terhadap nilai buku pada aktiva dan kewajiban
yang spesifik serupa dengan prosedur kertas kerja konsolidasi yang
diilustrasikan untuk goodwill. Ayat-ayat jurnal kertas kerjanya lebih
kompleks, karena lebih banyak akun yang di pengaruhi dan
diperlukannya alokasi tambahan, amortisasi dan penyusutan

208
Kompleksitas kertas kerja ini diilustrasikan untuk PT. Papan dan 90
persen kepemilikannya pada perusahaan anak, PT. Sandang.

PT. Papan memperoleh ekuitas PT. Sandang pada tanggal 31


Desember 2007 secara tunai sebesar Rp. 730.000.000 ketika ekuitas
pemegang saham PT. Sandang terdiri dari modal saham sebesar
Rp. 400.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp. 100.000.000 pada
tanggal tersebut, nilai buku dan nilai wajar aktiva PT. Sandang adalah
sebagai berikut:

Penilaian terlalu
Nilai wajar Nilai buku rendah (penilaian
terlalu tinggi)
Persediaan Rp. 120.000.000 Rp. 100.000.000 Rp. 20.000.000
Tanah Rp. 120.000.000 Rp. 60.000.000 Rp. 60.000.000
Bangunan Rp. 360.000.000 Rp. 200.000.000 Rp. 160.000.000
Peralatan Rp. 140.000.000 Rp. 180.000.000 Rp. (40.000.000)
Rp. 740.000.000 Rp. 540.000.000 Rp. 200.000.000

Berdasarkan informasi ini PT. Papan mengalokasikan kelebihan


biaya terhadap nilai buku yang diperoleh sebesar:

Investasi pada PT Sandang Rp. 730.000.000

NB Ekuitas :
90% x ekuitas PT. Sandang (Rp. 500.000.000) Rp. 450.000.000
---------------------
Kelebihan yg belum diamortisasi Rp. 280.000.000
=============

Jumlah ini dialokasikan pada aktiva yang dapat diidentifikasi dan


goodwill, seperti yang ditunjukkan pada daftar berikut (dalam 000)

209
Penilaian terlalu rendah Kepemilikan Alokasi Periode
(penilaian terlalu tinggi) yang diperoleh kelebihan amortisasi

Persediaan Rp. 20.000 90% Rp. 18.000 Dijual tahun 2008

Tanah Rp. 60.000 90% Rp. 54.000 Tidak ada


Bangunan Rp. 160.000 90% Rp. 144.000 36 tahun
–bersih
Peralatan Rp. (40.000) 90% Rp. (36.000) 9 tahun
–bersih
Goodwill Rp. 100.000 10 tahun
Rp. 280.000

Daftar tersebut juga menunjukkan periode amornisasi yang


ditetapkan untuk aktiva-aktiva yang dinilai terlalu rendah dan yang dinilai
terlalu tinggi, dan goodwill.

Konsolidasi pada saat akuisisi


Kertas kerja neraca konsolidasi PT Papan dan PT Sandang
sesaat setelah penggabungan usaha tanggal 31 Desember 2007
ditunjukkan pada peraga 8-3. Karena alokasi kelebihan biaya terhadap
nilai buku cukup kompleks, maka akun kelebihan yang belum
diamortisasi digunakan dalam kertas kerja. Ayat jurnal kertas kerja yang
pertama mengeliminasi akun investasi pada PT Sandang dan ekuitas
pemegang saham PT Sandang yang resiprokal, mencatat 10 persen hak
minoritas pada PT Sandang dan debet akun kelebihan yang belum
diamortisasi untuk Rp. 280.000.000 kelebihan biaya terhadap nilai buku
yang diperoleh. Ayat jurnal kertas kerja yang kedua, mengalokasikan
kelebihan tersebut pada aktiva bersih yang dapat diidentifikasi dan
goodwill. Jumlah yang dialokasikan pada ayat jurnal kertas kerja kedua ini
adalah pengalokasian yang asli (saat akuisisi) karena akun-akun PT Papan dan
PT Sandang dikonsolidasikan sesaat setelah penggabungan usaha.

a. Modal Saham PT Sandang Rp. 400.000.000

210
Laba ditahanPT Sandang 100.000.000
Kelebihan yang belum diamortisasi 280.000.000
Investasi pada PT Sandang Rp. 730.000.000
Hak minoritas10 % 50.000.000

Untuk mengeliminasi saldo ekuitas dan investasi yang resiprokal, membentuk hak minoritas awal,
dan mencatat kelebihan yang belum diamortisasi

b. Persediaan Rp. 18.000.000


Tanah 54.000.000
Bangunan Bersih 144.000.000
Goodwill 100.000.000
Peralatan Bersih Rp. 36.000.000
Kelebihan yg belum Diamortisasi 280.000.000

Untuk mengalokasikan kelebihan yang belum di amortisasi pada aktiva –aktiva yang dapat di
identifikais dan good will

PT PAPAN DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA NERACA KONSOLIDASI SETELAH PENGGABUNGAN

211
PADA TANGGAL 31 DESEMBER 2007 (DALAM 000)

PT Papan PT Sandang Penyesuaian dan Neraca


Eliminasi Konsolidasi
Debit Kredit
Aktiva
Kas Rp 40.000 Rp 10.000 Rp 50.000
Piutang bersih 180.000 50.000 230.000
Persediaan 160.000 100.000 b 18.000 278.000
Tanah 120.000 60.000 b 54.000 234.000
Bangunan-bersih 400.000 200.000 b 144.000 744.000
Peralatan bersih 270.000 180.000 b 36.000 414.000
Investasi pada PT 730.000 a 730.000
Sandang
Goodwill b 100.000 100.000
Kelebihan yang a 280.000 b 280.000
belum diamortisasi
Total Aktiva Rp 1.900.000 Rp 600.000 Rp 2.050.000

Kewajiban dan
Ekuitas Rp 260.000 Rp 100.000 Rp 360.000
Hutang usaha
Saham biasa—PT 1.400.000 1.400.000
Papan
Laba ditahan—PT 240.000 240.000
Papan
Saham biasa—PT 400.000 a 400.000
Sandang
Laba ditahan—PT 100.000 a 100.000
Sandang
Rp 1.900.000 Rp 600.000

Hak minoritas a 50.000 50.000


Total kewajiban dan ekuitas Rp 2.050.000

a.Untuk mengeliminasi saldo investasi dan ekuitas perusahaan anak yang resiprokal,
menimbulkan hak minoritas, dan mencatat kelebihan yang belum diamortisasi.
b.Untuk mengalokasikan kelebihan yang belum diamortisasi pada aktiva dan kewajiban yang
dapat diidentifikasikan, dan pada goodwill.

Peraga 8-3 Konsolidasi pada saat Akuisisi

Konsolidasi Setelah Akuisisi

PT. Sandang melaporkan laba bersih tahun 2008 sebesar


Rp. 120.000.000 dan mengumumkan dividen sebesar Rp. 20.000.000
pada tanggal 1 Juni dan 1 Desember (total untuk tahun 2008 sebesar
Rp. 40.000.000). Dividen tanggal 1 Juni dibayar pada tanggal 1 Juli,

212
tetapi deviden 1 Desember masih belum dibayar pada tanggal 31
Desember 2008. Selama tahun 2008, PT. Sandang menjual persediaan
yang dinilai terlalu rendah, tetapi tanah dan bangunan yang dinilai terlalu
rendah dan peralatan yang dinilai terlalu tinggi masih digunakan oleh PT.
Sandang pada tanggal 31 Desember 2008. Pada tanggal penggabungan
usaha, bangunan mempunyai sisa umur manfaat selama 36 tahun dan
peralatan selama 9 tahun. Goodwill diamortisasi selama 10 tahun.
Selama tahun 2008, PT. Sandang meminjam uang dari PT. Papan
dalam bentuk wesel tanpa bunga sebesar Rp. 40.000.000. PT. Sandang
telah membayar kembali hutang tersebut pada tanggal 30 Desember,
tetapi cek pembayaran tersebut masih dalam perjalanan (in transit) dan
tidak direfleksikan dalam neraca terpisah PT. Papan tanggal 31
Desember 2008.

PT. Papan membuat ayat jurnal sebagai berikut untuk


mempertanggungjawabkan investasinya pada PT. Sandang untuk tahun
2008 sebagai berikut:

1 Juli 2008:

Kas Rp. 18.000.000


Investasi pada PT Sandang Rp. 18.000.000

Untuk mencatat deviden dari PT. Sandang (Rp. 20.000.000 x90%)

Jurnal ini sudah dicatat oleh PT Papan dan sudah masuk dalam bagian
laporan keuangan PT Papan.

31 Desember 2008:

Investasi pada PT Sandang Rp. 80.000.000


Pendapatan pada PT Sandang Rp. 80.000.000

Untuk mencatat pendapatan investasi dari PT. Sandang


ditentukan sebagai berikut:

213
Bagian PT. Papan atas laba bersih PT. Sandang
(120.000.000 x 90%) Rp. 108.000.000

Amortisasi kelebihan dialokasikan pada


- Persediaan (Rp. 18.000.000 x 100%) Rp. -18.000.000
- Bangunan (Rp. 144.000.000 : 36 tahun) Rp. -4.000.000
- Peralatan (36.000.000 : 9 tahun) Rp. +4000.000
- goodwill (Rp. 100.000.000 : 10 tahun) Rp. -10.000.000
----------------------------
Pendapatan dari PT. Sandang tahun 2008 Rp. 80.000.000
=============

Ayat-ayat jurnal ini menunjukkan bahwa PT. Papan telah


mempertanggungjawabkan pendapatannya dari PT. Sandang untuk
tahun 2008 Rp.80.000.000, tetapi tidak mengakui deviden yang di
umumkan oleh PT. Sandang pada tanggal 1 Desember 2008.

Nilai investasi pada PT. Sandang yang diterapkan terlalu tinggi


akibat deviden yang diumumkan tanggal 1 Desember 2008 diperbaiki
dengan jurnal kertas kerja a pada peraga 8-4.

a. Piutang Deviden Rp. 18.000.000


Investasi pada PT. Sandang
Ayat jurnal ini berbeda dari ayat-ayat jurnal kertas kerjaRp.sebelumnya
18.000.000
karena ayat jurnal ini merupakan penyesuaian yang sesungguhnya yang
Untuk memperbaiki saldo investasi atas piutang dividen yang belum dicatat sebesar 90%x20jt
seharusnya di catat pada buku PT. Papan.

Ayat jurnal kertas kerja b menyesuaikan kas dalam perjalanan PT.


Sandang ke PT. Papan tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp.
40.000.000.

b. Kas Rp. 40.000.000


Wesel tagih – PT. Sandang Rp. 40.000.000

Untuk mencatat pembayaran wesel tagih antar perusahaan

Ayat jurnal kertas kerja c mencatat pendapatan hak minoritas


pada tanggal 31 Desember 2008 sebesar Rp. 12.000.000.

214
c. Beban Hak Minoritas Rp. 12.000.000
Deviden Rp. 4.000.000
Hak minoritas 8.000.000

(Untuk mencantumkan bagian hak minoritas atas laba dan dividen perusahaan anak)

Ayat jurnal d mengeliminasi pendapatan dan dividen PT. Sandang


tahun 2008 menyesuaikan akun investasi dan ekuitas pemegang saham
PT. Sandang yang resiprokal. Mencatat 10 persen minoritas pada awal
periode, dan mencatat kelebihan yang belum diamortisasi sebesar
Rp. 280.000.000.

d. Pendapatan dr PT. Rp. 80.000.000


Sandang
Dividen Rp 36.000.000
Investasi pada PT. 44.000.000
Sandang

Untuk mengeliminasi pendapatan dan dividen dari PT. Sandang dan mengembalikan akun investasi pada
saldo awal periodenya.

e. Laba Ditahan PT Sandang Rp.100.000.000


Modal Saham PT Sandang 400.000.000
Kelebihan blm diamortisasi 280.000.000
Investasi pd PT Sandang Rp.730.000.000
Hak minoritas 50.000.000

Untuk mengeliminasi jumlah investasi dan ekuitas yang resiprokal membentuk saldo awal hak minoritas
dan mencatat kelebihan yang belum diamortisasi .

Ayat jurnal f, diperlukan untuk mencatat alokasi kelebihan yang belum


diamortisasi pada selisih lebih antara nilai wajar dengan nilai buku aktiva
dan kewajiban perusahaan anak yang diakuisisi dan pada goodwill.

215
f. Harga pokok penjualan Rp. 18.000.000
Tanah 54.000.000
Bangunan bersih 144.000.000
Good will 100.000.000
Peralatan bersih 36.000.000
Kelebihan yang 280.000.000
belum di amortisasi

Untuk mengalokasikan kelebihan yang belum di amortisasi pada aktiva –aktiva yang dapat di
identifikais dan good will

Ayat-ayat jurnal kertas kerja,g, h dan i diperlukan, berturut-turut untuk


meningkatkan beban operasi dengan penyusutan dengan kelebihan yang di
alokasikan pada bangunan yang dinilai terlalu rendah, untuk mengurangi
beban operasi dengan penyusutan dengan kelebihan yang dialokasikan
pada peralatan yang dinilai terlalu tinggi, dan untuk meningkatkan beban
operasi dengan amortisasi goodwill.

g. Beban operasi Rp. 4.000.000


Bangunan bersih Rp. 4.000.000

Untuk mencatat penyusutan sekarang (2008) atau kelebihan yang dialokasikan pada bangunan

h. Peralatan-bersih Rp. 4.000.000


Beban operasi Rp. 4.000.000

Untuk menyesuaikan penyusutan sekarang (2008) untuk kelebihan yang di alokasikan untuk
mengurangi peralatan
Ayat jurnal kertas kerja i mengeliminasi jumlah hutang dividen dan
piutang dividen
i. Beban yang resiprokal.
operasi Rp. 10.000.000
Ayat jurnal kertasGoodkerja
will i mengeliminasi jumlah hutang
Rp. deviden
10.000.000dan
piutang deviden yang resiprokal.
Untuk mencatat amoritisasi goodwill sekarang (2008)

Ayat jurnal i, digunakan untuk mengeliminasi hutang-piutang deviden


antar perusahaan yang resiprokal.

j. Hutang Dividen Rp. 18,.000.000


Piutang Dividen Rp. 18.000.000
216
Untuk mengeliminasi piutang dan hutang yang resiprokal
Hutang dividen PT.Sandang sebesar Rp. 2.000.000 tidak dieliminasi
berhubungan dengan hak minoritas dan disajikan diantara kewajiban
konsolidasi karena akun tersebut merupakan jumlah hutang entitas yang
dikonsolidasi kepada pihak luar.

PT. PAPAN DAN PERUSAHAAN ANAK


KERTAS KERJA KONSOLIDASI
UNTUK TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2008 (DALAM 000 Rp)
PT. Papan 90% Penyesuaian dan Laporan
PT Sandang Eliminiasi Konsolidasi
Laporan laba rugi Debet Kredit
Penjualan 1.800.000 600.000 2.400.000
Pendapatan dari PT. 80.000 d. 80.000
Sandang
HPP 1.200.000* 300.000* f. 18.000 1.518.000-
*
Beban-beban operasi 380.000* 180.000* h. 4.000 h. 4.000 570.000*
i. 10.000
Beban Hak Minoritas c. 12.000 12.000*
(Rp. 120.000 x 10%)
Laba bersih 300.000 120.000 300.000
Laporan
Laba Ditahan
Laba ditahan PT. Papan 240.000 240.000
Laba ditahan PT. 100.000 e. 100.000
Sandang
Laba bersih 300.000 120.000 300.000
Dividen 200.000* 40.000* c. 4.000 200.000*
d. 36.000
Laba Ditahan 340.00 180.000 340.000
31 Desember 2008 0  
Neraca
Kas 16.000 30.000 b. 40.000 86.000
Piutang usaha-bersih 152.000 50.000 202.000
Wesel tagih 40.000 b. 40.000
Persediaan 180.000 120.000 300.000
Tanah 120.000 60.000 f. 54.000 234.000

217
Bangunan-bersih 380.000 220.000 f. 144.000 g. 4.000 740.000
Peralatan bersih 300.000 240.000 h. 4.000 f. 36.000 508.000
Investasi pada PT. 792.000 a. 18.000
Sandang d. 44.000
e. 730.000
Piutang dividen a. 18.000 j. 18.000
Goodwill d. 100.000 i. 10.000 90.000
Kelebihan belum e. 280.000 f. 280.000
diamortisasi
Total Aktiva 1.980.000 720.000 2.160.000
Hutang usaha 240.000 120.000 360.000
Hutang dividen 20.000 i. 18.000 2.000
Modal saham 1.400.000 400.000 d. 400.000 1.400.000
Lab di tahan 340.000 180.000 340.000
Total Pasiva 1.980.000 720.000
Hak Minoritas 1/1/ e. 50.000
2008
Hak Minoritas c. 8.000 58.000
31/12/ 2008
Total Pasiva 2.160.000
* dikurangkan
Peraga 8-4 Konsolidasi setelah Akuisisi

Kesimpulan

Tujuan penyiapan kertas kerja adalah untuk menghasilkan laporan


keuangan yang berguna bagi entitas usaha yang dikonsolidasikan. Semua
perhitungan laporan keuangan konsolidasi dapat ditentukan tanpa kertas
kerja konsolidasi jika tujuannya dimengerti dengan baik.
Penyesuaian yang tepat perlu untuk dibuat pada kertas kerja untuk
menghasilkan laporan keuangan konsolidasi yang benar.

BAHAN PENUGASAN
1. PT. Parlan memperoleh 80% saham berhak suara yang beredar PT.
Sunu secara tunai sebesar Rp. 80.000.000 pada tanggal 1 Januari

218
19X8 ketika ekuitas pemegang saham PT. Sunu sebesar Rp.
65.000.000. Semua aktiva dan kewajiban PT. Sunu ditetapkan pada
nilai wajarnya ketika PT. Parlan memperoleh 80% kepemilikannya.

Laporan keuangan kedua perusahaan per dan untuk tahun berakhir


31 Desember 19X8 adalah sebagai berikut:

PT. Parlan PT. Sunu


Laporan laba rugi dan laba di tahan
gabungan
Untuk tahun berakhir 31 Desember
19X8
Penjualan Rp. 310.700.000 Rp. 100.000.000
Pendapatan dari PT. Sunu 11.300.000 --------
Harga pokok penjualan 200.000.000* 65.000.000*
Beban-beban operasi 77.000.000* 20.000.000**
Laba bersih 45.000.000 15..000.000
Tambah laba di tahan 1 Januari 19X8 65.000.000 11.000.000
Kurang deviden 30.000.000 10.000.000*
Laba di tahan 31 Desember 19X8 80.000.000 16.000.000
Neraca per 31 Desember 19X8
Kas 40.000.000 15.000.000
Piutang usaha bersih 60.000.000 30.000.000
Persediaan 24.500.000 20.000.000
Pabrik dan peralatan bersih 92.200.000 35.000.000
Investasi pada sunu 83.300.000 -------
Total aktiva 300.000.000 100.000.000
Hutang usaha 30.000.000 18.000.000
Kewajiban lainnya 20.000.000 12.000.000
Modal saham,. Nominal Rp. 10.000 150.000.000 50.000.000
Modal disetor lainnya 20.000.000 4.000.000
Laba di tahan 80.000.000 16.000.000
Total ekuitas 300.000.000 100.000.000
* dikurangkan

Diminta :

1. Siapkan kertas kerja konsolidasi PT. Parlan dan perusahaan anak


untuk tahun 19X8
2. Siapkan laporan laba rugi konsolidasi dan neraca konsolidasi PT.
Parlan dan perusahaan anak
2. PT. Poni memperoleh pengendalian pada PT. Soni pada tanggal 1
Januari 19X7. Laporan keuangan PT. Poni dan PT. Soni untuk tahun
19X7 adalah sebagai berikut

PT. Poni PT. Soni

219
Laporan laba rugi dan laba di tahan
gabungan
Untuk tahun berakhir 31 Desember
19X7
Penjualan Rp. 400.000.000 Rp. 100.000.000
Pendapatan dari PT. Soni 17.000.000 ------
Harga pokok penjualan (250.000.000) (50.000.000)
Beban-beban lainnya (97.000.000) (26.000.000)
Laba bersih 70.000.000 24.000.000
Tambah, Laba di tahan 1 Januari 19X7 180.000.000 34.000.000
Kurang deviden (50.000.000) (16.000.000)
Laba di tahan 31 Desember 19X7 200.000.000 42.000.000
Neraca per 31 Desember 19X7
Kas Rp. 61.000.000 Rp. 15.000.000
Piutang usaha –bersih 80.000.000 20.000.000
Piutang deviden dari PT. Soni 6.000.000 -------
Persediaan 95.000.000 10.000.000
Wesel tagih dari PT. Poni ------ 5.000.000
Tanah 65.000.000 30.000.000
Bangunan bersih 170.000.000 80.000.000
Peralatan bersih 130.000.000 50.000.000
Investasi pada PT. Soni 183.000.000 --------
Total aktiva 790.000.000 210.000.000
Hutang usaha 85.000.000 10.000.000
Wesel bayar kepada PT. Soni 5.000.000 ------
Hutang deviden ---------- 8.000.000
Modal saham, nominal Rp. 10.000 500.000.000 150.000.000
Laba di tahan 200.000.000 42.000.000
Total Pasiva 790.000.000 210.000.000

Diminta :
Siapkan kertas kerja konsolidasi PT. Poni dan perusahaan anak untuk
tahun berakhir 31 Desember 19X7. Hanya informasi yang ada laporan
keuangan yang tersedia dan karenanya penyelesaian akan
membutuhkan beberapa asumsi standar. (petunjuk tentukan
kepemilikan PT. Poni pada PT. Soni sebagai langkah pertama)

3. PT. Pari memperoleh 70% kepemilikan pada saham biasa berhak


suara yang beredar PT. Sari pada tanggal 1 Januari 19X8 secara
tunai sebesar Rp. 500.000.000. Ekuitas pemegang saham PT. Sari
pada tanggal ini terdiri dari modal saham sebesar Rp. 500.000.000
dan laba di tahan sebesar Rp. 100.000.000. Perbedaan antara harga
yang dibayar oleh PT. Pari dan ekuitas yang diperoleh dialokasikan
sebesar Rp. 5.000.000 pada persediaan PT. Sari yang dinilai terlalu
rendah,. sebesar Rp. 14.000.000 pada bangunan yang dinilai terlalu
rendah, dan sebesar Rp. 21.000.000 pada peralatan yang dinilai terlalu
rendah dan sisanya pada goodwill. Persediaan yang dinilai terlalu

220
rendah di jual sepanjang tahun 19X8 dan bangunan dan peralatan
yang dinilai terlalu rendah masing-masing mempunyai sisa masa
manfaat 7 tahun dan 3 tahun. Penyusutan menggunakan metode garis
lurus.
Pada tanggal 31 Desember 19X8 akun hutang PT. Sari termasuk Rp
10.000.000 hutang kepada PT. Pari. Hutang sebesar Rp 10.000.000 ini
jatuh tempo pada tanggal 15 Januari 19X9. PT. Pari menjual peralatan
dengan nilai buku Rp 15.000.000 seharga Rp 25.000.000 pada tanggal
1 Juni 19X8. Penjualan ini bukanlah transaksi penjualan antar
perusahaan. Laporan keuangan terpisah PT. Pari dan PT. Sari tahun
19X8 adalah sebagai berikut :

PT. Pari PT. Sari


Laporan laba rugi dan laba ditahan
gabungan
Untuk tahun berakhir 31 Desember 19x8
Penjualan Rp. 800.000.000 Rp. 700.000.000
Pendapatan dari PT. Sari 55.000.000 ----------
Keuntungan dari penjualan peralatan 10.000.000 ----------
Harga pokok penjualan (300.000.000) (400.000.000)
Beban penyusutan (155.000.000) (60.000.000
Beban-beban lainnya (160.000.000) (140.000.000)
Laba bersih 250.000.000 100.000.000
Tambah laba di tahan 1 Januari 19X8 300.000.000 100.000.000
Kurang deviden (200.000.000) (50.000.000)
Laba di tahan 31 Desember 19X8 350.000.000 150.000.000
Neraca per 31 Desember 19X8
Kas Rp. 86.000.000 Rp. 60.000.000
Piutang usaha bersih 100.000.000 70.000.000
Piutang deviden 14.000.000 ------
Persediaan 150.000.000 100.000.000
Aktiva lancar lainnya 70.000.000 30.000.000
Tanah 50.000.000 100.000.000
Bangunan bersih 140.000.000 160.000.000
Peralatan bersih 570.000.000 330.000.000
Investasi pada PT. Sari 520.000.000 ------
Total aktiva 1.700.000.000 850.000.000
Hutang usaha 200.000.000 85.000.000
Hutang deviden 100.000.000 20.000.000
Kewajiban lainnya 50.000.000 95.000.000
Modal saham, nominal Rp. 10.000 1.000.000.000 500.000.000
Laba di tahan 350..000.000 150.000.000
Total ekuitas 1.700.000.000 850.000.000

Diminta : Siapkan kertas kerja konsolidasi PT. Pari dan perusahaan


anak untuk tahun berakhir 31 Desember 19X8. Gunakan akun
kelebihan yang belum diamortisasi.

221
4. PT. Pipit memperoleh 80% saham biasa PT. Santi pada tanggal 1
Januari 19X9 secara tunai sebesar Rp. 210.000.000. Ekuitas
pemegang saham PT. Santi pada tanggal ini terdiri dari modal saham
sebesar Rp. 150.000.000 dan laba ditahan sebesar Rp. 50.000.000.
Perbedaan antara harga yang di tahan oleh PT. Pipit dan ekuitas yang
diperoleh dialokasikan sebesar Rp. 10.000.000 pada persediaan PT
Santi yang dinilai terlalu rendah, sebesar Rp. 20.000.000 pada
peralatan yang dinilai terlalu rendah dan sisanya pada goodwill
Persediaan yang dinilai terlalu rendah dijual oleh PT. Santi selama
tahun 19X9 dan peralatan yang dinilai terlalu rendah mempunyai sisa
masa manfaat selama 20 tahun. Goodwill diamortisasi selama 40
tahun. Metode penyusutan yang digunakan adalah garis lurus.
PT. Santi mempunyai hutang usaha pada PT. Pipit sebesar Rp.
4.000.000 pada tanggal 31 Desember 19X9

Laporan keuangan terpisah PT. Pipit dan PT. Santi per dan untuk tahun
berakhir 31 Desember 19X9 adalah sebagai berikut

PT. Pipit PT. Santi


Laporan laba rugi dan laba di tahan
gabungan
Untuk tahun berakhir 31 Desember 19x9
Penjualan Rp. 200.000.000 Rp. 110.000.000
Pendapatan dari PT. Santi 20.500.000 -----------
Harga pokok penjualan 80.000.000-* 40.000.000*
Beban penyusutan 40.000.000* 20.000.000*
Beban-beban lainnya 25.500.000* 10.000.000*
Laba bersih 75.000.000 40.000.000
Tambah laba di tahan 1 Januari 19X9 Rp 75.000.000 Rp. 50.000.000
Kurang deviden 40.000.000 20.000.000
Laba di tahan 31 Desember 19X9 110.000.000 70.000.000
Neraca per 31 Desember 19X9
Kas Rp. 29.000.000 Rp 30.000.0000
Piutang dagang - bersih 28.000.000 40.000.000
Piutang dividen 8.000.000 ------
Persediaan 40.000.000 30.000.000
Tanah 15.000.000 30.000.000
Bangunan – bersih 65.000.000 70.000.000
Peralatan – bersih 200.000.000 100.000.000
Investasi pada PT. Santi 214.500.000 ------
Total aktiva Rp 600.000.000 Rp 300.000.000
Hutang usaha Rp 40.000.000 Rp 50.000.000
Hutang dividen 100.000.000 10.000.000
Kewajiban lainnya 50.000.000 20.000.000
Modal saham, nominal Rp 10.000 300.000.000 150.000.000

222
Laba ditahan 110.000.000 70.000.000
Total ekuitas Rp 600.000.000 Rp 300.000.000
R
p

Diminta : siapkan kertas kerja konsolidasi PT. Pipit dan perusahaan


anak per dan untuk tahun berakhir 19X9

5. PT. Pardi memperoleh 80% kepemilikan PT. Suci seharga Rp.


240.000.000 pada tanggal 1 Januari 19X5 ketika ekuitas pemegang
saham PT. Suci terdiri dari modal saham sebesar Rp. 200.000.000 dan
laba di tahan sebesar Rp. 25.000.000. kelebihan biaya terhadap nilai
buku yang diperoleh dialokasikan sebesar Rp. 40.000.000 pada aktiva
tetap yang dinilai terlalu rendah dan sisanya pada goodwill. Aktiva
tetap yang dinilai terlalu rendah mempunyai umur manfaat 4 tahun
dan goodwill diamortisasikan selama 10 tahun .
informasi tambahan:

1. Akun piutang PT. Pardi termasuk tagihan pada PT. Suci sebesar Rp.
5.000.000
2. PT. Suci mengirim cek sebesar Rp. 20.000.000 pada PT. Pardi pada
tanggal 30 Desember sebagai penyelesaian uang muka
3. Dividen sebesar Rp. 10.000.000 diumumkan oleh PT. Suci pada
tanggal 30 Desember 19X6 dan sebesar Rp. 10.000.000 sudah
diterima tetapi keduanya belum dicatat oleh PT. Pardi
4. Laporan keuangan PT. Pardi dan PT. Suci per dan untuk tahun
berakhir 19X6 adalah sebagai berikut:

PT. Pardi PT. Suci


Laporan laba rugi dan laba di tahan
gabungan
Untuk tahun berakhir 31 Desember 19X6
Penjualan Rp. 900.000.000 Rp. 300.000.000
Pendapatan dari PT. Suci 36.000.000 ------
Harga pokok penjualan 600.000.000-* 150.000.000*
Beban-beban operasi 190.000.000* 90.000.000*
Laba bersih Rp. 146.000.000 Rp. 60.000.000
Tambah : laba ditahan 1 Januari 120.000.000 50.000.000
Kurang deviden 100.000.000 20.000.000
Laba di tahan 31 Desember 19X6 Rp 166.000.000 Rp 90.000.000
Neraca per 31 Desember 19X6
Kas Rp. 6.000.000 Rp 15.000.0000
Piutang dagang - bersih 26.000.000 20.000.000

223
Persediaan 82.000.000 60.000.000
Uang muka kepada PT. Suci 20.000.000 ----
Aktiva lancar lainnya 80.000.000 5.000.000
Tanah 160.000.000 30.000.000
Aktiva tetap – bersih 340.000.000 230.000.000
Investasi pada PT. Suci 276.000.000 ------
Total aktiva Rp 990.000.000 Rp 360.000.000
Hutang usaha Rp 24.000.000 Rp 15.000.000
Hutang dividen ----- 10.000.000
Kewajiban lainnya 100.000.000 45.000.000
Modal saham 700.000.000 200.000.000
Laba ditahan 166.000.000 90.000.000
Total kewajiban dan ekuitas Rp 990.000.000 Rp 360.000.000
R
p

* Dikurangkan

Diminta : siapkan kertas kerja konsolidasi PT. Pardi dan perusahaan


anak per dan untuk tahun berakhir 31 Desember 19X6

224