Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1 / AKT D

BAB 2 PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Nama : 1. Fitri Puspita Sari (1502030188)


2. Beyti Ashaaffatin (1502030212)

A. TIMBUL DAN KEMBANGNYA PROFESI AKUNTAN PUBLIK


Profesi akuntan publik dikenal oleh masyarakat dari jasa audit yang disediakan bagi pemakai
informasi keungan. Di Indonesia, perusahaan yang berbentuk PT pada masa lalu tidak banyak
memberikan dorongan kepada perkembangan profesi akuntansi publik, karena PT bersifat tertutup
dan sahamnya hanya dimiliki oleh kalangan keluarga atau terbatas.
B. JASA YANG DIHASILKAN OLEH PROFESI AKUNTAN PUBLIK
1. JASA ASTESI
Astesi adalah pernyataan pendapat / pertimbangan orang yang independen dan kompeten
tentang apakah asersi (pernyataan satu pihak) suatu entitas sesuai dalam semua hal yang
signifikan dengan kriteria yang ditetapkan. Jasa astesi dibagi menjadi auditing, pemeriksaan,
review, dan prosedur yang disepakati.
2. JASA NON ASTESI
Adalah jasa yang dihasilkan akuntan publik yang didalamnya ia tidak memberikan suatu
pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, / bentuk lain keyakinan.
C. DEFINISI AUDITING
Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara
objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi. Auditing
dipandang dari sudut profesi akuntan publik yaitu pemeriksaan objektif atas laporan keuangan
suatu perusahaan dengan tujuan menentukan apakah laporan keuangan tersebut menyajikan secara
wajar.
D. PERAN AKUNTAN PUBLIK DALAM PEREKONOMIAN NEGARA
Akuntan publik bertanggung jawab untuk menaikkan tingkat keandalan laporan keuangan
perusahaan-perusahaan, sehingga masyarakat keuangan memperoleh informasi keuangan yang
andal sebagai dasar untuk memutuskan alokasi sumber-sumber ekonomi.
E. LAPORAN AUDIT
Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam berkomunikasi dengan
masyarakat lingkungannya. Laporan audit terdiri dari tiga paragraf: paragraf pengantar
(introductory paragraph), paragraf lingkup audit (scope paragraph), dan paragraf pendapat (opinion
paragraph).
1. Paragraf pengantar memiliki tiga kalimat: (1) menjelaskan objek sasaran auditing, (2) dan (3)
menjelaskan tanggung jawab manajemen, tanggung jawab auditor.
2. Paragraf lingkup audit berisi pernyataan auditor bahwa auditnya dilaksanakan berdasar standar
auditing yang ditetapkan oleh organisasi profesi akuntan publik dan beberapa penjelasan
tambahan tentang standar auditing tersebut, serta memberikan dasar yang memadai bagi
auditor untuk memberikan pendapat atas laporan keuangan auditan.
3. Paragraf pendapat merupakan paragraf yang digunakan auditor untuk menyatakan
pendapatnya atas laporan keuangan paragraf pengantar. Ada empat tipe pokok laporan audit
yang diterbitkan oleh auditor :
a) Pendapat wajar tanpa pengecualian (Unqualified Opinion)
b) Laporan yang berisi pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan.
c) Pendapat wajar dengan pengecualian (Qualified Opinion)
d) Pendapat tidak wajar (Adverse Opinion)
e) Pernyataan tidak memberikan pendapat (Disclaimer of Opinion)
PEMERIKSAAN AKUNTANSI 1 / AKT D
BAB 2 PROFESI AKUNTAN PUBLIK

Tujuan standar konsistensi adalah untuk memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan
keuangan diantara dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi,
auditor akan mengungkapkan perubahan tersebut dalam laporan auditnya.
F. STANDAR UMUM
1. Keahlian dan pelatihan teknis auditor
2. Independensi auditor
3. Penggunaan kemahiran profesional auditor dengan cermat dan seksama.
G. TIPE AUDITOR
1. Auditor independen yaitu auditor profesional yang menyediakan jasanya kepada masyarakat
umum.Auditor pemerintah yaitu auditor profesional yang bekerja di instansi pemerintah.
2. Auditor intern yaitu auditor yang bekerja dalam perusahaan.
H. TIPE AUDIT
1. Audit laporan keuangan yaitu audit yang dilakukan oleh auditor independen terhadap laporan
keuangan yang disajikan oleh kliennya untuk menyatakan pendapat mengenai kewajaran
laporan keuangan tersebut.
2. Audit kepatuhan yaitu audit yang tujuannya untuk menentukan apakah yang diaudit sesuai
dengan kondisi atau peraturan tertentu.
3. Audit operasional yaitu merupakan review sistematik kegiatan organisasi, atau bagian
daripadanya dalam hubungannya dengan tujuan tertentu.
I. HIRARKI AUDITOR DALAM ORGANISASI KANTOR AKUNTAN PUBLIK
1. Pertner (menduduki jabatan tertinggi dalam penugasan audit)
2. Manajer (bertindak sebagai pengawas audit)
3. Auditor senior (bertugas untuk melaksanakan audit)
4. Auditor junior (melaksanakan prosedur audit secara rinci)
J. STANDAR PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK
1. Tipe standar profesional yang diterbitkan oleh komite
a) Standar auditing yaitu merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis.
b) Standar atestasi yaitu memberikan rerangka untuk fungsi atestasi bagi jasa akuntan publik
yang mencakup tingkatan keyakinan tertinggi yang diberikan dalam jasa audit.
c) Standar jasa akuntan dan review yaitu memberikan rerangka untuk fungsi nonatestasi bagi
jasa akuntan publik yang mencakup jasa akuntansi dan review.
d) Standar jasa konsultasi yaitu memberikan panduan bagi akuntan publik di dalam
penyediaan jasa konsultasi bagi masyarakat.
K. HUBUNGAN STANDAR ATESTASI DAN STANDAR AUDITING
Standar auditing merupakan bagian dari standar atestasi yang khusus mengatur mutu jasa kauntan
publik yang berkaitan dengan pemeriksaan atas laporan keuangan historis.