Anda di halaman 1dari 2

Kontribusiku bagi Indonesia

Saat ini saya berprofesi sebagai seorang dosen tetap non PNS di Institut Teknologi Sepuluh
Nopember, Surabaya. Sebagai seorang tenaga pendidik, hal yang diinginkan adalah memberi
kontribusi nyata terhadap instansi tempat saya bekerja dan memberikan dampak manfaat kepada
masyarakat, lingkungan, serta bangsa Indonesia.

Bulan Februari 2015 lalu, saya bersama dosen-dosen fisika ITS melakukan beberapa kegiatan
pengabdian masyarakat, diantaranya melakukan penyuluhan kepada guru SMP dan SMA tentang
penggunaan alat-alat laboratorium untuk pelaksanaan praktikum dalam olimpiade fisika dan
pengayaan tentang aplikasi penggunaan materi fisika dalam kehidupan sehari-hari. Dalam bidang
akademis, saya dan tim dosen ITS pernah memberikan bimbingan belajar kepada salah satu peserta
olimpiade sains nasional kejuruan untuk dipersiapakan mengikuti OSNK tingkat nasional dan berhasil
meraih juara harapan 1 tingkat nasional. Selain itu, saya juga beberapa kali membantu mahasiswa S1
yang sedang mengerjakan tugas akhir di jurusan fisika ITS.

Saat ini, saya bersama rekan-rekan dosen tengah menyiapkan program pengabdian kepada masyarakat
tentang cara mengatasi kebisingan aplikasi insulasi material dalam upaya mencapai performa akustika
ruang yang standart untuk pemukiman di rumah susun Urip Sumoharjo. Program pengabdian
masyarakat ini mendapat bantuan dari dana BOPTN Anggaran 2015. Dengan adanya program ini,
diharapkan kami selaku kelompok kerja dosen dapat membantu mengatasi masalah yang ada di
lingkungan masyarakat sekitar. Di bulan Agustus ini, kelompok dosen ITS termasuk saya sebagai
panitia akan mengadakan kegiatan seminar internasional dalam rangka saling berbagi ilmu dan
pengalaman tentang penelitian yang dilakukan oleh setiap universitas di Indonesia.

Dalam jangka panjang saya ingin tetap konsisten berperan bagi kemajuan Indonesia. Menurut saya,
seorang akademisi adalah salah satu posisi strategis dalam memajukan Indonesia. Akademisi dapat
memberikan pengaruh positif terhadap kaum muda dan juga mempengaruhi kebijakan pemerintah
melalui keahlian di bidang yang digelutinya. Dalam prosesnya, saya sangat menikmati profesi ini dan
saya sangat ingin terus menjadi seorang dosen. Oleh karena itu, saya ingin menimba ilmu lebih
banyak lagi di jenjang S3. Saya ingin menjadi seorang dosen yang memiliki banyak pengalaman dan
berkualitas serta bisa terus berbagi ilmu kepada mahasiswa yang saya ajar. Saya ingin bisa terus
memberikan inspirasi kepada mereka untuk terus berjuang meraih apa yang mereka cita-citakan dan
menjadi seseorang yang bisa memberikan kontribusi serta manfaat kepada bangsa dan negara ini
nantinya. Saya juga akan berkontribusi aktif melakukan kegiatan penelitian terutama yang
berhubungan dengan bidang ilmu yang saya tekuni yaitu fisika. Dengan melanjutkan pendidikan ke
jenjang S3, saya memiliki rencana untuk belajar banyak hal yang baru tentang sains dan teknologi di
negara lain yang nantinya bisa saya kembangkan di Indonesia. Penerapan sains dan teknologi
merupakan salah satu aspek penting yang bisa menjadi parameter berkembangnya suatu negara.
Teknologi berbasis sains akan mempermudah pekerjaan manusia. Perkembangan teknologi telah
membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban manusia. Pekerjaan yang sebelumnya
menuntut kekuatan dan kemampuan fisik, kini sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin otomatis.
Selain penelitian, seorang akademisi juga dituntut agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat
di lingkungan sekitar, salah satunya dengan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Saya akan
berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menerapkan ilmu yang telah saya dapatkan agar bisa
bermanfaat di lingkungan dan institusi tempat saya berada.

Saya sangat mengharapkan suatu saat Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri dan dapat
memproduksi sendiri teknologi canggih tanpa harus mengimpor dari negara lain. Indonesia
menduduki peringkat 122 dari 125 negara untuk kategori perkembangan sains dan teknologi hasil
laporan The Good Country Index. Artinya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di
Indonesia dinilai paling rendah dan paling lambat. Fakta yang cukup miris disebabkan mayoritas
masyarakat Indonesia hanya bisa jadi pemakai saja Jika kita lihat negara maju seperti Jepang dan
Jerman mampu memproduksi teknologi canggih karena didukung dengan penguasaan sains yang
mereka miliki. Saya akan memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang saya miliki selama
menempuh studi S3 untuk belajar banyak hal tentang penerapan sains dan teknologi. Contohnya dari
penelitian yang saya lakukan yaitu tentang bahan superkonduktor. Bahan superkonduktor dan
gejalanya dimanfaatkan pada kereta super cepat di Jepang dan Jerman. Sedangkan di Indonesia, bahan
superkonduktor masih sebatas pembuatan skala laboratorium. Dalam mewujudkannya,,tentunya saya
tidak bisa melakukannya sendiri. Diperlukan kerjasama antar elemen yang memiliki kompetensi di
bidang tersebut diantaranya LIPI, BATAN, dan perguruan tinggi lain. Dengan adanya kerjasama ini
diharapkan akan mempermudah pengembangan sains dan teknologi di Indonesia. Saya berharap bisa
mengambil bagian dalam pembangunan bangsa Indonesia, berkontribusi dalam bidang pendidikan dan
penelitian.