Anda di halaman 1dari 2

Nama : Yusuf Santosa Putra

NIM : E100180141

Program Studi : Geografi

SEJARAH GERAKAN MAHASISWA


Perjuangan Mahasiswa Indonesia, Apakah Cukup Sampai Disini?
Pemuda dan mahasiswa merupakan ujung tombak bagi perubahan bangsa ini.
Pergerakan pemuda di Indonesia sangat terlihat saat mengusir para kolonial di masa
penjajahan. Peran-peran para pemuda dan mahasiswa ketika beberapa peristiwa
penting di Indonesia, terutama saat sang elit sudah bersikap apatis kepada
rakyatnya.
Pada awal sejarah perjuangan pemuda di tahun 1908, kala Boedi Oetomo
mendirikan wadah perjuangan yang pertama kali yang memiliki struktur
pengorganisasian modern di Jakarta. Wadah ini merupakan refleksi sikap kritis dan
keresahan intelektual terlepas dari primordialisme Jawa yang ditampilkannya.
Tujuan didirikannya perkumpulan Budi Utomo ini sejatinya adalah propaganda
kemerdekaan Indonesia. Kehadiran perkumpulan Budi Utomo pada masa itu
merupakan suatu episode sejarah yang menandai munculnya sebuah angkatan
pembaharu dengan kaum terpelajar dan mahasiswa sebagai aktor terdepannya.
Kemudian sejarah Sumpah pemuda dicetuskan pada tahun 1928. Pada tahun 1923
itu mahasiswa-mahasiswa yang study di Belanda kembali ke tanah air. Mereka
kecewa dengan kekuatan perjuangan-perjuangan di Indonesia. Melihat situasi
politik yang dihadapi, mereka membentuk kelompok-kelompok study yang amat
berpengaruh, karena keaktifannya dalam diskursus kebangsaan pada waktu itu. Dari
kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda itulah
munculnya generasi pemuda Indonesia yang mencetuskan sumpah pemuda pada
tanggal 28 Oktober 1928.
Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa pergerakan-pergerakan pemuda sangat
berpengaruh saat sebelum kemerdekaan dan sesaat sebelum kemerdekaan. Dalam
perkembangan berikutnya, dari dinamika pergerakan nasional yang ditandai dengan
kehadiran kelompok-kelompok studi dan akibat pengaruh sikap bangsa Belanda
yang menjadi liberal, muncul kebutuhan baru untuk menjadi partai politik, terutama
dengan tujuan memperoleh basis massa yang luas. Kemudian dibentuklah PNI
(Partai Nasional Indonesia). Dari PNI inilah kemudian cikal bakal
diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia. Salah satu peran angkatan 1945 yang
merupakan generasi kemerdekaan Indonesia. Dalam kasus ini pergerakan pemuda
di motori oleh Presiden pertama Indonesia, Soekarno.
Kemudian, dalam masa demokrasi liberal, seiring dengan penerapan sistem
kepartaian yang majemuk saat itu, organisasi mahasiswa ekstra kampus
kebanyakan merupakan organisasi dibawah partai-partai politik. Misalnya, GMKI
(Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) dan PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa
Khatolik Republik Indonesia) dengan partai khatolik. GMNI (Gerakan Mahasiswa
Nasional Indonesia) berdekatan dengan PNI. CGMI (Concentrasi Gerakan
Mahasiswa Indonesia) cukup dekat dengan PKI. Gemsos (Gerakan Mahasiswa
Sosialis Indonesia) dengan partai sosialis. PMII (Pergerakan Mahasiswa Nasional
Indonesia) berafiliasi dengan NU. HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dekat
dengan masyumi, dan lain-lain.
Diantara organisasi mahasiswa pada masa itu, CGMI lebih menonjol setelah PKI
tampil sebagai salah satu partai kuat hasil pemilu 1955. Saat setelah itu mahasiswa
membentuk KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) pada tanggal 25 Oktober
1966 yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil
dipertemukan oleh menteri perguruan tinggi dan ilmu pendidikan. Beberapa
organisasi mahasiswa saat itu adalah PMKRI, HMI, PMII, GMKI, SOMAL,
Mapancas, dan Ikatan Pers Mahasiswa. Tujuan pendirianya, terutama agar para
aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih
terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan.