Anda di halaman 1dari 2

ABSTRAK

Penulis: Ahmad Musyafa1, Cahyadin1, Th. B. Rahayujati1, Henny Indriyanti2;


1
Field Epidemiology and Training Program, Universitas Gadjah Mada,
2
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora

JUDUL:
Investigasi KLB Campak di Sekolah, Jiken Blora Jawa Tengah, Indonesia 2016

Latar Belakang: Tanggal 6 Desember 2016, Dinas Kesehatan Kabupaten Blora


mendapatkan informasi ada 4 terduga campak sedang dirawat di Puskesmas Jiken,
semua tersangka berasal dari SMK Nurul Huda Jiken.
Tujuan: Untuk memastikan adanya KLB dan upaya penanggulangannya.
Metode: Pencarian kasus aktif dilakukan untuk mencari kasus tambahan, Kasus
adalah anak sekolah di SMK Nuruhl Huda dan TK Pertiwi II Jiken dengan gejala
demam dan rush disertai salah satu atau lebih influenza, batuk, mata merah atau
dengan hasil pemeriksaan IgM+ campak sejak tanggal 29 Agustus sampai 28
Desember 2016. Data dikumpulkan dengan wawancara terhadap pasien, orang tua
dan petugas kesehatan.
Hasil: Investigasi awal dilakukan di SMK Nurul Huda ada 14 anak terduga
campak, kasus pertama di SMK sdr. Elf (20 Oktober 2016) tinggal di Desa Jiken
mempunyai tetangga 2 anak TK yang menderita campak tanggal 13 Oktober
2016. Penyelidikan dilanjutan di TK dan didapatkan 27 kasus tambahan. Dari
penelusuran di TK ditemukan Indeks cases merupakan tante dari kasus pertama
TK yang datang dari luar provinsi dengan gejala campak 4 hari sebelum pulang ke
Jiken. Total populasi 270, ditemukan 44 kasus terdiri dari 14 SMK, 27 kasus TK
dan 3 kasus dari masyarakat. AR tertinggi umur 5-10 tahun 56,8% dan AR TK
39,7%.
Kesimpulan: Telah terjadi KLB campak di SMK Nurul Huda dan TK Pertiwi II
Jiken Blora sejak Agustus – Desember 2016. Keterlambatan deteksi merupakan
faktor utama banyaknya kasus pada KLB. Pemberian vitamin A dan ORI
merupakan upaya pengendalian KLB.
Kata Kunci: Campak, KLB, Blora, Penemuan kasus aktif